• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR PENELITIAN PEMULA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN AKHIR PENELITIAN PEMULA "

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Pengaruh penggunaan media strip gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja obesitas salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media komik diet seimbang terhadap perubahan perilaku makan remaja obesitas di salah satu sekolah menengah di Kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebagai pembanding pada remaja obesitas di salah satu SMA di Kota Malang.

Kesimpulan: Pemberian media kartun gizi seimbang mempunyai pengaruh terhadap perilaku makan pada remaja obesitas di salah satu sekolah remaja di Kota Malang. Perubahan perilaku makan remaja obesitas di salah satu sekolah remaja di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan kartun gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja obesitas di salah satu sekolah remaja di Malang.

Kesimpulan: Pemberian komik gizi seimbang berpengaruh terhadap perilaku makan remaja obesitas di salah satu sekolah menengah di Kota Malang. Kata Kunci : Media strip tentang gizi seimbang, Perilaku makan, Obesitas. Alhamdulillahirabbil'alamin, atas rahmat dan hidayah Allah SWT, maka Laporan Akhir Penelitian BOPTN Tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Strip Diet Seimbang Terhadap Perubahan Perilaku Makan Pada Remaja Obesitas Di Salah Satu Sekolah Menengah Di Kota Malang” dapat berupa lengkap.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Kerangka Pikir Penelitian
  • Hipotesis

Penelitian yang dilakukan oleh Hendra dkk (2016) mengenai faktor risiko obesitas pada remaja di Kota Bitung memberikan hasil pengukuran lingkar pinggang pada 966 penduduk. Didapatkan obesitas sebanyak 220 orang dengan presentasi 22,8% terdiri dari 59 orang. laki-laki dengan persentase 6,1% dan perempuan 161 orang dengan persentase 16,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas (dalam Hendra, dkk. 2016). Penelitian yang dilakukan oleh Aflah dkk (2014) menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada responden SMA Katolik Cendrawasih Makassar tergolong tinggi, melebihi 50%. Disarankan kepada sekolah agar lebih memperhatikan siswanya terutama status gizinya melalui pendidikan perilaku gizi seimbang.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti ingin menganalisis apakah terdapat dampak penggunaan media komik gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja obesitas di salah satu SMA kecil di Kota Malang. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah penelitiannya adalah apakah terdapat pengaruh penggunaan media komik gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja obesitas di salah satu SMA kecil di kota Malang. Kerangka Penelitian Dampak Penggunaan Media Komik Gizi Seimbang Terhadap Perubahan Perilaku Makan Remaja.

Berdasarkan kerangka teori, kerangka konseptual, rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka hipotesis dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh penggunaan komik diet seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja obesitas di salah satu SMP di kota Malang.

Gambar 1. Kerangka berpikir penelitian pengaruh penggunaan media  komik gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja
Gambar 1. Kerangka berpikir penelitian pengaruh penggunaan media komik gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja

TINJAUAN PUSTAKA

Obesitas

  • Definisi Stunting
  • Diagnosis Obesitas pada Remaja
  • Penyebab Obesitas pada Remaja
  • Cara Menghindari Obesitas

Bagi separuh piring lainnya menjadi dua bagian untuk nasi (warna coklat) dan juga lauk pauknya (warna oranye). 2 ukuran 2 gelas sehari untuk anak di atas 2 tahun 4 Terakhir, ingatlah untuk minum air putih minimal 2 L setiap hari dan hindari minuman manis berlebihan, termasuk jus buah. Anak harus bisa menahan keinginan makan di luar waktu makan, misalnya sambil menonton TV, usahakan untuk tidak makan karena menonton TV dapat memicu keinginan makan.

Orang tua diharapkan menghilangkan segala rangsangan di sekitar anak yang dapat merangsang ngidam makanan (IDAI, 2014). Mengubah perilaku makan, misalnya belajar mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta mengurangi ngemil. Memberikan jus buah akan membuat anak tergoda untuk mengonsumsinya dalam jumlah banyak, yang pada akhirnya meningkatkan asupan kalorinya (IDAI, 2014).

Jika Anda berencana bepergian atau mengadakan pesta, pilihlah makanan rendah kalori seperti sayur mayur, buah-buahan dan makanan yang tidak digoreng. Contoh lain dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga anak tetap aktif secara fisik adalah dengan menganjurkan anak untuk naik turun tangga dibandingkan menggunakan lift, saat mengantar anak ke sekolah, anak berada beberapa meter dari gerbang drop off sekolah atau mengajak anak berkeliling mall minimal 1 jam tanpa duduk (IDAI, 2014).

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,623>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan energi yang signifikan antara sebelum dan sesudah post-test. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,274>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan lemak yang signifikan antara sebelum dan sesudah post-test. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,481>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan kolesterol yang signifikan antara sebelum dan sesudah post test.

Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,926>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan energi yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value 0,518>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan protein yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value 0,601>0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan lemak yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.

Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,463>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan karbohidrat yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,239>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan kolesterol yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

METODE PENELITIAN

Jenis dan Disain Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Alur Penelitian

Variabel Penelitian

Definisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel

Pembatasan merupakan suatu cara untuk membatasi subjek penelitian menurut kriteria tertentu yang disebut kriteria kelayakan.

Tahap Penelitian

Metode Analisis

  • HASIL
    • Gambaran Umum Responden
    • Prevalensi Obesitas di Kota Malang
    • Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Responden
    • Asupan Makan Responden
  • PEMBAHASAN
    • Prevalensi Obesitas di Salah Satu SMPN di Kota Malang 22
    • Asupan Makan Responden

Sedangkan dari hasil uji statistik diperoleh nilai pre-post skill penglihatan kelompok eksperimen sebesar 0,024<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kartun bantuan edukasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan responden. Asupan protein responden kelompok kontrol sebelum pre test mempunyai nilai antara gram dengan rata-rata 27,3 gram. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,092>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan protein yang signifikan antara sebelum dan sesudah post test.

Asupan lemak responden kelompok kontrol sebelum pre test mempunyai nilai antara gram dengan rata-rata 45,4 gram. Asupan karbohidrat responden kelompok kontrol sebelum pre-test mempunyai nilai antara gram dengan rata-rata 163,9 gram. Hasil uji statistik pre-post menunjukkan p-value sebesar 0,427>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan asupan karbohidrat yang signifikan antara sebelum dan sesudah post test.

Dari hasil uji statistik terlihat nilai sig pengetahuan pre-post 0,644>0,05, sikap 0,861>0,05, keterampilan 0,127>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa responden yang tidak berpendidikan tidak merasa signifikan. perbedaan sebelum dan sesudah pengobatan.

Tabel 1. Data Responden di Salah Satu SMPN di Kota Malang
Tabel 1. Data Responden di Salah Satu SMPN di Kota Malang

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Pengaruh Komik Tentang Gizi Seimbang Terhadap Perilaku Makan Remaja Obesitas Di Salah Satu Sekolah Menengah Pertama Di Malang”, dapat disimpulkan sebagai berikut. Prevalensi obesitas di 3 SMP di kota Malang sebesar 9,14%, dimana prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 19,1% diperoleh dari survei kesehatan dasar tahun 2013. Pemberian komika diet seimbang dengan bantuan dapat mempengaruhi perubahan karbohidrat asupan makanan dan sumber serat.

Mulai dari rendahnya konsumsi makanan sumber serat, hingga bisa memperbanyak asupan makanan sumber serat.

Saran

Gambar

Gambar 1. Kerangka berpikir penelitian pengaruh penggunaan media  komik gizi seimbang terhadap perubahan perilaku makan pada remaja
Gambar 2. Kerangka Penelitian Pengaruh Penggunaan Media Komik Gizi  Seimbang Terhadap Perubahan Perilaku Makan Pada Remaja Obesitas Di
Tabel 1. Data Responden di Salah Satu SMPN di Kota Malang
Tabel 2. Data Responden berdasarkan Jenis Kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian : Peningkatan Pengetahuan Anemia dan Perilaku Makan Pada Remaja Putri Sesudah Diberikan Pendidikan Gizi dengan Media Komik.. Nama Mahasiswa :

pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan perilaku pemberian makan anak. balita di

Konseling Gizi Transtheoritical Model Dalam Mengubah Perilaku Makan Dan Aktivitas Fisik Pada Remaja Overweight dan Obesitas : Suatu Kajian Literatur.. Departemen Gizi Kesehatan

Dalam pengukuran awal ini yang diukur adalah kecerdasan kinestetik anak meliputi Mampu berjalan di pematang sawah dengan seimbang, Mampu berjalan di atas

Double- stops merupakan teknik permainan violin pada tingkat menengah yang terdapat pada repertoar di berbagai gaya ataupun periode dalam kultur musik barat.. Penulis turut

Berdasarkan data tentang perilaku penggunaan HP untuk telpon saat berkendara dan riwayat kejadian kecelakaan lalu lintas yang pernah dialami responden dalam

Gejolak emosi yang disalurkan dengan baik akan menjadikan remaja lebih bisa mengendalikan dirinya dan mampu berinteraksi terhadap lingkungannya dengan cara yang baik,

Data sikap remaja asik yang telah diberi edukasi gizi seimbang dengan alat bantu form kuesioner yang diberikan secara langsung kepada Remaja Asik di SMA Negeri 1 Singosari Malang...