LAPORAN AKHIR TAHUN
PENELITIAN PRODUK TERAPAN
RANCANG BANGUN SMART HOME BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NIRKABEL
Tahun ke-1 dari rencana 3 tahun
Oleh:
NUR YANTI, S.T., M.T (1129117603)
NURWAHIDAH JAMAL, S.T., M.T (1122056901) FATHUR ZAINI RACHMAN, S.T., M.T (0028088503)
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
NOPEMBER 2017
3
RINGKASAN
Sistem Smart Home sampai saat ini memiliki kekurangan yaitu masih menggunakan bentuk instalasi kabel konvensional. Dimana, instalasi kabel konvensional menggunakan jumlah kabel yang sangat banyak, karena sistem hardware nya yang terpusat dan output yang di hasilkan berjauhan letaknya, ditambah lagi implementasinya hanya dalam satu titik pemasangan yaitu rumah, selain itu, masih bersifat informasi tanpa ada tindakan setelahnya seperti dalam masalah kebakaran dan kriminalitas. maka dalam penelitian ini akan melakukan rancang bangun sistem keamanan agar dapat lebih efektif, efisien dan fleksibel dan dapat diletakkan dimanapun berada tanda mempermasalahkan penggunaan instalasi kabel. Dimana kesemua titik pemasangan sensor berkomunikasi secara nirkabel. Dan pada penelitian ini akan menggunakan beberapa titik pemasangan untuk menggambarkan penggunaan pada gedung, hotel atau bangunan yang memiliki ruang-ruang yang perlu dipantau selalu dengan menggunakan teknologi nirkabel. Selain itu, ditambah lagi sistem keamanan yang berlapis dengan menambahkan informasi kepada pihak keamanan (Polisi dan Pemadam) jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental yang terdiri dari lima tahapan yaitu diawali dengan studi literatur, perancangan, pembuatan, Pengujian dan terakhir adalah pengambilan kesimpulan.
Kata kunci: Smart Home,Teknologi Nirkabel, Keamanan
4
PRAKATA
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya sehingga tim peneliti dapat melaksanakan penelitian ini.
Dalam penelitian yang berjudul Rancang Bangun Smart Home Berbasis Arduino Menggunakan Teknologi Nirkabel, merupakan sistem pengendalian otomatis tanpa kabel (nirkabel) yang dapat diaplikasikan pada rumah tinggal, perkantoran, laboratorium dan terintegrasi dengan unit-unit keamanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, peneliti lain serta pengembangan ilmu dan teknologi.
Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada Kemenristekdikti yang telah memberikan kesempatan kepada tim untuk melaksanakan penelitian ini, serta kepada P3M Politeknik Negeri Balikpapan yang mendukung proses penelitian ini.
Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna karena itu kiritik dan saran yang membangun diharapkan untuk menjadim lebih baik lagi. Terima kasih.
Balikpapan, Nopember 2017
Penulis5 DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ………
1
HALAMAN PENGESAHAN ……….
2
RINGKASAN ... 3
PRAKATA ... 4
DAFTAR ISI ………..
5
DAFTAR TABEL………..
6
DAFTAR GAMBAR ... 7
DAFTAR LAMPIRAN ... 8
STRUKTUR LAPORAN BAB 1. PENDAHULUAN ………..
... 9
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ………....…………
... 11
BAB 3. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ……….
21
BAB 4. METODE PENELITIAN ………....……….
22
BAB 5. HASIL YANG DICAPAI………
...
………... 28
BAB 6. RENCANA TAHAP BERIKUTNYA…………...………...
32
BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN……
....
…………...………...33
DAFTAR PUSTAKA……….……….
34
LAMPIRAN... ……….
... 35
6
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Protokol Data Komunikasi ....
…...
……...
………25
Tabel 5.1 Pengujian Jaringan Nirkabel Zigbee...
………...
…28
Tabel 5.2 Pengujian Konektivitas Bluetooth ...
………...
….. 30
7
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Komponen Smarthome ...
………... 11
Gambar 2.2 Aplikasi Smarthome System ... 12
Gambar 2.3 Bentuk Fisik Arduino Uno ... 13
Gambar 2.4 Bentuk Fisik Ethernet Shield... 14
Gambar 2.5 Zigbee ... 15
Gambar 2.6 Topologi Star ... 15
Gambar 2.7 Topologi Mesh... ... 16
Gambar 2.8 Arsitektur dari Node WSN ... 17
Gambar 2.9 Visual Basic Net ... 17
Gambar 2.10 Logo Sistem Operasi Android ... 19
Gambar 2.11 Gambar Fisik Dan KOnfigurasi Bluetooth HC-05. ... 20
Gambar 4.1 Metode Penelitian ... 22
Gambar 4.2 Titik Pemasangan (End Device) Terhadap Arduino Serve... 23
Gambar 4.3 Topologi Star ... 23
Gambar 4.4 Rangkaian Modul Sensor Gas ... 24
Gambar 4.5 Rangkaian Modul Sensor PIR ... 24
Gambar 4.6 Pengkabelan Dan Rangkaian Modul Lampu ... 24
Gambar 4.7 Diagram Alir Program Pada Pusat Arduino ... 25
Gambar 4.8 Program Aplikasi Pada Android... 26
Gambar 5.1 Hasil Pengujian Throughtput ... 29
Gambar 5.2 Pengujian Komunikasi Zigbee dan Bluetooth ... 31
8
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A. Penggunaan Anggaran ...
………35
Lampiran B. Log Book, Artikel Ilmiah, Publikasi ... 41
9
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini, dapat diselaraskan dengan gaya hidup manusia yang semakin dinamis. Salah satu bentuk penyelerasan tersebut adalah dibangunnya sebuah sistem Smart Home yang sangat memudahkan manusia dalam mengendalikan dan mengawasi seluruh ruangan yang ada di rumahnya, misalnya saat berada di luar rumah.
Sistem Smart Home seperti ini sebelumnya sudah pernah dibuat dan digunakan namun dengan konsep yang berbeda-beda. Ada yang melakukan pengaturan perangkat pembayangan terhadap intensitas cahaya yang masuk ke rumah (Putro, 2014), pengaturan otomatis pintu pagar, lampu, pompa air (Setiadi, 2015), ada pula aplikasi smart home yang terdiri dari main program yang terletak di komputer server, sekaligus web server sehingga aplikasi ini dapat diakses melalui jaringan internet. Aplikasi yang terdapat di komputer server terhubung secara serial dengan mikrokontroller ATMEGA 8535 untuk mengatur kondisi lampu. Tidak hanya lampu, garasi, gerbang depan, lemari es, pompa air, dan semua peralatan yang menyala menggunakan sistem on/off juga bisa diatur dengan aplikasi ini (Arifianto, 2013). Akan tetapi, sistem Smart Home sampai saat ini memiliki kekurangan yaitu masih menggunakan bentuk instalasi kabel konvensional. Dimana, instalasi kabel konvensional menggunakan jumlah kabel yang sangat banyak, karena sistem hardware nya yang terpusat dan output yang di hasilkan berjauhan letaknya, ditambah lagi implementasinya hanya dalam satu titik pemasangan yaitu rumah, selain itu, masih bersifat informasi tanpa ada tindakan setelahnya seperti dalam masalah kebakaran dan kriminalitas.
Melihat dari permaslahan yang terjadi, maka dalam penelitian ini akan melakukan
rancang bangun sistem keamanan agar dapat lebih efektif, efisien dan fleksibel dan dapat
diletakkan dimanapun berada tanda mempermasalahkan penggunaan instalasi kabel. Dimana
kesemua titik pemasangan sensor berkomunikasi secara nirkabel. Dan pada penelitian ini
akan menggunakan beberapa titik pemasangan untuk menggambarkan penggunaan pada
gedung, hotel atau bangunan yang memiliki ruang-ruang yang perlu dipantau selalu. Selain
itu, ditambah lagi sistem keamanan yang berlapis dengan menambahkan informasi kepada
pihak keamanan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
10 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian-uraian dalam latar belakang masalah yang telah diuraikan secara singkat, maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana cara merancang dan membangun sistem keamanan ruangan agar dapat lebih efektif, efisien dan fleksibel ?
b. Bagaimana melakukan sistem kendali dan monitoring sistem smart home menggunakan teknologi nirkabel dengan memanfaatkan jaringan sensor nirkabel, internet, dan jaringan GSM ?
1.3 Luaran Penelitian
Luaran dari penelitian ini adalah berupa desain produk, jurnal nasional terakreditasi dan
pemakalah dalam temu ilmiah nasional.
11
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Smart Home
Smart home merupakan tempat tinggal manusia yang dirancang menggunakan beberapa sistem pendukung elektronik secara pintar (bekerja secara otomatis) dengan tujuan menjaga tingkat kenyamanan agar manusia dapat beristirahat dan melakukan aktifitas kesehariannya. Lingkungan menjadi persoalan yang melekat seiring peningkatan teknologi yang ada pada zaman sekarang ini. Letak posisi, ketinggian, Temperature (suhu), kelembaban, cahaya dan udara menjadi parameter kenyamanannya seseorang berada dalam rumah (Putro, 2014). Istilah Smart home system adalah sebuah sistem berbasis komputer yang akan memberikan segala kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan penghematan energi, yang berlangsung secara otomatis dan terprogram melalui komputer pada gedung perkantoran, hotel, atau rumah tinggal. Hal ini tidak lepas dari keterbatasan sumber energi diantaranya listrik atau energi lainnya, sehingga kita harus benar-benar efisien dalam penggunaan energi tersebut (Setiadi, 2015). Smart home system adalah sistem yang terdiri dari beberapa komponen pendukung yang saling berinteraksi satu sama lain. Sebuah rumah dapat dikatakan sebagai rumah cerdas apabila memiliki komponen personal internal networking, intelligent control dan home auotomation.
Gambar 2.1 Komponen smarthome
Sumber: SNATI 2009
Berbagai aplikasi sistem rumah cerdas dikembangkan dengan berbagai fitur sebagai
konsep rumah masa depan. Aplikasi yang dibuat dibedakan dari segi fungsi dan tujuan
masing-masing. Aplikasi tersebut ada yang dibuat khusus menangani satu fungsi seperti
12
untuk sistem keamanan saja, ada pula yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi seperti aplikasi sistem kontrol dan monitoring atau lainnya ( Yurmama dkk, 2009)
.Internet
Gambar 2.2 Aplikasi smarthome system
Pada penelitian ini objek yang menjadi smart home system adalah ruangan dan laboratorium di Politeknik Negeri Balikpapan pada gedung Teknik Elektronika yang menjadi tempat kegiatan belajar mengajar.
2.2 Arduino Uno
Arduino Uno adalah arduino board yang menggunakan mikrokontroler ATmega328.
Arduino Uno memiliki 14 pin digital (6 pin dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input
analog, sebuah 16 MHz osilator kristal, sebuah koneksi USB, sebuah konektor sumber
tegangan, sebuah header ICSP, dan sebuah tombol reset. Arduino Uno memuat segala hal
yang dibutuhkan untuk mendukung sebuah mikrokontroler [Jazi, 2014]. Hanya dengan
menghubungkannya ke sebuah komputer melalui USB atau memberikan tegangan DC dari
baterai atau adaptor AC ke DC sudah dapat membuatnya bekerja. Arduino Uno
menggunakan ATmega16U2 yang diprogram sebagai USB-to-serial converter untuk
komunikasi serial ke computer melalui port USB. Bentuk fisik dari arduino uno dapat dilihat
pada Gambar 2.3.
13
Gambar 2.3 Bentuk fisik Arduino Uno
Adapun data teknis board Arduino UNO R3 adalah sebagai berikut:
Mikrokontroler : ATmega328
Tegangan Operasi : 5V
Tegangan Input (recommended) : 7 - 12 V
Tegangan Input (limit) : 6-20 V
Pin digital I/O : 14 (6 diantaranya pin PWM)
Pin Analog input : 6
Arus DC per pin I/O : 40 mA
Arus DC untuk pin 3.3 V : 150 mA
Pada penelitian ini menggunakan beberapa sensor yang mana output dari sensor adalah sinal analog. Maka daripada itu, diperlukan pengetahuan tentang konversi bilangan yang terjadi pada ADC (Analog to Digital Converter). Diketahui resolusi ADC arduino uno adalah 10 bit
= 1024 bilangan, aRef atau tegangan referensi yang digunakan adalah 1,1 V merupakan ketelitian terbaik (McRobert, 2009). Untuk mendapatkan Vstep (tegangan perlangkah) dapat menggunakan persamaan:
Vstep = aRef/bit ADC
………(2.1)
Sehingga didapatkan Vstep=1,1/1024 adalah 0,0010742 V, dimana pada setiap perubahan register memerlukan sekitar 0,0010742 V (1,0742 mV).
2.3 Ethernet Shield
Ethernet Shield menambah kemampuan Arduino board agar dapat terhubung ke
jaringan komputer. Ethernet Shield berbasiskan chip Ethernet Wiznet W5100. Wiznet W5100
menyediakan jaringan (IP) yang berbasis pada TCP dan UDP. Ethernet Shield mendukung
hingga empat koneksi soket simultan. Ethernet Shield terhubung ke Arduino board
14
menggunakan header cable-wrap, hal ini membuat tata letak pin tidak berubah dan memungkinkan shield lain dapat ditumpuk diatas. Ethernet library digunakan dalam menulis program agar Arduino board dapat terhubung ke jaringan dengan menggunakan Arduino Ethernet Shield.
Pada Ethernet Shield terdapat sebuah slot micro-SD, yang dapat digunakan untuk menyimpan file yang dapat diakses melalui jaringan. Onboard micro-SD card reader diakses dengan menggunakan SD library. Fitur micro-SD card ini juga dapa digunakan sebagai media penyimpanan html code untuk web server.
Arduino board berkomunikasi dengan W5100 dan SD card mengunakan bus SPI (Serial Peripheral Interface). Komunikasi ini diatur oleh library SPI.h dan Ethernet.h.
Bus SPI menggunakan pin digital 11, 12 dan 13 pada Arduino Uno. Pin digital 10 digunakan untuk memilih W5100 dan pin digital 4 digunakan untuk memilih SD card. Pin yang sudah disebutkan sebelumnya tidak dapat digunakan untuk input/output umum ketika kita menggunakan Ethernet Shield.
Arduino Uno bertindak sebagai SPI Master dan Wiznet W5100 sebagai SPI Slave. Protokol SPI memerlukan paling sedikit empat sinyal, yakni MOSI, MISO, SCK dan CS (SPI Slave Chip Select). Walaupun Arduino mendukung semua mode SPI (mode 0, 1, 2, dan 3), namun chip Wiznet W5100 hanya mendukung mode 0 dan 3, dimana akan men- sample data saat sisi positif clock (rising edge) dan memberikan output ketika sisi negatif clock (falling edge). Bentuk fisik dari Arduino Ethernet Shield dapat dilihat pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4 Bentuk Fisik Ethernet Shield
Sumber: https://www.arduino.cc/en/Guide/ArduinoEthernetShield
15 2.4 ZigBee
ZigBee adalah standar yang menetapkan seperangkat protokol komunikasi untuk data rate rendah pada jaringan nirkabel jarak pendek. Perangkat nirkabel berbasis ZigBee beroperasi pada band frekuensi 868 MHz, 915 MHz dan 2,4 GHz. Data maksimum adalah 250 Kbps. Bentuk fisik Zigbee seperti pada gambar 2.5 [Farahani, 2008].
Gambar 2.5 Zigbee
2.4.1 Topologi ZigBee
Dalam media komunikasi nirkabel menggunakan ZigBee, jaringan ini memiliki 2 topologi yaitu topologi star dan topologi mesh. Dalam topologi star seperti pada gambar 2.6 atau biasa disebut juga dengan nama point to point terdiri dari end device dan coordinator, dalam topologi ini semua perangkat berkomunikasi langsung ke coordinator, sehingga komunikasi ini sangat baik bila diterapkan pada ruang lingkup yang masih dijangkau oleh end device dan coordinator [Rachman, 2015].
Gambar 2.6 Topologi Star
Sedangkan pada topologi mesh biasa disebut juga peer to peer yang terdiri dari end
device, router dan coordinator. Dalam topologi mesh seperti pada gambar 2.7, digunakan
dalam penerapan jangkauan yang lebih luas ketimbang pada topologi star. Dimana, area yang
tidak terjangkau dapat ditangani dengan menggunakan router dalam pengiriman dan
penerimaan data antara end device dengan coordinator. Selain itu, pada topologi mesh dapat
mendukung komunikasi multi-hop sehingga sinyal yang lemah dapat ditangani dengan
menggunakan perangkat router sebagai jembatan penghubung [Firdaus, 2014].
16
Gambar 2.7. Topologi Mesh
2.4.2 Pengujian Kinerja Coordinator ZigBee
Dalam pengujian kinerja coordinator dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pengujian throughput dan packet loss.
Throughput menunjukkan banyaknya data yang dapat diterima oleh coordinator dalam selang waktu tertentu, dimana throughput pada besarnya trafik yang terdapat pada jaringan.
Throughput dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut (B. Preveze, 2010):
Tg s = 𝑇 ∗ 𝐷𝑃 ……… 2.2)
Keterangan:
Tg = Throughput
rx DP = jumlah paket data yang diterima
T = waktu dalam detik
Packet loss menunjukkan banyaknya data yang hilang sehingga paket data tidak diterima oleh coordinator dengan banyaknya data yang telah dikirim oleh perangkat pada satu pengukuran (Shamsi, 2010). Perhitungan packet loss dalam presentasi dapat didefinisikan dengan persamaan berikut (Koul).
𝑃𝐿𝑇 = − 𝑛𝑇 𝑛𝑇 𝑛𝑣 𝑥 % … … … . . . .
Packet loss didapatkan dari pengujian throughput yang menyatakan bentuk perubahan disaat coordinator menerima paket data dari semua perangkat jaringan.
Dari pengukuran throughput terdapat packet loss dalam pengujian, dengan demikian dapat dihitung nilai rata-rata packet loss dengan persamaan berikut.
Rata-rata PL
T=
1𝑛 ∑𝑛𝑖=1𝑥𝑖………...….. (
2. 4)
17 2.5 WSN (Wireless Sensor Network)
WSN atau jaringan sensor nirkabel adalah kumpulan sejumlah node yang diatur dalam sebuah kerjasama jaringan [Hill, 2000]. Arsitektur umum pada perangkat sensor nirkabel pada gambar 2.8.
Gambar 2.8. Arsitektur dari node WSN
Setiap node setidaknya memiliki fungsi perhitungan, komunikasi nirkabel, dan pengindraan atau fungsi kendali [Karl,H, 2005]. Banyak aplikasi yang dapat dilakukan menggunakan WSN , misalnya dalam pengumpulan data pada kondisi suatu lingkungan, pengamatan keamanan dan sistem pelacak keberadaan node [Jason, 2003]. WSN ini telah diterapkan pada aplikasi sistem keamanan di rumah sakit [Ville Kaseva, 2011]. Pada penelitian ini penggunaan WSN terfokus pada sistem monitoring dan kontrol akses pintu ruang, dimana pada pintu ruang adalah note yang memiliki beberapa sensor.
2.6 HMI (Human Machine Interface)
Untuk mempermudah petugas atau penjaga dalam melakukan kendali dan monitoring maka diperlukan program aplikasi dalam bentuk HMI dengan bantuan software Visual Basic seperti pada gambar 2.9. HMI merupakan tampilan dari analisa dan pengolahan data oleh coordinator, dimana coordinator yang letaknya pada komputer menangkap paket data yang ada pada modul yang terpsang pada pintu. Tampilan HMI ini akan memberikan informasi keadaan pintu, sehingga petugas tidak perlu lagi harus memantau secara langsung ketempat.
Gambar 2.9. Visual Basic Net
18 2.7 Smartphone
Smartphone adalah suatu ponsel yang memiliki kemampuan komputasi yang lebih canggih dan konektifitasan yang melebihi kemampuan ponsel biasa. Selain itu, hal mendasar yang membedakan Smartphone dengan ponsel biasa adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi atau software third party (pihak ketiga). Kemampuan Smartphone dalam hal komunikasi juga telah berkembang, komunikasi melalui SMS (Short Message Service) yang biasa dilakukan pada ponsel biasa sudah mulai tergantikan dengan komunikasi via jaringan internet, seperti chatting, email dan lain lain.
2.8 Sistem Operasi Android
Sistem operasi Android adalah sistem operasi Mobile Phone berbasiskan Linux. Sistem operasi Android bersifat open source yang source codenya diberikan secara gratis bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka agar dapat berjalan di Android. Pada mulanya, Android adalah salah satu produk besutan dari Android Inc., namun Google mengakuisisi Android Inc., dan semua kekayaan intelektual milik Android Inc. diperoleh Google Inc. yang kemudian mengembangkan kembali sistem Android.mengakuisi Android Inc.
Sistem operasi Android sangat popular di kalangan perusahaan teknologi yang membutuhkan, sistem operasi yang murah dan siap pakai yang dapat disesuaikan untuk perangkat berteknologi tinggi karena:
1. Lengkap (Complete Platform): Android dikatakan lengkap karena Android menyediakan tools untuk membangun software yang sangat lengkap dibanding dengan platform lain.
Para pengembang dapat melakukan pendekatan yang komprehensif ketika mereka mengembangkan suatu aplikasi pada platform Android.
2. Terbuka (Open Source Platform): Platform Android diciptakan dibawah lisensi open source, dimana para pengembang bebas untuk mengembangkan aplikasi pada platform ini.
Android menggunakan Linux kernel 2.10.
3. Bebas (Free Platform): Android adalah platform mobile yang tidak memiliki batasan dalam mengembangkan aplikasinya. Tidak ada lisensi dalam mengembangkan aplikasi Android. Android dapat didistribusikan dan diperdagangkan dalam bentuk apapun.
19
Gambar 2.10 Logo Sistem Operasi Android
Sumber :http://www.swalt.info/os/android/83-sistem-operasi-android
2.9 BluetoothBluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host Bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11. Bluetooth memiliki banyak kelebihan dan juga kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan dari Bluetooth. HC-05 merupakan modul Bluetooth to serial yang menggunakan protokol standar Bluetooth V2.0 dan kebutuhan tegangan sebesar 3,3 V. Spesifikasi modul Bluetooth CSR
(Cambridge Silicon Radio) HC-05:
1. Menggunakan CSR (Cambridge Silicon Radio) Bluetooth Chip, degan Bluetooth standar V2.0.
2. Low Supply voltage 3.3V.
3. Baudrate 1200, 2400, 4800, 9600, 38400, 57600, 115200, dapat di atur sesuai kebutuhan user.
4. Ukuran PCB: 28mm x 15mm x 2.35mm
5. Kebutuhan Arus: Pairing20~30mA. Setelah Pair: 8mA.
6. Sleep Current: No Sleep.
7. Dapat digunakan dengan komputer, Notebook, dan device lainnya yang support
terhadap Bluetooth.
20
Gambar 2.11 di bawah ini merupakan konfigurasi pin dan gambar fisik modul Bluetooth HC-05.
Gambar 2.11 Gambar Fisik dan Konfigurasi Bluetooth HC-05
Sumber: https://developer.mbed.org/users/edodm85/notebook/HC-05-bluetooth21
BAB 3
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
3.1
TujuanPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem keamanan ruangan agar dapat lebih efektif, efisien dan fleksibel. Selain itu penelitian ini juga bertujuan membuat sistem kendali dan monitoring menggunakan teknologi nirkabel dengan memanfaatkan jaringan sensor nirkabel dan GSM.
3.2 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini bermanfaat untuk mempermudah dalam akses keamanan ruangan,
karena alat ini terintegrasi dengan unit-unit keamanan jika terjadi hal yang tidak diinginkan,
seperti unit pemadam kebakaran jika alat monitoring ini mendetaksi didalam ruangan terjadi
kebakaran. Sistem ini juga terintegrasi dengan pusat keamanan (kantor polisi), jika sistem
dari alat ini mendeteksi adanya tindak pencurian yang terjadi di dalam ruangan. Hasil
penelitian ini juga bermanfaat mengurangi sistem pengkabelan yang tidak efisien dengan
menggunakan sistem nirkabel (tanpa kabel). Manfaat lain dari sistem ini yaitu mempermudah
bagi petugas kendali dan monitoring ruangan pada setiap saat, jika sistem pada alat ini
diterapkan untuk ruangan yang banyak.
22
BAB 4
METODE PENELITIAN
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang dibagi menjadi enam tahap. Seperti digambarkan pada gambar berikut:
Studi Literatur Perancangan Pembuatan
Pengujian Penerapan
Pengambilan Kesimpulan
Gambar 4.1 Metode Penelitian
1. Studi Literatur
Metode ini dilakukan untuk mencari dan mendapatkan sumber-sumber kajian, landasan teori yang mendukung, data-data atau informasi terbaru sebagai acuan dalam melakukan penelitian ini. Dimana sumbernya berasal dari jurnal, artikel, buku ilmiah, sampai dengan website yang dapat dipercaya.
2. Perencanaan
Metode ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang tepat sehingga diperoleh hasil
rancangan yang sesuai dengan yang diinginkan. Adapun gambar blok diagram perencanaan
pemasangan alat adalah seperti pada gambar 3.2 dimana penerapan ini dapat dilakukan jika
penerapannya dilakukan pada kondisi ruangan yang dapat dijangkau oleh modul komunikasi
ZigBee antara end device dengan coordinator jaringan. Dan topologi yang digunakan cukup
menggunakan topologi star seperti pada gambar 3, dimana, topologi ini antara end device
dengan coordinator saling berhubungan secara langsung tanpa ada perantara.
23
Arduino Uno R3
Modul Bluetoot
h
Panel + Alarm
Android Smartph one
1
Arduino Uno R3
+ Ethernet Shield Rx/
Tx
Lamp Arduino Nano Smoke DetectorArduino
Nano Gas DetectorArduino
Nano
Rx/
Tx
Internet
Rx/Tx Rx/Tx Rx/Tx
PIR 1 dan 2
Arduino Nano Rx/Tx
Arduino Server End Device
Modul GSM
Modul
GSM Arduino
Layar LCD / Dot Matrix Alarm
Pusat Keamanan / Kantor Polisi Modul
GSM Arduino
Layar LCD / Dot Matrix Alarm
Kantor Pemadam Kebakaran User
User
Coordinator
Gambar 4.2 Titik Pemasangan (End Device) Terhadap Arduino Server
Adapun topologi jaringan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan topologi star, seperti pada gambar 4.3
Gambar 4.3 Topologi Star
Adapun titik pemasangan yang digunakan adalah 11 titik dan memanfaatkan beberapa router sebagai jembatan antar titik coordinator dengan end devices (titik pemasangan).
3. Pembuatan Alat
Metode pembuatan ini dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut:
a) Pembuatan modul sensor yang menjadi titik akhir pemasangan
Gambar rangkaian modul sensor gas dan PIR seperti pada gambar 4.4 dan 4.5.
24
Gambar 4.4. Rangkaian modul sensor gas
Gambar 4.5. Rangkaian modul sensor PIR
Gambar rangkaian modul lampu ditunjukkan oleh gambar 4.6.
Gambar 3.6. Pengkabelan dan rangkaian modul lampu
25
b) Pembuatan protokol komunikasi antara modul sensor terhadap titik pemasangan sehingga data-data yang dikirim dapat sinkron antara keduanya. Adapun protokol data komunikasi dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Protokol Data Komunikasi
Protokol
Indikator Panel LED
Hijau
LED Kuning
LED Merah
Sensor Gas
@AMAN# ON OFF OFF
@AWAS# OFF ON OFF
@BAHAYA# OFF OFF ON
Sensor Asap
$AMAN% ON OFF OFF
$AWAS% OFF ON OFF
$BAHAYA% OFF OFF ON
Sensor PIR ADA
- -ON
Reset PIR RESET ON
- -OFF
c) Pembuatan modul panel dan alarm sebagai monitoring dan peringatan dini, adapun sistem kerja dalam pengolahan data dapat dilihat pada gambar 4.7.
Start
Inisialisai
Baca data serial
@AMAN#
?
@AWAS#
?
@BAHAYA#
?
$AMAN%
?
$AWAS%
? ADA MALING
?
$BAHAYA%
?
RESET ON LED Hijau ON (GAS)
LED Kuning ON (GAS) + Buzzer
LED Merah ON (GAS) + Buzzer
LED Hijau ON (ASAP) LED Kuning ON (ASAP)
+ Buzzer LED Merah ON (ASAP)
+ Buzzer LED Merah ON (PIR)
+ Buzzer LED Merah OFF (PIR)
+ Buzzer OFF
Y
Y
Y
Y Y
Y Y Y
T
T
T
T T
T T T
Gambar 4.7 Diagram Alir Program pada Pusat Arduino
26
d) Pembuatan program aplikasi menggunakan android melalui komunikasi bluetooth, seperti gambar 4.8.
Gambar 4.8.Program aplikasi pada android
e) Pembuatan topologi jaringan pada aplikasi smart home adalah menggunakan topologi star. Dimana topologi ini sangat baik jika diterapkan apabila jarak end device dan coordinator dalam satu ruang lingkup jaringan.
4. Pengujian Alat
Metode ini dilakukan untuk penyesuaian antara perencanaan dan hasil yang telah dicapai sehingga diharapkan tidak adanya penyimpangan (error) yang tidak diinginkan, sehingga akan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
5. Penerapan
Metode ini dilakukan setelah hasil penelitian berupa produk atau alat kendali dan monitoring telah selesai dalam pembuatan dan telah dilakukan pengujian terhadap alat tersebut. Alat kendali dan monitoring ini dapat diterapkan pada ruangan seperti rumah tinggal, laboratorium atau perkantoran. Penerapan dari produk berupa alat sistem kendali dan monitoring ini direncanakan akan diterapkan pada laboratorium Sensor dan Transducer Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Balikpapan pada tahun kedua dari kegiatan Penelitian Produk Terapan (PPT) ini.
27 6. Pengambilan Kesimpulan
Metode ini dilakukan dalam perencanaan, pembuatan, dan pengujian alat kerja sehingga
didapatkan komponen dan rancangan yang benar-benar sesuai dan baik.
28
BAB 5
HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
Untuk mengetahui apakah aplikasi komunikasi nirkabel pada sistem kontrol dan monitoring smart home berbasis Arduino berjalan dengan baik, maka dilakukan pengujian di setiap aspek yang dapat mempengaruhi kinerja alat yang telah dibuat. adapun pengujiannya diantaranya:
5.1 Pengujian Komunikasi ZigBee
Daya pancar yang digunakan dalam transmisi adalah 10mW(10dBm), RF Data Rate 1200 bps
–250 kbps. Adapun kemampuan sensitivitas penerima yaitu sebesar -100 dBm (1%
packet error rate). Pengujian dilakukan di dalam gedung (indoor). Hasil pengujian jaringan nirkabel zigbee seperti pada tabel 5.1. Pengujian dilakukan dengan variasi ketinggian dan jarak. Dimana htx adalah tinggi dari perangkat pemancar yang mengirimkan paket data ke coordinator, yang pada pengujian ini dilakukan pada 5 kondisi yaitu 0 meter (m), 0,4 m, 0,8 m, 1,2 m dan 1,6 m. Sedangkan pengujian jarak (d) adalah jauh antara perangkat dengan coordinator, yang pada pengujian ini jarak yang digunakan antara 0 sampai 60 meter. Dan packet loss adalah jumlah dari paket data yang gagal diterima oleh coordinator pada saat pengiriman dari perangkat.
Tabel 5.1. Pengujian Jaringan Nirkabel ZigBee
htx
(perangkat) (m)
Jarak (d) (m)
Packet Loss (%)
0,4 1 - 29 0
30 - 32 5
35 - 38 16
39 32
40 - 42 63 43 - 48 100
0,8 1 - 43 0
44 - 47 20
48 - 50 35
29
51 - 53 47
54 78
55 - 60 100
1,2 1 - 49 0
50 7
54 - 55 27
56 38
57 35
58 40
59 - 64 100
1,6 1 - 45 0
47 7
50 - 53 24 54 - 55 37 56 - 57 43
58 67
59 - 64 100
5.2 Pengujian Kinerja Coordinator
Pengujian throughput transmisi dibuat dalam bentuk grafik yang menyatakan bentuk perubahan disaat coordinator menerimaa paket data dari semua perangkat (perangkat modul sensor dan simulator) seperti pada gambar 5.1.
Gambar 3.8. Hasil Pengujian Throughput
Keterangan:
Test = 16 byteTest n = 1e + (16 byte x n)
Gambar 5.1. Hasil Pengujian Throughput
185,46
273,46 358,26 441,6 518,26 583,86 657,46 736 799,86 847,73 977,33 902,4 0
200 400 600 800 1000 1200
Test 1
Test 2
Test 3
Test 4
Test 5
Test 6
Test 7
Test 8
Test 9
Test 10
Test 11
Test 12 Throughput Throughput (bps)
30
Keterangan:
Test = 16 byte Test n = 16 byte + (16 byte x n)
Pada gambar 5.2, dapat disimpulkan bahwa semakin besar paket data yang dikirimkan dari perangkat dan simulator ke coordinator maka throughput akan semakin besar. Kapasitas maksimum (Bandwidth) pengiriman pada jaringan ini adalah sebesar 250 Kbps, nilai tersebut diketahui dari data shett perangkat.
5.3 Pengujian Komunikasi Modul Bluetooth
Pengujian konektivitas Bluetooth pada aplikasi interface dapat dilakukan jika seluruh rangkaian alat telah berfungsi dengan baik dan sudah terhubung melalui media Bluetooth pada smartphone. Indikator pengujian konektivitas dilakukan dengan melihat tampilan pada interface. Pengujian konektivitaas Bluetooth keseluruhan dilakukan dalam range tertentu dan pengujian dilakukan dengan 2 kondisi yaitu dengan penghalang dan tanpa penghalang. Penghalang dalam percoban ini adalah sebuah dinding atau tembok dengan ketebalan 8cm. Berikut tabel 5.2 pengujian konektivitas Bluetooth.
Tabel 5.2 Pengujian Konektivitas Bluetooth
Jarak Kondisi Konektivitas
5
Tanpa penghalang Connected (Terhubung) Dengan penghalang Connected (Terhubung)
10
Tanpa penghalang Connected (Terhubung) Dengan penghalang Not Connected (Error) 15
Tanpa penghalang Connected (Terhubung) Dengan penghalang Not Connected (Error) 22
Tanpa penghalang Connected (Terhubung) Dengan penghalang Not Connected (Error)
23
Tanpa penghalang Not Connected (Error) Dengan penghalang Not Connected (Error)
Pada gambar 5.2 percobaan konektivitas Bluetooth yang berpengaruh pada pengiriman
serta peneriman data pada Arduino pusat ke interface melalui media pengiriman modul
Bluetooth dan perangkat Bluetooth pada smartphone.
31
Gambar 5.2. Pengujian Komunikasi ZigBee dan Bluetooth
Gambar 5.3. Pengujian Konektivitas Bluetooth
5.4 Luaran Yang Dicapai
Luaran hasil penelitian yang telah dicapai pada tahun pertama ini antara lain : 1. Produk berbentuk prototype.
2. Sebagai pemakalah dalam temu ilmiah nasional yaitu Seminar Nasional Teknologi Industri V Politeknik ATI Makassar dengan hasil terpublikasi pada prosiding nasional ber-ISBN : 978-602-60451-0-2, Tahun 2017.
3. Sebagai pemakalah, peserta dalam temu ilmiah nasional yaitu Seminar Teknologi dan Rekayasa SENTRA III- 2017 UMM dengan hasil terpublikasi pada prosiding nasional ber- ISSN (e-ISSN : 2527-6050, print ISSN : 2527-6042).
4. Draft publikasi paper yang telah dikirim ke Jurnal Nasional Teknik Elektro Universitas Andalas Padang, ber-ISSN (e-ISSN : 2302-2949, print ISSN : 2407-7276), http://jnte.ft.unand.ac.id.
5. Draft buku ajar yaitu Mikrokontroller yang disusun oleh tim peneliti.
32
BAB 6
RENCANA TAHAP BERIKUTNYA
Dari hasil penelitian yang telah dicapai dan menelaah target luaran dari Penelitian Produk Terapan (PPT) ini, maka direncanakan akan melakukan tahap berikutnya antara lain :
1. Produk prototype akan diimplementasikan pada salah satu Laboratorium Sensor dan Transducer Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Balikpapan pada Penelitian Produk Terapan (PPT) tahun anggaran ke-2.
2. Menyiapkan untuk publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi.
3. Menyiapkan makalah dan sebagai pemakalah dalam temu ilmiah nasional.
4. Menyiapkan buku ajar untuk dipublikasikan (ber-ISBN).
5. Menyiapkan draft paten.
33
BAB 7
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Ha sil penelitian menunjukkan pada pengujian kinerja jaringan didaptkan ketinggian (htx) terbaik pada pemancar yang berada pada Perangkat (end device) terhadap coordinator (hrx) adalah 1,2 meter dari ketinggian permukaan lantai dengan jarak maksimum 49 meter. Pengujian pengiriman ke coordinator dengan variasi byte pengiriman data, dapat disimpulkan bahwa semakin besar paket data yang dikirimkan dari perangkat ke coordinator maka throughput akan semakin besar. Secara keseluruhan, sistem dapat berkerja dengan semestinya dengan topologi star, sehingga komunikasi ini sangat baik bila diterapkan pada ruang lingkup yang masih dijangkau oleh end device dan coordinator.
7.2 Saran
Pengembangan dari alat atau sistem kendali dan monitoring ini, untuk ruang lingkup
yang lebih luas dapat menggunakan topologi mesh dengan menambahkan router pada
titit jangkauan.
34
DAFTAR PUSTAKA
Putro, M.D, 2014, Perancangan Shading Device Pada Smart Home, E-journal Teknik Elektro dan Komputer (2014), ISSN : 2301-8402
Yurmama, Fajar, T., Azman, Novi. 2009. PERANCANGAN SOFTWARE APLIKASI PERVASIVE SMART HOME. Yogyakarta : Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009)
Setiadi, H. Munadi, 2015, DESAIN MODEL SMARTHOME SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535,
JTM Vol. 3, No. 2, Tahun 2015Jazi Eko, 2014, Pengantar Elektronika & Instrumentasi, C.V ANDI OFFSET Farahani, 2008, ZigBee Wireless Networks and Transceivers, Newnes.
Rachman, F.Z., 2015, Prototype development of monitoring system in patient infusion with wireless sensor network, IEEE, Page(s) 329-402, DOI: 10.1109/ISITIA.2015.220013
Firdaus, 2014, Wireless Sensor Network; Teori dan Aplikasi, Graha Ilmu .
Hill, R. Szewczyk, A, Woo, S. Hollar, D. Culler, and K. Pister, 2000, System Architecture Directions for Networked Sensor, ASPLOS
Karl,H., Willig, A.,2005, Protocols and Architecture for Wireless Sensor Networks, Wiley Jason Lester Hill, 2003, System Architecture for Wireless Sensor Network, a dissertation in
Computer Science in the Graduate Division of the University, Berkley
Ville Kaseva, Timo D. H
’’am
’’al
”ainen, and Marko H
”annik
”ainen, 2011, A Wireless Sensor Network for Hospital Security: From User Requirements to Pilot Deployment, EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking, Volume 2011, Article ID 920141, doi:10.1155/2011/920141
B. Preveze, A. Safak, 2010, Throughput Improvement of mobile multi-hop wireless network, Internasional Journal of Wireless & Mobile Networks (IJWMN), vol.2, no.3, August 2010
M. Shamsi, A.G Rahbar, 2010, Packet Loss Analysis of Multi-Fiber Asymmetric Share-per- link optical packet switches, Internasional Journal of Advances in Optical Communication and Network, Vol. 1, No.1, Des 2010
M.S Koul, Analysis of The Effects of Packet Loss and Delay Jitter on MPEG-4 Video Quality, Dept. of Electric Engineering, Arlington , Texas
McRoberts, Michael, 2010. Beginning Arduino. New York: Apress.
36
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A
Justifikasi Anggaran Penelitian
1. Honorarium
Honor Honor/jam (Rp)
Waktu (jam/mingg
u)
Minggu Honor per tahun (Rp)
Tahun ke1 Tahun ke-2 Tahun ke-3
Ketua 50.000 6 21 6.300.000
Anggota 1 50.000 6 18 5.400.000
Anggota 2 50.000 6 21 6.300.000
Sub total (Rp) 18.000.000
2. Pembelian Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Pemakaian
Kuantit as
Harga Satuan (Rp)
Biaya per Tahun (Rp)
Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Bahan-bahan Modul Mikrokontroller dengan berbagai I/O
Minimum Sistem Arduino Uno
Tempat pemrosesan sistem Alat pada setiap titik
smarthome4 set 350.000
1.400.000
Modul Character LCD
16x2 (B) Grey STN Tampilan hasil
pada modul infus 4 bh 100.000 400.000 Adaptor 12V 2A Supply Tegangan 20 bh 100.000 2.000.000 Buzzer 5 V Besar Indikator suara 6 bh 15.000 90.000 Kabel Jumper male to
male 15cm Penghubung
antara pin 200 bh 1.500 300.000 Kabel Jumper female to
male 20cm Penghubung
antara pin 600 bh 1.500 300.000
Spacer Penguat letak
modul dan 100 bh 1.500 150.000
37
komponen
Push On off Saklar
pensupplay tegangan
20 bh 5.000 100.000 Modul Sensor finger
Sebagai sensor
sidik jari 2 bh 750.000 1.500.000 ZigBee (Xbee) Media
komunikasi nikabel
4 bh 600.000 2.400.000 Modul Shield ZigBee Papan Letak
Xbee 3 bh 200.000 600.000
Resistor Tahanan Pada
rangkaian 50 bh 150 7.500 Mika 1x1 Meter Cover Alat
Monitoring 2lbr 350.000 700.000 Box Panel Kontrol dan
Monitoring
Media kendali dan monitoring pada ruang kendali
1 bh 350.000 350.000 Sensor MQ-6 & MQ-2 Sensor asap dan
lpg 2 bh 75.000 150.000
PCB Tempat
meletakkan komponen
10
lembar 20.000 200.000 Ethernet Shiel Modul Internet 4 bh 450.00 1.800.000 Modul GSM Modul SMS 3 bh 680.000 2.040.000 Sirene Ruangan Indikator Bahaya 5 bh 150.000 750.000 Sensor PIR Sensor Gerak 23 bh 55.000 1.265.000 Kabel Instalasi produk 1 roll 397.500 397.500 Modul Bluetooth Komunikasi
Nirkabel 3 bh 75.000 225.000 Modul Shiel Board Peletakan Sensor
dan Komponen 30 bh 110.000 3.300.000 ZigBee Router Router Jaringan
Sensor 4 bh 950.000 3.800.000 Box Acrilic Cover router dan
end device 15 bh 85.000 1.275.000
ESP 8266 Wifi modul
jaringan 30 bh 55.000 1.650.000
38
RS485 Driver
komunikasi 10 bh 75.000 750.000
Sub Total 27.900.000 Bahan-bahan ATKKertas HVS A4 80 gram
Pembuatan proposal, draf laporan, laporan akhir dan laporan uji coba
perangkat
10 rim 45.000 450.000 (4 rim)
Buku Album
Mencatat pelaksanaan uji coba perangkat dan kegiatan harian
6 bh 20.000 40.000 (2 bh) Spidol aneka warna Menulis hasil
kerja harian tim 3 dos 40.000 40.000 (1 dos)
Bollpoint Digunakan pada
saat menjalani kegiatan
1 dos 35.000 35.000 Refill canon hitam Mencetak
laporan kegiatan 5 kotak 40.000 200.000 (1 kotak) Refill canon warna Mencetak
laporan kegiatan 6 kotak 60.000 360.000 (1 kotak) Sampul A4 Bening Sampul laporan-
laporan 15 lbr 500 2.500 (5 lbr) Lakban hitam Pembuatan
laporan, kegiatan 6 roll 15.000 30.000 ( 2 roll) Staples dan isi Menyatukan
berkas-berkas 3 set 25.000 25.000`
(1 Set) Buffalo
Sampul I rim 65.000 65.000
Pulsa Komunikasi
dengan tim peneliti
3 orang x 1 tahun = 3 paket
300.000 900.000 (3 paket)
Internet Mencari literatur dan data-data penunjang
3 paket x 1 orang = 3 (10 G)
300.000 900.000
(3 paket)
Sub total (Rp) 3.047.500 Total Bahan Habis Pakai + ATK (Rp) 30.947.50039 3. Perjalanan
Perjalanan Justifikasi
Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Tahun ke 1
1. Akomodasi dan Konsumsi :
a. Hotel b. Pesawat c. Uang Harian d. Transport
Bandara PP (Dalam Kota) e. Transport
Bandara PP (Luar Kota)
Pemakalah dalam seminar temu ilmiah
(kalimantan timurjawa)
a. 2 malam b. PP c. 3 hari d. PP
e.PP
a. 277.800 b. 1.280.800 c. 530.000 d. 280.000
f. 400.000
555.507 1.280.700 1.590.000 280.000
400.000
Sub total (Rp) 4.106.207
4. Lain-lain / Sewa
Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan (Rp)
Tahun ke 1 Tahun ke 2
Publikasi Ilmiah
dijurnal nasional (ber ISSN)
Jurnal 1 1.500.000
Penggandaan
Jurnal Dokumentasi 2 200.000
Seminar prosseding Nasional
seminar 1 550.000 550.000
Penggandaan
Prosseding Dokumentasi 3 250.000
Pengiriman pesan komponen 35 kg 40.000 400.000
40
Barang /
komponen
dan pengiriman jurnal
(10 kg) Sewa
Laboratorium pembuat produk
Pemakaian alat- alat bengkel dan biaya listrik
1 paket 22.500.000 7.500.000 (tahun 1) Pembantu
Pembantu penggandaan produk
3 orang 3.500.000 Buku ajar Pembuatan buku
ajar 3 buku 5.500.000
Job Sheet Pembuatan Job
Sheet (pratikum) 3 buku 4.500.000 Daftar ISBN ISBN Buku ajar 3 buku 350.000
Foto Dokumentasi 1 paket 200.000
Sub total (Rp)
8.450.000
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKANKESELURUHAN (Rp) 61.503.707
41 LAMPIRAN B
Log Book Penelitian
No. Tanggal Kegiatan Persent
ase (%) 1. 5 Juni 2017 •
Mengerjakan Bab 1
Dok pendukung :
•
Laporan penelitian Bab 1
10
2. 8 Juni 2017 •
Mengumpulkan bahan kajian terkait smarthome
•
Mengerjakan Bab II Dok pendukung :
•
Laporan penelitian Bab II
15
3. 13 Juni 2017 •
Inventarisasi komponen yang diperlukan Dok pendukung :
•
Daftar kebutuhan komponen
20
4. 17 Juni 2017 •
Mendesain gambar kerja sistem kendali dan monitoring pada smarthome
Dok pendukung :
•
Gambar kerja sistem kendali dan monitoring pada smarthome
25
5 20 Juni 2017 •
Review gambar kerja sistem kendali dan monitoring pada smarthome
Dok pendukung :
•
Hasil review gambar kerja sistem kendali dan monitoring pada smarthome
27
6 3 Juli 2017 •
Pemesanan komponen-komponen Dok pendukung :
•
Nota pembelian
30
7 6 Juli 2017 •
Pembelian ATK Dok pendukung :
•
Nota pembelian
32
8 7 Juli 2017 •
Merancang prototype smarthome (Design smarthome skala lab)
33
42
Dok pendukung :
•
Dokumentasi smarthome
9. 12 Juli 2017 •Seminar Nasional (Pemakalah)
Dok pendukung :
•
Prosiding Nasional ber-ISBN
35
10. 16 Juli 2017 •
Pembelian ATK Dok pendukung :
•
Nota pembelian
36
11. 17 Juli 2017 •
Pemesanan komponen-komponen Dok pendukung :
•
Nota pembelian
37
12. 19 Juli 2017 •
Perancangan rangkaian sensor gas Dok pendukung :
•
Dokumentasi rangkaian sensor gas
40
13. 24 Juli 2017 •
Perancangan rangkaian sensor PIR Dok pendukung :
•
Dokumentasi rangkaian sensor PIR
43
14. 29 Juli 2017 •
Perancangan dan pengkabelan modul lampu Dok pendukung :
•
Dokumentasi modul lampu
45
15. 2 Agustus
2017 •
Pengujian rangkaian sensor gas, PIR dan modul lampu
Dok pendukung :
•
Data hasil pengujian rangkaian sensor dan modul
47
16. 4 Agustus 2017
•
Merancang topologi jaringan (topologi star) Dok pendukung :
•
Dokumentasi topologi jaringan (star)
50
17. 5 Agustus 2017
•
Pemasangan titik end device dan koordinator Dok pendukung :
•
Dokumentasi titik-titik end devive dan koordinator
52
43 18. 8 Agustus
2017 •
Perancangan komunikasi zigbee dan bluetooth Dok pendukung :
•
Dokumentasi komunikasi zigbee dan bluetooth
55
19. 10 Agustus
2017 •
Pengujian komunikasi zigbee dan bluetooth Dok pendukung :
Data pengujian komunikasi zigbee dan bluetooth
56
20. 9 Agustus 2017
•
Perancangan program aplikasi pada android Dok pendukung :
•
Hasil simulasi tampilan android
58
21. 14 Agustus
2017 •
Pengujian program aplikasi pada android Dok pendukung :
•
Tampilan pada android
60
22. 18 Agustus
2017 •
Penyusunan Bab III Dok pendukung :
•
Laporan Bab III
63
23. 19 Agustus
2017 •
Penyusunan Bab IV Dok pendukung :
•
Laporan Bab IV
64
24. 22 Agustus 2017
•
Penyusunan Bab V Dok pendukung :
•
Laporan Bab V
65
25. 25 Agustus 2017
•
Penyusunan Bab VI
•
Penyusunan Bab VII
•
Pembelian ATK Dok pendukung :
•
Laporan Bab VI
•
Laporan Bab VII
•
Nota pembelian
67
26. 26 Agustus 2017
•
Penyusunan Laporan Kemajuan Dok pendukung :
•
Laporan Kemajuan
70
44 27. 5 September
2017 •
Mengirim paper kejurnalnasionalterakreditasi JNTETI UGM
Dok pendukung :
•
Draft paper jurnal JNTETI UGM
72
28 13
September 2017
•
Mengunggah laporan kemajuan Dok pendukung :
•
Laporan Kemajuan
75
29 14
September 2017
•
Penyusunan draft buku ajar oleh tim Dok pendukung :
•
Draft buku ajar modul 1 - 3
78
30 16
September 2017
•
Penyusunan Bab VI - Laporan Akhir
•
Penyusunan Bab VII - Laporan Akhir Dok pendukung :
•
Laporan Bab VI - Laporan Akhir
•
Laporan Bab VII - Laporan Akhir
80
31 18
September 2017
•
Penyusunan draft buku ajar oleh tim Dok pendukung :
•
Draft buku ajar modul 4 - 6
82
32 2 Oktober
2017 •
Penyusunan draft buku ajar oleh tim Dok pendukung :
•
Draft buku ajar modul 7 - 9
85
33 3 Oktober
2017 •
Menyusun draft paper seminar nasional SENTRA 3 UMM
Dok pendukung :
•
Draft paper ( 2 judul paper)
90
34 10 Oktober
2017 •
Pengiriman paper seminar nasional SENTRA 3 UMM Dok pendukung :
•
Draft paper (2 judul paper)
92
35 16 Oktober
2017 •
Monev eksternal PPT Dok pendukung :
•
Laporan Kemajuan
•
File presentasi capaian penelitian tahun-1
94
36 9 Nopember
2017 •
Seminar nasional SENTRA 3 UMM di Malang Dok pendukung :
•
Prosiding seminar nasional
•
Sertifikat sebagai pemakalah dan peserta
96
45 37 12
Nopember 2017
•
Penyusunan Laporan Akhir lengkap
Dok pendukung :
•
Laporan Akhir
98
38 22
Nopember 2017
•
Unggah Laporan Akhir
Dok pendukung :
•
Laporan Akhir
100
Scanned by CamScanner
't
IN A R N A S ı O N A L
T E I¢N O L O G I IN D U S T R I V
ı « ı W N W w JL m n w
M Ï L S S M , 1 2
J
U ıiL 2 0 1 1¢¢
p E N G E M B A N G ÆN S U M B E R D B Y Æ M A N U Și G
( S D M ) B E R B A S I S K O M P E T E N S I Y H N G B E R O R I H *T B S I P M Æ ? B U T U IM N I N D U S T R I
"Pam lia
Sem i nar Na slon1I A T E K N O L O GI IN D U ST R ı Ë
R t P U E]L ıK ıFĄD(iT4t \
æ S?i60Z
.6
0 4 5ı r
g £ 8l =
Scanned by CamScanner
3 '1
ŞŞ°' Pro siding se m ina rNasĺo n aıTeknologıındu striv 2 01 7 ıS BN 9 7 8 - 6 0 2 5 l 9
į i Ţ
P
r o si d i
ng s
e mi
n a rN
a si
o n al
'
ł
'¢
.'I I ï
v ? O
(
"
P
e ng
e n zb
a /tg
a nS
u mb
e rD
ay
aM
a n u si
a'
B
e ,X i
' '"
si p
ad
aK
.b
'
'
"a .
.T
ri
"M a ka s s a r
, 12 Ju li 2 0 1 7
B a ll R o o m Sw is s B eııin n p a n a ku ka n g M a ka s s a r
J ln . B o u lev a rd N o 5 5
x
, '\
T
ek
n ol
og i I
nd
u st
ri ( S N T I ) V 2 0 1 7 h
Scanned by CamScanner
Ħ
Frngeqpńn t M elaıul Jarınga n Se n s o r N ırkabeı Fathur Zaini Rachm a n, Arm in
Ko ntr oıer Pid
P harm ayenl, D a r m a w a n
, Zulha m ldi
, Edo Ra nta u W ijaya siste m pe nga
Zain al Akba r.
£
am a n p intu HoteıM e nggu n aka n ıde ntitas B io m etrie Be rba sis Fınge rprınt se n s or 2 4 7 Sitti W etenrajeng S idehabi, M aya ıtas a ri
, Surd ia nti
.