• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH LINGKUNGAN HIDUP

N/A
N/A
Yunika Sh

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH LINGKUNGAN HIDUP"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) LINGKUNGAN HIDUP

2021/2022

SD NEGERI BRATAN I SURAKARTA

(2)

LAPORAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) LINGKUNGAN HIDUP 2021/2022

1. STANDAR ISI

Standar isi SDN Bratan I mencakup komponen materi dan tingkat kompetensi minimal yang dimiliki oleh siswa. SDN Bratan I Surakarta sudah menggunakan kurikulum yang disahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kota Surakarta yaitu Kurikulum 2013, yang dalam KTSP sudah memuat kalender akademik tahun ajaran 2021/2022 yang berisi agenda kegiatan tahunan sekolah. Namun masih perlu dikembangkan lagi sesuai dengan program lingkungan hidup.

2. STANDAR PROSES

Standar proses ini berkaitan dengan proses pelaksanaan pembelajaran di masing-masing jenjang pendidikan. Dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, guru menggunakan RPP yang didalamnya terdapat strategi pembelajaran interaktif, ,inspiratif ,menyenangkan dan partisipatif atau mengikutsertakan peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun dalam penyusunan RPP belum semua tenaga pendidik mengintegrasikan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) khususnya dalam penanganan timbunan sampah di lingkungan sekolah.

3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Standar Kompetensi Lulusan erat dengan kriteria kemampuan lulusan. Setiap peserta didik yang lulus diharapkan memiliki kemampuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai dan sesuai dengan standar yang berlaku. Akan tetapi peserta didik SDN Bratan I belum Seluruhnya Memiliki kemampuan sikap, Pengetahuan dan ketrampilan dalam penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) terutama dalam hal kesadaran pemeliharaan tanaman

4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA K E PENDIDIKAN

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang bertugas untuk mendidik, membimbing, mengajar, menilai para peserta didik. Sedangkan tenaga kependidikan adalah semua orang yang terlibat dalam suatu instansi pendidikan, mulai dari kepala sekolah, tenaga laboratorium, tenaga administrasi dan tata usaha, pustakawan, pengawas sekolah, dan sebagainya.

Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan di SDN Bratan I sudah sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Namun dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya belum semua mengintegrasikan penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) dalam Pembelajaran.

5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Sekolah perlu memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran yang berkelanjutan, teratur, dan juga nyaman. Sarana pendidikan yang dimiliki meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku atau sumber belajar lainnya, perlengkapan habis pakai, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran. Prasarana pendidikan yang dimiliki meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, ruang pendidik, perpustakaan, kantin, tempat olahraga, tempat ibadah, dan ruangan lain yang diperlukan untuk kelancaran proses pembelajaran. Akan tetapi belum semua Sarana dan Prasarana yang dimiliki SDN Bratan I mendukung penerapan PRLH (Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup).

(3)

6. STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN

Standar pengelolaan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh pemerintah daerah, dan standar pengelolaan oleh pemerintah.

SDN Bratan I sudah memiliki rencana Kerja yang jelas untuk kelancaran pengelolaan sekolah. Namun, dalam pelaksanaan Penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) belum melibatkan semua pihak secara maksimal.

7. STANDAR PEMBIAYAAN

Pembiayaan SDN Bratan I terdiri dari dua komponen : Biaya Investasi dan Biaya Operasi. Biaya investasi Meliputi penyediaan sarana dan prasarana, biaya untuk pengembangan sumber daya manusia, dan biaya untuk modal kerja tetap. Sedangkan biaya operasi pendidikan meliputi perlengkapan habis pakai, termasuk juga biaya listrik, air, koneksi internet, dan sejenisnya.

Semua pembiayaan sudah dirumuskan dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) merujuk pada Peraturan Pemerintah. Namun, alokasi anggaran untuk penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) belum maksimal.

8. STANDAR PENILAIAN

Penilaian dilakukan untuk mengukur keberhasilan pemahaman peserta didik dan keberhasilan proses pembelajaran selama ini. Penilaian pendidikan terdiri dari tiga bagian, yaitu penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian oleh satuan pendidikan (sekolah), dan penilaian oleh pemerintah.

Penilaian hasil belajar peserta didik di SDN Bratan I dalam Penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) Belum Maksimal. Antara lain:

Penilaian hasil belajar di sekolah kami belum semua melaksanakan penilaian pengintegrasian Lingkungan Hidup melalui praktik, namun ada juga yang hanya sebatas pengetahuan. Sehingga sekolah megupayakan edukasi mengenai penilaian berbasis Lingkungan Hidup.

Belum adanya pedoman sebagai standar penilaian terkait kepedulian lingkungan dalam hasil belajar siswa.

Pada penilaian hasil belajar siswa masih terpusat pada nilai akademik, dan belum semua guru mengaitkan dengan penilaian perilaku ramah lingkungan hidup.

Surakarta, 25 Mei 2021

Kepala SDN Bratan 1 No. 71 Surakarta

Panut Haryono, S.Pd,M.M.

NIP. 196210191984051003

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah yang berbasis alam ini diharapkan dapat melahirkan peserta

ANALISIS PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN YANG DIPENGARUHI OLEH NILAI, SIKAP DAN GAYA HIDUP KONSUMEN SERTA PENGETAHUAN.. SEBAGAI

131). 2) Terdapat hubungan yang positif antara sikap lingkungan hidup dengan perilaku siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah di SD Negeri Kemasan 1 NO.64 Serengan

2015). Berdasarkan hasil wawancara tersebut, berarti pejabat pengawas lingkungan hidup belum maksimal menjalankan tugasnya dan belum merespon apa yag menjadi keluhan

Adanya hasil kinerja guru sekolah dasar yang belum maksimal di sekolah dasar di Bandar Lampung, kurang baiknya lingkungan kerja sehingga proses belajar mengajar

Penggambaran proses yang terjadi dalam pembuatan aplikasi penilaian sekolah adiwiyata pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu secara umum dapat

Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang penerapan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) profil pelaksanaan program Adiwiyata di SDN Sidoharjo, 2) pemahaman siswa tentang perilaku peduli lingkungan hidup