LAPORAN GURU PIKET SMK NEGERI 2 BALIGE
SEMESTER GENAP TA. 2023/2024
Oleh :
Nelly Hutajulu, S.Pd, M.Si
NIP. 19821015 200502 2 002
PENDAHULUAN
Sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan nyaman, peran guru piket di SMK menjadi sangat vital. Guru piket memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keteraturan sekolah selama jam-jam tertentu, baik itu selama kegiatan pembelajaran maupun di luar jam pelajaran.
Keberadaan guru piket menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban di lingkungan sekolah. Dengan kewajiban untuk memonitor aktivitas siswa, mengawasi pergerakan di area sekolah, dan merespon berbagai situasi yang mungkin timbul, guru piket memiliki peran strategis dalam menciptakan atmosfer belajar yang kondusif.
Laporan ini disusun sebagai upaya dokumentasi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas guru piket di SMK Negeri 2 Balige. Melalui laporan ini, diharapkan dapat tergambar secara jelas sejauh mana efektivitas dan kesinambungan pelaksanaan tugas guru piket dalam mencapai tujuan utama, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal siswa.
Dalam penulisan laporan ini, data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek seperti kehadiran siswa, kejadian atau insiden yang terjadi, tindakan yang diambil oleh guru piket, serta rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya. Semua informasi yang terkumpul diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran guru piket dalam menjaga ketertiban sekolah.
Melalui evaluasi ini, diharapkan pula dapat ditemukan solusi dan strategi yang lebih efektif untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas guru piket di SMK. Dengan demikian, sekolah dapat terus menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi siswa dalam menjalani proses pembelajaran mereka.
Guru Piket
RINCIAN TUGAS GURU PIKET
1. Hadir di sekolah paling lambat pukul 07.00 WIB atau 15 menit sebelum apel pagi dimulai
2. Membunyikan bel tanda kegiatan apel pagi dimulai dan memandu murid untuk baris
3. Melakukan pengecekan kebersihan tiap kelas sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai
4. Mengamati dan menegur siswa yang datang terlambat di sekolah serta menikdalanjuti sesuai dengan peraturan dan tata tertib sekolah
5. Mencatat siswa yang datang terlambat, yang tidak hadir atau yang pulang sebelum waktunya
6. Menegur, memperingatkan dan dan mencatat siswa yang melanggar tata tertib sekolah dalam buku pelanggaran tata tertib dan melaporkannya kepada wali kelas atau guru BK
7. Melakukan siaga pelayanan pendidikan selama proses pembelajaran berlangsung
8. Memberikan kartu ijin kepada siswa untuk selanjutnya diketahui kepala sekolah apabila siswa benar-benar dalam keadaan sakit atau karena sesuatu hal yang sangat penting sehingga harus meninggalkan jam pembelajaran
9. Mencatat nama guru dalam hal kehadiran, ketidakhadiran, keterlambatan atau guru meninggalkan sekolah pada saat yang bersangkutan ada jam pembelajaran
10. Menerima dan melayani tamu yang berkepentingan dengan sekolah atau dengan siswa serta mempersilahkan untuk mengisi buku tamu
11. Mencatat dan melaporkan kepada kepala sekolah atas sesuatu peristiwa yang terjadi di sekolah atau hal-hal yang dianggap perlu untuk segera ditindaklanjuti
12. Mengisi buku piket dan agenda kehadiran guru sesuai jadwal
pembelajaran
13. Menertibkan siswa masuk ke dalam kelas masing-masing setelah selesai apel pagi, selesai istirahat dan apabila guru tidak hadir
14. Mengatur ketepatan waktu dan mempersilahkan guru masuk ke kelas untuk memulai kegiatan pembelajaran
15. Mencatat nama siswa yang terlambat masuk kelas, tidak masuk dan yang keluar pada saat jam pembelajaran
16. Menjaga ketenangan suasana kelas dan lingkungan sekolah pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung
17. Mndistribusikan tugas dan mengisi kelas jika terdapat guru yang berhalangan hadir
18. Memberitahu guru yang belum mengisi dan menandatangani jurnal kelas
19. Mencatat ketepatan waktu seorang guru mengakhiri kegiatan belajar mengajar serta meminta keterangan guru yang mengakhiri kegiatan belajar mengajar sebelum waktunya
20. Mengatur ketepatan waktu jam pembelajaran, pergantian jam dan atau saat berakhirnya kegiatan belajar mengajar.
PELAKSANAAN KEGIATAN PIKET SEMESTER GENAP TA. 2023/2024
Pelaksanaan tugas guru piket sekolah merupakan tanggung jawab penting yang mencakup pengawasan, koordinasi, dan pelaporan untuk memastikan bahwa aktivitas harian di sekolah berjalan lancar dan tertib. Rincian kegiatan yang dilaksanakan selama semester genap pada kegiatan piket setiap hari jumat adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan siswa hadir tepat waktu. Jumlah siswa yang absen relatif sedikit dan sudah dilaporkan dengan alasan yang jelas. Beberapa siswa terlambat tanpa alasan yang jelas. Beberapa guru juga ada yang datang terlambat.
2. Kebersihan kelas secara umum terjaga dengan baik. Siswa melaksanakan tugas mereka dengan cukup baik di area koridor dan halaman. Toilet kurang bersih dan ketersediaan air yang kurang khususnya di pagi hari dan selesai istirahat kedua. Beberapa area di kelas masih ada sampah yang tertinggal. Beberapa siswa kurang bersemangat dalam menjalankan tugas mereka.
3. Kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, siswa tampak fokus dan disiplin di dalam kelas jika guru yang mengajar dapat bertanggung jawab dengan tugasnya. Meskipun tidak jarang ditemukan guru yang tidak masuk ke kelas tanpa alasan yang jelas sehingga kondisi kelas tidak kondusif
TANTANGAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT
Tantangan dalam Tugas Guru Piket di SMK Negeri 2 Balige:
Melaksanakan tugas sebagai guru piket di SMK tidak selalu berjalan mulus, mengingat sejumlah tantangan yang dapat dihadapi. Beberapa tantangan yang mungkin timbul yakni:
1. Perilaku Siswa yang beragam: Tantangan ini mencakup mengelola berbagai tipe perilaku siswa, mulai dari pelanggaran disiplin hingga konflik antar siswa.
2. Kesulitan dalam Mengoordinasikan Guru Pengganti: Menemui kesulitan dalam mengoordinasikan guru pengganti saat guru utama berhalangan hadir, teruta ma jika perlu diatur secara mendadak.
3. Masalah Kebersihan dan Keamanan Lingkungan Sekolah: Memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah, termasuk pemantauan fasilitas toilet dan pencegahan kejadian yang dapat membahayakan siswa.
4. Penanganan Kasus Khusus: Menangani kasus khusus seperti konflik interpersonal, pelanggaran aturan berat, atau situasi yang memerlukan penanganan khusus dan sensitif.
Rancana Tindak Lanjut:
Untuk menghadapi tantangan tersebut, berikut adalah rancana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan:
1. Pengembangan Program Pembinaan Siswa: Menerapkan program pembinaan siswa yang berfokus pada pengembangan nilai-nilai positif, keterampilan sosial, dan penyelesaian konflik.
2. Peningkatan Komunikasi dengan Guru Pengganti: Meningkatkan komunikasi dengan guru-guru pengganti dengan menyusun jadwal cadangan dan membangun kerjasama yang efektif.
3. Program Pendidikan Kebersihan dan Keamanan: Melaksanakan program pendidikan kebersihan dan keamanan di antara siswa, serta melibatkan mereka dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
4. Penggunaan Sistem Pelaporan Kasus Khusus: Menerapkan sistem pelaporan kasus khusus yang efektif, termasuk formulir pelaporan dan prosedur untuk
memastikan setiap kasus ditangani dengan cepat dan profesional