Program stimulasi dini, deteksi dan mediasi tumbuh kembang (SDIDTK) merupakan kegiatan menyeluruh dan terkoordinasi yang berlangsung dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, wali dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (staf, tenaga profesional). organisasi, organisasi non-pemerintah) dan staf profesional. Pengetahuan orang tua terhadap tumbuh kembang anak dapat meningkatkan persepsi pentingnya stimulasi dan promosi tumbuh kembang anak secara bertahap (IDAI, 2012).
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian 1. Bagi Orang tua
Bagi Pelayanan Kesehatan
Konsep Tumbuh Kembang 1. Pengertian
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan
Pendidikan orang tua merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak, karena dengan pendidikan yang baik maka orang tua dapat menerima segala informasi dari luar terutama tentang bagaimana cara mengasuh anak yang baik, bagaimana meningkatkan kesehatan, pendidikan, gizi dan kebutuhan anak lainnya. anak-anak. Pendapatan pekerjaan/keluarga yang memadai akan mendukung tumbuh kembang anak, karena orang tua dapat memenuhi seluruh kebutuhan anaknya baik pada pendidikan dasar maupun menengah.
Ciri-ciri tumbuh kembang anak
Cinta dan kasih sayang merupakan salah satu hak anak, yaitu hak untuk dicintai dan dilindungi. Agar kelak ia menjadi anak yang tidak sombong dan bisa memberikan kasih sayang kepada orang lain.
Aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Anak-anak harus didorong sejak dini untuk mengembangkan keterampilan sensorik, motorik, emosional-sosial, bicara, kognitif, mandiri, kreatif, kepemimpinan, moral dan spiritual sesegera mungkin. Miliaran sel otak terbentuk saat bayi berusia 6 bulan di dalam rahim dan belum ada hubungan antar sel otak (sinapsis). Orang tua perlu merangsang koneksi antar sel otak. Jika ada rangsangan maka akan terbentuk koneksi-koneksi baru (sinapsis). .
Konsep Anak Usia prasekolah 1. Pengertian Anak Usia prasekolah
Ciri-Ciri Anak Usia Prasekolah
Otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dibandingkan kontrol jari dan tangan. Oleh karena itu, mereka biasanya belum mahir melakukan aktivitas yang cukup rumit seperti mengikat tali sepatu. Anak prasekolah juga sering mengalami kesulitan memusatkan perhatiannya pada benda-benda kecil.
Selain itu, meskipun anak laki-laki lebih tua, anak perempuan lebih mahir dalam tugas-tugas praktis. Kecemburuan juga sering terjadi di antara mereka, dan anak-anak prasekolah pada umumnya sering menarik perhatian guru. Pada saat anak mencapai usia prasekolah (4-6 tahun), terdapat perbedaan karakteristik yang jelas antara bayi dan anak prasekolah.
Perkembangan lain yang terjadi pada anak usia prasekolah umumnya adalah jumlah gigi yang tumbuh hingga dua puluh. Kepala dan otak mereka telah mencapai ukuran dewasa pada saat anak-anak mencapai usia prasekolah.
Konsep Stimulasi
- Pengertian Stimulasi
- Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam melakukan stimulasi : a) Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang
- Manfaat Stimulasi Perkembangan
- Stimulasi yang diberikan berdasarkan usia a. Stimulasi Bayi Usia 1-2 tahun
Stimulasi merupakan kegiatan untuk menstimulasi keterampilan dasar anak usia 0 – 6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah, yaitu orang-orang terdekat anak, ibu pengganti/pengasuh, anggota keluarga lain, dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah dan kehidupan sehari-hari. Keterampilan dasar anak yang dirangsang dengan rangsangan yang tepat sasaran adalah keterampilan motorik kasar, keterampilan motorik halus, keterampilan berbicara dan berbahasa, serta keterampilan sosial dan kemandirian.
Anak akan berusaha berkomunikasi dengan menggunakan bahasa anak, mampu memahami benda-benda permainan, seperti dunia tempat ia tinggal, membedakan antara khayalan dan kenyataan, mampu mempelajari warna, bentuk, ukuran dan berbagai kegunaan pemahaman terhadap benda. Proses sosialisasi dapat berlangsung melalui permainan, misalnya ketika anak merasakan kesenangan dengan kehadiran orang lain dan kehadiran teman yang berbagi dunia yang sama. Anak mulai belajar mencipta sesuatu dari permainan yang sudah ada dan mampu mengubah benda-benda yang digunakan dalam permainan tersebut sehingga anak menjadi lebih kreatif seperti membongkar mobil-mobilan misalnya mainan mobil.
Stimulasi dapat memberikan kemampuan untuk mengeksplorasi tubuh dan merasakan kesadaran terhadap orang lain yang merupakan bagian dari individu yang saling berhubungan. Anak mau belajar mengatur perilaku dan membandingkannya dengan perilaku orang lain. Dengan adanya rangsangan bermain dapat memberikan nilai-nilai moral tersendiri, hal ini dapat ditemukan ketika anak mampu belajar benar atau salah dari budaya di rumah, di sekolah, dan ketika berinteraksi dengan teman-temannya. Selain itu, ada beberapa permainan yang memiliki aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar.
Konsep Pengasuhan Anak Usia Dini
Hipotesis Penelitian
H0 : Tidak terdapat hubungan antara faktor pola asuh ibu dengan stimulasi tumbuh kembang anak prasekolah. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengasuhan orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak prasekolah. Pendekatan yang digunakan adalah survei cross-sectional, yaitu pendekatan dimana pengumpulan dan pengukuran data dilakukan dalam waktu yang bersamaan.
Populasi dan Sampel 1. Populasi
Sampel
Lokasi dan Waktu Penelitian
Variabel yang Diteliti
Jenjang pendidikan terakhir ibu dan sesuai dengan ijazah terakhir yang dimilikinya. Akademi/ . pendidikan tinggi) (Setya, Rahardjo,. Segala informasi yang dimiliki ibu mengenai pemberian stimulasi ibu diketahui dari jawaban kuesioner.
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Analisis Data
Penyajian Data Hasil Penelitian
Etika Penelitian
Deskripsi Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah Ampeldento Polindes yaitu di Posyandu Curahampel 1 dan 2. Sedangkan variabel lainnya Ho dinyatakan diterima artinya tidak ada hubungan dalam pemberian stimulasi pada balita, variabel tersebut adalah ibu pendidikan. Hasil analisis pada tabel 4.6 menunjukkan hasil umur ayah (p=0,587), pendidikan ayah (p=0,830) dan status pekerjaan ibu (p=0,619) Jadi ketiga variabel tersebut dinyatakan Ho diterima yang berarti ada tidak ada hubungan dalam memberikan stimulasi pada balita. .
Hasil analisis pada tabel 4.7 menunjukkan keterlibatan ayah sebesar (p=0,021), sedangkan untuk variabel lain yaitu pengetahuan dan pola pengasuhan dinyatakan Ho diterima artinya tidak ada hubungan dalam pemberian stimulasi pada balita. Hasil analisis pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa hasil pendidikan ayah (p=0,020) menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan ayah dalam memberi semangat pada balita. Berdasarkan hasil analisis bivariat, seluruh variabel dengan p-value < 0,25 akan dimasukkan dalam analisis multivariat.
Berdasarkan Tabel 4.5, 4.6 dan 4.7 diketahui bahwa variabel yang akan dimasukkan dalam model adalah umur ibu, status pekerjaan ibu, keterlibatan ayah, pengetahuan dan gaya pengasuhan. Berdasarkan tabel 4.9 terlihat bahwa dari hasil analisis multivariat diketahui bahwa beberapa faktor berhubungan secara independen dengan stimulasi yang dilakukan orang tua (p>0,05), yaitu status pekerjaan ibu yang ditemukan p . Artinya, status pekerjaan orang tua khususnya ibu berpengaruh terhadap pemberian stimulasi orang tua terhadap anak.
PEMBAHASAN
Faktor yang berpengaruh pada pengasuhan orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi banyak faktor, yaitu: faktor genetik (keturunan) dan faktor lingkungan. Peran ibu terbagi dalam tiga tugas penting, yakni ibu sebagai pemberi kebutuhan anak, ibu sebagai panutan atau “teladan” yang patut ditiru anak, dan sebagai pemacu tumbuh kembang anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu tidak bekerja yaitu (94,74%), sehingga ibu yang tidak bekerja dapat memberikan perhatian lebih terhadap anaknya terutama dalam mendorong tumbuh kembang balita yang ditunjukkan dengan nilai p-value ( 0,049)v berarti ditolaknya H0 yang berarti status pekerjaan ibu berpengaruh terhadap pengasuhan orang tua dalam menyemangati anak.
Peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu dan mempengaruhi tumbuh kembang anak, meskipun umumnya waktu yang dihabiskannya relatif lebih sedikit dibandingkan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak merupakan salah satu faktor dalam memberikan stimulasi pada anak dengan nilai p-value (0,021) yang berarti H0 ditolak, bahwa keterlibatan ayah berpengaruh terhadap pengasuhan orang tua dalam memberikan stimulasi pada anak. Ayah dapat bertindak sebagai pengasuh pengganti saat ibu pergi. Ayah memberikan kontribusi unik terhadap perkembangan anak mereka.
Ayah mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan anak usia dini, walaupun perannya agak berbeda dengan ibu. Keduanya memberikan kontribusi yang sama terhadap perkembangan anak usia dini, meskipun peran yang mereka mainkan agak berbeda. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak memberikan dampak positif pada seluruh aspek perkembangan yaitu aspek fisik, kognitif/intelektual, emosional, sosial dan moral.
Faktor yang tidak berpengaruh dalam pengasuhan orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan
Pengetahuan orang tua yang terbatas dapat menyebabkan anak kurang atau bahkan tidak mendapat rangsangan perkembangan yang memadai sesuai usianya. Usia ayah bukan merupakan faktor pengasuhan orang tua dalam memberikan rangsangan tumbuh kembang pada anaknya, hal ini dibuktikan dengan hasil p-value (0,587) > α (0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh usia ayah dan pengasuhan terhadap anak. memberikan rangsangan perkembangan. Anak-anak dengan orang tua yang dewasa sebelum waktunya menerima lebih sedikit variasi media pembelajaran (Blachman & Lukas, 2009).
Hal ini dikarenakan persentase stimulasi orang tua yang kurang pada ayah yang berpendidikan menengah adalah (66,67%), cukup (70%) dan baik (63,16%). Orang tua yang berpendidikan tinggi akan lebih siap dalam mengasuh anak karena mempunyai pemahaman yang lebih luas. Namun, orang tua dengan pendidikan terbatas memiliki pemahaman yang buruk tentang kebutuhan dan perkembangan anak mereka.
Orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Pola asuh yang ditanamkan pada setiap keluarga berbeda-beda, tergantung pandangan masing-masing orang tua. Perasaan tersebut kemudian mendorong orang tua untuk melakukan perilaku tertentu dalam mengasuh anaknya.
PENUTUP
- SARAN
- Biodata Ketua Tim Penelitian A. Identitas Diri
- Pengalaman Penelitian dan 5 Tahun Terakhir
- Publikasi Artikel Ilmiah dalam 5 Tahun Terakhir
- Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
Berdasarkan temuan penelitian dan kesimpulan yang ada, maka peneliti menyampaikan beberapa saran kepada para orang tua mengenai pengertian pengasuhan terhadap anaknya dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Saran-saran yang perlu diperhatikan orang tua dalam menentukan pola asuh terhadap anaknya dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anaknya adalah sebagai berikut. Perlu adanya peningkatan pengetahuan pengasuhan anak agar dapat memberikan kebebasan pada anak untuk berkembang secara optimal melalui bermain.
Menyempurnakan program kelas ibu balita yang sudah ada dengan memberikan materi terkait tumbuh kembang balita melalui pelatihan dan pendampingan cara memberikan stimulasi pada anak sesuai tahapan usia anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016, Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak, Jakarta, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Febrina Suci Hati, Prasetya Lestari (2016) Hasil penelitian berjudul Pengaruh. 2014 Pengaruh pelatihan penggunaan buku Kia terhadap kemampuan ibu dalam deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang pada balita di PAUD Garuda Kecamatan Tanjung Kota Malang.
Pengaruh Pelatihan Penggunaan Buku KIA Terhadap Kemampuan Ibu Dalam Deteksi Dini Dan Stimulasi Perkembangan Balita Di PAUD Garuda Kecamatan Tanjung Kota Malang. 6 Ibu kurang membaca buku tentang tumbuh kembang anak.7 Ibu merasa kesal jika anak mencoret-coret di dinding. Pengetahuan Orang Tua tentang Mendorong Pertumbuhan dan Perkembangan Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memilih jawaban yang menurut Anda paling benar.