• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)LAPORAN HASIL PENELITIAN MODEL NIAT IBU HAMIL UNTUK TES HIV DAN KEPUTUSAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU DI KOTA BALIKPAPAN Oleh : 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)LAPORAN HASIL PENELITIAN MODEL NIAT IBU HAMIL UNTUK TES HIV DAN KEPUTUSAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU DI KOTA BALIKPAPAN Oleh : 1"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

Judul : Model Niat Tes HIV Ibu Hamil dan Keputusan Menyusui di Kota Balikpapan. Data Kementerian Kesehatan (2011) menunjukkan bahwa 21.103 ibu hamil yang dites HIV dinyatakan positif terinfeksi HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model niat dan keputusan tes HIV ibu hamil untuk memberikan ASI di kota Balikpapan.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat 21.103 ibu hamil yang menjalani tes HIV positif terinfeksi HIV (Kementerian Kesehatan RI 2013). Dari uraian diatas sebagai latar belakang, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui niat ibu hamil untuk melakukan tes HIV dan keputusan mengenai pemberian ASI di Kota Balikpapan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana model niat ibu hamil dalam melakukan tes HIV dan keputusan memberikan ASI di Kota Balikpapan?

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui model niat ibu hamil untuk melakukan tes HIV dan keputusan memberikan ASI di Kota Balikpapan. Penelitian ini akan menghasilkan temuan mengenai model niat tes HIV dan keputusan menyusui ibu hamil di Kota Balikpapan serta modul promosi HIV pada ibu hamil dan publikasi ilmiah nasional atau internasional.

TINJAUAN TEORITINJAUAN TEORI

HASIL PENELITIAN .1. Karakteristik Responden

  • Diskripsi Variabel Penelitian
  • Hubungan Antar Variabel Penelitian

Karakteristik responden (usia, kehamilan,) tes HIV ibu hamil dan keputusan mendonorkan ASI di kota Balikpapan tahun 2017. Karakteristik responden (usia kehamilan, jarak kelahiran dengan anak terakhir) tes HIV ibu hamil dan keputusan mendonorkan ASI. Karakteristik responden (pendidikan ibu dan suami, pekerjaan ibu dan suami, ibu hamil, tes HIV dan keputusan memberikan ASI.

Sebagian besar responden berada pada kehamilan trimester III dengan usia kehamilan 25-40 minggu, hanya sebagian kecil (15 orang atau 12,1%) yang berada pada trimester I dengan usia kehamilan 0-12 minggu. Masih terdapat 8 orang responden yang usia kehamilan dan anak terakhirnya kurang dari 12 bulan (6,5%), sedangkan 2 orang (1,6%) memiliki usia kehamilan lebih dari 10 tahun. Mayoritas responden mempunyai pendidikan menengah (secondary) dan rendah, baik ibu maupun suami, hanya 5,6% responden yang mempunyai pendidikan tinggi.

Sedangkan pekerjaan responden sebagian besar adalah menganggur atau sebagai ibu rumah tangga sebanyak 102 orang (82,3%) dan laki-laki sebanyak 117 orang (94,4%), hanya 7 orang yang tidak bekerja (5,6%). Variabel laten Subjective Norm mempunyai 3 indikator yang meliputi dukungan suami, dukungan petugas dan dukungan teman. Variabel laten Perceived Behavioral Control mempunyai 1 indikator yang meliputi Self Efficacy. Variabel laten Pengetahuan hanya mempunyai 1 indikator yaitu Pengetahuan, dan variabel laten Perilaku mempunyai 3 indikator yaitu tes HIV, keputusan memberikan ASI, cara pemberian ASI.

Efikasi diri memberikan nilai minimum sebesar 12 dan nilai maksimum sebesar 24, sedangkan mean sebesar 19,80 dengan standar deviasi sebesar 2,980. Banyaknya responden yang mendapat dukungan dari suaminya untuk tes HIV, banyak responden yang mendapat dukungan dari petugas dan hanya 67 (54%) responden yang mendapat dukungan dari teman untuk tes HIV. Pada tabel 5.6 diketahui bahwa hanya 66 orang (53,2%) responden yang memiliki niat tinggi untuk menyelesaikan tes HIV dan 58 orang (46,8%) memiliki niat rendah.

Sebagian besar dari 91 responden (73,4%) memiliki pengetahuan tinggi tentang tes HIV dan 33 responden (26,6%) memiliki pengetahuan rendah tentang tes HIV.

Hubungan antara Sikap dengan Niat Melakukan Tes HIV

Hubungan antara Dukungan dengan Niat Melakukan Tes HIV Tabel 5.7

Pada tingkat signifikansi 95% disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan pasangan dengan niat melakukan tes HIV. Untuk dukungan petugas dapat ditunjukkan nilai Chi-Square = 10,017 lebih besar dari Chi-Square Tabel. Pada tingkat signifikansi 95% disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan petugas dengan niat melakukan tes HIV.

Hubungan antara Niat Melakukan Tes HIV dengan Keputusan Pemberian ASI

  • ANALISIS UJI MODEL
    • Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Laten 1. Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Dengan tingkat signifikansi 95%. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan teman dengan niat melakukan tes HIV. Dengan tingkat signifikansi 95%, diambil keputusan bahwa tidak ada hubungan antara niat melakukan tes HIV dengan cara menyusui. Analisis data penelitian menggunakan SEM meliputi pengujian validitas dan reliabilitas menggunakan CFA dan Construct Reliability menggunakan program SmartPLS.

Uji alat ukur yang kedua adalah Reliabilitas, yaitu indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur tersebut dapat diandalkan atau dapat dipercaya. Reliabilitas merupakan ukuran konsistensi internal indikator-indikator suatu variabel konstruk, yang menunjukkan sejauh mana setiap indikator mengindikasikan suatu variabel konstruk secara umum.

Model Pengukuran Variabel Laten (Dukungan dan Tes HIV)

Uji validitas diskriminan indikator dapat dilihat pada cross-loading antara indikator dengan konstruknya seperti terlihat pada lampiran. Suatu blok indikator dikatakan valid apabila nilai masing-masing indikator pada saat mengukur variabel konstruknya (= blok indikator) secara dominan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai masing-masing indikator pada saat mengukur variabel konstruk lainnya. Nilai cross-loading pada lampiran menunjukkan bahwa hasil validitas diskriminan setiap blok indikator secara dominan dapat dinilai baik.

Selain itu juga menunjukkan bahwa indikator pada setiap variabel konstruk memberikan nilai validitas konvergen yang tinggi yaitu lebih dari 0,5. Selain itu terlihat dari nilai AVE yang tujuannya untuk mengetahui bahwa variabel konstruk mempunyai nilai validitas diskriminan yang baik.

Tabel 5.12. Hasil Nilai Reliability dan Validity Setiap Indikator
Tabel 5.12. Hasil Nilai Reliability dan Validity Setiap Indikator

Pengujian Persamaan Struktural Keputusan Pemberian ASI dengan Pengetahuan

  • PEMBAHASAN
    • Hubungan Dukungan terhadap Niat melakukan tes HIV
    • Hubungan Niat terhadap Tes HIV dan Keputusan Pemberian ASI Penelitian ini berfokus pada niat ibu hamil dalam melakukan tes HIV,
    • Interaksi Pengetahuan dan Niat Tes HIV terhadap Tes HIV dan Keputusan Pemberian ASI
    • Hubungan Pengetahuan terhadap Tes HIV dan Keputusan Pemberian ASI

Hal ini dapat diartikan bahwa model dapat menjelaskan 70,9% dalam melakukan tes HIV dan keputusan memberikan ASI, sedangkan sisanya sebesar 29,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Sikap berpengaruh signifikan dan positif terhadap tes HIV dan keputusan menyusui sebesar 0,081 dengan nilai T-statistik sebesar 3,592 lebih besar dari t-tabel = 1,96 artinya setiap terjadi peningkatan sikap, tes HIV dan keputusan menyusui. keputusan akan meningkat sebesar 0,081. Dukungan berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan tes HIV dan keputusan menyusui sebesar 0,089 dengan nilai T-statistik sebesar 2,555 lebih besar dari t-tabel = 1,96 artinya setiap semakin banyak dukungan maka jumlah tes HIV akan meningkat. meningkat dan keputusan menyusui sebesar 0,089.

Dengan demikian, Self-Efficacy tidak berpengaruh langsung terhadap Keputusan Tes HIV dan Keputusan Menyusui, artinya setiap kali terjadi peningkatan Self-Efficacy maka akan mempengaruhi perubahan Keputusan Tes HIV dan Menyusui. Niat berpengaruh signifikan dan positif terhadap tes HIV dan keputusan menyusui sebesar 0,755 dengan nilai T-statistik sebesar 36,183 lebih besar dari t tabel = 1,96 yang berarti setiap kali terjadi peningkatan niat maka akan meningkatkan keputusan tentang HIV. tes dan menyusui sebesar 0,755. Pengetahuan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Tes HIV dan Keputusan Menyusui sebesar 0,094 dengan nilai t-statistik sebesar 5,117 lebih besar dari t tabel = 1,96 yang berarti setiap peningkatan pengetahuan maka akan meningkatkan keputusan tes HIV dan keputusan menyusui sebesar 0,094.

Hasil pengujian model koefisien jalur niat ibu hamil untuk tes HIV dan keputusan memberikan ASI. Dengan demikian sikap berpengaruh langsung terhadap keputusan tes HIV dan menyusui sebesar 0,062, artinya setiap sikap meningkat maka keputusan tes HIV dan menyusui akan meningkat sebesar 0,062. Dengan demikian, dukungan berpengaruh langsung terhadap keputusan tes HIV dan menyusui sebesar 0,089, artinya setiap semakin banyak dukungan maka keputusan tes HIV dan menyusui akan meningkat sebesar 0,089.

Dengan demikian niat berpengaruh langsung terhadap tes HIV dan keputusan memberikan ASI sebesar 0,614, artinya setiap peningkatan niat maka akan meningkatkan jumlah tes HIV dan keputusan memberikan ASI sebesar 0,614. Dengan demikian pengetahuan mempunyai pengaruh langsung sebesar 0,083 artinya setiap pengetahuan meningkat maka jumlah keputusan tes HIV dan menyusui akan meningkat sebesar 0,083. Interaksi antara pengetahuan dan niat berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan tes HIV dan menyusui.

Dengan demikian interaksi antara pengetahuan dan niat berpengaruh langsung terhadap tes HIV dan keputusan memberikan ASI sebesar 0,259 artinya setiap terjadi peningkatan interaksi antara pengetahuan dan niat maka jumlah tes HIV dan keputusan memberikan ASI pasokan susu akan meningkat. ASI dengan 0,259. Artinya variabel kompensasi pengetahuan tentang niat signifikan dan mempunyai pengaruh yang menguatkan terhadap keputusan tes HIV dan menyusui. Interaksi pengetahuan dan niat tes HIV terhadap tes HIV dan keputusan menyusui. Keputusan menyusui.

Hasil uji statistik menyimpulkan terdapat interaksi yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap tes HIV dan keputusan memberikan ASI di kota Balikpapan. Faktor pengetahuan mempengaruhi keseriusan yang dirasakan ibu hamil mengenai HIV/AIDS dalam melakukan tes HIV. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan mempunyai dampak yang signifikan dan positif terhadap tes HIV dan keputusan menyusui. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayu Wulan Sari (2014) yang berjudul Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Niat Ibu Hamil Memanfaatkan VCT (Voluntary Counselling And Testing) di wilayah kerja Puskesmas Ciputat Kota Tangsel, dimana ditemukan 70 responden (92,1%) memiliki pengetahuan yang sedikit.

Tabel 5.14. Uji Inner Weight pada Niat Ibu Hamil Untuk Tes HIV dan Keputusan Pemberian ASI
Tabel 5.14. Uji Inner Weight pada Niat Ibu Hamil Untuk Tes HIV dan Keputusan Pemberian ASI

Gambar

Tabel 3.1. Jumlah Kecamatan, Puskesmas, jumlah kunjungan ibu hamil per bulan dan jumlah sampel.
Gambar : Kerangka Konsep Penelitian 3.7.Analisis Data
4.2. Jadual Penelitian
Tabel 5.11. Hasil Setiap Indikator pada Variabel Penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menyatakan bahwa Lingkungan Kerja menunjukan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT.MADU BARU dengan nilai regresi sebesar 0,247 yang artinya

v ABSTRAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi S-1 Manajemen 2021 Syifa Pramudita 120.2017.263 Pengaruh Citra Merek, Celebrity Endorser, Dan Promosi Terhadap Keputusan