LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM (MEKANIKA)
NIKEN SABILLA SUPRAPTO 856217074
UPBJJ PADANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2023
LEMBAR DATA DATA MAHASISWA
Nama : NIKEN SABILLA SUPRAPTO
NIM/ID Lainnya : 856217074____________
Program Studi : PGSD-S1
Nama Sekolah : UPJJ PADANG
DATA TUTOR (PGSD)/INSTRUKTUR (PGSM)
Nama(Gelar) : RATNA SUMARNI M.Pd
Nip/Id Lainnya : 197901242005012010________
Instansi Asal : SMKN 1 PANGKALAN
Nomor Hp : 082169079001______
Alamat Email : r[email protected]
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama Mahasiswa : NIKEN SABILLA SUPRAPTO
NIM : 856217074
Program Studi : PGSD-S1
Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Kegiatan Praktikum ini merupakan hasil karya saya sendiri dan saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menerima tindakan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran akademik dalam karya saya ini atau ada klaim atas karya saya ini.
Payakumbuh, 29 Oktober 2023
NIKEN SABILLA SUPRAPTO
I. LISTRIK STATIS A. JUDUL PERCOBAAN
GAYA
B. TUJUAN PERCOBAAN
• Untuk mengetahui adanya gaya listrik statis.
• Untuk membuktikan adanya gaya gesek listrik statis dengan menggunakan rambut kering.
C. ALAT DAN BAHAN
• Sisir plastic
• Rambut seseorang yang agak tebal dan kering
• Potongan-potang kertas kecil
D. LANDASAN TEORI
Gaya listrik adalah tarikan / dorongan yang ditimbulkan oleh benda yang bermuatan listrik. Ada dua muatan listrik yaitu bermuatan positif dan bermuatan negatif.
E. PROSEDUR PERCOBAAN
• Istilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk
• Sisir rambut kering yang agak tebal dengan sisir plastik
• Kemudian dekatkan sisir plastik itu ke potongan – potongan kertas kecil
• amati apa yang terjadi
F. HASIL PENGAMATAN
Untuk mengetahui adanya gaya listik statis, maka kita melakukan percobaan dengan sisir plastik, rambut kering dan agak tebal dan potongan-potongan kertas.
Setelah kita gosokkan atau kita sisir rambut yang agak tebal dengan sisir plastik, kemudian kita dekatkan dengan potongan-potongan kertas, maka yang terjadi adalah potongan-potongan kertas akan tertarik kearah sisir plastik tersebut. Hal itu disebabkan karena sisir plastik sudah mengandung /bermuatan gaya kelistrikan.
Adanya gaya kelistrikan inilah yang membuat benda plastik dapat menarik potongan-potongan kertas atau benda-benda kecil lainnya.Akan tetapi, tarikan tersebut hanya berlangsung sementara (sebentar), hal itu terjadi karena benda plastik menjadi tidak bermuatan listrik lagi.
G. PERTANYAAN
Gaya apakah yang menyebabkan potongan kertas tertarik oleh sisir plastik yang digosokkan dengan rambut kering?
Jawab:
gaya listrik statis yang ditimbulkan oleh sisir yang digosok ke rambut yang kering.
H. PEMBAHASAN
Gaya listrik adalah tarikan/dorongan yang ditimbulkan oleh benda-benda yang bermuatan listrik. Ada dua jenis muatan listrik, yaitu muatan listrik positif dan muatan listrik negative. Kekekalan muatan listrik menyatakan bahwa jika
sejumlah muatan listrik dengan jenis tertentu dihasilkan dalam suatu proses, maka sejumlah listrik bermuatan lawan jenisnya dihasilkan, sehingga jumlah muatan neto dalam suatu system terisolasi adalah nol.
I. KESIMPULAN
Sisir plastik yang telah digunakan menyisir rambut dapat menarik kertas, hal ini bisa terjadi karena terjadi gesekan antara sisir dengan rambut sehingga
menimbulkan listrik statis.
J. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan:
Universitas Terbuka.
K. KESULITAN YANG DIALAMI SARAN DAN MASUKAN
Dalam melakukan pratikum ini kesulitan yang dialami yaitu Ketika menggesekan sisir kerambut dan melakukan percobaan kepotongan- potongan kertas, karena pada awalnya kertas tidak tertarik oleh sisir ternyata rambut temnan kita berminyak. Hal tersebut sisir tidak bisa menarik potongan- potongan kertas.
L. FOTO PRAKTIKUM
II. GAYA MAGNET
A. TUJUAN PERCOBAAN
• Untuk mengetahui bahwa magnet dapat menarik benda- benda tertentu.
• Untuk mengetahui jenis- jenis yang dapat ditarik magnet.
B. ALAT DAN BAHAN
• Magnet batang
• Jarum jahit
• Aluminium
• Seng
• Seutas benang jahit
• Potongan plastic
• Potongan kertas
• Statif
• Isolasi plastic
C. LANDASAN TEORI
Magnet adalah salah satu elemen yang memiliki kemampuan untuk menarik elemen lain di sekitarnya yang memiliki sifat-sifat khusus untuk menghasilkan reaksi gaya. Jadi setiap magnet pasti memiliki gaya yang bersifat kemagnetan untuk menarik benda-benda lain di sekitarnya. Dari berbagai jenis gaya, ada gaya magnet yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, contohnya peniti yang menempel pada magnet.
Jadi, gaya magnet adalah bentuk gaya yang memiliki kemampuan menarik benda berbahan khusus yang ditimbulkan akibat adanya magnet di dalamnya. Magnet memiliki kemampuan untuk menolak benda sekaligus bisa menarik dan
mempertahankan benda lain tersebut tetap menempel. Magnet akan menarik benda magnetis, sedangkan benda yang tidak dapat ditarik adalah benda tidak magnetis atau juga disebut dengan diamagnetik.
Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet.
Magnet juga dapat diartikan sebagai suatu benda yang memiliki gejala dan sifat yang dapat mempengaruhi bahan-bahan tertentu yang berada di sekitarnya.
Asal kata magnet diduga dari kata magnesia yaitu nama suatu daerah di Asia kecil. Menurut cerita di daerah itu sekitar 4.000 tahun yang lalu telah ditemukan sejenis batu yang memiliki sifat dapat menarik besi atau baja atau campuran logam lainnya. Benda yang dapat menarik besi atau baja inilah yang disebut magnet .
Di dalam kehidupan sehari-hari kata “magnet” sudah sering kita dengar, namun sering juga berpikir bahwa jika mendengar kata magnet selalu berkonotasi menarik benda. Untuk bisa mengambil suatu barang dari logam (contoh obeng besi) hanya dengan sebuah magnet, misalkan pada peralatan perbengkelan
biasanya dilengkapi dengan sifat magnet sehingga memudahkan untuk mengambil benda yang jatuh di tempat yang sulit dijangkau oleh tangan secara langsung.
Bahkan banyak peralatan yang sering digunakan, antara lain bel listrik, telepon, dinamo, alat-alat ukur listrik, kompas yang semuanya menggunakan bahan magnet. Setiap magnet memiliki dua kutub, yaitu: utara (N) dan selatan (S).
Kutub magnet adalah daerah yang berada pada ujung- ujung magnet dengan kekuatan magnet yang paling besar berada pada kutub-kutubnya.
Jenis-jenis Magnet Berdasarkan asalnya magnet dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
• Magnet alam, yakni magnet yang ditemukan di alam. Bumi adalah magnet alam yang terbesar oleh karena itu bumi memiliki kutub utara dan kutub selatan sebagai ujung magnetnya . Magnet alam dapat ditemukan pada bebatuan yang mengandung unsur magnet. Batuan yang dapat menarik benda dari besi itu disebut dengan magnet alam.
• Magnet buatan, yakni magnet yang sengaja di buat oleh manusia.
Selanjutnya, berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet buatan
dikelompokkan menjadi dua, yakni magnet tetap (permanen) dan magnet sementara. Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap dan terjadi dalam waktu relatif lama. Sebaliknya, magnet sementara adalah magnet yang sifatnya tisdak tetap atau sementara.
Magnet permanen (tetap) umumnya terbuat dari baja, sedangkan magnet tidak tetap terbuat dari besi lunak. Disesuaikan dengan kegunaannya, dewasa ini magnet dibuat dari beberapa jenis logam. Berdasarkan bahan yang digunakannya itu, magnet dapat dibedakan menjadi empat tipe:
• Tipe Magnet Permanen Campuran Berdasarkan bahan campurannya, magnet permanen campuran dibagi menjadi :
a) Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dan alumunium.
b) Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dan nikel c) Magnet triconal, dibuat dari campuran besi dan kobal.
• Tipe Magnet Keramik Tipe magnet ini disebut juga magnadur, terbuat dari serbuk ferit dan bersifat keras serta memiliki gaya tarik kuat.
a) Tipe magnet Besi Lunak Tipe magnet besi lunak juga disebut dengan stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4% silikon. Sifat kemagnetannya tidak keras atau sementara.
b) Tipe Magnet Pelindung Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5% tembaga dan 1% mangan.
Magnet ini tidak keras atau sementara.
Berdasarkan penggolongan magnet buatan di atas serta kemampuan bahan menyimpan sifat magnetnya, maka kita dapat menggolongkan bahanbahan magnetik dalam magnet keras dan magnet lunak. Sebagai contoh bahan-bahan magnet keras ialah baja dan alcomax. Bahan ini sangan sulit dijadikan magnet.
Namun demikian, setelah bahan tersebut dijadikan magnet maka bahan-bahan magnet keras ini akan menyimpan sifat magnetiknya relatif sangat lama. Karena pertimbangan atau alasan itulah bahan-bahan magnet keras ini lebih banyak dijadikan untuk membuat magnet tetap (permanen). Contoh pemakaiannya adalah untuk membuat pita kaset atau kompas.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
• Isilah lembar kerja sesui petunjuk
• Dekatkan magnet batang dengan bahan yang tersedia tetapi tidak sampai bersentuan
• Amati apa yang terjadi
• Masukkan data pada table
E. HASIL PENGAMATAN
F. PERTANYAAN
Mengapa benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh magnet batang?
Jawab :
Karena benda-benda kecil tersebut mengandung sifat megnetis, sehingga jika didekatkan dengan magnet batang, maka akan tertarik mendekati magnet tersebut G. PEMBAHASAN
Magnet mempunyai sifat-sifat antara lain :
• Mampu menarik benda-benda tertentu
Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam tertentu, seperti besi, nikel, dan kobalt. Sedangkan benda lain tidak dapat ditarik oleh magnet karena tidak mengandung salah satu dari logam tersebut.
• Kekuatan gaya magnet
Gaya magnet mampu menembus penghalang, yaitu benda nonmagnetik.
Gaya tarik magnet masih berpengaruh terhadap benda magnetis dibalik penghalang tersebut. Namun jika penghalang itu terlalu tebal, maka pengaruh magnet bisa hilang. Dengan demikian, kekuatan gaya tarik magnet dipengaruhi oleh ketebalan penghalang antara magnet dan benda magnetis. Selain itu juga dipengaruhi oleh jarak magnet dengan benda magnetis.
• Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Dua kutub yang senama akan tolak-menolak dan dua kutub yang berbeda akan tarik- menarik.
• Magnet digunakan pada berbagai macam peralatan mulai dari yang sederhana sampai yang rumit.
H. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa magnet dapat menarik benda benda tertentu yaitu besi,nikel. Benda yang dapat di tarik oleh magnet diset dengan benda magnetik dan benda yang tidak dapat ditarik magnet disebut benda non magnetic
I. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan:
Universitas Terbuka.
J. KESULITAN YANG DIALAMI SARAN DAN MASUKAN
Persiapkan semua bahan dengan lengkap sebelum proses praktikum K. FOTO PRAKTIKUM
1 2
3 4
Keterangan:
• Magnet dengan aluminium (tertarik)
• Magnet dengan kertas (tertolak)
• Magnet dengan plastik (tertolak)
• Magnet dengan jarum (tertarik)
III. GAYA GESEK
A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui dan memahami gaya gesek B. ALAT DAN BAHAN
• Kereta
• Neraca pegas 2 buah
• Balok kayu 5x5x10 cm (atau benda lainnya)
C. LANDASAN TEORI
Gaya gesek merupakan gaya yang terjadi disebabkan karena bersentuhannya dua permukaan benda. Contoh dari gaya gesek ini ialah gaya yang bekerja pada rem sepeda. Pada saat akan berhenti, karet rem yang terdaspat sepeda akan
bersentuhan dengan pelek sepeda sehingga akan terjadi gesekan yang
menyebabkan sepeda tersebut dapat berhenti pada saat dilakukan pengereman.
Gaya gesek tersebut akan terjadi apabila dua buah benda saling bersentuhan serta bergerak berlawanan arah, relatif satu dengan yang lain. Gaya gesek yang
melawan atau juga menahan gaya tarik/dorong ini berbeda-beda besarnya. Besar gaya gesek itu tergantung pada keadaan permukaan benda yang saling
bersentuhan. Pada permukaan yang licin besar gaya gesekan akan lebih kecil ketimbang gaya gesek yang terjadi pada permukaan yang kasar.
Gaya gesek ini merupakan gaya yang berarah melawan gerak benda atau juga arah kecenderungan benda bergerak. Gaya gesek ini muncul apabila dua (2) buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud di sini ini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat contohnya ialah gaya gesek statis serta juga kinetis, sedangkan untuk gaya antara benda padat serta cairan serta gas ialah gaya Stokes.
Selain dari itu, besar gaya gesek juga tergantung pada berat ringannya benda yang bergesekan. Menarik/mendorong kursi lebih mudah daripada menarik/mendorong meja. Hal tersebut menunjukkan bahwa besar gaya gesek pada benda yang ringan lebih kecil daripada besar gaya gesekan pada benda yang lebih berat. Selain terjadi antara dua (2) permukaan benda padat yang bersentuhan, gaya gesek ini juga dapat terjadi antara benda padat dengan zat alir (benda cair atau gas) atau juga antara lapisan-lapisan zat alir itu sendiri. Besar gaya gesek pada suatu benda padat yang bergerak di dalam zat alir (cair/gas) itu tergantung pada laju benda serta luas penampang (penampang lintang) yang berpapasan dengan zat alir.
Semakin besar laju pada suatu benda dalam zat alir, maka semakin besar gaya gesekannya. Demikian juga pada luas permukaan, semakin luas permukaan suatu benda yang berpapasan dengan zat alir, maka semakin besar gaya geseknya.
Dikehidupan sehari-hari gaya gesek ini juga dapat merugikan namun tetap dapat juga menguntungkan. Untuk dapat memudahkan mendorong lemari di atas lantai kita menginginkan gaya gesek yang kecil. Namun tetapi apabila kita berjalan di atas lantai kita membutuhkan gaya gesekan yang besar. Apabila tidak, maka kita akan terpeleset.
Gaya gesek atau friction force ini memiliki beberapa sifat atau juga karakteristik yang membedakannya dengan jenis gaya-gaya lain. Dibawah ini merupakan sifat- sifat gaya gesek dengan secara umum yang sudah penulis rangkum.
1. Menghambat gerak benda
Arah gaya gesek ini selalu berlawanan dengan arah gaya luar yang bekerja
pada benda sehingga gaya gesek ini bersifat menghambat gerak benda.
Contohnya, apabila gaya luar ke kiri, arah gaya gesek ke kanan.
Sebaliknya, jika apabila gaya luar ke kanan, arah gaya gesek ke kiri.
2. Berlawanan Arah
Arah gaya gesek ini selalu berlawanan arah dengan arah gerak benda.
Apabila benda bergerak ke kanan, maka arah gaya gesek ini ke kiri. Jika pada benda bergerak ke bawah, arah gaya gesek itu ke atas begitupun seterusnya.
3. Besar Gaya Tergantung Tingkat Kekasaran
Untuk benda padat yang bergerak di atas benda padat, besarnya gaya gesek itu dipengaruhi oleh tingkat kekasaran oada permukaan benda yang bersinggungan. Semakin kasar permukaan suatau benda,maka semakin besar juga gaya gesek dan sebaliknya.
4. Besar Gaya dipengaruhi Luas Bidang
Untuk benda yang bergerak di udara (ex. gerak jatuh bebas), besarnya gaya gesek yang dialami benda itu dipengaruhi oleh luas bidang sentuh benda. Semakin luas suaatu permukaan sentuh, semakin akan besar juga gaya geseknya begitu juga sebaliknya.
Ada beberapa jenis gaya gesek, yaitu : 1. Gaya gesek statis.
Gaya gesek statis merupakan gesekan antara dua (2) benda padat yang tidak bergerak relatif satu sama lainnya. contoh seperti, gesekan statis ini dapat mencegah benda meluncur ke bawah pada bidang miring.
Menurut Hukum I Newton, pada benda yang diam, resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol. Dengan erdasarkan hukum ini, Pada saat kalian mendorong sebuah benda yang terletak di atas lantai namun benda tersebut masih diam, tentunya terdapat gaya lain yang melawan gaya dorong kalian berikan. Gaya tersebut ialah gaya gesek antara permukaan bawah benda dengan lantai. Gaya gesek tersebut bekerja pada benda yang diam, sehingga disebut gaya gesek statis (fs). Jadi gaya gesek statis ini merupakan gaya gesek yang bekerja pada benda yang diam.
Di atas sudah disingung bahwa besarnya gaya gesek ini bergantung pada kekasaran permukaan benda serta bidang yang bersentuhan. Tingkat kekasaran ini dinyatakan dengan koefisien gesekan. Untuk benda diam, koefisien gesekan disebut dengan koefisien gesek statis, disimbolkan dengan μs. serta pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis.
Selain tingkat kekasaran permukaan benda, besarnya gaya gesek tersebut juga dipengaruhi oleh besar gaya normal (N) yang diberikan bidang pada benda.
2. Gaya gesek kinetis.
Gaya gesek kinetis (atau dinamis) ini terjadi pada saat dua benda bergerak relatif satu sama lainnya serta saling bergesekan. Pada saat kalian
menendang bola di atas tanah, bola tersebut akan menggelinding dengan kecepatan tertentu. Namun , semakin lama kecepatan bola itu semakin berkurang dan pada akhirnya berhenti. Bola tersebut dapat bergerak diakibatkan gaya dari tendangan. Namun, saat diwaktu bola itu bergerak, terdapat gaya yang menghambat gerak bola serta mengurangi
kecepatannya. Gaya yang menyebabkan kecepatan bola itu semakin berkurang disebut dengan gaya gesek kinetis. Jadi gaya gesek kinetis ini
merupakan gaya gesek yang bekerja pada benda yang bergerak.
Sama seperti gaya gesek statik, besar gaya gesek kinetik ini juga bergantung pada gaya normal dan juga tingkat kekasaran permukaan benda serta bidang yang bersinggungan (koefisien gesekan). Koefisien gesekan pada benda yang bergerak disebut debgab koefisien gesekan kinetis yang disimbolkan dengan μk dan pada dasarnya akan selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk material yang sama.
Tidak hanya menguntungkan tapi gaya gesek ini juga dapat merugikan, dibawah ini contoh dari gaya gesek yang menguntungkan dan merugikan, diantaranya
Contoh gaya gesek yang merugikan
• Gesekan pada kontak dua roda gigi,
• Gesekan antara poros yang bergerak dengan bantalannya, dan
• Gesekan antara torak (piston) dengan silinder.
• Gesekan yang terjadi pada bagian-bagian mesin tersebut dapat di kurangi dengan cara memberikan minyak pelumas.
Contoh gaya gesek yang menguntungkan
• Gesekan pada sistem rem. Sistem rem ini memanfaatkan gaya gesekan, merupakan gesekan antara firodo (bahan asbes yang kasar) dengan rodanya sendiri.
• Gesekan diantara mesin gerinda dengan sebuah perkakas yang di asah. Perkakas yang di asah atau di haluskan dengan mesin gerinda itu memanfaatkan gaya gesek batu gerinda yang berputar dengan benda yang di asah.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
• Letakkan sebuah balok kayu diatas meja.
• Kaitkan ujung neraca pegas pada balok
• Tariklah neraca pegas ke kanan perlahan – lahan dan catat penunjukan pada skala neraca pegas
• Tarik terus sampai balok bergerak dan catat berapa gaya yang diperlukan untuk bergerak.
E. HASIL PENGAMATAN
Pengamatan gaya gesek
No Keadaan
balok
Penunjukkan neraca pegas (newton)
1 Sebelum bergerak 0
2 Saat akan bergerak 0,3
3 Sesudah bergerak 0,2
F. PERTANYAAN
Bagaimana pengaruh gaya gesek terhadap gerak benda ? Jawab:
Balok diatas meja hanya dapat ditarik dengan gaya gesek karena semakin
besar/luas benda yang bergesekan semakin besar pula gaya gesek yang ditimbulkan berarti gerak benda semakin terhambat.
G. PEMBAHASAN
Gaya gesek adalah gaya yang pada umumnya memiliki arah yang melawan arah gerak benda. Gaya gesek muncul jika sebuah benda bergerak meluncur pada benda lain. Dalam keadaan ini maka gaya geseknya disebut gaya gesek kinetik atau gaya gesek dinamik. Selain itu, gaya gesek juga dapat muncul pada situasi dimana sebuah benda memiliki kecenderungan untuk meluncur (meskipun belum bergerak). Contohnya, pada sebuah balok yang diam di atas bidang miring, maka balok itu akan cenderung meluncur ke bawah. Dengan demikian, pada situasi ini akan muncul gaya gesek yang mengarah ke atas. Gaya gesek seperti ini disebut gaya gesek statis.
Beberapa sifat-sifat dari gaya gesekan adalah :
• Luas bidang yang bersentuhan pada kedua benda tidak berpengaruh terhadap gaya gesek.
• Gaya gesekan dinamis gaya normal pada permukaan yang bersentuhan dan koefisien gesek kinetik.
• Gaya gesek kinetik (dinamik) tidak dipengaruhi oleh kecepatan luncuran benda
• Nilai maksimum dari gaya gesek statis yang dapat muncul antara kedua permukaan yang bersentuhan adalah gaya normal pada permukaan yang bersentuhan. Nilai koefisien gesek statis lebih besar dari nilai koefisien gesek kinetik sebuah permukaan.
H. KESIMPULAN
Gaya gesek terdapat pada dua benda yang saling bersentuhan.
Gaya gesek memiliki arah berlawanandengan arah gerak benda.
Gaya gesek makin besar jika permukaan benda yang bersentuhan kasar dan gaya gesek berkurang jika permukaan benda yang bersentuhan licin
I. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan:
Universitas Terbuka.
Subardi, dkk. 2009. Biologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
J. KESULITAN YANG DIALAMI SARAN DAN MASUKAN
Kesulitan dalam mencari neraca solusinya kami hanya menggunakan benda seadanya yang ada dirumah.
K. FOTO PRAKTIKUM
IV. GAYA PEGAS
A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui dan memahami gaya pegas B. ALAT DAN BAHAN
• Karet gelang
• Penggaris
• Beban 20g
• Statif
C. LANDASAN TEORI
Gaya pegas adalah gaya yang timbul karena pegas.Gaya pegas timbul karena ada sifat elastik. Sifat elastik pada benda apabila diubah bentuknyakemudian dilepas, benda tersebut akan kembali kebentuk semula.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
• Ambil seutas karet gelang gantungkan pada salah satu ujungnya pada statif
• Ukur panjang karet gelang mula-mula
• Gantungkan pula sebuah beban pada ujung karet yang satu lagi
• Ukur panjang karet gelang sekarang
• Ulangi mengukur panjang karet gelang setiap pergantian beban yang lebih besar (5 macam beban)
• Tuliskan hasil pengamatan anda pada tabel
E. HASIL PENGAMATAN
F. PERTANYAAN
Bagaimana cara kerja gaya pegas dan karet?
Jawab :
Pada karet gelang yang direnggangkan atau dimampatkan, akan timbul gaya / tenaga kearah benda yang merenggangkannya atau memampatkannya sehingga dapat mendorong maju boot
G. PEMBAHASAN
Gaya Pegas merupakan dorongan atau tarikan yang menggerakan benda bebas atau dapat membuat benda bergerak.Dapat diartikan sebuah gaya tarikan karena adanya pegas atau per yang bersifat elastis dan lentur.Gaya yang digunakan manusia antara lain gaya tarik, gaya otot, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet, gaya pegas dan sebagainya.Contohnya, saat kita memainkan ketapel dan karet ketapel membantu untuk menggerakkan kerikil untuk di tembakan ke tempat yang jauh.
Dan juga saat karet gelang yang direnggangkan akan menimbulkan gaya ke arah bendanya.
Gaya pegas dapat memengaruhi benda diam menjadi bergerak. Uniknya, gaya pegas juga dapat membantu kita menggunakan peralatan olahraga.
Manfaat Gaya Pegas
Setelah memahami pengertian di atas, mari kita cari tahu manfaat gaya pegas dalam kehidupan sehari-hari.
• Digunakan pada pintu kulkas.
• Digunakan pada mesin pemotong rumput.
• Digunakan pada katapel.
• Digunakan pada trampolin.
• Digunakan pada saklar lampu.
• Digunakan pada jam.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan semakin besar gaya yang bekerja pada pegas semakin besar juga pertambahan panjangnya.Hal ini di pengaruhi besarnya masa benda yang mempengaruhi gaya tarik.
I. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan: Universitas Terbuka
J. KESULITAN YANG DIALAMI SARAN DAN MASUKAN
Kesulitan dalam mencari neraca solusinya kami hanya menggunakan benda seadanya yang ada dirumah.
K. FOTO PRAKTIKUM
V. GAYA BERAT
A. TUJUAN PERCOBAAN
Dapat menunjukkan gejala adanya gaya berat.
B. ALAT DAN BAHAN
• Karet gelang
• Penggaris
• Beban berbagai ukuran
• Statif
C. LANDASAN TEORI
Gaya berat adalah gaya yang dipengaruhi oleh massa benda dan juga gaya gravitasi. Artinya, gaya tarik pada bumi akan mempengaruhi suatu benda.
Mengapa hal ini terjadi? Karena, besaran pada gaya tarik bumi yang melakukan hal tersebut kepada suatu benda. Gaya berat ini terjadi karena gaya pada gravitasi yang bekerja pada suatu benda yang memiliki massa. Pada buku Physical Geodesy yang ditulis oleh Heiskanen dan Moritz bahwa gaya berat adalah total gaya dari resultan gaya gravitasi dan gaya sentrifugal. Di mana potensial gaya berat (W) merupakan akumulasi dari potensial gaya gravitasi dan gaya sentrifugal.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
• Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk!
• Ambil seutas karet gelang, gantungkan salah satu ujungnya pada statif.
• Ukur panjang karet gelas mula-mula.
• Gantungkan pula sebuah beban pada ujung karet yang satu lagi.
• Ukur panjang karet gelang sekarang.
• Ulangi mengukur panjang karet gelang setiap penggantian beban yang lebih besar (5 macam beban)
• Tuliskan hasil pengukuran anda pada table 4.3
E. HASIL PENGAMATAN
No Massa Beban (gr) Panjang Karet Gelang (cm)
1. 20 5
2. 40 8
3. 60 11
4. 80 14
5. 100 17
F. PERTANYAAN
Karena gaya grafikasi pada benda semakin besar benda yang digantungkan maka semakin besar gaya grafitasinya.
G. PEMBAHASAN
Mula-mula Beban yang digantungkan pada karet ringan sekitar 20 gr, makin banyak beban yang ditambah maka semakin panjang karet gelang dan ukurannya juga semakin panjang.
H. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa semakin berat berat beban yang diberikan maka gelang karet semakin panjang.
I. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan:
Universitas Terbuka
https://www.kompas.com/skola/read/2023/04/18/123000669/pengertian-gaya- berat-normal-gesekan-tegangan-tali-dan-
sentripetal?page=all#:~:text=Gaya%20berat%20adalah%20gaya%20yang%20bek erja%20pada%20benda%20akibat%20percepatan%20gravitasi%20Bumi.
J. KESULITAN YANG DIALAMI SARAN DAN MASUKAN
Kesulitan yang sama dalam pencarian alat dan bahan solusi yang saya dapat menggunakan bahan seadanya yang bisa dijangkau.
K. FOTO PRAKTIKUM
VI. PERPADUAN GAYA A. TUJUAN PERCOBAAN
Dapat menggambarkan perpaduan antara 2 gaya.
B. ALAT DAN BAHAN
• Kereta
• Neraca pegas 2 buah
C. LANDASAN TEORI
Perpaduan gaya adalah macam-macam gaya yang terdapat dalam suatu percobaan tertentu.
Macam – macam gaya yang terdapat pada suatu percobaan, bilamana suatu benda mealakukan gaya pada benda lain benda kedua melakukan gaya yang sama, tetapi berlawanan arah.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk!
• Ambillah sebuah balok kayu yang cukup ringan dan dua buah neraca pegas yang sama.
• Hubungkan kedua ujung balok masing-masing dengan neraca pegas dengan keadaan berlawanan arah
• Catatlah besar gaya pada masing-masing neraca pegas.
E. HASIL PENGAMATAN No
.
Penunjukkan Besar gaya oleh masa neraca pegas
1 (Newton) 2 (Newton)
0,3 1,5
0,5 1,0
0,7 0,7
1,0 1,0
1,5 1,5
F. PERTANYAAN
• Pada kegiatan A, gaya apakah yang menyebabkan potongan kertas tertarik oleh sisir plastik yang digosokkan dengan rambut kering?
Jawab:
Pada kegiatan A, gaya yang menyebabkan potongan kertas tertarik oleh sisir plastik yang digosokkan pada rambut kering adalah gaya listrik statis.
• Pada kegiatan B, mengapa benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh magnet batang ?
Jawab:
Pada kegiatan B, benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh magnet batang karena benda-benda tersebut mengandung logam dan bersifat magnetis.
• Pada kegiatan C, kenapa balok diatas meja hanya dapat ditarik dengan gaya tertentu?
Jawab :
Pada kegiatan C, balok di atas meja hanya dapat ditarik karena terjadinya gaya gesek antara balok kayu dengan permukaan meja.
• Pada kegiatan D, apa yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik kebawah kembali keatas?
Jawab:
Pada kegiatan D, yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik ke bawah akan kembali ke atas adalah karena adanya gaya pegas.
• Pada kegiatan E, mengapa panjang karet gelasng bertambah sesuai dengan bertambahnya beban yang digantungkan ?
• Jawab :
Pada kegiatan E, panjang karet gelang bertambah sesuai dengan bertambahnya beban yang digantungkan karena semakin berat suatu beban/benda yang digantungkan maka semakin besar pula gaya yang terjadi pada karet gelang tersebut.
G. PEMBAHASAN
Sesuai dengan tabel hasil pengamatan perpaduan gaya diketahui bahwa apabila dua gaya telah bekerja pada balok, namun balok tetap diam, maka resultan dua gaya yang bekerja pada balok tersebut adalah nol. Hal ini terjadi karena dua gaya bekerja saling berlawanan arah sehingga benda berada dalam keadaan seimbang.
H. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa magnet dapat menarik benda benda tertentu yaitu besi,nikel. Benda yang dapat di tarik oleh magnet diset dengan benda magnetik dan benda yang tidak dapat ditarik magnet disebut benda non magnetik.
I. DAFTRA PUSTAKA
Rumanta, maman dkk. 2023. Praktikum IPA di SD. Tangerang-Selatan:
Universitas Terbuka
https://brainly.co.id/tugas/18637539 J. KESULITAN YANG DIALAMI
SARAN DAN MASUKAN
Kesulitan yang sama dalam pencarian alat dan bahan solusi yang saya dapat menggunakan bahan seadanya yang bisa dijangkau.
K. FOTO PRAKTIKUM