• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN 70 %

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN 70 %"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN 70 %

1. Judul Penelitian (diisikan sesuai dengan proposal)

Hubungan Konsumsi Makanan, Kebiasaan Cuci Tangan dan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pekerja UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Jakarta

2. SKEMA PENELITIAN

Nama Skema Penelitian : Penelitian Dasar Keilmuan (PDK) Dana yang disetujui : 8.000.000

2. IDENTITAS PENGUSUL PENELITIAN

Ketua Peneliti :Cornelis Novianus, SKM,. MKM

Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1083

Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978

Anggota Peneliti :Awalludin Hidayat Ramli Inaku, SKM,. M.KL Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1064

Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978

Anggota Peneliti :Iswahyudi, S.TP, M.Si

Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1156

Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978

4. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN

Status Luaran berisi status tercapainya luaran wajib yang dijanjikan dan luaran tambahan (jika ada). Uraian status luaran harus didukung dengan bukti kemajuan ketercapaian luaran dengan bukti tersebut di bagian Lampiran Luaran Wajib

Tahun

Luaran Jenis Luaran

Status Target Capaian (accepted, published, terdaftar atau granted, atau

status lainnya)

Keterangan (url dan nama jurnal, penerbit, url paten,

keterangan sejenis lainnya)

2021 Jurnal Nasional Sinta 3 In Review

ARGIPA (Jurnal Arsip Gizi dan Pangan) FIKES

UHAMKA

Luaran Tambahan

Tahun

Luaran Jenis Luaran

Status Target Capaian (accepted, published, terdaftar atau granted, atau status lainnya)

Keterangan (url dan nama jurnal, penerbit, url paten,

keterangan sejenis lainnya)

2021

Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-

19

Summited Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo

(2)

5. KEMAJUAN PENELITIAN

Ringkasan laporan kemajuan penelitian berisi latar belakang penelitian, tujuan dan tahapan metode penelitian, hasil yang dicapai. Maksimal 500 kata

A. RINGKASAN

Latar Belakang: masa Pandemi COVID-19 masyarakat harus meningkatkan sistem imunitas tubuh yang merupakan kekuatan pertahanan tubuh dalam melindungi dan melawan bakteri, virus dan organisme yang akan menyebabkan kesakitan dimana jalan masuk penularannya dapat melalui setuhan kulit, konsumsi dan terhirup saluran pernapasan dari aktivitas masyarakat setiap harinya. Faktor atau hal yang berkaitan dengan daya tahan atau imunitas tubuh yaitu makanan bergizi, mencuci tangan dengan alir mengalir menggunakan sabun serta rutin untuk berolahraga. Persepsi seseorang yang baik tentang imunitas tubuh dapat mempengaruhi tindakannya untuk melakukan upaya perbaikan kesehatannya. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko terpapar COVID-19 adalah pekerja di UMKM di wilayah Jakarta yang tetap melayani kebutuhan masyarakat di tengah ancaman penularan COVID-19.

Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan variabel independent yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, olahraga dengan variabel dependen yaitu persepsi imunitas tubuh pekerja UMKM. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini yaitu umur, jenis kelamin, Pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan cuci tangan, olahraga, sampel penelitian menggunakan rumus besar sampel dan didapatkan 112 pekerja UMKM yang berdomisili di wilayah Jakarta Timur, cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental dan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar pekerja UMKM berumurnya > 40 tahun sebanyak 50,9%, pekerja UMKM berjenis kelamin laki-laki 62,5%, pekerja UMKM yang berpendidikan rendah sebanyak 67,9%, pekerja yang masa kerjanya < 3 tahun sebanyak 51,8%, pekerja UMKM yang konsumsi makannya kurang baik sebanyak 58,0%, pekerja UMKM yang memiliki kebiasaan mencuci tangannya yang baik 55,4% dan pekerja UMKM yang memiliki kebiasaan olahraganya termasuk yang baik sebanyak 55,4%, variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah variabel umur, pendidikan, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan olahraga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin dan masa kerja.

Hasil penelitian berisi kemajuan pelaksanaan penelitian, data yang diperoleh, dan analisis yang telah dilakukan. Untuk penelitian kualitatif, diawali dengan mendeskripsikan wilayah penelitian.

B. HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian

1. Hasil Analisis Univariat

Hasil analisis univariat dalam penelitian ini meliputi beberapa variabel, yaitu karakteristik pekerja berupa, (variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, pendidikan), konsumsi makanan, kebiasaan cuci tangan dan kebiasaan olahraga. Secara jelas akan disajikan pada tabel berikut.

1.1 Persepsi Imunitas Tubuh Pekerja UMKM

(3)

Persepsi imunitas tubuh pekerja UMKM dalam penelitian ini terdiri dari 16 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,006 atau p

< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel persepsi imunitas tubuh adalah 17. Persepsi imunitas tubuh dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 17 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil persepsi imunitas tubuh pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1

Distribusi Frekuensi Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021

Persepsi Imunitas Tubuh Frekuensi (n) Persentase (%)

Kurang baik 47 42,0

Baik 65 58,0

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 1 diketahui pekerja yang memiliki persepsi imunitas tubuhnya kurang baik, yaitu sebanyak 47 orang (42,0%), sedangkan yang persepsi imunitas tubuhnya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 65 orang (58,0%).

1.2 Umur

Tabel 2

Distribusi Frekuensi Umur Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021

Umur Frekuensi

(n)

Persentase (%)

< 40 tahun 55 49,1

> 40 tahun 57 50,9

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 2 diketahui pekerja yang berumur < 40 tahun, yaitu sebanyak 55 orang (49,1%), sedangkan yang umurnya > 40 tahun, yaitu sebanyak 57 orang (50,9%).

1.3 Jenis Kelamin

Tabel 3

Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021

(4)

Jenis Kelamin Frekuensi (n)

Persentase (%)

Laki-laki 70 62,5

Perempuan 42 37,5

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 3 diketahui pekerja laki-laki, yaitu sebanyak 70 orang (62,5%), sedangkan yang perempuan, yaitu sebanyak 42 orang (37,5%).

1.4 Pendidikan

Tabel 4

Distribusi Frekuensi Pendidikan Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021

Pendidikan Frekuensi (n)

Persentase (%)

Rendah 76 67,9

Tinggi 36 32,1

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 4 diketahui pekerja yang pendidikannya rendah, yaitu sebanyak 76 orang (67,9%), sedangkan yang pendidikannya tinggi, yaitu sebanyak 36 orang (32,1%).

1.5 Masa Kerja

Tabel 5

Distribusi Frekuensi Masa Kerja Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021

Masa Kerja Frekuensi (n)

Persentase (%)

< 3 tahun 58 51,8

> 3 tahun 54 48,2

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 5 diketahui pekerja masa kerjanya < 3 tahun, yaitu sebanyak 58 orang (51,8%), sedangkan yang masa kerjanya > 3 tahun, yaitu sebanyak 54 orang (48,2%).

1.6 Konsumsi Makanan

(5)

Variabel konsumsi makanan dalam penelitian ini terdiri dari 16 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,017 atau p

< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel konsumsi makanan adalah 15. Konsumsi makanan dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 15 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel konsumsi makanan pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6

Distribusi Frekuensi Konsumsi Makanan Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021

Konsumsi Makanan Frekuensi (n) Persentase (%)

Kurang baik 47 42,0

Baik 65 58,0

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 6 diketahui pekerja yang konsumsi makanannya kurang baik, yaitu sebanyak 47 orang (42,0%), sedangkan yang konsumsi makanannya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 65 orang (58,0%).

1.7 Kebiasaan Mencuci Tangan

Variabel kebiasaan mencuci tangan dalam penelitian ini terdiri dari 15 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,000 atau p

< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel kebiasaan mencuci tangan adalah 15.

Kebiasaan mencuci tangan dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 15 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel kebiasaan mencuci tangan pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7

Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021

(6)

Kebiasaan Mencuci Tangan Frekuensi (n) Persentase (%)

Kurang baik 50 44,6

Baik 62 55,4

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 7 diketahui pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan kurang baik, yaitu sebanyak 50 orang (44,8%), sedangkan yang kebiasaan mencuci tangannya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 62 orang (55,4%).

1.8 Kebiasaan Olahraga

Variabel kebiasaan olahraga dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,002atau p

< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel kebiasaan olahraga adalah 3. Kebiasaan olahraga dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 3 dan kategori baik, jika skor jawaban > 3. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel kebiasaan olahraga pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 8

Distribusi Frekuensi Kebiasaan Olahraga Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021

Kebiasaan Olahraga Frekuensi (n) Persentase (%)

Kurang baik 50 44,6

Baik 62 55,4

Total 112 100,0

Berdasarkan tabel 8 diketahui pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga kurang baik, yaitu sebanyak 50 orang (44,8%), sedangkan yang kebiasaan olahraganya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 62 orang (55,4%).

2. Hasil Analisis Bivariat

(7)

Analisis bivariat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, dan kebiasaan olahraga, dengan variabel dependen yaitu tindakan cuci tangan.

Secara jelas, hasil analisis bivariat dapat dilihat dalam tabel berikut.

2.1 Hubungan Umur Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 9

Hubungan Umur Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Umur Persepsi Imunitas

Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

< 40 tahun 29 52,7 26 47,3 55 100,0 0,038 2,417

> 40 tahun 18 31,6 39 68,4 57 100,0 Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan umur dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 55 orang pekerja yang berumur < 40 tahun, ada 26 orang (47,3%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 57 orang pekerja yang umurnya > 40 tahun, ada 39 orang (74,6%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,038 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,417, artinya pedagang UMKM yang umurnya > 40 tahun, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,417 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang umurnya

< 40 tahun.

2.2 Hubungan Jenis Kelamin Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 10

Hubungan Jenis Kelamin Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021

(8)

Jenis Kelamin

Persepsi Imunitas Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

Laki-laki 27 38,6 43 61,4 70 100,0 0,458 0,691 Perempuan 20 47,6 22 52,4 42 100,0

Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan jenis kelamin dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 70 orang pekerja laki-laki, ada 43 orang (61,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 42 orang pekerja perempuan, ada 22 orang (52,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,458 artinya p > alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM

2.3 Hubungan Pendidikan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 11

Hubungan Pendidikan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Pendidikan Persepsi Imunitas

Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

Rendah 38 50.0 38 50,0 76 100,0 0,022 3,000 Tinggi 9 25,0 27 75,0 36 100,0

Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan pendidikan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 76 orang pekerja yang pendidikannya rendah, ada 38 orang (50,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 36 orang pekerja yang pendidikannya tinggi, ada 27 orang (75,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

(9)

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,022 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 3,000, artinya pedagang UMKM yang pendidikannya tinggi, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 3 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang pendidikannya rendah.

2.4 Hubungan Masa Kerja Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 12

Hubungan Masa Kerja Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Masa Kerja Persepsi Imunitas

Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

< 3 tahun 26 44,8 32 55,2 58 100,0 0,656 1,277

> 3 tahun 21 38,9 33 61,1 54 100,0 Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan masa kerja dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 58 orang pekerja yang lama kerjanya < 3 tahun, ada 32 orang (55,2%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 54 orang pekerja yang lama kerjanya >

3 tahun, ada 33 orang (61,1%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,656 artinya p > alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM.

2.5 Hubungan Konsumsi Makanan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 13

Hubungan Konsumsi Makanan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Konsumsi

Makanan

Persepsi Imunitas Tubuh

Total p value

OR

(10)

Kurang Baik

Baik n % (Odd

Ratio)

n % n %

Kurang baik 26 55,3 21 44,7 47 100,0 0,025 2,594 Baik 21 32,3 44 67,7 65 100,0

Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan konsumsi makanan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 47 orang pekerja yang konsumsi makanannya kurang baik, ada 21 orang (44,7%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 65 orang pekerja yang konsumsi makanannya baik, ada 44 orang (67,7%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,025 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,594, artinya pedagang UMKM yang konsumsi makanannya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,594 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang konsumsi makanannya kurang baik.

2.6 Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 14

Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Kebiasaan

Mencuci Tangan

Persepsi Imunitas Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

Kurang baik 22 56,4 17 43,6 39 100,0 0,039 2,485 Baik 25 34,2 48 65,8 73 100,0

Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 39 orang pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan kurang baik, ada 17 orang (43,6%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan

(11)

dari 73 orang pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan baik, ada 48 orang (65,8%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,039 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,485, artinya pedagang UMKM yang kebiasaan mencuci tangannya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,485 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang kebiasaan mencuci tangannya kurang baik.

2.7 Hubungan Kebiasaan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 15

Hubungan Kebiasaan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta

Tahun 2021 Kebiasaan

Olahraga

Persepsi Imunitas Tubuh

Total p value

OR (Odd Ratio) Kurang

Baik

Baik n %

n % n %

Kurang baik 28 56,0 22 44,0 50 100,0 0,012 2,880 Baik 19 30,6 43 69,4 62 100,0

Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0

Hasil analisis hubungan kebiasaan olahraga dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 50 orang pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga kurang baik, ada 22 orang (44,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 62 orang pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga yang baik, ada 43 orang (69,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.

Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,012 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan olahraga dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,880, artinya pedagang UMKM yang kebiasaan olahraganya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,880 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang kebiasaan olahraganya kurang baik.

(12)

Kendala Pelaksanaan Penelitian berisi kesulitan atau hambatan yang dihadapi selama melakukan penelitian dan mencapai luaran yang dijanjikan

3 KENDALA PELAKSANAAN PENELITIAN

Kendala atau hambatan yang dihadapi dalam penelitian ini baru mencapai 70% sehingga belum dilakukan pembahasan terhadap hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan belum dibuatkan kesimpulan dan saran dalam penelitian ini serta capaian luaran wajib memerlukan waktu untuk dilakukan proses review dalam Jurnal ARGIPA volume 6 nomor 2 tahun 2021 dan luaran tambahan berupa mengirim abstrak dalam Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 penyelenggara Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo

Rencana Tahapan Selanjutnya berisi tentang rencana penyelesaian penelitian dan rencana untuk mencapai luaran yang dijanjikan

4 RENCANA TAHAPAN SELANJUTNYA

Setelah dilakukan monev laporan 70% dan perbaikan laporan penelitian ini, segera setelah itu akan dibuatkan artikel yang dikirm ke Jurnal ARGIPA yang udah tersertifikasi Sinta 3 sebagai luaran wajib, dan untuk luaran tambahan segera setelah Monev dan perbaikan laporan penelitian ini dibuatkan draft abstrak yang akan di kirim ke Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 penyelenggara Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo. Click or tap here to enter text..

5 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Abbas at all 2011. Basic immunology function and disorders of the immune system 3th edition updated. Saunder Elsevier. Philadelphia

Aziz, Abdul, M., (2014) Hubungan persepsi siswa dengan tingkat keberhasilan belajar matapelajaran pendidikan agama islam di SMAN 1 Sidoarjo

BPS Propinsi Jakarta (2016). Potensi Usaha mikro kecil provinsi DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta.

Fadhila, Intan, 2020. Upaya Pedagang Kaki Lima dalam mengatasi terpaan berita penyebaran COVID- 19 di Televisi. Islamic Communication Journal volume 5 nomor 2.

Misrah, Sunita et al. 2020. Role of Nutrition on Immune System During COVID-19 Pandemic, Review Daftar Pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.

Hanya pustaka yang disitasi pada laporan kemajuan yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.

Menggunakan aplikasi Mendeley sangat direkomendasikan.

(13)

Mubarak. 2011. Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan, Jakarta; Salemba Medika

Mulyani. 2020. Asupan Gizi dalam Upaya Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan.

Muhammad. 2020. Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Aktivitas Fisik dan Penerapan Prinsip Gizi Seimbang Pada Mahasiswa Pascasarjana. Prinsip Gizi Seimbang Pada Mahasiswa Pascasarjana. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Volume 1 nomor 4.

Nanavaty et al. A cross-sectional study for determining the perception and preferences

of immunity boosters for protection against COVID-19. India. International Journal of Advances in Medicine. Volume 7, Issue 10.

Notoatmodjo. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Saleh. 2014. Hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan daya tahan tubuh pada atlet pusat Pendidikan dan Latihan pelajar sepakbola salatiga. Salatiga Jawa Tengah. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang. Volume 3 Nomor 2.

Sastroasmoro, 2014.. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto KPCPEN, 2021. Situasi COVID-19 di Indonesia, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan

Ekonomi Nasional. tanggal akses 15 Maret 2021, link https://covid19.go.id Kemenkes 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Kemenkes, 2020. Panduan Gizi seimbang pada masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia. Jakarta

Kemenkes, 2021. Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Lisnawaty. 2020. Perilaku Mengonsumsi Makanan Bergizi Selama Pandemic Covid-19 Pada

Masyarakat Sulawesi Tenggara. Preventif Journal. Volume 5 Nomor 1.

LPPI, 2015. Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia. Jakarta

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta

Walgito, Bimo. (2010).Pengantar psikologi umum.Yogyakarta: Andi Offset.

Lampiran berisi data hasil penelitian, bukti pendukung luaran wajib dan luaran tambahan (jika ada) sesuai dengan target capaian yang dijanjikan

6 LAMPIRAN

LAMPIRAN OUTPUT SPSS

(14)

NPAR TESTS

/K-S(NORMAL)=skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga /STATISTICS DESCRIPTIVES

/MISSING ANALYSIS.

NPar Tests

Descriptive Statistics

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

skorpersepsi 112 18.2321 5.84019 5.00 32.00

skorkonsumsi 112 14.1161 5.32163 1.00 23.00

skorcuci 112 14.1964 5.84305 .00 26.00

skorolga 112 2.7589 1.92305 .00 6.00

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga

N 112 112 112 112

Normal Parametersa,b Mean 18.2321 14.1161 14.1964 2.7589

Std. Deviation 5.84019 5.32163 5.84305 1.92305

Most Extreme Differences

Absolute .162 .146 .206 .177

Positive .162 .064 .086 .177

Negative -.111 -.146 -.206 -.151

Kolmogorov-Smirnov Z 1.714 1.548 2.185 1.873

Asymp. Sig. (2-tailed) .006 .017 .000 .002

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

FREQUENCIES VARIABLES=skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga /STATISTICS=STDDEV MINIMUM MAXIMUM MEAN MEDIAN SKEWNESS SESKEW /ORDER=ANALYSIS.

Frequencies

Statistics

skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga N

Valid 112 112 112 112

Missing 0 0 0 0

Mean 18.2321 14.1161 14.1964 2.7589

Median 17.0000 15.0000 15.0000 3.0000

Std. Deviation 5.84019 5.32163 5.84305 1.92305

Skewness .593 -.782 -.782 .017

Std. Error of Skewness .228 .228 .228 .228

Minimum 5.00 1.00 .00 .00

Maximum 32.00 23.00 26.00 6.00

(15)

Frequency Table

skorpersepsi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

5.00 1 .9 .9 .9

8.00 1 .9 .9 1.8

9.00 8 7.1 7.1 8.9

10.00 1 .9 .9 9.8

11.00 2 1.8 1.8 11.6

13.00 1 .9 .9 12.5

14.00 6 5.4 5.4 17.9

15.00 16 14.3 14.3 32.1

16.00 11 9.8 9.8 42.0

17.00 10 8.9 8.9 50.9

18.00 14 12.5 12.5 63.4

19.00 9 8.0 8.0 71.4

20.00 3 2.7 2.7 74.1

21.00 6 5.4 5.4 79.5

23.00 3 2.7 2.7 82.1

24.00 3 2.7 2.7 84.8

25.00 1 .9 .9 85.7

26.00 4 3.6 3.6 89.3

28.00 2 1.8 1.8 91.1

29.00 3 2.7 2.7 93.8

30.00 2 1.8 1.8 95.5

32.00 5 4.5 4.5 100.0

Total 112 100.0 100.0

skorkonsumsi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

1.00 3 2.7 2.7 2.7

3.00 3 2.7 2.7 5.4

4.00 4 3.6 3.6 8.9

5.00 2 1.8 1.8 10.7

7.00 5 4.5 4.5 15.2

8.00 3 2.7 2.7 17.9

9.00 3 2.7 2.7 20.5

11.00 6 5.4 5.4 25.9

(16)

12.00 2 1.8 1.8 27.7

13.00 8 7.1 7.1 34.8

14.00 8 7.1 7.1 42.0

15.00 17 15.2 15.2 57.1

16.00 2 1.8 1.8 58.9

17.00 15 13.4 13.4 72.3

18.00 9 8.0 8.0 80.4

19.00 7 6.3 6.3 86.6

20.00 7 6.3 6.3 92.9

21.00 3 2.7 2.7 95.5

22.00 4 3.6 3.6 99.1

23.00 1 .9 .9 100.0

Total 112 100.0 100.0

skorcuci

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

.00 5 4.5 4.5 4.5

2.00 1 .9 .9 5.4

4.00 3 2.7 2.7 8.0

5.00 2 1.8 1.8 9.8

6.00 5 4.5 4.5 14.3

7.00 5 4.5 4.5 18.8

9.00 5 4.5 4.5 23.2

11.00 3 2.7 2.7 25.9

12.00 2 1.8 1.8 27.7

13.00 5 4.5 4.5 32.1

14.00 3 2.7 2.7 34.8

15.00 20 17.9 17.9 52.7

16.00 9 8.0 8.0 60.7

17.00 12 10.7 10.7 71.4

18.00 5 4.5 4.5 75.9

19.00 10 8.9 8.9 84.8

20.00 6 5.4 5.4 90.2

21.00 7 6.3 6.3 96.4

23.00 1 .9 .9 97.3

24.00 2 1.8 1.8 99.1

26.00 1 .9 .9 100.0

(17)

Total 112 100.0 100.0 skorolga

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

.00 17 15.2 15.2 15.2

1.00 23 20.5 20.5 35.7

2.00 10 8.9 8.9 44.6

3.00 16 14.3 14.3 58.9

4.00 19 17.0 17.0 75.9

5.00 20 17.9 17.9 93.8

6.00 7 6.3 6.3 100.0

Total 112 100.0 100.0

FREQUENCIES VARIABLES=skorpersepsi2 umur jeniskel didik masa skorkonsumsi2 skorcuci2 skorolga2

/ORDER=ANALYSIS.

Frequencies

Statistics

Persepsi Imunitas umur jenis kelamin pendidikan masa kerja Konsumsi makanan

Cuci tangan

N

Valid 112 112 112 112 112 112 112

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Frequency Table

Persepsi Imunitas

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Kurang 47 42.0 42.0 42.0

Baik 65 58.0 58.0 100.0

Total 112 100.0 100.0

umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

<40 tahun 55 49.1 49.1 49.1

>=40 tahun 57 50.9 50.9 100.0

Total 112 100.0 100.0

jenis kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

(18)

Valid

laki-laki 70 62.5 62.5 62.5

perempuan 42 37.5 37.5 100.0

Total 112 100.0 100.0

pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

rendah 76 67.9 67.9 67.9

tinggi 36 32.1 32.1 100.0

Total 112 100.0 100.0

masa kerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

< 3 tahun 58 51.8 51.8 51.8

>= 3tahun 54 48.2 48.2 100.0

Total 112 100.0 100.0

Konsumsi makanan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Kurang 47 42.0 42.0 42.0

Baik 65 58.0 58.0 100.0

Total 112 100.0 100.0

Cuci tangan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Kurang 39 34.8 34.8 34.8

Baik 73 65.2 65.2 100.0

Total 112 100.0 100.0

Kebiasaan olahraga

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Kurang 50 44.6 44.6 44.6

Baik 62 55.4 55.4 100.0

Total 112 100.0 100.0

CROSSTABS

/TABLES=umur jeniskel didik masa skorkonsumsi2 skorcuci2 skorolga2 BY skorpersepsi2

/FORMAT=AVALUE TABLES /STATISTICS=CHISQ RISK /CELLS=COUNT ROW

(19)

Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

umur * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

jenis kelamin * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

pendidikan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

masa kerja * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

Konsumsi makanan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

Cuci tangan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

Kebiasaan olahraga * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%

umur * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

umur

<40 tahun

Count 29 26 55

% within umur 52.7% 47.3% 100.0%

>=40 tahun

Count 18 39 57

% within umur 31.6% 68.4% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within umur 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 5.140a 1 .023

Continuity Correctionb 4.309 1 .038

Likelihood Ratio 5.180 1 .023

Fisher's Exact Test .035 .019

Linear-by-Linear Association 5.094 1 .024

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 23.08.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for umur (<40 tahun / >=40 tahun) 2.417 1.120 5.217

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.670 1.057 2.636

(20)

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .691 .497 .961

N of Valid Cases 112

jenis kelamin * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

jenis kelamin

laki-laki

Count 27 43 70

% within jenis kelamin 38.6% 61.4% 100.0%

perempuan

Count 20 22 42

% within jenis kelamin 47.6% 52.4% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within jenis kelamin 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square .882a 1 .348

Continuity Correctionb .550 1 .458

Likelihood Ratio .880 1 .348

Fisher's Exact Test .430 .229

Linear-by-Linear Association .874 1 .350

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 17.63.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for jenis kelamin (laki-laki / perempuan) .691 .319 1.497

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang .810 .525 1.250

For cohort Persepsi Imunitas = Baik 1.173 .832 1.652

N of Valid Cases 112

pendidikan * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

pendidikan

rendah

Count 38 38 76

% within pendidikan 50.0% 50.0% 100.0%

tinggi Count 9 27 36

(21)

% within pendidikan 25.0% 75.0% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within pendidikan 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 6.269a 1 .012

Continuity Correctionb 5.285 1 .022

Likelihood Ratio 6.513 1 .011

Fisher's Exact Test .014 .010

Linear-by-Linear Association 6.213 1 .013

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 15.11.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for pendidikan (rendah / tinggi) 3.000 1.247 7.220

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 2.000 1.088 3.677

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .667 .497 .894

N of Valid Cases 112

masa kerja * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

masa kerja

< 3 tahun

Count 26 32 58

% within lama kerja 44.8% 55.2% 100.0%

>= 3tahun

Count 21 33 54

% within lama kerja 38.9% 61.1% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within lama kerja 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square .405a 1 .525

Continuity Correctionb .198 1 .656

Likelihood Ratio .405 1 .524

Fisher's Exact Test .569 .328

Linear-by-Linear Association .401 1 .526

(22)

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 22.66.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for masa kerja (< 3 tahun / >= 3tahun) 1.277 .601 2.711

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.153 .743 1.789

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .903 .659 1.237

N of Valid Cases 112

Konsumsi makanan * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

Konsumsi makanan

Kurang

Count 26 21 47

% within Konsumsi makanan 55.3% 44.7% 100.0%

Baik

Count 21 44 65

% within Konsumsi makanan 32.3% 67.7% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within Konsumsi makanan 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 5.931a 1 .015

Continuity Correctionb 5.023 1 .025

Likelihood Ratio 5.945 1 .015

Fisher's Exact Test .020 .012

Linear-by-Linear Association 5.878 1 .015

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 19.72.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for Konsumsi makanan (Kurang / Baik) 2.594 1.195 5.632

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.712 1.107 2.647

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .660 .461 .946

N of Valid Cases 112

(23)

Cuci tangan * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

Cuci tangan

Kurang

Count 22 17 39

% within Cuci tangan 56.4% 43.6% 100.0%

Baik

Count 25 48 73

% within Cuci tangan 34.2% 65.8% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within Cuci tangan 42.0% 58.0% 100.0%

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 5.127a 1 .024

Continuity Correctionb 4.258 1 .039

Likelihood Ratio 5.109 1 .024

Fisher's Exact Test .028 .020

Linear-by-Linear Association 5.081 1 .024

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 16.37.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for Cuci tangan (Kurang / Baik) 2.485 1.120 5.510

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.647 1.081 2.509

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .663 .447 .983

N of Valid Cases 112

Kebiasaan olahraga * Persepsi Imunitas

Crosstab

Persepsi Imunitas Total Kurang Baik

Kebiasaan olahraga

Kurang

Count 28 22 50

% within Kebiasaan olahraga 56.0% 44.0% 100.0%

Baik

Count 19 43 62

% within Kebiasaan olahraga 30.6% 69.4% 100.0%

Total

Count 47 65 112

% within Kebiasaan olahraga 42.0% 58.0% 100.0%

(24)

Chi-Square Tests

Value df Asymp. Sig. (2- sided)

Exact Sig. (2- sided)

Exact Sig. (1- sided)

Pearson Chi-Square 7.306a 1 .007

Continuity Correctionb 6.302 1 .012

Likelihood Ratio 7.354 1 .007

Fisher's Exact Test .008 .006

Linear-by-Linear Association 7.241 1 .007

N of Valid Cases 112

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 20.98.

b. Computed only for a 2x2 table

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper

Odds Ratio for Kebiasaan olahraga (Kurang / Baik) 2.880 1.325 6.263

For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.827 1.168 2.860

For cohort Persepsi Imunitas = Baik .634 .445 .904

N of Valid Cases 112

Referensi

Dokumen terkait

Responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17, pendidikan responden D3 sebanyak 24, masa kerja responden lebih dari 5tahun sebanyak 19, memiliki

Berdasarkan hasil analisis data diketahui karakteristik pekerja lebih banyak pekerja berusia lanjut, berjenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SMA dan

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada distribusi jenis kelamin responden ditentukan berdasarkan derajat asma mayoritas responden didapatkan berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa pada distribusi jenis kelamin responden ditentukan berdasarkan derajat asma mayoritas responden didapatkan berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak

Dari 41 orang pasien yang didiagnosis dengan adenokarsinoma kolon didapatkan hasil 26 (63,4%) orang berjenis kelamin laki-laki dan 15 (36,6%) orang berjenis

Data menunjukkan bahwa dari 80 responden atau guru SMA Kota Mojokerto yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 42 guru dan dari 42 guru laki-laki tersebut

Didapatkan hasil 21 responden, 4 diantaranya berjenis kelamin laki – laki dan 17 berjenis kelamin wanita, terdapat 15 responden berusia 65 tahun keatas mengalami

Karakteristik responden yaitu meliputi sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 60%, berpendidikan terakhir SD Sederajat 60%, sebanyak 40% tidak bekerja dan 40% bekerja