LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN 70 %
1. Judul Penelitian (diisikan sesuai dengan proposal)
Hubungan Konsumsi Makanan, Kebiasaan Cuci Tangan dan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pekerja UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Jakarta
2. SKEMA PENELITIAN
Nama Skema Penelitian : Penelitian Dasar Keilmuan (PDK) Dana yang disetujui : 8.000.000
2. IDENTITAS PENGUSUL PENELITIAN
Ketua Peneliti :Cornelis Novianus, SKM,. MKM
Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1083
Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978
Anggota Peneliti :Awalludin Hidayat Ramli Inaku, SKM,. M.KL Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1064
Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978
Anggota Peneliti :Iswahyudi, S.TP, M.Si
Link Profil simakip :http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/1156
Contoh link: http://simakip.uhamka.ac.id/pengguna/show/978
4. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN
Status Luaran berisi status tercapainya luaran wajib yang dijanjikan dan luaran tambahan (jika ada). Uraian status luaran harus didukung dengan bukti kemajuan ketercapaian luaran dengan bukti tersebut di bagian Lampiran Luaran Wajib
Tahun
Luaran Jenis Luaran
Status Target Capaian (accepted, published, terdaftar atau granted, atau
status lainnya)
Keterangan (url dan nama jurnal, penerbit, url paten,
keterangan sejenis lainnya)
2021 Jurnal Nasional Sinta 3 In Review
ARGIPA (Jurnal Arsip Gizi dan Pangan) FIKES
UHAMKA
Luaran Tambahan
Tahun
Luaran Jenis Luaran
Status Target Capaian (accepted, published, terdaftar atau granted, atau status lainnya)
Keterangan (url dan nama jurnal, penerbit, url paten,
keterangan sejenis lainnya)
2021
Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-
19
Summited Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo
5. KEMAJUAN PENELITIAN
Ringkasan laporan kemajuan penelitian berisi latar belakang penelitian, tujuan dan tahapan metode penelitian, hasil yang dicapai. Maksimal 500 kata
A. RINGKASAN
Latar Belakang: masa Pandemi COVID-19 masyarakat harus meningkatkan sistem imunitas tubuh yang merupakan kekuatan pertahanan tubuh dalam melindungi dan melawan bakteri, virus dan organisme yang akan menyebabkan kesakitan dimana jalan masuk penularannya dapat melalui setuhan kulit, konsumsi dan terhirup saluran pernapasan dari aktivitas masyarakat setiap harinya. Faktor atau hal yang berkaitan dengan daya tahan atau imunitas tubuh yaitu makanan bergizi, mencuci tangan dengan alir mengalir menggunakan sabun serta rutin untuk berolahraga. Persepsi seseorang yang baik tentang imunitas tubuh dapat mempengaruhi tindakannya untuk melakukan upaya perbaikan kesehatannya. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko terpapar COVID-19 adalah pekerja di UMKM di wilayah Jakarta yang tetap melayani kebutuhan masyarakat di tengah ancaman penularan COVID-19.
Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan variabel independent yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, olahraga dengan variabel dependen yaitu persepsi imunitas tubuh pekerja UMKM. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini yaitu umur, jenis kelamin, Pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan cuci tangan, olahraga, sampel penelitian menggunakan rumus besar sampel dan didapatkan 112 pekerja UMKM yang berdomisili di wilayah Jakarta Timur, cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental dan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar pekerja UMKM berumurnya > 40 tahun sebanyak 50,9%, pekerja UMKM berjenis kelamin laki-laki 62,5%, pekerja UMKM yang berpendidikan rendah sebanyak 67,9%, pekerja yang masa kerjanya < 3 tahun sebanyak 51,8%, pekerja UMKM yang konsumsi makannya kurang baik sebanyak 58,0%, pekerja UMKM yang memiliki kebiasaan mencuci tangannya yang baik 55,4% dan pekerja UMKM yang memiliki kebiasaan olahraganya termasuk yang baik sebanyak 55,4%, variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah variabel umur, pendidikan, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan olahraga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin dan masa kerja.
Hasil penelitian berisi kemajuan pelaksanaan penelitian, data yang diperoleh, dan analisis yang telah dilakukan. Untuk penelitian kualitatif, diawali dengan mendeskripsikan wilayah penelitian.
B. HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian
1. Hasil Analisis Univariat
Hasil analisis univariat dalam penelitian ini meliputi beberapa variabel, yaitu karakteristik pekerja berupa, (variabel umur, jenis kelamin, masa kerja, pendidikan), konsumsi makanan, kebiasaan cuci tangan dan kebiasaan olahraga. Secara jelas akan disajikan pada tabel berikut.
1.1 Persepsi Imunitas Tubuh Pekerja UMKM
Persepsi imunitas tubuh pekerja UMKM dalam penelitian ini terdiri dari 16 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,006 atau p
< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel persepsi imunitas tubuh adalah 17. Persepsi imunitas tubuh dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 17 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil persepsi imunitas tubuh pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1
Distribusi Frekuensi Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021
Persepsi Imunitas Tubuh Frekuensi (n) Persentase (%)
Kurang baik 47 42,0
Baik 65 58,0
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 1 diketahui pekerja yang memiliki persepsi imunitas tubuhnya kurang baik, yaitu sebanyak 47 orang (42,0%), sedangkan yang persepsi imunitas tubuhnya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 65 orang (58,0%).
1.2 Umur
Tabel 2
Distribusi Frekuensi Umur Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021
Umur Frekuensi
(n)
Persentase (%)
< 40 tahun 55 49,1
> 40 tahun 57 50,9
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 2 diketahui pekerja yang berumur < 40 tahun, yaitu sebanyak 55 orang (49,1%), sedangkan yang umurnya > 40 tahun, yaitu sebanyak 57 orang (50,9%).
1.3 Jenis Kelamin
Tabel 3
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021
Jenis Kelamin Frekuensi (n)
Persentase (%)
Laki-laki 70 62,5
Perempuan 42 37,5
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 3 diketahui pekerja laki-laki, yaitu sebanyak 70 orang (62,5%), sedangkan yang perempuan, yaitu sebanyak 42 orang (37,5%).
1.4 Pendidikan
Tabel 4
Distribusi Frekuensi Pendidikan Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021
Pendidikan Frekuensi (n)
Persentase (%)
Rendah 76 67,9
Tinggi 36 32,1
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 4 diketahui pekerja yang pendidikannya rendah, yaitu sebanyak 76 orang (67,9%), sedangkan yang pendidikannya tinggi, yaitu sebanyak 36 orang (32,1%).
1.5 Masa Kerja
Tabel 5
Distribusi Frekuensi Masa Kerja Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2021
Masa Kerja Frekuensi (n)
Persentase (%)
< 3 tahun 58 51,8
> 3 tahun 54 48,2
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 5 diketahui pekerja masa kerjanya < 3 tahun, yaitu sebanyak 58 orang (51,8%), sedangkan yang masa kerjanya > 3 tahun, yaitu sebanyak 54 orang (48,2%).
1.6 Konsumsi Makanan
Variabel konsumsi makanan dalam penelitian ini terdiri dari 16 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,017 atau p
< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel konsumsi makanan adalah 15. Konsumsi makanan dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 15 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel konsumsi makanan pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6
Distribusi Frekuensi Konsumsi Makanan Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021
Konsumsi Makanan Frekuensi (n) Persentase (%)
Kurang baik 47 42,0
Baik 65 58,0
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 6 diketahui pekerja yang konsumsi makanannya kurang baik, yaitu sebanyak 47 orang (42,0%), sedangkan yang konsumsi makanannya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 65 orang (58,0%).
1.7 Kebiasaan Mencuci Tangan
Variabel kebiasaan mencuci tangan dalam penelitian ini terdiri dari 15 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,000 atau p
< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel kebiasaan mencuci tangan adalah 15.
Kebiasaan mencuci tangan dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 15 dan kategori baik, jika skor jawaban > 17. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel kebiasaan mencuci tangan pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7
Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021
Kebiasaan Mencuci Tangan Frekuensi (n) Persentase (%)
Kurang baik 50 44,6
Baik 62 55,4
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 7 diketahui pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan kurang baik, yaitu sebanyak 50 orang (44,8%), sedangkan yang kebiasaan mencuci tangannya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 62 orang (55,4%).
1.8 Kebiasaan Olahraga
Variabel kebiasaan olahraga dalam penelitian ini terdiri dari 3 pertanyaan, dikategorikan berdasarkan nilai tengah. Penentuan nilai tengah menggunakan uji normalitas data yaitu uji Kolmogorof Smirnov. Hasil uji normalitas data, diperoleh nilai p = 0,002atau p
< alpha (0,05) artinya data berdistribusi tidak normal, sehingga penentuan nilai tengah dengan menggunakan nilai median. Nilai median variabel kebiasaan olahraga adalah 3. Kebiasaan olahraga dikategorikan menjadi kurang baik, jika skor jawaban < 3 dan kategori baik, jika skor jawaban > 3. Secara jelas, hasil pengkategorian variabel kebiasaan olahraga pada pekerja dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 8
Distribusi Frekuensi Kebiasaan Olahraga Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021
Kebiasaan Olahraga Frekuensi (n) Persentase (%)
Kurang baik 50 44,6
Baik 62 55,4
Total 112 100,0
Berdasarkan tabel 8 diketahui pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga kurang baik, yaitu sebanyak 50 orang (44,8%), sedangkan yang kebiasaan olahraganya termasuk kategori baik, yaitu sebanyak 62 orang (55,4%).
2. Hasil Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, konsumsi makanan, kebiasaan mencuci tangan, dan kebiasaan olahraga, dengan variabel dependen yaitu tindakan cuci tangan.
Secara jelas, hasil analisis bivariat dapat dilihat dalam tabel berikut.
2.1 Hubungan Umur Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 9
Hubungan Umur Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Umur Persepsi Imunitas
Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
< 40 tahun 29 52,7 26 47,3 55 100,0 0,038 2,417
> 40 tahun 18 31,6 39 68,4 57 100,0 Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan umur dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 55 orang pekerja yang berumur < 40 tahun, ada 26 orang (47,3%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 57 orang pekerja yang umurnya > 40 tahun, ada 39 orang (74,6%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,038 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,417, artinya pedagang UMKM yang umurnya > 40 tahun, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,417 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang umurnya
< 40 tahun.
2.2 Hubungan Jenis Kelamin Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 10
Hubungan Jenis Kelamin Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021
Jenis Kelamin
Persepsi Imunitas Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
Laki-laki 27 38,6 43 61,4 70 100,0 0,458 0,691 Perempuan 20 47,6 22 52,4 42 100,0
Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan jenis kelamin dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 70 orang pekerja laki-laki, ada 43 orang (61,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 42 orang pekerja perempuan, ada 22 orang (52,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,458 artinya p > alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM
2.3 Hubungan Pendidikan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 11
Hubungan Pendidikan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Pendidikan Persepsi Imunitas
Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
Rendah 38 50.0 38 50,0 76 100,0 0,022 3,000 Tinggi 9 25,0 27 75,0 36 100,0
Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan pendidikan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 76 orang pekerja yang pendidikannya rendah, ada 38 orang (50,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 36 orang pekerja yang pendidikannya tinggi, ada 27 orang (75,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,022 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 3,000, artinya pedagang UMKM yang pendidikannya tinggi, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 3 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang pendidikannya rendah.
2.4 Hubungan Masa Kerja Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 12
Hubungan Masa Kerja Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Masa Kerja Persepsi Imunitas
Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
< 3 tahun 26 44,8 32 55,2 58 100,0 0,656 1,277
> 3 tahun 21 38,9 33 61,1 54 100,0 Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan masa kerja dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 58 orang pekerja yang lama kerjanya < 3 tahun, ada 32 orang (55,2%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 54 orang pekerja yang lama kerjanya >
3 tahun, ada 33 orang (61,1%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,656 artinya p > alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM.
2.5 Hubungan Konsumsi Makanan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 13
Hubungan Konsumsi Makanan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Konsumsi
Makanan
Persepsi Imunitas Tubuh
Total p value
OR
Kurang Baik
Baik n % (Odd
Ratio)
n % n %
Kurang baik 26 55,3 21 44,7 47 100,0 0,025 2,594 Baik 21 32,3 44 67,7 65 100,0
Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan konsumsi makanan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 47 orang pekerja yang konsumsi makanannya kurang baik, ada 21 orang (44,7%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 65 orang pekerja yang konsumsi makanannya baik, ada 44 orang (67,7%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,025 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,594, artinya pedagang UMKM yang konsumsi makanannya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,594 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang konsumsi makanannya kurang baik.
2.6 Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 14
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Kebiasaan
Mencuci Tangan
Persepsi Imunitas Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
Kurang baik 22 56,4 17 43,6 39 100,0 0,039 2,485 Baik 25 34,2 48 65,8 73 100,0
Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan kebiasaan mencuci tangan dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 39 orang pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan kurang baik, ada 17 orang (43,6%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan
dari 73 orang pekerja yang memiliki kebiasaan mencuci tangan baik, ada 48 orang (65,8%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,039 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,485, artinya pedagang UMKM yang kebiasaan mencuci tangannya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,485 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang kebiasaan mencuci tangannya kurang baik.
2.7 Hubungan Kebiasaan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Tabel 15
Hubungan Kebiasaan Olahraga Dengan Persepsi Imunitas Tubuh Pada Pekerja UMKM di Wilayah DKI Jakarta
Tahun 2021 Kebiasaan
Olahraga
Persepsi Imunitas Tubuh
Total p value
OR (Odd Ratio) Kurang
Baik
Baik n %
n % n %
Kurang baik 28 56,0 22 44,0 50 100,0 0,012 2,880 Baik 19 30,6 43 69,4 62 100,0
Total 47 42,0 65 58,0 112 100,0
Hasil analisis hubungan kebiasaan olahraga dengan persepsi imunitas rubuh pada pedagang UMKM, diketahui dari 50 orang pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga kurang baik, ada 22 orang (44,0%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik, sedangkan dari 62 orang pekerja yang memiliki kebiasaan olahraga yang baik, ada 43 orang (69,4%) yang persepsi imunitas tubuhnya baik.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,012 artinya p < alpha (0,05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan olahraga dengan persepsi imunitas tubuh pada pedagang UMKM. Hasil analisis juga diperoleh nilai OR (Odd Ratio) sebesar 2,880, artinya pedagang UMKM yang kebiasaan olahraganya baik, akan berpeluang memiliki persepsi imunitas tubuhnya sebesar 2,880 kali lebih baik dibandingkan dengan pedagang UMKM yang kebiasaan olahraganya kurang baik.
Kendala Pelaksanaan Penelitian berisi kesulitan atau hambatan yang dihadapi selama melakukan penelitian dan mencapai luaran yang dijanjikan
3 KENDALA PELAKSANAAN PENELITIAN
Kendala atau hambatan yang dihadapi dalam penelitian ini baru mencapai 70% sehingga belum dilakukan pembahasan terhadap hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan belum dibuatkan kesimpulan dan saran dalam penelitian ini serta capaian luaran wajib memerlukan waktu untuk dilakukan proses review dalam Jurnal ARGIPA volume 6 nomor 2 tahun 2021 dan luaran tambahan berupa mengirim abstrak dalam Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 penyelenggara Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo
Rencana Tahapan Selanjutnya berisi tentang rencana penyelesaian penelitian dan rencana untuk mencapai luaran yang dijanjikan
4 RENCANA TAHAPAN SELANJUTNYA
Setelah dilakukan monev laporan 70% dan perbaikan laporan penelitian ini, segera setelah itu akan dibuatkan artikel yang dikirm ke Jurnal ARGIPA yang udah tersertifikasi Sinta 3 sebagai luaran wajib, dan untuk luaran tambahan segera setelah Monev dan perbaikan laporan penelitian ini dibuatkan draft abstrak yang akan di kirim ke Prosiding Seminar Nasional implementasi kesehatan berbasis teknologi di era revolusi industri 4.0 pada masa pandemi Covid-19 penyelenggara Fakultas Kesehatan Masyarakat Halo Oleo. Click or tap here to enter text..
5 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Abbas at all 2011. Basic immunology function and disorders of the immune system 3th edition updated. Saunder Elsevier. Philadelphia
Aziz, Abdul, M., (2014) Hubungan persepsi siswa dengan tingkat keberhasilan belajar matapelajaran pendidikan agama islam di SMAN 1 Sidoarjo
BPS Propinsi Jakarta (2016). Potensi Usaha mikro kecil provinsi DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta.
Fadhila, Intan, 2020. Upaya Pedagang Kaki Lima dalam mengatasi terpaan berita penyebaran COVID- 19 di Televisi. Islamic Communication Journal volume 5 nomor 2.
Misrah, Sunita et al. 2020. Role of Nutrition on Immune System During COVID-19 Pandemic, Review Daftar Pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada laporan kemajuan yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.
Menggunakan aplikasi Mendeley sangat direkomendasikan.
Mubarak. 2011. Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan, Jakarta; Salemba Medika
Mulyani. 2020. Asupan Gizi dalam Upaya Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan.
Muhammad. 2020. Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Aktivitas Fisik dan Penerapan Prinsip Gizi Seimbang Pada Mahasiswa Pascasarjana. Prinsip Gizi Seimbang Pada Mahasiswa Pascasarjana. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Volume 1 nomor 4.
Nanavaty et al. A cross-sectional study for determining the perception and preferences
of immunity boosters for protection against COVID-19. India. International Journal of Advances in Medicine. Volume 7, Issue 10.
Notoatmodjo. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Saleh. 2014. Hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan daya tahan tubuh pada atlet pusat Pendidikan dan Latihan pelajar sepakbola salatiga. Salatiga Jawa Tengah. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang. Volume 3 Nomor 2.
Sastroasmoro, 2014.. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto KPCPEN, 2021. Situasi COVID-19 di Indonesia, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan
Ekonomi Nasional. tanggal akses 15 Maret 2021, link https://covid19.go.id Kemenkes 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Kemenkes, 2020. Panduan Gizi seimbang pada masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. Jakarta
Kemenkes, 2021. Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Lisnawaty. 2020. Perilaku Mengonsumsi Makanan Bergizi Selama Pandemic Covid-19 Pada
Masyarakat Sulawesi Tenggara. Preventif Journal. Volume 5 Nomor 1.
LPPI, 2015. Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia. Jakarta
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta
Walgito, Bimo. (2010).Pengantar psikologi umum.Yogyakarta: Andi Offset.
Lampiran berisi data hasil penelitian, bukti pendukung luaran wajib dan luaran tambahan (jika ada) sesuai dengan target capaian yang dijanjikan
6 LAMPIRAN
LAMPIRAN OUTPUT SPSS
NPAR TESTS
/K-S(NORMAL)=skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga /STATISTICS DESCRIPTIVES
/MISSING ANALYSIS.
NPar Tests
Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
skorpersepsi 112 18.2321 5.84019 5.00 32.00
skorkonsumsi 112 14.1161 5.32163 1.00 23.00
skorcuci 112 14.1964 5.84305 .00 26.00
skorolga 112 2.7589 1.92305 .00 6.00
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga
N 112 112 112 112
Normal Parametersa,b Mean 18.2321 14.1161 14.1964 2.7589
Std. Deviation 5.84019 5.32163 5.84305 1.92305
Most Extreme Differences
Absolute .162 .146 .206 .177
Positive .162 .064 .086 .177
Negative -.111 -.146 -.206 -.151
Kolmogorov-Smirnov Z 1.714 1.548 2.185 1.873
Asymp. Sig. (2-tailed) .006 .017 .000 .002
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
FREQUENCIES VARIABLES=skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga /STATISTICS=STDDEV MINIMUM MAXIMUM MEAN MEDIAN SKEWNESS SESKEW /ORDER=ANALYSIS.
Frequencies
Statistics
skorpersepsi skorkonsumsi skorcuci skorolga N
Valid 112 112 112 112
Missing 0 0 0 0
Mean 18.2321 14.1161 14.1964 2.7589
Median 17.0000 15.0000 15.0000 3.0000
Std. Deviation 5.84019 5.32163 5.84305 1.92305
Skewness .593 -.782 -.782 .017
Std. Error of Skewness .228 .228 .228 .228
Minimum 5.00 1.00 .00 .00
Maximum 32.00 23.00 26.00 6.00
Frequency Table
skorpersepsi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
5.00 1 .9 .9 .9
8.00 1 .9 .9 1.8
9.00 8 7.1 7.1 8.9
10.00 1 .9 .9 9.8
11.00 2 1.8 1.8 11.6
13.00 1 .9 .9 12.5
14.00 6 5.4 5.4 17.9
15.00 16 14.3 14.3 32.1
16.00 11 9.8 9.8 42.0
17.00 10 8.9 8.9 50.9
18.00 14 12.5 12.5 63.4
19.00 9 8.0 8.0 71.4
20.00 3 2.7 2.7 74.1
21.00 6 5.4 5.4 79.5
23.00 3 2.7 2.7 82.1
24.00 3 2.7 2.7 84.8
25.00 1 .9 .9 85.7
26.00 4 3.6 3.6 89.3
28.00 2 1.8 1.8 91.1
29.00 3 2.7 2.7 93.8
30.00 2 1.8 1.8 95.5
32.00 5 4.5 4.5 100.0
Total 112 100.0 100.0
skorkonsumsi
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
1.00 3 2.7 2.7 2.7
3.00 3 2.7 2.7 5.4
4.00 4 3.6 3.6 8.9
5.00 2 1.8 1.8 10.7
7.00 5 4.5 4.5 15.2
8.00 3 2.7 2.7 17.9
9.00 3 2.7 2.7 20.5
11.00 6 5.4 5.4 25.9
12.00 2 1.8 1.8 27.7
13.00 8 7.1 7.1 34.8
14.00 8 7.1 7.1 42.0
15.00 17 15.2 15.2 57.1
16.00 2 1.8 1.8 58.9
17.00 15 13.4 13.4 72.3
18.00 9 8.0 8.0 80.4
19.00 7 6.3 6.3 86.6
20.00 7 6.3 6.3 92.9
21.00 3 2.7 2.7 95.5
22.00 4 3.6 3.6 99.1
23.00 1 .9 .9 100.0
Total 112 100.0 100.0
skorcuci
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
.00 5 4.5 4.5 4.5
2.00 1 .9 .9 5.4
4.00 3 2.7 2.7 8.0
5.00 2 1.8 1.8 9.8
6.00 5 4.5 4.5 14.3
7.00 5 4.5 4.5 18.8
9.00 5 4.5 4.5 23.2
11.00 3 2.7 2.7 25.9
12.00 2 1.8 1.8 27.7
13.00 5 4.5 4.5 32.1
14.00 3 2.7 2.7 34.8
15.00 20 17.9 17.9 52.7
16.00 9 8.0 8.0 60.7
17.00 12 10.7 10.7 71.4
18.00 5 4.5 4.5 75.9
19.00 10 8.9 8.9 84.8
20.00 6 5.4 5.4 90.2
21.00 7 6.3 6.3 96.4
23.00 1 .9 .9 97.3
24.00 2 1.8 1.8 99.1
26.00 1 .9 .9 100.0
Total 112 100.0 100.0 skorolga
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
.00 17 15.2 15.2 15.2
1.00 23 20.5 20.5 35.7
2.00 10 8.9 8.9 44.6
3.00 16 14.3 14.3 58.9
4.00 19 17.0 17.0 75.9
5.00 20 17.9 17.9 93.8
6.00 7 6.3 6.3 100.0
Total 112 100.0 100.0
FREQUENCIES VARIABLES=skorpersepsi2 umur jeniskel didik masa skorkonsumsi2 skorcuci2 skorolga2
/ORDER=ANALYSIS.
Frequencies
Statistics
Persepsi Imunitas umur jenis kelamin pendidikan masa kerja Konsumsi makanan
Cuci tangan
N
Valid 112 112 112 112 112 112 112
Missing 0 0 0 0 0 0 0
Frequency Table
Persepsi Imunitas
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Kurang 47 42.0 42.0 42.0
Baik 65 58.0 58.0 100.0
Total 112 100.0 100.0
umur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
<40 tahun 55 49.1 49.1 49.1
>=40 tahun 57 50.9 50.9 100.0
Total 112 100.0 100.0
jenis kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
laki-laki 70 62.5 62.5 62.5
perempuan 42 37.5 37.5 100.0
Total 112 100.0 100.0
pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
rendah 76 67.9 67.9 67.9
tinggi 36 32.1 32.1 100.0
Total 112 100.0 100.0
masa kerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
< 3 tahun 58 51.8 51.8 51.8
>= 3tahun 54 48.2 48.2 100.0
Total 112 100.0 100.0
Konsumsi makanan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Kurang 47 42.0 42.0 42.0
Baik 65 58.0 58.0 100.0
Total 112 100.0 100.0
Cuci tangan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Kurang 39 34.8 34.8 34.8
Baik 73 65.2 65.2 100.0
Total 112 100.0 100.0
Kebiasaan olahraga
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Kurang 50 44.6 44.6 44.6
Baik 62 55.4 55.4 100.0
Total 112 100.0 100.0
CROSSTABS
/TABLES=umur jeniskel didik masa skorkonsumsi2 skorcuci2 skorolga2 BY skorpersepsi2
/FORMAT=AVALUE TABLES /STATISTICS=CHISQ RISK /CELLS=COUNT ROW
Crosstabs
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
umur * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
jenis kelamin * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
pendidikan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
masa kerja * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
Konsumsi makanan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
Cuci tangan * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
Kebiasaan olahraga * Persepsi Imunitas 112 100.0% 0 0.0% 112 100.0%
umur * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
umur
<40 tahun
Count 29 26 55
% within umur 52.7% 47.3% 100.0%
>=40 tahun
Count 18 39 57
% within umur 31.6% 68.4% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within umur 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 5.140a 1 .023
Continuity Correctionb 4.309 1 .038
Likelihood Ratio 5.180 1 .023
Fisher's Exact Test .035 .019
Linear-by-Linear Association 5.094 1 .024
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 23.08.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for umur (<40 tahun / >=40 tahun) 2.417 1.120 5.217
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.670 1.057 2.636
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .691 .497 .961
N of Valid Cases 112
jenis kelamin * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
jenis kelamin
laki-laki
Count 27 43 70
% within jenis kelamin 38.6% 61.4% 100.0%
perempuan
Count 20 22 42
% within jenis kelamin 47.6% 52.4% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within jenis kelamin 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square .882a 1 .348
Continuity Correctionb .550 1 .458
Likelihood Ratio .880 1 .348
Fisher's Exact Test .430 .229
Linear-by-Linear Association .874 1 .350
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 17.63.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for jenis kelamin (laki-laki / perempuan) .691 .319 1.497
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang .810 .525 1.250
For cohort Persepsi Imunitas = Baik 1.173 .832 1.652
N of Valid Cases 112
pendidikan * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
pendidikan
rendah
Count 38 38 76
% within pendidikan 50.0% 50.0% 100.0%
tinggi Count 9 27 36
% within pendidikan 25.0% 75.0% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within pendidikan 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 6.269a 1 .012
Continuity Correctionb 5.285 1 .022
Likelihood Ratio 6.513 1 .011
Fisher's Exact Test .014 .010
Linear-by-Linear Association 6.213 1 .013
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 15.11.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for pendidikan (rendah / tinggi) 3.000 1.247 7.220
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 2.000 1.088 3.677
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .667 .497 .894
N of Valid Cases 112
masa kerja * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
masa kerja
< 3 tahun
Count 26 32 58
% within lama kerja 44.8% 55.2% 100.0%
>= 3tahun
Count 21 33 54
% within lama kerja 38.9% 61.1% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within lama kerja 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square .405a 1 .525
Continuity Correctionb .198 1 .656
Likelihood Ratio .405 1 .524
Fisher's Exact Test .569 .328
Linear-by-Linear Association .401 1 .526
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 22.66.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for masa kerja (< 3 tahun / >= 3tahun) 1.277 .601 2.711
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.153 .743 1.789
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .903 .659 1.237
N of Valid Cases 112
Konsumsi makanan * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
Konsumsi makanan
Kurang
Count 26 21 47
% within Konsumsi makanan 55.3% 44.7% 100.0%
Baik
Count 21 44 65
% within Konsumsi makanan 32.3% 67.7% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within Konsumsi makanan 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 5.931a 1 .015
Continuity Correctionb 5.023 1 .025
Likelihood Ratio 5.945 1 .015
Fisher's Exact Test .020 .012
Linear-by-Linear Association 5.878 1 .015
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 19.72.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for Konsumsi makanan (Kurang / Baik) 2.594 1.195 5.632
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.712 1.107 2.647
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .660 .461 .946
N of Valid Cases 112
Cuci tangan * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
Cuci tangan
Kurang
Count 22 17 39
% within Cuci tangan 56.4% 43.6% 100.0%
Baik
Count 25 48 73
% within Cuci tangan 34.2% 65.8% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within Cuci tangan 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 5.127a 1 .024
Continuity Correctionb 4.258 1 .039
Likelihood Ratio 5.109 1 .024
Fisher's Exact Test .028 .020
Linear-by-Linear Association 5.081 1 .024
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 16.37.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for Cuci tangan (Kurang / Baik) 2.485 1.120 5.510
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.647 1.081 2.509
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .663 .447 .983
N of Valid Cases 112
Kebiasaan olahraga * Persepsi Imunitas
Crosstab
Persepsi Imunitas Total Kurang Baik
Kebiasaan olahraga
Kurang
Count 28 22 50
% within Kebiasaan olahraga 56.0% 44.0% 100.0%
Baik
Count 19 43 62
% within Kebiasaan olahraga 30.6% 69.4% 100.0%
Total
Count 47 65 112
% within Kebiasaan olahraga 42.0% 58.0% 100.0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- sided)
Exact Sig. (2- sided)
Exact Sig. (1- sided)
Pearson Chi-Square 7.306a 1 .007
Continuity Correctionb 6.302 1 .012
Likelihood Ratio 7.354 1 .007
Fisher's Exact Test .008 .006
Linear-by-Linear Association 7.241 1 .007
N of Valid Cases 112
a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 20.98.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Value 95% Confidence Interval
Lower Upper
Odds Ratio for Kebiasaan olahraga (Kurang / Baik) 2.880 1.325 6.263
For cohort Persepsi Imunitas = Kurang 1.827 1.168 2.860
For cohort Persepsi Imunitas = Baik .634 .445 .904
N of Valid Cases 112