• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK

N/A
N/A
Muhammad Dzulkha Ikhsanul Fikri

Academic year: 2023

Membagikan "LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK

PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA

DISUSUN OLEH :

MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

TAHUN 2021

(2)

LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK

PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA

DISUSUN OLEH :

MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

TAHUN 2021

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kepaniteraan Gizi Klinik Telah berhasil dissusun berdasarkan kasus sebagaimana Berikut :

PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA

OLEH :

MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092

Telah di setujui dan disahkan pada Tanggal

12 Januari 2022 Menyutujui, Pembimbing Lahan/CI Instalasi Gizi

RSJD. dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Tri Rahayuningsih, S.ST NIP. 187433322000032001

Kepala Instalasi

RSJD. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

Suroyo S.ST

NIP. 1964 0601 1990 03 1010

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I ... 5

PENDAHULUAN ... 5

A. INFORMASI UMUM/ IDENTITAS PASIEN ... 5

B. DATA PASIEN SAAT AWAL MASUK RUMAH SAKIT ... 5

BAB II ... 7

SKRINING ... 7

A. METODE SKRINING ... 7

B. PENGISIAN SKRINING ... 7

BAB III ... 9

PENGKAJIAN GIZI ... 9

A. PENGKAJIAN ANTROPOMETRI (AD) ... 9

B. PENGKAJIAN BIOKIMIA ... 9

C. PENGKAJIAN DATA FISIK DAN KLINIS ... 10

D. PENGKAJIAN RIWAYAT TERKAIT GIZI ... 10

E. PENGKAJIAN RIWAYAT PERSONAL ... 14

F. INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN ... 14

BAB IV ... 16

DIAGNOSIS GIZI ... 16

A. KEMUNGKINAN DIAGNOSA ... 16

B. PRIORITAS DIAGNOSA ... 17

BAB V ... 19

INTERVENSI GIZI ... 19

A. PERENCANAAN ... 19

B. IMPLEMENTASI ... 21

BAB VI ... 24

MONITORING DAN EVALUASI GIZI ... 24

BAB VII ... 26

PEMBAHASAN ... 26

(5)

DAFTAR PUSTAKA ... 32 LAMPIRAN ... 33

(6)

BAB I PENDAHULUAN A. INFORMASI UMUM/ IDENTITAS PASIEN

1. Inisial Pasien : Ny. S

2. Umur : 66

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Suku Bangsa : Jawa

5. Status Perkawinan : - 6. Kondisi Ekonomi yang

berpengaruh pada kesehatan : -

B. DATA PASIEN SAAT AWAL MASUK RUMAH SAKIT 1. Tanggal Masuk Rumah

Sakit

: 4 Januari 2022 2. Keadaan Masuk Rumah

Sakit

: Pasien mual dan muntah, tidak makan selama 1 minggu, lemas, pusing, terdapat luka di kaki. cepat lelah, banyak kencing terutama pada malam hari dan banyak minum, pasien juga mengalami gatal – gatal pada saat tubuh berkeringat

Hanya makan roti

3. Diagnosis Penyakit : DM, Hipertensi, Anemia, Ulkus Diabetikum

4. Terapi yang Di Berikan (Terapi Medis, Diet, dll)

: Inf RL, cefrtriaxone, ranitidin, ondentron, sucralfat, amlodipin, ropedin

5. Data Riwayat Kesehatan &

Pengobatan Sebelum di Rawat

: Pernah masuk rumasakit karena DM

(7)

6. Data Riwayat Gizi sebelum di rawat dan sebelum study kasus

: Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah.

sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi. suka makan bandeng presto, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG

(8)

BAB II SKRINING A. METODE SKRINING

Skrining yang di gunakan pada nyonya S adalah menggunakan metode MNA-SF

B. PENGISIAN SKRINING

SKRINING GIZI (MNA-SF) Tabel 1. Skrining MNA-SF

Apakah terjadi penurunan asupan makan selama 3 bulan terakhir berkaitan dengan penurunan nafsu makan, gangguan saluran cerna, kesulitan mengunyah atau kesulitan menelan?

0 = penurunan nafsu makan tingkat berat

1= penurunan nafsu makan tingkat sedang

2= tidak kehilangan penurunan nafsu makan

Penurunan berat badan selama 3 bulan terakhir

0= penurunan berat badan > 3kg 1= penurunan berat badan tidak diketahui

2= penurunan berat badan antara 1-3 kg

3= tidak terjadi penurunan berat badan

Mobilitas 0= hanya diatas kasur atau di

kursi roda

1= dapat beranjak dari

kursi/kasur, tetapi tidak mampu beraktivitas normal

2= mampu beraktivitas normal Menderita penyakit psikologis atau

penyakit akut dalam 3 bulan terakhir

0= ya 2= tidak

(9)

Masalah neuropsikologis 0= demensia tingkat berat atau depresi

1= demensia tingkat sedang 2= tidak ada masalah psikologis Index Massa Tubuh (IMT) 0= IMT < 19

1= IMT 19-<21 2= IMT 21-<23 3= IMT ≥ 23

Total skor 6

Skor skrining

12-14 = Status gizi normal 8-11 = Beresiko malnutrisi 0-7 = Malnutrisi

Kesimpulan : pasien malnutrisi

(10)

BAB III PENGKAJIAN GIZI A. PENGKAJIAN ANTROPOMETRI (AD)

Tabel 2. Data Antropometri

Terminologi Antropometri Hasil Nilai normal

Interpretasi

AD 1.1.1 TB 158 cm -

AD 1.1.2 BBA 60 kg -

AD 1.1.2 BBI 52,2 kg - AD 1.1.3 IMT 24 kg/m2 18,5-25

kg/m2

Normal BBI = (TB – 100) x 0,9

= (158 – 100) x 0,9

= 60 x 0,9

= 52.2 kg IMT = "!($)!! !

= (.*+&'!

= 24 m2

Kesimpulan : dari data di atas dapat di peroleh kesimpulan bahwa status gizi pasien normal

B. PENGKAJIAN BIOKIMIA Tabel 3. Data Biokimia Terminologi Data

Biokimia

Data Pasien

Kadar Normal

Satuan Interpretasi

BD 1.10.1 HB 8.4 12 - 14 g/dL Di bawah Normal BD 1.4.3 SGOT 15,9 < 37 U/I Normal BD 1.4.4 SGPT 17 < 42 U/I Normal BD 1.5.2 GDS 573 < 200 Mg/dl Diatas

normal

(11)

Kesimpulan : dari data di atas dapat disimpulkan bahwa HB di bawah normal dan GDS di atas normal

C. PENGKAJIAN DATA FISIK DAN KLINIS Tabel 4. Data Fisik Klinis

Terminologi Data

Klinis/Fisik

Hasil Nilai Normal

Interpretasi

PD 1.1.9 Tekanan darah 150/90 120/80 mmHg

Diatas Normal PD 1.1.9 Respirasi 20x/menit 20-30

x/menit

Normal PD 1.1.9 Suhu 36 ° C 36° - 37° C Normal PD 1.1.9 Nadi 100 x/ menit 60 – 100 x/

menit

Normal Kesimpulan : dari data di atas dapat di simpulkan bahwa tekanan darah diatas normal

D. PENGKAJIAN RIWAYAT TERKAIT GIZI Tabel 5. Data Riwayat Gizi

Terminologi Data Pasien

FH-1.2.2.2 Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah.

sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi. suka makan bandeng presto, ikan sarden, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG

FH 1.2.2.3 Pola makan : 3x sehari FH-2.1 Ngemil roti di sore hari FH-2.1 Jarang makan buah dan sayur

FH 7.3.1 Aktivitas fisik : ringan (menyapu dan menonto tv) FH 7.3.1 Jarang berolah raga

FH-2.1.2.2 Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM dan sudah mendapatkan konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan dengan baik anjuran dietnya karena tidak tahan lapar.

FH-5.1.1 Kurang patuh dengan diet yang sudah diberikan sebelumnya FH-5.1.5 Belum bisa melaksanakan diet dengan baik

(12)

Kesimpulan : Makan teratur nasi 3x/hari, hanya pakai abon, minum the manis setiap pagi dan malam jarang makan buah dan sayur serta jarang berolahraga

1. Asupan Makanan

Makan pagi dengan nasi 2 centong dengan lauk sarden dan kerupuk ditambah 1 gelah teh manis dengan gula 1,5 sendok makan., makan siang nasi 2 centong ditambah sayur ½ gelas sayur lodeh jipang dan ikan asin layur goreng, makan malam makan nasi 1,5 centong dengan sayur gori dan sambal ijo yang beli di warung padang. Selain itu pasien juga suka nyemil singkong goreng sekali makan 3 potong, bakwan jagung 2 potong dan kalau malam bikin mie instan dan sosis karena masih merasa lapar. Pasien jarang makan buah.

2. Pengetahuan Terkait Gizi

Pasien Sudah Pernah Mendapat Edukasi Gizi tapi belum bisa menerapkan diet

3. Aktivitas

Aktivitas pasien ringan hanya menyapu dan menonton TV 4. Kemampuan Untuk Menerima makanan

Pasien kesulitan menelan, tidak nafsu makan, mual muntah dan tidak memiliki alergi terhadap makanan

5. Standart Pembanding Asupan SMRS dan Asupan RS saat Assesment

a. Data Pembanding asupan SMRS Tabel 6. Data Asupan SMRS

Terminologi Data Asupan Nilai Gizi

FH-1.1.1 Energi 1348 kkal

FH-1.5.1 Lemak 37.2 gr

FH-1.5.2 Protein 33.5 gr

FH-1.5.3 Karbohidrat 217.75 gr

b. Standar pembanding SMRS

(13)

Perkeni

Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas

= (25 x 52.2) – 10% + 20% + 20%

= 1305 – 130,5 + 261 + 261

= 1696.5 Kkal Protein = 20% x Energi

= 20% x 1696.5 Kkal

= 339.3/4

= 84.8 gr Lemak = 25% x Energi

= 25% x 1696.5 Kkal

= 424/9

= 47.1 gr KH = 55% x Energi

= 55% x 1696.5 Kkal

= 933/4

= 233.2 gr

Tabel 7. Pembanding Asupan SMRS dengan Kebutuhan

Kesimpulan : dari data di atas dapat di simpulkan bahwa energi, lemak, dan karbohidrat berkategori asupan baik dan protein defisit berat

Terminologi Asupan SMRS

Kebutuhan Gizi SMRS

Pencapaian (%)

Keterangan

CS-1 Kebutuhan energi

Energi 1340 kkal

Energi 1696.5 Kkal kkal

78.9% Asupan Defisit ringan

CS-2 Kebutuhan Zat Gizi Makro

Protein 33.5 gr

Protein 84.8 gr gr

39.5% Asupan Deficit berat

Lemak 37.2 gr

Lemak 47.1 gr

78.9% Asupan Defisit Ringan

Karbohidrat 217.75 gram

Karohidrat 233.2 gr

93.3% Asupan Baik

(14)

c. Kebutuhan Saat di RS Perkeni

Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas = (25 x 52.2) – 10% + 20% + 10%

= 1305 – 130,5 + 261 + 130,5 = 1566 Kkal

Protein = 20% x Energi = 20% x 1566 Kkal = 313.2/4

= 78.3 gr Lemak = 25% x Energi = 25% x1566 Kkal

= 391.5/9 = 43.5 gr KH = 55% x Energi = 55% x 1566 Kkal = 861.3/4

= 215.3 gr Vit E = 20 mcg Vit C = 75 mg Natrium = 1200 mg Kalsium = 1200 mg Kalium = 4700mg Magnesium = 340 mg Serat = 25 gram/hari d. Data Pembanding Asupan di RS

Tabel 8. Data Asupan di RS

Terminologi Data Asupan Nilai Gizi

(15)

FH-1.1.1 Energi 1579

FH-1.5.1 Lemak 49 gr

FH-1.5.2 Protein 78.8 gr

FH-1.5.3 Karbohidrat 204.4 gr

E. PENGKAJIAN RIWAYAT PERSONAL Tabel 9. Data Riwayat Personal

Terminologi Data Pasien CH-1.1.1 Usia : 66

CH-1.1.2 Jenis Kelamin : Perempuan CH-1.1.10 Aktivitas : Ringan

CH-2.1.1 Pasien mual dan muntah, tidak nafsu makan selama 1 minggu, lemas, pusing, terdapat luka di kaki

F. INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN Tabel 10. Data Interaksi Obat dan Makanan

Nama Obat Jenis Obat Interaksi Obat Dengan Makanan

Efek Samping

Ceftriaxone Antibiotik

Interaksi Cefriaxone dengan larutan yang mengandung kalsium akan menyebabkan ceftriaxone berikatan dengan kalsium dan dapat membentuk presipitat

Diare, Mual Muntah

Ranitidin Histamin

Membatasi asupan makanan bergas

Kontispasi, diare, mual, muntah

(16)

Ondensetron Antiemetik

- Sembelit,

mengantuk

(17)

BAB IV DIAGNOSIS GIZI A. KEMUNGKINAN DIAGNOSA

Tabel 11. Kemungkinan Diagnosa

Domain Problem Etiologi Sign/symptoms

Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi

Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal

Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi

Berkaitan dengan

gangguan organ

pangkreas

Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)

Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi

Asupan NI 5.4 Penurunan Kebutuhan

Natrium

Berkaitan dengan hipertensi

Tekanan darah 140/90 mmHg di atas normal

suka makan bandeng presto, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG Asupan NI 2.1 Inadequat

Asupan Oral

Berkaitan mual dan muntah

Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)

tidak makan selama 1 minggu

Perilaku dan lingkungan

NB-1.4 Kurang dapat menjaga

Belum siap untuk diet atau perubahan gaya hidup

Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan

(18)

atau monitoring diri

buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi

Perilaku dan lingkungan

NB-1.3 Tidak siap untuk diet/

mengubah perilaku

Tidak mau atau tidak

tertarik dalam

mempelajari atau menerapkan informasi

Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM

dan sudah

mendapatkan

konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan

dengan baik anjuran dietnya karena tidak tahan lapar.

B. PRIORITAS DIAGNOSA Tabel 12. Prioritas Diagnosa

Domain Problem Etiologi Sign/symptoms

Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi

Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal

Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi

Berkaitan dengan

gangguan organ

pangkreas

Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)

Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi

Asupan NI 5.4 Penurunan Kebutuhan

Natrium

Berkaitan dengan himpertensi

Tekanan darah 150/90 mmHg di atas normal

suka makan bandeng presto, mie instan,

(19)

sosis, memasak menggunakan MSG Asupan NI 2.1 Inadequat

Asupan Oral

Berkaitan mual dan muntah

Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)

tidak makan selama 1 minggu

Rumusan Diagnosa :

- Perubahan nilai laboratorium terkait gizi Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal

- Perubahan nilai laboratorium terkait gizi Berkaitan dengan gangguan organ pangkreas Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)

- Penurunan Kebutuhan Natrium Berkaitan dengan hipertensi di tandai dengan Tekanan darah 150/90 mmHg di atas normal

- Inadequat Asupan Oral Berkaitan mual dan muntah di tandai dengan Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)

(20)

BAB V INTERVENSI GIZI A. PERENCANAAN

1. Tujuan Intervensi

- Memberikan makanan sesuai kebutuhan pasien untuk mencapai status gizi normal

- Mengatasi masalah gizi pasien (DM, Hipertensi, Anemia)

- Mengedukasi pasien terkait makanan dan zat gizi yang tepat untuk kebutuhan serta diet terkait penyakit pasien

2. Target Intervensi

- Pasien termotivasi dan patuh menerapkan diet yang di berikan

- Asupan Makanan 80-100%

- Gula Darah Pasien Normal - Tekanan darah Normal - HB normal

3. Preskripsi Diet

a. Penatalaksanaan Diet 1) Tujuan

- Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal

- Memberikan cukup energi untuk mencapai berat badan normal

- Mempertahan kan kadar lipida serum normal - Membantu Menurunkan tekanan darah - Membantu Menaikan Kadar Hemoglobin 2) Syarat

- Energi sesuai kebutuhan 1566 Kkal

- Protein sebesar 20% dari kebutuhan energi - Lemak 25% dari total kebutuhan energi - KH 55% dari total kebutuhan energi

(21)

- Di berikan Karbohidrat kompleks

- Penggunaan gula murni tidak di perkenankan - Penggunaan gula arternatif tidak berkalori - Cukup Vitamin dan Mineral

- Zat Besi = 8 mg - Vit E = 20 mcg - Vit C = 75 mg

- Natrium = 1000 – 1200 mg - Kalsium = 1200 mg

- Kalium = 4700mg - Magnesium = 340 mg - Serat = 25 gram/hari b. Jenis Diet

Diet DM, RG dan Tinggi Protein c. Rute Pemberian

Makanan Peroral d. Bentuk Makanan

Makanan Lunak e. Jadwal Makan

Makan Pagi : 06.30 Selingan Pagi : 10.00 Makan Siang : 12.00 Selingan Sore : 15.00 Makan Sore : 17.30 f. Perencanaan Menu Sehari

Makan Pagi

Bubur Nasi DM : 75 gr

Bestik Ayam : 50 gr

Tahu Bumbu Acar : 100 gr Sayur Ca brokoli wortel : 75 gr

Susu Nutren : 25 gr

Selingan Pagi : Bubur Kacang Hijau

(22)

Makan Siang

Bubur Nasi DM : 75 gr

Dada Ayam Fillet : 50 gr Tempe Bumbu Kuning : 50 gr Sayur Bening : 75 gr

Selingan Sore : Pisang Rebus Makan Malam

Bubur Nasi Dm : 75 gr

Gadon daging ayam giling : 50 gr Semur Tahu Putih : 100 gr

Sop Makaroni : 75 gr

Pepaya : 100 gr

B. IMPLEMENTASI 1. Pemberian Diet

Zat Gizi Makro Perkeni

Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas

= (25 x 52.2) – 10% + 20% + 10%

= 1305 – 130,5 + 261 + 130,5

= 1566 Kkal Protein = 20% x Energi

= 20% x 1566 Kkal

= 313.2/4

= 78.3 gr Lemak = 25% x Energi

= 25% x1566 Kkal

= 391.5/9

= 43.5 gr KH = 55% x Energi

= 55% x 1566 Kkal

= 861.3/4

(23)

= 215.3 gr a. Zat Gizi Mikro

Zat Besi = 8 mg Vit E = 20 mcg Vit C = 75 mg Natrium = 1500 mg Kalsium = 1200 mg Kalium = 4700mg Magnesium = 340 mg Serat = 25 gram/hari

2. Konseling Diet

Tabel 13. Perencanaan Konseling Hari, Tanggal -

Durasi ± 30 menit

Tempat Ruang konsultasi gizi

Topik Penatalaksanaan diit DM, RG, dan Tinggi Protein

Tujuan - Memberikan pengetahuan tentang diet DM, RG, Tinggi protein

- Menggambarkan keadaan penyakit pasien cara pengobatan dan pencegahan DM, hipertensi dan Anemia

- Memberikan gambaran tentang makannan yang di anjurkan dan tidak di anjurkan Sasaran Pasien dan keluarga

Materi - Makanan tinggi protein atau zat besi - Makanan rendah gula

- Makanan rendah garam Metode Diskusi, tanya jawab

Media Leafleat, food model, buku foto makanan.

Evaluasi - Pasien dan keluarga dapat mengulang kembali materi yang telah disampaikan saat edukasi

(24)

- Pasien dan keluarga mampu mempraktekan perilaku gizi yang sudah diberikan

- Pasien dan keluarga termotivasi untuk mematuhi terapi gizi

(25)

BAB VI

MONITORING DAN EVALUASI GIZI Tabel 14. Monitoring dan Evaluasi

Paramete r yang dimonitor

Metode/ala t

Target Rencana Hasil Keterangan

Asupan makan

Recall dan penimbang an sisa makanan

100% Dimonitor

setiap hari selama 3 hari

Asupan Makan hari Pertama 58,3%

Asupan Makan Hari ke2 91%

Asupan makana hari ke 3 91%

Rata Rata Asupan Makanan 80,5 %

Memenuhi Target

Pengetah uan dan perilaku

Diskusi dan tanya jawab

Pasien dapat menjawab pertanyaan 6 dari 10 pertanyaan Pasien dapat mengulang kembali matri yang disampaika n

Dimonitor setiap hari

Pasien Dapat Mengula ngi materi yang di berikan

Memenuhi target

Tekanan Darah

Pengukuran Tekanan Darah

Tekanan darah turun mendekati normal

3 hari sekali

Tekanna darah 119/89

Memenuhi Target Gula

darah

Pengukuran Gula darah

Gula darah turun

mendekati normal

3 hari sekali

Gula darah 197 mg/dL

Memenuhi target

(26)

HB Pengukuran HB

Kadar HB naik

mendekati normal

3 hari sekali

HB 13 g/dL

Memenuhi Target

Hari ke

Tabel 15. Pembanding Asupan di RS Terminologi Asupan RS Kebutuhan

Gizi RS

Pencapaian (%)

Keterangan

CS-1 Kebutuhan energi

Energi 1579 kkal

Energi 1566 Kkal kkal

100,8% Asupan Baik

CS-2 Kebutuhan Zat Gizi Makro

Protein 78.8 gr

Protein 78,3 gr gr

100,6% Asupan Baik Lemak 49

gr

Lemak 43.5 gr

112,6% Asupan Baik Karbohidrat

204.4gram

Karohidrat 215.3 gr

94.3 % Asupan Baik

(27)

BAB VII PEMBAHASAN

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua – duanya (Penuntun Diet dan Terapi Gizi, Edisi 4).

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang terjadi karena pankreas rusak dalam produksinya atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, sehingga hanya sebagian kecil glukosa yang masuk ke dalam sel dan terakumulasi dalam darah (hiperglikemia). Purbowati (2016) Tidak tersedianya glukosa dalam sel akan mengakibatkan glukoneogenesis yang berlebihan. Kerusakan sel beta pankreas disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain faktor genetik, infeksi bakteri, faktor nutrisi, zat diabetogenik, dan radikal bebas (stres oksidatif).

(Yuliani, 2012)

Defisiensi kerja insulin terjadi akibat sekresi insulin yang tidak adekuat dan/atau berkurangnya respons jaringan terhadap insulin pada satu atau lebih titik di jalur kompleks aksi hormon. Gangguan sekresi insulin dan defek kerja insulin sering terjadi pada pasien yang sama, dan seringkali tidak jelas gangguan mana, jika ada, yang merupakan penyebab utama hiperglikemia. (ADA, 2011)

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit hiperglikemi akibat insensivitas sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas, maka diabetes mellitus tipe II dianggap sebagai non insulin dependent diabetes mellitus. Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). (Fatimah,2015)

Diabetes melitus tipe 2 bukan disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin, namun karena sel sel sasaran insulin gagal atau tidak mampu merespon insulin secara normal.Keadaan ini lazim disebut sebagai “resistensi insulin”. Resistensi insulin banyak terjadi akibat dari obesitas dan kurang nya aktivitas fisik serta penuaan.Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dapat juga terjadi produksi glukosa hepatik yang berlebihan namun tidak terjadi pengrusakan sel-sel B langerhans

(28)

secara autoimun seperti diabetes melitus tipe 2. Defisiensi fungsi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 hanya bersifat relatif dan tidak absolut.

(Fatimah,2015)

Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penyebba hipertensi dapat di klasifikasikan menjadi 3, yaitu hipertensi esensial (Penyebab tidak di ketahui), hipertensi Primer ( Karena Gaya Hidup) dan Hipertensi Sekunder (disebabkan Penyakit Lain) (Buku Penuntun Diet, 2021)

Anemia adalah penyakit yang dimana kadar hemoglobin pasien di bawah 12 g/dL. Ada beberapa penyebab dari anemia dan salah satunya adalah kekurangan zat Besi.

Skrining yang dilakukan pada pasien menggunakan metode Mini Nutritional Assasment Short Form (MNA-SF). Metode ini dipilih karena sederhana, lengkap, serta menilai fakto-faktor (mobilitas, masalah neuropsikologis, penyakit psikologis atau akut dan mencantumkan IMT) yang berperan terhadap status gizi dan validitasnya telah banyak diuji pada berbagai studi di berbagai negara, skrining ini digunakan untuk mengkaji pasien dengan kategori lansia.

Dari data yang diketahui, tinggi badan pasien adalah 158 cm dan berat badan 77 kg dengan perhitungan BBI menunjukkan hasil 60 kg, sehingga didapatkan nilai IMT Tn A 24 kg/m2 termasuk dalam kategori Normal Namun mengalami mual muntah. Pasien mengalami penurunan berat badan nanmun tidak di ketahui penurunan nya.

Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium pasien diketahui data GDS 573 mg/dl, GD2jpp 345 mg/dl termasuk kategori diatas normal yang menunjukkan adanya penyakit DM, SGPT SGOT normal dan HB di bawah normal.

Pasien mengalami cepat lelah, banyak kencing terutama pada malam hari dan banyak minum, pasien juga mengalami gatal – gatal pada saat tubuh berkeringat.

Jika insulin dalam tubuh tidak cukup banyak atau tidak dapat bekerja dengan baik maka glukosa tidak dapat diubah menjadi energi kemudian lama kelamaan glukosa akan menumpuk dalam darah tidak masuk kedalam sel. Hal itu menyebabkan kadar glukosa darah menjadi tinggi dan kemudian dikeluarkan melalui urin. Terkait

(29)

dengan tanda vital pasien memiliki tekanan darah yang tinggi atau hipertensi Ringan .

Diagnosis yang ditegakkan pada pasien adalah Perubahan Nilai Laboratorium terkait Gizi (NC 2.2) (P), Berkaitan dengan Anemia (E), divtandai dengan HB di bawah normal (8.4 g/dL) (S). Perubahan Nilai Laboratorium terkait Gizi (NC 2.2) (P), Berkaitan dengan gangguan organ pankreas (E) Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (Diatas Normal) (S). Penurunan Kebutuhan Natrium (NI 5.10.7) (P), Berkaitan dengan Hipertensi (E), Di tandai dengan Tekanan darah 150/90 mmhg (diatas Normal) (S). Inadequat Asupan Oral (NI 2.1) (P), Berkaitan dengan mual muntah (E), Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%) tidak makan selama 1 minggu (S). Tidak siap untuk mengubah diet dan prilaku (NB 1.3) (P), tidak mau atau tidak tertarik untuk menerapkan informasi (E), Di tandai Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM dan sudah mendapatkan konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan dengan baik (S)

Intervensi yang diberikan kepada Tn A berupa edukasi dan konseling gizi serta pemberian modifikasi diet. Tujuan intervensi tentang pemberian modifikasi diet adalah untuk memenuhi asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat sesuai kebutuhan pasien yaitu sebanyak 80 – 100% serta meringankan penyakit pasien yaitu DM, Hipertensi serta Anemia.

Berdasarkan buku penuntun diet, untuk penyakit diabetes militus diberikan jenis diet DM dengan memperhatikan jumlah kalori yang masuk, pada pasien tuan A diberikan diet DM 1500 Kkal karena memperhatikan kebutuhan asupan Energinya. Kemudian dipadukan dengan Diet DASH karena mempunyai data fisik klinis kenaikan tekanan darah diatas normal sebesar 150/90 mmhg bentuk makanan pada pasien DM disesuaikan dengan daya terima dan juga kemampuan cerna dari pasien atau penyakit penyerta lainnya. Pada tuan A diberikan bentuk makanan lunak karena didasari oleh riwayat pasien yang tidak mengalami kesulitan mengunyah dan menelan serta mual muntah. Pemberian diet juga memperhatikan prinsip diet dari diet DM yaitu memperhatikan penggunaan bahan makanan yang harus di perhatikan. Pemberian gula murni tidak diperkenankan karena akan menlonjakan kadar gula darah secara drastis yang pasti akan memperburuk keadaan

(30)

pasien. Zat gula yang diperkenankan menggunakan gula fruktosa yang ada di buah- buahan. Bentuk gula yang dianjurkan adalah pemberian karbohidrat komplek.

Pemberian protein hewani di berikan tinggi karena pasien mengalami Anemia, pemberian Protein yang tinggi dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Protein berperan penting dalam transportasi zat besi dalam tubuh. Kurangnya asupan protein akan mengakibatkan transportasi zat besi terhambat sehingga akan terjadi defisiensi besi (Almatsier, 2009). Kekurangan zat besi menyebabkan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normalnya, keadaan ini disebut anemia (Waryana, 2010). Pasien Juga mengalami Ulkus Diabetikum yaitu luka pada kaki yang tak kunjung sembuh, hal ini membuat kebutuhan protein di tingkatkan untuk membantu proses penyembuhan.

Penggunakan bahan makananan berupa sayur – sayuran juga disarankan menggunakan sayuran tipe A dan mengurangi tipe B. Hal ini dikarenakan sayuran A mempunyai kadar hidrat arang rendah sehingga cocok digunakan untuk pasien DM. Sayuran yang tinggi karbohidrat akan membuat peningkatan gula daram darah karena pemecahan Karbohidrat menjadi zat gula sederhana. Kemudian juga mengandung protein nabati yang didalamnya mengandung ureium dan purin yang akan membuat peningkatan kadar asam urat sehingga pada kasus ini tidak disarankan menggunakan sayuran tipe B

Asupan lemak juga harus di perhatikan dan sesuai dengan kebutuhan. Lemak berperan dalan mempertahankan sensitivitas insulin. Asupan lemak yang tinggi akan menurunkan sensitivitas insulin, selain itu asupan lemak yang tinggi juga akan menurunkan kadar Adiponektin dalam darah yang bertugas mengontrol sensitivitas insulin (Purba dan Monolimay, 2015). Lemak termasuk sumber energi terbesar yang dapat mengakibatkan obesitas. Sel-sel lemak pada obesitas akan menghasilkan zat adipositokin yang dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin.

Makanan tinggi lemak mempunyai energi yang tinggi, kemudian diperkuat oleh pola aktifitas dari nyonya S yang tergolong ringan yang secara tidak langsung membuat asupan nya lebih dari kebutuhan. Hal ini ini membuat metabolisme

(31)

glukosa terjadi glikogenesis dan akan diubah menjadi glikogen, ketika berlebihan akan diubah menjadi lemak melalui lipogenesis didalam jaringan adiposa.

Zat gizi mikro yang perlu di perhatikan pemberiannya adalah vitamin E, vitamin C, kalsium, Kalium, dan Magnesium. Vitamin E dan C merupakan antioksidan dan dapat mengendalikan kelebihan radikal bebas yang di hasilkan oleh gula yang tidak normal dan dapat membantu membakar timbunan lemak. Kalsium dapat menstimulasi sekresi insulin dan juga mempunyai efek neuretik yang mampu menurunkan tekanan darah. Mineral yang terkandung dalam interseluler salah satunya adalah magnesium, asupan magnesium dapat menurunkan resiko resistensi insulin. Serat mempengaruhi penyerapan glukosa, semakin tinggi asupan Serat akan semakin rendah glukosa darah.

Tujuan dari edukasi dan konseling terkait gizi adalah untuk mengedukasi dan memotivasi pasien agar mengetahui terkait makanan atau zat gizi yang tepat untuk penderita penyakit DM, Hipertensi dan Anemia dan juga untuk memotivasi pasien dalam mematuhi anjuran diet yang diberikan agar pasien dapat segera sembuh.

Pemberian konseling diberikan kepada pasien dan juga keluarga agar pasien tidak dapat melaksanakan anjuran diet maka dibantu oleh keluarga terdekat. Pelaksanaan motivasi dan edukasi dilaksanakan setiap 3 hari dan dimonitor setiap hari guna mengetahui apakah pasien dan keluarga paham terkait materi. Penambahan materi terkait motivasi agar pasien mematuhi diet dan menuju kesembuhan, menumbuhkan kesadaran pasien agar mengatur pola makan dan menormalkan status gizi menjadi normal.

Monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada pasien A meliputi pemberian asupan sesuai kebutuhan, Pemantauan Gula darah, Tensi dan juga Kadar HB darah pasien. Serta untuk memantau pengetahuan terkait gizi dari pasien dan keluarga.

Hasil evaluasi nya adalah asupan makanan rata rata 80,5% dari 3 hari. Dan hanya menyisakan sedikit bubur dan sayur karena telah merasa kenyang ataupun ada yang kurang suka terhadap beberapa makanan tertentu. Gula darah mengalami penurunan di hari ke 3 yaitu mencapai197 mg/dL serta tekanan darah juga mengalami penurunan mencapai 119/89 mmHg. Hal ini karena pemberian diet pasien yaitu pembatasan asupan gula dan karbohidrat serta pembatasan natrium.

(32)

Kadar HB juga mengalami kenaikan karena pemberian intervensi asupan protein serta zat besi yang dapat menaikan kadar HB darah. Monitoring Pengetahuan setelah di berikan konseling, pasien tidak bisa menjawab pertanyaan karena sedang tidur dan menderita demensia. Keluarga dapat menjawab dan menerangkan seluruh konseling dan materi yang sudah di berikan

KESIMPULAN

• Pasien Ny. S dating ke rumah sakit dengan keluhan mual muntah tidak nafsu makan danterdapat Ulkus Diabetikus

• Diagnosis Medis Pasien menderita DM, Ulkus diabetikus, dengan Hipertensi dan Anemia

• Asupan Makanan Sebelum Masuk RS cenderung senang mengkonsumsi gula, berlemak, dan tinggi natrium serta tidak menyukai sayur dan buah

• IMT pasien berkategori normal

• Data Biokimia menunjukan GDS di atas normal dan HB di bawah normal

• Data Fisik Klinis Menunjuka Tekanan darah di atas normal

• Asupan sebelum masuk RS Defisit karena mengalami mual dan muntah

• Asupan Di rumah Sakit hari pertama masih mengalami devisit karena pasien masih merasa mual dan muntah muntah. Hari kedua asupan makan berangsur angsur membaik tapi masih mengalami mual muntah. Di hari ketiga asupan pasien mengalami peningkatan dan berhasil 100% dari kebutuhan

• Monitoring dan evaluasi terkait GDS di hari ketiga mengalami penurunan menjadi 197 mg/dL. Hemoglobin Mengalami Kenaikan 13 g/dL dan Tekanan darah mengalami penurunan 119/89 mmHg

• Monitoring terkait pengetahuan Pasien tidak dapat menjawab pengetahuan di karenakan sedang tidur, keluarga mendengarkan dengan baik terkait edukasi yang di berikan dan dapat mengulangi materi yang di sampaikan serta berkomitmen akan menerapkan diet yang di berikan.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2004). Penuntun Diet Edisi Terbaru. Jakarta : Pt Gramedia Pustaka Utama.

Almatsier, S. (2009). Penuntun Diet Edisi Terbaru. Jakarta : Pt Gramedia Pustaka Utama.

Purbowati. (2016). Pengaruh Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Terhadap Kadar Glukosa Darah, Profil Lipid Dan Kadar Mda Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Diabetes Melitus. Jurnal Gizi Indonesia, 4(2):131 – 137.

Suharyati, Hartati, B., Kresnawan, T., Sunarti, Hudayani, F., & Darmarini, F.

(2019). Penuntun Diet Dan Terapi Diet Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran Egc.

Yuliani, D. (2012). Pengaruh Pemberian Jus Brokoli (Brassica Oleracea L. Var.

Italica) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus Norvegicus Strain Wistar) Model Diabetes Mellitus. Accelerating The World’s Research.

Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority, 4 (5) : 93 – 101.

Purba, R.B dan Monolimay, S. 2015. Asupan Karbohidrat dan Lemak pada Diabetes Tipe II yang Rawat Jalan di Puskesmas Tombatu. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.

(34)

LAMPIRAN Lampiran 1. Leaflet

(35)
(36)

Lampiran 3. RECALL 24 JAM IDENTITAS PASIEN

No RM : 00170778

Nama Responden : Ny. S Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 66 thn

Tinggi Badan : 158 cm Berat Badan : 60 kg Waktu

Makan

Nama Makanan

Nama Bahan Makanan

Berat Zat Gizi

URT Gram Energi

(Kkal)

Protein (Gr)

Lemak (Gr)

Karbohidrat (Gr)

PAGI Nasi

Sarden Krupuk The manis

Beras Ikan Krupuk Gula

2centong 2 potong 1 pcs 1 sendok

50 gr 100 gr 20 gr 10 gr

SIANG Nasi

Ikan Layur Lodeh Jipang Gorengan

Beras Ikan Layur Jipang

Singkong/

2Centong 1 potong 1 gelas

2 Potong

50 gr 50 gr 20 gr

50 gr

(37)

SELINGAN SORE

Tahu dan tempe goreng

Tahu Tempe Minyak

100 50 10 gr

MALAM Nasi

Abon gori

Beras Abon Gori

2centong 2 sedok 1 gelas

50 gr 20 gr 20 gr

(38)

Lampiran 4

Nutrisurvey SMRS

=================================================================

Analysis of the food record

==================================================================

Food Amount energy carbohydr.

__________________________________________________________________________

PAGI

beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g

ikan pindang benggol 100 g 104,9 kcal 0,0 g

krupuk udang 20 g 105,4 kcal 11,9 g

Meal analysis: energy 390,8 kcal (29 %), carbohydrate 51,7 g (31 %)

TEH MANIS

teh 5 g 2,5 kcal 0,5 g

gula pasir 10 g 38,7 kcal 10,0 g

Meal analysis: energy 41,2 kcal (3 %), carbohydrate 10,5 g (6 %)

SIANG

beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g

ikan asin layur 50 g 41,9 kcal 0,0 g

Meal analysis: energy 222,4 kcal (16 %), carbohydrate 39,8 g (24 %)

TEMPE GORENG

tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g

minyak kelapa sawit 5 g 43,1 kcal 0,0 g

Meal analysis: energy 142,7 kcal (11 %), carbohydrate 8,5 g (5 %)

LODEH

labu siam mentah 30 g 6,0 kcal 1,3 g

santan (kelapa dan air) 30 g 31,8 kcal 1,4 g

Meal analysis: energy 37,9 kcal (3 %), carbohydrate 2,7 g (2 %)

SELINGAN SORE

tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g

tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g

minyak kelapa sawit 10 g 86,2 kcal 0,0 g

(39)

Meal analysis: energy 261,8 kcal (19 %), carbohydrate 10,4 g (6 %)

MALAM

beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g

abon 20 g 63,0 kcal 0,0 g

gori / nangka muda mentah 20 g 8,8 kcal 2,0 g

Meal analysis: energy 252,2 kcal (19 %), carbohydrate 41,8 g (25 %)

==================================================================

Result

==================================================================

Nutrient analysed recommended percentage

content value value/day fulfillment

__________________________________________________________________________

energy 1348 kcal 2036,3 kcal 66 %

water 0,0 g 2700,0 g 0 %

protein 33.5 g(24%) 60,1 g(12 %) 136 %

fat 37.2 g(26%) 69,1 g(< 30 %) 59 % carbohydr. 217.7 g(49%) 290,7 g(> 55 %) 57 %

dietary fiber 5,5 g 30,0 g 18 %

alcohol 0,0 g - -

PUFA 11,8 g 10,0 g 118 %

cholesterol 103,2 mg - -

Vit. A 779,2 µg 800,0 µg 97 %

carotene 0,0 mg - -

Vit. E (eq.) 3,5 mg 12,0 mg 29 %

Vit. B1 0,5 mg 1,0 mg 49 %

Vit. B2 0,5 mg 1,2 mg 38 %

Vit. B6 1,1 mg 1,2 mg 96 %

tot. fol.acid 108,0 µg 400,0 µg 27 %

Vit. C 4,6 mg 100,0 mg 5 %

sodium 3835,7 mg 2000,0 mg 192 %

potassium 1281,5 mg 3500,0 mg 37 %

calcium 256,2 mg 1000,0 mg 26 %

magnesium 315,0 mg 310,0 mg 102 %

phosphorus 776,2 mg 700,0 mg 111 %

iron 10,5 mg 15,0 mg 70 %

zinc 7,2 mg 7,0 mg 102 %

(40)

Lampiran 5

Contoh Foto Menu makanan

Makan Pagi Makan Siang Makan Malam

(41)

Lampiran 5

Nutrisurvey saat di RS

==================================================================

Analysis of the food record

==================================================================

Food Amount energy carbohydr.

__________________________________________________________________________

PAGI NASI

beras putih giling 50 g 180,4 kcal 39,8 g

Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)

BESTIK AYAM

ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g

Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)

TAHU BUMBU ACAR

tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g

Meal analysis: energy 76,0 kcal (5 %), carbohydrate 1,9 g (1 %)

SAYUR CA

Broccoli fresh cooked 20 g 4,6 kcal 0,4 g

Carrot fresh 20 g 5,2 kcal 1,0 g

Meal analysis: energy 9,8 kcal (1 %), carbohydrate 1,3 g (1 %)

SUSU

susu nutrima 25 g 116,0 kcal 12,9 g

Meal analysis: energy 116,0 kcal (7 %), carbohydrate 12,9 g (6 %)

SELINGAN

toge kacang hijau mentah 20 g 12,2 kcal 1,0 g

tepung susu skim 25 g 92,0 kcal 12,9 g

Meal analysis: energy 104,2 kcal (6 %), carbohydrate 13,8 g (7 %)

SIANG NASI

(42)

Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)

DADA AYAM FILLET

daging ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g

Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)

TEMPE BUMBU KUNING

tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g

Meal analysis: energy 99,5 kcal (6 %), carbohydrate 8,5 g (4 %)

SAYUR BENING

bayam segar 20 g 7,4 kcal 1,5 g

gambas / oyong mentah 20 g 4,0 kcal 0,9 g

semangka 100 g 32,0 kcal 7,2 g

Meal analysis: energy 43,5 kcal (3 %), carbohydrate 9,5 g (5 %)

SELINGAN SORE Pisang Rebus

pisang ambon 100 g 92,0 kcal 23,4 g

Meal analysis: energy 92,0 kcal (6 %), carbohydrate 23,4 g (11 %)

MALAM NASI

beras putih giling 50 g 180,4 kcal 39,8 g

Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)

GADON DAGING AYAM GILING

daging ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g

Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)

SEMUR TAHU PUTIH

tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g

Meal analysis: energy 76,0 kcal (5 %), carbohydrate 1,9 g (1 %)

SOP MAKARONI

Carrot fresh 10 g 2,6 kcal 0,5 g

kacang kapri mentah 10 g 8,4 kcal 1,6 g

pepaya 100 g 39,0 kcal 9,8 g

(43)

Meal analysis: energy 49,9 kcal (3 %), carbohydrate 11,8 g (6 %)

==================================================================

Result

==================================================================

Nutrient analysed recommended percentage

content value value/day fulfillment

__________________________________________________________________________

energy 1579 kcal 2036,3 kcal 80 %

water 44,9 g 2700,0 g 2 %

protein 78.8 g(24%) 60,1 g(12 %) 160 %

fat 49 g(27%) 69,1 g(< 30 %) 72 %

carbohydr. 204,4 g(50%) 290,7 g(> 55 %) 70 %

dietary fiber 11,7 g 30,0 g 39 %

alcohol 0,0 g - -

PUFA 15,0 g 10,0 g 150 %

cholesterol 130,0 mg - -

Vit. A 962,2 µg 800,0 µg 120 %

carotene 2,5 mg - -

Vit. E (eq.) 2,8 mg 12,0 mg 23 %

Vit. B1 0,9 mg 1,0 mg 91 %

Vit. B2 1,4 mg 1,2 mg 115 %

Vit. B6 2,0 mg 1,2 mg 164 %

tot. fol.acid 216,8 µg 400,0 µg 54 %

Vit. C 118,1 mg 100,0 mg 118 %

sodium 374,1 mg 2000,0 mg 19 %

potassium 2637,8 mg 3500,0 mg 75 %

calcium 933,3 mg 1000,0 mg 93 %

magnesium 459,8 mg 310,0 mg 148 %

phosphorus 1247,3 mg 700,0 mg 178 %

iron 19,5 mg 15,0 mg 130 %

zinc 9,9 mg 7,0 mg 141 %

(44)

Lampiran 6 Comstok hari 1

Jenis makanan

Standar

Porsi Waktu

% Sisa Makanan

Keterangan 0 %

(0)

25 % (1)

50 % (2)

75 % (3)

95 % (4)

100 % (5)

P 06.45 Ö

S 12.00 Ö

M 17.30 Ö

Comstok hari 2

Jenis makanan

Standar

Porsi Waktu

% Sisa Makanan

Keterangan 0 %

(0)

25 % (1)

50 % (2)

75 % (3)

95 % (4)

100 % (5)

P 06.45 Ö

S 12.00 Ö

M 17.30 Ö

Comstok Hari 3

Jenis makanan

Standar

Porsi Waktu

% Sisa Makanan

Keterangan 0 %

(0)

25 % (1)

50 % (2)

75 % (3)

95 % (4)

100 % (5)

P 06.45 Ö

S 12.00 Ö

M 17.30 Ö

(45)

Sisa makanan 0% : Makanan Habis Sisa makanan 25% : sisa makanan ¼ Porsi Sisa makanan 50% : Sisa makanan ½ Porsi Sisa Makanan 75% : Sisa makanan ¾ Porsi

Sisa Makanan 95% : Sisa makanan hamper utuh ( ± 1 sendok makan)

Gambar

Tabel 2. Data Antropometri
Tabel 7. Pembanding Asupan SMRS dengan Kebutuhan
Tabel 11. Kemungkinan Diagnosa
Tabel 13. Perencanaan Konseling  Hari, Tanggal  -
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang Hipertensi, asupan lemak dan natrium dengan status gizi diposyandu lansia didesa Gonilan, Kartasura,

Hubungn Asupan Gizi Makan Pagi Dan Makan Siang Dengan Status Gizi Dan Kesegaran Jasmani Pada Anak Sekolah Dasar Negeri Tembalang Semarang.. Jurnal

Hubungan asupan asam lemak jenuh, asam lemak tidak jenuh dan Natrium dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause di Kelurahan bojongsalaman.. Journal of Nutrition

Buatlah satu menu asupan gizi seimbang selama 1 hari bagi bayi usia 9 bulan yang terdiri menu sarapan, snack pagi, makan siang, snack sore dari makanan-makanan sesuai dengan

Dengan demikian, penelitian ini penting untuk dilakukan dengan tujuan menganalisis kesukaan rasa asin, konsumsi makanan tinggi natrium, asupan natrium, berat badan, dan

HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KALIUM, MAGNESIUM, KALSIUM, PENGETAHUAN GIZI DAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT

Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi dengan pola makan bergizi seimbang, yang terdiri dari aneka ragam makanan, terutama sumber pangan hewani yang kaya

2.3 Diagnosa Gizi 2.3.1 Domain Asupan NI  NI-2.1 Asupan makanan dan minuman oral inadekuat berkaitan dengan nafsu makan yang menurun ditandai dengan hasil recall energi 37%, protein