LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK
PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092
PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN 2021
LAPORAN KEPANITERAAN GIZI KLINIK
PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092
PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN 2021
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Kepaniteraan Gizi Klinik Telah berhasil dissusun berdasarkan kasus sebagaimana Berikut :
PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUS, HIPERTENSI DAN ANEMIA
OLEH :
MUHAMMAD DZULKHA IKHSANUL FIKRI G2B018092
Telah di setujui dan disahkan pada Tanggal
12 Januari 2022 Menyutujui, Pembimbing Lahan/CI Instalasi Gizi
RSJD. dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah
Tri Rahayuningsih, S.ST NIP. 187433322000032001
Kepala Instalasi
RSJD. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah
Suroyo S.ST
NIP. 1964 0601 1990 03 1010
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB I ... 5
PENDAHULUAN ... 5
A. INFORMASI UMUM/ IDENTITAS PASIEN ... 5
B. DATA PASIEN SAAT AWAL MASUK RUMAH SAKIT ... 5
BAB II ... 7
SKRINING ... 7
A. METODE SKRINING ... 7
B. PENGISIAN SKRINING ... 7
BAB III ... 9
PENGKAJIAN GIZI ... 9
A. PENGKAJIAN ANTROPOMETRI (AD) ... 9
B. PENGKAJIAN BIOKIMIA ... 9
C. PENGKAJIAN DATA FISIK DAN KLINIS ... 10
D. PENGKAJIAN RIWAYAT TERKAIT GIZI ... 10
E. PENGKAJIAN RIWAYAT PERSONAL ... 14
F. INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN ... 14
BAB IV ... 16
DIAGNOSIS GIZI ... 16
A. KEMUNGKINAN DIAGNOSA ... 16
B. PRIORITAS DIAGNOSA ... 17
BAB V ... 19
INTERVENSI GIZI ... 19
A. PERENCANAAN ... 19
B. IMPLEMENTASI ... 21
BAB VI ... 24
MONITORING DAN EVALUASI GIZI ... 24
BAB VII ... 26
PEMBAHASAN ... 26
DAFTAR PUSTAKA ... 32 LAMPIRAN ... 33
BAB I PENDAHULUAN A. INFORMASI UMUM/ IDENTITAS PASIEN
1. Inisial Pasien : Ny. S
2. Umur : 66
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Suku Bangsa : Jawa
5. Status Perkawinan : - 6. Kondisi Ekonomi yang
berpengaruh pada kesehatan : -
B. DATA PASIEN SAAT AWAL MASUK RUMAH SAKIT 1. Tanggal Masuk Rumah
Sakit
: 4 Januari 2022 2. Keadaan Masuk Rumah
Sakit
: Pasien mual dan muntah, tidak makan selama 1 minggu, lemas, pusing, terdapat luka di kaki. cepat lelah, banyak kencing terutama pada malam hari dan banyak minum, pasien juga mengalami gatal – gatal pada saat tubuh berkeringat
Hanya makan roti
3. Diagnosis Penyakit : DM, Hipertensi, Anemia, Ulkus Diabetikum
4. Terapi yang Di Berikan (Terapi Medis, Diet, dll)
: Inf RL, cefrtriaxone, ranitidin, ondentron, sucralfat, amlodipin, ropedin
5. Data Riwayat Kesehatan &
Pengobatan Sebelum di Rawat
: Pernah masuk rumasakit karena DM
6. Data Riwayat Gizi sebelum di rawat dan sebelum study kasus
: Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah.
sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi. suka makan bandeng presto, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG
BAB II SKRINING A. METODE SKRINING
Skrining yang di gunakan pada nyonya S adalah menggunakan metode MNA-SF
B. PENGISIAN SKRINING
SKRINING GIZI (MNA-SF) Tabel 1. Skrining MNA-SF
Apakah terjadi penurunan asupan makan selama 3 bulan terakhir berkaitan dengan penurunan nafsu makan, gangguan saluran cerna, kesulitan mengunyah atau kesulitan menelan?
0 = penurunan nafsu makan tingkat berat
1= penurunan nafsu makan tingkat sedang
2= tidak kehilangan penurunan nafsu makan
Penurunan berat badan selama 3 bulan terakhir
0= penurunan berat badan > 3kg 1= penurunan berat badan tidak diketahui
2= penurunan berat badan antara 1-3 kg
3= tidak terjadi penurunan berat badan
Mobilitas 0= hanya diatas kasur atau di
kursi roda
1= dapat beranjak dari
kursi/kasur, tetapi tidak mampu beraktivitas normal
2= mampu beraktivitas normal Menderita penyakit psikologis atau
penyakit akut dalam 3 bulan terakhir
0= ya 2= tidak
Masalah neuropsikologis 0= demensia tingkat berat atau depresi
1= demensia tingkat sedang 2= tidak ada masalah psikologis Index Massa Tubuh (IMT) 0= IMT < 19
1= IMT 19-<21 2= IMT 21-<23 3= IMT ≥ 23
Total skor 6
Skor skrining
12-14 = Status gizi normal 8-11 = Beresiko malnutrisi 0-7 = Malnutrisi
Kesimpulan : pasien malnutrisi
BAB III PENGKAJIAN GIZI A. PENGKAJIAN ANTROPOMETRI (AD)
Tabel 2. Data Antropometri
Terminologi Antropometri Hasil Nilai normal
Interpretasi
AD 1.1.1 TB 158 cm -
AD 1.1.2 BBA 60 kg -
AD 1.1.2 BBI 52,2 kg - AD 1.1.3 IMT 24 kg/m2 18,5-25
kg/m2
Normal BBI = (TB – 100) x 0,9
= (158 – 100) x 0,9
= 60 x 0,9
= 52.2 kg IMT = "!($)!! !
= (.*+&'!
= 24 m2
Kesimpulan : dari data di atas dapat di peroleh kesimpulan bahwa status gizi pasien normal
B. PENGKAJIAN BIOKIMIA Tabel 3. Data Biokimia Terminologi Data
Biokimia
Data Pasien
Kadar Normal
Satuan Interpretasi
BD 1.10.1 HB 8.4 12 - 14 g/dL Di bawah Normal BD 1.4.3 SGOT 15,9 < 37 U/I Normal BD 1.4.4 SGPT 17 < 42 U/I Normal BD 1.5.2 GDS 573 < 200 Mg/dl Diatas
normal
Kesimpulan : dari data di atas dapat disimpulkan bahwa HB di bawah normal dan GDS di atas normal
C. PENGKAJIAN DATA FISIK DAN KLINIS Tabel 4. Data Fisik Klinis
Terminologi Data
Klinis/Fisik
Hasil Nilai Normal
Interpretasi
PD 1.1.9 Tekanan darah 150/90 120/80 mmHg
Diatas Normal PD 1.1.9 Respirasi 20x/menit 20-30
x/menit
Normal PD 1.1.9 Suhu 36 ° C 36° - 37° C Normal PD 1.1.9 Nadi 100 x/ menit 60 – 100 x/
menit
Normal Kesimpulan : dari data di atas dapat di simpulkan bahwa tekanan darah diatas normal
D. PENGKAJIAN RIWAYAT TERKAIT GIZI Tabel 5. Data Riwayat Gizi
Terminologi Data Pasien
FH-1.2.2.2 Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah.
sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi. suka makan bandeng presto, ikan sarden, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG
FH 1.2.2.3 Pola makan : 3x sehari FH-2.1 Ngemil roti di sore hari FH-2.1 Jarang makan buah dan sayur
FH 7.3.1 Aktivitas fisik : ringan (menyapu dan menonto tv) FH 7.3.1 Jarang berolah raga
FH-2.1.2.2 Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM dan sudah mendapatkan konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan dengan baik anjuran dietnya karena tidak tahan lapar.
FH-5.1.1 Kurang patuh dengan diet yang sudah diberikan sebelumnya FH-5.1.5 Belum bisa melaksanakan diet dengan baik
Kesimpulan : Makan teratur nasi 3x/hari, hanya pakai abon, minum the manis setiap pagi dan malam jarang makan buah dan sayur serta jarang berolahraga
1. Asupan Makanan
Makan pagi dengan nasi 2 centong dengan lauk sarden dan kerupuk ditambah 1 gelah teh manis dengan gula 1,5 sendok makan., makan siang nasi 2 centong ditambah sayur ½ gelas sayur lodeh jipang dan ikan asin layur goreng, makan malam makan nasi 1,5 centong dengan sayur gori dan sambal ijo yang beli di warung padang. Selain itu pasien juga suka nyemil singkong goreng sekali makan 3 potong, bakwan jagung 2 potong dan kalau malam bikin mie instan dan sosis karena masih merasa lapar. Pasien jarang makan buah.
2. Pengetahuan Terkait Gizi
Pasien Sudah Pernah Mendapat Edukasi Gizi tapi belum bisa menerapkan diet
3. Aktivitas
Aktivitas pasien ringan hanya menyapu dan menonton TV 4. Kemampuan Untuk Menerima makanan
Pasien kesulitan menelan, tidak nafsu makan, mual muntah dan tidak memiliki alergi terhadap makanan
5. Standart Pembanding Asupan SMRS dan Asupan RS saat Assesment
a. Data Pembanding asupan SMRS Tabel 6. Data Asupan SMRS
Terminologi Data Asupan Nilai Gizi
FH-1.1.1 Energi 1348 kkal
FH-1.5.1 Lemak 37.2 gr
FH-1.5.2 Protein 33.5 gr
FH-1.5.3 Karbohidrat 217.75 gr
b. Standar pembanding SMRS
Perkeni
Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas
= (25 x 52.2) – 10% + 20% + 20%
= 1305 – 130,5 + 261 + 261
= 1696.5 Kkal Protein = 20% x Energi
= 20% x 1696.5 Kkal
= 339.3/4
= 84.8 gr Lemak = 25% x Energi
= 25% x 1696.5 Kkal
= 424/9
= 47.1 gr KH = 55% x Energi
= 55% x 1696.5 Kkal
= 933/4
= 233.2 gr
Tabel 7. Pembanding Asupan SMRS dengan Kebutuhan
Kesimpulan : dari data di atas dapat di simpulkan bahwa energi, lemak, dan karbohidrat berkategori asupan baik dan protein defisit berat
Terminologi Asupan SMRS
Kebutuhan Gizi SMRS
Pencapaian (%)
Keterangan
CS-1 Kebutuhan energi
Energi 1340 kkal
Energi 1696.5 Kkal kkal
78.9% Asupan Defisit ringan
CS-2 Kebutuhan Zat Gizi Makro
Protein 33.5 gr
Protein 84.8 gr gr
39.5% Asupan Deficit berat
Lemak 37.2 gr
Lemak 47.1 gr
78.9% Asupan Defisit Ringan
Karbohidrat 217.75 gram
Karohidrat 233.2 gr
93.3% Asupan Baik
c. Kebutuhan Saat di RS Perkeni
Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas = (25 x 52.2) – 10% + 20% + 10%
= 1305 – 130,5 + 261 + 130,5 = 1566 Kkal
Protein = 20% x Energi = 20% x 1566 Kkal = 313.2/4
= 78.3 gr Lemak = 25% x Energi = 25% x1566 Kkal
= 391.5/9 = 43.5 gr KH = 55% x Energi = 55% x 1566 Kkal = 861.3/4
= 215.3 gr Vit E = 20 mcg Vit C = 75 mg Natrium = 1200 mg Kalsium = 1200 mg Kalium = 4700mg Magnesium = 340 mg Serat = 25 gram/hari d. Data Pembanding Asupan di RS
Tabel 8. Data Asupan di RS
Terminologi Data Asupan Nilai Gizi
FH-1.1.1 Energi 1579
FH-1.5.1 Lemak 49 gr
FH-1.5.2 Protein 78.8 gr
FH-1.5.3 Karbohidrat 204.4 gr
E. PENGKAJIAN RIWAYAT PERSONAL Tabel 9. Data Riwayat Personal
Terminologi Data Pasien CH-1.1.1 Usia : 66
CH-1.1.2 Jenis Kelamin : Perempuan CH-1.1.10 Aktivitas : Ringan
CH-2.1.1 Pasien mual dan muntah, tidak nafsu makan selama 1 minggu, lemas, pusing, terdapat luka di kaki
F. INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN Tabel 10. Data Interaksi Obat dan Makanan
Nama Obat Jenis Obat Interaksi Obat Dengan Makanan
Efek Samping
Ceftriaxone Antibiotik
Interaksi Cefriaxone dengan larutan yang mengandung kalsium akan menyebabkan ceftriaxone berikatan dengan kalsium dan dapat membentuk presipitat
Diare, Mual Muntah
Ranitidin Histamin
Membatasi asupan makanan bergas
Kontispasi, diare, mual, muntah
Ondensetron Antiemetik
- Sembelit,
mengantuk
BAB IV DIAGNOSIS GIZI A. KEMUNGKINAN DIAGNOSA
Tabel 11. Kemungkinan Diagnosa
Domain Problem Etiologi Sign/symptoms
Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal
Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
Berkaitan dengan
gangguan organ
pangkreas
Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)
Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi
Asupan NI 5.4 Penurunan Kebutuhan
Natrium
Berkaitan dengan hipertensi
Tekanan darah 140/90 mmHg di atas normal
suka makan bandeng presto, mie instan, sosis, memasak menggunakan MSG Asupan NI 2.1 Inadequat
Asupan Oral
Berkaitan mual dan muntah
Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)
tidak makan selama 1 minggu
Perilaku dan lingkungan
NB-1.4 Kurang dapat menjaga
Belum siap untuk diet atau perubahan gaya hidup
Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan
atau monitoring diri
buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi
Perilaku dan lingkungan
NB-1.3 Tidak siap untuk diet/
mengubah perilaku
Tidak mau atau tidak
tertarik dalam
mempelajari atau menerapkan informasi
Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM
dan sudah
mendapatkan
konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan
dengan baik anjuran dietnya karena tidak tahan lapar.
B. PRIORITAS DIAGNOSA Tabel 12. Prioritas Diagnosa
Domain Problem Etiologi Sign/symptoms
Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal
Klinis NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi
Berkaitan dengan
gangguan organ
pangkreas
Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)
Pasien makan 3 kali sehari, pakai abon, tidak suka sayur dan buah. sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi
Asupan NI 5.4 Penurunan Kebutuhan
Natrium
Berkaitan dengan himpertensi
Tekanan darah 150/90 mmHg di atas normal
suka makan bandeng presto, mie instan,
sosis, memasak menggunakan MSG Asupan NI 2.1 Inadequat
Asupan Oral
Berkaitan mual dan muntah
Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)
tidak makan selama 1 minggu
Rumusan Diagnosa :
- Perubahan nilai laboratorium terkait gizi Berkaitan dengan anemia Di tandai dengan HB 8.4 g/dL di atas normal
- Perubahan nilai laboratorium terkait gizi Berkaitan dengan gangguan organ pangkreas Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (diatas normal)
- Penurunan Kebutuhan Natrium Berkaitan dengan hipertensi di tandai dengan Tekanan darah 150/90 mmHg di atas normal
- Inadequat Asupan Oral Berkaitan mual dan muntah di tandai dengan Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%)
BAB V INTERVENSI GIZI A. PERENCANAAN
1. Tujuan Intervensi
- Memberikan makanan sesuai kebutuhan pasien untuk mencapai status gizi normal
- Mengatasi masalah gizi pasien (DM, Hipertensi, Anemia)
- Mengedukasi pasien terkait makanan dan zat gizi yang tepat untuk kebutuhan serta diet terkait penyakit pasien
2. Target Intervensi
- Pasien termotivasi dan patuh menerapkan diet yang di berikan
- Asupan Makanan 80-100%
- Gula Darah Pasien Normal - Tekanan darah Normal - HB normal
3. Preskripsi Diet
a. Penatalaksanaan Diet 1) Tujuan
- Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal
- Memberikan cukup energi untuk mencapai berat badan normal
- Mempertahan kan kadar lipida serum normal - Membantu Menurunkan tekanan darah - Membantu Menaikan Kadar Hemoglobin 2) Syarat
- Energi sesuai kebutuhan 1566 Kkal
- Protein sebesar 20% dari kebutuhan energi - Lemak 25% dari total kebutuhan energi - KH 55% dari total kebutuhan energi
- Di berikan Karbohidrat kompleks
- Penggunaan gula murni tidak di perkenankan - Penggunaan gula arternatif tidak berkalori - Cukup Vitamin dan Mineral
- Zat Besi = 8 mg - Vit E = 20 mcg - Vit C = 75 mg
- Natrium = 1000 – 1200 mg - Kalsium = 1200 mg
- Kalium = 4700mg - Magnesium = 340 mg - Serat = 25 gram/hari b. Jenis Diet
Diet DM, RG dan Tinggi Protein c. Rute Pemberian
Makanan Peroral d. Bentuk Makanan
Makanan Lunak e. Jadwal Makan
Makan Pagi : 06.30 Selingan Pagi : 10.00 Makan Siang : 12.00 Selingan Sore : 15.00 Makan Sore : 17.30 f. Perencanaan Menu Sehari
Makan Pagi
Bubur Nasi DM : 75 gr
Bestik Ayam : 50 gr
Tahu Bumbu Acar : 100 gr Sayur Ca brokoli wortel : 75 gr
Susu Nutren : 25 gr
Selingan Pagi : Bubur Kacang Hijau
Makan Siang
Bubur Nasi DM : 75 gr
Dada Ayam Fillet : 50 gr Tempe Bumbu Kuning : 50 gr Sayur Bening : 75 gr
Selingan Sore : Pisang Rebus Makan Malam
Bubur Nasi Dm : 75 gr
Gadon daging ayam giling : 50 gr Semur Tahu Putih : 100 gr
Sop Makaroni : 75 gr
Pepaya : 100 gr
B. IMPLEMENTASI 1. Pemberian Diet
Zat Gizi Makro Perkeni
Energi = Energi Basal + Koreksi Usia + Aktivitas
= (25 x 52.2) – 10% + 20% + 10%
= 1305 – 130,5 + 261 + 130,5
= 1566 Kkal Protein = 20% x Energi
= 20% x 1566 Kkal
= 313.2/4
= 78.3 gr Lemak = 25% x Energi
= 25% x1566 Kkal
= 391.5/9
= 43.5 gr KH = 55% x Energi
= 55% x 1566 Kkal
= 861.3/4
= 215.3 gr a. Zat Gizi Mikro
Zat Besi = 8 mg Vit E = 20 mcg Vit C = 75 mg Natrium = 1500 mg Kalsium = 1200 mg Kalium = 4700mg Magnesium = 340 mg Serat = 25 gram/hari
2. Konseling Diet
Tabel 13. Perencanaan Konseling Hari, Tanggal -
Durasi ± 30 menit
Tempat Ruang konsultasi gizi
Topik Penatalaksanaan diit DM, RG, dan Tinggi Protein
Tujuan - Memberikan pengetahuan tentang diet DM, RG, Tinggi protein
- Menggambarkan keadaan penyakit pasien cara pengobatan dan pencegahan DM, hipertensi dan Anemia
- Memberikan gambaran tentang makannan yang di anjurkan dan tidak di anjurkan Sasaran Pasien dan keluarga
Materi - Makanan tinggi protein atau zat besi - Makanan rendah gula
- Makanan rendah garam Metode Diskusi, tanya jawab
Media Leafleat, food model, buku foto makanan.
Evaluasi - Pasien dan keluarga dapat mengulang kembali materi yang telah disampaikan saat edukasi
- Pasien dan keluarga mampu mempraktekan perilaku gizi yang sudah diberikan
- Pasien dan keluarga termotivasi untuk mematuhi terapi gizi
BAB VI
MONITORING DAN EVALUASI GIZI Tabel 14. Monitoring dan Evaluasi
Paramete r yang dimonitor
Metode/ala t
Target Rencana Hasil Keterangan
Asupan makan
Recall dan penimbang an sisa makanan
100% Dimonitor
setiap hari selama 3 hari
Asupan Makan hari Pertama 58,3%
Asupan Makan Hari ke2 91%
Asupan makana hari ke 3 91%
Rata Rata Asupan Makanan 80,5 %
Memenuhi Target
Pengetah uan dan perilaku
Diskusi dan tanya jawab
Pasien dapat menjawab pertanyaan 6 dari 10 pertanyaan Pasien dapat mengulang kembali matri yang disampaika n
Dimonitor setiap hari
Pasien Dapat Mengula ngi materi yang di berikan
Memenuhi target
Tekanan Darah
Pengukuran Tekanan Darah
Tekanan darah turun mendekati normal
3 hari sekali
Tekanna darah 119/89
Memenuhi Target Gula
darah
Pengukuran Gula darah
Gula darah turun
mendekati normal
3 hari sekali
Gula darah 197 mg/dL
Memenuhi target
HB Pengukuran HB
Kadar HB naik
mendekati normal
3 hari sekali
HB 13 g/dL
Memenuhi Target
Hari ke
Tabel 15. Pembanding Asupan di RS Terminologi Asupan RS Kebutuhan
Gizi RS
Pencapaian (%)
Keterangan
CS-1 Kebutuhan energi
Energi 1579 kkal
Energi 1566 Kkal kkal
100,8% Asupan Baik
CS-2 Kebutuhan Zat Gizi Makro
Protein 78.8 gr
Protein 78,3 gr gr
100,6% Asupan Baik Lemak 49
gr
Lemak 43.5 gr
112,6% Asupan Baik Karbohidrat
204.4gram
Karohidrat 215.3 gr
94.3 % Asupan Baik
BAB VII PEMBAHASAN
Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua – duanya (Penuntun Diet dan Terapi Gizi, Edisi 4).
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang terjadi karena pankreas rusak dalam produksinya atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, sehingga hanya sebagian kecil glukosa yang masuk ke dalam sel dan terakumulasi dalam darah (hiperglikemia). Purbowati (2016) Tidak tersedianya glukosa dalam sel akan mengakibatkan glukoneogenesis yang berlebihan. Kerusakan sel beta pankreas disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain faktor genetik, infeksi bakteri, faktor nutrisi, zat diabetogenik, dan radikal bebas (stres oksidatif).
(Yuliani, 2012)
Defisiensi kerja insulin terjadi akibat sekresi insulin yang tidak adekuat dan/atau berkurangnya respons jaringan terhadap insulin pada satu atau lebih titik di jalur kompleks aksi hormon. Gangguan sekresi insulin dan defek kerja insulin sering terjadi pada pasien yang sama, dan seringkali tidak jelas gangguan mana, jika ada, yang merupakan penyebab utama hiperglikemia. (ADA, 2011)
Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit hiperglikemi akibat insensivitas sel terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas, maka diabetes mellitus tipe II dianggap sebagai non insulin dependent diabetes mellitus. Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). (Fatimah,2015)
Diabetes melitus tipe 2 bukan disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin, namun karena sel sel sasaran insulin gagal atau tidak mampu merespon insulin secara normal.Keadaan ini lazim disebut sebagai “resistensi insulin”. Resistensi insulin banyak terjadi akibat dari obesitas dan kurang nya aktivitas fisik serta penuaan.Pada penderita diabetes melitus tipe 2 dapat juga terjadi produksi glukosa hepatik yang berlebihan namun tidak terjadi pengrusakan sel-sel B langerhans
secara autoimun seperti diabetes melitus tipe 2. Defisiensi fungsi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 hanya bersifat relatif dan tidak absolut.
(Fatimah,2015)
Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penyebba hipertensi dapat di klasifikasikan menjadi 3, yaitu hipertensi esensial (Penyebab tidak di ketahui), hipertensi Primer ( Karena Gaya Hidup) dan Hipertensi Sekunder (disebabkan Penyakit Lain) (Buku Penuntun Diet, 2021)
Anemia adalah penyakit yang dimana kadar hemoglobin pasien di bawah 12 g/dL. Ada beberapa penyebab dari anemia dan salah satunya adalah kekurangan zat Besi.
Skrining yang dilakukan pada pasien menggunakan metode Mini Nutritional Assasment Short Form (MNA-SF). Metode ini dipilih karena sederhana, lengkap, serta menilai fakto-faktor (mobilitas, masalah neuropsikologis, penyakit psikologis atau akut dan mencantumkan IMT) yang berperan terhadap status gizi dan validitasnya telah banyak diuji pada berbagai studi di berbagai negara, skrining ini digunakan untuk mengkaji pasien dengan kategori lansia.
Dari data yang diketahui, tinggi badan pasien adalah 158 cm dan berat badan 77 kg dengan perhitungan BBI menunjukkan hasil 60 kg, sehingga didapatkan nilai IMT Tn A 24 kg/m2 termasuk dalam kategori Normal Namun mengalami mual muntah. Pasien mengalami penurunan berat badan nanmun tidak di ketahui penurunan nya.
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium pasien diketahui data GDS 573 mg/dl, GD2jpp 345 mg/dl termasuk kategori diatas normal yang menunjukkan adanya penyakit DM, SGPT SGOT normal dan HB di bawah normal.
Pasien mengalami cepat lelah, banyak kencing terutama pada malam hari dan banyak minum, pasien juga mengalami gatal – gatal pada saat tubuh berkeringat.
Jika insulin dalam tubuh tidak cukup banyak atau tidak dapat bekerja dengan baik maka glukosa tidak dapat diubah menjadi energi kemudian lama kelamaan glukosa akan menumpuk dalam darah tidak masuk kedalam sel. Hal itu menyebabkan kadar glukosa darah menjadi tinggi dan kemudian dikeluarkan melalui urin. Terkait
dengan tanda vital pasien memiliki tekanan darah yang tinggi atau hipertensi Ringan .
Diagnosis yang ditegakkan pada pasien adalah Perubahan Nilai Laboratorium terkait Gizi (NC 2.2) (P), Berkaitan dengan Anemia (E), divtandai dengan HB di bawah normal (8.4 g/dL) (S). Perubahan Nilai Laboratorium terkait Gizi (NC 2.2) (P), Berkaitan dengan gangguan organ pankreas (E) Di tandai dengan GDS 573 mg/dL (Diatas Normal) (S). Penurunan Kebutuhan Natrium (NI 5.10.7) (P), Berkaitan dengan Hipertensi (E), Di tandai dengan Tekanan darah 150/90 mmhg (diatas Normal) (S). Inadequat Asupan Oral (NI 2.1) (P), Berkaitan dengan mual muntah (E), Asupan Energi (78,9%), Protein (39.5%), Lemak (78,9%), Karbohidrat (93%) tidak makan selama 1 minggu (S). Tidak siap untuk mengubah diet dan prilaku (NB 1.3) (P), tidak mau atau tidak tertarik untuk menerapkan informasi (E), Di tandai Pasien tersebut sudah satu tahun sakit DM dan sudah mendapatkan konsultasi gizi tetapi masih belum bisa melaksanakan dengan baik (S)
Intervensi yang diberikan kepada Tn A berupa edukasi dan konseling gizi serta pemberian modifikasi diet. Tujuan intervensi tentang pemberian modifikasi diet adalah untuk memenuhi asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat sesuai kebutuhan pasien yaitu sebanyak 80 – 100% serta meringankan penyakit pasien yaitu DM, Hipertensi serta Anemia.
Berdasarkan buku penuntun diet, untuk penyakit diabetes militus diberikan jenis diet DM dengan memperhatikan jumlah kalori yang masuk, pada pasien tuan A diberikan diet DM 1500 Kkal karena memperhatikan kebutuhan asupan Energinya. Kemudian dipadukan dengan Diet DASH karena mempunyai data fisik klinis kenaikan tekanan darah diatas normal sebesar 150/90 mmhg bentuk makanan pada pasien DM disesuaikan dengan daya terima dan juga kemampuan cerna dari pasien atau penyakit penyerta lainnya. Pada tuan A diberikan bentuk makanan lunak karena didasari oleh riwayat pasien yang tidak mengalami kesulitan mengunyah dan menelan serta mual muntah. Pemberian diet juga memperhatikan prinsip diet dari diet DM yaitu memperhatikan penggunaan bahan makanan yang harus di perhatikan. Pemberian gula murni tidak diperkenankan karena akan menlonjakan kadar gula darah secara drastis yang pasti akan memperburuk keadaan
pasien. Zat gula yang diperkenankan menggunakan gula fruktosa yang ada di buah- buahan. Bentuk gula yang dianjurkan adalah pemberian karbohidrat komplek.
Pemberian protein hewani di berikan tinggi karena pasien mengalami Anemia, pemberian Protein yang tinggi dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Protein berperan penting dalam transportasi zat besi dalam tubuh. Kurangnya asupan protein akan mengakibatkan transportasi zat besi terhambat sehingga akan terjadi defisiensi besi (Almatsier, 2009). Kekurangan zat besi menyebabkan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normalnya, keadaan ini disebut anemia (Waryana, 2010). Pasien Juga mengalami Ulkus Diabetikum yaitu luka pada kaki yang tak kunjung sembuh, hal ini membuat kebutuhan protein di tingkatkan untuk membantu proses penyembuhan.
Penggunakan bahan makananan berupa sayur – sayuran juga disarankan menggunakan sayuran tipe A dan mengurangi tipe B. Hal ini dikarenakan sayuran A mempunyai kadar hidrat arang rendah sehingga cocok digunakan untuk pasien DM. Sayuran yang tinggi karbohidrat akan membuat peningkatan gula daram darah karena pemecahan Karbohidrat menjadi zat gula sederhana. Kemudian juga mengandung protein nabati yang didalamnya mengandung ureium dan purin yang akan membuat peningkatan kadar asam urat sehingga pada kasus ini tidak disarankan menggunakan sayuran tipe B
Asupan lemak juga harus di perhatikan dan sesuai dengan kebutuhan. Lemak berperan dalan mempertahankan sensitivitas insulin. Asupan lemak yang tinggi akan menurunkan sensitivitas insulin, selain itu asupan lemak yang tinggi juga akan menurunkan kadar Adiponektin dalam darah yang bertugas mengontrol sensitivitas insulin (Purba dan Monolimay, 2015). Lemak termasuk sumber energi terbesar yang dapat mengakibatkan obesitas. Sel-sel lemak pada obesitas akan menghasilkan zat adipositokin yang dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin.
Makanan tinggi lemak mempunyai energi yang tinggi, kemudian diperkuat oleh pola aktifitas dari nyonya S yang tergolong ringan yang secara tidak langsung membuat asupan nya lebih dari kebutuhan. Hal ini ini membuat metabolisme
glukosa terjadi glikogenesis dan akan diubah menjadi glikogen, ketika berlebihan akan diubah menjadi lemak melalui lipogenesis didalam jaringan adiposa.
Zat gizi mikro yang perlu di perhatikan pemberiannya adalah vitamin E, vitamin C, kalsium, Kalium, dan Magnesium. Vitamin E dan C merupakan antioksidan dan dapat mengendalikan kelebihan radikal bebas yang di hasilkan oleh gula yang tidak normal dan dapat membantu membakar timbunan lemak. Kalsium dapat menstimulasi sekresi insulin dan juga mempunyai efek neuretik yang mampu menurunkan tekanan darah. Mineral yang terkandung dalam interseluler salah satunya adalah magnesium, asupan magnesium dapat menurunkan resiko resistensi insulin. Serat mempengaruhi penyerapan glukosa, semakin tinggi asupan Serat akan semakin rendah glukosa darah.
Tujuan dari edukasi dan konseling terkait gizi adalah untuk mengedukasi dan memotivasi pasien agar mengetahui terkait makanan atau zat gizi yang tepat untuk penderita penyakit DM, Hipertensi dan Anemia dan juga untuk memotivasi pasien dalam mematuhi anjuran diet yang diberikan agar pasien dapat segera sembuh.
Pemberian konseling diberikan kepada pasien dan juga keluarga agar pasien tidak dapat melaksanakan anjuran diet maka dibantu oleh keluarga terdekat. Pelaksanaan motivasi dan edukasi dilaksanakan setiap 3 hari dan dimonitor setiap hari guna mengetahui apakah pasien dan keluarga paham terkait materi. Penambahan materi terkait motivasi agar pasien mematuhi diet dan menuju kesembuhan, menumbuhkan kesadaran pasien agar mengatur pola makan dan menormalkan status gizi menjadi normal.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan pada pasien A meliputi pemberian asupan sesuai kebutuhan, Pemantauan Gula darah, Tensi dan juga Kadar HB darah pasien. Serta untuk memantau pengetahuan terkait gizi dari pasien dan keluarga.
Hasil evaluasi nya adalah asupan makanan rata rata 80,5% dari 3 hari. Dan hanya menyisakan sedikit bubur dan sayur karena telah merasa kenyang ataupun ada yang kurang suka terhadap beberapa makanan tertentu. Gula darah mengalami penurunan di hari ke 3 yaitu mencapai197 mg/dL serta tekanan darah juga mengalami penurunan mencapai 119/89 mmHg. Hal ini karena pemberian diet pasien yaitu pembatasan asupan gula dan karbohidrat serta pembatasan natrium.
Kadar HB juga mengalami kenaikan karena pemberian intervensi asupan protein serta zat besi yang dapat menaikan kadar HB darah. Monitoring Pengetahuan setelah di berikan konseling, pasien tidak bisa menjawab pertanyaan karena sedang tidur dan menderita demensia. Keluarga dapat menjawab dan menerangkan seluruh konseling dan materi yang sudah di berikan
KESIMPULAN
• Pasien Ny. S dating ke rumah sakit dengan keluhan mual muntah tidak nafsu makan danterdapat Ulkus Diabetikus
• Diagnosis Medis Pasien menderita DM, Ulkus diabetikus, dengan Hipertensi dan Anemia
• Asupan Makanan Sebelum Masuk RS cenderung senang mengkonsumsi gula, berlemak, dan tinggi natrium serta tidak menyukai sayur dan buah
• IMT pasien berkategori normal
• Data Biokimia menunjukan GDS di atas normal dan HB di bawah normal
• Data Fisik Klinis Menunjuka Tekanan darah di atas normal
• Asupan sebelum masuk RS Defisit karena mengalami mual dan muntah
• Asupan Di rumah Sakit hari pertama masih mengalami devisit karena pasien masih merasa mual dan muntah muntah. Hari kedua asupan makan berangsur angsur membaik tapi masih mengalami mual muntah. Di hari ketiga asupan pasien mengalami peningkatan dan berhasil 100% dari kebutuhan
• Monitoring dan evaluasi terkait GDS di hari ketiga mengalami penurunan menjadi 197 mg/dL. Hemoglobin Mengalami Kenaikan 13 g/dL dan Tekanan darah mengalami penurunan 119/89 mmHg
• Monitoring terkait pengetahuan Pasien tidak dapat menjawab pengetahuan di karenakan sedang tidur, keluarga mendengarkan dengan baik terkait edukasi yang di berikan dan dapat mengulangi materi yang di sampaikan serta berkomitmen akan menerapkan diet yang di berikan.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. (2004). Penuntun Diet Edisi Terbaru. Jakarta : Pt Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier, S. (2009). Penuntun Diet Edisi Terbaru. Jakarta : Pt Gramedia Pustaka Utama.
Purbowati. (2016). Pengaruh Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Terhadap Kadar Glukosa Darah, Profil Lipid Dan Kadar Mda Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Diabetes Melitus. Jurnal Gizi Indonesia, 4(2):131 – 137.
Suharyati, Hartati, B., Kresnawan, T., Sunarti, Hudayani, F., & Darmarini, F.
(2019). Penuntun Diet Dan Terapi Diet Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran Egc.
Yuliani, D. (2012). Pengaruh Pemberian Jus Brokoli (Brassica Oleracea L. Var.
Italica) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus Norvegicus Strain Wistar) Model Diabetes Mellitus. Accelerating The World’s Research.
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority, 4 (5) : 93 – 101.
Purba, R.B dan Monolimay, S. 2015. Asupan Karbohidrat dan Lemak pada Diabetes Tipe II yang Rawat Jalan di Puskesmas Tombatu. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.
LAMPIRAN Lampiran 1. Leaflet
Lampiran 3. RECALL 24 JAM IDENTITAS PASIEN
No RM : 00170778
Nama Responden : Ny. S Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 66 thn
Tinggi Badan : 158 cm Berat Badan : 60 kg Waktu
Makan
Nama Makanan
Nama Bahan Makanan
Berat Zat Gizi
URT Gram Energi
(Kkal)
Protein (Gr)
Lemak (Gr)
Karbohidrat (Gr)
PAGI Nasi
Sarden Krupuk The manis
Beras Ikan Krupuk Gula
2centong 2 potong 1 pcs 1 sendok
50 gr 100 gr 20 gr 10 gr
SIANG Nasi
Ikan Layur Lodeh Jipang Gorengan
Beras Ikan Layur Jipang
Singkong/
2Centong 1 potong 1 gelas
2 Potong
50 gr 50 gr 20 gr
50 gr
SELINGAN SORE
Tahu dan tempe goreng
Tahu Tempe Minyak
100 50 10 gr
MALAM Nasi
Abon gori
Beras Abon Gori
2centong 2 sedok 1 gelas
50 gr 20 gr 20 gr
Lampiran 4
Nutrisurvey SMRS
=================================================================
Analysis of the food record
==================================================================
Food Amount energy carbohydr.
__________________________________________________________________________
PAGI
beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g
ikan pindang benggol 100 g 104,9 kcal 0,0 g
krupuk udang 20 g 105,4 kcal 11,9 g
Meal analysis: energy 390,8 kcal (29 %), carbohydrate 51,7 g (31 %)
TEH MANIS
teh 5 g 2,5 kcal 0,5 g
gula pasir 10 g 38,7 kcal 10,0 g
Meal analysis: energy 41,2 kcal (3 %), carbohydrate 10,5 g (6 %)
SIANG
beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g
ikan asin layur 50 g 41,9 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 222,4 kcal (16 %), carbohydrate 39,8 g (24 %)
TEMPE GORENG
tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g
minyak kelapa sawit 5 g 43,1 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 142,7 kcal (11 %), carbohydrate 8,5 g (5 %)
LODEH
labu siam mentah 30 g 6,0 kcal 1,3 g
santan (kelapa dan air) 30 g 31,8 kcal 1,4 g
Meal analysis: energy 37,9 kcal (3 %), carbohydrate 2,7 g (2 %)
SELINGAN SORE
tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g
tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g
minyak kelapa sawit 10 g 86,2 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 261,8 kcal (19 %), carbohydrate 10,4 g (6 %)
MALAM
beras putih giling 70 g 180,4 kcal 39,8 g
abon 20 g 63,0 kcal 0,0 g
gori / nangka muda mentah 20 g 8,8 kcal 2,0 g
Meal analysis: energy 252,2 kcal (19 %), carbohydrate 41,8 g (25 %)
==================================================================
Result
==================================================================
Nutrient analysed recommended percentage
content value value/day fulfillment
__________________________________________________________________________
energy 1348 kcal 2036,3 kcal 66 %
water 0,0 g 2700,0 g 0 %
protein 33.5 g(24%) 60,1 g(12 %) 136 %
fat 37.2 g(26%) 69,1 g(< 30 %) 59 % carbohydr. 217.7 g(49%) 290,7 g(> 55 %) 57 %
dietary fiber 5,5 g 30,0 g 18 %
alcohol 0,0 g - -
PUFA 11,8 g 10,0 g 118 %
cholesterol 103,2 mg - -
Vit. A 779,2 µg 800,0 µg 97 %
carotene 0,0 mg - -
Vit. E (eq.) 3,5 mg 12,0 mg 29 %
Vit. B1 0,5 mg 1,0 mg 49 %
Vit. B2 0,5 mg 1,2 mg 38 %
Vit. B6 1,1 mg 1,2 mg 96 %
tot. fol.acid 108,0 µg 400,0 µg 27 %
Vit. C 4,6 mg 100,0 mg 5 %
sodium 3835,7 mg 2000,0 mg 192 %
potassium 1281,5 mg 3500,0 mg 37 %
calcium 256,2 mg 1000,0 mg 26 %
magnesium 315,0 mg 310,0 mg 102 %
phosphorus 776,2 mg 700,0 mg 111 %
iron 10,5 mg 15,0 mg 70 %
zinc 7,2 mg 7,0 mg 102 %
Lampiran 5
Contoh Foto Menu makanan
Makan Pagi Makan Siang Makan Malam
Lampiran 5
Nutrisurvey saat di RS
==================================================================
Analysis of the food record
==================================================================
Food Amount energy carbohydr.
__________________________________________________________________________
PAGI NASI
beras putih giling 50 g 180,4 kcal 39,8 g
Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)
BESTIK AYAM
ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)
TAHU BUMBU ACAR
tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g
Meal analysis: energy 76,0 kcal (5 %), carbohydrate 1,9 g (1 %)
SAYUR CA
Broccoli fresh cooked 20 g 4,6 kcal 0,4 g
Carrot fresh 20 g 5,2 kcal 1,0 g
Meal analysis: energy 9,8 kcal (1 %), carbohydrate 1,3 g (1 %)
SUSU
susu nutrima 25 g 116,0 kcal 12,9 g
Meal analysis: energy 116,0 kcal (7 %), carbohydrate 12,9 g (6 %)
SELINGAN
toge kacang hijau mentah 20 g 12,2 kcal 1,0 g
tepung susu skim 25 g 92,0 kcal 12,9 g
Meal analysis: energy 104,2 kcal (6 %), carbohydrate 13,8 g (7 %)
SIANG NASI
Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)
DADA AYAM FILLET
daging ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)
TEMPE BUMBU KUNING
tempe kedele murni 50 g 99,5 kcal 8,5 g
Meal analysis: energy 99,5 kcal (6 %), carbohydrate 8,5 g (4 %)
SAYUR BENING
bayam segar 20 g 7,4 kcal 1,5 g
gambas / oyong mentah 20 g 4,0 kcal 0,9 g
semangka 100 g 32,0 kcal 7,2 g
Meal analysis: energy 43,5 kcal (3 %), carbohydrate 9,5 g (5 %)
SELINGAN SORE Pisang Rebus
pisang ambon 100 g 92,0 kcal 23,4 g
Meal analysis: energy 92,0 kcal (6 %), carbohydrate 23,4 g (11 %)
MALAM NASI
beras putih giling 50 g 180,4 kcal 39,8 g
Meal analysis: energy 180,4 kcal (11 %), carbohydrate 39,8 g (19 %)
GADON DAGING AYAM GILING
daging ayam 50 g 142,4 kcal 0,0 g
Meal analysis: energy 142,4 kcal (9 %), carbohydrate 0,0 g (0 %)
SEMUR TAHU PUTIH
tahu 100 g 76,0 kcal 1,9 g
Meal analysis: energy 76,0 kcal (5 %), carbohydrate 1,9 g (1 %)
SOP MAKARONI
Carrot fresh 10 g 2,6 kcal 0,5 g
kacang kapri mentah 10 g 8,4 kcal 1,6 g
pepaya 100 g 39,0 kcal 9,8 g
Meal analysis: energy 49,9 kcal (3 %), carbohydrate 11,8 g (6 %)
==================================================================
Result
==================================================================
Nutrient analysed recommended percentage
content value value/day fulfillment
__________________________________________________________________________
energy 1579 kcal 2036,3 kcal 80 %
water 44,9 g 2700,0 g 2 %
protein 78.8 g(24%) 60,1 g(12 %) 160 %
fat 49 g(27%) 69,1 g(< 30 %) 72 %
carbohydr. 204,4 g(50%) 290,7 g(> 55 %) 70 %
dietary fiber 11,7 g 30,0 g 39 %
alcohol 0,0 g - -
PUFA 15,0 g 10,0 g 150 %
cholesterol 130,0 mg - -
Vit. A 962,2 µg 800,0 µg 120 %
carotene 2,5 mg - -
Vit. E (eq.) 2,8 mg 12,0 mg 23 %
Vit. B1 0,9 mg 1,0 mg 91 %
Vit. B2 1,4 mg 1,2 mg 115 %
Vit. B6 2,0 mg 1,2 mg 164 %
tot. fol.acid 216,8 µg 400,0 µg 54 %
Vit. C 118,1 mg 100,0 mg 118 %
sodium 374,1 mg 2000,0 mg 19 %
potassium 2637,8 mg 3500,0 mg 75 %
calcium 933,3 mg 1000,0 mg 93 %
magnesium 459,8 mg 310,0 mg 148 %
phosphorus 1247,3 mg 700,0 mg 178 %
iron 19,5 mg 15,0 mg 130 %
zinc 9,9 mg 7,0 mg 141 %
Lampiran 6 Comstok hari 1
Jenis makanan
Standar
Porsi Waktu
% Sisa Makanan
Keterangan 0 %
(0)
25 % (1)
50 % (2)
75 % (3)
95 % (4)
100 % (5)
P 06.45 Ö
S 12.00 Ö
M 17.30 Ö
Comstok hari 2
Jenis makanan
Standar
Porsi Waktu
% Sisa Makanan
Keterangan 0 %
(0)
25 % (1)
50 % (2)
75 % (3)
95 % (4)
100 % (5)
P 06.45 Ö
S 12.00 Ö
M 17.30 Ö
Comstok Hari 3
Jenis makanan
Standar
Porsi Waktu
% Sisa Makanan
Keterangan 0 %
(0)
25 % (1)
50 % (2)
75 % (3)
95 % (4)
100 % (5)
P 06.45 Ö
S 12.00 Ö
M 17.30 Ö
Sisa makanan 0% : Makanan Habis Sisa makanan 25% : sisa makanan ¼ Porsi Sisa makanan 50% : Sisa makanan ½ Porsi Sisa Makanan 75% : Sisa makanan ¾ Porsi
Sisa Makanan 95% : Sisa makanan hamper utuh ( ± 1 sendok makan)