• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. SAN ASIA PADMA (PT. SAP) DIVISI QUALITY CONTROL

N/A
N/A
Rizal Yusmana

Academic year: 2023

Membagikan " LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. SAN ASIA PADMA (PT. SAP) DIVISI QUALITY CONTROL"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. SAN ASIA PADMA (PT. SAP)

DIVISI QUALITY CONTROL

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Kerja Praktek

Disusun Oleh : Bima Andika Putera

10070217044

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2021 M / 1443 H

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Laporan Magang Industri : LAPORAN KERJA PRAKTEK PT.

SAN ASIA PADMA (PT. SAP) DIVISI QUALITY CONTROL

2. Nama Mahasiswa : Bima Andika Putera

3. NPM : 10070217044

Disetujui dan Disahkan Sebagai Laporan Kerja Praktek

Pembimbing Kerja Praktek Pembimbing Laporan

(Yayan) (Dr. Ir. Aviasti, M.Sc., IPM) NIK. 200901-854 NIK. D. 88.0.083

Mengetahui,

Koordinator Kerja Praktek Penguji

(Ir. Dewi Shofi Mulyati, MT., IPM.) ( Eri Achiraeniwati, S.T, M.M. ) NIK. D.96.0.237 NIK.D.90.0.114

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya sehingga penulis sanggup menyelesaikan penyusunan laporan kerja praktek dengan judul "Laporan Kerja Praktek PT. San Asia Padma (PT. SAP) Divisi Quality Control tepat pada waktunya. Laporan kerja praktek ini ditujukan untuk dapat memenuhi syarat dari kelulusan mata kuliah kerja praktek.

Dalam penyusunan laporan kerja praktek, penulis mengalami beberapa kendala dan kesulitan, tetapi penulis selalu mendapat bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak yang sangat bermanfaat. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua, yang selalu memberikan do’a, kasih sayang serta dukungan secara material ataupun non-material.

2. Ibu Dr. Ir. Aviasti, M.Sc., IPM. selaku dosen pembimbing kerja Praktek yang senantiasa selalu membimbing serta memberikan arahan dalam proses penyusunan laporan kerja praktek.

3. Ibu Ir. Dewi Shofi Mulyati, MT., IPM. selaku koordinator kerja praktek yang selalu memberikan arahan dalam melaksanakan kerja praktek.

4. Bapak Yayan selaku pembimbing kerja praktek di PT. San Asia Padma (PT. SAP) yang telah membimbing, mengarahkan, serta memberikan wawasan pada saat pelaksanaan kerja praktek.

5. Rekan kerja praktek yang senantiasa bekerja sama dan memberi dukungan saat kerja praktek berlangsung.

6. Seluruh karyawan yang berada di lingkungan PT. San Asia Padma (PT.

SAP) Divisi Quality Control yang telah membantu dalam pelaksanaan kerja praktek.

7. Serta rekan-rekan Teknik industri 2017 yang telah berjuang bersama dan saling mendukung satu sama lain.

(4)

Namun tidak lepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainnya.

Oleh karena itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.

Penulis berharap semoga dari laporan kerja praktek ini dapat diambil manfaatnya dan semoga dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada laporan kerja praktek selanjutnya.

Bandung, Agustus 2021

Penulis

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...iii

DAFTAR TABEL...v

DAFTAR GAMBAR...vi

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek...1

1.2 Tujuan Kerja Praktek...1

1.3 Sistematika Penulisan...2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN...4

2.1 Profil Umum...4

2.2 Deskripsi Produk...8

2.3 Proses Bisnis Perusahaan...11

2.4 Tata Letak Pabrik dan Perkantoran Perusahaan...13

2.5 Utilitas dan Lingkungan Perusahaan...14

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK...15

3.1 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek...15

3.2 Lingkup Kerja Praktek...20

3.3 Permasalahan Yang Ditemui...44

3.4 Data Terkait Konteks Permasalahan yang Diajukan...45

BAB IV ANALISIS...47

4.1 Landasan Teori Yang Relevan Dengan Konteks Permasalahan...47

4.1.1 Definisi Kualitas...47

4.1.2 Total Quality Control...48

4.1.3 Diagram Sebab Akibat...52

4.2 Konsep Solusi Perbaikan...54

(6)

4.3 Analisis dan Pembahasan...54 BAB IV KESIMPULAN...55 DAFTAR PUSTAKA...57

(7)

DAFTAR TAB

Tabel 2. 1 Omzet/Volume Produksi perusahaan (Sumber PT. San Asia Padma) ...11Y Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek...15 Tabel 3. 2 Data jumlah produk yang yang dikembalikan oleh pemesan 4

Tabel 4. 1 Delapan Langkah Perbaikan...52

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Logo PT. San Asia Padma...4

Gambar 2. 2 Lokasi PT. San Asia Padma...5

Gambar 2. 3 Struktur Organisasi PT. SAP...5

Gambar 2. 4 Moulding...8

Gambar 2. 5 Produk Pot Cream...9

Gambar 2. 6 Produk Aerosol Cap...9

Gambar 2. 7 Bahan Baku Plastik (Polypropylene)...10

Gambar 2. 8 Masterbatch...10

Gambar 2. 9 Proses Bisnis Perusahaan...12

Gambar 2. 10 Tata Letak Pabrik dan Perkantoran Gambar 3. 1 Menerapkan Protokol Kesehatan Sebelum Memulai Kerja Praktek.21 Gambar 3. 2 Mengoperasikan Mesin Giling...21

Gambar 3. 3 Hasil Butiran Plastik...22

Gambar 3. 4 Mesin Giling...22

Gambar 3. 5 Mesin Mixer...23

Gambar 3. 6 Mesin EDM...24

Gambar 3. 7 Mesin CNC Milling...24

Gambar 3. 8 Mesin Bubut...25

Gambar 3. 9 Mesin Gerinda...25

Gambar 3. 10 Mesin Injeksi...26

Gambar 3. 11 Mesin Plating...27

Gambar 3. 12 Mengoperasikan Mesin Plating...28

Gambar 3. 13 Stasiun Kerja Moulding...28

Gambar 3. 14 Komponen Produk Pot Cream...29

Gambar 3. 15 Komponen Top...30

Gambar 3. 16 Komponen Bottom...31

Gambar 3. 17 Komponen Inner...32

Gambar 3. 18 Komponen Lid...33

Gambar 3. 19 Peta Diagram Alir Produk Pot Cream...35

Gambar 3. 20 Peta Proses Operasi Produk Pot Cream...36

(9)

Gambar 3. 21 Mengambil Produk Sampel Untuk Periksa Ukuran...37

Gambar 3. 22 Peta Diagram Alir Produk Sendok Simba...38

Gambar 3. 23 Peta Proses Operasi Produk Sendok Simba...39

Gambar 3. 24 Mengumpulkan Runner dan Produk Reject...40

Gambar 3. 25 Mengoperasikan Mesin Mixer...41

Gambar 3. 26 Bahan Baku Biji Plastik (putih), Biji Runner (hitam), Masterbatch (coklat)...41

Gambar 3. 27 Memformulasikan Bahan Baku Biji Plastik...42

Gambar 3. 28 Mengoperasikan mesin mixer...42

Gambar 3. 29 Mesin Injeksi Untuk Produk Tutup Pot Cream...43

Gambar 3. 30 Sasaran Produksi yang Merupakan Tiga Kendala...44

Gambar 3. 31 COA Pot Cream...46Y Gambar 4. 1 Syarat/Keperluan untuk Kualitas Produk...49

Gambar 4. 2 Siklus PDCA...50

Gambar 4. 3 Diagram Sebab Akibat...54

Gambar 4. 4 Diagram Sebab Akibat Permasalahan pada Produk Pot Cream...54

(10)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek

Semakin banyaknya industri yang berkembang semakin ketat juga persaingan manusia. Industri tentu membutuhkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu sumber daya manusia yang dibutuhkan industri harus memiliki keterampilan dan kemampuan pada bidangnya masing-masing dan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya agar perusahaan mencapai tujuan.

Pengalaman melihat dunia kerja secara langsung dapat membuat mahasiswa paham dengan kondisi industri di lapangan dan akan siap dengan dunia kerja yang akan dihadapi nantinya. Teknik Industri Universitas Islam Bandung menjadikan kerja praktik sebagai mata kuliah wajib agar mahasiswa dapat mengimplementasikan mata kuliah yang telah dipelajari dan dapat menganalisis dengan kondisi nyata di lapangan.

PT. San Asia Padma merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi moulding dan plastic injection yang beralamat Jl. Inspeksi sungai citarum, RT 003 RW 008, Kampung Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat 40288. PT. San Asia Padma memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan langsung dunia pekerjaan. PT.

San Asia Padma merupakan perusahaan manufaktur yang menerapkan strategi respons permintaan customer Engineering To Order (ETO) dalam merespons permintaan customer untuk jenis produk yang memiliki spesifikasi dan desain berbeda, dan strategi make to order (MTO) untuk merespons permintaan customer yang sudah pernah diproduksi sebelumnya atau perancanganya sudah siap. Hal tersebut menjadikan salah satu alasan bahwa PT. San Asia Padma merupakan perusahaan yang tepat untuk melaksanakan kerja praktek.

1.2 Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan dari kerja praktek dibagi menjadi 2 tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Berikut merupakan tujuan dilakukan kerja praktek di PT. San Asia Padma:

(11)

Tujuan Umum

1. Memiliki bekal pemahaman tentang lingkungan kerja melalui praktek bekerja secara nyata di lapangan serta terlibat langsung dalam kegiatan proses produksi/operasi di perusahaan/industri.

2. Mengidentifikasi permasalahan nyata yang terjadi di perusahaan dan menganalisis permasalahan sesuai dengan teori yang relevan.

3. Mengetahui lingkungan perusahaan serta budaya kerja diperusahaan dan proses bisnis perusahaan agar mampu memahami situasi nyata di perusahaan industri.

Tujuan Khusus

1. Melatih sikap dan mental dalam menghadapi kondisi-kondisi yang ada di lingkungan kerja perusahaan.

2. Mengetahui dan mempelajari kegiatan yang dilakukan di PT. San Asia Padma.

3. Mengetahui dan mengidentifikasi masalah yang terdapat di PT. San Asia Padma pada Bagian Formulasi dan Material.

1.3 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan adalah tata cara penulisan laporan secara berurutan yang meliputi pendahuluan hingga kesimpulan. Berikut adalah sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan kerja praktik ini:

o BAB I Pendahuluan

Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang dilakukannya kerja praktik pada PT. San Asia Padma, tujuan dilakukannya kerja praktik dan sistematika penulisan yang digunakan pada laporan kerja praktik.

o BAB II Profil Perusahaan

Bab II profil perusahaan berisi tentang profil perusahaan yang meliputi sejarah umum perusahaan, profil singkat perusahaan, visi misi perusahaan, tujuan perusahaan, struktur organisasi pada perusahaan, proses produksi perusahaan, proses bisnis perusahaan, volume produksi, tata letak pabrik dan perkantoran pada perusahaan dan utilitas lingkungan perusahaan.

(12)

o BAB III Pelaksanaan Kerja Praktik

Bab III Pelaksanaan kerja praktik yang berisi jadwal kerja praktek, uraian kegiatan, uraian subyek yang ditemui di lokasi dan pengumpulan data.

o BAB IV Analisis

Bab IV analisis yang berisi tentang landasan teori berdasarkan permasalahan yang ada, solusi yang dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada, analisis dan pembahasan masalah dan usulan perbaikan yang dilakukan untuk masalah yang ada.

o BAB V Kesimpulan

Bab V kesimpulan berisi tentang kesimpulan hasil analisis yang dilakukan pada saat memecahkan masalah yang ada.

(13)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Profil Umum

PT. San Asia Padma merupakan perusahaan yang didirikan tahun 2012 oleh H. Aam Permana yang bergerak dibidang produk plastik dan moulding, yang terletak di Jalan Inspeksi Sungai Citarum, RT 003 RW 008, Kp. Cijeruk, Desa.

Bojongsari, Kec. Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat 40288 dengan luas perusahaan sebesar 1050 m2 yang terdiri dari dua lantai. Lantai pertama merupakan area produksi, workshop, area kantor, musholla, gudang bahan baku, kantin dan tempat parkir kendaraan karyawan. PT. San Asia Padma mempunyai visi misi sebagai berikut :

Visi

1. Menjadikan pemasok produk plastik berkualitas di Indonesia 2. Mempertahankan inti bisnis dengan memperluas pasar di Indonesia

Misi

1. Menghasilkan produk yang berkualitas tinggi

2. Menjaga produk agar kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan tuntutan konsumen

3. Membuat varian produk plastik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4. Meningkatkan promosi produk melalui media online maupun dengan

media promosi lain

Berikut adalah logo dari PT. San Asia Padma dan Lokasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 2.1 dan Gambar 2.2

Gambar 2. 1 Logo PT. San Asia Padma

(14)

Gambar 2. 2 Lokasi PT. San Asia Padma

PT. San Asia Padma memiliki jumlah karyawan sebanyak 30 karyawan yang ditempatkan pada departemen sesuai dengan keahlian yang dimiliki masing- masing orang. PT. San Asia Padma memiliki komitmen kerja untuk menjadi manufacturer yang terpercaya dengan menghasilkan dan menjual produk yang berkualitas serta menjamin ketepatan waktu dan jumlah kuantitas pesanan dalam memenuhi permintaan dari customer. PT. San Asia Padma mengaplikasikan strategi Engineering To Order (ETO) dan Make To Order (MTO) untuk merespon permintaan pasar. PT. San Asia Padma memiliki 6 hari kerja dan beroperasi selama 24 jam yang terbagi menjadi 3 shift kerja. Setiap shift bekerja selama 7 jam kerja dan 1 jam istirahat. Struktur organisasi PT. San Asia Padma dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2. 3 Struktur Organisasi PT. SAP (Sumber PT. San Asia Padma)

(15)

Pada Gambar 2.3 dapat dilihat bahwa PT. San Asia Padma memiliki tipe stuktur organisasi lini, dimana hubungan antara pimpinan dan bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis wewenang. Adapun fungsi dan tugas dari masing-masing bagian dari struktur organisasi PT. San Asia Padma adalah sebagai :

Direktur

Direktur bertanggung jawab atas kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan serta pelaksanaannya secara efisien, dan mempunyai tugas sebagai :

- Menyusun dan menetapkan rencana PT. San Asia Padma

- Menentukan tujuan yang ingin dicapai oleh PT. San Asia Padma - Mengatur manajemen di bawah garis wewenangnya dan bertanggung

jawab secara penuh terhadap semua keputusan yang dibuatnya - Mengatur sumber daya yang dimiliki PT. San Asia Padma Plant Manager

Plant manager merupakan orang yang bertanggung jawab penuh terhadap gerak majunya suatu perusahaan dan kedudukannya berada satu tingkat di bawah Direktur, serta memiliki tugas sebagai :

- Bertanggung jawab atas seluruh aktivitas yang berlangsung di PT. San Asia Padma secara langsung;

- Secara berkala mengadakan pertemuan guna melakukan peninjauan ulang terhadap semua aktivitas yang berlangsung di PT. San Asia Padma;

- Memeriksa pencapaian kinerja serta memberikan masukan atas permasalahan yang dihadapi serta memberikan ide-ide perbaikan;

- Memeriksa pelaksanaan semua aktivitas PT. San Asia Padma di lapangan dan menilai secara langsung pelaksanaan aktivitas tersebut PPIC

PPIC terdiri dari tiga bagian yaitu head department PPIC dan admin office dan Quality Control yang memiliki tugas sebagai :

- Head Department PPIC, bertanggung jawab langsung kepada plant manager atas semua aktivtas perencanaan produksi dan pengendalian

(16)

inventory yang disesuaikan dengan permintaan pasar PT. San Asia Padma, untuk menunjang aktivitas yang dilakukan oleh departemen produksi.

- Admin Office, bertanggung jawab untuk membuat pembukuan atau laporan dari kegiatan departemen PPIC, mulai dari aktivitas penjadwalan produksi sampai dengan pengontrolan inventory produk jadi yang dihasilkan dari proses produksi departemen produksi.

- Operator Quality Control, bertanggung jawab secara langsung atas semua aktivitas yang terkait dengan uji quality control mulai dari uji kualitas material sampai dengan uji spesifikasi produk jadi di PT. San Asia Padma.

HRD

Department HRD terdiri dari tiga bagian yaitu Marketing dan Accounting yang memiliki tugas sebagai :

- Marketing, betanggung jawab langsung kepada plant manager atas semua aktivitas transaksi pembelian material kepada supplier dan penawaran produk jadi sampai dengan penjualan produk jadi kepada customer

- Accounting, bertanggung jawab atas laporan aktivitas keuangan secara tertulis seperti menyusun dan membuat anggaran pendapatan perusahaan secara periodik, melakukan pembayaran gaji karyawan.

Production

Bagian ini merupakan bagian yang melakukan proses pembuatan produk plastik, serta yang merawat dan melakukan perbaikan pada mesin produksi. Production terdiri dari tiga bagian yaitu foreman production, machine operator, dan engine technician yang memiliki tugas sebagai :

- Operator Mesin, bekerja sama dalam melakukan proses produksi dengan mengoperasikan mesin yang menjadi tanggung jawab masing-masing operator selama proses produksi berlangsung, untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar dan mencapai target produksi yang telah ditetapkan oleh departemen PPIC.

- Maintenance, repair machine and utility, bertanggung jawab untuk melakukan pembuatan mold (cetakan) dan melakukan perawatan serta perbaikan terhadap mesin yang digunakan pada proses produksi di PT. San Asia Padma.

(17)

2.2 Deskripsi Produk

Berikut merupakan deskripsi produk, omset/volume produksi yang ada diperusahaan:

A. Deskripsi Produk

PT. San Asia Padma merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi dua jenis produk diantaranya moulding dan plastic injection.

Moulding merupakan tools yang berfungsi untuk mencetak bahan baku plastik menjadi bentuk yang sesuai permintaan konsumen. Moulding dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2. 4 Moulding (Sumber PT. San Asia Padma)

Moulding berbahan baku besi yang memiliki beberapa bagian agar dalam pencetakan produk plastik dapat lebih optimal, moulding pun memiliki beberapa ukuran mulai dari 60 kg sampai dengan 120 kg sesuai dengan kapasitas mesin injection nya. Dalam proses pembuatan moulding memerlukan beberapa mesin diantaranya mesin bubut, mesin miling, mesin grinding, CNC, dan mesin EDM.

Selain memproduksi moulding, utamanya PT. San Asia Padma memproduksi produk berbahan dasar plastik sesuai dengan permintaan customer seperti produk Pot Cream yang dipesan oleh PT. Derma Beauty Indonesia, dan produk Aerosol Cap yang dipesan oleh PT. Johnson & Johnson. Produk Pot Cream dan Aerosol Cap dapat dilihat pada Gambar 2.5 dan Gambar 2.6.

(18)

Gambar 2. 5 Produk Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

Gambar 2. 6 Produk Aerosol Cap (Sumber PT. San Asia Padma)

Proses produksi PT. San Asia Padma merupakan proses produksi kontinu.

Sebelum melakukan Proses Produksi, Bahan baku biji plastik mula mula akan dicampur dengan masterbatch sesuai dengan takarannya dan kemudian digiling.

Biji plastik yang telah digiling dan dicampur dengan pewarna (masterbatch) akan dimasukkan ke mesin injection yang disesuaikan takarannya. Setiap akan melakukan proses produksi, operator mesin akan melakukan setup mold kedalam mesin injeksi kemudian melakukan setup mesin injeksi untuk mengakomodasikan tekanan yang diperlukan berdasarkan rancangan cetakan serta untuk mengatur cycle time produk selama proses molding. Bahan baku biji plastik dan Masterbatch dapat dilihat pada Gambar 2.7 dan Gambar 2.8.

(19)

Gambar 2. 7 Bahan Baku Plastik (Polypropylene) (Sumber PT. San Asia Padma)

Gambar 2. 8 Masterbatch (Sumber PT. San Asia Padma)

B. Omzet/Volume Produksi

Adapun omzet/volume produksi yang telah terdata oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

(20)

Tabel 2. 1 Omzet/Volume Produksi perusahaan (Sumber PT. San Asia Padma)

No Tahun Jumlah Produk (Unit)

1 2016 20,387,914

2 2017 18,553,721

3 2018 15,451,136

4 2019 25,730,763

5 2020 8,620,083

2.3 Proses Bisnis Perusahaan

PT. San Asia Padma memiliki susunan proses bisnis untuk melancarkan kegiatan bisnis perusahaan. Konsumen yang meminta pesanan produk moulding, plastic injection ataupun keduanya akan dilayani oleh bagian pemasaran/marketing dan berkoordinasi dengan PPIC untuk mengkalkulasi biaya produksi dan mengatur penjadwalan. Purchase Order yang telah disepakati konsumen dan perusahaan, akan dikelola selanjutnya oleh PPIC dan bagian workshop yang berkoordinasi dengan bagian-bagian lainnya untuk menentukan jumlah bahan baku, waktu produksi, waktu packing, waktu delivery dan persiapan tanggal invoice. Bagian formulasi dan material akan menyiapkan bahan yang diperlukan dan menggiling bahan baku dengan masterbatch (pewarna) sesuai dengan permintaan konsumen. Kemudian bagian workshop akan menyiapkan pembuatan moulding untuk pencetakan produk mulai dari persiapan bahan baku, desain moulding, proses pembuatan moulding, hingga assembly moulding. Bagian produksi akan melakukan trial product dengan menggunakan bahan baku plastik dan moulding yang tersedia serta menyesuaikan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan unit produk, lalu hasil trial product tersebut akan diperiksa oleh bagian quality control yang diserahkan kepada Production Planning Inventory Control (PPIC) dan bagian pemasaran untuk diperlihatkan terlebih dahulu kepada konsumen. Apabila trial product telah disepakati, maka penjadawalan untuk waktu produksi, waktu packing, waktu delivery Produk jadi akan dikirim kepada konsumen sekaligus dengan invoice untuk tanggal masa tenggang pelunasan permintaan produk. Proses Bisnis dapat dilihat pada Gambar 2.9.

(21)

Gambar 2. 9 Proses Bisnis Perusahaan (Sumber PT. San Asia Padma)

(22)

2.4 Tata Letak Pabrik dan Perkantoran Perusahaan

PT. San Asia Padma memiliki tata letak pabrik yang dibagi menjadi 3 zona. Pada zona 1 terdapat tempat parkir motor yang berkapasitas lahan parkir hingga 20 motor kemudian bertepatan disebelah pintu masuk perusahaan. Setelah masuk kedalam terdapat gudang bahan baku dan pengolahan bahan baku alat rumah tangga yang merupakan tempat penyimpanan dan pengolahan bahan baku biji plastik dan pewarna plastik serta tempat penyimpanan dan pengolahan limbah produk plastik, kemudian disebelah gudang bahan baku terdapat stasiun kerja workshop yang merupakan tempat pembuatan dan perakitan moulding.

Di zona 2 ada ruang kerja dan tempat produksi. Pada ruang kerja terbagi menjadi 3 tempat yaitu ruang kerja meeting, ruang kerja moulding, ruang kerja administrasi, ruang kerja administrasi merupakan tempat bagian PPIC untuk melakukan penjadwalan produksi serta pencatatan hasil produksi perharinya.

Tempat bagian keuangan untuk melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran keuangan harian perusahaan. Serta tempat bagian pemasaran dalam melayani konsumen. Pada zona ini juga terdapat tempat produksi berlangsung, seperti stasiun kerja QC, stasiun kerja produksi alat rumah tangga, stasiun kerja pengolahan bahan baku alat makan yang lebih steril dan dikhususkan untuk produk yang termasuk kedalam jenis alat makan, stasiun kerja produksi alat makan, stasiun kerja plating yang merupakan stasiun kerja yang bertugas untuk menambahkan plating/striping pada jenis-jenis produk tertentu, ruang penyimpanan dus, serta stasiun kerja packing dan inventory, serta tempat parkir mobil yang berkapasitas untuk 5 mobil.

Pada zona 3 terdapat tempat istirahat karyawan, pada zona ini terdapat tempat mushola yang merupakan tempat beribadah yang berkapasitas 40 orang, kantin yang merupakan tempat istirahat dan makan yang berkapasitas 25 orang, serta terdapat 3 kamar mandi/ruang ganti pria dan 3 kamar mandi/ruang ganti wanita. Tata letak pabrik dan perkantoran dapat dilihat pada Gambar 2.10.

(23)

Gambar 2. 10 Tata Letak Pabrik dan Perkantoran (Sumber PT. San Asia Padma)

2.5 Utilitas dan Lingkungan Perusahaan

PT. San Asia Padma memiliki 2 utilitas yang diantaranya sebagai berikut:

1) Energi Listrik

Sumber listrik perusahaan menggunakan energi listrik dengan tipe OD.PTL 105 kVa, tegangan pengenal 400 V, tingkat pengaman IP 44 dan arus pengenal 180 A.

2) Sumber Air

Sumber air perusahaan berasal dari sumur yang dipompa menggunakan pompa air listrik otomatis yang bermerk SHIMIZU PC-503 BIT.

PT. San Asia Padma memiliki lingkungan yang berfungsi dalam pengolahan limbah.

1) Pengolahan Limbah

Pengolahan limbah pada perusahaan ini dilakukan dengan menggiling limbah plastik kemudian dijadikan bahan baku tambahan atau dijual kepada konsumen.

(24)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

3.1 Jadwal Pelaksanaan Kerja Praktek

Kerja Praktek adalah proses belajar dimana seseorang memperoleh dan menguasai keterampilan dengan melibatkan diri dalam pekerjaan yang ada di suatu industri atau perusahaan. Kerja praktek ini bertujuan agar mahasiswa dapat memempertajam keahlian dalam menganalisis permasalahan nyata yang terjadi di perusahaan berdasarkan dengan teori yang relevan. Berikut ini adalah jadwal kegiatan magang yang dilakukan di PT. San Asia Padma dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tanggal Pelaksanaan : 10 Desember s/d 5 Februari 2021 Jam Kerja : Pukul 07.30 s/d 15.30

Istirahat 12.00-13.00 Hari Kerja : Senin – Jum’at

Penempatan : Bagian QC dan Limbah

Alamat : Jl. Inspeksi sungai citarum, RT 003 RW 008, kp. Cijeruk, desa, Bojongsari, Kec. Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat 40288.

Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan

Kamis

10 Desember

2020

08.00 15.00

Perkenalan dengan Pimpinan dan Staff

Perusahaan pada bagian produksi dan perkenalan lingkungan perusahaan

Jumat

11 Desember

2020

08.00 15.00

mengenali lebih detail mesin- mesin yang digunakan

(25)

Lanjutan Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan Senin

14 Desember

2020

08.00 15.00

mengamati alur proses pada divisi produksi

Selasa

15 Desember

2020

08.00 15.00

berdiskusi dengan para pegawai serta membantu pekerjaan para pegawai pada divisi produksi

Rabu

16 Desember

2020 08.00 15.00

berdiskusi dengan bapak Yayan selaku

pembimbing kerja praktek serta membantu pekerjaan para pegawai pada divisi produksi

Kamis

17 Desember

2020

08.00 15.00 membantu stasiun

kerja plating

Jumat

18 Desember

2020

08.00 15.00

perkenalan dan mengamati alur proses di bagian moulding

(26)

Lanjutan Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan

Senin

21 Desember

2020

08.00 15.00

memperhatikan kegiatan di bagian QC serta

membantu pekerjaan pegawai

Selasa

22 Desember

2020

08.00 15.00

mengamati kegiatan di bagian QC serta

mengukur produk produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample)

Rabu

23 Desember

2020

08.00 15.00

melakukan pendataan produk cacat per 1 jam sekali

Kamis

24 Desember

2020

08.00 15.00

membantu pekerjaan pegawai QC memilih produk sampel random per 1 jam sekali

Jumat

25 Desember

2020

08.00 15.00

pengecekan produk Pot Cream yang ditolak oleh PT. Derma Beauty Indonesia.

(27)

Lanjutan Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan

Senin

28 Desember

2020

08.00 15.00

membantu mengirimkan produk cacat dan runner ke bagian formulasi dan material

Senin 18 Januari

2021 08.00 15.00

membuat COA yang dilakukan per ganti shift

Selasa 19 Januari

2021 08.00 15.00

melakukan pengecekan terhadap produk per 1 jam sekali

Rabu 20 Januari

2021 08.00 15.00

menge-stempel garis pada

komponen cap pot cream

Kamis 21 Januari

2021 08.00 15.00

mencatat jumlah produk reject pada check sheet

Jumat 22 Januari

2021 08.00 15.00

memilih produk sampel per 1 jam sekali

(28)

Lanjutan Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan

Senin 25 Januari

2021 08.00 15.00

mengumpulkan semua produk reject

Selasa 26 Januari

2021 08.00 15.00

membantu mengoperasikan mesin mixer

Rabu 27 Januari

2021 08.00 15.00

membantu penggilingan produk reject dengan mesin runner

Kamis 28 Januari

2021 08.00 15.00

membantu mengoperasikan mesin mixer

Jumat 29 Januari

2021 08.00 15.00

membantu penggilingan runner

(29)

Lanjutan Tabel 3. 1 Jadwal Kerja Praktek

Hari Tanggal

Pelaksanaan Kerja Praktek Jam

Kedatangan

Jam

Kepulangan Uraian Kegiatan

Senin 1 Februari

2021 08.00 15.00

mengecek produk dengan

mengambil sampel random per 1 jam sekali

Selasa 2 Februari

2021 08.00 15.00

mencatat produk reject pada lembar check sheet

Rabu 3 Februari

2021 08.00 15.00 berdiskusi dengan

staff bagian QC

Kamis 4 Februari

2021 08.00 15.00

menganalisis keadaan

lingkungan pabrik

Jumat 5 Februari

2021 08.00 15.00

bimbingan dengan pembimbing di perusahaan

3.2 Lingkup Kerja Praktek

Uraian kegiatan kerja praktek yang dilakukan di PT. San Asia Padma dapat dilihat berikut ini:

(30)

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-1:

Kamis (10 Desember 2020)

Hari pertama kerja praktek dimulai dengan melaksanakan protokol kesehatan terlebih dahulu sebelum masuk ke perusahaan seperti pada Gambar 3.1, serta perkenalan dengan Pimpinan dan Staff Perusahaan pada bagian PPIC sekaligus pembimbing di perusahaan yaitu bapak Yayan serta perkenalan lingkungan perusahaan.

Gambar 3. 1 Menerapkan Protokol Kesehatan Sebelum Memulai Kerja Praktek (Sumber PT. San Asia Padma)

Jumat (11 Desember 2020)

Hari kedua dimulai dengan arahan dan bimbingan dengan pembimbing perusahaan untuk mengenali lebih detail mesin-mesin yang digunakan. Salah satunya dengan mengenal dan juga diberi kesempatan mengoperasikan mesin giling seperti pada Gambar 3.2. Hasil butiran runner plastik yang telah digiling dapat dilihat pada Gambar 3.3.

(31)

Gambar 3. 2 Mengoperasikan Mesin Giling (Sumber PT. San Asia Padma)

Gambar 3. 3 Hasil Butiran Plastik (Sumber PT. San Asia Padma)

Adapun mesin mesin lainnya yang digunakan pada PT. San Asia Padma antara lain mesin mesin mesin yang berada pada stasiun kerja bahan baku yaitu mesin giling, dan mesin mixer. Mesin yang berada pada stasiun kerja bahan baku dapat dilihat pada Gambar 3.4 – 3.5.

(32)

Gambar 3. 4 Mesin Giling (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin giling runner adalah mesin yang berfungsi untuk menggiling runner (cetakan plastik yang bukan bagian dari produk yang diinginkan). Mesin giling ini memiliki cara kerja yang sederhana, yaitu sebuah mesin penggerak yang memutar roda gigi pengiiling yang telah didesain secara khusus. Pisau pengiling tersebut akan bergesekan dan memotong runner hingga menghasilkan butiran biji plastik seperti bahan baku awal biji plastik.

Gambar 3. 5 Mesin Mixer (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin mixer adalah mesin pengaduk biji plastik yang telah dicampur sesuai dengan formula untuk produk yang akan dihasilkan. Biji plastik yang telah

(33)

dicampur terdiri dari bahan baku biji plastik, biji plastik runner, dan masterbatch.

Mesin ini memiliki cara kerja yang sederhana yaitu dengan memasukkan 1 karung biji plastik yang telah diformulasikan, kemudian menekan tombol on pada mesin giling dan mesin akan mulai mengaduk formula biji plastik secara merata selama 2 menit.

Mesin mesin yang berada pada stasiun kerja Moulding yaitu mesin EDM, mesin bubut, mesin CNC, dan mesin gerinda. Mesin mesin yang berada pada stasiun kerja Moulding dapat dilihat pada Gambar 3.6 – 3.9.

Gambar 3. 6 Mesin EDM (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin EDM bekerja dengan cara menghubungan dua material yang sama sama dapat dialiri listrik. Salah satunya adalah elektrode (pemotong), elektrode kemudian diturunkan ke dalam minyak isolasi, yang sekarang dikenal sebagai dielectric, perbedaan potensial listrik menyebabkan pembentukan partikel bermuatan, memperbolehkan tegangan listrik bergerak dari elektrode ke objek yang dikerjakan.

(34)

Gambar 3. 7 Mesin CNC Milling (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin CNC milling merupakan proses permesinan yang menggunakan kontrol terkomputerisasi dan memutar alat potong multi titik untuk secara progresif menghilangkan bahan dari benda kerja dan menjadikan bagian atau produk yang dirancang khusus.

Gambar 3. 8 Mesin Bubut (Sumber PT. San Asia Padma)

Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Mesin bubut yang digunakan merupakan mesin bubut manual.

(35)

Gambar 3. 9 Mesin Gerinda (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin ini digunakan untuk menggerinda benda-benda dengan permukaan rata dan menyudut.

Mesin yang berada pada stasiun kerja produksi adalah mesin injeksi.

Mesin yang berada pada stasiun kerja produksi dapat dilihat pada Gambar 3.10.

Gambar 3. 10 Mesin Injeksi (Sumber PT. San Asia Padma)

Proses mesin injeksi dilakukan dengan memasukan bahan baku (raw material plastik) berupa biji plastik ke dalam hopper, kemudian atur tekanan, kecepatan dan parameter lainnya. Screw pada mesin akan berputar dan raw material akan dipanaskan dalam barrel, selanjutnya plastik akan mulai meleleh dan diinjeksikan oleh nozzle ke dalam molding. Unit clamping akan menutup dan menekan setelah lelehan plastik dimasukan ke dalam molding. Setelah itu screw akan berhenti berputar, lalu clamping akan menarik core molding sehingga

(36)

molding terbuka. Tahap terakhir adalah melepas produk plastik dengan menekan ejektor pada molding.

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-2:

Senin (14 Desember 2020)

Hari ketiga dimulai dengan pengarahan oleh pembimbing perusahaan untuk mengamati alur proses pada divisi produksi dan juga diberi kesempatan untuk mencoba mengoperasikan mesin plating seperti pada Gambar 3.11.

Gambar 3. 11 Mesin Plating (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin plating adalah mesin penyablon produk plastik yang berfungsi untuk mencetak garis pada produk plastik sesuai dengan keinginan customer.

Mesin ini memiliki cara kerja dengan menyimpan produk pada tempat yang tersedia kemudian produk akan berputar pada garis plating sablon untuk mencetak garis pada produk tersebut.

Selasa (15 Desember 2020)

Hari keempat dimulai dengan kegiatan berdiskusi dengan para pegawai serta membantu pekerjaan para pegawai pada stasiun kerja Produksi. Diskusi yang dilakukan yaitu tentang divisi yang ingin diambil oleh praktikan.

Rabu (16 Desember 2020)

(37)

Hari kelima berdiskusi dengan bapak Yayan selaku pembimbing kerja praktek tentang topik permasalahan yang ada diperusahaan serta membantu pekerjaan para pegawai pada divisi produksi.

Kamis (17 Desember 2020)

Hari keenam belas dimulai kegiatan mengoperasikan mesin plating yang berfungsi untuk menge-stempel garis pada komponen cap pot cream pada stasiun kerja plating seperti pada Gambar 3.12.

Gambar 3. 12 Mengoperasikan Mesin Plating (Sumber PT. San Asia Padma)

Jumat (18 Desember 2020)

Hari ketujuh dimulai dengan perkenalan dan mengamati alur proses di bagian moulding dan berinteraksi dengan para pegawai serta membantu pekerjaan para pegawai pada divisi produksi di stasiun kerja moulding seperti pada Gambar 3.13.

(38)

Gambar 3. 13 Stasiun Kerja Moulding (Sumber PT. San Asia Padma)

(39)

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-3:

Senin (21 Desember 2020)

Hari kedelapan diisi dengan memperhatikan kegiatan di bagian QC yang bertugas memeriksa sampel produk setiap 1 jam sekali serta membantu pekerjaan pegawai dalam memeriksa produk pot cream.

- Spesifikasi Produk

Produk yang dijadikan sebagai objek pengamatan KP adalah tempat kosmetik dengan nama produk pot cream, berikut adalah produk yang diamati dapat dilihat pada Gambar 3.14.

Gambar 3. 14 Komponen Produk Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

Pot cream terdiri dari empat komponen yaitu cap, bottom, lid serta inner.

Berikut adalah spesifikasi dari setiap komponen diperlihakan pada Gambar 3.15 - 3.18.

1. Komponen Cap/Top

Komponen cap/top terbuat dari bahan PolyPropylene dengan spesifikasi PPHI10HO yang dicampur dengan masterbatch putih untuk menghasilkan warna putih pada produk. Komponen cap diproduksi dengan melewati tahapan pencampuran bahan, proses injeksi, serta stamping dapat dilihat pada Gambar 3.15.

(40)

Gambar 3. 15 Komponen Top (Sumber PT. San Asia Padma)

o Proses Formulasi/Penimbangan

Proses formulasi dilakukan dengan menimbang material PPHI10H0 dan masterbatch warna putih dengan rasio 1:0.025, masterbatch berfungsi sebagai pewarna putih untuk komponen top.

o Proses pencampuran bahan

Proses pencampuran bahan dilakukan oleh mesin mixer Shinlic dengan kapasitas 100 kg. Proses pencampuran bahan dilakukan selama kurang lebih 3 menit per batchnya.

o Proses injeksi mould

Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin inject Shine well tipe 150 E, dengan pengaturan panas sebesar 150oC dan inject speed sebesar 50mm/s. Proses ini adalah satu satunya tahapan yang menghasilkan scrap berupa runner. Waktu siklus untuk proses ini adalah 18 detik.

o Proses stamping

(41)

Proses ini dilakukan oleh mesin hot stamping machine dari Astrans dengan modifikasi khusus untuk komponen cap. Proses stamping dilakukan dengan melapisi sedikit bagian cap dengan foil berwarna emas. Proses ini hanya dapat dilakukan pada satu cap dan memakan waktu selama kurang lebih 5 detik.

2. Komponen Bottom

Komponen bottom terbuat dari bahan PolyPropylene dengan spesifikasi PPHI10HO yang dicampur dengan masterbatch putih untuk menghasilkan warna putih pada produk. Komponen cap diproduksi dengan melewati tahapan pencampuran bahan dan proses injeksi.

Komponen bottom dapat dilihat pada Gambar 3.16.

Gambar 3. 16 Komponen Bottom (Sumber PT. San Asia Padma)

o Proses Formulasi/Penimbangan

Proses formulasi dilakukan dengan menimbang material PPHI10H0 dan masterbatch warna putih dengan rasio 1:0.025, masterbatch berfungsi sebagai pewarna putih untuk komponen inner o Proses pencampuran bahan

(42)

Proses pencampuran bahan dilakukan oleh mesin mixer Shinlic dengan kapasitas 100 kg. Proses pencampuran bahan dilakukan selama kurang lebih 3 menit per batchnya.

o Proses injeksi mould

Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin inject Haitian tipe MA4700, dengan pengaturan panas sebesar 150oC dan inject speed sebesar 50mm/s. Proses ini adalah satu satunya tahapan yang menghasilkan scrap berupa runner. Waktu siklus untuk proses ini adalah 4 detik.

3. Komponen Inner

Komponen inner terbuat dari bahan PolyPropylene dengan spesifikasi PPHI10HO yang dicampur dengan masterbatch putih untuk menghasilkan warna putih pada produk. Komponen inner dapat dilihat pada Gambar 3.17.

Gambar 3. 17 Komponen Inner (Sumber PT. San Asia Padma)

o Proses Formulasi/Penimbangan

Proses formulasi dilakukan dengan menimbang material PPHI10H0 dan masterbatch warna putih dengan rasio 1:0.025, masterbatch berfungsi sebagai pewarna putih untuk komponen inner o Proses pencampuran bahan

(43)

Proses pencampuran bahan dilakukan oleh mesin mixer Shinlic dengan kapasitas 100 kg. Proses pencampuran bahan dilakukan selama kurang lebih 3 menit per batchnya.

o Proses injeksi mould

Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin inject Shine well tipe 150 E, dengan pengaturan panas sebesar 150oC dan inject speed sebesar 50mm/s. Proses ini adalah satu satunya tahapan yang menghasilkan scrap berupa runner. Waktu siklus untuk proses ini adalah 24 detik.

4. Komponen Lid

Komponen lid terbuat dari bahan Low Density Polyethilene (LDPE Asrene) dengan spesifikasi UI 2650 yang dicampur dengan penjernih untuk menghasilkan warna transparan pada produk. Komponen lid diproduksi dengan melewati tahapan pencampuran bahan dan proses injeksi. Komponen lid dapat dilihat pada Gambar 3.18.

Gambar 3. 18 Komponen Lid (Sumber PT. San Asia Padma)

o Proses Formulasi/ Penimbangan

Proses formulasi dilakukan dengan menimbang material LDPE Asrene dan masterbatch penjernih dengan rasio 1:0.025, masterbatch berfungsi sebagai pemberi warna transparan untuk komponen lid.

(44)

o Proses pencampuran bahan

Proses pencampuran bahan dilakukan oleh mesin mixer Shinlic dengan kapasitas 100 kg. Proses pencampuran bahan dilakukan selama kurang lebih 3 menit per batchnya.

o Proses injeksi mould

Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin inject Shine well tipe 150 E, dengan pengaturan panas sebesar 120oC dan inject speed sebesar 50mm/s. Proses ini adalah satu satunya tahapan yang menghasilkan scrap berupa runner. Waktu siklus untuk proses ini adalah 15 detik.

 Peta Diagram Alir

Peta Diagram Aliran dapat memberikan informasi tambahan mengenai arah aliran dari material atau orang selama aktivitasnya. Peta Diagram Aliran Produk Pot Cream dapat dilitan pada Gambar 3.19.

 Peta Proses Operasi

Seluruh tahapan pembuatan produk pot cream dibuat pada peta proses operasi dengan menggunakan simbol yang sesuai dengan proses produksi yang berjalan. Berikut adalah peta proses operasi yang dibuat dapat dilihat pada Gambar 3.20.

(45)

Gambar 3. 19 Peta Diagram Alir Produk Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

(46)

Gambar 3. 20 Peta Proses Operasi Produk Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

(47)

22 - 25 Desember 2020

Hari kesembilan diisi dengan mengamati dan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample) serta memisahkan produk sendok simba dan runner yang keluar dari mesin injeksi seperti pada Gambar 3.21.

Gambar 3. 21 Mengambil Produk Sampel Untuk Periksa Ukuran (Sumber PT. San Asia Padma)

Adapun informasi yang diberikan tentang produk sendok simba antara lain.

 Peta Diagram Alir

Berikut Peta diagram alir untuk produk sendok simba dapat dilihat pada Gambar 3.22.

 Peta Proses Operasi

Berikut Peta proses operasi untuk produk sendok simba dapat dilihat pada Gambar 3.23.

(48)

Gambar 3. 22 Peta Diagram Alir Produk Sendok Simba (Sumber PT. San Asia Padma)

(49)

Gambar 3. 23 Peta Proses Operasi Produk Sendok Simba (Sumber PT. San Asia Padma)

Mesin Molding Injection adalah mesin pencetak plastik dengan menggunakan operasi pada jarum suntik, dimana lelehan plastik disuntikan kedalam mold (cetakan) yang tertutup rapat yang berada didalam mesin sehingga lelehan tersebut memenuhi ruang yang berada pada mold sesuai dengan bentuk produk yang diinginkan

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-4:

Senin (28 Desember 2020)

Hari ketigabelas diisi dengan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk-produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample).

(50)

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-5:

Senin (18 Januari 2021)

Hari keempat belas diisi dengan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk-produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample).

Selasa (19 Januari 2021)

Hari kelima belas mengamati dan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample).

Rabu (20 Januari 2021)

Hari keenam belas dimulai dengan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample) dan mengumpulkan produk produk cacat yang telah digiling.

Kamis (21 Januari 2021)

Hari ketujuh belas diisi dengan kegiatan mencatat jumlah produk reject pada check sheet, kemudian mengirim produk reject sendok makan simba dan runner ke stasiun kerja pengolahan bahan baku seperti pada Gambar 3.24.

Gambar 3. 24 Mengumpulkan Runner dan Produk Reject (Sumber PT. San Asia Padma)

Jumat (22 Januari 2021)

(51)

Hari kedelapan belas diisi dengan mengamati dan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk-produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample).

(52)

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-6:

Senin (25 Januari 2021)

Hari kesembilan belas diisi dengan kedatangan pada pukul 08.00 dengan kegiatan mengumpulkan semua produk reject kemudian disimpan di stasiun kerja runner untuk digiling dan menjadi biji plastik.

Selasa (26 Januari 2021)

Hari kedua puluh diisi dengan membantu pekerjaan bagian bahan baku dengan membantu mengoperasikan mesin mixer yang bertujuan untuk mencampur bahan baku biji plastik yang telah di komposisikan seperti pada Gambar 3.25. Bahan baku biji plastik, biji runner, dan masterbatch dapat dilihat pada Gambar 3.26

Gambar 3. 25 Mengoperasikan Mesin Mixer (Sumber PT. San Asia Padma)

Gambar 3. 26 Bahan Baku Biji Plastik (putih), Biji Runner (hitam), Masterbatch (coklat) (Sumber PT. San Asia Padma)

(53)

Rabu (27 Januari 2021)

Hari kedua puluh satu diisi dengan membantu pekerjaan bagian bahan baku dengan membantu penggilingan produk reject dengan menggunakan mesin runner untuk dijadikan biji plastik dan memformulasikan komposisi untuk produk sendok simba seperti pada Gambar 3.27.

Gambar 3. 27 Memformulasikan Bahan Baku Biji Plastik (Sumber PT. San Asia Padma)

Kamis (28 Januari 2021)

Hari kedua puluh dua diisi dengan membantu pekerjaan bagian bahan baku dengan membantu mengoperasikan mesin mixer dengan mencampur biji plastik dengan runner yang telah digiling seperti pada Gambar 3.28.

(54)

Gambar 3. 28 Mengoperasikan mesin mixer (Sumber PT. San Asia Padma)

(55)

Jumat (29 Januari 2021)

Hari kedua puluh tiga diisi dengan mengamati dan membantu pekerjaan bagian bahan baku dengan membantu penggilingan produk reject dengan mesin runner, untuk dijadikan biji plastik.

Uraian kegiatan kerja praktek minggu ke-7:

Senin (1 Februari 2021)

Hari keduapuluh empat diisi dengan mengamati dan membantu kegiatan di bagian QC serta mengukur produk-produk yang telah dipilih secara acak dalam setiap 1 jam sekali (random sample).

Selasa (2 Februari 2021)

Hari kedua puluh lima diisi dengan pengecekan produk setiap 1 jam sekali serta pendataan pada lembar checksheet yang disediakan.

Rabu (3 Februari 2021)

Hari kedua puluh enam diisi dengan kegiatan berdiskusi dengan staff bagian QC tentang permasalahan yang ada pada produk pot cream serta menganalisis permasalahan pada produk pot cream.

Kamis (4 Februari 2021)

Hari kedua puluh tujuh diisi dengan kegiatan menganalisis keadaan lingkungan pabrik berdasarkan permasalahan pada produk pot cream terutama pada mesin injeksi yang memproduksi produk tutup pot cream seperti pada Gambar 3.29.

Gambar 3. 29 Mesin Injeksi Untuk Produk Tutup Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

(56)

Jumat (5 Februari 2021)

Hari kedua puluh delapan diisi dengan bimbingan dengan pembimbing perusahaan yaitu bapak Yayan serta sekaligus mengambil data, setelah itu dilaksanakan kegiatan perpisahan dengan pembimbing, pekerja dan pemilik dari PT. San Asia Padma serta berfoto untuk dokumentasi.

3.3 Permasalahan Yang Ditemui

Pada saat kegiatan Kerja Praktek di PT. San Asia Padma yang berlangsung pada hari pelaksanaan ke-12 (Jumat, 25 Desember 2020). perusahaan mendapat pengembalian produk dari Customer berupa Pot Cream yang berjumlah 20.160 pcs. Hal tersebut merupakan permasalahan bagi perusahaan, karena setiap proses produksi memiliki tujuan yaitu untuk menghasilkan produk yang terbaik.

Didalam proses untuk mencapai tujuan tersebut, maka ada batasan yang harus dipenuhi ;

 Anggaran: produk harus diselesaikan dengan biaya tanpa melebihi anggaran.

 Jadwal: produk harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan

 Mutu: hasil produk harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang di syaratkan

Gambar 3. 30 Sasaran Produksi yang Merupakan Tiga Kendala

Pengembalian produk Pot Cream ini disebabkan oleh produk tidak memenuhi mutu spesifikasi yaitu produk kotor yang disebabkan oleh debu.

(57)

Sehingga customer tidak dapat menerima produk yang telah di produksi oleh perusahaan.

Permasalahan ini memberikan berbagai dampak-dampak yang sangat berpengaruh kepada perusahaan. Permasalahan ini berpengaruh pada Tiga Sasaran Produksi seperti pada Gambar 3.30. Produk Pot Cream bermasalah pada segi Mutu/Kualitas, dan apabila hal ini terjadi, hal tersebut dapat berpengaruh pada segi Anggaran (biaya) dan Jadwal (waktu).

Selain berdampak pada anggaran dan jadwal fenomena ini juga berdampak pada aspek sumber daya yang ada diperusahaan seperti mesin yang melakukan produksi kembali, penjadwalan produksi ulang, dan berdampak pada material, yang dimana produksi ulang juga akan mengurangi stok bahan baku.

3.4 Data Terkait Konteks Permasalahan yang Diajukan

Data yang terkait dengan permasalahan bahan baku plastik yang mengundang partiker debu dan mengakibatkan produk haris dibersihkan dapat dilihat pada Tabel 3.2 dan Gambar 3.31.

Tabel 3. 2 Data jumlah produk yang yang dikembalikan oleh pemesan (Sumber PT. San Asia Padma)

M REKAP POT CREA DBI

Pelanggan No.PO Tgl PO Nama P o uk r d Jumlah PO Tgl Delive yr No.

r

Delive y No. COA Jumlah Satuan Ket r

PT. De ma Beauty

d In onesia

PO-2007-0044 22-Jul-20

Pot Puth tutup d puth list gol

r 12,5 g (pp)

100.000 24-Dec-20 20408 0701 20.160 Set

reject r koto , ditukar guling r

PT. De ma Beauty

d In onesia

PO-2007-0045 23-Jul-20

Pot Puth tutup d puth list gol

r 12,5 g (pp)

100.000 14-Jan-20 20436 0701 20.160 Cap

Penggant r ki iman 20408 r

PT. De ma Beauty

d In onesia

PO-2007-0046 24-Jul-20

Pot Puth tutup d puth list gol

r 12,5 g (pp)

100.000 14-Jan-20 20436 0702 20.160 Botom

Penggant r ki iman 20408 r

PT. De ma Beauty

d In onesia

PO-2007-0047 25-Jul-20

Pot Puth tutup d puth list gol

r 12,5 g (pp)

100.000 14-Jan-20 20436 0704 20.160 Plug

Penggant r ki iman 20408

(58)

Gambar 3. 31 COA Pot Cream (Sumber PT. San Asia Padma)

(59)

BAB IV ANALISIS

4.1 Landasan Teori Yang Relevan Dengan Konteks Permasalahan

Landasan teori pada sub bab ini menjelaskan mengenai teori-teori yang relevan dengan konteks permasalahan yang telah diidentifikasi, dan digunakan sebagai landasan dalam proses analisis. Adapun teori – teori yang digunakan adalah sebagai berikut:

4.1.1 Definisi Kualitas

Kualitas merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan, jika produk yang diusahakan dapat ingin bersaing di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (Sumiati, 2016). Definisi ini kemudian berkembang menjadi definisi kualitas menurut Garvin, yang membagi definisi kualitas menjadi 5 bagian, yaitu:

1. Transcendent Quality, yaitu kondisi ideal menuju keunggulan

2. Product-based Quality, yaitu suatu atribut produk yang memenuhi kualitas 3. User-based Quality, yaitu kesesuaian atau ketetapan dalam penggunaan

produk (barang dan/atau jasa)

4. Manufacturing-based Quality, yaitu kesesuaian terhadap persyaratan- persyaratan standar

5. Value-based Quality, yaitu derajat keunggulan pada tingkat harga yang kompetitif

Ada banyak sekali definisi dan pengertian kualitas, yang sebenarnya definisi atau pengertian yang satu hampir sama dengan definisi atau pengertian yang lain.

Pengertian kualitas menurut beberapa ahli yang banyak dikenal antara lain:

• Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu (ISO 8402 dan SNI 19-8402-1991).

• Kualitas adalah suatu strategi bisnis mendasar yang mengupayakan mengahasilkan aneka barang dan jasa yang memuaskan para pelanggan baik

(60)

internal maupun eksternal secara lengkap dengan berusaha memenuh harapan–harapan mereka baik yang emplisit maupun eksplisit (Putro dkk, 2014)

• kualitas adalah kemampuan suatu produk untuk menjalankan fungsinya, termasuk keseluruhan produk daya tahan, keandalan, presisi, kemudahan pengoperasian dan perbaikan, dan nilai lainnya atribut (Saidani dan Arifin, 2012)

Menurut Weenas (2013), kualitas merupakan suatu kondisi yang selalu berubah (dinamis) serta berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan (customer).

Menurut Jannah (2015), menjelaskan bahwa kualitas dapat dicapai melalui perbaikan proses. Perbaikan atau peningkatan kualitas proses akan meningkatkan keseragaman produk, mengurangi overlapping dalam pekerjaan serta berbagai kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan, mengurangi pemborosan tenaga kerja, waktu dan material serta peningkatan output dengan usaha yang minimum.

4.1.2 Total Quality Control

Total Quality Control merupakan pengendalian yang menyangkut kegiatan inspeksi terhadap karakteristik produksi. Tujuan dari Total Quality Control adalah memberikan kepastian bahwa setiap kegiatan memberikan kontribusi guna mencapai tujuan utama bisnis yang dilaksanakan dengan seefisien mungkin.

Falsafah dasar dari Total Quality Control ini adalah “Mengerjakan Pekerjaan Yang Benar Dengan Tepat Sejak Pertama Kali” (Zahroh dan Maunah, 2015).

4.1.2.1 Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas adalah proses yang digunakan untuk menjamin tingkat kualitas dalam produk atau jasa. Pengendalian kualitas adalah aktivitas keteknikan dan manajemen, dengan aktivitas itu kita ukur ciriciri kualitas produk, membandingkannya dengan spesisifikasi atau persyaratan dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar (Ratnadi dan Suprianto, 2016). Tujuan dari pengendalian kualitas adalah terciptanya perbaikan kualitas yang berkesinambungan (continuous improvement) sehingga diperoleh perbaikan yang maksimal.

(61)

Pengendalian kualitas statistik secara garis besar digolongkan menjadi dua, hal ini dapat dilihat pada gambar 4.1.

Pengendalian Kualitas Statistik

Pengendalian Kualitas Proses Statistik

(Control Chart) Rencana Penerimaan Sampel Produk

(Acceptance Sampling)

Data Variabel Data Atribut Data Variabel Data Atribut

Gambar 4. 1 Syarat/Keperluan untuk Kualitas Produk

Pengendalian kualitas sangat erat kaitannya dengan proses produksi, dimana pada pengendalian kualitas ini dilakukan pemeriksaan atas karakteristik kualitas yang dimiliki produk, guna penilaian atas kemampuan proses produksinya yang berkaitan dengan standar spesifikasi produk.

Juran dalam “Quality Control Handbook” menyatakan bahwa pengendalian kualitas terdiri dari 3 aspek, yaitu:

1. Quality Planning. Pada tahap ini, produsen harus:

 Identifikasi kebutuhan konsumen, baik internal maupun eksternal

 Rancang produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen

 Rancang proses produksi produk itu

 Produksi produk sesuai dengan spesifikasi

2. Quality Control, Pengendalian kualitas produk pada saat proses produksi.

Pada tahapan ini, produsen harus:

 Identifikasi element kritis yang harus dikendalikan dan berpengaruh pada kualitas

 Kembangkan alat dan metode pengukurannya

 Kembangkan standar bagi elemen kritis

Gambar

Gambar 2. 2 Lokasi PT. San Asia Padma
Gambar 2. 3 Struktur Organisasi PT. SAP (Sumber PT. San Asia Padma)
Gambar 2. 4 Moulding (Sumber PT. San Asia Padma)
Gambar 2. 7 Bahan Baku Plastik (Polypropylene) (Sumber PT. San Asia Padma)
+7

Referensi

Dokumen terkait