• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kerja Praktek di PLN Rayon Bengkalis oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Kerja Praktek di PLN Rayon Bengkalis oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PLN. RAYON BENGKALIS PT.ADRA GEMILANG ( KOMPONEN GARDU DISTRIBUSI )

Ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Kerja Praktek

Politeknik Negeri Bengkalis

CAHYO PRAMONO 3103191189

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS BENGKALIS

2021

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb

Alhamdulillahirobbil’alamin. Penulis ucapkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan sekaligus menyusun laporan Kerja Praktek (KP) di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang sebagai salah satu syarat bagi penulis dalam menyelesaikan program studi Diploma Empat (D4) dijurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Bengkalis.

Kerja Praktek (KP) ini merupakan salah satu program Politeknik Negeri Bengkalis khususnya prodi Teknik Listrik, yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis dalam menerapkan ilmu pengetahuan didunia kerja serta untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman baru dalam menunjang ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan

Laporan ini diharapkan dapat menambah kreativitas dan pengetahuan yang baik dan buruk bagi penulis maupun bagi pembaca laporan ini. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan Kerja Praktek (KP) sampai tersusunnya laporan ini dengan baik. Oleh karena itu penulis menucapkan terima kasih kepada :

1. Orang Tua tercinta yang telah memberikan dukungan kepada pihak penulis, baik itu secara moril maupun materil serta Do’anya.

2. Bapak Ir. H. Muhammad Milchan,MT Selaku Direktur Politeknik Negeri Bengkalis.

3. Bapak Wan Muhammad Faizal ST.,MT Selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro.

(4)

3 4. Ibuk Muharnis,S.ST.,MT Selaku Ketua Prodi DIV Teknik Listrik.

5. Bapak Wan Muhammad Faizal ST.,MT Selaku Koordinator Kerja Praktek (KP).

6. Bapak Adam ST.,MT Selaku pembimbing laporan Kerja Praktek (KP).

7. Bapak-bapak dosen Prodi Teknik Listrik.

8. Rekan-rekan mahasiswa Prodi Teknik Listrik , yang selalu menyertai penulis dalam menyelesaikan laporan ini.

9. Bapak Ali Wardana selaku pemimpin Perusahaan di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang.

10. Bapak Karyono selaku koordinator lapangan di Perusahaan PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang.

11. Bapak Heriyadi selaku pembimbing lapangan di Perusahaan PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang.

12. Berserta karyawan di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang.

Usaha maksimal dalam penyusunan laporan Kerja Praktek ini tidak luput dari kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kekhilafan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan, saran, dan kritik yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata penulis berharap kritik dan saran yang membangun sehingga penulis bisa memperbaikinya di masa mendatang dan semoga laporan Kerja Praktek ini dapat memberikan manfaat dan wawasan kita semua.

Semoga Allah SWT memberkati usaha yang kita lakukan, Amin...

Bengkalis, 31 Agustus 2019

CAHYO PRAMONO

3103191189

Page 4 of 75

(5)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

BAB 1 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 1

1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 1

1.2. Visi dan Misi PLN.Rayon Bengkalis PT.Adra Gemilang ... 4

1.2.1. Visi ... 4

1.2.2. Misi ... 5

1.2.3. Motto ... 5

1.3. Struktur Organisasi ... 5

BAB II DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK ... 8

2.1. Spesifikasi Tugas Yang Dilaksanakan ... 8

2.1.1. Minggu 1 Tanggal 5 – 10 Juli 2021... 8

2.1.2. Minggu 2 Tanggal 13 – 17 Juli 2021... 12

2.1.3. Minggu 3 Tanggal 20 – 25 Juli 2021... 16

2.1.4. Minggu 4 Tanggal 22 – 27 Juli 2019 ... 18

2.1.5. Minggu 5 Tanggal 29 – 3 Agustus 2019 ... 23

2.1.6. Minggu 6 Tanggal 5 – 10 Agustus 2019 ... 25

2.1.7. Minggu 7 Tanggal 12 – 17 Agustus 2019 ... 29

2.1.8. Minggu 8 Tanggal 19 – 24 Agustus 2019 ... 32

2.1.9. Minggu 9 Tanggal 26 – 29 Agustus 2019 ... 35

2.2. Target Yang Diharapkan ... 35

2.3. Perangkat Keras Dan Lunak Yang Digunakan ... 35

2.4. Data-Data Yang Diperlukan ... 36

2.5. Dokumen- Dokumen Yang Di Perlukan ... 36

2.6. Kendala Yang Dihadapi Penulis Dalam Menyelesaikan Tugas ... 37

2.7. Hal-Hal Dianggap Perlu ... 37

BAB III KOMPONEN GARDU DISTRIBUSI ... 38

(6)

5

3.1. Gardu Distribusi ... 38

3.2. Komponen Gardu Distribusi ... 39

3.2.1. Jaringan Tegangan Menengah... 39

3.2.1.1.Tipe JaringanTegangan Menengah (JTM) ... 39

3.2.2. Transformator Distribusi ... 40

3.2.3. Sistem Pengaman Gardu Distribusi ... 41

3.2.3.1.Fuse Cut Out (CO) ... 41

3.2.3.2.Ligthning Arrester ... 42

3.2.3.3.NH (Niederspannungs Hochleistungs) Fuse... 43

3.2.4. Sistem Grounding atau Pembumian... 44

3.2.4.1.Graunding trafo... 45

3.2.4.2.Graunding PHBTR ... 45

3.2.5. Cross Arm ( lengan Tiang) / Traves ... 45

3.2.6. Isolator ... 46

3.2.6.1.Isolator Pin ... 46

3.2.6.2.Isolator Post ... 47

3.2.6.3.Isolator Pin-Post ... 48

3.2.7. Perangkat Hubung bagi Tegangan Rendah (PHBTR) ... 49

3.2.7.1.Single Line (PHBTR)... 50

3.2.7.2.Komponen-komponen (PHBTR) ... 51

3.3. Gangguan Pada Gardu Distribusi ... 54

3.3.1. Gangguan Sambaran Petir... 54

3.3.2. Gangguan Hubung Singkat ... 55

3.3.3. Gangguan Kegagalan Minyak Transformator... 55

3.4. Pemeliharaan Gardu Distribusi ... 56

3.4.1. Proses Pemeliharaan Gardu Distribusi ... 56

BAB IV PENUTUP ... 59

4.1. Kesimpulan ... 59

4.2. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60 LAMPIRAN ...

Page 6 of 75

(7)

A. Surat Keterangan

B. Kegiatan Harian Kerja Praktek ( KP ) C. Sertifikat

D. Daftar Nilai Dari Perusahaan

(8)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi PT.Adra Gemilang ... 7

Gambar 2.1 brifing dan pengenalan diri ... 9

Gambar 2.2 memperbaiki KHW meter pelanggan yang rusak. ... 9

Gambar 2.3 Pemangkasan JTM ... 10

Gambar 2.4 Pemangkasan JTM ... 11

Gambar 2.5 Gangguan los kontak nol / netral di rumah pelanggan ... 11

Gambar 2.6 Gangguan di rumah pelanggan... 12

Gambar 2.7 penggantian MCB ... 12

Gambar 2.8 fuse link CO( cut out ) ... 13

Gambar 2.9 penyulang jaringan tegangan menengah(JTM) ... 14

Gambar 2.10 Penggantian MCB di rumah pelanggan ... 14

Gambar 2.11 gangguan lost kontak... 15

Gambar 2.12 Penggantian NH fuse ... 15

Gambar 2.13 fuse link CO( cut out ) JTM... 16

Gambar 2.14 pemasangan KWH meter baru dirumah pelanggan ... 17

Gambar 2.15 pemindahan KWH meter... 18

Gambar 2.16 Perawatan PHB-TR ... 19

Gambar 2.17 lost kontak Nol/ Netral pada tiang... 19

Gambar 2.18 Perawatan PHB-TR ... 20

Gambar 2.19 Penggantian NH fuse dan ground plat ... 21

Gambar 2.20 Pemindahan kabel SR... 21

Gambar 2.21 pemangkasan pada JTM ... 22

Gambar 2.22 gangguan lost kontak... 23

Gambar 2.23 Melakukan Pergantian kabel SR pelanggan ... 23

Gambar 2.24 los Kontak Nol/ Netral Pada Tiang ... 24

Gambar 2.25 Perggantian MCB ... 24

Gambar 2.26 Kwh Tertera Periksa dirumah Pelanggan ... 25

Page 8 of 75

(9)

Gambar 2.27 los Kontak Nol/ Netral Pada Tiang ... 25

Gambar 2.28 Kwh Tertera Periksa dirumah Pelanggan ... 26

Gambar 2.29 los Kontak Nol/ Netral Pada Tiang ... 26

Gambar 2.30 Perawatan PHB-TR ... 27

Gambar 2.31 los Kontak Nol/ Netral Pada Tiang ... 27

Gambar 2.32 Perggantian MCB ... 28

Gambar 2.33 Melakukan Pemindahan kabel SR pelanggan ... 28

Gambar 2.34 pemindahan KWH meter... 29

Gambar 2.35 fuse link CO( cut out ) ... 30

Gambar 2.36 Pemangkasan JTM ... 31

Gambar 2.37 Perbaikan clam traves pada TM1 ... 31

Gambar 2.38 penggantian NH fuse ... 31

Gambar 2.39 perbaikan kabel SKU ... 32

Gambar 2.40 pemangkasan JTM... 33

Gambar 2.41 Los Kontak Nol/ Netral ... 33

Gambar 2.42 pemangkasan (JTM) di pematang duku. ... 34

Gambar 2.43 perbaikan kabel SR pelanggan yang kendor. ... 34

Gambar 2.44 perbaikan kabel SR pelanggan ... 35

Gambar 2.45 pemasangan KWH meter baru dirumah pelanggan ... 36

Gambar 2.46 Perawatan PHB-TR ... 37

Gambar 2.47 Pengecekan KWH meter pelanggan terbaca periksa... 37

Gambar 3.1 Gardu distribusi ... 41

Gambar 3.2 Transformator Distribusi... 43

Gambar 3.3.Fuse cut out ... 44

Gambar 3.4 Ligthning Arrester ... 45

Gambar 3.5 (a) Ground plate dan NH fuse ... 46

Gambar 3.6 Cross arm(lengan tiang) / travers ... 48

Gambar 3.7 Pin isolator... 49

Gambar 3.8 Post isolator... 50

Gambar 3.9 Pin-post isolator... 50

Gambar 3.10 Perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR) ... 51

(10)

9 Gambar 3.11 Single line sistem penyaluran ... 54 Gambar 3.12 Spesifikasi gelombang petir ... 56 Gambar 3.13 Cara memeriksa tahanan kontak pada sambungan... 59

Page 10 of 75

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daftar Piket Mahasiawa Praktek... 8

(12)

1

BAB I

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Kelistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19,pada saat beberapa perusahaan Belanda ,antara lain pabrik gula dan pabrik telah mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk pamanfaatan umum mulai pada saat Perusahaan Swasta Belanda yaitu NV.NIGN yang semula bergerak dibidang gas memperluas usahanya dibidang listrik.

Dengan menyerahnya pemerintah Belanda Kepada Jepang dalam Perang Dunia II maka indonesia dikuasai Jepang dan semua personil dalam perusahaan listrik tersebut diambil oleh orang-orang Jepang. Dengan jatuhnya Jepang ketangan sekutu,dan diproklamasikan kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka kesempatan yang baik ini dimanfaatkan oleh pemuda dan buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan listrik dan gas yang dikuasai jepang pada bulan september 1945 dan diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejalan dengan menigkatnya perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan Irian Jaya dari cengkraman penjajah Belanda maka dikeluarkan Undang-Undang No. 86 Tahun 1958 tanggal 27 Desemer 1958 tentang nasionlisasi semua perusahaan Belanda, dan peraturan pemerintah No. 18

Tahun 1958 tentang nasionalisasi perusahaan listrik dan gas milik Belanda.

Sejarah ketenagaan listrik di Indonesia mengalami pasang surut sejalan dengan pasang surutnya perjuangan bangsa, pada tanggal 27 Oktober 1945 kemudian dikenal sebagai hari listrik dan gas. Hari tersebut telah diperingati untuk pertama kali pada tanggal 27 Oktober 1946 bertempat di gedung badan pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNIP), Yogyakarta. penempatan secara resmi tahun 1945 sebagai hari listrik berdasarkan keputusan menetri pekerjaan umum dan tenaga No. 20 tahun 1960, namun kemudian berdasarkan keputusan menteri pekerjaan umum dan tenaga listrik No. 235/KPTS/1975 tanggal 30 September

Page 12 of 75

(13)

1975 peringatan hari listrik dan gas di gabung dengan hari kebnagkitan pekerjaan umum dan tenaga listrik yang jatuh pada tanggal 03 Desember.

Mengingat pentingnya dan nilai-nilai hari listrik maka berdasarkan keputusan meteri pertambangan dan Energy No. 134/43.PE/1992 pada tanggal 31 Agustus 1992 di tetapkanlah bahwa tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional. Secara garis besar sejarah perkembangan PLN berdasarkan pembagian- pembagian kurun waktu tertentu dapat dibagi kedalam enam periode, yaitu :

1. Periode Sebelum Tahun 1943

Perusahaan Kelistrikan Indonesia dirintis oleh perusahaan-perusahaan Swasta Belanda, yaitu oleh pabrik-pabrik pengusaha Kelistrikan untuk umum yang dinilai menguntungkan, maka bermuncullah perusahaan-perusahaan listrik Swasta milik Belanda seperti :

a) NV ANIFM b) NV GRBRO c) NV OGRML

2. Periode Tahun 1943-1945

Pada Waktu pendudukan Jepang perusahaan-perusahaan Listrik Swasta tersebut di kuasai secara keseluruhan oleh Jepang dan di kelola menurut situasi suatu kondisi suatu daaerah-daerah tertentu seperti perusahaan Listrik Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra dan lain-lain.

3. Periode Tahun 1945-1966

Perusahaan Listrik Dan Gas di sebut dari Jepang dan melalui ketetapan Presiden RI. No. 1/Sd/. 1945 Tanggal 27 Oktober 1945, dibentuk jawatan Listrik dan gas yang berkedudukan di Yogyakarta.

Pada masa Agresi Belanda ke-1, perusahaan-perusahaan Listrik yang di bentuk dengan ketetapan Presiden diatas, dikuasai kembali oleh pemiliknya semulaPada Agresi Belanda ke-2 (19 Desember 1948). Sebagian besar kantor-kantor Jawatan Listrik dan gas direbut oleh pemerintah Colonial Belanda, kecuali daerah AcehTahun 1950 Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi Listrik dan gas milik

(14)

3 pemerintah Colonial Belanda, sedangkan perusahaan Listrik Swasta di serahkan kembali kepada pemiliknya semula hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 163. 3 Oktober 1953 tentang Nasionalisasi Perusahaan Listrik Milik Bangsa Belanda yaitu jika konsesi perusahaan telah berakhir, maka beberapa perusahaan Listrik milik Swasta tersebut diambil dan di gabungkan ke Jawatan tenaga. Di ubah menjadi Perusahaan Listrik Negara melalui surat keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan tenaga No. P.25/45/17 Tanggal 23 September 1959 setelah Dewan Direktur Perusahaan Listrik (DD. PLN) terbentuk.

Berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 1996 tentang “Perusahaan Negara” dan melalui peraturan pemerintah RI (Republik Indonesia) No. 67Tahun 1961 di bentuklah Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara (BPU- PLN), yang mengelola semua Perusahaan Listrik da gas, dan berada didalam satu wadahorganisasi.

4. Periode Tahun 1967-1985

Dalam Kabinet Pembangunan 1, PLN dan LembagaMasalah Ketenagaan (LMK) dialihkan ke departemen PUTL No. 6/PRT/1970. Tahun 1972,PLN ditetapkan sebagai perusahaan umum melalui peraturan pemerintah No. 18. Pemerintah juga memberikan tugas-tugas pemerintah di bidang Kelistrikan Kepada PLN untuk mengatur, membina, mengawasi dan melaksanakan perencanaan umum di bidang Kelistrikan Nasional di samping tugas-tugas sebagian perusahaan.

Mengingat Kebikjaksanaan Energy perlu untuk ditetapkan secara Nasional,maka Kabinet Pembangunan III dibentuk Departemen Pertambangan dan Energy,dan PLN serta PGN berpindah lingkungan dari Departemen PUTL ke Departemen di bidang ketenagaan selanjutnya ditangani oleh Direktorat Jendral Ketenagaan (1981).

Dalam Kabinet Pembangunan IV, Ditjen Ketenagaan diubah menjadi Ditjen Listrik Energy Baru (LEB). Perubahaan nama iniuntuk memperjelas tugas dan fungsinya yaitu :

Page 14 of 75

(15)

a) Pembinaan Program Kelistrikan b) Pembinaan Perusahaan Kelistrikan c) Pengembangan Energy Baru

Terlihat bahwa tugas-tugas Pemerintah yang semula di pukul oleh PLN (secara bertahap dikembalikan ke departemen). Sehingga PLN dapat lebih memuaskan fungsinya sebagai Perusahaan.

5. Periode Tahun 1985 sampai sekarang

Mengingat Tenaga Listrik sangat penting bagi peningkatan Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara umum serta untuk mendorong Peningkatan ekonomi masyarakat secara khusus, dan oleh karena itu usaha penyediaan tanaga listrik, pemanfaatan dan pengelolaannya perlu ditingkatkan agar tersedia tenaga tenaga Listrik dalam jumlah yang cukup merata dengan mutu pelayanan yang baik.Kemudian dalam rangka peningkatan Pembangunan yang berkesinambungan diperlukan upaya-upaya.

1.2 Visi dan Misi PLN.Rayon Bengkalis PT.Adra Gemilang

1.2.1 Visi

Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpecaya dengan bertumpu pada potensi.

1.2.2 Misi

1. Menjalankan bisnis Kelistrikan dan bidang lain terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.

2. Menjadikan Tenaga Listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

3. Mengupayakan kegiatan usaha yang berwawasasn lingkungan sehingga masyarakat lebih mudah meningkatkan usaha.

(16)

5 1.2.3 Motto

Listrik untuk kehidupan yang lebih baik dengan adanya listrik masyarakat umum lebih mudah melaksanakan kegiatan sehari-hari.

1.3 Struktur Organisasi

Organisasi adalah persekutuan antara dua pihak atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Struktur organisasi adalah gambaran diri organisasi atau susunan pengurus dalam organisasi berdasarkan kedudukan atau jabatan masing-masing yang di susun berbentuk seperti bagan. Pembentukan struktur organisasi atau instansi serta dengan memperhatikan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Dengan demikian akan mencapai suasana kerja yang baik dan menghindari dapat terjadinya kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan tugas-tugas dan wewenang dalam suatu perusahaan sehingga proses produksi perusahaan dapat berjalan baik dan lancar.

Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan mempunyai tujuan yang telah ditetapkan sangat diperlukan oleh perusahaan. Corok atau organisasi akan berpengaruh pada luas sempitnya usaha dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Yang dimaksud dengan organisasi adalah untuk menunjukkan hubungan antar atasan dengan bawahan sehingga jelas kedudukan, wewenang akan tanggung jawab setiap masing-masing yang telah diberikan dalam suatu organisasi yang teratur. Adapun dasar organisasi mempunyai ciri-ciri dasar sebagai berikut :

1. Adanya hubungan atau pembagian tugas antar pengurus 2. Adanya tujuan yang hendak dicapai

Sedangkan tujuan organisasi adalah :

a) Memudahkan pelaksanaan tugas karena adanya pembagian kerja

b) Memudahkan pimpinan mengawasi dan meminta pertanggung jawaban dari atasan dan bawahan

c) Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan atasan dan bawahan karena tujuan tertentu

Page 16 of 75

(17)

d) Mempermudahkan pembayaran tugas untuk masing-masing karyawan.

Dengan demikian agar fungsi, kedudukan maupun antara orang-orang yang menjalankan semua aktifitas dalam organisasi yang lebih jelas, maka suatu organisasi harus mempunyai struktur organisasi. Sedangkan struktur organisasi itu sendiri adalah “Suatu kerangka yang mewujudkan pula tetap dari hubungan yang diantara bidang tertentu”.

(18)

Posko Sub Bantan Tengah

Posko Sub Palkun M. Ridho

Posko Sub Tenggayun

Posko Sub Sei Pakning Ahmad

Mashuri Suyoto

Hidayat Rahmat M. Gofur

Marzuki Jonhendri

M. Rusli

Alfero Faizal Riduan

Wira Darmawan Angga Dodo Amris Irsal

jefri

STRUKTUR ORGANISASI PT. ADRA GEMILANGPELAYANAN TEKNIK ULP BENGKALIS

Direktur Utama Ali Wardana

Koordinator Heryadi

Ahli K2 K3

Ahmad Bukhari A.MD

Wakil Koordinator Adi Mahmud

Posko Induk Bengkalis Entri Data

Maya Deliana Asep Sukmana

Yusman Efendi

Lukmanul Hakim Sabarudin Akhmad Iswandi L

Sulfiandi Rahman Khairul

Beni Hendrawan Faisal Ardi Irawan Abdul Muis Karyono Desril

Hebat Tasbih Hastawa

Kiki Gunawan Agito Setiabudi Indra B Tarmizi

Posko Sub Pambang

Ahmad muzakir Junaidi Suprizal Solehan

Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi PLN (Persero) Rayon Bengkalis PT.Adra Gemilang ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 18 of 75

(19)

BAB II DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK

2.1. Spesifikasi Tugas Yang Dilaksanakan

Melakukan deskripsi kegiatan kerja praktek (KP) di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang. yaitu sangat penting bagi kita untuk menambah wawasan yang lebih bermanfaat, karena pada saat melakukan kerja praktek kita bisa melihat semua secara langsung proses suatu perkerjaan dengan lebih jelas dari segi alat maupun yang lainnya.

Adapun kegiatan-kegiatan yang telah saya lakukan selama kurang lebih 60 hari di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra Gemilang adalah sebagai berikut :

Daftar Piket Mahasiawa Kerja Praktek Tabel 2.1 Daftar Piket Mahasiawa Praktek

Pagi Sore Malam

08.00-16.00 16.00-24.00 24.00-08.00

Catatan: Untuk pagi anak KP Masuk semuanya, dan apabila masuk piket maka pulang duluan untuk masuk piket sore atau malam.

2.1.1 Minggu Pertama Tanggal 5 – 10 Juli 2021 Adapun kegiatan yang dilakukan:

1. Senin 5 juli 2021

Pada hari pertama melaksanakan kerja praktek, saya memperkenalkan diri kepada Koordinator Lapangan yaitu Bapak Heryadi, Selanjutnya memperkenalkan diri kepada pembimbing Kerja Praktek serta seluruh karyawan PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang. Pada hari pertama ini, saya di berikan bekal tentang

(20)

9 segala pekerjaan di PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang , Selanjutnya saya di perkenalkan Safety yang harus digunakan seperti sepatu, sarung tangan, helm Safety dan baju praktek. Mengingatkan di daerah lingkungan tempat kerja berbahaya dan bertegangan tinggi.

Gambar 2.1 brifing (Serah terima jam kerja)

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2. Selasa 6 juli 2021

Pada hari ini saya di ajak oleh pembimbing lapangan untuk melepas beban LBS (Load Break Switch) untuk memungkinkan gangguan aman dari busur api ketika beralih beban arus.

Gambar 2.2 melepas beban LBS (Load Break Switch).

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 20 of 75

(21)

3. Rabu 7 juli 2021

Pada hari ini saya melakukan monitoring beban Feeder dengan menfoto beban Feeder setiap satu jam sekali untuk memantau berapa lonjakan tegangan pada masing-masing Feeder.

Gambar 2.3 monitoring beban feeder,

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Kamis 8 juli 2021

Pada hari ini saya di ajak melakukan menggantian fuse link yg ada di desa penampi, penggantian fuse link di karenakan fuse link yg lama putus akibat adanya gangguan di JTM (jaringan tegangan menengah).

Gambar 2.4 penggantian fuse link,

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(22)

11 5. Jumat 9 juli 2021

Pada hari ini saya ikut mengganti KWH meter ke KWH meter sementara atau meter Dummy, ini di lakukan karena KWH meter pelanggan yg lama mengalami kerusakan sehingga tidak bisa di gunakan Kembali, dengan mengganti ke KWH meter sementara terlebih dahulu di karenakan stock KWH meter saat itu sedang kosong,

Gambar 2.5 Gangguan KWH meter rusak dan mengganti ke KWH meter Dummy, ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 22 of 75

(23)

6. Sabtu 10 juli 2021

Pada hari ini saya melakukan gangguan di rumah pelanggan KWH meter periksa dan harus memasukkan CT (clear tamper), untuk mereset masalah yg ada di KWH meter muncul tulisan “Periksa”,

Gambar 2.6 Gangguan KWH meter keluar tulisan “Periksa”

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.1.2 Minggu kedua tanggal 13 – 17 Juli 2021 Adapun kegiatan yang dilakukan

1. Selasa 13 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan Perawatan PHB-TR (Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah) Ini dilakuan agar mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan untuk mempertahankan unjuk kerja jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.

(24)

13 Alat-alat yang di gunakan:

Kunci ring dan kunci pas a) Sikat kawat

b) Tank pres c) Tank d) Test pen

e) Alat pengukur arus dan tegangan f) Stiker untuk penanda phasa

g) Kain bekas untuk membersihkan kabel h) Oli bekas untuk mengelap kabel

Gambar 2.7 Perawatan PHB-TR (Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2. Rabu 14 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan Perawatan PHB-TR (Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah) Ini dilakuan agar mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan untuk mempertahankan unjuk kerja jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.

Page 24 of 75

(25)

Alat-alat yang di gunakan:

Kunci ring dan kunci pas a) Sikat kawat

b) Tank pres c) Tank d) Test pen

e) Alat pengukur arus dan tegangan f) Stiker untuk penanda phasa

g) Kain bekas untuk membersihkan kabel h) Oli bekas untuk mengelap kabel

Gambar 2.8 Perawatan PHB-TR (Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3. Kamis 15 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya.

Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

(26)

15 Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

Gambar 2.9 fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Jumat 16 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penggantian MCB (main circuit breaker) yang rusak dirumah pelanggan. Rusaknya MCB karena suhu pada MCB tidak seperti biasanya dan terminal pada MCB gosong.

Gambar 2.10 penggantian MCB di rumah pelanggan.

(Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 26 of 75

(27)

5. Sabtu 17 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan pembuatan CT (clear tamper).

Gambar 2.11 pembuatan CT (clear tamper).

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.1.3 Minggu ketiga tanggal 20 – 25 juli 2021 Ada pun kegiatan yang dilakukan.

1. Selasa 20 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan monitoring beban feeder, dengan menfoto beban Feeder setiap satu jam sekali untuk memantau berapa lonjakan tegangan pada masing-masing Feeder.

Gambar 2.12 Monitoring beban feeder.

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(28)

17

2.

Rabu 21 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya.

Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

Gambar 2.13 fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3. kamis 22 Juli 2021

Pada hari ini sedang terjadi BO (black out) atau padam total adalah keadaan dimana hilangnya seluruh sumber tenaga pada suatu sistem tenaga listrik dan saya melepaskan LBS (Load Break Switch) untuk memungkinkan gangguan aman dari busur api ketika beralih beban arus.

Page 28 of 75

(29)

Gambar 2.14 pelepasan LBS (Load Break Switch).

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Jumat 23 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan gangguan lost kontak nol / netral di jalan pertanian bengkalis.

Gambar 2.15 gangguan lost kontak nol / netral.

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

5. Sabtu 24 Juli 2021

(30)

19 Pada hari saya melakukan kegiatan penggantian MCB (main circuit breaker) yang rusak dirumah pelanggan.

Gambar 2.16 penggantian MCB (main circuit breaker) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

6. Minggu 25 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penanganan lost kontak nol / netral di JL.Hangtuah Bengkalis.

Gambar 2.17 penanganan lost kontak nol /netral ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.1.4 Minggu keempat tanggal 28 – 31 juli 2021 Adapun kegiatan yang dilakukan:

Page 30 of 75

(31)

1. Rabu 28 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan mengecek jaringan akibat trip dan menemukan penyebab trip yaitu monyet.

Gambar 2.18 penyebab terjadinya trip

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021

2. Kamis 29 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan memasukkan beban di RC (Recloser) secara manual akibat trip di desa penampi.

Gambar 2.19 memasukkan beban di RC (Recloser) akibat trip ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(32)

21 3. Jumat 30 juli 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara).

Gambar 2.20 penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Sabtu 31 Juli 2021

Pada hari ini saya melakukan monitoring beban Feeder dengan menfoto beban Feeder setiap satu jam sekali untuk memantau berapa lonjakan tegangan pada masing-masing Feeder.

Page 32 of 75

(33)

Gambar 2.21 monitoring beban feeder

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.1.5 Minggu kelima tanggal 3 – 7 Agustus 2021 Adapun kegiatan yang dilakukan

1. Selasa 3 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya.

Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

(34)

23

Gambar 2. fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2. Rabu 4 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan pemindahan kabel SR di rumah pelanggan di JL.Pramuka.

Gambar 2.23 Melakukan pemindahan kabel SR pelanggan ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2019)

3. Kamis 5 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara).

Page 34 of 75

(35)

Gambar 2.24 penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Jumat 6 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan pembuatan CT (clear tamper).

Gambar 2.25 pembuatan CT (clear tamper) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

5. Sabtu 7 Agustus 2021

Pada hari ini saya mengatasi gangguan KWH tertera periksa di rumah pelanggan.

Gambar 2.26 Kwh Tertera Periksa dirumah Pelanggan ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(36)

25 2.1.6 Minggu keenam tanggal 10 – 15 Agustus 2021

Adapu kegiatan yang dilakukan:

1. Selasa 10 Agustus 2021

Pada hari ini saya mengatasi gangguan KWH tertera periksa di rumah Bapak Sudirman di Jl.Pendekik.

Gambar 2.27 Kwh Tertera Periksa dirumah Pelanggan ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2. Rabu 11Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan memasukkan beban di RC (Recloser) secara manual akibat trip di desa penampi.

Gambar 2.28 memasukkan beban di RC (Recloser) akibat trip ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3. Kamis 12 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja

Page 36 of 75

(37)

apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya.

Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

Gambar 2.29 fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(38)

27 4. Jumat 13 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan pemindahan kabel SR di rumah pelanggan di kelapapati darat

Gambar 2.30 pemindahan kabel SR di rumah pelanggan ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Sabtu 14 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penanganan lost kontak nol / netral di rumah pelanggan.

Gambar 2.31 penanganan lost kontak nol /netral ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 38 of 75

(39)

5. Minggu 15 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan pembuatan CT (clear tamper).

Gambar 2.32 Melakukan pembuatan CT (Clear Tamper).

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.1.7 Minggu ketujuh tanggal 18 – 22 Agustus 2021 Ada pun kegiatan yang dilakukan:

1. Rabu 18 Agustus 2021

memperbaiki instalasi salah satu line sumbernya terputus mengakibatkan mati Sebagian rumah penanganannya sambung Kembali line yg terputus.

Gambar 2.33 Memperbaiki salah satu line sumber yg putus ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(40)

29 2. Kamis 19 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out )yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas

kerjanya. Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari

pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

Gambar 2.34 fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM.

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3. Kamis 19 Agustus 2021

Pada hari ini saya di ajak oleh pembimbing lapangan untuk melakukan pemangkasan atau pembersihan jaringan tegangan menengah,

Page 40 of 75

(41)

Ini dilakukan agar jaringan JTM bebas dari gangguan dahan-dahan pohon yang dapat menyebabkan hal yang cukup fatal seperti akan terjadi trip atau gangguan lainnya.

Alat-alat yang di gunakan:

a) Stik pemangkas b) Gergaji

c) Parang

Gambar 2.35 Pemangkasan JTM

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Jumat 20 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan monitoring beban feeder setiap satu jam sekali

Gambar 2.36 monitoring beban feeder.

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

5. Sabtu 21 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penggantian NH Fuse atau Sekring pada PHB-TR yang putus.

(42)

31

Gambar 2.37 penggantian NH fuse

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

6. Minggu 22 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan penggantian fuse link CO( cut out )yang putus akibat adanya gangguan pada JTM. FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas

kerjanya. Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari

pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.

Alat yang digunakan:

a) Stik CO, untuk membuka dan memasang fuse cut out b) Kunci pas

c) Alat pengukur tegangan d) fuse link

Gambar 2.38 fuse link CO( cut out ) yang putus akibat adanya gangguan pada JTM.

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 42 of 75

(43)

2.1.8 Minggu kedelapan tanggal 25 – 31 Agustus 2021 Adapun kegiatan yang dilakukan:

1. Rabu 25 Agutus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan perbaikan pada kabel SKU yang tertimpa pohon.akibat terjadi hujan yang deras sehingga mengakibatkan pohon tersebut tumbang dan menimpa kabel SKU

Gambar 2.39 perbaikan kabel SKU

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2. Kamis 26 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penanganan lost kontak nol / netral di JL.Hangtuah Bengkalis.

Gambar 2.40 Penanganan lost contact nol / netral ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(44)

33 3. Jumat 27 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara).

Gambar 2.41 penggantian KWH meter Prabayar ke KWH meter Dummy (sementara).

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

4. Sabtu 28 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan penanganan lost kontak nol / netral di JL.Pertanian Bengkalis.

Gambar 2.42 Penanganan lost contact nol / netral (Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 44 of 75

(45)

5. Minggu 29 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan kegiatan perbaikan KWH Meter yg tertera Priksa sehinggan di perlukan CT (Clear Tamper) untuk mereset KWH Meter itu.

Gambar 2.43 memasukan CT (Clear Tamper) (Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

6. Senin 30 Agustus 2021

Pada hari ini saya melakukan pengukuran /penyeimbangan beban trafo yang tidak seimbang pada KWH Meter pelanggan

Gambar 2.44 pengukuran/penyeimbang beban trafo.

(Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

(46)

35 7. Selasa 31 Agustus 2021

Pada hari ini saya mengatasi gangguan KWH tertera periksa di rumah Bapak Irwan JL. Senggoro.

Gambar 2.45 Pengecekan KWH meter pelanggan terbaca periksa ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

2.2. Target Yang Diharapkan

Selama saya melakukan kegiatan kerja praktek ada beberapa target yang saya harapkan yaitu sbb:

1) Untuk menjalin kerja sama antar politeknik negeri bengkalis dengan dunia industri yang bersangkutan.

2) Belajar berdisiplin dan bermasyarakat di lingkungn industri.

3) Belajar untuk membiasakan diri disuatu perusahaan industri tersebut, Sehingga kelak dengan mudah bisa berhubungan dengan dunia keindustrian.

4) Dapat berintraksi secara langsung disuatu perusahaan tersebut sehingga memudahkan kita untuk terjun langsung di bidang industri.

2.3. Perangkat Keras Dan Lunak Yang Digunakan

Selama proses kegiatan kerja praktek yang di laksanakan ada beberapa perangkat yang digunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan seperti pada :

Page 46 of 75

(47)

1) Aplikasi word komputer yang dipergunakan untuk menyususn laporan kp (kerja praktek) yang telah dilakukan di PLN. Rayon Bengkalis PT. Adra gemilang 2) Peralatan dan perlengkapan mesin tank amper di antaranya, kunci pas, kunci

ring, obeng negatif, obeng positif, kunci sock, tang.

3) Perlengkapan safety seperti helm, kacamata, rompi,sarung tangan, sepatu safety.

2.4. Data-Data Yang Diperlukan

Untuk mendapatkan atau memperoleh data yang akurat dan benar penulis menggunakan metode pengumpulan data melalui berbagai cara yang diantaranya adalah sebagai berikut :

1) Interview

Merupakan metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara langsung baik dengan supervisor maupun dengan teknisi yang ada di ruang lingkup industri/perusahaan.

2) Observasi

Merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengamati langsung terhadap semua kegiatan yang berlangsung, baik melalui praktek dilapangan maupun dengan memperhatikan teknisi yang sedang praktek.

2.5. Dokumen- Dokumen Yang Di Perlukan

Adapun dokumen-dokumen yang saya perlukan untuk melakukan kerja praktek (kp)

1) Dokumen komponen gardu distribusi

2) Dokumen pendukung untuk penyusunan laporan kerja praktek

2.6. Kendala Yang Dihadapi Penulis Dalam Menyelesaikan Tugas Kerja Praktek

Selama kerja praktek ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menyelesaikan tugas yaitu :

1) Pengetahuan yang didapat di kampus kurang teraplikasi di lapangan.

(48)

37 2) Kurangnya pengalaman tentang komponen gardu distribusi

3) Karena keterbatasan waktu kerja peraktek yang diberikan singkat, membuat penulis kurang mendalami tentang komponen gardu distribusi

4) Karena kurang pemahaman terhadap komponen gardu distribusi memperlambat penulis untuk mendapatkan informasi tentang ini.

5) Sering terjadi pemadaman listrik akibat beban yang berlebihan

2.7. Hal-Hal Dianggap Perlu

Dalam proses menyelesaikan laporan Kerja Praktek ini, ada beberapa hal yang Penulis anggap perlu diantaranya adalah :

1) Mengumpulkan beberapa informasi dari perusahaan dan media internet,untuk memudahkan dalam penyusunan laporan kerja praktek.

2) Mengambil data-data dari perusahaan untuk memudahkan dalam penyusunan laporan kerja praktek.

3) Lembar pengesahan dari perusahaan yaitu sebagaii bukti bahwa sang penulis telah selesai melaksanakan kerja praktek.

Page 48 of 75

(49)

BAB III

KOMPONEN GARDU DISTRIBUSI

3.1. Gardu Distribusi

Gardu distribusi adalah gardu yang akan berfungsi untuk membagikan energi listrik pada konsumen yang memerlukan tegangan rendah. Dengan demikian pada gardu distribusi dipasang atau ditempatkan trafo distribusi yang dipergunakan untuk merubah tegangan menengah menjadi tegangan rendah.

Gardu distribusi berlokasi dekat dengan konsumen. Transformator dipasang pada tiang listrik dan menyatu dengan jaringan listrik. Untuk mengamankan transformator dan sistemnya, gardu dilengkapi dengan unit-unit pengaman. Karena tegangan yang masih tinggi belum dapat digunakan untuk mencatu beban secara langsung, maka dibutuhkan gardu distribusi dimana menggugunakan transformator penurun tegangan (step down) yang berfungsi untuk menurunkan tegangan menengah 20kV ke tegangan rendah 400/230Volt.

Gardu distribusi, terdiri dari : Transformator, tiang, rangka tempat trafo (traverse), low voltage panel atau papan hubung bagi (PHB), fuse cut out, arrester, kabel-kabel, peralatan grounding, dan lain-lain.

Gardu distribusi ini terdiri dari dua sisi, yaitu : sisi primer dan sisi sekunder. Sisi primer merupakan saluran yang akan mensuplai ke bagian sisi sekunder.

Unit peralatan yang termasuk sisi primer adalah :

1. Saluran sambungan dari SUTM ke unit transformator (primer trafo).

2. Fuse cut out.

3. Kabel masukan (JTR) perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR) Unit peralatan yang termasuk sisi sekunder adalah :

4. Trafo distribusi stepdown (sekunder trafo) 5. Papan hubung bagi tegangan rendah (PHBTR)

6. Kabel keluaran (JTR) perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR)

(50)

39

SUTM

Pin isolator

Fuse cut out

JTR pelanggan

Arrester

Cross arm

Trafo distribusi

JTR masuk PHB Tiang

PHBTR

Gambar 3.1 Gardu distribusi

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3.2. Komponen Utama Gardu Distribusi

Secara umum komponen utama gardu distribusi adalah sebagai berikut:

3.2.1. Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

Jaringan tegangan menengah berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit atau gardu induk ke gardu distribusi. Jaringan ini dikenal dengan feeder atau penyulang. Tegangan menengah yang digunakan PT. PLN adalah 12 kv dan 20 kv antar fasa (VL-L).

3.2.1.1. Tipe Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 1. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)

Page 50 of 75

(51)

SUTM merupakan jaringan kawat tidak berisolasi dan berisolasi. Bagian utamanya adalah tiang (beton; besi), Cross arm dan konduktor. Konduktor yang digunakan adalah aluminium (AAAC), berukuran 240 mm2, 150 mm2, 70 mm2 dan 35 mm2.

2. Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM)

Kabel yang digunakan adalah berisolasi XLPE. Kabel ini ditanam langsung di tanah pada kedalaman tertentu dan diberi pelindung terhadap pengaruh mekanis dari luar. Kabel tanah ini memiliki isolasi sedemikian rupa sehingga mampu menahan tegangan tembus yang ditimbulkan. Dibandingkan dengan kawat pada SUTM maka kabel tanah banyak memiliki keuntungan diantaranya :

a) Tidak mudah mengalami gangguan baik oleh cuaca dan binatang.

b) Tidak merusak estetika (keindahan) kota.

c) Pemeliharaannya hampir tidak ada.

3.2.2. Transformator distribusi

Tujuan dari penggunaan transformator distribusi adalah untuk mengurangi tegangan utama dari sistem distribusi listrik untuk tegangan pemanfaatan penggunaan konsumen. Transformator distribusi yang umum digunakan adalah transformator step-down 20kV/400V. Tegangan fasa ke fasa sistem jaringan tegangan rendah adalah 380 V. Karena terjadi drop tegangan, maka pada tegangan rendahnya dibuat diatas 380V agar tegangan pada ujung penerima tidak lebih kecil dari 380V. Sebuah transformator distribusi perangkat statis yang dibangun dengan dua atau lebih gulungan digunakan untuk mentransfer daya listrik arus bolak-balik oleh induksi elektromagnetik dari satu sirkuit ke yang lain pada frekuensi yang sama tetapi dengan nilai-nilai yang berbeda tegangan dan arusnya.

(52)

41

Gambar 3.2 Transformator Distribusi

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3.2.3. Sistem Pengaman Gardu Distribusi 3.2.3.1.Fuse Cut Out (CO)

Fuse cut out (sekring) adalah suatu alat pengaman yang melindungi jaringan terhadap gangguan penyulang berupa arus beban lebih (over load current) yang mengalir melebihi dari batas maksimum, yang disebabkan karena hubung singkat (short circuit) atau beban lebih (over load). Konstruksi dari fuse cut out ini jauh lebih sederhana bila dibandingkan dengan pemutus beban (circuit breaker) yang terdapat di Gardu Induk (sub-station). Akan tetapi fuse cut out ini mempunyai kemampuan yang sama dengan pemutus beban circuit breaker. Fuse cut out ini hanya dapat memutuskan satu saluran kawat jaringan di dalam satu alat. Apabila diperlukan pemutus saluran tiga fasa maka dibutuhkan fuse cut out sebanyak tiga buah.

Page 52 of 75

(53)

Gambar 3.3.Fuse cut out

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Gambar 3.3 Merupakan fuse cut out sebagai pengaman jaringan yang akan masuk ke trafo distribusi. Fuse cut out akan lebur pada saat terjadi gangguan karena overload current maupun short circuit, karena fuse link yang didalam tabung holder akan meleleh karena sudah melebihi batas titik leburnya.

3.2.3.2 Ligthning Arrester

Arrester petir atau disingkat arrester adalah suatu alat pelindung bagi peralatan sistem tenaga listrik terhadap surja petir. Alat pelindung terhadap gangguan surja ini berfungsi melindungi peralatan sistem tenaga listrik dengan cara membatasi surja tegangan lebih yang datang dan mengalirkannya ke tanah.

Berhubung dengan fungsinya itu ia harus dapat menahan tegangan sistem 50 Hz untuk waktu yang terbatas dan harus dapat melewatkan surja arus ke tanah tanpa mengalami kerusakan. Ligthning arrester berlaku sebagai jalan pintas sekitar isolasi. Arrester membentuk jalan yang mudah untuk dilalui oleh kilat atau petir, sehingga tidak timbul tegangan lebih yang tinggi pada peralatan. Selain melindungi peralatan dari tegangan lebih yang diakibatkan oleh tegangan lebih external, arrester juga melindungi peralatan yang diakibatkan oleh tegangan lebih internal seperti surja hubung, selain itu arrester juga merupakan kunci dalam koordinasi isolasi suatu sistem tenagan listrik. Bila surja datang ke gardu induk, arrester bekerja melepaskan muatan listrik serta mengurangi tegangan abnormal yang akan mengenai peralatan dalam gardu induk.

(54)

43 Gambar 3.4 Ligthning Arrester

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Gambar 3.4 Merupakan pengaman trafo terhadap tegangan lebih yang disebabkan oleh sambaran petir dan switching. Setiap satu fasa dari SUTM yang masuk ke gardu distribusi akan diamankan oleh satu arrester. Jadi pada setiap gardu distribusi yang menggunakan trafo 3 fasa maka arrester yang dibutuhkan sebanyak 3 buah.

3.2.3.3 NH (Niederspannungs Hochleistungs) Fuse

Merupakan pengaman trafo terhadap arus lebih yang terpasang di sisi tegangan rendah 220 Volt, untuk melindungi trafo terhadap gangguan arus lebih yang disebabkan karena hubung singkat dijaringan tegangan rendah maupun karena beban lebih. NH Fuse umumnya dipasang pada perangkat hubung bagi (PHB).

Cara menghitung berapa Ampere NH Fuse yang harus dipasang adalah sebagai berikut:

I= P/Vx1.73 I = Arus (A) P = Daya (VA)

V = Tegangan (Volt) = 400 volt tegangan tegangan rendah

Contohnya: jika trafo yang terpasang 100 KVA = 100.000 VA, maka NH Fuse yang terpasang adalah:

I = 100.000/400x1.73 I = 144.5 A

Page 54 of 75

(55)

Karena tidak ada NH Fuse dengan ukuran 144.5 A, maka NH Fuse yang dipasang adalah 160A.

(a) (b)

Gambar 3.5 (a) Ground plate dan NH fuse ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Gambar 3.5 :

(a) merupakan tempat kedudukan NH fuse, konektor atas dan bawah akan terhubung karena NH fuse dipasangkan pada ground plate.

(b) NH fuse sebagai pengaman tegangan rendah, yang mengamankan jalur tegangan rendah yang terbagi pada jalur fasa R, S, dan T

3.2.4 Sistem Grounding atau Pembumian

Pembumian adalah penghubungan suatu bagian dari rangkaian listrik atau bagian yang bersifat konduktor tetapi bukan bagian dari rangkaian listrik, yang pada keadaan normal tidak bertegangan ke bumi. Tujuan dari pembumian adalah :

1. Mengurangi tegangan kejut listrik pada peralatan.

2. Memberi jalan bagi arus gangguan, baik akibat terjadinya arus hubung singkat ketanah maupun akibat terjadinya sambaran petir.

3. Untuk membatasi tegangan pada fasa yang tidak mengalami gangguan.

Sesuai dengan SNI 04-0225-2000 Pasal 3.13.2.10 dan Pasal 3.19.1.4, nilai tahanan pembumian seluruh sistem tidak boleh lebih besar dari 5 Ω dan jarak antar elektroda pembumian minimal 2 kali panjang elektroda. Resistivitas tanah dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

(56)

45 p = 2 .a.R

Dimana:

p = Resistivitas tanah (Ωm) a = Jarak antara elektroda (m) R = Tahanan (Ω)

3.2.4.1 Grounding Trafo

Grounding Trafo berfungsi Untuk menghindari terjadi tegangan lebih pada fasa yang sehat bila terjadi gangguan satu fasa ketanah maupun yang disebutkan oleh beban tidak seimbang.

3.2.4.2 Grounding Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHBTR)

Sebagai pengaman bila terjadi arus bocor yang mengalir di perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR). Arus bocor akan dialirkan terus ketanah.

3.2.5 Tiang

Pada umumnya tiang listrik yang sekarang pada saluran udara tegangan menengah ( SUTM ) 20 kV terbuat dari beton bertulang dan tiang besi. Pemakaian tiang kayu sudah jarang digunakan karena daya tahan atau umurnya relatif pendek dan memerlukan pemeliharaan khusus. Dilihat dari fungsinya, tiang listrik dibedakan menjadi dua yaitu tiang pemikul dan tiang tarik. Tiang pemikul berfungsi untuk memikul konduktor dan isolator, sedangkan tiang tarik berfungsi untuk menarik konduktor. Pada SUTM 20 kV jarak antar tiang ditetapkan sebesar

40 meter, tetapi jarak tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah sehingga diberi standar yang jelas sejauh 30 - 50 meter. Untuk pemasangan tiang, sudah ada standar untuk kedalaman tiang yang harus ditanam dibawah permukaan tanah yaitu daripanjang tiang.

3.2.6 Cross arm (Lengan Tiang)/ Travers

Cross Arm (lengan tiang) atau travers dipakai untuk menjaga penghantar dan peralatan yang perlu dipasang diatas tiang dan berfungsi untuk tempat pemasangan isolator. Material Cross Arm terbuat dari besi. Cross Arm dipasang

Page 56 of 75

(57)

pada tiang. Pemasangan dapat dengan memasang klem-klem, disekrup dengan baut dan mur secara langsung. Pada Cross Arm dipasang baut-baut penyangga isolator dan peralatan lainnya, biasanya Cross Arm ini dibor terlebih dahulu untuk membuat lubang-lubang baut seperti yang tertera pada gambar 3.6

Gambar 3.6 Cross arm(lengan tiang) / travers ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

3.2.7 Isolator

Isolator memegang peranan penting dalam penyaluran daya listrik dari gardu induk ke gardu distribusi. Isolator merupakan suatu peralatan listrik yang berfungsi untuk memisahkan secara elektris dua buah penghantar atau lebih yang berdekatan sehingga tidak terjadi aliran arus dari satu penghantar ke penghantar yang lain. Isolator pendukung terdiri dari tiga jenis, yaitu : isolator pin, isolator post dan isolator pin-post.

3.2.7.1 Isolator Pin

Isolator jenis pin merupakan isolator yang pertama kali dirancang sebagai penopang penghantar saluran. Isolator pin ini banyak digunakan pada jaringan distribusi tegangan menengah sebagai penyangga konduktor. Isolator jenis pin ini digunakan pada tiang pendukung jaringan distribusi hantaran udara. Isolator pin terdiri dari satu atau beberapa lapisan petticoats (rain shed) yang disemen, dipasang pada poros crossarm pada tiang pendukung. Isolator pin dilengkapi dengan lapisan- lapisan (rain shed) yang cukup panjang untuk memperpanjang jarak rambat isolator sehingga lewat denyar (flashover) tidak mudah untuk terjadi.

(58)

47 Lapisan petticoats dirancang sedemikian rupa agar air hujan yang membasahi permukaan isolator tidak menempel pada isolator.

Gambar 3.7 Pin isolator

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Beberapa kelebihan dari isolator pin adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan perbandingan jarak rambat (creepage distance) dengan jarak percik (arching distance), isolator pin termasuk dalam kategori isolator kelas B.

2. Isolator pin dirancang dengan profil yang sedemikian sehingga pada saat hujan membasahi permukaan isolator, maka air hujan dapat diteteskan dari permukaannya agar tidak terjadi penimbunan polusi pada permukaan isolator.

3. Isolator pin hanya dapat digunakan pada beban tekan. Artinya isolator pin ini didesain agar dapat menahan beban konduktor yang terpasang pada saluran udara tegangan menegah.

3.2.7.2 Isolator Post

Sama halnya dengan isolator pin, isolator post juga digunakan pada tegangan tinggi, khususnya pada jaringan distribusi tegangan menengah. Isolator jenis post digunakan pada tiang-tiang pendukung dan tiang sudut distribusi hantaran udara.

Isolator post terdiri atas bahan isolator berbentuk silinder padat dengan sisi berlekukan untuk memperpanjang jarak rambat permukaan isolator. Semakin tinggi tegangan isolasinya makin banyak lekukan-lekukan tersebut.

Untuk pengoperasian tegangan yang lebih tinggi lebih cocok digunakan isolator post karena harganya lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan isolator pin.

Page 58 of 75

(59)

Gambar 3.8 Post isolator

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Beberapa kelebihan dari isolator post adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kekuatan dielektrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan isolator pin.

2. Isolator post termasuk dalam kategori isolator kelas. Artinya tegangan lewat denyar isolator post lebih tinggi dari tegangan lewat denyar isolator pin.

3. Isolator post dapat digunakan untuk menahan beban tarik dan beban tekuk.

3.2.7.3 Isolator Pin-post

Isolator pin-post digunakan pada jaringan distribusi hantaran udara tegangan menengah, dipasang pada tiang seperti pin isolator, ataupun post isolator

Gambar 3.9 Pin-post isolator

( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh isolator pin-post, antara lain:

1. Bebas dari cacat, karena semen dan tangkai besi (metal flange) dipasang di sisi luar bahan isolasi, sehingga tidak menyebabkan pemuaian.

2. Mempunyai sifat antikontaminasi yang baik dibandingkan dengan isolator jenis lain, karena :

(60)

49 a. Mempunyai jarak rambat (creepage distance) yang besar (1.5 kali dari

jarak percik) sehingga diklasifikasikan sebagai isolator kelas A.

b. Profil sedemikian rupa sehingga hujan dapat membersihkan isolator dari kontaminan.

c. Mempunyai jarak celah udara (air gap) yang besar antara bagian dalam sirip dengan permukaan isolator, sehingga air hujan tidak membentuk jembatan air antara satu sirip dengan sirip yang lain.

3. Pada saat terjadi lewat denyar (flashover) tidak mudah terbentuk jejak karbon atau tracking.

3.2.8 Perangkat Hubung bagi Tegangan Rendah (PHBTR)

Perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR) adalah suatu perangkat atau peralatan listrik berupa alat hubung bagi yang terbuat dari bahan konduktif dan non konduktif yang dipasang pada suatu rangka atau lemari dan dilengkapi dengan peralatan listrik.

Sesuai dengan kegunaan dari perangkat, maka dalam peracangannya harus sesuai dengan syarat dan ketentuan serta standar perangkat yang ada. Untuk penempatan panel hendakya disesuaikan dengan situasi bangunan dan terletak ditempat yang mudah dijangkau dalam memudahkan pelayanan. Panel harus mendapatkan ruang yang cukup luas sehingga pemeliharaan, perbaikan, dan lalu lintas dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Gambar 3.8 merupakan salah satu contoh PHBTR pada gardu distribusi yang terdapat diunit PLN Rayon Bengkalis. Dimana mengatur pembagian jalur tegangan rendah kepada masyarakat sebagai konsumen listrik.

Gambar 3.10 Perangkat hubung bagi tegangan rendah (PHBTR) ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT. Adra gemilang.2021)

Page 60 of 75

(61)

3.2.8.1 Single Line Diagram Perangkat Hubung Bagi (PHBTR) Dibawah ini merupakan bentuk gambar single line PHBTR : Line

FCO

L. Arrester

Trafo

PHB - TR Saklar Utama

NH Fuse

Saluran Jurusan

Grounding

Keterangan gambar :

1) Line = Jaringan SUTM 20 KV.

2) FCO = Fuse Cut Out

3) L. Arrester = Proteksi arus lebih atau sering disebut pengaman

4) Trafo =

petir.

Transformator distribusi 20KV/220V.

5) Saklar Utama = Penghubung tenaga dari trafo ke PHB – TR.

6) Busbar = Pengumpul dan pembagi tenaga listrik.

7) NH Fuse = Pengaman arus.

8) Grounding = Sebagai pengaman tegangan sentuh dan pengaman netral.

(62)

51 3.2.8.2 Komponen – Komponen Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah

Komponen yang terdapat pada PHB – TR (perangkat hubung bagi – tegangan rendah) dibagi menjadi 2 yaitu komponen utama dan komponen pelengkap.

1. Komponen Utama a. Saklar Utama (DS)

b. Penjepit Fuse (Ground Plate) c. Pentanahan

d. Busbar e. NH Fuse f. Isolator g. Kabel Opstyg

2. Komponen Pelengkap a. Instrumen Ukur b. Indikator c. Terminal

d. Lampu Penerangan e. Saklar

f. Hand Poller

3.2.9

Jaringan Tegangan Rendah (JTR)

Jaringan Tegangan Rendah merupakan suatu sistem tenaga listrik. Melalui jaringan ini disalurkan tenaga listrik kepada para pemanfaat/pelanggan listrik.

Jaringan tegangan rendah (JTR) yang mencakup seluruh bagian jaringan beserta perlengkapan peralatan dari sumber penyaluran tegangan rendah sampai ke KWH Meter (APP). Gambar 3.11 merupakan single line sistem penyaluran listrik yang menyalurkan tegangan menengah 20kV kemudian pada trafo distribusi diturunkan tegangannya menjadi 380-400 V. Setelah tegangan turun baru bisa didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan tegangan rendah.

Page 62 of 75

Gambar

Gambar 1.1 Bagan Struktur Organisasi PLN (Persero) Rayon Bengkalis PT.Adra Gemilang  ( Sumber :PLN
Gambar 2.1 brifing (Serah terima jam kerja)
Gambar 2.6 Gangguan KWH meter keluar tulisan “Periksa”
Gambar 2.7 Perawatan PHB-TR (Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah)  ( Sumber :PLN. Rayon bengkalis PT
+7

Referensi

Dokumen terkait

-mengukur arus dan tegangan gardu-gardu TR wilayah selatan Selasa 12-08-2008 “Distribusi” Survey lokasi, perbaikan dan penggantian pembatas arus konsumen Kecepatan, ketepatan,

Untuk mencegah dan membatasi kerusakan pada jaringan distribusi listrik beserta peralatan yang dicatu, diperlukan suatu sistem perlindungan proteksi.Alat pengaman dalam sistem

Pada hari ini kami melakukan kerjaan lanjutan dari hari sebelumnya, yaitu melakukan pemasangan kayu dudukan mesin, kayu yang digunakan ialah jenis kayu leban, kayu ini sangat sesuai

i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan KP

Bapak Siswandi B,S.T.,M.T Dosen Teknik Perkapalan selaku Pembimbing Kerja Praktek yang dengan sabar membimbing dan memberi masukan kepada saya.. Kepada Ketua Jurusan Teknik Perkapalan,

11 Gambar 2.15 Proses pemotongan papan triplek yang telah ditandai .... 11 Gambar 2.16 Proses pembersihan frame yang telah terpotong

RAYON BENGKALIS PT.ADRA GEMILANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3 Ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Kerja Praktek Politeknik Negeri Bengkalis PUTRA HARYADI

RAYON BENGKALIS PT.ADRA GEMILANG PENYEIBANGAN BEBAN TRAFO Ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Kerja Praktek Politeknik Negeri Bengkalis ROZI AFRIYANTO