Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi. Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
UMUM
Perseroan mencatatkan saham hasil Penawaran Umum Terbatas I di BEJ dan BES pada tanggal 19 Juli 2000. Perseroan mencatatkan saham hasil PMTHMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 25 Juni 2010.
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
Pada tanggal 26 Mei 2010, perseroan mendapat persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum luar biasa untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan saham biasa dengan nilai nominal Rp 50. Pada tanggal 4 Juli 2013, Hutang Sukuk Ijarah Metrodata Electronics I Tahun 2008 telah jatuh tempo dan Perusahaan telah melunasi seluruh Hutang Sukuk Ijarah tersebut.
KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Pernyataan Kepatuhan
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Selisih lebih biaya perolehan investasi atas bagian Grup atas nilai wajar bersih aset, liabilitas dan liabilitas kontinjensi teridentifikasi dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui sebagai goodwill. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam keadaan ini tidak dialokasikan pada aset apa pun yang merupakan bagian dari nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi.
Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan aset tersebut diestimasi untuk menentukan besarnya penurunan nilai (jika ada). Jika jumlah terpulihkan suatu aset non-keuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, maka jumlah tercatat aset tersebut (unit penghasil kas) dikurangi menjadi jumlah terpulihkannya dan kerugian penurunan nilai diakui secara langsung dalam laporan laba rugi. atau kerugian.
PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang berlaku mengenai ekspektasi Grup, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada akhir periode pelaporan dan nilai tercatat tersebut dikurangi jika besar kemungkinan laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang cukup untuk saling hapus sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas pajak yang sama dan Grup. untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini secara neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laporan laba rugi komprehensif, kecuali pajak penghasilan tersebut timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui, di luar laporan laba rugi komprehensif (baik dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung di ekuitas) . dalam hal ini pajak-pajak tersebut diakui di luar laporan laba rugi komprehensif. Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
ENTITAS ANAK
Masa manfaat suatu aset tetap suatu kelompok ditentukan berdasarkan perkiraan masa manfaat aset tersebut. Masa manfaat suatu aset ditelaah dan disesuaikan secara berkala jika estimasi berbeda dari estimasi sebelumnya karena keusangan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau pembatasan lain atas penggunaan aset. Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 35, Grup menggunakan teknik penilaian yang mencakup input yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi untuk memperkirakan nilai wajar beberapa jenis instrumen keuangan.
Direksi berkeyakinan bahwa teknik penilaian yang dipilih dan asumsi yang digunakan telah tepat dalam menentukan nilai wajar instrumen keuangan.
KAS DAN SETARA KAS
PIUTANG USAHA
Untuk piutang usaha yang diperkirakan tidak tertagih, kelompok melakukan penyesuaian nilai sebesar 100%. Penyesuaian nilai piutang diakui atas piutang usaha yang berasal dari piutang yang belum jatuh tempo berdasarkan estimasi tidak tertagihnya, yang dibentuk berdasarkan pengalaman masa lalu pihak lawan dan analisis posisi keuangan pihak lawan saat ini. Dalam membuat penyesuaian nilai piutang, Grup memperhitungkan perubahan kualitas kredit piutang usaha sejak persetujuan kredit pertama sampai dengan akhir periode pelaporan.
Catatan 14 dan 19 mengungkapkan piutang usaha yang dijadikan jaminan atas utang bank dan utang bank jangka panjang.
PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN
MII memperhitungkan perubahan kualitas kredit piutang sewa pembiayaan sejak pertama kali kredit diberikan sampai dengan akhir periode pelaporan. Berdasarkan penelaahan tersebut, manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tersebut masih dapat dipulihkan sehingga tidak ada kerugian penurunan nilai yang diperhitungkan.
PERSEDIAAN
UANG MUKA PEMBELIAN
ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA
INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
ASET TETAP
Peralatan yang disewakan milik perseroan dan anak perusahaan yaitu Objek Ijarah yang terdiri dari peralatan teknologi informasi dengan jangka waktu sewa 1 sampai dengan 4 tahun. Penggunaan subjek Ijarah tertuang dalam Akad Ijarah tanggal 9 Mei 2008, dimana perseroan mengalihkan manfaat perangkat teknologi informasi tersebut kepada kustodian Sukuk (PT Bank Mega Tbk) sebagai kuasa pemegang Sukuk Ijarah. Aset tetap diasuransikan terhadap kebakaran dan bahaya lainnya pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan nilai pertanggungan masing-masing AS dan IDR untuk tahun 2014 dan 2013.
Pada tahun 2014 dan 2013, aset tetap berupa bangunan di APL Tower telah diasuransikan oleh pengelola gedung. Aset tetap berupa bangunan milik MII yang dijadikan jaminan utang bank jangka panjang diungkapkan pada Catatan 19.
UTANG BANK
Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan SMI (Catatan 7 dan 9) dengan nilai jaminan sebesar 125% dari fasilitas kredit. Pada bulan Oktober 2012, MII memperoleh fasilitas Unlinked Multi Option Trading Facility (MOTF) sebesar US dengan tingkat bunga Cost of Funds Bank + 3% per tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2013 dan telah diperpanjang beberapa kali sampai dengan tanggal 31 Juli 2015. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan/atau saham MII (Catatan 7 dan 9) dengan nilai objek paling sedikit 120% dari jumlah fasilitas.
Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang dan terakhir berakhir pada tanggal 15 Maret 2015 dengan tingkat bunga variabel Cost of Funds + 2,75% per tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan persediaan MII (catatan 7 dan 9) dengan nilai jaminan sebesar 125% dari fasilitas kredit.
UTANG USAHA
Pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013, Perusahaan, LSI dan MII telah memenuhi rasio keuangan yang disyaratkan dan batasan lainnya untuk seluruh utang bank di atas sebagaimana tercantum dalam perjanjian kredit masing-masing.
UTANG PAJAK
BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
PENDAPATAN DITANGGUHKAN
UTANG BANK JANGKA PANJANG
Fasilitas ini digunakan untuk membiayai pembelian mesin dan peralatan untuk proyek-proyek pemerintah yang disetujui oleh Bank.
UTANG SEWA PEMBIAYAAN
LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
MODAL SAHAM
TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
DIVIDEN TUNAI DAN PENCADANGAN SALDO LABA
PENJUALAN DAN BEBAN POKOK PENJUALAN
BEBAN USAHA
BEBAN KEUANGAN
PENGHASILAN BUNGA
PAJAK PENGHASILAN Beban pajak terdiri dari
Bagian kelebihan pajak penghasilan yang tidak dapat dikembalikan, kekurangan pembayaran pajak berdasarkan surat ketetapan pajak, dan cadangan bagian pajak yang tidak dapat dikembalikan masing-masing sebesar Rp 137 juta dan Rp 4.412 juta untuk tahun 2014 dan 2013 dibebankan pada laporan konsolidasian pendapatan komprehensif. Pada tahun 2013, Direktur Jenderal Pajak (“DJP”) mengabulkan sebagian keberatan SMI atas lebih bayar pajak penghasilan badan tahun 2010 sebesar Rp1.341 juta dibandingkan sebelumnya yang tercatat pada laporan keuangan SMI sebesar Rp9.073 juta. Pada bulan Desember 2009, DJP menolak keberatan atas lebih bayar Pajak Penghasilan Badan dan kurang bayar PPh Pasal 21 dan 26.
Pada tahun 2010, SI menerima beberapa surat ketetapan pajak dari DJP yang menyatakan bahwa SI telah kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan tahun 2008 sebesar Rp 5.111 juta. Pada tahun 2009, SI menerima beberapa surat ketetapan pajak dari DJP yang menyatakan bahwa SI mempunyai kekurangan pembayaran pajak penghasilan (PPh) 21, 23 dan 26, pajak penghasilan badan, dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tahun 2005 sebesar Rp 557 juta.
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Perusahaan Terbuka yang memenuhi persyaratan tertentu berhak mendapatkan pengurangan tarif pajak penghasilan sebesar 5% dari tarif pajak penghasilan yang berlaku. Untuk tahun pajak 2014 dan 2013, Perseroan telah memenuhi persyaratan tersebut dan menerapkan tarif pajak yang lebih rendah, sehingga tarif pajak penghasilan yang digunakan Perseroan sebagai perusahaan publik adalah sebesar 20%.
SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI Sifat Pihak Berelasi
INFORMASI SEGMEN
Aset perusahaan yaitu SMI, MII, SI dan MIT berlokasi di Indonesia, aset SAPL berlokasi di Singapura dan aset STL berlokasi di Thailand.
ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola eksposurnya terhadap mata uang asing dengan sebisa mungkin menyelaraskan penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing mata uang. Total eksposur mata uang asing bersih Grup pada tanggal laporan posisi keuangan diungkapkan pada Catatan 34. Bagian ini merinci sensitivitas Grup terhadap kenaikan/penurunan Rp sebesar 2,81% terhadap mata uang asing terkait.
2,81% adalah tingkat sensitivitas yang digunakan dalam pelaporan risiko mata uang internal kepada karyawan kunci dan mewakili penilaian manajemen terhadap kemungkinan perubahan nilai tukar mata uang asing. Jika rupiah menguat sebesar 2,81% terhadap mata uang bersangkutan, maka laba setelah pajak meningkat sebesar Rp.
PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
Jumlah yang dicakup di atas termasuk liabilitas keuangan non-derivatif yang akan berubah jika perubahan suku bunga variabel berbeda dari estimasi suku bunga yang ditetapkan pada akhir periode pelaporan. Kecuali sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, manajemen berkeyakinan bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasi mendekati nilai wajarnya. Nilai wajar utang bank jangka panjang ditentukan berdasarkan diskonto arus kas berdasarkan suku bunga pasar yang dapat diobservasi.
Penunjukan Grup sebagai distributor berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun, yang dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan antara Perseroan dengan anak perusahaan dan pemasoknya. Kontrak ini antara lain mengatur bahwa harga jual produk tersebut akan ditentukan berdasarkan daftar harga yang diberikan oleh pemasok.
IKATAN
Pada tanggal 23 Desember 1999, perusahaan mengadakan perjanjian jasa profesional (agreement) dengan PT SAP Indonesia (SAP), dimana perusahaan memperoleh konsultasi perangkat lunak dan layanan profesional dari SAP untuk mendukung instalasi dan implementasi perangkat lunak di Asia. SMI mempunyai kerjasama tidak mengikat dengan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank OCBC NISP TBk untuk memfasilitasi pengembangan bisnis distributor SMI di seluruh Indonesia. melalui program pembiayaan distributor.
PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN