LAPORAN MAGANG INDUSTRI DI PT BORNEO SUN
PROGRAM STUDI D-4 TEKNIK MESIN PERTANIAN POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
2024/2025
LAPORAN MAGANG INDUSTRI DI PT BORNEO SUN
Tanggal 30 September 2024 s.d 14 Desember 2024
DISUSUN OLEH : AZIZUL 4202109045
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN PERTANIAN JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
2025
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN MAGANG INDUSTRI
DI PT BORNEO SUN
Tanggal 30 September 2024 s.d 14 Desember 2024
NAMA : AZIZUL NIM : 4202109045
Menyetujui :
Dosen Pembimbing, Pembimbing Lapangan,
IRMA FAHRIZAL BN,S.T.,M.T. ISNAINI NIP 198107232021212007
Mengetahui,
Koord. Program Studi D-4 Teknik Mesin Pertanian
WINDA APRIANI, S.T., M.Eng.
NIP 198204172015042002
BUKTI PERSETUJUAN PELAKSANAAN SEMINAR MAGANG INDUSTRI
DI PT BORNEO SUN
Tanggal 30 September 2024 s.d 14 Desember 2024
NAMA : AZIZUL NIM : 4202109045
Laporan Magang Industri ini telah disetujui untuk diseminarkan di hadapan Tim Penguji Program Studi D-4 Teknik Mesin Pertanian Jurusan Teknik Mesin pada tanggal
Menyetujui : Dosen pembimbing,
IRMA FAHRIZAL BN,S.T.,M.T.
NIP 198411092019031011
BUKTI PELAKSANAAN SEMINAR MAGANG INDUSTRI
DI PT BORNEO SUN
Tanggal 30 September 2024 s.d 14 Desember 2024
NAMA : AZIZUL NIM : 4202109045
Laporan Magang Industri ini telah diseminarkan di hadapan Tim Penguji Program Studi D-4 Teknik Mesin Pertanian Jurusan Teknik Mesin pada tanggal 10 Januari 2025 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mata kuliah Magang Industri.
Menyetujui :
Dosen Penguji Dosen Pembimbing
LEO DEDY ANJIU, S.T., M.T.
NIP 198009022021211004 IRMA FAHRIZAL BN,S.T.,M.T.
NIP 198107232021212007
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan kegiatan praktik industri yang dilaksanakan di PT. Borneo Sun, Singkawang selama 3 bulan dari tanggal 30 September 2024 sampai dengan 14 Desember 2024 Sukses dengan selamat sampai selesainya penulisan laporan kegiatan Praktik Industri.
Dalam penulisan laporan ini penulis tidak luput dari bantuan berbagai pihak.
Oleh karena itu perkenankan penulis untuk mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Yuliansyah, S.E. M.E., selaku Direktur Politeknik Negeri Sambas.
2. Bapak Budi Setiawan, S.T., M.Sc., selaku Wakil Direktur 1 Politeknik Negeri S ambas sekaligus penguji seminar Praktik Industri.
3. Bapak Ari Rianto, S.T., M.T., selaku ketua Jurusan Teknik Mesin yang telah membantu dan memberikan izin untuk melakukan kegiatan praktik industri.
4. Ibu Winda Apriani, S.T., M.Eng., selaku ketua Program Studi D-4 Teknik Mesin Pertanian dan dosen penguji seminar Praktik Industri.
5. Bapak Feby Nopriandy,S.T.,M.Si.selaku dosen pembimbing Praktik Industri yang telah mendukung, membimbing dan membantu penulis dalam menyelesaikan laporan kegiatan praktik industri.
6. Bapak/ibu dosen beserta staf pegawai Jurusan Teknik Mesin Program Studi D- 4 Teknik Mesin Pertanian.
7. Bapak Isnaini selaku pembimbing lapangan di PT. Borneo Sun Singkawang.
8. Seluruh pihak di PT. Borneo Sun Singkawang yang telah memberikan bimbingan, pelajaran, petunjuk dan saran selama melakukan praktik industri.
9. Kedua orang tua dan saudara-saudara penulis yang selalu mendukung selama melakukan perkuliahan.
10. Semua pihak dan kawan-kawan Jurusan Teknik Mesin yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan Praktik Industri.
Penulis menyadari sepenuhnya bahawa laporan ini masih banyak kekurangan, namun penulis berharap laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis. Kritik dan saran yang sifatnya membangun selalu penulis harapkan agar penulis bisa memperbaiki kekurangan laporan ini.
SAMBAS, Desember 2024
AZIZUL
DAFTAR ISI
LAPORAN MAGANG INDUSTRI...1
LAPORAN MAGANG INDUSTRI...2
LEMBAR PENGESAHAN...3
BUKTI PERSETUJUAN PELAKSANAAN...4
BUKTI PELAKSANAAN...5
KATA PENGANTAR... 6
DAFTAR ISI...8
DAFTAR GAMBAR... 9
BAB I...10
PENDAHULUAN...10
1.1 Latar Belakang...10
1.2 Tujuan... 11
1.3 Batasan Masalah...11
BAB II... 12
CARA KERJA DAN IDENTIFIKASI MASALAH...12
2.1 Cara kerja pada Air Compressor...12
2.2. Komponen katup...12
2.4 Identifikasi Permasalahan Dilapangan...15
BAB III...16
3.1 Hasil analisis permasalahan...16
3.1.1 Pembongkaran valve...17
3.1.2 Perakitan pada valve...21
3.2 Pembahasan... 24
1. Sebelum Perbaikan...24
2. Sesudah perbaikan...24
BAB IV...25
4.1 Kesimpulan...25
4.2 Saran... 25
DAFTAR PUSTAKA... 26
LAMPIRAN... 27
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Air compressor... 11
Gambar 2.1 Spring Valve Hisap...13
Gambar 2.2 Spring Valve Buang...14
Gambar 2.3 Spring Valve Buang...14
Gambar 2.4 Plate Valve Buang...15
Gambar 2.5 Valve Seat (Hisap)...15
Gambar 2.6 Valve Seat (Buang)...16
Gambar 3.1 Pemuaian pada plat valve...17
Gambar 3.2 Pemuaian pada spring valve...18
Gambar 3.3 Pemuaian pada spring valve...19
Gambar 3.4 Pembukaan Baut Pada Slang Hisap Compressor...19
Gambar 3.5 Pembukaan Baut Pada Head Compressor...20
Gambar 3.6 Penarikan Pada Head Compressor...20
Gambar 3.7 Pembukaan Baut Pada Batang Klep Compressor...21
Gambar 3.8 Head... 21
Gambar 3.9 Membongkar Komponen Klep Compressor...22
Gambar 3.10 Pemasangan Plat Valve Dan Spring Valve...22
Gambar 3.11 Pemasangan Batang Klep...23
Gambar 3.12 Pemasangan Head Compressor...23
Gambar 3.13 Pemasangan Slang Hisap...24
Gambar 3.14 Pemasangan Slang Pembuangan...24
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Politeknik Negeri Sambas adalah lembaga pendidikan tinggi profesional yang memberikan pembekalan dan program pendidikan keterampilan yang mengarah pada peningkatan dan pengembangan manusia seutuhnya. Salah satu dari program tersebut adalah mewajibkan mahasiswa untuk melakukan praktik industri (PI), di mana dalam program ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan serta menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk dapat memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan industri.
Praktik industri yang dilakukan mahasiswa teknik mesin yang dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dan bertempat di industri-industri seperti di bidang jasa, perkebunan, otomotif, dan sebagainya. PT. Borneo Sun yang bergerak di bidang pengolahan air minum. Ada beberapa tahap jenis unit yang ada di PT. Borneo Sun salah adalah Air compressor merupakan salah satu jenis unit atau mesin yang digunakan sebagai pentransfer angin bertekanan tinggi untuk menggerakan alat-alat yang ada di PT. Borneo Sun. Ada beberapa jenis Ai r compressor yang di gunakan salah satunya ada pada gambar 1.1
Gambar 1.1 Air compressor
Kompresor adalah sebuah mesin atau peralatan yang berfungsi untuk memindahkan fluida yang mampu memanfaatkan udara. Kompresor digunakan sebagai penyedia udara bertekanan yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pengeringan, transportasi, pneumatics, dan lain sebagainya ( Raharjo, 2014). Dalam hal ini kompresor berperan penting karna fungsinya sangat banyak dalam proses perawatan kendaraan misalnya menambah tekanan udara kendaraan, membersihkan kotoran pada mesin-mesin, penggerak hidrolik, dan lain-lain.
Prinsip kerja kompresor udara hampir sama dengan pompa ban sepeda atau mobil. Ketika torak dari pompa ditarik keatas, tekanan yang ada di bawah silinder akan mengalami penurunan di bawah tekanan atmosfir sehingga udara akan masuk melalui celah katup (klep) kompresor.
Permasalahan yang sering terjadi pada kompresor adalah kebocoran pada celah klep atau katup.
Berdasarkan permasalahan di atas kompresor sangat penting dalam meningkatkan produktivitas kerja. Oleh karena itu penulis tertarik membuat laporan tentang perbaikan pada mesin kompresor merek shack 25hp.
1.2 Tujuan
Tujuan penulisan laporan praktik industri ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui penyebab terjadinya kerusakan Air compressor.
2. Menjelaskan tindakan perbaikan pada Air compressor.
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah pada penulisan Tugas laporan magang yaitu hanya perbaikan pada mesin kompresor merek shack 25hp dan tidak membahas tentang motor listriknya.
Gambar 2.1 Spring Valve Hisap
BAB II
CARA KERJA DAN IDENTIFIKASI MASALAH
2.1 Cara kerja pada Air Compressor
Pada saat Air Compressor beroprasi, kompressor menerima udara dari lingkungan sekitar. Udara tersebut akan diproses untuk diubah menjadi udara bertekanan tinggi yang diperlukan, proses pengompresan ini meningkatkan densitas udara dan memberikan energi yang diperlukan untuk peniupan, udara yang telah terkompresi akan disalurkan ke dalam tangki penyimpanan air receiver tank, tempat udara bertekanan tinggi ini disimpan hingga diperlukan. Ketika diperlukan, udara bertekanan tinggi ini akan dialirkan ke dalam cetakan botol. botol plastik yang masih dalam bentuk preform, dimasukkan ke dalam cetakan yang sudah disiapkan. Udara bertekanan tinggi ini kemudian ditiupkan ke dalam preform untuk melebarkan dan membentuknya sesuai dengan bentuk botol yang diinginkan.
2.2. Komponen katup a. Spring Valve Hisap
Spring valve hisap berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk udara ke dalam silinder kompresor. Ketika piston bergerak ke bawah (TMB), spring valve akan membuka untuk memungkinkan udara masuk, dan menutup saat proses kompresi berlangsung untuk mencegah kebocoran udara. Spring Valve Hisap dapat dilihat pada gambar 2.1
Gambar 2.2 Plate Valve hisap
Gambar 2.3 Spring Valve Buang
b. Plate Valve hisap
Plate Valve hisap berfungsi mengatur jumlah atau volume aliran yang melewati pipa atau saluran tertentu. Pelat atau piringan yang ada di dalam katup akan bergerak untuk membuka atau menutup saluran, sesuai dengan kebutuhan aliran. Plate Valve Hisap dapat dilihat pada gambar 2.2
c. Spring Valve Buang
Spring valve buang berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk udara ke dalam silinder kompresor. Ketika piston bergerak, valve akan membuka untuk memungkinkan udara masuk, dan menutup saat proses kompresi berlangsung untuk mencegah kebocoran udara. Spring Valve Buang dapat dilihat pada gambar 2.3
Gambar 2.4 Plate Valve Buang
Gambar 2.5 Valve Seat (Hisap) d. Plate Valve Buang
Plate valve buang berfungsi untuk mengatur aliran udara terkompresi keluar dari silinder kompresor. Katup ini membuka saat tekanan dalam silinder melebihi tekanan di saluran buang, memungkinkan udara untuk keluar dengan efisien. Plate Valve Buang dapat dilihat pada gambar 2.4
e. Valve Seat (Hisap)
Valve seat berfungsi penting untuk mendukung kinerja dan efisiensi sistem. dudukan klep menyediakan permukaan penutup yang rapat untuk klep.
Ketika klep berada dalam posisi tertutup, dudukan ini mencegah kebocoran gas atau udara, sehingga menjaga tekanan dalam sistem kompresor tetap stabil. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kompresor beroperasi dengan efisien. Valve Seat (Hisap) dapat dilihat pada gambar 2.5
Gambar 2.6 Valve Seat (Buang)
f. Valve Seat (Buang)
Valve Seat berfungsi penting untuk mendukung kinerja dan efisiensi sistem. dudukan klep menyediakan permukaan penutup yang rapat untuk klep.
Ketika klep berada dalam posisi tertutup, dudukan ini mencegah kebocoran gas atau udara, sehingga menjaga tekanan dalam sistem kompresor tetap stabil. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kompresor beroperasi dengan efisien. Valve Seat (Buang) dapat dilihat pada gambar 2.6
2.4 Identifikasi Permasalahan Dilapangan
Gejala awal yang di identifikasi pada air compressor seperti berikut:
1. Suara berisik atau bergetar yang tidak biasa saat kompresor beroperasi bisa menandakan katup yang tidak rapat atau katup yang rusak.
2. Kompresor berhenti bekerja secara tiba-tiba dikarenakan tekanan udara dipantulkan kembali ke ruang bakar.
Gambar 3.1 Pemuaian pada plat valve
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil analisis permasalahan
Pemakaian kompresor dalam waktu yang lama tanpa henti dapat menyebabkan suhu kompresor meningkat secara signifikan. Kompresor bekerja dengan memampatkan udara atau gas, yang menghasilkan panas. Jika kompresor tidak memiliki waktu untuk mendingin atau tidak dilengkapi dengan sistem pendinginan yang memadai, suhu tinggi dapat menyebabkan beberapa masalah seperti kerusakan pada valve yaitu:
1. Pemuaian pada plat valve
Pemuaian pada plat valve disebabkan oleh panas yang berlebihan dikerenakan benturan plat valve dangan permukaan dudukan valve.
Penanganan jika plat valve yaitu dengan mengganti baru plat valve, alasan diganti baru karena plat valve merupakan komponen yang sangat penting untuk mencegah kebocoran udara. Pemuaian pada plat valve dapat dilihat pada gambar 3.1
2. Pemuaian pada spring valve
Pemuaian
Gambar 3.2 Pemuaian pada spring valve
Jika pegas pada katup terlalu sering atau terlalu lama berada dalam keadaan tertekan lebih dari kapasitas desainnya, Ini bisa terjadi jika katup beroperasi di luar batas tekanan yang dirancang atau suhu terlalu tinggi yang menyebabkan spring valve dapat kehilangan elastisitasnya atau bahkan mengalami perubahan struktur. Pemuaian pada spring valve valve dapat dilihat pada gambar 3.2
3.1.1 Pembongkaran valve A. Pembongkaran Valve
1. Pembukaan baut pada slang pembuangan compressor
Pembukaan baut pada slang pembuangan compressor dengan menggunakan kunci inggris dan putar ke arah kiri, sehingga baut 31mm terlepas. Pembukaan baut pada slang pembuangan compressor dapat dilihat pada gambar 3.3
Pemuaian
Gambar 3.3 Pembukaan baut pada slang pembuangan compressor
Gambar 3.8Pembukaan Baut Pada Slang Hisap Compressor 2. Pembukaan Baut Pada Slang Hisap Compressor
Dengan menggunakan kunci ring 16mm dan putar ke arah kiri, sehingga baut terlepas. Pembukaan Baut Pada Slang Hisap Compressor dapat dilihat pada gambar 3.4
3. Pembukaan Baut Pada Head Compressor
Dengan menggunakan kunci ring 18mm dan putar ke arah kiri, sehingga baut terlepas. Pembukaan baut pada head compressor dapat dilihat pada gambar 3.5
Gambar 3.5 Pembukaan Baut Pada Head
Compressor
Gambar 3.6Pembukaan pada Head Compressor 4. Pembukaan Head Compressor
Setelah baut head compressor dibuka selanjutnya pembukaan secara perlahan pada bagian head hingga keluar. pembukaan pada head compressor dapat dilihat pada gambar 3.6
5. Pembukaan Baut Pada Batang Klep Compressor
Dengan menggunakan kunci ring 27mm dan putar ke arah kiri, sehingga baut terlepas. Pembukaan baut pada batang klep compressor dapat dilihat pada gambar 3.7
Gambar 3.7Pembukaan Baut Pada Batang Klep Compressor
Gambar 3.8 Head 6. Pembersihan Paking Head
Setelah mengeluarkan batang klep dilanjutkan pembersihan paking head yang menempal pada permukaan head menggunakan Scraper.
Sebelum Sesudah
7. Membongkar Komponen Klep Compressor
Gambar 3.9 Membongkar Komponen Klep Compressor
Gambar 3.10 Pemasangan Plat Valve Dan Spring Valve
Setelah membuka baut pada batang klep dilanjutkan dengan melepas komponen-komponen pada batang klep. Komponen Klep Compressor dapat dilihat pada gambar 3.9
3.1.2 Perakitan pada valve
1. Pemasangan Plat Valve Dan Spring Valve
Setelah pembongkaran komponen klep pasang kembali komponen seperti plat valve dan Spring valve yang baru pada batang klep dengan posisi yang benar. Pemasangan plat valve dan spring valve dapat dilihat pada gambar 3.10
Gambar 3.11Pemasangan Batang Klep
Gambar 3.12 Pemasangan Head Compressor 2. Pemasangan Batang Klep
Setelah pemasangan komponen klep selanjutnya pasang kembali batang klep pada bagian head dan pemasangan mur pada batang klep menggunakan kunci ring 27 dengan memutar mur kearah kanan. dapat dilihat pada gambar 3.11
3. Pemasangan Head Compressor
Selanjutnya pemasangan head ke selinder. Pastikan bahwa head kompresor terpasang dengan posisi yang tepat dan kencang baut ke arah kanan agar tidak ada tekanan yang tidak merata atau masalah lain yang dapat mengganggu kinerja kompresor. Pemasangan head compressor
dapat dilihat pada gambar 3.12
Gambar 3.13 Pemasangan Slang Hisap
Gambar 3.14 Pemasangan Slang Pembuangan 4. Pemasangan Slang Hisap
Pasang kembali slang hisap pada head dan kencangkan baut 16 mm kearah kanan menggunakan kunci ring 16mm.
Pemasangan slang hisap dapat dilihat pada gambar 3.13
5. Pemasangan Slang Pembuangan
Pasang Kembali slang pembuangan pada head dan kencangkan baut 31mm kearah kanan menggunakan kunci inggris. Pemasangan slang pembuangan dapat dilihat pada gambar 3.14
3.2 Pembahasan
Jika tekanan udara dalam peniupan botol kurang dari 4-6 bar, hasil botol tidak mengembang dengan sempurna, proses produksi yang tidak efisien dan banyaknya botol yang gagal sehingga harus dibuang. oleh karena itu, tekanan yang diperlukan adalah 4-6 bar untuk menghasilkan botol berkualitas dan bentuk yang diinginkan, agar produksi menjadi lebih efesien hingga tidak ada botol yang reject (cacat produksi). Hasil dari perawatan perbaikan pada air compressor sebagai berikut : 1. Sebelum Perbaikan
Kondisi valve pada air compressor mengalami masalah yang menciptakan suara yang kasar atau compressor mengalami mati mendadak yang disebabkan oleh udara yang dipantulkan lagi ke blok selinder, yang menyebabkan pembuatan botol atau galon tidak sempurna dikarenakan tekanan udara kurang dari 4-6 bar
2. Sesudah perbaikan
Dengan perbaikan ini, valve kompresor dapat bekerja dengan lebih presisi, aliran udara yang lancar dan tekanan yang stabil. hasilnya, kompresor kini lebih efisien. suara pada kompresor lebih halus dari sebelumnya dan pembuatan botol menjadi sempurna dengan tekanan udara yaitu 4-6 bar (sekitar 60 hingga 90 psi).
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan magang industri yang dilaksanakan di PT.
Borneo Sun Singkawang selama kurang lebih 3 bulan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Penyebab kerusakan pada valve comperssor dikarenakan pengggunaan yang terus menurus, panas yang berlebihan dan benturan valve dengan permukaan dudukan valve yang terus- menerus, yang menyebebkan plat valve dan spring valve mengalami pememuaian atau perubahan struktur.
2. Tindakan perbaikan pada valve comperssor yaitu dengan cara melakukan pergantian komponen valve, dikarenakan valve berfungsi sangat penting dalam kenerja comperssor.
4.2 Saran
1. Lakukan perawatan secara berkala (2.000 jam /1 bulan) agar mengurangi kerusakan pada komponen-komponen compressor, dengan rutin untuk mencegah terjadinya kerusakan yang dapat mengganggu dari sistem produksi didalam perusahaan.
2. kerusakan dapat diminimalisir dengan cara pergantian komponen- komponen dengan mengutamakan kualitas barang tersebut upaya dari mencegah kerusakannya.
DAFTAR PUSTAKA
MUHAMMAD, A. Y. (2022). PERAWATAN DAN PERBAIKAN KOMPRESOR UDARA UNTUK PROSES PRODUKSI DI PT. TRIPILAR BETONMAS SALATIGA. KARYA TULIS.
MUHAMAD, W. B. (2021). PERAWATAN DAN PERBAIKAN KOMPRESOR UDARA UNTUK MENUNJANG KINERJA MESIN INDUK DI MV.
MENTARI SEJAHTERA PT. TEGAL SHIPYARD UTAMA CILACAP.
KARYA TULIS.
Ramadhan, R. (2024). ANALISIS KERUSAKAN DAN PERBAIKAN MESIN KOMPRESOR HITACHI 55 KW di PT. TOA GALVA INDUSTRIES.
LAMPIRAN 1. Daftar Hadir Magang Industri
2. Jurnal kegiatan