Laporan Manajemen Koleksi Sumberdaya Ikan
KOLEKSI DAN PENANGAN SAMPEL BIOTA YANG TERTANGKAP DI RAWA NGUMBAN SURBAKTI KOTA MEDAN
Oleh :
Risdo Elevri Naibaho 210302010 Grace Yohanna Hutagalung 210302013 Fany Roniarta Hasiholan Manalu 210302047 Shafna Ainunnisa prameswari 210302025 Nicholas Aritonang 210302053
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2024
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kasih dan karunia-Nya yang menyertai kita semua terutama menyertai penulis dalam menyelesaikan tugas laporan studi lapangan yang berjudul “Koleksi dan Penanganan Sampel Biota yang Tertangkap di Rawa Ngumban Surbakti, Kota Medan” ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu dosen yaitu Ibu Julia Syahriani Hasibuan S.Pi., M.Si sebagai dosen pengampu pada mata kuliah Manajemen Sumberdaya Koleksi Ikan yang telah banyak membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan studi lapangan ini.
Penulis berharap laporan ini berguna bagi para pembaca walaupun laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis juga menerima setiap saran dan kritik yang membangun untuk menjadikan laporan ini lebih baik dan bermanfaat untuk pembaca.
Medan, Oktober 2024
Penulis
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI... ii
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang ... 1
1.2. Tujuan Studi Lapangan ... 2
1.3. Manfaat Tujuan Studi Lapangan ... 2
II. METODOLOGI 2.1. Waktu dan Tempat... 3
2.2. Alat dan Bahan ... 3
2.3. Prosedur Pengambilan Sampel ... 3
2.4. Prosedur Pengawetan Sampel ... 4
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil ... 5
3.2. Pembahasan ... 10
IV. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan... 11
4.2. Saran ... 12 DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah spesies ikan tertinggi di dunia.
Banyaknya jenis dan jumlah spesies ikan menimbulkan masalah tersendiri di bidang penangkapan. Banyaknya spesies ikan membutuhkan berbagai alat tangkap yang harus digunakan sebagai sarana penanangkapan ikan. Wilayah perairan yang diatur untuk pengelolaan kegiatan penangkapan ikan yang menggunakan alat penangkapan ikan yang diperbolehkan. Jalur penangkapan ikan diatur berdasarkan ukuran kapal dan alat tangkap (Suhendrata & Badrudin, 1990)
Lahan rawa di Indonesia dibedakan menjadi rawa pasang surut dan rawa non pasang surut berdasarkan keberadaan dan kondisi airnya. Rawa pasang surut meliputi rawa- rawa pesisir yang dipegaruhi oleh pasang surut air laut. Fluktuasi air rawa ini sangat dipengaruhi dinamika pasang surut air laut. Rawa lebak adalah wilayah daratan yang mempunyai genangan hampir sepanjang tahun minimal selama tiga bulan, secara periodik mengalami musim air tinggi dan surut. Fluktuasi kedalaman ini akibat limpahan air dari sungai, danau, dan air hujan (Muslim, 2012).
Sumberdaya perikanan merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui. Perlu adanya upaya pengelolaan yang baik supaya sumberdaya tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan lestari. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi mengenai aspek biologi perikanan sangat diperlukan untuk mengetahui kehidupan, tingkah laku dan sifat-sifat suatu unit populasi atau stok suatu sumberdaya perikanan (Atmaja, 2013)
Ikan merupakan hewan vertebrata aquatik berdarah dingin dan bernafas dengan insang. Ikan didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air dan secara sistematik ditempatkan pada Filum Chordata dengan karakteristik memiliki insang yang berfungsi untuk mengambil oksigen terlarut dari air dan sirip digunakan untuk berenang. Ikan hampir dapat ditemukan hampir di semua tipe perairan di dunia dengan bentuk dan karakter yang berbeda-beda (Adrim, 2010).
Ciri-ciri umum dari golongan ikan adalah mempunyai rangka bertulang sejati dan bertulang rawan, mempunyai sirip tunggal atau berpasangan dan mempunyai operculum, tubuh ditutupi oleh sisik dan berlendir serta mempunyai bagian tubuh yang jelas antara kepala, badan, dan ekor. Ukuran ikan bervariasi mulai dari yang kecil sampai yang besar.
Kebanyakan ikan berbentuk torpedo, pipih, dan ada yang berbentuk tidak teratur. Ikan sebagai salah satu organisme yang menjadi kajian ekologi, sehingga harus dijaga kelestariannya. Sebagai langkah awal diperlukan kegiatan identifikasi terhadap organisme tersebut. Identifikasi adalah menempatkan atau memberikan identitas suatu individu melalui prosedur deduktif ke dalam suatu takson dengan menggunakan kunci determinasi.
Kunci determinasi adalah kunci jawaban yang digunakan untuk menetapkan identitas suatu individu. Kegiatan identifikasi bertujuan untuk mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi yang sangat bervariasi dan memasukkannya ke dalam suatu takson. Selain itu untuk mengetahui nama suatu individu atau spesies dengan cara mengamati beberapa karakter atau ciri morfologi spesies tersebut dengan membandingkan ciri-ciri yang ada sesuai dengan kunci determinasi (Layli, 2006).
Koleksi ikan didefinisikan sebagai kumpulan ikan yang diperlukan sebagai contoh/sampel/spesimen untuk keperluan studi, identifikasi dan pemajangan.
Secara um um, koleksi ikan ini meliputi pengumpulan berbangai jenis ikan, penyimpanan dalam media pengawet, identifikasi dan pencatatan informasi yang berhubungan dengan koleksi, serta pemberian label. Koleksi ikan sering digunakan dalam beberapa maksud, misalnya pengumpulan contoh dalam rangka suatu penelitian, pengumpulan contoh umtuk komunikasi antar para ahli lembaga (Siagian, 2009)
contoh ikan secara sistematis oleh
penggemar-penggemar
ikan, petugas perikanan,
para sarjana, atau dengan jalan
mengadakan
ekspedisi-ekspedisi khusus dan
ekspedisi-ekspedisi
lainnya.Selain untuk kepentingan
pendidikan dan
pengembangan ilmu
pengetahuan, contoh-
contoh ikan
diperlukan sekali dalam
melakukan konservasi perlindungan
terhadap jenis-jenis tertentu.Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi
dengan label berisi
keterangan-keterangan sehingga berguna
untuk masa yang akan datang, baik bagi
kolektornya maupun
untuk orang lain
Koleksi ikan ini dapat dilakukan dengan cara
mengumpulkan contoh- contoh ikan secara
sistematis oleh
penggemar-penggemar ikan, petugas
perikanan,
para sarjana, atau dengan jalan
mengadakan
ekspedisi-ekspedisi khusus dan
ekspedisi-ekspedisi
lainnya.Selain untuk kepentingan
pendidikan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, contoh- contoh ikan
diperlukan sekali dalam
melakukan konservasi
perlindungan
terhadap jenis-jenis tertentu.Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi
dengan label berisi
keterangan-keterangan sehingga berguna
untuk masa yang akan datang, baik bagi
kolektornya maupun untuk orang lain
Koleksi ikan ini
dapat dilakukan
dengan cara
mengumpulkan contoh- contoh ikan secara
sistematis oleh
penggemar-penggemar ikan, petugas
perikanan,
para sarjana, atau dengan jalan
mengadakan
ekspedisi-ekspedisi khusus dan
ekspedisi-ekspedisi
lainnya.Selain untuk
kepentingan
pendidikan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, contoh- contoh ikan
diperlukan sekali dalam
melakukan konservasi perlindungan
terhadap jenis-jenis
tertentu.Koleksi ikan
yang telah dilakukan
perlu dilengkapi
dengan label berisi
keterangan-keterangan sehingga berguna
untuk masa yang akan datang, baik bagi
kolektornya maupun untuk orang lain
Koleksi ikan ini dapat dilakukan dengan cara
mengumpulkan contoh- contoh ikan secara
sistematis oleh
penggemar-penggemar
ikan, petugas perikanan,
para sarjana, atau dengan jalan
mengadakan
ekspedisi-ekspedisi khusus dan
ekspedisi-ekspedisi
lainnya.Selain untuk kepentingan
pendidikan dan
pengembangan ilmu
pengetahuan, contoh-
contoh ikan
diperlukan sekali dalam
melakukan konservasi perlindungan
terhadap jenis-jenis tertentu.Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi
dengan label berisi
keterangan-keterangan sehingga berguna
untuk masa yang akan datang, baik bagi
kolektornya maupun
untuk orang lain
Iktiologi adalah suatu ilmu yang khusus
mempelajari tentang ikan dan
segala aspek
kehidupan ikan yang meliputi taksonomi, biologi (morfologi,
anatomi, fisiologi,
genetika, reproduksi
dan lain-lain) dan
ekologi (struktur
komunitas, populasi, habitat, predator dan persaingan serta
penyakitnya).
Koleksi ikan
didefinisikan sebagai kumpulan ikan yang diperlukan sebagai
pengumpulan contoh dalam rangka suatu penelitian,
pengumpulan contoh
untuk
dijadikan referensi, contoh untuk
komunikasi antar para ahli atau antar
lembaga.
secara umum.
Pekerjaan koleksi ikan ini meliputi
pengumpulan berbagai jenis
ikan, penyimpanan dalam media
pengawet, identifikasi
dan pencatatan informasi
yang berhubungan
dengan koleksi serta pemberian label.
Koleksi ikan ini dapat dilakukan dengan cara
mengumpulkan contoh- contoh ikan secara
sistematis oleh
penggemar-penggemar ikan, petugas
perikanan,
para sarjana, atau dengan jalan
mengadakan
ekspedisi-ekspedisi khusus dan
ekspedisi-ekspedisi
lainnya.Selain untuk kepentingan
pendidikan dan
pengembangan ilmu pengetahuan, contoh- contoh ikan
diperlukan sekali
dalam
melakukan konservasi perlindungan
terhadap jenis-jenis tertentu.Koleksi ikan yang telah dilakukan perlu dilengkapi
dengan label berisi
keterangan-keterangan sehingga berguna
untuk masa yang akan datang, baik bagi
kolektornya maupun untuk orang lain
1.2. Tujuan Studi Lapangan
Adapun tujuan dari studi lapangan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sumberdaya hayati yang terdapat di Rawa Ngumban Surbakti, Kota Medan
2. Untuk mengetahui pengawetkan biota yang terdapat di Rawa Ngumban Surbakti, Kota Medan
3. Untuk mengetahui perubahan morfologi ikan yang sudah diberikan Pengawet dan sebelum diberikan bahan pengawet yang tertangkap di Rawa Ngumban Surbakti, Kota Medan
1.3. Manfaat Studi Lapangan
Manfaat dari studi lapangan ini adalah untuk menambah wawasan mengenai spesies yang ada di Rawa Ngumban Surbakti, Kota Medan dan mengetahui cara pengawetan biota dengan pengawetan basah (alkohol 70%). Laporan ini juga dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen Koleksi Sumberdaya Ikan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
BAB II METODOLOGI
2.1. Waktu dan Tempat
Pengambilan sampel biota dilakukan pada hari Selasa pada 15 Oktober 2024 di Rawa Ngumban Surbakti Kota Medan.
Gambar 1. Lokasi Penangkapan Biota 2.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada pengambilan sampel ini yaitu tanggok ikan, toples untuk wadah biota, timbangan analitik, milimeter blok, penggaris.
Bahan yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu biota sebagai sampel dan alkohol 70% untuk pengawetan sampel biota.
2.3. Prosedur Pengambilan Sampel
1. Disiapkan alkohol 70 %, dan toples sebagai tempat biota yang akan diawetkan.
2. Digunakan tanggok untuk menangkap biota yang berada di rawa ngumban surbakti
3. Dibersihkan biota dari lumpur dan pasir menggunakan air bersih
2.4. Prosedur Pengawetan Sampel
Prosedur pengawetan sampel ikan yang didapatkan dari sungai deli sebagai berikut:
1. Dilekakan ikan diatas milimeter blok, lalu diukur panjang total ikan dan berat ikan yang didapatkan.
2. Dipastikan ikan sudah mati, selanjutnya ikan di masukkan ke wadah bersih.
3. Dituangkan alkohol 70% ke dalam wadah yang sudah diletakkan ikan sampel, dimana posisi ikan terendam alkohol.
4. Ditutup rapat wadahnya, lalu diberikan label dengan keterangan nama spesies ikan, klasifikasi, panjang total, berat total, habitat dan tanggal penggawetan biota .
5. Dilakban wadah sampel agar tidak terjadi kebocoran, dan alkohol diganti setiap 5-7 hari.
DAFTAR PUSTAKA
Atmaja, S.B. & D. Nugroho. 2013. Optimasi hasil tangkapan perikanan pukat cincin di perairan Laut Jawa dan sekitarnya. J.Lit. Perikan. Ind. 19 (2): 73-80.
Adrim, M., Fahmi. 2010. Panduan Penelitian Untuk Ikan Laut. Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, Jakarta.
Layli, N. 2006. Identifikasi Jenis-Jenis Ikan Teleostei yang Tertangkap Nelayan di Wilayah Perairan Pesisir Kota Semarang. Skripsi: Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Suhendrata, T., & M. Badrudin. 1990. Sumberdaya perikanan demersal di perairan Pantai Utara Rembang. J.Lit. Perikan. Laut. BPPL. Jakarta. 54: 1-8.
Saanin H. 1968. Taksonomi dan kuntji identifikasi ikan I. Penerbit Binatjipta. P. D.
Grafika Unit II. Bandung. 256 hal.