• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rehabilitasi Gedung Kantor Unit Pelaksana Teknis Lembaga

N/A
N/A
Babiat Samosir

Academic year: 2023

Membagikan "Rehabilitasi Gedung Kantor Unit Pelaksana Teknis Lembaga"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis berbagai aspek kelayakan penyediaan prasarana dan sarana Unit Pelaksana Teknis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kecamatan Medan Sunggal. Penguatan komunitas dan desa di Provinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 4437). Kegiatan pemberdayaan masyarakat desa tersebut terdiri dari kegiatan kerangka program pemberdayaan masyarakat desa, program pembangunan pemerintahan desa, program pengembangan ekonomi pedesaan, program pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna, program pemberdayaan pemerintah desa dan kelurahan. dan program perbaikan kelembagaan pedesaan.

Biaya Operasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Daerah (BOP PNPM-PISEW) B. Pendekatan penjajakan dalam pelaksanaan kerja UPT Layanan Konsultasi Rehabilitasi Masyarakat dan Gedung Layanan Pemberdayaan Desa provinsi Utara Sumatera digunakan untuk mendapatkan gambaran seluas-luasnya mengenai permasalahan yang berkaitan.

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Sumatera  Uta
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Sumatera Uta

Survei dan Pengukuran Situasi (Pengumpulan Data Primer)

Studi Literatur/Pengumpulan Data Sekunder

Teknik Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion, FGD)

Pemberdayaan masyarakat dan desa di Provinsi Sumatera Utara menentukan kemampuan perencana dalam memperoleh data dan informasi yang akurat pada tahun 2017. Agar proses diskusi berhasil dan berhasil, teknik diskusi secara umum harus diperhatikan dalam pelaksanaannya. Suasana santai, hindari kekakuan yang informal, namun keseriusan juga harus dikembangkan dalam pelaksanaannya, hindari kekakuan atau gaya yang terlalu formal, karena hal ini sangat mempengaruhi jalannya proses diskusi dan selanjutnya akan mempengaruhi kualitas ide yang dapat dikembangkan dalam diskusi. . .

Penyajiannya sebaiknya menggunakan teknik visualisasi agar peserta diskusi dapat melihat gambaran umum permasalahan yang disampaikan. Jika ada kesalahpahaman, perlu diselesaikan saat itu juga agar diskusi berjalan lancar. Salah satu metode diskusi untuk memperoleh data kualitatif adalah metode FGD, dimana FGD dilakukan untuk membahas topik tertentu secara detail.

Metode yang digunakan dalam FGD adalah diskusi dimana peserta terlebih dahulu diberikan pemaparan/informasi/pertanyaan yang kompleks dan spesifik mengenai perencanaan program yang akan dibahas dalam FGD. Umpan balik dari peserta FGD diharapkan muncul dalam FGD sehingga dapat diperoleh informasi yang ingin digali oleh konsultan. Hanya menghasilkan data kualitatif dan sulit memperoleh data kuantitatif yang dapat digunakan untuk menggeneralisasi informasi;

Keuntungan menggunakan metode ini adalah preferensi dan masukan dapat diperoleh secara bersamaan.

Analisis Partisipatif

Pemangku kepentingan harus tetap hadir dan menjadi aktor yang sama serta berpartisipasi dalam kegiatan dari awal hingga akhir perjanjian; Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Provinsi Sumatera Utara terdampak oleh skema yang termasuk dalam Layanan Konsultasi Rehabilitasi tahun 2017. Bagi para perencana pembangunan daerah/daerah, mengenal kondisi daerah perencanaan, baik masyarakatnya, budayanya maupun keberadaan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya merupakan suatu hal yang sangat penting, bahkan mutlak diperlukan.

Lochmeier (1995) memberikan definisi analisis partisipatif sebagai analisis terhadap masalah, keprihatinan, kepentingan, harapan dan lembaga, lembaga pelaksana, proyek lain dan individu dari suatu proyek atau mereka yang mungkin terkena dampaknya. Dalam UPT Pelayanan Konsultasi Rehabilitasi Bangunan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara akan dilibatkan berbagai kalangan dan kelompok masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, akan muncul cara pandang yang saling bertentangan dan berbeda dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Hal ini juga disebabkan karena kelompok masyarakat yang terlibat akan mempunyai kepentingan, harapan dan keprihatinan yang berbeda-beda. Namun di sisi lain, perbedaan kepentingan dalam kelompok-kelompok tersebut justru saling terkait dan saling membutuhkan. Oleh karena itu, semua ini harus dipertimbangkan dan diakomodasi dalam proses pembangunan dan diharapkan sejak awal perencanaan.

Tidak mungkin mengabaikan satu hal dan mendorong yang lain, karena justru dapat berdampak pada hancurnya kelompok, atau bahkan dapat menyebabkan gagalnya proses pembangunan.

Analisis Masalah

Tujuan Proses Kegiatan Pelayanan Konsultasi Rehabilitasi UPT Gedung Pelayanan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara. Agar permasalahan yang ada dapat teridentifikasi dengan baik sehingga dapat dijadikan bahan perumusan upaya/tindakan sebagai tindak lanjut penanggulangannya; Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi, tujuan perencanaan dapat dirumuskan dengan baik sehingga memperjelas apa yang perlu dilakukan, siapa kelompok sasarannya dan apa yang perlu dicapai;

Konsep di atas sejalan dengan paradigma komprehensif, dimana proses pembangunan dilakukan untuk mencapai perbaikan yang timbul dari permasalahan, dalam proses interaksi dan aktivitas masyarakat dengan segala aspek pendukungnya. Oleh karena itu perencanaan pembangunan harus dilakukan dengan terlebih dahulu mengenali secara mendalam permasalahan yang timbul di masyarakat. Berbagai cara dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ditemui dalam FGD dengan kelompok tertentu.

Analisis Data

Analisis struktur spasial dilakukan untuk mengetahui konsep perencanaan yang dievaluasi berdasarkan ketersediaan sarana dan prasarana di wilayah perencanaan, seperti jaringan jalan, air dan saluran air limbah, listrik, telepon, energi, dan fasilitas umum (pendidikan, ibadah, dan kesehatan). . , sehingga permasalahan yang potensial dan ada sehingga dapat dirumuskan pembangunannya. Pendekatan partisipatif, yaitu: Masukan dari masyarakat, khususnya kelompok sasaran yang berfokus pada tuntutan lokal terhadap perubahan layanan dan cara-cara inovatif dalam melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Pendekatan Partisipatif mencakup seluruh partisipasi yang diharapkan, sehingga masukan dari masyarakat khususnya kelompok sasaran dapat digunakan untuk menghasilkan inovasi yang diinginkan.

Keberhasilan kegiatan pembangunan akan lebih terjamin bila seluruh pengguna bangunan berperan dalam memberikan saran dan masukan yang diperlukan. Dengan partisipasi yang luas ini diharapkan akan semakin banyak hasil karya yang dapat dicapai dan diberikan nilai dasar yang sangat berarti terhadap desain yang dibuat. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem stratifikasi sosial yang terbentuk dalam masyarakat sehingga menimbulkan adanya hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki mempunyai keistimewaan dibandingkan perempuan, sehingga akan ada kecenderungan laki-laki lebih banyak berpartisipasi. Perbedaan usia juga mempengaruhi tingkat partisipasi, karena terdapat perbedaan berdasarkan senioritas, dimana dalam hal ini kelompok yang lebih tua dianggap lebih berpengalaman dan akan lebih banyak memberikan pendapat. Semakin tinggi latar belakang pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula pengetahuannya tentang pembangunan baik bentuk maupun tata cara yang dapat diberikan.

Semakin tinggi jabatannya maka semakin luas pengalamannya dalam bidang pekerjaannya, sehingga data dan saran yang diberikan dianggap lebih tepat karena telah mengetahui maksud, fungsi dan tujuan suatu pekerjaan.

Tahapan Pekerjaan

Selain itu, ketua tim akan memeriksa kembali dan mengevaluasi dokumen masterplan sebelumnya dengan dokumen perencanaan yang ada guna menjaga kemungkinan beroperasinya sistem sirkulasi/aliran yang terhubung dengan bangunan lain. Tergantung dari sifat informasi dan data yang diperlukan, maka metode yang digunakan adalah metode observasi, pengukuran di lapangan, wawancara dengan pengguna, studi literatur terhadap hasil penelitian yang ada.

Penyusunan Konsep Rancangan a. Tujuan

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan gambar konsep desain tahun 2017. Dengan prinsip-prinsip dasar tersebut di atas diharapkan dapat terakomodasi seluruh aspirasi pengguna, baik fungsi bangunan maupun filosofinya, sehingga filosofi dan keunikan bangunan akan tertampil pada tahap implementasi gambar kerja. Kegiatan ini dilakukan dengan menganalisis data di lapangan dan menginput data dari pengguna, kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa teknis.

Kegiatan ini memerlukan keterlibatan ahli teknik arsitektur, ahli teknik sipil, ahli konstruksi, ahli teknik tenaga listrik, ahli lanskap, Ass.

Pra Rencana

Pengembangan Rencana a. Tujuan

Pengembangan Rencana Teknis

Panduan Perencanaan dan Perancangan

Perancangan Arsitektur a. Area Tabulasi

Sistem proteksi petir eksternal, yaitu suatu sistem yang melindungi bangunan gedung beserta penghuninya terhadap ancaman petir langsung maupun tidak langsung yang dapat menyambar bangunan tersebut. Sistem proteksi petir internal, suatu sistem yang melindungi seluruh peralatan elektronik dan penghuni dalam gedung dari tegangan induksi akibat aliran konduktor yang terkena sambaran petir.

Standar Teknis

Peraturan lain yang mengatur tata cara pembangunan gedung pemerintah daerah setempat (Pemprov Sumut). Tujuan penugasan UPT Jasa Konsultasi Rehabilitasi Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Utara adalah untuk memberikan pedoman bagi konsultan perencana yang memuat prinsip, kriteria dan keluaran yang harus dijadikan acuan dan dipatuhi dalam pelaksanaan rehabilitasi ini. aktivitas. Maksud dari ketentuan UPT Pelayanan Konsultasi Rehabilitasi Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Utara adalah.

Tersedianya teknis rehabilitasi yang lengkap, rinci dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun teknis sebagai acuan bagi kontraktor/pelaksana fisik dalam pelaksanaan konstruksi. Pengendalian terhadap setiap tahapan berbagai proses rehabilitasi agar berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang sesuai sehingga diperoleh hasil rehabilitasi yang berkualitas dan target waktu tercapai. Penataan bangunan menggunakan pendekatan arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal, teknik lingkungan dan teknik lansekap dengan memperhatikan aspek-aspek terkait.

Tercapainya hasil perencanaan yang efektif, efisien dan fungsional, sehingga hasil perencanaan pembangunan tersebut benar-benar dapat memenuhi ambisi pemerintah, pengguna dan masyarakat setempat. Tersedianya dokumen pelaksanaan fisik yang lengkap dan memenuhi persyaratan sebagai dokumen penawaran pekerjaan perencanaan konstruksi.

Lingkup Proyek

Terwujudnya tata ruang yang ideal sesuai kebutuhan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pemberdayaan masyarakat dan kota di Provinsi Sumatera Utara  Analisis kebutuhan ruang, sarana penunjang dan utilitas tahun 2017. Membuat gambar site plan, layout, beserta detail eksterior bangunan, interior bangunan/ruangan, lanskap/taman, parkir kendaraan, utilitas air bersih , air kotor, jaringan listrik, jaringan komunikasi, sistem pendingin udara, sistem penerangan, sistem perpipaan, sistem proteksi kebakaran dan lain-lain.

Rencana dan program yang telah disempurnakan dan dikembangkan akan dilengkapi dengan pedoman operasional yang terdiri dari :. Penyusunan rencana detail seperti pembuatan gambar detail, jadwal dan persyaratan pekerjaan, rincian ruang lingkup pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya konstruksi. Maka Tim Perencana akan melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, terdiri atas :.

Data aktivitas petugas pelayanan b. Data struktur organisasi c. Data lapangan dan bagian d. Data staf dan karyawan. Persiapan atau konsepsi perencanaan seperti pengumpulan data dan informasi di lapangan (termasuk bila diperlukan dengan melakukan penyelidikan lapangan), mengukur dan menggambarkan situasi, membuat interpretasi kerangka acuan, merencanakan program kerja,. Interpretasi terhadap hasil perencanaan pembangunan gedung yang ada, ditambah dengan hasil kajian dan hasil perencanaan makro (Master Plan) atau hasil kompetisi desain.

Lelang (jika memungkinkan) seperti membantu panitia lelang pada saat pernyataan pekerjaan, termasuk penyusunan berita acara kerja, membantu panitia lelang dalam melakukan evaluasi penawaran, menyusun kembali bahan lelang pada saat melaksanakan tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. .

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Sumatera  Uta

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Capaian Program Jumlah cakupan peningkatan sarana dan prasarana kerja aparatur.

Capaian Program Jumlah cakupan peningkatan sarana dan prasarana kerja aparatur.

Capaian Program Jumlah cakupan peningkatan sarana dan prasarana kerja aparatur.

Pekerjaan : Belanja Jasa Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana ( Pembangunan Pustu Pemusiran ).. Lokasi : Desa

1 Membangun sistem informasi pengelolaan administrasi pegawai yang dapat mengelola data-data administrasi kepegawaian di Kantor Unit Pelaksana Teknis dinas

Peraturan Bupati Kediri tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri;.. Undang-Undang Nomor 23 Tahun

Upaya Peningkatan Pengawasan Perikanan Ke Depan dapat dilakukan dengan cara : Meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan sumber daya keuangan, pengawasan di

Terpenuhinya program peningkatan disiplin aparatur melalui Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya Terselenggaranya program peningkatan sarana dan prasarana aparatur melalui