Menyatakan bahwa laporan Kerja Praktik dengan judul REVITALISASI GEDUNG SARANA CFSMI KULIT MANDING, (Pengamatan Pekerjaan Struktur Balok dan Pelat Lantai). Puji Syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktik ini tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa banyak bantuan dan bimbingan yang telah penulis terima dari piak, dari masa perkuliahan sampai penyusunan laporan Kerja Praktik ini.
Akhir kata, penulis selalu berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan segala kebaikan dari semua pihak yang telah membantu.
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- TUJUAN
- Tujuan Proyek
- Tujuan Kerja Praktik
- RUANG LINGKUP
- Lingkup Pekerjaan
- Lingkup Kerja Praktik
- LOKASI PROYEK
- DATA PROYEK
- Data Umum Proyek
- Data Teknik Proyek
- METODE PENGUMPULAN DATA
- Data Primer
- Data Sekunder
Proyek Pembangunan Revitalisasi Gedung Sarana Produksi CFSMI Kulit Manding berlokasi di Jalan Parangtritis km 11, Manding, Sabdodadi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek Pembangunan Revitalisasi Gedung Sarana Produksi CFSMI Kulit Manding ini berada di Jalan Parangtritis km 11, Manding, Sabdodadi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data Proyek merupakan kumpulan data – data perancangan serta informasi yang menjadi pedoman dan acuan untuk Pembangunan Revitalisasi Gedung Sarana Produksi CFSMI Kulit Manding.
Data teknik proyek merupakan data-data berisi karakteristik dari proyek Revitalisasi Gedung Sarana Produksi CFSMI Kulit Manding yang akan dilaksanakan. Metode pengumpulan data sangat penting dilakukan dei tersusunnya laporan kerja praktik tentang pelaksanaan pengamatan proyek Revitalisasi Gedung Sarana Produksi CFSMI Kulit Manding.
DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
DASAR PERENCANAAN
DASAR PERANCANGAN
- Perancangan Balok
- Perancangan Pelat Lantai
Pelat lantai adalah elemen struktural yang berfungsi sebagai permukaan horizontal untuk mendistribusikan beban langsung ke balok.
MANAJEMEN PROYEK
STRUKTUR ORGANISASI PROYEK
- Pemilik Proyek (owner)
- Konsultan Perencana
- Konsultan Pengawas
- Kontraktor Pelaksana
Dari struktur organisasi diatas terdapat garis hubungan kerja yaitu garis komando dan garis koordinasi, garis koordinasi adalah garis yang menggambarkan hubungan koordinasi antara pemilik proyek dengan konsultan perencana, pemilik proyek dengan kontraktor, dan pemilik proyek dengan konsultan pengawas, serta konsultan perencana dengan konsultan pengawas dan konsultan pengawas dengan kontraktor. Garis komando merupakan garis perintah atau instruksi yang menunjukkan hubungan kerja dengan pola perintah atau instruksi yang disampaikan pemilik proyek (Owner), dimana pemilik proyek (Owner) berhak memerintah ataupun memberikan komando pada konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor. Sebagai contoh memberikan komando ataupun perintah kepada kontraktor agar sesuai dengan syarat dan spesifikasi teknis yang ada di dalam kontrak.
Perusahaan atau perseorangan yang memiliki keahlian dalam merencanakan proyek kontruksi sesuai dengan kriteria perencanaan yang berlaku. Konsultan pengawas merupakan tim atau perusahaan yang bertindak untuk dan atas nama pemilik proyek, dalam proses pengawasan pelaksanaan pembangunan suatu proyek dan bertangung jawab atas pekerjaan kepada pemilik proyek (owner) agar tercapai target hasil kerja yang memenuhi standar dan syarat 16 yang telah ditentukan. Konsultan pengawas merupakan pihak yang di tunjuk pemilik proyek untuk mewakili dalam memimpin, mengkoordinasi, mengawasi, mengevalusai, dan melaporkan proyek kepada pemberi tugas.
Kontraktor Pelaksana merupakan tim atau perusahaan yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya, Atau dalam definisi lain menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima dan telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan proyek. Kontraktor bertanggung jawab secara langsung pada pemilik proyek (owner) dan dalam melaksanakan pekerjaannya diawasi oleh tim pengawas dan dapat berkonsultasi secara langsung dengan tim pengawas terhadap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan. Project Manager adalah seseorang yang memiliki kekuasaan untuk memimpin semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek dan bertanggung jawab penuh terhadap tercapainya pelaksanaan proyek sesuai kontrak.
Bertugas memimpin pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan memperdayagunakan sumber daya perusahaan secara optimal dan memenuhi persyaratan mutu, waktu, biaya yang sesuai dengan rencana pelaksanaan proyek. Logistik adalah orang yang bertugas untuk membantu manager proyek dalam mengatur mobilisasi alat dan material yang akan dipakai dalam proyek. Melaksanakan schedule material yang dibuat oleh manager proyek dan mengawasinya agar tidak terjadi penumpukan material dilapangan.
ADMINITRASI PROYEK
- Laporan Data Proyek
- Kurva-S
- Bar Chart
- Gambar Kerja
- Tenaga Kerja
- Upah Dan Sistem Pembayaran
- Waktu Kerja
Menurut Soeharto (1995), untuk menyelenggarakan proyek, salah satu sumber daya yang menjadi faktor penentu keberhasilannya adalah tenaga kerja. Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan pada proyek, kantor dan tempat menyediakan pekerjaan. Tenaga kerja tetap adalah individu yang memiliki ikatan kerja dan berkelanjutan dengan peruahaan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) - PT Sumber Wijaya Sakti, KSO.
Tenaga kerja tetap menerima gaji secara tetap dengan satuan waktu yang ditentukan seperti seminggu atau sebulan. Tenaga kerja harian adalah pekerja yang dipekerjakan secara tidak tetap dan dibayar berdasarkan jumlah hari atau jam kerja yang telah mereka lakukan. Tenaga kerja harian umumnya dikontrak untuk proyek-proyej tertentu atau untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang bersifat sementara.
Tenaga kerja harian biasanya tidak memiliki kontrak kerja yang mengikat daam jangka waktu yang lama. Tenaga kerja harian baisanya memiliki keahlian khusus dalam bidang kontruksi seperti tukang kayu, tukang batu, tukang las, atau juga pekerja kasar. Tenaga kerja borongan dibayar berdasarkan hasil pekerjaan yang telah diselesaikan, bukan berdasarkan waktu atau jumlah jam kerja.
Tenaga kerja borongan bertanggung jawab penuh atas penyelesaian pekerjaan yang telah mereka ambil alih, termasuk kualitas dan waktu penyelesaian. Tenaga kerja borongan bebas mengatur waktu dan cara kerja mereka, sementara pemilik proyek atau kontraktor dapat fokus pada aspek lain dari proyek. Subkontraktor sistem pembayarannya berdasarkan satuan volume yang telah diselesaikan (sistem borongan), sedangkan pembayaran upah tenaga kerja tetap pembayaran dilakukan dalam sistem bulanan.
BAHAN DAN ALAT
BAHAN
- Baja Tulangan Beton
- Kawat Beton (Bendrat)
- Beton Ready Mix
- Multipleks atau Plywood
Kawat beton digunakan sebagai pengikat antar tulangan baja satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu rangkaian rangka elemen struktur yang siap dilakukan pengecoran. Selain digunakan sebagai pengikat tulangan baja, kawat beton juga digunakan sebagai pengikat beton decking pada tulangan. Beton adalah salah satu material bangunan yang terbuat dari pencampuran aggregat dan semen sebagai pengikat.
Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen portland, yang terdiri dari agregat mineral (kerikil dan pasir), semen dan air. Ready Mix adalah istilah yang digunakan untuk beton yang telah dicampur dengan rangkaian bahan material terdiri dari pasir dengan formulasi khusus. Pengolahan formulasi khusus dilakukan di Batching Plant hingga menjadi beton cor siap pakai dan jadilah beton bermutu yang siap digunakan pada area proyek yang diinginkan.
Plywood yang digunakan dalam proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Amanah Sumpiuh adalah tebal 12 mm sebagai bahan utama dalam pembuatan bekisting.
ALAT
- Bar Cutter Machine
- Concrete Mixer Truck
- Theodolit
- Bar Bender
- Bekisting
- Helm Safety (Safety Helmet)
- Rompi Safety
- Catut (Angkup)
- Cangkul
Truk molen atau concrete mixer truck merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut adukan beton ready mix dari tempat pencampuran beton ke lokasi pengecoran proyek dimana selama dalam pengangkutan mixer terus berputar dengan kecepatan 8-12 putaran per menit agar beton tetap homogen serta tidak mengeras. Theodolit adalah salah satu alat alat ukur yamg digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengansudut mendatar dan sudut tegak. Bar bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokan baja tulangan dengan diameter yang sesuai kapasitas alat.
Setelah itu, baja tulangan dibengkokan dengan menekan pedal sehingga roda pembengkok akan berputar sesuai sudut dan pembengkokan yang diinginkan. Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Cangkul adalah satu jenis alat tradisional yang digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah.
Dalam proyek pembangunan Gedung CFSMI Kulit Manding ini cangkul digunakan untuk menggali dan meratakan yang dimana tidak bisa dilakukan dengan alat berat dan menggali tanah untuk pembuatan tie beam.
ANALISA DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
- Pekerjaan Balok
- Pekerjaan Pelat Lantai
Pekerjaan balok dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pekerjaan penulangan, pemasangan bekisting, pengecoran, hingga pembongkaran bekisting setelah beton mengeras. Penulangan merupakan pekerjaan yang bertujuan untuk membentuk dan memasang besi tulangan beton sebagai kerangka struktur pada konstruksi beton agar sesuai dengan gambar rencana. Memasang tulangan utama terlebih dahulu sesuai dengan gambar rencana, yaitu tulangan atas dan bawah pada posisi yang direncanakan.
Mengikat tulangan dengan kawat bendrat menggunakan alat catut untuk memastikan jarak sengkang tetap stabil selama pengecoran. Memasang beton decking di balok agar jarak selimut beton sesuai dengan yang direncanakan (minimal 50 mm). Pada Proyek Revitalisasi Gedung CFSmi Kulit Manding, sistem pelat lantai yang digunakan adalah metode konvensional.
Pekerjaan pelat lantai dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pekerjaan penulangan, pemasangan bekisting, pengecoran, hingga pembongkaran bekisting setelah beton mengeras. Penulangan bertujuan untuk membentuk dan memasang besi tulangan beton sebagai kerangka struktur pada konstruksi beton agar sesuai dengan gambar rencana. Merakit tulangan utama dan tulangan bagian di lokasi kerja, membentuk pola grid dengan jarak antar tulangan sesuai rencana (biasanya 150 mm – 200 mm).
Meratakan permukaan beton menggunakan alat perata atau screed agar hasil akhir rapi dan sesuai ketebalan yang direncanakan. Gambar penulangan, pemasangan bekisting, pengecoran, dan pembongkaran pelat lantai dapat dilihat pada dokumen teknis proyek.
ANALISIS PERMASALAHAN DAN SOLUSI
- Permasalahan dalam Proyek 1. Faktor Alam
- Solusi Masalah yang Dihadapi Proyek
Area kerja yang sempit menyulitkan proses distribusi material seperti tulangan baja dan adukan beton ke titik pengecoran. Selain itu, mobilisasi alat berat seperti concrete pump sering mengalami hambatan karena akses masuk yang sempit. Mengenai genangan air yang terjadi di area pekerjaan balok dan pelat lantai akibat hujan, dapat diatasi dengan cara menyedot air tersebut menggunakan water pump, kemudian mengalirkan air ke tempat pembuangan yang telah disediakan.
Untuk mengatasi waktu kerja yang terpotong akibat hujan, jam kerja dapat diperpanjang hingga sore atau malam hari melalui pemberlakuan jam lembur. Namun, jam lembur tidak dilakukan setiap hari untuk menjaga kualitas kerja serta kesehatan pekerja agar pekerjaan tetap efisien. Permasalahan yang terjadi akibat perbedaan antara pelaksanaan dan perencanaan di lapangan dapat diatasi dengan melakukan pengawasan secara intensif selama proses pekerjaan.
Hal ini dilakukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan setiap kesalahan dapat segera dihindari. Hal ini bertujuan untuk menyelesaikan setiap kendala dan memastikan proyek berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk penataan material di lokasi proyek, pekerjaan dipercepat pada area tertentu agar volume material yang menumpuk dapat berkurang.
Penataan material dilakukan dengan lebih rapi dan terorganisir agar mudah ditemukan dan diakses oleh pekerja. Untuk mobilisasi material, pintu masuk proyek diperlebar agar kendaraan pengangkut material dapat masuk dengan mudah. Jika pelebaran tidak memungkinkan, alternatif jalur lain dapat dipertimbangkan untuk mempermudah proses pengiriman material ke lokasi proyek.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
- Kesimpulan Proyek
- Kesimpulan Kerja Praktik
SARAN
DAFTAR PUSTAKA