LAPORAN KERJA
PENGAWASAN TERHADAP DISTRIBUSI BARANG DALAM PELAKSANAAN BONGKAR MUAT BARANG DI PT PELABUHAN
INDONESIA PERSERO (TPK Belawan)
Disusun oleh:
Nama : DHONI SANDY WIYATA
NPM : 1726000322
Program Studi : Ilmu Hukum
FAKULTAS SOSIAL SAINS PROGRAM STUDI ILMU
HUKUM
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN
2024
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA
Nama : DHONI SANDY WIYATA
NPM : 1726000322
Program Studi : Ilmu Hukum
Instansi/perusahaan : PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Kantor Cabang Belawan
Alamat Instansi/perusahaan : Jl. Kapten R.Sulian no.1 Belawan, SUMUT - 20411 Dosen Pembimbing,
Fitria Ramadhani Siregar, S.H., M.H
Dekan Fakultas Sosial Sains Ka. Prodi Ilmu Hukum
Dr. E. Rusiadi, SE., M.Si Dr Mhd. Azhali Siregar, S.H., M.H.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja ini. Penulisan Penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan laporan Kerja ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. H.M. Isa Indrawa SE., MM., selaku Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi
2. Ibu Fitria Ramadhani Siregar, S.H., M.H Selaku dosen Pembimbing yang selalu memberi masukan dan arahannya
3. Dr Mhd. Azhali Siregar, S.H., M.H. Selaku Ketua Program Studi Ilmmu Hukum 4. Dr. E. Rusiadi, SE., M.Si. . Selaku Dekan Fakultas Sosial Sains
Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dan semoga Laporan Kerja ini membawa manfaat.
Medan , 2024Penulis,
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR JUDUL ...… i
LEMBAR PENGESAHAN... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI... iv
DAFTAR TABEL... v
DAFTAR GAMBAR... vi
DAFTAR LAMPIRAN... vii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Maksud dan Tujuan ... 2
1.3 Tempat Kerja Lapangan...3
1.4 Jadwal Waktu Kerja Lapangan... 4
BAB II TINJAUAN UMUM ... 5
2.1 Sejarah Perusahaan... 5
2.2 Visi dan Misi... 7
2.2.1 Visi ... 7
2.1.2 Misi... 7
2.2.3 Logo Perusahaan ... 8
2.2.4 Struktur Organisasi... 9
2.3 Alur Pelayanan Perusahaan ... 10
BAB III PELAKSANAAN KERJA LAPANGAN ... 11
3.1 Pelaksanaan Kerja Lapangan 11 3.1.1 Bidang Kerja... 11
3.1.2 Pelaksanaan Kerja... 11
3.1.3 Kendala Yang Dihadapi... 15
3.1.4 Cara Mengatasi Kendala... 15
3.1.5 Pengawasan terhadap masuknya barang-barang ilegal 16 BAB IV PENUTUP ... 17
4.1 Kesimpulan ... 17
4.2 Saran... 17
DAFTAR PUSTAKA... 18
LAMPIRAN ... 18
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.1 Jadwal Waktu Kerja Lapangan ... 4
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Maps Alamat Perusahaan ... Hal.
3 Gambar 2.1 Logo Perusahaan... 8 Gambar 2.2 Struktur Organisasi ... 9
DAFTAR LAMPIRAN
Hal . Lampiran 1
Ruang Divisi Supervisor ... 17
Lampiran 2 Lapangan Kerja... 18
Lampiran 3 Foto Apel Pagi Karyawan...19
Lampiran 4 Ruang Pantau CCTV ... 20
1 BrArB I PENrDArHrULrUA
N 1.1 Lratrar Brelrakrarng
Unirverrsitas Pemrbarngunran Parnrca Budri ardalarh insr
rtitrusi pendridrikan yarng mengredeprankran krualritas marhasriswra. Krualitras surmrber daryar marnusira yarngr diharrapkran ardarlah yarng memrilirki kormpretrensi darn etirka yarng prorfessiornal sebragrai sarlah sratru brenturk urnturk mernjrawrab trantranganr drurnia kerrjra..
Penulis memandang bahwa program Laporan Kerja merupakan sarana strategis dalam proses pembentukan kemampuan dan kompetensi mahasiswa sebagai tenaga profesional. Selain itu, program Laporan Kerja akan menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia kerja
Kersadraran drarn kemrauarn kraryrawran urntruk mermatruhi sremrua nrormra orrgarnisarsi darn sorsial yarng berrlakur dirkernal derngarn drisiprlin krerrja. Orleh krarenra itru, rpemrimpirn mr
rengrgurnakran disirplirn kerrjar sebragai alart komrunikarsi denrgan kraryawanr unrtukr meyakinkan mereka untuk mengubah perilaku mereka sesuai dengan pedoman yanrg telrah ditretarpkarn. Suratru orrganrisrasi harrusr menrjurnjurngr tinrggi dirsirplin. Arrtrinyra, sulrit bagri orgranisarsi urntuk mrencrapai turjuannyra tanrpa didurkung olreh disirplin kerjra yrangr efrektrif.
Nitsemito (2018: Menurut 90), “Disiplin kerja adalah sikap, perilaku, dan tindakan yang mematuhi peraturan organisasi tertulis dan tidak tertrulirs.” Klraim Mangkunegara (2019:61), menambahkan bahwa disiplin kerja merupakan ukuran sebrerarpa barik suartu orrganrisasi mernggunarkan serlurruh surmrber dayrarnya unrturk mrencraprai tujruanrnrya derngarn berrpergarng parda sermrua perdromran yarng trelrah dirtetrapkran.
Draprat dirtarrik kesrimrpularn bahrwa disriplrin adarlahr penrerapran marnajremern untruk mermperrkurat perdomran orrgranisrasi berrdasrarrkanr brebrerarpa perngerrtiarn parrar rahrli terrsebrut dri artars. Sralarh sratru kurncir kermarjuran bargri perrkurmprulran darn orrgarnisarsi ardalrah dirsiprlinr krerrjra yarnrg brairk. Perursahaarn akran sanrgatr diurntunrgkarn der
rngarn sirkarp drisiprlin karryawrannrya dalramr mrenrcarpari turjuarn yarnrg terlrarh dirtertarpkarn.
2
Krarerna itrulrah
pr
renurlis
runr
rtuk mermbruat laprorarn Krerrja dir PTr. Pelrabuhran Irndonresiar (Perrserro) Cabrang
Berlawarn .Bragaimarna
perrusarhaar
rn irni merlakrukan kergiatran krepelraburharnanr, merngerlola fasrilirtas-fasrirlitras yarng dimrilikri, melrayanri pelranggran dernrgan braik, sebragrai conrtoh imrplemerntrasi nryarta
rdarri ilmru yranrg penrulirs prelajrarir srelarmra mrasar rperkruliahranr sesruari dernganr prorgrarm srtudri rpenurlis rdi Urnivrersitras rParncra rBurdri
1.2 Maksud dan Tujuan Laporan Kerja
Adapun maksud dari Laporan Kerja pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) adalah sebagai berikut :
1. Melaporkan suatu bidang pekerjaan tertentu pada praktik kerja.
2. Mengetahui pemanfaatan teknologi komputer dan informasi pada
1.3 Manfaat Laporan Kerja
Banyak kegunaan Laporan Kerja Lapangan mulai dari pihak penulis, bagi Universitas Pembangunan Panca Budi dan bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
1. Bagi Universitas :
a. Sebagai alat ukur mahasiswa dalam memahami materi-materi kuliah dan menerapkannya.Sebagai penilaian sejauh mana mahasiswa mampu terjun langsung didalam dunia kerja.
1) Kerja adalah anugerah, karena kerja adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, maka manusia harus memiliki pilihan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh penghargaan.
2) Bekerja merupakan tanggung jawab dan titipan berharga yang diberikan kepada kita agar kita dapat berfungsi dengan baik dan bertanggung jawab.
3) Kerja adalah pekerjaan, kerja adalah dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita dapat bekerja keras dengan penuh kejujuran.
4) Kerja adalah realisasi, kerja adalah cara bagi kita untuk sampai pada alam yang paling tinggi sehingga kita benar-benar akan bekerja keras dengan energi.
5) Kerja adalah ibadah, dan kerja adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta, jadi melalui kerja, seseorang mengabdikan dirinya untuk tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian.
6) Kerja adalah seni, dan dapat membawa kegembiraan dan kegembiraan ke tempat kerja, mendorong kreativitas, kreasi baru, dan konsep baru.
7) Karena pekerjaan itu terhormat dan dapat meningkatkan harga diri, maka harus dilakukan dengan ketekunan dan keunggulan.
8) Manusia bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tetapi juga untuk melayani orang lain, sehingga harus bekerja dengan sempurna dan rendah hati.
D. Indikator Etos Kerja Sesuai Sinamo (2018: Menurut 69), beberapa indikator etos kerja antara lain sebagai berikut:
1) Bekerja sebagai minat utama Dalam hal ini adalah tentang bagaimana seseorang memprioritaskan pekerjaannya. Seseorang mungkin melihatnya sebagai prioritas utama.
2) Pendekatan moral Dalam hal ini, pendekatan moral mencakup keyakinan seseorang terhadap prinsip-prinsip moral, seperti pentingnya berusaha keras agar tidak menyerah untuk mendapatkan hasil terbaik.
3) Motivasi kerja intrinsik adalah jenis motivasi yang bersumber dari keinginan alami seseorang untuk memperoleh sesuatu yang berarti dari pekerjaannya.
Untuk situasi ini, pekerja memandangnya sebagai tugas sebagai saluran untuk mengomunikasikan kapasitas dan daya cipta yang digerakkan oleh perwakilan.
Organisasi dapat melihat pekerja yang memiliki kinerja yang baik dan perwakilan kontras daneksekusi rendah dengan memperkirakannya melalui petunjuk pemeriksaan eksekusi pekerja. Sesuai Kasmir (2018:99) petunjuk eksekusi adalah sebagai berikut:
1) Kualitas (Quality) Tingkat kualitas adalah satu di mana proses atau hasil menyelesaikan suatu kegiatan mendekati kesempurnaan. Performa suatu produk berbanding terbalik dengan kesempurnaannya; sebaliknya jika karya yang dihasilkan berkualitas buruk maka kinerjanya juga akan buruk.
2) Jumlah (Jumlah)
Mengukur kinerja juga harus dimungkinkan dengan melihat jumlah (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang. Kinerja karyawan dapat dikatakan baik karena lebih
banyak pekerjaan yang dihasilkan karena mampu menyelesaikan pekerjaan melebihi kemampuan normal karyawan lainnya.
3) Waktu (Jangka Waktu) Jumlah waktu yang ditentukan dialokasikan untuk jenis pekerjaan tertentu yang harus diselesaikan. Ini menunjukkan bahwa jumlah waktu minimum dan maksimum harus dipatuhi.
4) Tekanan Biaya Sebelum setiap kegiatan perusahaan dilaksanakan, biaya-biaya yang dikeluarkan telah dianggarkan. Artinya, biaya yang dianggarkan digunakan sebagai acuan agar tidak melebihi dari yang dianggarkan. Pemborosan akan terjadi jika pengeluaran melebihi jumlah yang dianggarkan, sehingga mengakibatkan kinerja yang buruk. Agar anggaran dapat digunakan secara efektif dan efisien, hal ini perlu ditonjolkan.
5) Manajemen
Dengan mengatur perwakilan, mereka akan merasa lebih bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan jika terjadi penyimpangan, menyebabkan perbaikan dan melakukan peningkatan dengan cepat akan menjadi lebih mudah. Untuk memastikan bahwa karyawan tidak melewatkan apa pun, pengawasan diperlukan.
Hubungan Antar Karyawan Penilaian kinerja sering dikaitkan dengan kerjasama atau keharmonisan antara karyawan dan pimpinan. Dalam hubungan ini ditentukan mampu tidaknya seorang karyawan menumbuhkan perasaan saling menghargai, itikad baik, dan kerjasama.
Tenaga kerja yang memiliki kinerja elit merupakan faktor yang dapat mendukung tercapainya tujuan pemerintah daerah baik secara sementara, khususnya pencapaian tujuan jangka panjang. Menurut Kasmir (2018: 95) Pekerjaan dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama jangka waktu tertentu itulah yang menentukan kinerja. Besar kemungkinan peningkatan kinerja individu juga akan meningkatkan kinerja
perusahaan. Seperti yang ditunjukkan oleh Hasibuan (2018: 125) berpendapat bahwa kinerja adalah hasil dari keterampilan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu seorang pekerja dalam melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Sedarmayanti menegaskan (2019: Menurut 86), kinerja adalah apa yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi melalui pekerjaannya sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal, tanpa melanggar hukum, dan sesuai dengan moral dan etika. Wibowo, sebagaimana disampaikan pada tahun 2019:96) eksekusi adalah pelaksanaan rencana yang telah disusun. Sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, semangat, dan minat untuk melaksanakan implementasi kinerja adalah penanggung jawab. Menilik sebagian penilaian para ahli di atas, maka cenderung diduga bahwa pelaksanaan yang representatif merupakan konsekuensi dari pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh perwakilan yang dapat diperkirakan berdasarkan waktu dan akibat dari pekerjaannya.
Ditunjukkan oleh Sutrisno (2018: 94) disiplin adalah tingkah laku individu sesuai dengan pedoman, metode atau disiplin kerja yang ada adalah mentalitas, tingkah laku, dan kegiatan yang sesuai dengan pedoman hirarkis, baik yang tersusun maupun tidak tertulis. Seperti yang ditunjukkan oleh Hasibuan (2018: 85) Sumber Daya Manusia berperan penting dalam menjaga kedisiplinan. Fungsi HRM yang paling penting adalah disiplin karena persentase kerja yang lebih tinggi dapat dicapai dengan disiplin karyawan yang lebih baik. Karyawan mengalami kesulitan mencapai potensi penuh mereka tanpa adanya disiplin karyawan yang efektif. Siswanto menegaskan (2018:46) Disiplin kerja adalah sikap menjunjung tinggi, menghormati, patuh, dan patuh terhadap peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, dengan mampu melaksanakannya dan tidak mengelak atau menerima sanksi jika
melanggar tanggung jawab. dan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
disediakan untuknya."
Kesadaran dan kemauan karyawan untuk mematuhi semua norma organisasi dan sosial yang berlaku dikenal dengan disiplin kerja. Oleh karena itu, pemimpin menggunakan disiplin kerja sebagai alat komunikasi dengan karyawan untuk meyakinkan mereka untuk mengubah perilaku mereka sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Suatu organisasi harus menjunjung tinggi disiplin. Artinya, sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya tanpa didukung oleh disiplin kerja yang efektif.
Nitsemito (2018: Menurut 90), “Disiplin kerja adalah sikap, perilaku, dan tindakan yang mematuhi peraturan organisasi tertulis dan tidak tertulis.” Klaim Mangkunegara (2019:61), menambahkan bahwa disiplin kerja merupakan ukuran seberapa baik suatu organisasi menggunakan seluruh sumber dayanya untuk mencapai tujuannya dengan berpegang pada semua pedoman yang telah ditetapkan.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa disiplin adalah penerapan manajemen untuk memperkuat pedoman organisasi berdasarkan beberapa pengertian para ahli tersebut di atas. Salah satu kunci kemajuan bagi perkumpulan dan organisasi adalah disiplin kerja yang baik. Perusahaan akan sangat diuntungkan dengan sikap disiplin karyawannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Russiadi (2018), kerangka konseptual adalah gambaran hubungan antara variabel-variabel dalam masalah, khususnya variabel-variabel yang akan dikaji berdasarkan rumusan masalah dan tinjauan literatur
Seperti yang ditunjukkan oleh Sinamo (2018: Menurut 68), etos kerja adalah semangat, semangat, dan mentalitas yang mengarah pada serangkaian tindakan positif seperti rajin, antusias, teliti, tekun, sabar, jujur, dan tertib. Sedarmayanti menegaskan (2019: 84) Etos kerja merupakan standar untuk menentukan seberapa
keras dan gigih seorang individu untuk mendapatkan hasil terbaik dari setiap pekerjaan. Perusahaan ini memiliki etos kerja yang produktif, baik dari segi produktivitasnya sendiri maupun produktivitas secara keseluruhan. Semakin tinggi sikap kerja keras wakil, maka berpengaruh pada semakin berkembangnya pelaksanaan pekerja dalam bekerja, sebaliknya dengan anggapan sikap kerja keras wakil rendah maka dapat mempengaruhi rendahnya presentasi wakil. Seorang pekerja yang terkendali dapat diakui sebagai perwakilan yang umumnya melakukan perjalanan pulang tepat waktu, mengurus bisnisnya dengan kompeten dan mematuhi semua pedoman dan standar hierarki yang terkait. Menurut Sutrisno (2018:94) disiplin adalah tingkah laku seseorang sesuai dengan pedoman, metode atau disiplin kerja yang ada adalah mentalitas, tingkah laku, dan kegiatan yang sesuai dengan pedoman hirarkis, baik yang tersusun maupun tidak tertulis. Harlie menegaskan (2018:98) Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, sehingga jika meningkat maka kinerja karyawan juga akan meningkat. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan kinerja karyawan dengan disiplin kerja sangat kuat.
Artinya, perubahan sekecil apapun, seperti meningkatkan atau menurunkan disiplin kerja, akan berdampak pada kinerja karyawan yang lebih besar. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Manajemen harus sangat memperhatikan motivasi jika ingin setiap karyawan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan organisasi. Ketika seorang karyawan termotivasi, dia akan sangat antusias dalam melaksanakan tugas-tugas yang telah diberikan kepadanya. Menurut Sutrisno (2018: 94) disiplin adalah cara berperilaku seseorang sesuai dengan pedoman, sistem atau disiplin kerja yang ada adalah mentalitas, tingkah laku, dan kegiatan yang sesuai dengan pedoman hierarkis baik yang tersusun maupun tidak tertulis. Menurut Hasibuan (2018: 124) inspirasi adalah sesuatu yang menyebabkan,
menyampaikan dan mendukung cara manusia berperilaku, sehingga mereka perlu berusaha dengan tulus dan penuh semangat untuk mencapai hasil yang ideal.
1.4 Tempat Kerja Lapangan
Sumber : Google Maps
Gambar 1.1Alamat PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Belawan
Pelaksanaan kerja lapangan bertempat di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Belawan
1.5 Jadwal Waktu Kerja Lapangan
Tabel 1.1 Jadwal Waktu Kerja Lapangan
No
Hari Jam Kerja
Masuk Selesai
1 Senin 08:00 17:00
2 Selasa 08:00 17:00
3 Rabu 08:00 17:00
4 Kamis 08:00 17:00
5 Jum'at 08:00 17:00
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT KERJA LAPANGAN 2.1 Sejarah Perusahaan
Gambaran Umum Perusahaan PT. Pelindo Cabang Belawan merupakan Perusahaan Negara Pelabuhan disingkat dengan nama PNP dan Merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini mengambil sampel karyawan PT.
Pelindo I Cabang Belawan sebanyak 32 orang. Sebagai hasil penelitian pendahuluan, berikut ini akan diberikan tinjauan mengenai karakteristik responden yang dinyatakan dalam bentuk tabulasi identitas responden. a) Profil Perusahaan 1) PT. PELABUHAN INDONESIA (Persero) Cabang Belawan atau biasa yang sering disebut Pelindo I adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang jasa pelabuhan.Sejarah Pelindo I (Persero) Cabang Belawan berawal dari perusahaan pelabuhan yang berada di bawah Departemen peninggalan Belanda, Van Scheevaart di tahun 1945-1951.
Perusahaan cikal bakal Pelindo I baru dikelola oleh Perusahaan Negara (PN) Visi, Misi, dan Nilai
Kesadaran dan kemauan karyawan untuk mematuhi semua norma organisasi dan sosial yang berlaku dikenal dengan disiplin kerja. Oleh karena itu, pemimpin menggunakan disiplin kerja sebagai alat komunikasi dengan karyawan untuk meyakinkan mereka untuk mengubah perilaku mereka sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Suatu organisasi harus menjunjung tinggi disiplin. Artinya, sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya tanpa didukung oleh disiplin kerja yang efektif.
Nitsemito (2018: Menurut 90), “Disiplin kerja adalah sikap, perilaku, dan tindakan yang mematuhi peraturan organisasi tertulis dan tidak tertulis.” Klaim Mangkunegara (2019:61), menambahkan bahwa disiplin kerja merupakan ukuran seberapa baik suatu organisasi menggunakan seluruh sumber dayanya untuk mencapai tujuannya dengan berpegang pada semua pedoman yang telah ditetapkan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa disiplin adalah penerapan manajemen untuk memperkuat pedoman organisasi berdasarkan beberapa pengertian para ahli tersebut di atas. Salah satu kunci kemajuan bagi perkumpulan dan organisasi adalah disiplin kerja yang baik. Perusahaan akan sangat diuntungkan dengan sikap disiplin karyawannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.1.1 Visi Perusahan
Visi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menjadi pengelola Pelabuhan Kelas Dunia yang unggul dalam Operasional dan Pelayanan. Dalam artian ialah mampu menjadi pengelola pelabuhan professional dan dapat disejajarkan serta bersaing dengan penyedia layanan kepelabuhanan terbaik didunia, menjadi penyedia jasa pelabuhan yang bersahabat, mengerti akan kebutuhan pengguna jasanya serta mampu memenuhi bahkan melebihi ekspektasi pelanggannya, mampu menarik pengguna jasa pelabuhan baik domestik maupun internasional untuk bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
2.2 Logo Perusahaan
Sumber : http://www.indonesiaport.co.id/index.php
Gambar 2.1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan Kontribusi BUMN dalam pemberdayaan terhadap UMKM, koperasi dan masyarakat dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. PER-05/ MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara (TJSL BUMN). Berdasarkan peraturan terbaru tersebut, BUMN bisa menerapkan TJSL melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil atau Program Pendanaan UMK, serta Bantuan dan/atau Kegiatan Lainnya memiliki signifikansi taraf 0,001 (sig).<0,05) hal ini menunjukkan bahwa hipotesis H2 yang teruji dan diterima telah disajikan, trend positif menunjukkan bahwa kinerja pegawai akan
meningkat jika disiplin kerja ditingkatkan, sedangkan kinerja juga akan menurun jika disiplin kerja diturunkan. Dengan kata lain, kinerja akan meningkat seiring dengan peningkatan disiplin kerja yang meliputi indikator kehadiran, kepatuhan terhadap peraturan, kepatuhan terhadap standar kerja, kewaspadaan yang tinggi, dan etika kerja. Konsekuensi dari penelitian ini mendukung pemeriksaan masa lalu yang diarahkan oleh Octarina (2020) yang menunjukkan bahwa disiplin kerja secara bermakna mempengaruhi pelaksanaan perwakilan.
2.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Sumber : http://www.indonesiaport.co.id/index.php
Gambar 2.2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan Struktur organisasi merupakan suatu cara atau sistem pembagian tanggung jawab,wewenang, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi dalam pencapaiantujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan potensipotensi yang dimiliki perusahaan walaupun potensi tersebut terbatas. Kemampuanperusahaan dalam hubungan dengan pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan banyakdipengaruhi oleh struktur organisasi dari perusahaan tersebut.Struktur organisasi suatuperusahaan harus dapat menggambarkan kondisi tentang tugas dan tanggung jawab yangjelas dalam perusahaan tersebut.
Dengan demikian struktur organisasi merupakan suatualat untuk mempermudah terjadinya tujuan. Sehingga pimpinan perusahaan akan
dapatmelakukan pengawasan terhadap bawahan didalam melaksanakan kegiatannya sehinggaaktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan rencana.
Gambar 2.5 Alur Pelayanan PT Pelabuhan Indonesia Regional 1 Cabang Belawan
BAB III
PELAKSANAAN LAPORAN KERJA 3.3.1 Bidang Kerja
Selama Laporan Kerja di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan penulis bekerja pada Divisi Operasi bagian Supervisi Lapangan 3.3.2 Pelaksanaan Kerja
Selama penulis melaksanakan Laporan kerja di Divisi Operasi bagian Perencanaan dan Supervisi Lapangan, penulis telah melakukan beberapa pekerjaan, Berikut kegiatan sehari – hari penulis selama di Lapangan :
1. Mengawasi Staf dan Mengatur Proses Kerja
memastikan bahwa tugas yang diberikan kepada karyawan terlaksana dengan baik, sesuai standar yang ditetapkan, dalam batas waktu yang ditentukan serta sebisa mungkin mencapai target yang sudah direncanakan 2. Menerapkan dan menegakkan sistem, prosedur, dan kebijakan
A. Memantau produktivitas karyawan dengan memberikan feedback dan pelatihan yang bermanfaat
B. mengkomunikasikan tujuan dan memantau kinerja tim.
3. Membuat Jadwal Kerja Tim
A. menyeimbangkan shift sehingga staf tidak kewalahan bekerja
B. membimbing para pekerja dengan menetapkan target produksi dan dengan memberikan mereka instruksi
4. Pengawasan terhadap masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Indonesia merupakan bagian dari Laporan kerja yg saya Laporkan ini. Dan disini saya Tidak sendiri, peran ini pun dijalankan Bea Cukai dengan turut menggandeng berbagai instansi terkait. Seperti yang baru-baru ini
5. diagendakan Bea Cukai terkait pengadaan container scanner di Terminal Peti Kemas Belawan terkait sinergi pengawasan bersama kepolisian daerah setempat.
Berhubung Penulis mengambil jurusan progran Studi Ilmu Hukum, maka penulis sampaikan Undang Undang tentang Penyelundupan barang ilegal melalui container sesuai dengan Pelaksanaan kerja di bidang yg saya tempati
Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN
3.3.3 Kendala Yang Dihadapi
1. Terjadi ketidaksesuaian Jam operasional dengan target pekerjaan yang dilakukan
2. Terjadi keruasakan pada barang- barang logistik 3. Miskomunikasi di Lapangan Kerja
Etos kerja seorang karyawan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya. Seperangkat perilaku atau tindakan yang positif, seperti rajin, antusias, teliti, tekun, sabar, jujur, dan tertib, merupakan etos kerja—semangat, semangat, dan mentalitas. Harlie menegaskan (2018: 99) disiplin kerja jelas mempengaruhi kinerja perwakilan, sebenarnya bermaksud bahwa dengan asumsi disiplin kerja berkembang, itu juga akan lebih mengembangkan kinerja perwakilan.
Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan kinerja karyawan dengan disiplin kerja sangat kuat. Artinya, perubahan sekecil apapun, seperti meningkatkan atau menurunkan disiplin kerja, akan berdampak pada kinerja karyawan yang lebih besar.
Manullang dan Pakpahan (2018:112) menjelaskan bahwa nilai R- Square (r2) digunakan untuk mengetahui hubungan antara variasi variabel bebas dengan variasi variabel terikat. Koefisien jaminan akan memahami seberapa banyak perubahan atau variasi dalam suatu variabel dapat dipahami oleh perubahan atau variasi dalam berbagai faktor. Dalam bahasa biasa adalah kapasitas faktor bebas untuk menambah variabel dependen dalam satuan tarif. Koefisien ini memiliki nilai antara 0 dan 1. Kapasitas variabel independen untuk menjelaskan variasi dalam variabel sangat terbatas jika hasilnya mendekati nol. Namun, ketika hasilnya mendekati 1, ini menunjukkan bahwa variabel independen mengandung hampir semua informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Koefisien korelasi menunjukkan seberapa kuat hubungan antar variabel. Koefisien korelasi positif terbesar adalah 1, koefisien korelasi negatif terbesar adalah -1, dan koefisien korelasi terkecil adalah 0. Jika hubungan antara paling sedikit dua faktor memiliki koefisien hubungan -1 atau = -1, maka hubungannya hebat. Korelasi negatif sempurna ada ketika r = -1, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan dalam satu variabel menyebabkan penurunan yang lain. Sebaliknya, korelasi positif sempurna (r = 1) menunjukkan adanya hubungan yang positif antar variabel, dan besarnya nilai koefisien korelasi sebagaimana terlihat pada tabel pedoman di bawah ini menunjukkan kuat atau tidaknya hubungan tersebut.Proporsi hasil eksekusi memainkan peran penting dalam memeriksa apakah tujuan jangka panjang, menengah, dan sementara organisasi sesuai dengan keinginan ideal. Mengingat data yang dibuat dari penanda eksekusi, para supervisor akan benar-benar ingin melihat batasan-batasan tersebut kepada atasan dan bawahannya, untuk membuat langkah atau pilihan yang dianggap signifikan. Menurut Mathis dan Jackson (2018), ada beberapa cara untuk mengukur kinerja karyawan guna mendukung keberhasilan organisasi. Tiga aspek terpenting adalah sebagai berikut: 1) Produktivitas adalah ukuran kuantitas dan kualitas pekerjaan yang dilakukan dengan memperhatikan biaya sumber daya yang digunakan. Mengukur kinerja juga harus dimungkinkan dengan melihat jumlah (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang. Kinerja karyawan dapat dikatakan baik karena lebih banyak pekerjaan yang dihasilkan karena mampu menyelesaikan pekerjaan melebihi kemampuan normal karyawan lainnya. Waktu (Jangka Waktu) Jumlah waktu yang ditentukan dialokasikan untuk jenis pekerjaan tertentu yang harus diselesaikan. Ini menunjukkan bahwa jumlah waktu minimum dan maksimum harus dipatuhi. Tekanan Biaya Sebelum setiap kegiatan perusahaan dilaksanakan, biaya-biaya yang dikeluarkan telah dianggarkan.
Artinya, biaya yang dianggarkan.
Dengan mengatur perwakilan, mereka akan merasa lebih bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan jika terjadi penyimpangan, menyebabkan perbaikan dan melakukan peningkatan dengan cepat akan menjadi lebih mudah. Untuk memastikan bahwa karyawan tidak melewatkan apa pun, pengawasan diperlukan.
6) Hubungan Antar Karyawan Penilaian kinerja sering dikaitkan dengan kerjasama atau keharmonisan antara karyawan dan pimpinan. Dalam hubungan ini ditentukan mampu tidaknya seorang karyawan menumbuhkan perasaan saling menghargai, itikad baik, dan kerjasama..
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan Laporan Kerja pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, banyak pengetahuan dan pembelajaran yang penulis dapatkan. Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang penulis dapatkan dari Laporan Kerja ini :
1. Penulis terlatih untuk mampu melaksanakan suatu bidang pekerjaan sehingga dapat beradaptasi dengan baik di dalam dunia kerja.
2. Penulis memperoleh wawasan tentang bidang pekerjaan yang ada di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, dimana penulis bekerja di Divisi Operasi, dan Supervisi Lapangan 3. Penulis mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku
kuliah dan menerapkannya dalam dunia kerja
4. Penulis terlatih untuk mampu beradaptasi dalam dunia kerja.
5. Penulis mampu membangun mental yang kuat dan mengembangkan cara berfikir dalam mengembangkan kemampuan diri untuk mampu melakukan dan menyelesaikan pekerjaan.
4.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis menyarankan untuk mahasiswa berikutnya yang akan melaksanakan Kerja Lapangan di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan agar mempersiapkan hal berikut :
1. Memiliki kesopanan serta bertanggung jawab dalam setiap melakukan pekerjaan.
2. Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik dan benar.
3. Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan microsoft office dengan baik dan benar
4. Memiliki ketelitian, kemandirian dan inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan
DAFTAR PUSTAKA
Budi Cahyadi, 2014,Home Security : Membuat Webcam Sebagai CCTV Melalui Smartphone Android, Penerbit Andi Publisher.
Eko Hari Atmoko, 2012, Membuat sendiri CCTV Berkelas Enterprise dengan biaya murah, Penerbit Andi Publisher.
V. Wiratna Sujarweni, 2017, Analisis Laporan Keuangan, Penerbit PUSTAKA BARU PRESS.
Yudhy Wicaksono, 2015, Membuat Aplikasi Inventaris Barang dengan Macro Excel + CD, Penerbit Elex Media Komputindo.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, 2018, Logo Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, (https://www.google.co.id/search?q=log o perusahaan PT Pelabuhan I ndonesia II(Persero) Cabang Panjang) diakses tanggal 05 Juni 2018.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, 2018, Profil Perusahaan,
(http://www.panjangport.co.id) diakses tanggal 05 Juni 2018.
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, 2018, sejarah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, (https://id.wikipedia.org/wiki/Pelabuhan_Indonesia_II) diakses tanggal 05 Juni 2018.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, 2018,
(http://www. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan) diakses tanggal 05 Juni 2018.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan, 2018, Google Maps, (https://www. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan) diakses tanggal 12 Juni 2018.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Ruang Divisi Supervisior
Lampiran 2 . Lapangan Kerja
Lampiran 3 Apel Kerja
Lampiran 4 Ruang Pantau CCTV