SURVEI LAMPIRAN CITES HASIL PENANGKAPAN HIU DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG LUAR KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN PUSAT MANAJEMEN. Judul PKL: PENGUMPULAN DATA HASIL PENANGKAPAN HIU CITES LAMPIRAN DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG LUAR KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DENGAN PUSAT PENGELOLAAN PESISIR DAN KELAUTAN DENPASAR. Penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan penulisan laporan Praktek Kerja Lapangan ini. PELABUHAN PERIKANAN KABUPATEN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA BARAT TENGGARA DENGAN PUSAT PENGELOLAAN SUMBER DAYA PANTAI DAN LAUT DENPASAR.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pemantauan hasil tangkapan hiu penting dilakukan untuk menjaga kelimpahan stok ikan di laut. Pemantauan ini memastikan bahwa peraturan dan ketentuan pemerintah dipatuhi dengan baik, sehingga penangkapan ikan berlebihan dan kerusakan populasi hiu dapat dicegah. Keterlibatan mereka dalam pengumpulan data dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi populasi hiu dan ekosistem laut secara keseluruhan.
Tujuan
Oleh karena itu diharapkan hasil dari kegiatan ini mampu memberikan pengalaman yang baik dalam memahami kegiatan penangkapan ikan hiu di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar, melalui penyajian informasi alat penangkapan ikan yang digunakan, keanekaragaman spesies, panjang dan karakteristik gender. dan tingkat kematangan hiu claper – hiu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar. Untuk mengetahui jenis kelamin dan tingkat kematangan kelas hiu Appendix CITES yang didaratkan di pelabuhan perikanan Tanjung Luar.
Manfaat
METODE PRAKTIK KERJA LAPANG
Tempat, Waktu, dan Jadwal Pelaksanaan
Metode Praktik Kerja Lapang
5 Wilayah Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar karena kegiatan pendataan hasil tangkapan hiu dan pari merupakan program yang dilaksanakan oleh BPSPL Denpasar dengan memasang loket di pelabuhan tempat pendaratan hiu dan pari yang berada di wilayah operasi BPSPL Denpasar. Pengawasan yang dilakukan BPSPL Denpasar salah satunya berupa pendataan hasil tangkapan hiu dan pari yang termasuk dalam kategori Appendix CITES dan penerbitan izin SAJI (Surat Angkutan Jenis Ikan) untuk memperlancar peredaran produk hasil pengawasan penggunaan CITES. Hiu dan pari lampiran. Peraturan ini menekankan larangan ekspor hiu dan turunannya dari wilayah Negara Republik Indonesia (Dharmadi et al., 2019).
Jenis dan Sumber Data
- Data Primer
- Data Sekunder
Pengukuran panjang tubuh hiu Lampiran CITES Standar panjang (SL), panjang kekar (FL) dan panjang total (TL) Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar. Dokumentasi yang dilakukan pada praktik kerja lapangan pendataan lampiran CITES Hasil tangkapan hiu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar bersama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar sedang mengambil gambar pada saat kegiatan selama PKL. Tujuan dari dokumentasi ini adalah untuk mengingat kembali kegiatan yang dilakukan pada saat praktik lapangan pengumpulan data lampiran CITES. Hasil tangkapan ikan hiu yang didaratkan di pelabuhan perikanan Tanjung Luar bersama dengan Pusat Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar.
KEADAAN UMUM / PROFIL LOKASI/INSTANSI PRAKTIK KERJA
Gambaran Umum Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar
- Informasi Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar
- Letak Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar
- Fasilitas Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar
Kapal hiu dan jet yang mendaratkan hasil tangkapannya berasal dari Desa Tanjung Luar dan Gili Maringkik. Fasilitas dasar merupakan fasilitas utama yang harus dimiliki pelabuhan untuk menunjang seluruh operasional pelabuhan perikanan. Fasilitas penunjang merupakan fasilitas tambahan yang dimaksudkan untuk menunjang seluruh kegiatan di pelabuhan perikanan, dapat dilihat pada Tabel 3.
Gambaran Umum Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut
14 Pemanfaatan kawasan lindung dan keanekaragaman hayati laut di wilayah operasi BPSPL Denpasar, Pengaturan dan pemanfaatan jasa kelautan di wilayah operasi BPSPL Denpasar, Penataan ruang perairan di wilayah operasi BPSPL Denpasar, Peningkatan tata kelola di lingkungan wilayah BPSPL Denpasar. Secara keseluruhan, mitra Pusat Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar berperan penting dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Melalui kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, Balai Besar dapat menerapkan tindakan pengelolaan berkelanjutan untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati serta ekosistem pesisir dan laut di wilayah Denpasar.
HASIL PRAKTIK KERJA LAPANG
Alat Penangkap Hiu yang ada di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar .15
- Rawai Hanyut
Tali breakaway berukuran Ø 3 mm dan nilon Ø 2 mm, dilengkapi dengan lilitan untuk mengurangi kerusakan tali akibat pergerakan arus. Kail pancing yang digunakan ukuran 3.2 Jepang dengan tinggi kail 60mm, lebar 30mm, tebal stainless steel 4.20mm. Ketebalan tali pemberat yang digunakan tali PE untuk tambatan belum diketahui karena kapal sudah berlayar pada saat informasi pemberat diterima.
Setelah identifikasi alat tangkap selesai, dilanjutkan dengan wawancara kepada nelayan dan mendapatkan gambaran seperti apa alat tangkap tersebut ketika dioperasikan, seperti terlihat pada Gambar 9. Alat tangkap rawai hanyut. mendaratkan hasil tangkapan hiunya di pelabuhan perikanan Tanjung Luar, merupakan nelayan asal Desa Tanjung Luar. Alat tangkap rawai dasar yang teridentifikasi merupakan alat tangkap yang dibawa oleh kapal Bone Raya 06 milik Elimuddin dari desa Tanjung Luar.
Tali utama yang digunakan adalah tali slack PE ukuran Ø 5 mm dengan perkiraan panjang total 12,8 km. Tali cabang yang digunakan adalah tali PE Ø 3 mm yang panjangnya tidak diketahui, disambungkan dengan kawat berdiameter 2,5 mm untuk dipasang pada kail pancing. Setelah identifikasi alat tangkap selesai, dilanjutkan dengan wawancara kepada nelayan dan mendapatkan gambaran seperti apa alat tangkap tersebut ketika dioperasikan, yang dapat dilihat pada Gambar 14.
Pengait yang digunakan adalah jenis pengait nomor 0-1 yang mempunyai panjang 6 – 6,5 cm dan lebar 3 – 3,5 cm.
Sistem Pendataan Hiu
24 terbuat dari kawat monel dengan panjang 50 cm dan diameter 2 mm dan dihubungkan dengan kail. Bahan kail pancing (hook) terbuat dari bahan baja yang dilapisi dengan timah berwarna putih sehingga joran pancing tidak mudah rusak atau berkarat. Pelampung antar batang terbuat dari bola plastik berdiameter 20 – 30 cm yang diikatkan pada batu sebagai pemberat (Sentosa, 2016).
Kegiatan pengumpulan data dilakukan oleh mahasiswa PKL FPIK UB didampingi enumerator dari BPSPL Denpasar. 26 dan pengusaha sebagai tugas tambahan dari BPSPL Denpasar dengan membawa jadwal yang dibuat oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut. Data yang diperoleh selama pendataan adalah nama jenis, panjang baku, panjang cagak, panjang total, jenis kelamin, tingkat kelas (hiu jantan) dan data alat penangkapan ikan nelayan.
Keanekaragaman Jenis Hiu Appendiks CITES yang didaratkan
- Alopias pelagicus (Hiu Tikus)
- Alopias superciliosus (Hiu Tikus)
- Isurus paucus (Hiu Tengiri)
- Isurus oxyrinchus (Hiu Tengiri)
- Sphyrna lewini (Hiu Bingkoh)
- Sphyrna mokarran (Hiu Bingkoh)
- Loxodon macrorhinus (Hiu Plen)
- Triaenodon obesus (Hiu Coklat)
- Prionace glauca (Hiu Karet)
- Carcharhinus falciformis (Hiu Kejen)
- Carcharhinus albimarginatus (Hiu Sonteng)
- Carcharhinus leucas (Hiu Merak Bulu Lepek)
- Carcharhinus altimus (Hiu Lepek)
- Carcharhinus longimanus (Hiu Koboy)
- Carcharhinus obscurus (Hiu Merak Bulu)
- Carcharhinus melanopterus (Hiu Kluyu Karang)
- Carcharhinus sorrah (Hiu Lonjor)
- Carcharhinus limbatus (Hiu Lonjor)
- Carcharhinus brevipinna (Hiu Lonjor)
- Carcharhinus plumbeus (Hiu Teteri)
- Carcharhinus amblyrhynchos (Hiu Kejen)
Berdasarkan buku identifikasi hiu dan pari asal Nusa Tenggara Barat karya Muhsin dari WCS (Wildlife Conservation Society), spesies ini mempunyai ciri-ciri mata besar dan bulat, sirip punggung pertama tegak, ujung subhead berwarna putih krem, gigi kecil dan tajam. dan ukuran tubuhnya yang besar bisa mencapai 98 cm. Wehantouw et al., (2017) menyatakan bahwa spesies Triaenodon obesus mempunyai ciri-ciri umum yaitu ujung sirip punggung dan ujung sirip ekor berwarna putih.Panjang tubuh dapat mencapai 200 cm pada ikan jantan dan betina dewasa. ukuran 105 - 120 cm. Bagian awal ujung sirip punggung tidak sejajar dengan ujung sirip dada (sirip punggung berada di belakang sirip dada).
Sirip punggung pertama cukup tinggi, puncaknya membulat, pangkalnya berada di belakang tepi posterior bebas sirip dada, sayap dada panjang dan melengkung, terdapat perpanjangan interdorsal dan bukaan paracaudal. Simeon et al., (2015) menyatakan bahwa hiu Cayenne mempunyai ciri umum berupa pangkal sirip punggung pertama di belakang tepi posterior sirip dada. Tekstur kulitnya tebal dan kasar, terlihat jelas pada sirip punggungnya yang lebar dan tebal.
Terdapat bercak hitam pada ujung sirip punggung, terlihat jelas pada pangkal sirip ekor. Terdapat bintik hitam pada ujung sirip punggung pertama dan kedua serta ujung sirip ekor bawah. Hiu ini memiliki ciri-ciri khusus seperti tepi sirip ekor belakang yang berwarna hitam dan terdapat garis-garis tegas antar sirip punggung yang tidak terlalu jelas.
Ukuran Panjang Hiu Appendiks CITES
50 bekas potongan pada bagian atas ekor karena saat dimasukkan ke kapal terlalu panjang sehingga tidak diketahui panjang totalnya.
Jenis Kelamin dan Tingkat Kematangan Klasper
Jenis kelamin hiu yang paling banyak tercatat dalam apendiks CITES adalah betina dengan jumlah 615 ekor, sedangkan jenis kelamin jantan sebanyak 461 ekor. Pengukuran kematangan pada hiu dan pari dapat dilakukan dengan pendekatan tingkat kematangan jepitan dan pengukuran panjang jepitan. Klasifikasi tingkat kematangan kelas hiu dan pari diamati berdasarkan tiga tingkat kematangan, yaitu tingkat satu (tidak terklasifikasi/NC), tingkat dua (tidak terklasifikasi penuh/NFC) dan tingkat tiga (terklasifikasi penuh/FC) (Wibowo dan 52 Joesidawati, 2023).
Clacker grade 1 dicirikan oleh keadaan lunak yang mengandung sedikit atau tanpa batu kapur dan berukuran kecil. Klas kelas tiga berukuran besar dan keras, penuh kapur dalam keadaan mengeras (Pramesti et al., 2023). Laki-laki lampiran CITES tercatat sebagai kelas dominan 3 sebanyak 282 orang, kelas 1 sebanyak 102 orang, dan kelas 2 sebanyak 76 orang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Jenis kelamin hiu CITES Appendix yang paling banyak tercatat pada saat kegiatan PKL adalah berjenis kelamin betina dengan jumlah 615 individu, sedangkan jenis kelamin jantan sebanyak 461 individu. Hiu CITES Appendix jantan yang tercatat sebagian besar adalah kelas 3 dengan jumlah 378 individu, kelas 1 dengan jumlah 133 individu. individu, dan kelas level 2 dengan jumlah 117 individu.
Saran
Komposisi ukuran dan jenis kelamin hiu karang sirip hitam (Carcharhinus Melanopterus) bahan baku ekspor Bali. Sebaran Ukuran Tangkapan Hiu Tikus (Alopias pelagicus) yang Didaratkan di PPI Tanjung Luar Nusa Tenggara Barat. Baunya seperti rumah: peran isyarat penciuman dalam perilaku rumah hiu blacktip, Carcharhinus limbatus.
On-vessel and post-release mortality of dusky sharks (Carcharhinus obscurus) and sandbar sharks (C. plumbeus) after longline capture. Sexual development, size at adulthood, size during pregnancy and fecundity of the blue shark Prionace glauca (Linnaeus, 1758) in the southwestern Atlantic Ocean. Fin length and total length relationships of silky shark Carcharhinus falciformis landed in Tanjung Luar Fish Landing Port, West Nusa Tenggara, Indonesia.
Karakteristik Biologis Hiu dan Pari CITES Appendix II yang Didaratkan di Tanjung Luar Lombok Timur. JENIS DAN DISTRIBUSI UKURAN HIU YANG DARAT DI TANJUNG LUAR, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT DAN DISTRIBUSI UKURAN HIU YANG DARAT DI TANJUNG LUAR, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT. Sebaran ukuran dan beberapa parameter populasi gummy shark (Prionace glauca Linnaeus, 1758) yang ditangkap di perairan selatan Nusa Tenggara.
Perbedaan hasil tangkapan hiu dengan rawai dan rawai dasar di Tanjung Luar Lombok. VARIETAS HIU DAN STRAY LAMPIRAN II PETUNJUK YANG LATAR BELAKANG PENANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN KEPULAUAN BRONDONG LAMONGAN. Melengkapi matriks rencana praktek kerja lapangan yang dibahas oleh tim PKL Brawijaya BPSPL Wilker Mataram.