LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
PENGOLAHAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI TINJAU DARI ASPEK STATISTIK, DESAIN FORMULIR DAN
ERGONOMI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU
Disusun Oleh :
1. Brilian Ekhsan Praditya (22111286)
2. Hesti Nur Salmah (22111297)
3. Thathit Angelina Prabaningrum (22111324)
4. Dita Nur Halimah (22111332)
5. Arum Dian Saputri (22111333)
PRODI D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN BHAKTI MULIA SUKOHARJO
TAHUN PELAJARAN 2024
LEMBAR PERSETUJUAN
Nama :1. Brilian Ekhsan Praditya 2. Hesti Nur Salmah
3. Thathit Angelina Prabaningrum 4. Dita Nur Halimah
5. Arum Dian Saputri
(22111286) (22111297) (22111324) (22111332) (22111333) Mata Kuliah : Statistik
Semester : IV
Judul Laporan : Pengolahan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan di Tinjau dari Aspek Statistik, Desain Formulir dan Ergonomi di RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU
Menyetujui,
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan
Erna Zakiyah, S.KM., M.KM.
NIK. 0624128401
Sumanti Wijayanti, AMd. PK.,SKM NIK. 100.069
LEMBAR PENGESAHAN
Nama :1. Brilian Ekhsan Praditya 2. Hesti Nur Salmah
3. Thathit Angelina Prabaningrum 4. Dita Nur Halimah
5. Arum Dian Saputri
(22111286) (22111297) (22111324) (22111332) (22111333) Mata Kuliah : Statistik
Semester : IV
Judul Laporan : Pengolahan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan di Tinjau dari Aspek Statistik, Desain Formulir dan Ergonomi di RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU
Menyetujui,
Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan
Erna Zakiyah, S.KM., M.KM.
NIK. 0624128401
Sumanti Wijayanti, AMd. PK.,SKM NIK. 100.069
Mengetahui,
Program studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Ketua
Erna Zakiyah, S.KM., M.KM.
NIK. 0624128401
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyusun Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dengan judul “Pengolahan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Ditinjau dari Aspek Statistik, Desain Formulir, dan Ergonomi di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu.”
Dalam penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini penulis tidak dapat lepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada:
1. Bapak Deden Dermawan S. Kep., NS, M. Kep. selaku Direktur Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia.
2. dr. Alva Putri Deswandari, MHPM selaku Direktur RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Kabupaten Klaten
3. Ibu Erna Zakiyah, S.KM, M.KM. selaku Ketua Prodi DIII RMIK Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia dan selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja Lapangan.
4. Sumanti Wijayanti, AMd. PK., SKM selaku Kepala Instansi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Kabupaten Klaten.
5. Bapak/Ibu Dosen DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
6. Staf karyawan di RSU PKU Muhamadiyah Delanggu Kabupaten Klaten.
7. Rekan-rekan mahasiswa DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia.
Penulis menyadari bahwa Laporan Praktik Kerja Lapangan ini masih banyak kekurangan, maka dari itu kami mengharap kritikan dan saran yang membangun. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak untuk meningkatkan mutu dan pengetahuan.
Sukoharjo, Juli 2024
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL...i
LEMBAR PERSETUJUAN...ii
LEMBAR PENGESAHAN... iii
KATA PENGANTAR...iv
DAFTAR ISI...vi
DAFTAR TABEL... viii
DAFTAR GAMBAR... ix
DAFTAR LAMPIRAN...x
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah... 2
C. Tujuan...2
D. Manfaat...2
E. Ruang Lingkup...3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...4
A. Sejarah Rekam Medis... 4
B. Statistik Rumah Sakit...4
C. Desain Formulir... 11
D. Ergonomi...14
BAB III HASIL PENGAMATAN...21
A. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu. 21 B. Statistik di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu...25 C. Desain Formulir di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu36
D. Ergonomi di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu...42
BAB IV PEMBAHASAN...50
A. Statistik di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu...50
B. Desain Formulir di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu53 C. Ergonomi di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu...54
BAB V PENUTUP...56
A. Kesimpulan...56
B. Saran...58
DAFTAR PUSTAKA...59
LAMPIRAN...60
DAFTAR TABEL
TABEL 3. 1 Tempat Tidur di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023 24 TABEL 3. 2 Data Indikator Produktifitas Pasien Rajal di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023...26 TABEL 3. 3 Data produktivitas kunjungan spesialistik di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023...27 TABEL 3. 4 Hasil Perhitungan Indikator Pasien Rawat Jalan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023...31 TABEL 3. 5 Presentase Pelayanan Spesialistik di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023...32 TABEL 3. 6 Data Indikator Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023...33 TABEL 3. 7 Hasil Perhitungan BOR, LOS, TOI, BTO RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023...34 TABEL 3. 8 Data Indikator Grafik Barber Johnshon RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun2023...35 TABEL 3. 9 Desaian Formulir Resume Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu... 38 TABEL 3. 10 Desain Formulir General Consent RSU PKU Muhammadiyah Delanggu... 41 TABEL 3. 11 Data Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu...45 TABEL 3. 12 SBK Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu... 45 TABEL 3. 13 Jumlah Pasien pada Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu...47 TABEL 3. 14 Data Jumlah Kebutuhan SDI Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu...48
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 3. 1 RSU PKU Muhammadiyah Delanggu...21 GAMBAR 3. 2 Diagram Rerata Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023...31 GAMBAR 3. 3 Grafik hasil perhitungan persentase pelayanan spesialistik RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023...33 GAMBAR 3. 4 Grafik Barber Johnson di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023...35
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 FORMULIR GENERAL CONSENT...60
LAMPIRAN 2 FORMULIR GENERAL CONSENT...61
LAMPIRAN 3 FORMULIR RESUME MEDIS...62
LAMPIRAN 4 DESAIN RUANGAN IGD ( Unit Gawat Darurat)...63
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Seiring perkembangan waktu, rumah sakit telah menunjukkan kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan optimal, perlu sistem informasi yang mendukung dalam pelayanan tersebut dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan rumah sakit, diantaranya yaitu sistem pelayanan rekam medis.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Janani, 2016) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bahwa pelaksanaan Job Description petugas rekam medis di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY belum dilaksanakan sesuai SK Karumkit tahun 2008 dan Surat Perintah Tugas.
Analisis job description dan struktur organisasi masih belum sesuai dengan teori yang ada dan kebijakan yang berlaku. Dalam observasi ditemukan petugas rekam medis kesulitan membaca isi formulir lembar masuk dan keluar. Hal ini disebabkan susunan dari formulir tersebut kurang ringkas, efisien dan tidak ada instruksi mengenai pengisian formulir tersebut, serta tidak ada instruksi tentang pengisian sebab kematian. Dan dalam pembuatan desain formulir RM 1 menggunakan kertas HVS 70 gram, padahal formulir lembar masuk dan keluar adalah formulir yang diabadikan maka dampaknya jika dibiarkan akan berakibat kertas mudah rusak dan tidak tahan lama.
Kemudian masalah beban kerja di bagian Rekam Medis, produktifitas kerjanya dikatakan belum produktif dalam penggunaan jam kerja. Ditemukan kesulitan dalam hal membaca isi formulir lembar masuk dan keluar sedangkan dibagian formulir ringkasan masuk keluar perlu dicantumkan beberapa item yang belum termuat didalamnya.
Maka dari penjelasan di atas, kami akan meneliti pengolahan rekam medis dan informasi kesehatan ditinjau dari aspek statistik, desain formulir, dan ergonomi. Laporan hasil praktik kerja lapangan ini kami beri judul
“Pengolahan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Ditinjau dari Aspek Statistik, Desain Formulir, dan Ergonomi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penyusun ingin mengetahui bagaimana pengolahan sistem rekam medis dan informasi kesehatan pada aspek statistik, desain formulir, dan ergonomi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengolahan rekam medis dan informasi kesehatan pada aspek statistik, desain formulir, dan ergonomi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Kabupaten Klaten.
2. Tujuan Khusus
a. Menganalisis pengolahan statistik di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
b. Menganalisis desain formulir di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu antara lain general consent dan resume medis.
c. Menganalisis ergonomi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
D. Manfaat 1. Bagi Peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan disamping teori yang dipelajari serta keterampilan di dunia kerja, juga sebagai tolak ukur untuk memasuki dunia kerja yang sesuguhnya.
2. Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan untuk rumah sakit dalam meningkatkan mutu pencatatan data dokumen rekam medis (DRM).
3. Bagi Akademi
Dapat memanfaatkan informasi yang terkandung dalam penelitian ini untuk referensi di bidang rekam medis.
E. Ruang Lingkup 1. Lingkup Keilmuan
Lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah Ilmu Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
2. Lingkup Materi
Pengolahan berkas rekam medis ditinjau dari aspek statistik, desain formulir, dan ergonomi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten.
3. Lingkup Lokasi
Lingkup lokasi dalam penelitian ini di Instalasi Rekam Medis di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten.
4. Lingkup Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode observasi.
5. Lingkup Objek
Objek dalam penelitian ini adalah pengolahan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten.
6. Lingkup Waktu
Penelitian ini dilaksanakan tanggal 08 Juli sampai 03 Agustus 2024.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sejarah Rekam Medis
Sejak 3000-2500 SM lahirnya rekam medis telah ada berjalan sejajar dengan lahirnya ilmu kedokteran. Pada masa tersebut, kegiatan pencatatan rekam medis dilakukan masih sangat primitif yakni dinding gua dan daun-daun kering. Pada 460 SM bapak ilmu kedokteran “Hippocrates” telah membuat sumpah Hippocrates dan banyak menulis tentang pengobatan penyakit, observasi penelitian yang cermat dan sampai kini dianggap benar. Hasil pemeriksaan pasiennya (rekam medis) hingga kini masih dapat dibaca oleh para dokter, disusun kembali oleh Galen yang hidup 600 tahun setelah
“Hippocrates” sehingga zaman tersebut telah mempunyai majalah kedokteran bernama Romana Acta Diuma (Triyanti & Weningsih, 2018).
B. Statistik Rumah Sakit
Statistik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, manganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data.
Statistik juga dapat diartikan sebagai metode atau alat bantu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kegiatan berupa pengumpulan pengolahan, penyajian, dan analisa data yang dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan (Rinaldi & Gustina, 2022).
Statistik rumah sakit yaitu statistik yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk menghasilkan informasi, fakta, dan pengetahuan berkaitan dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit (Hosizah & Maryati, 2018).
Jadi statistika rumah sakit adalah kumpulan data berbentuk angka yang menggambarkan informasi kondisi suatu rumah sakit yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan bersumber pada data rekam medis.
1. Kegunaan Statistik Kesehatan Menurut Ery Rustiyanto (2010) data statistik kesehatan di rumah sakit dapat digunakan untuk:
a. Menentukan ada besarnya masalah Kesehatan b. Menentukan prioritas masalah
c. Membuat perencanaan program kesehatan
d. Mengadakan evaluasi pelaksanaan program kesehatan.
e. Dokumentasi untuk perbandingan di masa yang akan datang.
f. Mengadakan penelitian masalah kesehatan yang belum diketahui dan menguji kebenaran suatu masalah kesehatan.
g. Memberikan penerangan tentang kesehatan kepada masyarakat.
2. Jenis Statistik
a. Statistik Rawat Jalan
Statistik rawat jalan perlu dikumpulkan dengan konsisten, menggunakan definisi yang standar untuk penyeragaman pelaporan dan membandingkan diantara fasilitas yang sama. Layanan rawat jalan disediakan dalam fasilitas “free-standing” dari dokter praktik bersama, pusat operasi jalan, pusat gawat darurat, pusat kesejahteraan keluarga.
Beberapa fasilitas rawat jalan “free- standing” misalnya organisasi pemeliharaan kesehatan mengutamakan layanan kesehatan yang berupa pencegahan dengan tambahan layanan pengobatan, banyak kunjungan konsultasi, dan pelayanan yang lain apabila dikalkulasikan untuk tiap- tiap kategori guna menghasilkan data - data yang berarti untuk manajemen pembuatan kebijakan dan kontrol. Perhitungan indikator efisiensi pengolahan rumah sakit berdasarkan indikator rawat jalan.
1) Rerata Kunjungan Perhari
Rerata kunjungan perhari digunakan untuk mengetahui rata- rata jumlah pasien yang menggunakan pelayanan rawat jalan setiap harinya.
Rumus=Σ Kunjungan Pasien(Baru+Lama) Σ Hari Buka Klinik
2) Rerata Kunjungan Baru Perhari
Rerata kunjungan baru digunakan untuk mengetahui rata- rata jumlah kunjungan pasien baru yang mendapat pelayanan rawat jalan perharinya.
Rumus=Σ Kunjungan Pasien Baru Σ Hari Buka Klinik 3) Rerata Kunjungan Lama Perhari
Rerata kunjungan lama digunakan untuk mengetahui rata- rata jumlah kunjungan pasien lama yang mendapat pelayanan rawat jalan perharinya.
Rumus=Σ Kunjungan Pasien Lama Σ Hari Buka Klinik
4) Rasio Kunjungan Baru dengan Total Kunjungan
Rasio kunjungan baru terhadap total kunjungan digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah pasien baru dengan total kunjungan rawat jalan.
Rumus=Σ Kunjungan Pasien Baru Σ Total Kunjungan
5) Rasio Kunjungan Lama dengan Total Kunjungan
Rasio kunjungan lama terhadap total kunjungan digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah kunjungan pasien lama dengan total kunjungan rawat jalan. Selain itu juga digunakan untuk menilai tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh rumah sakit.
Rumus=Σ Kunjungan Pasien Lama Σ Total Kunjungan
6) Rasio Kunjungan Perhari dengan Tenaga Perawat
Untuk mengetahui perbandingan antara jumlah pengunjung pasien perhari terhadap tenaga perawat pada periode tertentu. Dalam sehari 1 tenaga perawat melayani 13 pasien baru dan dalam sehari 1 tenaga perawat melayani 22 pasien lama (Daniati.,2017).
Rumus=Σ Kunjungan Perhari Σ Tenaga Perawat
b. Statistik Rawat Inap
Pelayanan rawat inap yaitu pelayanan kepada pasien yang memerlukan observasi, diagnosis, terapi atau rehabilitasi yang perlu menginap dan menggunakan tempat tidur serta mendapat makanan dan pelayanan perawat terus menerus.
1) Sensus Harian Rawat Inap
Sensus Harian Rawat Inap (SHRI) menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan perhitungan sensus, ditambah dengan jumlah pasien admisi setelah dilakukan sensus dan pulang sebelum dilakukan sensus berikutnya. Sensus selalu dilaksanakan pada waktu yang tetap setiap harinya. Hasil sensus menunjukkan jumlah pasien yang sedang dirawat inap pada saat perhitungan sensus (Hosizah & Maryati, 2018)
2) Indikator Rawat Inap
Statistik yang digunakan dalam rawat inap adalah sama seperti untuk rawat jalan di rumah sakit dan layanan kesehatan. Perhitungan indikator efisiensi pengolahan rumah sakit berdasarkan indikator Rawat Inap menurut Depkes RI Tahun 2005 dan Barber Johnson terdiri dari: Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO).
a) BOR (Bed Occupancy Rate)
BOR merupakan persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Standar efisiensi BOR menurut Depkes RI 2005 adalah 60%-85%, dan untuk Barber Johnson adalah 75%- 85%. Indikator ini memberikan gambaran tentang tinggi rendahnya tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit.
Rumusnya :
i. Menurut Depkes :
BOR=Σ HP x100 A x t ii. Menurut Barber Jhonson :
BOR=O x100 % A Keterangan :
O = Rerata tempat tidur yang terpakai (HP/t)
A = Jumlah tempat tidur yang tersedia HP = Hari perawatan
T = Jumlah hari pada periode tertentu b) AvLOS (Average Length of Stay)
AvLOS yaitu rata-rata jumlah hari pasien rawat inap yang tinggal di rumah sakit, tidak termasuk bayi lahir. Standar efisiensi AvLOS menurut Depkes RI 2005 adalah 6-9 hari, dan menurut Barber Jhonson adalah 3-12 hari, dianjurkan serendah mungkin tanpa mempengaruhi kualitas pelayanan perawatan.
Rumusnya :
i. Menurut Depkes
AvLOS=Σ Lama Rwat(Total LOS) Σ pasien keluar(H+M) ii. Menurut Barber Jhonson :
AvLOS=O x T D Keterangan :
O = Rerata tempat tidur yang diisi D = Pasien keluar (H+M)
T = Waktu (Hari/ Bulan / Tahun) c) TOI (Turn Over Interval)
Digunakan untuk menentukan lamanya rata-rata tempat tidur kosong atau rata-rata tempat tidur tersedia pada periode tertentu
yang tidak terisi antara pasien keluar atau mati dengan pasien masuk.
Standar efisiensi TOI menurut Depkes RI (2005) dan Barber Jhonson adalah 1-3 hari.
Rumusnya :
Rumus=(A−O)x t D Keterangan :
O = Rerata tempat tidur yang diisi
A = Rata-rata tempat tidur yang siap dipakai D = Pasien keluar (H+M)
T = Waktu (Hari/ Bulan / Tahun) d) BTO (Bed Turn Over)
BTO adalah frekuensi pemakaian tempat tidur dalam satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1 tahun). Indikator ini memberikan tingkat efisiensi pada pemakaian tempat tidur. Standar efisiensi BTO menurut Depkes RI (2005) adalah 40-50 kali/ pasien, sedangkan menurut Barber Jhonson adalah > 30 kali/ pasien.
Rumusnya :
Rumus=D A Keterangan :
D = Jumlah pasien keluar (Hidup/Mati) dalam periode tertentu
A = Jumlah tempat tidur yang tersedia 3. Grafik Barber Johnson
a. Pengertian Grafik Baber Johnshon
Pada tahun 1937, Barry Barber, M.a., PhD., Finst P., AFIMA dan David Johnson, M.Sc berusaha merumuskan dan memadukan empat parameter dan menilai tingkat efisien penggunaan Tempat Tidur (TT) untuk bangsal pearawatan pasien.
Keempat parameter yang dipandukan tersebut yaitu BOR, AvLOS, TOI, dan BTO. Perpaduan keempat parameter tersebut lalu diwujudkan dalam bentuk grafik yang akhirnya dikenal dengan sebagai grafik Barber Johnson (BJ).
b. Kegunaan Grafik Barber Johnson
Grafik Barber Johnson memiliki berbagai kegunaan antara lain sebagai berikut:
1) Sebagai alat bantu perbandingan
Membandingkan perkembangan pelayanan kesehatan rumah sakit dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari grafik AvLOS, TOI, BOR dan BTO di daerah efisiensi.
2) Sebagai alat bantu untuk menganalisa:
a) Mengetahui dengan cepat efisiensi suatu fasilitas kesehatan dengan melihat posisinya terhadap bidang (daerah) efisiensi, yaitu BOR 75%, TOI minimal 1 hari dan maksimal 3 hari.
b) Membandingkan efisiensi suatu rumah sakit (fasilitas Kesehatan yang satu dengan yang lain)
c) Sebagai alat bantu menyajikan laporan rumah sakit d) Sebagai alat bantu mengambil Keputusan
c. Penyajian Grafik Barber Johnson
Ketentuan – ketentuan yang harus diingat waktu membuat grafik Barber Johnson yaitu:
1) Skala pada sumbu horizontal tidak harus sama dengan skala sumbu vertical
2) Skala pada suatu sumbu harus konsisten
3) Skala pada sumbu horizontal dan vertikal dimulai dari angka 0 dan berhimpit membentuk koordinat 0,0.
4) Judul grafik harus secara jelas menyebutkan nama rumah sakit dan periode waktu.
5) Garis bantu BOR dibuat dengan cara :
a) Tentukan nilai BOR dibuat garis bantunya, misalnya BOR 75 %.
b) Tentukan koordinat titik bantu BOR-nya sesuai nilai BOR tersebut, misalnya untuk BOR 75 % maka koordinat titik bantunya adalah :
i. LOS = nilai BOR di bagi 10 = 75/10 = 7,5 ii. TOI = 1– nilai LOS = 1 – 7,5 = 2,5.
6) Tarik garis mulai dari koordinat 0,0 melewati titik bantu BOR tersebut.
7) Beri keterangan garis tersebut, misalnya bahwa garis tersebut adalah BOR 75 %.
C. Desain Formulir
1. Pengertian Desain Formulir
Desain formulir adalah proses produksi kreativitas seseorang pada formulir berupa kertas atau formulir elektronik dalam bentuk komunikasi visual yang mempunyai fungsi dan nilai estetika untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada setiap orang yang telah diatur formatnya sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tertentu (Triyanti & Weningsih, 2018).
2. Tujuan Penggunaan Formulir Rekam Medis
Adapun tujuan penggunaan formulir rekam medis yaitu : a. Memudahkan pemrosesan pengumpulan data
b. Mempercepat proses pelayanan c. Meningkatkan keakuratan data d. Menstandar informasi
e. Memperjelas pertimbangan data
f. Menunjang proses pengolahan informasi.
3. Formulir General Consent
General consent adalah formulir persetujuan umum yang selalu diajukan kepada pasien atau keluarga sebelum menerima pelayanan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. General consent hendaknya
diinformasikan dahulu agar dapat dipahami dan dimengerti karena diantaranya mencakup hak dan kewajiban pasien. Pasien dapat kehilangan hak untuk membuat keputusan dalam menerima atau menolak pelayanan (Irwansyah et al., 2022).
4. Formulir Resume Medis
Resume Medis adalah formulir yang berisi informasi tentang identitas pasien, cara penerimaan melalui cara masuk dikirim oleh, serta berisi ringkasan data pada saat pasien keluar, lihat lembaran ini merupakan sumber informasi untuk mengindeks rekam medis, serta menyiapkan laporan rumah sakit (Masrochah et al.,2017).
5. Aspek- Aspek Desain Formulir
Setiap formulir terdapat aspek formulir yang harus dimengerti oleh perekam medis. Aspek formulir berdasarkan teori Huffman (dalam Triyanti
& Weningsih, 2018) yaitu sebagai berikut : a. Aspek Anatomi
1) Heading
Mencakup judul dan informasi mengenai formulir. Judul sebuah formulir bisa terdapat pada satu dari beberapa tempat. Posisi standar adalah kiri atas, tengah, dan kanan atas.
2) Introduction
Bagian pendahuluan ini menjelaskan tujuan formulir, terkadang tujuan ditunjukkan oleh judul. Kalau penjelasan lebih lanjut diperlukan, pernyataan yang jelas bisa dimasukkan ke dalam formulir untuk menjelaskan tujuannya.
3) Instruction
Instruksi harus segera menentukan berapa copy diperlukan, siapa yang harus mengajukan formulir, dan kepada siapa copyan harus dikirimkan. Instruksi bisa diletakkan pada bagian depan formulir kalau terdapat tempat yang cukup. Kalau diperlukan informasi lebih detail, sisi balik formulir bisa digunakan, namun harus ada rujukan mengenai hal ini pada bagian instruksi umum.
4) Body
Memuat data dan informasi pokok dan tujuan formulir tersebut dibuat menggunakan pedoman pada prinsip dasar perancangan formulir. Misalnya formulir rekam medis rawat jalan, diberi ruangan yang cukup untuk pencatatan masalah yang ditemukan, terapi tindakan yang dilakukan.
5) Close
Komponen utama terakhir formulir kertas adalah close atau penutup.
Merupakan ruangan untuk tanda tangan keabsahan persetujuan.
b. Aspek Fisik
Aspek fisik merupakan bagian luar dari sebuah formulir yang meliputi :
1) Warna Penggunaan warna dapat membantu mengidentifikasi formulir dengan efektif. Warna yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca dan cerah, terutama apabila menggunakan karbon.
2) Bahan yang harus diperhatikan dalam hal bahan ialah berat kertas dan kualitas kertas formulir yang berkaitan dengan permanency/
penyimpanan.
3) Ukuran Ukuran kertas yang praktis sesuai kebutuhan isi formulir, ukuran kertas harus sesuai standard dan banyak dijual. Jika ukuran kertas tidak standar, maka dapat dibagi 2,3,4 dst bagian.
4) Bentuk Bentuk formulir yaitu vertikal, horizontal, dan persegi panjang.
c. Aspek Isi
Aspek yang berisikan tentang isi dari sebuah formulir rekam medis yang meliputi :
1) Butir data/item
Butir data/item ialah data apa saja yang perlu dimasukkan ke pada desain formulir.
2) Pengurutan
Pengurutan menurut pengelompokan datanya pada formulir sudah sesuai atau belum.
3) Caption
Caption merupakan kalimat perintah (siapa yang harus mengisi dan data apa yang harus di isi) pada suatu formulir.
4) Pengelompokan Data
Data yang sudah ada pada setiap formulir dikelompokkan menurut jenis-jenisnya.
5) Terminologi Data
Bahasa istilah medis yang tidak diketahui oleh banyak orang awam, dan diperlukan penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia.
(Weningsih, 2018)
D. Ergonomi
1. Pengertian Ergonomi
Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungan dengan pekerjaan dan segala aspek dan ruang lingkupnya. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk dalam ergonomi. Ergonomi dan K3 merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya mengarahkan kepada dua tujuan yang sama yaitu peningkatan kualitas kehidupan kerja (quality of working life). Konsep dasar ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungan dengan pekerjaan, dengan segala aspek dan ruang lingkupnya. Pekerjaan yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan, penurunan performa, efisiensi, daya kerja dan kecelakaan kerja. (Hotma, 2021)
2. Manajemen Ruang
Aspek ergonomi merupakan suatu faktor penting dalam hal perancangan ruang serta fasilitas ruang kerja. Perancangan tempat kerja pada dasarnya merupakan suatu aplikasi data anthropometri yaitu ilmu tentang ukuran- ukuran tubuh baik dalam keadaan statis maupun dinamis.
a. Ruang Pendaftaran atau Loket Pendaftaran.
Pertimbangan untuk mendesain ruang pendaftaran antara lain:
1) Kerahasiaan.
Perlu adanya pembatas atau penyekat pada masing-masing loket karena begitu penting dan rahasianya dokumen rekam medis, maka kerahasiaanya harus dijaga sejak mulai pendaftaran.
Mengenai model dan bentuk penyekatnya bermacam-macam.
2) Keamanan dan Keselamatan.
Mebel dan bentuknya harus diperhatikan. Bila loket terbuat dari kayu, papan atau tembok harus dibuat halus, rata serta bagian tepinya jangan lancip agar tidak tajam.
3) Penentuan Tinggi Meja
Penentuan tinggi meja untuk pekerjaan yang dilakukan dengan berdiri dan tinggi siku “x” adalah sebagai berikut :
a) Untuk pekerjaan yang memerlukan ketelitian x + (5-10) cm.
b) Untuk pekerjaan ringan x – (5-10) cm.
c) Untuk pekerjaan berat atau mengangkat berat atau yang memerlukan otot punggung x – (5-10).
4) Pekerjaan yang dilakukan pasien
Pekerjaan yang dilakukan oleh pasien ketika mendaftar adalah jenis pekerjaan ringan, maka tinggi meja loket pendaftaran adalah 5- 10 cm dibawah tinggi siku (Nurmianto, 2008).
b. Ruang Filing
Dalam pengaturan ruang filing memerlukan pengaturan sebagai berikut:
1) Ruang arsip jangan terlalu lembab agar bisa dijaga tetap kering, untuk pengaturan ruang filing antara 65- 75 ° F dan kelembaban sekitar 50-60%. Jika kurang dari 65 ° F maka dokumen rekam medis cepat rusak. Untuk mengatur kelembaban, temperatur dan menghindari dari debu, maka perlu dipasang AC.
2) Ruangan harus terang dan sebaiknya menggunakan penerangan alami yaitu sinar matahari. Dengan tujuan untuk menghindari dokumen rekam medis agar tidak cepat rusak dan menghindari adanya musuh kertas.
3) Ruang diberi ventilasi secukupnya.
4) Ruangan harus terhindar dari kemungkinan serangan api. Untuk menghindarinya maka tidak diperkenankan merokok bagi siapa saja yang ada di ruang filing, tidak diperkenankan menyalakan korek api di tempat penyimpanan, menempatkan alat pemadam pada tempat strategis dan ruang penyimpanan hendaknya jauh dari ruang yang mudah terbakar.
5) Ruangan harus terhindar dari serangan banjir. Untuk menghindarinya perlu dibuatkan saluran air melalui ruang penyimpanan apabila terpaksa dilalui dengan adanya air, maka jaga dan usahakan agar saluran air tidak bocor.
6) Ruang hendaknya terhindar dari serangan hama atau pemakan kertas. Untuk menghindarinya maka setiap enam bulan sekali disemprot DDT atau sejenisnya.
7) Agar bebas dari polusi udara hendaknya dipasang filter udara yang masuk keruang penyimpanan.
8) Ruang penyimpanan sebaiknya terpisah dari ruangan kantor lain.
Dalam hal keamanan maka perlu dipertimbangkan bahwa dokumen rekam medis bersifat rahasia dan mengurangi lalu lintas atau keluar masuk pegawai lain
9) Kebersihan ruang penyimpanan perlu dijaga.
c. Ruang Rekam Medis
Ruang rekam medis sangat diperlukan di dalam kelancaran pelayanan rekam medis terutama pelayanan rekam medis, dimana ruang rekam medis ini ruangan yang bersifat privasi. Ruang rekam medis membutuhkan ruangan yang luas dengan tujuan agar terjaga kelancaran, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayanan.
Ruang rekam medis hendaknya berdekatan dengan tempat- tempat yang berhubungan dengan dokumen rekam medis. Peralatan yang diperlukan di ruang rekam medis hendaknya disesuaikan dengan jumlah staf dan fungsi departemen yang akan memerlukan peralatan apa saja yang akan diperlukan. Di dalam merencanakan kebutuhan pencatatan dan perekaman maka harus ditekankan pada alokasi ruang yang cukup atas peralatan yang dibutuhkan sehingga memenuhi standar.
3. Shift Kerja
Shift kerja merupakan pola waktu kerja yang diberikan kepada tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan malam. Kerja shift dapat diartikan sebagai suatu cara mengorganisir waktu kerja harian pada orang atau tim yang berbeda secara berturut-turut untuk waktu kerja yang biasanya 8 jam, dan meliputi waktu keseluruhan 24 jam. Shift kerja sebagai pola waktu kerja yang diberikan pada tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan malam. (Suma'mur dalam Juliawati.,2020).
4. Penghitungan Kebutuhan Tenaga Kerja Dengan Menggunakan Metode ABK Kes
Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK Kes) adalah suatu metode perhitungan kebutuhan berdasarkan beban kerja yang dilaksanakan oleh setiap jenis sumber daya manusia kesehatan (SDMK) pada tiap fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Metode ini digunakan untuk menghitung kebutuhan semua jenis sumber daya manusia kesehatan (SDMK). (Kemenkes R.I., 2015).
Adapun langkah perhitungan kebutuhan SDMK berdasarkan ABK Kes yaitu :
a. Menetapkan faskes dan jenis SDMK
Data dan informasi Fasilitas Kesehatan, Unit/Instalasi, dan jenis SDMK dapat diperoleh dari:
1) Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) institusi 2) Data hasil Analisis Jabatan (Job Map dan Job Information) b. Menetapkan waktu kerja tersedia
Menetapkan waktu kerja tersedia tujuannya adalah diperolehnya waktu kerja tersedia masing-masing kategori SDM yang bekerja di rumah sakit selama kurun waktu satu tahun. Data yang dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja tersedia adalah sebagai berikut :
1) Hari kerja (A) 2) Cuti tahunan (B)
3) Pendidikan dan pelatihan (C) 4) Ketidak hadiran (D)
5) Jam kerja (E)
Berdasarkan data tersebut selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menetapkan waktu tersedia dengan rumus sebagai berikut :
Waktu Kerja Tersedia = A - (B+C+D) x E c. Menetapkan komponen beban kerja
Komponen beban kerja adalah jenis tugas dan uraian tugas yang secara nyata dilaksanakan oleh jenis SDMK tertentu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan. Norma Waktu adalah rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh seorang SDMK yang terdidik, terampil, terlatih dan berdedikasi untuk melaksanakan suatu kegiatan secara normal sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku di fasyankes bersangkutan. Kebutuhan waktu untuk menyelesaiakan kegiatan sangat bervariasi dan dipengaruhi standar pelayanan, standar operasional prosedur (SOP), sarana dan prasarana medik yang tersedia serta kompetensi SDMK itu sendiri.
Rata-rata waktu ditetapkan berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama bekerja dan kesepakatan bersama. Agar diperoleh
data rata-rata waktu yang cukup akurat dan dapat dijadikan acuan, sebaiknya ditetapkan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok oleh SDMK yang memiliki kompetensi, kegiatan pelaksanaan standar pelayanan, standar prosedur operasional (SPO) dan memiliki etos kerja yang baik.
Data dan informasi dapat diperoleh dari:
1) Komponen Beban Kerja dapat diperoleh dari Standar Pelayanan dan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang telah ditetapkan oleh Institusi yang berwenang.
2) Norma Waktu atau Rata-rata Waktu tiap kegiatan pokok dapat diperoleh dari data Analisis Jabatan (Anjab) Faskes yang bersangkutan.
3) Bilamana Norma Waktu atau Rata-rata Waku per kegiatan tidak ada dalam Anjab institusi, dapat diperoleh dengan pengamatan atau observasi langsung pada SDMK yang sedang melaksanakan tugas d an kegiatan
d. Menyusun standar beban kerja (SBK)
Standar Beban Kerja (SBK) adalah volume/kuantitas beban kerja selama 1 tahun untuk tiap jenis sumber daya manusia kesehatan (SDMK). SBK untuk suatu kegiatan pokok disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan (Rata-rata Waktu atau Norma Waktu) dan Waktu Kerja Tersedia (WKT) yang sudah ditetapkan (Badan PPSDM Kesehatan, 2015).
Adapun rumus perhitungan standar beban kerja adalah sebagai berikut:
Standar beban kerja= Waktu kerja tersedia Rata−rata waktu kegiatan pokok
e. Menyusun Standar Tugas Penunjang (STP) dan Faktor Tugas Penunjang (FTP)
Tugas Penunjang adalah tugas untuk menyelesaikan kegiatan yang tidak terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsinya yang
dilakukan oleh seluruh jenis SDMK. Standar Tugas Penunjang (STP) adalah proporsi waktu yang digunakan untuk menyelesaikan setiap kegiatan per satuan waktu (per hari atau per minggu atau per bulan atau per semester).
Adapun rumus perhitungan standar tugas penunjang adalah sebagai berikut:
Standar tugas penunjang=Rata−rata Per Faktor Penunjang Waktu Kerja Tersedia f. Perhitungan Kebutuhan SDMK
Data dan informasi yang dibutuhkan per Faskes, sebagai berikut:
1) Data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya yaitu : a) Waktu kerja tersedia (WKT)
b) Standar Beban Kerja (SBK) dan c) Standar Tugas Penunjang (STP)
2) Data Capaian (Cakupan) tugas pokok dan kegiatan tiap Faskes selama kurun waktu satu tahun.
Untuk perhitungan kebutuhan SDMK di setiap instalasi dan unit kerja dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Kebutuhan SDM=Kualitas Kegiatan Pokok Standar beban Kerja X STP
(Badan PPSDM Kesehatan, 2015)
BAB III
HASIL PENGAMATAN
A. Gambaran Umum Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
GAMBAR 3. 1 RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
1. Sejarah Singkat RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Setelah melalui perjalanan panjang selama 4 (empat) dasawarsa, dengan diawali berdirinya Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin maka pada tahun 2001 berdirilah RSU PKU Muhammadiyah Delanggu dengan diberikan ijin bertahap dari ijin Uji Coba, ijin Operasional Sementara, ijin Operasional, dan Ijin Tetap diterbitkan Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten pada tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor 503/430/2011. Ditetapkan sebagai rumah sakit tipe C dengan Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor 9120101793611000 tentang Penetapan Kelas RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, sejak 28 Mei 2022.
a. Visi
Terwujudnya Rumah Sakit yang bermutu dan Islami b. Misi
1) Terwujudnya Rumah Sakit yang bermutu
2) Melaksanakan dakwah melalui layanan kesehatan yang Islami 3) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
c. Moto
Profressional dan Islami d. Data Rumah Sakit
1) Pendiri: PC Muhammadiyah Delanggu 2) Tipe / Kelas RS: C
3) Luas Bangunan: ± 16.258 m2 4) Jumlah Tempat Tidur: 191
2. Struktur Organisasi Rekam Medis Di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Struktur organisasi RSU PKU Muhammadiyah Delanggu mengacu pada Peraturan Direktur Utama No. 168/PRT/IV.6.AU.1/B/2022 tentang Pedoman Pelayanan Rekam Medis.
a. Struktur Organisasi Rekam Medis di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Dalam tercapainya pelayanan rekam medis yang baik, maka Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu membentuk struktur organisasi yang efektif. Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu dipimpin oleh Kepala Instalasi Rekam Medis yang mengatur pelayanan pendaftaran, filing, distribusi, assembling, coding, dan indexing. Serta pencatatan dan pelaporan data.
Pelayanan pendaftaran dan informasi terdiri dari 2 pelayanan yaitu admission (penerimaan pasien gawat darurat dan penerimaan pasien rawat inap) dan penerimaan pasien rawat jalan.
Struktur organisasi rekam medis di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Pendaftaran IGD
dan Rawat Inap Filing
Analising / Reporting Asembling
Pendaftaran Rajal dan Distribusi
DRM
Direktur
KaBid Penunjang Medis
Koding / Indeksing KaSub Bid Rekam Medis
RJ RI
3. Profil Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Rumah Sakit tipe C yang menempati area ± 16.258 m2. Terletak di Jl. Raya Delanggu Utara No.19, Gatak, Kec. Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57471. Pelayanan Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu terdiri dari:
a. Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu terdiri dari tempat tidur :
No Bangsal TT
1. Ahmad Dahlan 16
2 Hamka 16
3. Ar Fahrudin 36
4. Nifas 26
5. KBY 23
6. ICU 10
7. PICU / NICU 5
8. B. Covid 19 (atas) 7
9. Bangsal Baru Atas 30
10 .
Bangsal Baru Bawah 22
JUMLAH 191
TABEL 3. 1 Tempat Tidur di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
b. Rawat Jalan Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Berdasarkan data Laporan Internal Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pelayanan rawat jalan terdiri dari:
1) Rawat jalan umum (poliklinik umum) 2) Poliklinik Spesialis yang terdiri dari:
a) Poliklinik dalam
b) Poliknkik Jantung & Pembuluh Darah
c) Poliklinik Obgyn d) Poliklinik Anak
e) Poliklinik Bedah Umum f) Poliklinik Orthopedi g) Poliklinik Syaraf
h) Poliklinik kesehatan jiwa i) Poliklinik Mata
j) Poliklinik THT
k) Poliklinik kulit dan kelamin l) Poliklinik Paru & DOTS m) Poliklinik Urologi n) Poliklinik Gigi & Mulut o) Poliklinik Rehabilitas Medik p) Poliklinik Akupuntur
q) Poliklinik Patologi Klinik r) Poliklinik Patologi Anatomi s) Poliklinik VCT.
3) Pelayanan Penunjang yang terdiri dari:
a) Farmasi
b) Radiologi, meliputi pelayanan USG 4D, CT scan, dan Rontgen c) Laboratorium, melayani pemeriksaan patologi klinik dan Bank
Darah d) Ambulance e) Fisioterapi f) Konsultasi Gizi g) Hemodialisa h) Akupuntur
B. Statistik di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
RSU PKU Muhammadiyah Delanggu untuk mencapai mutu pelayanan yang baik di unit rekam medis melakukan perhitungan indikator diantaranya
indikator rawat jalan dan rawat inap. Data untuk perhitungan indikator rawat jalan didapatkan pada rekapitulasi kunjungan pasien rawat jalan di SIM RS karena di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu untuk pelayanan rawat jalan sudah menggunkan RME. Data untuk perhitungan indikator rawat inap diperoleh dari rekapitulasi sensus harian rawat inap dari unit rawat inap. Berikut indikator statistik di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu:
1. Perhitungan Indikator Rawat Jalan
a. Data Indikator Produktifitas Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Per Semester Tahun 2023
No Keterangan Semester
I II
1. Jumlah Pasien Rawat Jalan 72.918 80.478
2. Jumlah kunjungan Baru 2.300 2.715
3. Jumlah Kunjungan Lama 70.618 77.763
4. Jumlah Hari Buka Klinik 137 152
5. Jumlah Tenaga Perawat 18 18
TABEL 3. 2 Data Indikator Produktifitas Pasien Rajal di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023
No. Keterangan Semester
I II
1. Anak 4.486 5.001
2. Bedah 4.174 4.345
3. Bedah Orthopedi 3.007 3.156
4. Dalam 12.845 13.421
5. Gigi 501 523
6. Gigi Pendontotis 323 378
7 Hemodialisa 4.079 4.146
8 Jantung 5.084 6.100
9 Jiwa 2.781 3.008
10 Kebidanan & Kandungan 4.714 4.701
11 Kulit & Kelamin 2.528 3.060
12 Mata 4.758 4.816
13 Paru 2.038 2.336
14 Syaraf 10.948 12.101
15 THT 2.544 2.672
16 Urologi 1.227 1.477
TABEL 3. 3 Data produktivitas kunjungan spesialistik di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023
b. Perhitungan Indikator Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
1) Rerata Kunjungan Perhari
Hasil ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus : Rerata kunjungan per hari= Σ Kunjungan
Hari buka klinik a) Semester I = 72.918
137 = 532,24 = 532 pasien b) Semester II =80.478
152 = 529,49 = 529 pasien 2) Hasil Perhitungan Rerata Kunjungan Baru Per hari
Hasil ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus:
Rerata kunjungan baru per hari=Σ Kunjungan baru Hari buka klinik a) Semester I = 2.300
137 = 16,78 = 17 pasien b) Semester II = 2.715
152 = 17,86 = 18 pasien
3) Hasil Perhitungan Rerata Kunjungan Lama Per hari
Hasil ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus:
Rerata kunjungan lama per hari=Σ Kunjunganlama Hari buka klinik
a) Semester I = 70.618
137 = 515,45 = 515 pasien b) Semester II = 77.763
152 = 511,59 = 511 pasien
4) Hasil Perhitungan Rasio Kunjungan Baru terhadap Total Kunjungan Hasil ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus:
Rerata kunjungan baru terhadap total kunjungan Rumus=Σ Kunjungan baru
Σ kunjungan a) Semester I = 2.300
72.918 = 0,03 b) Semester II = 2.715
80.478 = 0,03
5) Hasil Perhitungan Rasio Kunjungan lama terhadap Total Kunjungan Hasil ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus:
Rerata kunjungan lama terhadap total kunjungan Rumus=Σ Kunjunganlama
Σ kunjungan a) Semester I = 70.618
72.918 = 0,96 b) Semester II = 77.763
80.478 = 0,96
6) Hasil Perhitungan Rasio Kunjungan terhadap Jumlah Perawat Rumus=Σ Kunjungan perhari
Σ kunjungan a) Semester I = 532
18 = 29,5
1 = 29,5 : 1
= 29 : 1 b) Semester II = 529
18 = 29,3
1 = 29,3 : 1
= 29 : 1
7) Persentase Pelayanan Spesialistik a) Poliklinik Anak
(1) Semester I = 4.486
72.918 x 100% = 6,5 % (2) Semester II = 5.001
80.478 x 100% = 6,21%
b) Poliklinik Bedah (1) Semester I = 4.174
72.918 x 100% = 5,72 % (2) Semester II = 4.345
80.478 x 100% = 5,39 % c) Poliklinik Bedah Ortopedi
(1) Semester I = 3.007
72.918 x 100% = 4,12 % (2) Semester II = 3.156
80.478 x 100% = 3,92%
d) Poliklinik Dalam
(1) Semester I = 12.845
72.918 x 100% = 1,76 % (2) Semester II = 13.421
80.478 x 100% = 1,66 % e) Poliklinik Gigi
(1) Semester I = 502
72.918 x 100% = 0,6 % (2) Semester II = 523
80.478 x 100% = 0,6 % f) Poliklinik Gigi Pedodonti
(1) Semester I = 323
72.918 x 100% = 0,4 % (2) Semester II = 378
80.478 x 100% = 0,4 % g) Poliklinik Hemodialisa
(1) Semester I = 4.079
72.918 x 100% = 5,5 % (2) Semester II = 4.146
80.478 x 100% = 5,1 % h) Poliklinik Jantung
(1) Semester I = 5.084
72.918 x 100% = 6,9 % (2) Semester II = 6.100
80.478 x 100% = 7,5 % i) Poliklinik Jiwa
(1) Semester I = 2.781
72.918 x 100% = 3,8 % (2) Semester II = 3.008
80.478 x 100% = 3,7 % j) Poliklinik Kebidanan & Kandungan
(1) Semester I = 4.714
72.918 x 100% = 6,4 % (2) Semester II = 4.701
80.478 x 100% = 5,8%
k) Poliklinik Kulit & Kelamin (1) Semester I = 2.528
72.918 x 100% = 3,4 % (2) Semester II = 3.060
80.478 x 100% = 3,8 % l) Poliklinik Mata
(1) Semester I = 4,758
72.918 x 100% = 6,5%
(2) Semester II = 4.816
80.478 x 100% = 5,9 % m) Poliklinik Paru
(1) Semester I = 2.038
72.918 x 100% = 2,7 % (2) Semester II = 2.336
80.478 x 100% = 2,9 % n) Poliklinik Syaraf
(1) Semester I = 10.948
72.918 x 100% = 2,9 % (2) Semester II = 10.948
80.478 x 100% = 15,0 % o) Poliklinik THT
(1) Semester I = 2.544
72.918 x 100% = 3,4 % (2) Semester II = 2.672
80.478 x 100% = 3,3 % p) Poliklinik Urologi
(1) Semester I = 1,227
72.918 x 100% = 1,6 % (2) Semester II = 1.477
80.478 x 100% = 1,8 %
c. Hasil Perhitungan Indikator Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
No Keterangan Semester
I II
1 Rerata Kunjungan Perhari 532 529
2 Rerata Kunjungan Baru Perhari 17 18
3 Rerata Kunjungan Lama Perhari 515 511
4 Rasio Kujungan Baru Terhadap
Total Kunjungan 0,03 0,03
5 Raiso Kunjungan Lama Terhadap
Total Kunjungan 0,96 0,96
6 Rasio Kunjungan Terhadap Tenaga
Perawat 29:1 29:
1 TABEL 3. 4 Hasil Perhitungan Indikator Pasien Rawat Jalan di RSU PKU
Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
GAMBAR 3. 2 Diagram Rerata Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
No Nama Poliklinik Presentase (%)
Jumlah
I II
1 Anak 6,15 6,21 12,36
2 Bedah 5,72 5,39 11,11
3 Bedah Ortopedi 4,12 3,92 8,04
4 Dalam 1,76 1,66 3,42
5 Gigi 0,6 0,6 1,2
6 Gigi Pedontotis 0,4 0,4 0,8
7 Hemodialisa 5,5 5,1 10,6
8 Jantung 6,9 7,5 14,4
9 Jiwa 3,8 3,7 7,5
10 Kebidanan &
Kandungan
6,4 5,8 12,2
11 Kulit & Kelamin 3,4 3,8 7,2
12 Mata 5,6 5,9 12,4
13 Paru 2,7 2,9 5,6
14 Syaraf 15 15 30
15 THT 3,4 3,3 6,7
16 Urologi 1,6 1,8 3,4
TABEL 3. 5 Presentase Pelayanan Spesialistik di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023
GAMBAR 3. 3 Grafik hasil perhitungan persentase pelayanan spesialistik RSU PKU Muhammadiyah Delanggu semester I dan II tahun 2023
2. Indikator Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu
a. Data Indikator Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023
No Data Setahun
1 Hari Perawatan (HP) 38.821
2 Waktu (t) 365
3 Tempat Tidur Tersedia (A) 153
4 Pasien keluar hidup dan mati (D) 11.567 5 Rata – rata tempat tidur tersedia (O=HP
T ) 106,35
TABEL 3. 6 Data Indikator Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
b. Hasil Perhitungan Indikator Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023
1) Hasil Perhitungan Bed Occupancy Rate (BOR)
BOR=O
A X100 % BOR=106,35
153 X100 % = 69,5 % = 69%
2) Hasil Perhitungan Average Length of Stay (AvLOS) AvLOS=O x T
D AvLOS=106,35x365
11.567 = 3,35 = 3 hari 3) Hasil Perhitungan Turn Over Internal (TOI)
Rumus=(A−O)x t D Rumus=(153−106,35)x365
11.567 = 1,47 = 1 hari 4) Hasil Perhitungan Bed Turn Over (BTO)
Rumus=D A Rumus=11.567
153 = 75,60 = 76
5) Hasil Perhitungan Indikator Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu
No Indikator Setahun
1 BOR (%) 69%
2 AvLOS (hari) 3 hari
3 TOI (hari) 1 hari
4 BTO (Kali) 76 kali
TABEL 3. 7 Hasil Perhitungan BOR, LOS, TOI, BTO RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
a) BOR di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
pada tahun 2023 selama setahun sebesar 69%.
b) AvLOS di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023 Selama setahun sebanyak 3 hari.
c) TOI di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023 Selama setahun sebanyak 1 hari.
d) BTO di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023 Selama setahun mencapai 76 kali.
3. Grafik Barber Johnson Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
a. Merubah nilai BOR, AvLOS, TOI, dan BTO menjadi angka koordinat 1) BOR (69,5 % = 69 %)
2) AvLOS (3) AvLOS = sumbu Y = 3 3) TOI (1) TOI = sumbu X = 1
4) BTO (76)
Indicator Sumbu X Sumbu Y
BOR (69%) 3,1 6,9
AvLOS (3) - 3
TOI (1) 1 -
BTO (76) 4,80 4,80
TABEL 3. 8 Data Indikator Grafik Barber Johnshon RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun2023
GAMBAR 3. 4 Grafik Barber Johnson di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2023
C. Desain Formulir di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu 1. Analisis Formulir Resume Medis
Aspek yang dilihat Formulir RM Rumah Sakit Keterangan
A. Aspek Anatomi
1. Heading Formulir ini resume medis sudah mencakup judul dan logo beserta identitas rumah sakit. Judul formulir terletak di tengah atara nama rumah sakit dan identitas pasien.
Sudah Ada
2. Introduction Tidak perlu, karena judul formulir sudah mewakili tujuan dari formulir.
Sudah Jelas
3. Instruction Terletak diatas kolom identitas
pasien Sudah jelas
4. Body Formulir resume medis
merupakan badan formulir yang
Sudah Ada
disediakan untuk petugas.
1. Margin (batas pinggir)
Kanan : 1,2cm Kiri : 1,4 cm Atas : 1,2 cm Bawah : 1,4 cm
Sudah sesuai
2. Rules (garis)
Formulir resume medis rawat jalan terdapat sebuah garis vertical dan horizontal yang berupa garis langsung yang tidak terputus-
putus dan
berdekatan.
Sudah Sesuai
3. Type style (jenis huruf)
Jenis huruf yang digunakan dalam formulir resume medis rawat jalan jelas, dapat dibaca.
Sudah sesuai
4. Cara Pencatatan
Formulir resume medis
pencatatannya pengisianya secara manual atau tulis tangan.
Sudah sesuai
5. Close Formulir resume medis rawat jalan berupa nama dan tanda tangan pasien/keluarga dan DPJP
Sudah ada
terletak di pojok bawah samping kanan
B. Aspek Fisik
1. Bahan Dalam formulir resume medis menggunakan kertas yang berkualitas baik dan tahan lama.
Formulir resume medis tidak menggunakan kertas buram tetapi menggunakan kertas HVS
Sudah sesuai
2. Ukuran Panjang: 33 cm
Lebar : 21,6 cm
Sudah Sesuai 3. Warna Formulir resume medis warna
awal formulir menggunakan warna putih dan menggunakan tinta warna hitam untuk menjaga nilai kontras
Sudah Sesuai
C. Aspek Isi
1. Butir data (item) Formulir resume medis terdapat item yang berupa:
1. Riwayat alergi obat 2. Diagnosa masuk 3. Indikasi dirawat 4. Pemeriksaan fisik
5. Hasil pemeriksaan penunjang 6. Diagnosa utama dan sekunder 7. Tindakan operasi
8. Penyebab luar/cedera 9. Obat yang di bawa pulang 10. Keadaan pulang dan cara
keluar
11. Nama dan tanda tanggan
Sudah Sesuai
pasien/keluarga beserta DPJP
2. Pengurutan Data Sudah urut Sudah
Sesuai
3. Caption Tidak ada. Sudah Jelas
4. Pengelompokkan data
Formulir resume medis rawat jalan sudah dikelompokan menurut jenisnya masing-masing.
Sudah Sesuai
5. Terminology data
Di formulir resume medis belum terdapat istilah medis apapun tidak terdapat kata atau istilah khusus yang harus dijelaskan oleh petugas dan diketahui oleh orang awam.
Sudah Sesuai
TABEL 3. 9 Desaian Formulir Resume Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
2. Analisis Formulir General Consent
Aspek yang dilihat Formulir RM Rumah Sakit Keterangan
A. Aspek Anatomi
1. Heading Formulir ini general consent sudah mencakup judul dan logo beserta identitas rumah sakit.
Judul formulir terletak di tengah atara nama rumah sakit dan identitas pasien.
Sudah Ada
2. Introduction Pada formulir general consent sudah terdapat mengenai tujuan formulir di bagian atas formulir
Sudah Ada
3. Instruction Intruksi formulir general rawat inap consent sebagai arah dan
petunjuk formulir agar lebih mudah dikenali dan dimengerti terdapat pada bagian “cara pengisian yaitu beri tanda atau lingkari salah satu
Sudah ada
4. Body Formulir general consent rawat inap merupakan badan formulir yang disediakan untuk persetujuan antara petugas dengan pasien untuk dibaca dan dipahami.
Sudah Ada
1. Margin (batas pinggir)
Kanan: 1,2 cm Kiri : 1,4 cm Atas : 1,2 cm Bawah: 1,4 cm
Sudah Sesuai
2. Rules (garis)
Formulir resume medis rawat jalan terdapat sebuah garis vertical dan horizontal yang berupa garis langsung yang tidak terputus-
putus dan
berdekatan.
Sudah Ada
3. Type style (jenis huruf)
Jenis huruf yang digunakan dalam formulir general consent jelas, dapat dibaca, dan menggunakan sedikit jenis dan
Sudah Ada
ukuran huruf.
4. Cara Pencatatan
Formulir general consent
pencatatannya secara manual atau tulis tangan.
Sudah Ada
5. Close Formulir general consent berupa nama, tanda tangan petugas admisi dan pasien atau keluarga penanggung jawab pasien terletak dibagian bawah formulir.
Sudah ada
B. Aspek Fisik
1. Bahan Dalam formulir general consent menggunakan kertas yang berkualitas baik dan tahan lama.
Formulir resume medis tidak menggunakan kertas buram tetapi menggunakan kertas HVS
Sudah Sesuai
2. Ukuran Panjang: 33 cm
Lebar : 21,6 cm
Sudah Sesuai 3. Warna Formulir general consent warna
awal formulir menggunakan warna putih dan menggunakan tinta warna hitam untuk menjaga nilai kontras.
Sudah Sesuai
C. Aspek Isi
1. Butir data (item) Formulir general consent rawat inap terdapat item yang berupa:
1. Hak pasien dan keluarga 2. Pelayanan kerohanian 3. Kebutuhan privasi
Sudah Sesuai
4. Keamanan
5. Persetujuan pelayanan kesehatan
6. Hasil pelayanan 7. Pelepasan informasi
8. Tanggung jawab pembayaran
2. Pengurutan Data Sudah urut Sudah
Sesuai 3. Caption Formulir general consent sudah
terdapat kata-kata yang menunjukan siapa yang harus mengisi
Sudah Sesuai
4. Pengelompokkan data
Formulir general consent rawat inap sudah dikelompokkan menurut jenisnya masing-masing
Sudah Sesuai
5. Terminology data
Di formulir general consent tidak terdapat istilah terminology medis apapun. Untuk pengunaan bahasa yang digunakan dalam formulir merupakan bahasa yang dimengerti oleh orang awam sehingga tidak perlu di beri keterangan
Sudah Sesuai
TABEL 3. 10 Desain Formulir General Consent RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
D. Ergonomi di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu 1. Shift kerja
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu diketahui shift kerja yang telah ditetapkan di Unit Rekam Medis Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu adalah sebagai berikut:
a. Bagian pengolahan data rekam medis
Shift kerja yang ada dibagian pengolahan data rekam medis seperti Filling dan assembling dengan waktu kerja yaitu:
1) Shift Pagi: Jam kerja 07.00 – 14.00 WIB 2) Shift Siang : Jam kerja 14.00 – 20.00 WIB b. Bagian pencatat data Pendaftaran rawat jalan
Shift kerja yang ada dibagian pendaftaran memiliki shift dua kerja, dengan waktu kerja sebagai berikut:
1) Shift Pagi : Jam kerja 07.00 – 14.00 WIB 2) Shift Siang : Jam kerja 14.00 - 20.00 WIB
c. Bagian pencatat data Pendaftaran rawat darurat dan rawat inap.
Shift kerja yang ada di pendaftaran IGD tersebut memiliki tiga shift kerja, yaitu:
1) Shift Pagi : Jam kerja 07.00 – 14.00 WIB 2) Shift Siang : Jam kerja 14.00 - 20.00 WIB 3) Shift Malam : Jam kerja 20.00 – 07.00 WIB 2. Manejemen Ruang
Manajemen ruang di Unit Rekam Medis Bagian Pendaftaran IGD dan Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu:
Pendaftaran rawat darurat dan rawat inap berada disamping kiri pintu masuk IGD. Pelayanan rawat darurat dan rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Sarana dan prasarana yang ada di pendaftaran instalasi gawat darurat dan rawat inap, yaitu :
a. 3 Kursi petugas pendaftaran b. 3 Kursi tunggu
c. 2 Meja
d. 1 Computer untuk pendaftaran Pasien IGD dan rawat inap e. 1 Computer untuk mendaftar pasien online melalui WA f. 2 Printer
g. 2 Print label nama pasien h. 1 Print gelang nama pasien i. 1 Kipas angin
j. 1 Rak berisi formulir pendaftaran rawat inap k. 1 Tempat sampah
l. 1 loker untuk menaruh barang bawaan petugas m. 1 Buah lemari untuk menyimpan alat-alat medis.
Ditinjau juga dari sarana prasarana yang digunakan di Instalasi Gawat Darurat dan Rawat Inap seperti meja pendaftaran, kursi pendaftaran, penerangan ruangan, dan suhu ruangan sudah baik untuk keamanan petugas melakukan pekerjaannya.
3. Perhitungan Kebutuhan tenaga kerja di pendaftaran Rawat Darurat dan Rawat Inap :
a. Menentukan waktu kerja tersedia (kalender 2023) 1) Hari kerja (A) = 7 x 52 = 364 hari/tahun 2) Cuti tahunan (B) = 12 hari
3) Pendidikan dan pelatihan (C) = 2 hari 4) Ketidak hadiran kerja (D) = 0 hari 5) Jam kerja (E)
a) Shift pagi = 07.00 – 14.00 = 7 jam b) Shift siang = 14.00 - 20.00 = 6 jam c) Shift malam = 20.00 – 07.00 = 11 jam +
= 24 jam
= 24jam
3shift = 8 jam/hari
Dari data yang diatas dapat dihitung waktu kerja tersedia dengan rumus:
Waktu kerja tersedia=
{
A−(B+C+D)}
× EJadi untuk pegawai bagian Pendaftaran IGD Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu
Waktu kerja tersedia = {A - (B + C + D)} × E
= {364 – (12 +2+0)} × 8 Jam
= 350 × 8 jam
= 2.800 jam/ tahun
= 168.000 menit /tahun
= 10.080.000 detik/tahun b. Menentukan standar beban kerja
Untuk menentukan standar beban kerja, harus diketahui rata-rata waktu per kegiatan, dari hasil pengamatan di bagian Pendaftaran IGD Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu di dapatkan hasil sebagai berikut:
No
Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Rawat Inap
Waktu (Menit)
1 Wawancara kepada pasien 1 menit
2 Menginput data pasien baru ke dalam SIM RS 2 menit 3 Menginput data pasien lama ke dalam SIM
RS
1 menit
4 Mencetak SEP 0,5 menit
5 Mencetak gelang, dan barcode 0,5 menit
6 Menyiapkan DRM pasien baru 1 menit
7 Menyiapkan DRM pasien lama 2 menit
8 Menjelaskan general consent, hak dan kewajiban pasien, dan edukasi pasien terintegras
3 menit
9 Mencarikan kamar pasien 2 menit
10 Mengantarkan dokumen ke IGD 1 menit
TOTAL 12 menit
TABEL 3. 11 Data Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Setelah didapatkan waktu kegiatan pokok selanjutnya menghitung standar beban kerja untuk setiap kegiatan dengan rumus:
Standar beban kerja = waktu kerja tersedia rata−rata waktu kegiatan pokok
No Kegiatan pokok Pendaftaran IGD Dan Rawat Inap
Standar Beban Kerja
1 Wawancara kepada pasien 168.000 menit
2 Menginput data pasien baru ke dalam SIM RS
84.000 menit
3 Menginput data pasien lama ke dalam SIM RS
168.000 menit
4 Mencetak SEP 336.000 menit
5 Mencetak gelang, dan barcode 336.000 menit
6 Menyiapkan DRM pasien baru 168.000 menit
7 Mengambil DRM pasien lama 84.000 menit
8 Menjelaskan general consent, hak dan kewajiban, dan edukasi pasien terintegrasi
252.000 menit
9 Mencarikan kamar untuk pasien 84.000 menit 10 Mengantarkan dokumen ke IGD 168.000 menit
Total 1.848.000 menit
TABEL 3. 12 SBK Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
c. Menyusun Standar Tugas Penunjang (STP) dan Faktor Tugas Penunjang (FTP)
Tugas penunjang adalah tugas untuk menyelesaikan kegiatan yang tidak terkait langsung dengan tugas pokok dan fungsinya yang dilakukan oleh seluruh jenis SDMK.
Adapun standar tugas penunjang (STP) dan faktor tugas penunjang (FTP) di bagian Pendaftaran IGD dan Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu yaitu:
Persiapan = 15 menit/hari
Pelatihan = 120 menit/hari
Rata – rata waktu kelonggaran = 135 menit/hari x 350 hari
= 47.250 menit/ tahun Standar Kelonggaran = Rata−rata standar tugas penunjang
Waktu Kerja Tersedia
Jadi untuk pegawai bagian Pendaftaran IGD Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu yaitu:
Standar Kelonggaran = 42.000
168.000 = 0,28 d. Perhitungan Kebutuhan SDM
Untuk menghitung kebutuhan SDM harus diketahui terlebih dahulu kuantitas kegiatan pokok. Kuantitas kegiatan pokok bagian Pendaftaran IGD diketahui dari jumlah pasien IGD Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023 berdasarkan penjumlahan dari semester I dan II yaitu:
No
Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Rawat Inap
Waktu (Pasien)
1 Wawancara kepada pasien 43.598
2 Menginput data pasien baru ke dalam SIM RS 10.621 3 Menginput data pasien lama ke dalam SIM
RS
32.977
4 Mencetak SEP 14.202
5 Mencetak gelang, dan barcode 15.567
6 Menyiapkan DRM pasien baru 8.032
7 Menyiapkan DRM pasien lama 7.535
8 Menjelaskan general consent, hak dan kewajiban, dan edukasi pasien terintegrasi
31.134
9 Mencarikan kamar pasien 15.567
10 Mengantarkan dokumen ke IGD 15.567
TOTAL 194.800
TABEL 3. 13 Jumlah Pasien pada Kegiatan Pokok Kerja Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Berdasarkan data – data diatas dapat diketahui jumlah kebutuhan tenaga tiap kategori SDI dengan rumus:
Kebutuhan SDA = Kualitas kegiatan pokok Standar beban kerja +STP
No Kegiatan Pokok Pendaftaran IGD
kkp
sbk+SK Kebutuhan SDI 1. Wawancara kepada pasien 168.000
194.800+0,28 1,1
2. Menginput data pasien baru ke dalam SIM RS
84.000
194.800+0,28 0,7
3. Menginput data pasien lama ke dalam SIM RS
168.000
194.800+0,28 1,1
4 Mencetak SEP 336.000
194.800+0,28 2,0 5 Mencetak gelang dan barcode 336.000
194.800+0,28 2,0 6 Menyiapkan DRM pasien baru 168.000
194.800+0,28 1,1 7 Menyiapkan DRM pasien baru 84.000
194.800+0,28 0,7 8 Menjelaskan general consent, hak
dan kewajiban, dan edukasi pasien terintegrasi
252.000
194.800+0,28 1,6
9. Mencarikan kamar untuk pasien 84.000
194.800+0,28 0,7
10 Mengantarkan dokumen ke IGD 168.000
194.800+0,28 1,1
Total 12,1 SDI
TABEL 3. 14 Data Jumlah Kebutuhan SDI Pendaftaran IGD dan Ranap RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
Berdasarkan data – data diatas dapat diketahui jumlah kebutuhan tenaga kerja SDI (Sumber Daya Insani) pendaftaran IGD dan Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu sebesar 12 SDI (Sumber Daya Insani) maka masih dibutuh lagi 6 SDI untuk menunjang pelayanan pendaftaran IGD dan Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu.
BAB IV PEMBAHASAN
A. Statistik di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu 1. Analisis Hasil Perhitungan Produktivitas Rawat Jalan
Statistik rawat jalan Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu diperoleh dari data kunjungan pasien yang dikategorikan berupa data kunjungan pasien baru dan pasien lama.
Hasil perhitungan rerata kunjungan pasien perhari Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Semester I sebanyak 532 pasien, sedangkan Semester II sebanyak 529 pasien. Hal ini menunjukkan penurunan sebanyak 3 pasien. Penurunan ini dipengaruhi dari cuti DPJP pada akhir tahun di semester II sehingga mengalami penurunan kunjungan pasien.
Hasil perhitungan rerata kunjungan pasien baru perhari Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Semester I sebanyak 17 pasien, sedangkan Semester II sebanyak 18 pasien. Hal ini menunjukkan peningkatan sebanyak 1 pasien.
Hasil perhitungan rerata kunjungan pasien lama perhari Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu Semester I sebanyak 515 pasien, sedangkan Semester II sebanyak 511 pasien. Hal ini menunjukkan penurunan sebanyak 4 pasien. Penurunan ini dipengaruhi dari cuti DPJP pada akhir tahun di semester II sehingga mengalami penurunan kunjungan pasien.
Pada rasio kunjungan baru terhadap total kunjungan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Delanggu pada tahun 2023 antara Semester I dan Semester II sama yaitu diangka 0,03. Rasio kunjungan pasien baru di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu dapat ditingkatkan dengan lebih meningkatkan promosi kesehatan pada layanan kesehatan tingkat pertama dan masyarakat sekitar.