LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) I
PEMANFAATAN MESIN RICE MILLING UNIT SEBAGAI PENYEDIA JASA PRODUKSI SKALA KECIL
DESA LEMAH MULYA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG
Oleh : ASTI FERDIANTI NIM 07.16.19.001
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN POLITEKNIK ENJINIRING PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN
2021
i
HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) I
NAMA : Asti Ferdianti
NIM : 07.16.19.001
PROGRAM STUDI : Teknologi Hasil Pertanian
JUDUL LAPORAN : Pemanfaatan Mesin Rice Milling Unit Sebagai Penyediaan Jasa Produksi Skala Kecil Desa Lemah Mulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Jawa Barat
Menyetujui :
Pembimbing I Pembimbing II
Ir. Heri Suliyanto, M.B.A. Dr. Mona Nur Moulia. S.TP., M.Sc.
NIP. 19600410 198303 1 005 NIP. 198004192005012001
Mengetahui : Ketua Program Studi
Dr. Mona Nur Moulia, S.TP., M.Sc.
NIP. 198004192005012001
ii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) I dengan judul
“Pemanfaatan Mesin Rice Milling Unit Sebagai Penyediaan Jasa Produksi Skala Kecil Desa Lemah Mulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Jawa Barat“.
Terselesainya laporan tidak lain terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan bimbingannya, kepada :
1. Bapak Dr. Mardison S., STP., M.Si selaku Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia
2. Bapak Ir. Heri Suliyanto, M.B.A. selaku Pembimbing I
3. Ibu Dr. Mona Nur Moulia, STP., M.Sc selaku selaku Pembimbing II dan Kepala Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
4. Kedua orang tua yang selalu mendukung baik moril maupun materil
5. Eva Lady Mustika, SP., MP selaku koordinator UPTD Pengelolaan Pertanian Majalaya yang telah memberikan arahan, masukan dan sebagai narasumber yang telah memberikan informasi dan data untuk pengerjaan laporan ini kepada penulis.
6. Asep Suhartono, A.md sebagai pembimbing eksternal selama di lapangan, penyuluh pertanian lapangan UPTD Pengelolaan Pertanian.
7. H. Kanta selaku pemilik usaha jasa penggilingan padi dan sebagai narasumber yang telah memberikan informasi dan data untuk pengerjaan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari penyusunan kalimat, data maupun tatacara penulisannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menghasilkan laporan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Karawang, 10 Juli 2021
Penulis
iii DAFTAR ISI
halaman
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 1
C. Manfaat ... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
A. Rice Milling Unit ... 3
B. Mesin Pemecah Kulit Gabah (Paddy Husker) ... 4
C. Mesin Pemutih / Penyosoh (Polisher) ... 5
III METODE PELAKSANAAN ... 6
A Lokasi dan Waktu Pelaksanaan PKL ... 6
B. Alat dan Bahan Praktikum ... 6
C. Materi Kegiatan ... 6
D. Rencana Pelaksanaan ... 9
IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 11
A. Gambaran Umum Kecamatan Majalaya ... 11
B. Jumlah Petugas Pertanian ... 13
C. Luas Tanam Padi Sawah ... 14
D. Kelompok Tani ... 14
E. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ... 14
F. Data Rice Milling Unit Kecamatan Majalaya ... 14
G. Data Alsintan Kecamatan Majalaya ... 16
H. Proses Penggilingan Gabah ... 19
I. Mekanisme Kerja Mesin Penggiling Padi (RMU) ... 19
J. Perawatan Mesin ... 20
K. Perbandingan Rice Milling Unit di Desa Lemah Mulya ... 21
L. Analisis Pendapatan... 22
V PENUTUP ... 23
A. Kesimpulan ... 23
B. Saran ... 23
DAFTAR PUSTAKA ... 24 LAMPIRAN
iv
DAFTAR GAMBAR
halaman
1. Mesin Paddy Husker ... 3
2. Mesin Polisher ... 4
3. Peta Kecamatan Majalaya ... 5
4. Alur proses penggilingan padi ... 12
v
DAFTAR TABEL
halaman
1. Spesifikasi mesin paddy husker ... 4
2. Spesifikasi mesin polisher ... 5
3. Materi kegiatan ... 6
4. Rencana pelaksanaan ... 9
5. Data RMU kecamatan majalaya ... 14
6. Data alsintan traktor ... 16
7. Data pompa air ... 17
8. Data alsintan combine harvester kecil ... 18
9. Data alsintan transplanter ... 18
10. Analisis pendapatan... 22
vi
DAFTAR LAMPIRAN
halaman 1. Dokumentasi kegiatan PKL I ... 25 2. Jurnal harian/log book kegiatan PKL I ... 28
1
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Usaha penggilingan padi (Rice Milling Unit) dapat dibedakan berdasarkan kapasitas penggilingan yaitu kapastitas kecil, kapasitas sedang, dan kapasitas besar. Jenis usaha penggilingan padi yang termasuk dalam penggilingan sedang dan penggilingan kecil merupakan yang paling banyak ditemui di pedesaan.
Secara umum, penggilingan sedang dan penggilingan kecil memiliki karakteristik menghasilkan beras dengan mutu rendah, skala ekonominya kecil dan jangkauan pemasarannya lokal. Kapasitas pengolahan di usaha penggilingan padi mempunyai pengaruh terhadap jumlah pasokan beras yang dihasilkan dan mutu beras yang dihasilkan sehingga berdampak terhadap pendapatan usaha penggilingan padi (Sapta, 2018).
Penggilingan padi adalah proses pengupasan biji padi menjadi beras dengan menggunakan mesin penggiling padi dan untuk mendapatkan beras yang lebih bersih, beras tersebut harus melalui proses pemolesan untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada beras menggunakan mesin pemoles. Proses penggilingan dan pemolesan umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin yang berbeda dan membutuhkan waktu dua kali proses untuk mendapat mendapatkan beras yang bersih dan tentunya memerlukan waktu yang banyak.
Pada proses penggilingan padi, karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui proses penggilingan padi dimulai mengolah bentuk fisik dari butiran padi menjadi beras putih. Penanganan pascapanen padi perlu diperhatikan dengan baik.
Pemanenan, perontokan, penjemuran, dan penggilingan padi harus dilakukan dengan cara teknologi yang tepat. Penggilingan padi mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Kapasitas giling dari seluruh penggilingan padi yang ada di suatu desa sebaiknya mencukupi baik dari segi produksi maupun penanganan pascapanennya. Dengan demikian, usaha penggilingan padi harus dapat menjamin kelangsungannya.
B. Tujuan
Adapun tujuan dilakukan nya PKL I adalah mahasiswa mampu mengetahui mesin teknologi hasil pertanian untuk proses penggilingan padi, pemanfaatan, dan operasional mesin dalam proses penggilingan padi.
2 C. Manfaat
Adapun manfaat dari PKL I yaitu :
1. Mahasiswa terlatih untuk mengerjakan pekerjaan lapangan dan sekaligus melaksanakan serangkaian keterampilan yang sesuai dengan bidang keahliannya antara lain penggunaan rice milling unit.
2. Mahasiswa terlatih untuk berfikir kritis dan menggunakan daya nalarnya dengan cara memberi komentar logis terhadap kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan laporan.
3. Menumbuhkan jiwa wirausaha dan sikap kerja yang berkarakter.
4. Mahasiswa dapat mewujudkan jiwa kemandirian beradaptasi, bersosialisasi dengan keadaan sosiokultur di lapangan.
5. Menciptakan kerjasama yang baik dengan UPT Dinas Pertanian di Kab/Kota dan tingkat Kelurahan.
3
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Rice Milling Unit
RMU merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang kompak dan mudah dioperasikan, karena proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses (one pass process). Mesin ini bila dilihat fisiknya menyerupai mesin tunggal yang mempunyai banyak fungsi, karena terdiri atas beberapa mesin yang disatukan dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara berkelanjutan. Di dalam proses RMU terdapat bagian mesin yang berfungsi: (1) memisahkan beras pecah kulit dan gabah dari sekam kemudian membuang sekam nnya, (2) mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk di kembalikan ke pengumpan, (3) menyosoh dan mengumpulkan dedak, dan (4) memilah beras berdasarkan keadaan fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir). Untuk menghasilkan beras bermutu baik dengan tingkat kehilangan hasil yang rendah, unit penggilingan padi harus menerapkan sistem jaminan mutu (Setyono, et al., 2006).
Menurut Damardjati et al., (1981), usaha ini untuk mempermudah petani menggiling padinya tanpa harus bersusah payah dengan masalah pengangkutan.
Penggilingan padi yang menggunakan mesin rice milling unit (RMU) memiliki kapasitas kecil dan merupakan usaha jasa murni yang hanya menerima gabah dari petani. Sedangkan penggilingan padi besar biasanya menggunakan fasilitas rice milling plant (RMP) yang memiliki kapasitas giling besar dan menjalin kerjasama dengan pedagang beras atau tengkulak dalam menjalankan usahanya.
Secara umum, mesin-mesin yang digunakan dalam usaha industri jasa penggilingan padi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Mesin pemecah kulit/sekam atau pengupas kulit/sekam gabah kering giling (paddy husker)
2. Mesin penyosoh atau mesin pemutih (polisher) 3. Mesin pengayak bertingkat (sifter)
4. Mesin atau alat bantu pengemasan (timbangan dan penjahit karung)
4
B. Mesin Pemecah Kulit Gabah (Paddy Husker)
Gambar 1. Mesin Paddy Husker Spesifikasi :
Jenis Motor diesel
Merk Yanmar
Daya 7,5 HP
Sistem transmisi Belt-pulley
Dimensi keseluruhan 3800 x 1250 x 1690 mm Kapasitas pengumpanan 1514.71 kg/jam
Kapasitas pengupasan total 1188.49 kg/jam Kapasitas pengupasan kontinyu 1336.03 kg/jam Rendemen pengupasan 78.76 %
Efisiensi pengupasan gabah 85.35%
Laju konsumsi bahan bakar 0.621/jam
Tabel 1. Spesifikasi mesin paddy husker
Sumber : E-katalog.lkpp Mesin Pengupas Kulit Gabah (Paddy Husker) 2020 Proses penggilingan didahului dengan pengupasan kulit gabah menjadi beras pecah kulit (BPK). Mesin pemecah kulit (pengupas sekam) terdiri atas dua buah rol karet dengan jarak (clearance) tertentu. Cara kerja dari rol l karet adalah dua rol karet berputar berlawanan arah dengan kecepatan putar yang berbeda sehingga menimbulkan gaya gesek. Akibat gaya gesek yang ditimbulkan pada permukaan gabah diantara dua roll karet, maka kulit gabah akan terkupas.
5 C. Mesin Pemutih / Penyosoh (Polisher)
Gambar 2. Mesin Polisher Spesifikasi :
Merk Yanmar
Tipe TF155H
Daya 15,5 HP
Bahan bakar Solar
Kapasitas penyosohan 982,50 kg/jam Pemakaian bahan bakar 1,52 L/jam
Rendemen 87,40 %
Butir beras kepala 88,56%
Butir beras patah 10,34%
Butir menir 1,08%
Tabel 2. Spesifikasi mesin polisher Sumber : E-Katalog.lkpp Mesin Polisher Ishoku 13 Februari 2020
Mesin polisher ini adalah proses penyosohan bertujuan menghilangkan lapisan aleuron yang ada di bagian permukaan beras pecah kulit, sehingga dihasilkan beras putih. Untuk mendapatkan beras giling dengan butir patah yang rendah, proses penyosohan dapat dilakukan dua kali secara bertahap. Proses penggilingan dan penyosohan yang baik akan menghasilkan butiran beras utuh beras kepala yang maksimal dan beras patah yang minimal. Proses penyosohan beras pecah kulit menghasilkan beras giling, dedak dan menir.
6
III. METODE PELAKSANAAN
A. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan PKL
Praktik PKL I dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2021 – 7 Juli 2021 yang berlokasi di Desa Lemah Mulya dan UPTD Pengelolaan Majalaya Karawang.
B. Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan dalam praktikum Rice Milling Unit skala kecil adalah mesin paddy husker, mesin pemutih beras (polisher) dan alat ayakan bertingkat dengan kapasitas 500kg/hari. Bahan yang digunakan praktikum adalah gabah kering panen sedangkan alat yang digunakan dalam praktikum Rice Milling Unit skala besar adalah mesin Rice Milling Unit dengan kapasitas 1 ton/jam, dan stopwatch. Bahan yang di gunakan dalam praktikum adalah gabah kering panen varietas sintanur dan inpari 24.
C. Materi Kegiatan
Berikut ini adalah Materi Kegiatan PKL I
No
Materi Kegiatan Rincian Kegiatan Output Kegiatan 1 Keadaan dan
informasi umum UPT Dinas Pertanian, serta
organisasi dan
manajemen sumberdaya manusia.
- Sejarah dan perkembangan - Profile UPT Dinas
Pertanian
- Posisi dan denah - Tata letak (lay out) - Struktur organisasi - Personalia, tenaga
kerja dan kualifikasi - Tata kerja pegawai
(jam kerja, shift)
Gambaran dan informasi
UPT Dinas
Pertanian
2 Jumlah dan jenis Alsintan yang ada di UPT Dinas Pertanian tingkat kecamatan
- Mengidentifikasi jenis Alsintan yang ada - Menghitung jumlah
Alsintan yang ada
Informasi data jumlah dan jenis Alsintan
7
- Menghitung jumlah Alsintan yang layak dipakai
3 Pemanfaatan
Alsintan yang ada di UPT Dinas Pertanian tingkat kecamatan
- Merekap data Alsintan bantuan pemerintah - Menghitung kapasitas
kerja Alsintan teoritis - Menghitung kapasitas
kerja Alsintan di lapangan
Informasi data pemanfaatan alsintan di lapangan
4 Proses optimalisasi pemanfaatan Alsintan di lapangan
- Mengidentifikasi potensi lahan yang bisa ditanam
- Koordinasi dengan UPT dinas pertanian untuk memobilisasi Alsintan untuk mengolah lahan - Mendorong
pemanfaatan Alsintan secara maksimal - Menetapkan target
harian pemanfaatan Alsintan
- Relokasi Alsintan
yang tidak
dimanfaatkan
Optimalisasi pemanfaatan alsintan di lapangan
5 Mengoperasikan alsintan Pengolahan Hasil Pertanian di lapangan
- Melakukan
pengolahan hasil
panen dengan
Alsintan pengolahan hasil pertanian (Rice Milling Unit)
Pengalaman melakukan
pengolahan hasil panen
menggunakan Rice Milling Unit.
8 6 Menerapkan prinsip
Keamanan,
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan
- Memeriksa
kelengkapan Alsintan sebelum dioperasikan - Mengoperasikan
alsintan sesuai dengan SOP yang berlaku
- Menerapkan prinsip
K3 dalam
mengoperasikan Alsintan
Pengalaman dalam penerapan prinsip K3 dalam mengoperasikan Alsintan di lapangan
7 Menganalisis
ekonomi dan kinerja Alsintan pengolahan hasil perranian di lapangan
- Menghitung nilai input
dan output
penggunaan Rice Milling Unit
Hasil
perhitungan nilai input dan output kinerja Rice Milling Unit
8 Melaporkan hasil analisis ekonomi dan kinerja Alsintan pengolahan hasil pertanain di lapangan
- Membuat laporan hasil analisis ekonomi dan kinerja Rice Milling Unit.
Laporan hasil analisis ekonomi dan kinerja Rice Milling Unit.
9 Mempelajari Manajemen UPJA
- Identifikasi pelaksanaan
manajemen UPJA (POACE)
Laporan hasil pelaksanaan manajemen UPJA (POACE)
Tabel 3. Materi kegiatan
9 D. Rencana Pelaksanaan
Berikut ini adalah Rencana Pelaksanaan PKL I
No Uraian Kegiatan Waktu (Minggu)
I II III IV
1 Koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian.
2 Mengumpulkan data dan informasi terkait dengan keadaan umum dan profil BPP, organisasi dan manajemen SDM.
3 Mengumpulkan informasi tentang data jumlah dan jenis alsintan yang ada di BPP.
4 Mengumpulkan informasi data pemanfaatan alsintan yang ada di BPP.
5 Proses optimalisasi pemanfaatan RMU di lapangan.
6 Praktik operasional RMU di lapangan.
7 Penerapan prinsip keamanan, keselamatan
10 dan kesehatan kerja (K3)
di lapangan.
8 Analisis ekonomi dan kinerja alsintan di lapangan.
9 Manajemen
UPJA/P3A/Gapoktan/Po ktan/KWT.
10 Pengabdian masyarakat
& Kegiatan sosial.
11 Penyusunan Laporan.
Tabel 4. Rencana pelaksanaan
11
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Kecamatan Majalaya
• Geografi
UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Majalaya berada dibagian utara Kabupaten Karawang, dimana secara geografis terletak antara 107°368’ BT dan 06°302’ LS, termasuk daerah dataran yang relative rendah, mempunyai variasi kemiringan wilayah antara 14 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan wilayah 0-0,1 %. Peta Kecamatan Majalaya (Gambar 1).
Gambar 3. Peta Kecamatan Majalaya
• Batas Administratif
Secara administrative wilayah Kecamatan Majalaya dibagi kedalam 7 desa dengan jumlah dusun sebanyak 37 dusun, Rukun Warga (RW) sebanyak 59 RW dan Rukun Tetangga sebanyak 176 RT, dengan batas – batas wilayah, sebagai berikut :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Rawamerta b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamata Klari
c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Karawang Timur d. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Telagasari
12
• Luas Wilayah
Secara agroekologi dan berdasarkan data terakhir tahun 2018 Luas wilayah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang 29,67 km², atay sekitar 1,69
% dari luas Kabupaten Karawang yang terdiri dari lahan sawah 2.233 ha dan luas lahan darat 666 ha. Lahan Kecamatan Majalaya merupakan lahan subur di Kabupaten Karawang, sehingga Sebagian besar lahannya digunakan untuk kegiatan di bidang pertanian. Dengan luasan wilayah tersebut, secara fisik Kecamatan Majalaya termasuk wilayah pedataran.
• Lahan
Menurut jenis nya lahan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang terdiri dari lahan sawah dan lahan darat dengan perincian sebagai berikut.
a. Luas Lahan Sawah
Berdasarkan jenis pengairan lahan sawah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang adalah seluruhnya berpengairan teknis yaitu 2.233 ha dengan perincian 2.142 ha sawah berpengairan teknis golongan air I dan 91 ha sawah tadah hujan.
b. Luas Lahan Darat
Luas lahan darat di Kecamatan Majalaya Karawang adalah seluas kurang dari 666 ha. Dengan perincian berikut : perumahan / perkarangan seluas 582 ha, tegalan 33 ha, kolam 10 ha dan lain-lain 41 ha
• Jumlah Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP)
Wilayah kerja penyuluh pertanian di UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Majalaya sebanyak 7 WKPP dengan perincian sebagai berikut :
1. WKPP. Majalaya meliputi Desa Majalaya 2. WKPP. Ciranggon meliputi Desa Ciranggon 3. WKPP. Sarijaya meliputi Desa Sarijaya
4. WKPP. Pasirjengkol meliputi Desa Pasir Jengkol 5. WKPP. Bengle meliputi Desa Bengle
6. WKPP. Pasirmulya meliputi Desa Bengle 7. WKPP. Pasirmulya meliputi Desa Pasirmulya 8. WKPP. Lemahmulya meliputi Desa Lemahmulya
13
• Jenis Tanah
Wilayah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang sebagian besar terdiri dari jenis tanah alluvial kelabu terutama pada lahan sawah dataran rendah.
Keadaan jenis tanah struktur tanah, tekstur tanah, pH tanah, kedalaman air tanah dan kedalaman solum tanah adalah sebagai berikut :
Jenis tanah : Aluvial kelabu
Struktur tanah : Gembur
Tekstur tanah : Remah
Kedalaman air tanah : 3-4 m
Kedalaman solum tanah : 1 m
pH tanah : 4 – 5,5
• Pola tanam
Pola tanam yang dilaksanakan oleh petani di Kecamatan Majalaya secara umum masih berpola padi-padi-bera (Indeks Pertanaman 200), walaupun di beberapa kelompok tani ada yang sudah melaksanakan IP 300 dengan pola tanam padi-padi-padi atau padi-padi-palawija, sementara program pemerintah sekarang setiap tahun nya harus mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT).
B. Jumlah Petugas Pertanian
Keadaan petugas pertanian di wilayah UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Majalaya adalah sebanyak 13 orang sebagai berikut :
1. Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian : 1 orang
2. Koordinator Penyuluh : 1 orang
3. Petugas POPT : 1 orang
4. Penyuluh PNS : 2 orang
5. Penyuluh THL TBPP : 3 orang
6. Penyuluh THL TBPPD : 1 orang
7. Penyuluh perikanan : 1 orang
8. Penjaga kantor : 2 orang
C. Luas Tanam Padi Sawah
14
Luas tanaman padi di wilayah kerja UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang pada tahun 2020 seluas 4.466 ha yaitu terdiri dari dua kali Musim Tanam (MT) tahun 2020 seluas 2.233 ha dan MT.
2019/2020 seluas 2.233 ha yang terdiri dari 7 desa sedangkan pelaksanaan kegiatan lapangan dilaksanakan oleh 56 kelompok tani.
D. Kelompok Tani
Jumlah kelompok tani yang berada di wilayah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang pada tahun 2020 sebanyak 7 gapoktan.
E. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
Jumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang pada tahun 2020 adalah sebanyak 7 gapoktan.
F. Data Rice Milling Unit Kecamatan Majalaya
Berikut ini data Rice Milling Unit tahun 2020 di Kecamatan Majalaya yang terdapat 7 Desa dengan Desa Sarijaya, Desa Bengle, Desa Ciranggon, Desa Majalaya, Desa Lemah Mulya, Desa Pasir Jengkol, dan Desa Pasir Mulya, total keseluruhan jenis Rice Milling Unit ukuran sedang yaitu berjumlah 25 dan total keseluruhan jenis Rice Milling Unit ukuran kecil yaitu berjumlah 23.
No Desa Nama Jenis Rmu
Sedang Kecil
1 SARIJAYA H. SARBINI √
2 EMONG √
3 KINAR √
4 H. YOYOH / PABRIK
HM √
5 KO AMEN / PABRIK TJ √
6 H. RASAD √
7 H. WARSA √
8 MUHDI √
9 BENGLE SUDARYANTO √
10 H. RAMINTA √
15
11 KOMAR TOHIDI √
12 CIRANGGON H. SENU √
13 DASAM √
14 H. SENU √
15 ESAN √
16 H. KHOER √
17 MAJALAYA H. TATANG RUKMANA √ √
18 ASEP BUYUNG √
19 ADONG √
20 H. UDIN √
21 H. WAWAN √
22 H. ILEM √
23 H. DEDI √
24 PASIR BUAH √
25 LEMAH MULYA DAMAN √
26 KARNA √ √
27 H. KANTA √
28 HM. KHUSNI √
29 DEDI √
30 BELENDUNG/EMAS √
31 PB PNI √
32 H. OKO √
33
PASIR
JENGKOL UDING √
34 EUNDANG √
35 CECEP √
36 BUDI √
37 GURUH GUNAWAN √
38 OMA SUTISNA √
39 H. AJEM √
16
40 IYANG √
41 PASIR MULYA H. ENCUN/H. NANA √
42 PB . WS/H.ENJANG √
43 PB RY/H. INAH √
44 PB LA/H. ISAM √
Muh. IMING √
Wkl. Yayan √
JUMLAH 25 23
Tabel 5. Data RMU kecamatan majalaya
G. Data Alsintan Kecamatan Majalaya
Berikut ini data Alsintan di Kecamatan Majalaya dari tahun 2014 – 2019 yaitu terdapat traktor berjumlah 19, pompa air berjumlah 11, combine harvester kecil berjumlah 2, dan transpalanter berjumlah 5 di masing-masing desa.
1. Traktor
No Desa
Luas Lahan
Baku (Ha)
Nama Kelompok
Nama Ketua
Jenis
Alat Tahun Jumlah
1 Majalaya 30 Sri Mandiri
H. Hata
HR TR2
2015 1
2 Lemah
Mulya 25 Sri Asih Enduh TR 2
2015 1
3 Lemah
Mulya 279
Gapoktan Citra
Sembada Suharjo TR2 2015 1
4 Pasirjengkol 44
Banyu Sri
Unggul I H. Ranim TR2
2015 1
5 Pasirmulya 79 Harapan II Ojat TR2 2016 1
6 Bengle 56 Sri Rejeki Sartono TR2 2016 1
7 Pasirmulya 40 Mekarsari II Saepudin TR2 2016 1 8 Pasirjengkol 31 Mekarsari Mursyidi TR2 2016 1
9 Ciranggon 60 Tirta Mukti H, Senu TR2 2016 1
17 10
Majalaya 26 Sukajadi II
Dede Abdul Halim
TR2
2017 1
11 Pasirjengkol 31 Sari Bakti I H. Surja TR2 2018 1 12 Pasirmulya 40 Mekarsari II Saepudin TR2 2018 1 13 Sarijaya 40 Tirta Abadi
H. M.
Aang TR2
2018 1
14 Bengle 32 Munggaran
Komar
Tohidi TR2
2018 1
15
Majalaya 25 Sukabakti II
H.
Tatang TR2 2018 1
16 Sarijaya 40 Tirta Jaya Muhidin TR2 2018 1
17 Pasirjengkol 31 Mekasari Mursyidi TR4 2018 1
18 Pasirmulya 50 Mekarjaya Sadim TR2 2019 1
19 Sarijaya 42 Tirta Sawargi
Rasun
Basri TR2
2019 1
Jumlah 19
Tabel 6. Data alsintan traktor 2. Pompa Air
No Desa
Luas Lahan
Baku (Ha)
Nama Kelompok
Nama Ketua
Jenis
Alat Tahun Jumlah
1 Lemahmulya 37 Air Mancur Suharjo PA4 2015 1
2 Lemahmulya 42 Panglipur I Anon PA 3 2015 1
3 Majalaya 28 Sukasari H.
Wadma PA 4 2015 1
4 Bengle 30 Hegar H. Ita PA 3 2015 1
5 Pasirjengkol 34 Banyu Mekar I Oma PA 4 2018 1
6 Pasirjengkol 48
Banyu Sri
Unggul I Halimi PA 4 2018 1
7 Pasirjengkol 31 Mekarsari Mursyidi PA 3 2019 1 8 Sarijaya 40 Tirta Saluyu Robiul Ali PA 3 2018 1
18
9 Sarijaya 40 Tirta Abadi H. M.
Aang PA 4 2018 1
10 Sarijaya 43 Tirta Subur Duduh PA 4 2019 1
11 Ciranggon 51 Tirta Berkah Asep
Saepudin PA3 2019 1
Jumlah 11
Tabel 7. Data pompa air 3. COMBINE HARVESTER KECIL (CHK)
No Desa
Luas Lahan
Baku (Ha)
Nama Kelompok/
Gapoktan
Nama Ketua
Jenis
Alat Tahun Jumlah
1 Pasirjengkol 291 Sri Unggul Mursyidi CHK 2016 1
2 Pasirmulya 79 Harapan Taman CHK 2016 1
Jumlah 2
Tabel 8. Data alsintan combine harvester kecil 4. TRANSPLANTER
No Desa
Luas Lahan
Baku (Ha)
Nama Kelompok
Nama
Ketua Jenis Alat Tahun Jumlah
1
Lemah
Mulya 42
Kelp.
Panglipur I Anon Transplanter 2014 1
2 Pasir Mulya 35
Kelp. Harapan
II H. Edi Transplanter 2014 1
3 Pasirjengkol 33
Kelp Banyu Mekar I
Oma
Sutisna Transplanter 2014 1
4 Pasirjengkol 291
Gapoktan Sri
Unggul Mursyidi Transplanter 2019 1
5 Sarijaya 319
Kelp. Tirta Abadi
H. M.
Aang Transplanter 2019 1
Jumlah 5
Tabel 9. Data alsintan transplanter
19 H. Proses Penggilingan Gabah
Berikut ini diagram alir tahap penyusunan dari proses penggilingan gabah menjadi beras dan menghasilkan produk sampingan yaitu sekam, menir dan dedak.
Gambar 4. Alur proses penggilingan padi I. Mekanisme Kerja Mesin Penggiling Padi (RMU)
Penggilingan padi merupakan proses yang merubah gabah menjadi beras.
Proses penggilingan menggunakan gabah yang telah matang dipanen pada tingkat kadar air sekitar 22% sampai 25% basis basah. Gabah dengan kadar air diatas 22% tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih belum kering benar dan apabila dilakukan penggilingan kulit gabah sulit pecah dan terkupas. Oleh karena itu gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya berkisar 14% basis basah, yang biasanya dilakukan melalui proses penjemuran cahaya matahari kemudian dilakukan pembersihan. Sebelum gabah diproses untuk digiling, sebaiknya hasil pengeringan gabah diistirahatkan (tempering time) dengan cara mengangin- anginkan selama satu malam, keesokan harinya gabah siap digiling. Dalam pengoperasian mesin penggiling padi agar menjadi beras yang biasa kita konsumsi dapat melalui 2 tahapan mesin, yang pertama mesin pemecah kulit gabah yang kedua mesin pemutih/penyosoh beras
Gabah kering panen
Pengeringan cahaya matahari
Pembersihan antara gabah isi dan yang kosong
tempering time Dan
Sekam, menir dan dedak
Pengemasan Penimbangan Penggilingan
RMU
20
Sebelum mengengkol mesin kita perlu mengecek bahan bakar dan air terlebih dahulu, mesin pemecah kulit gabah akan memisahkan gabah dari Beras Pecah Kulit (BPK), beras dimasukan melalui hopper, pada proses ini terjadi pengupasan kulit padi dengan menggunakan rol terbuat dari karet dan kulit padi yang terkelupas akan terbuang melalui cerobong, sedangkan gabah yang sudah terkelupas tercampur dengan gabah yang belum terkelupas keluar bersamaan melalui output pada mesin pemecah kulit gabah, pada proses ini dilakukan 2x penggilingan untuk mendapatkan hasil yang baik, tahap selanjutnya yaitu mesin pemutih beras, berfungsi untuk membersihkan beras hasil pecah kulit dari kulit arinya atau biasa disebut dedak, beras pecah kulit dimasukan kedalam corong input/hopper, pada proses ini dapat diatur tingkat kebersihan beras, biasanya 2x penggilingan beras untuk mendapatkan hasil yang sempurna
Beras yang sudah bersih akan keluar dari bagian output atau saluran utama, sedangkan kulit ari atau dedak akan keluar dari saluran pipa dengan tekanan angin yang dihasilkan oleh mesin, Hasil dari penyosohan ini adalah beras putih yang bersih. Beras putih hasil proses penyosohan kemudian dipisahkan menurut kelompok mutunya yaitu beras utuh dan beras kepala sebagai mutu terbaik, beras patah sebagai mutu kedua, dan beras menir sebagai mutu ketiga.
Pemisahan dilakukan menggunakan alat pengayak bertingkat (sifter). apabila telah menjadi beras (kualitas baik), perlu dikemas dalam wadah yang tidak mudah rusak (karung), namun sebelumnya dilakukan penimbangan sebelum diberikan oleh konsumen hasil jasa giling padi, hasil dari penggilingan padi bisa menghasilkan produk sampingan yaitu dedak, menir dan juga limbah dari sekam.
J. Perawatan Mesin
Perawatan mesin dilakukan secara harian dengan membersihkan alat dari kotoran/sisa-sisa proses penggilingan serta memberikan pelumasan guna menghindari kerusakan komponen, perlindungan terhadap korosi, dan mempertahankan fungsi dari berbagai komponen. Selain perawatan harian, juga dilakukan perawatan mingguan dan bulanan. Perawatan mingguan yaitu melakukan pengecekan atau inspeksi pada komponen alat yang mungkin mengalami kerusakan. Kegiatan dapat berupa pengecekan baut-baut yang kendor, keadaan pisau sosoh, bantalan, dan inspeksi rutin pada alat. Perawatan bulanan yakni melakukan pengecekan kembali dengan seksama apakah ada hal yang terlewatkan dari pengecekan yang dapat menyebabkan kerusakan.
21
K. Perbandingan Rice Milling Unit di Desa Lemah Mulya
Di kecamatan Majalaya ini terdapat 7 Desa salah satu nya yaitu Desa Lemah Mulya yang terdapat RMU skala kecil dan RMU skala besar. Kegiatan dan kapasitas perbandingan RMU skala kecil dan besar tentu saja berbeda. RMU skala besar kegiatan proses kerja nya sangat luas dibandingkan dengan skala kecil, berdasarkan hasil wawancara dan survei lokasi, RMU skala besar ini adalah pengilingan padi dengan penjualan beras milik Pak Daman dengan nama perusahaan nya yaitu beras Sri Devi, penggilingan padi ini memiliki kapasitas 10 ton/hari dengan pendapatan 7 kwintal dedak dan 1 kwintal menir, sedangkan RMU skala kecil memiliki kapasitas 500kg/hari dengan pendapatan dedak dan menir yaitu 12kg.
Kegiatan penggilingan padi dimulai dengan pengeringan sampai pengemasan, pengeringan skala besar ini dilakukan dengan dua acara yaitu pengeringan menggunakan cahaya matahari dan pengeringan oven. Gabah yang melalui tahap pengeringan mempunyai syarat kadar air yaitu 14% dilakukan dengan cara menggigit gabah, pengeringan yang mempunyai hasil yang lebih bagus adalah pengeringan menggunakan pengeringan oven karena hasilnya rata, tidak perlu dibolak-balik seperti pengeringan yang menggunakan cahaya matahari ada beberapa hasil gabah nya yang pecah, pengeringan oven dilakukan dengan waktu sehari semalam 24 jam, pengeringan oven menghabiskan solar 8 liter dan 7 tabung gas elpiji.
Pada proses penggilingan padi dengan mesin molen atau yang biasa disebut mesin penggilingan gabah dilakukan dengan 2x proses, lalu tahap selanjutnya alat pengayak bertingkat, setelah itu menggunakan mesin inci atau mesin pemutih beras prosesnya dilakukan 2x agar hasilnya baik, lalu ditimbang menggunakan alat timbangan dan dikemas menggunakan karung, karung berisi dengan berat 50 kg, lalu beras dipasarkan ke pasar johar karawang dan juga keluar kota seperti Cipinang dan Jakarta, beras ini di jual dengan harga 8.800/kg, tenaga kerja berjumlah 15 orang di tempatkan masing-masing bagian yang berbeda.
22 L. Analisis Pendapatan
Analisis pendapatan jasa penggilingan gabah padi antara lain:
Harga penjualan 1kg
- Dedak = Rp. 3.000
- Menir = Rp. 4.000
- Jasa Giling gabah per kg = Rp. 600
Dalam 1 hari kapasitas penggilingan gabah padi maksimal sebanyak 500 kg. 500 kg gabah yang digiling menghasilkan 12 kg dedak dan 12 kg menir sebagai hasil samping yang didapat oleh pengusaha penggilingan gabah padi.
Penghasilan jasa penggilingan gabah padi per hari antara lain:
No Keterangan Banyak (kg) Biaya jasa atau jual/kg (Rp)
Total (Rp)
1. Jasa penggilingan 500 600 300.000
2. Dedak 12 3.000 36.000
3. Menir 12 4.000 48.000
A. Jumlah penghasilan jasa dan penjualan hasil samping 384.000
1. Solar 4 liter 5.150 20.600
B. Jumlah pengeluaran 20.600
Total pendapatan per hari (A-B) 363.400
Tabel 10. Analisis pendapatan
Pendapatan/bulan = Rp. 363.400/hari × 25 hari/bulan
= Rp. 9.085.000/bulan
Menurut wawancara pemiliki penggilingan padi total pendapatan/hari Rp 363.400 dan pendapatan/bulan Rp 9.085.000.
23 V. PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. RMU skala kecil berkapasitas 500kg/hari dan RMU skala besar berkapasitas 10ton/hari.
2. Dari data Rice Milling Unit di Kecamatan Majalaya di tahun 2020 terdapat 7 desa dengan total jumlah RMU ukuran sedang yaitu 23 dan yang ukuran kecil 25 buah mesin RMU.
3. Data Alsintan di Kecamatan Majalaya yang terdapat 7 desa dengan macam – macam alsintan-nya yaitu berupa mesin traktor, pompa air, combine harvester kecil, dan transplanter.
4. Didalam pengoperasian mesin proses penggilingan gabah menjadi beras tersedia 3 mesin penggilingan padi yaitu mesin Paddy Husker, Polisher dan alat ayakan.
5. Setelah penggunaan mesin penggilingan padi perlu diperhatikan pada perawatan mesin nya supaya mengurangi terjadinya kerusakan pada mesin tersebut.
6. Dalam usaha penggilingan jasa gabah menjadi beras, memperoleh produk sampingan yaitu dedak dengan sehari menghasilkan keuntungan dedak 12 kg dengan total Rp 36.000/hari.
7. Disamping penjualan sampingan juga memperoleh produk menir dari hasil gilingan beras yaitu 12kg dengan total Rp 48.000/hari.
8. Biaya solar untuk kebutuhan penggilingan menghabiskan 4 liter/hari dengan total Rp 20.000
9. Pendapatan Usaha yang diperoleh oleh usaha penggilingan padi skala kecil menetap di desa Lemah Mulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, dengan total pendapatan perhari Rp 363.400 sehingga perbulan menghasilkan Rp 9.085.000/bulan.
10. Membandingkan dengan Rice Milling Unit skala besar dengan 15 orang tenaga kerja sedangkan Rice Milling Unit skala kecil tidak memiliki tenaga kerja atau hanya seorang pemiliknya saja.
B. Saran
1. Apa yang dicapai saat ini agar kiranya dipertahankan oleh usaha penggilingan di Desa Lemah Mulya Kecamatan Majalaya dan terus meningkatkan pelayanan dimasa yang akan datang.
2. Diharapkan kepada pemilik usaha dalam melakukan proses hasil limbah sekam dari produksi penggilingan padi dengan demikian akan bertambah produksi limbah sehingga pendapatan usahapun bertambah.
24
DAFTAR PUSTAKA
Aisah., (2018) Analysis of the fuctional role of rice milling company on the welfare of rice farmers in the subdistrict buay madang timur district oku timur. Jurnal Aktual. Sumatera Selatan : STIE Trisna Negara . 47-66
Ariani, H., Murad, M., & Abdullah, S. H. (2017) Analisis teknis dan ekonomi rice mi- lling unit one phase (Studi Kasus Beleke Maju Kabupaten Lombok Barat N- usa Tenggara Barat). FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 2(1)
Hernawan, E., & Meylani, V. (2016) Analisis karakteristik fisikokimia beras putih,be- ras merah, dan beras hitam. Fakultas ilmu Kesehatan. Tasikmalaya Universitas Siliwangi
Mutiarawati, T. 2017. Penanganan pascapanen hasil pertanian. Workshop Sekolah Lapangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Bandung : Univer- sitas Padjajaran
Pratiwi, S. H. (2016). Pertumbuhan dan hasil padi (oryza sativa l.) sawah pada ber- bagai metode tanam dengan pemberian pupuk organik. Gontor Agriculture Teknologi Science Journal. Bogor : Universitas Djuanda. 2(2). 1-19
Putra, I. W., Setiyo, Y., & Aviantara, I. G. N. A. Kajian kualitas berat sosoh dari ber- bagai macam ukuran daya mesin penggiling. Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian Bali : Universitas Udayana 8(1). 130-137
Sembiring, H. 2015 Pedoman teknis gerakan penerapan pengelolaan tanaman ter- padu padi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertatanian.
Jakarta
Swastika, D.K., 2012 Teknologi panen dan pascapanen padi kendala adopsi dan kebijakan strategi pengembangan. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor
25 LAMPIRAN
- Lampiran Proses Gabah Menjadi Beras
1. Pengeringan cahaya matahari
2. Pembersihan antara gabah isi dan yang kosong
3. pengisian gabah kedalam baskom
4. Nyalakan mesin pemisah gabah dan masukan gabah kedalam hopper
5. Proses gabah didalam mesin 6. Gabah keluar dan ditampung dibaskom dengan pekerjaan 2x supaya hasil lebih bagus
7. Gabah keluar dari mesin 8. Dengan hasil output sekam 9. Nyalakan mesin pemutih beras dengan cara diengkol menggunakan tangan, hingga mesin menyala
26 - Lampiran Kegiatan PKL
10. Gabah yang sudah melalui tahap 2x proses pada mesin pemisah gabah lalu masukan kedalam hopper mesin pemutih beras
11. Hasil output dari mesin pemutih beras, menjadi beras berwarna putih, pekerjaan dilakukan 2x supaya hasil menjadi bagus
12. Mesin pemutih beras juga menghasilkan output dedak dan menir
13. Mesin pengayak
bertingkat untuk hasil beras digolongkan menjadi beras utuh, beras pecah kepala, dll
14. Beras melalui proses penimbangan 1kg karung berjumlah 50kg
15. Beras yang sudah di timbang lalu dikemas dan disimpan ditempat yang aman
27 Ruangan UPTD Pengelolaan
pertanian
Halaman luar UPTD Pengelolaan Pertanian
Kegiatan menyiram tanaman
Kegiatan seminar dari kesehatan ternak
Kegiatan membuang benda asing pada beras
Mengisi bensin pada TR2
Membuat rumah untuk burung hantu sebagai memangsa tikus
Menanam benih padi di sawah
Pengoperasian Traktor roda 4
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50