Penulisan laporan PKL ini dilakukan untuk memenuhi syarat mendapatkan nilai Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Program Studi Sarjana Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia. Ibu Dwi Rahmawati, selaku dosen pembimbing pada saat kerja lapangan di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung; Seluruh pegawai Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung telah banyak memberikan bantuan dan bimbingan kepada penulis selama melakukan kerja lapangan dan juga membantu penulis dalam usahanya mendapatkan data-data yang penulis perlukan.
Dalam laporan PKL ini disajikan beberapa kegiatan pelaksanaan kerja, temuan kendala atau permasalahan serta usulan solusi atas kendala atau permasalahan yang dihadapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung selama 2 bulan yaitu pada tanggal 16 April sampai dengan 9 Juni 2018. Penempatan PKL pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung tidak dialokasikan pada satu bagian melainkan pada seluruh seksi di lingkungan Kantor OJK Provinsi Lampung. Di kantor OJK Provinsi Lampung terdapat 4 seksi yaitu Seksi Pengawasan Perbankan, Seksi Sektor Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal, Seksi Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) dan Seksi Jasa Keuangan Syariah.
Pada kolom Industri Jasa Keuangan Syariah, penulis mengarsipkan data yang diterima dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK). Kata Kunci: PKL, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengawas perbankan, IKNB, pasar modal, EPK, Industri jasa keuangan syariah.
Latar Belakang
Khususnya pada Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan perusahaan tempat melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan memberikan komitmen penuh terhadap perusahaan dengan kompetensi yang dimilikinya.
Maksud dan Tujuan PKL
Membantu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dalam mengatasi permasalahan dan memperlancar kerja pegawai OJK.
Tempat PKL
Kegiatan pelaksanaan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada semester Genap yang berlangsung selama 2 bulan terhitung tanggal 16 April sampai dengan tanggal 9 Juni 2018. Waktu penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama 2 bulan sejak awal program Praktek Kerja Lapang (PKL). ) sampai dengan berakhirnya pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL). Jam kerja di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung adalah setiap hari Senin hingga Jumat pukul 07.10 hingga 16.15 WIB.
Rincian rencana kerja kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan pelaksanaan program Praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat dilihat pada Tabel 1.1 di bawah ini.
Sejarah Perusahaan 1 Latar Belakang OJK
- Fungsi, Tugas, dan Wewenang OJK
- Nilai-Nilai dan Asas OJK
- Strategi OJK Untuk Merealisasikan Visi dan Misi
- Hubungan Kelembagaan
Dalam pelaksanaannya, OJK mempunyai fungsi melaksanakan sistem pengaturan dan pengawasan terkait seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan. Kegiatan jasa keuangan di bidang asuransi, dana pensiun, lembaga keuangan, dan sektor jasa keuangan lainnya. Menetapkan peraturan mengenai tata cara pemberian perintah tertulis kepada lembaga jasa keuangan dan nasabah tertentu5.
Menetapkan aturan mengenai tata cara pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang keuangan. Melaksanakan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen dan tindakan lainnya terhadap lembaga jasa keuangan, pelaku dan/atau penunjang kegiatan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang keuangan 4. Menetapkan sanksi administratif terhadap pihak-pihak yang melanggar peraturan perundang-undangan di bidang keuangan sektor. sektor jasa keuangan.
Ketua Pelaksana Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya serta Anggota; Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya memimpin pengawasan bidang IKNB;
Hubungan OJK dengan BI
Pengawasan Terintegrasi
Perbedaan Pengawasan Sebelumnya dengan Pengawasan di Bawah OJK
Latar Belakang Diberlakukannya Pengawasan Terintegrasi
Lembaga pengawas harus tangguh dalam menghadapi krisis, mempunyai ketahanan dalam menghadapi krisis, mempunyai tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi yang tercermin dari biaya, mempunyai pembagian tanggung jawab dan fungsi yang jelas, serta mempunyai persepsi yang baik. di mata. kepada publik. Sistem pengawasan industri keuangan di negara lain Secara teoritis menurut “Buku Saku OJK Edisi 2” (2015, hlm. 55-57), menurut “Buku Saku OJK Edisi 2” (2015, hlm. 55-57) secara teoritis ada dua aliran dalam hal pengawasan terhadap lembaga keuangan. Di satu sisi, ada mazhab yang mengatakan bahwa pengawasan terhadap industri keuangan sebaiknya dilakukan oleh satu lembaga.
Di sisi lain, ada aliran yang berpendapat bahwa pengawasan terhadap industri keuangan lebih tepat dilakukan oleh beberapa lembaga. Alasan utama di balik kedua aliran ini adalah kesesuaian dengan sistem perbankan yang diadopsi oleh negara tersebut. Dari segi sistem, ada dua sistem perbankan yang berlaku, yaitu sistem perbankan komersial dan sistem perbankan universal.
Perbankan komersial, seperti yang diterapkan di Indonesia dan Amerika Serikat, dimana bank dilarang melakukan kegiatan usaha keuangan non-bank seperti asuransi. Berbeda dengan universal banking yang antara lain dianut oleh negara-negara Eropa dan Jepang yang memperbolehkan bank melakukan kegiatan usaha keuangan non-bank.
Satgas Waspada Investasi
Struktur Organisasi
- Pengaturan dan Pengawasan
Perbankan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan lembaga keuangan, termasuk lembaga, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam menjalankan kegiatan usaha. OJK merupakan lembaga yang dibentuk dengan tugas mengawasi industri keuangan, termasuk perbankan. OJK juga mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasannya. Tidak semua hal yang berkaitan dengan industri keuangan tunduk pada pengawasan OJK. OJK berwenang memberikan dan mencabut izin kegiatan komersial, menetapkan dan mengawasi aturan yang berlaku serta memberikan sanksi kepada lembaga apabila melakukan penyimpangan.
Tujuan
Kewenangan Peraturan dan Pengawasan Bank
Perbankan mempunyai kedudukan yang strategis yaitu mendukung kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan mencapai stabilitas sistem keuangan, sehingga perbankan sehat, transparan dan bertanggung jawab. Kekuasaan untuk mengatur (right to regulasi), yaitu menetapkan peraturan mengenai aspek-aspek perbankan dan kegiatan untuk mewujudkan perbankan yang sehat guna memenuhi pelayanan perbankan yang diinginkan masyarakat. Pengawasan bank secara langsung (pengawasan on-site) terdiri atas pengawasan umum dan pengawasan khusus dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai keadaan keuangan bank sehubungan dengan ketentuan yang berlaku, serta mengetahui apakah terdapat praktik tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha.
Kekuasaan untuk menjatuhkan sanksi (right to memaksakan sanksi), yaitu memberikan sanksi kepada bank sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan apabila bank gagal atau tidak menaati ketentuan tersebut.
Sistem Pengawasan Bank
Ketentuan Kelembagaan, Kepengurusan, dan Kepemilikan Bank
Tes Bakat (FPT) pada Bank Umum dan BPR Reguler h.
Ketentuan Kegiatan Usaha dan Beberapa Produk Bank a. Pedagang Valuta Asing Bagi Bank
Ketentuan Self Regulatory Banking
- Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan Pasar Modal .1 Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Penerapan manajemen risiko pada bank yang melakukan kegiatan pemberian kredit kepemilikan rumah dan kredit mobil. Selain mengatur dan mengawasi industri keuangan perbankan, OJK juga mengatur dan mengawasi Industri Keuangan Non Bank (NIB), seperti:
Perasuransian 1. Asuransi
Prinsip Asuransi
Peran Dana Pensiun
Kewajiban moral, perusahaan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawannya ketika mencapai usia pensiun; Kompetensi di pasar tenaga kerja, program pensiun sebagai bagian aset bagi karyawan dan perusahaan harus mempunyai daya saing dan nilai tambah. Tunjangan yang lebih baik, karyawan mempunyai tunjangan tambahan meskipun baru dapat menikmatinya ketika mencapai usia pensiun.
Kesinambungan pendapatan, bagi masyarakat yang bukan pegawai pada orang atau badan lain mempunyai kesempatan yang sama untuk mempersiapkan masa tuanya dengan menjadi peserta Dana Pensiun. Dengan meningkatkan kesejahteraan, pekerja mandiri dapat memanfaatkan dana pensiun sebagai alternatif tabungan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ketika mencapai usia pensiun.
Lembaga Pembiayaan
- Perusahaan Penjaminan
- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
- PT Pegadaian (Persero)
- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
- Pasar Modal
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global, mendorong ekspor nasional, termasuk pengembangan usaha mikro, dan mendukung pembiayaan industri yang menghasilkan barang dan jasa ekspor yang relatif baru dan baru. memerlukan pengembangan lebih lanjut. Sejauh ini, banyak lembaga keuangan yang membantu memenuhi kebutuhan perumahan melalui pinjaman kepemilikan rumah (HLO) jangka panjang. Penyelenggaraan jaminan sosial meliputi jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, hari tua, dan kematian melalui iuran wajib kerja.
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah lembaga keuangan yang khusus dibentuk untuk memberikan layanan pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan pada usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, mengelola simpanan, serta memberikan layanan konsultasi terhadap pengembangan usaha yang tidak bersifat mikro. hanya mencari keuntungan.
Pengertian Pasar Modal
Pengawas dan Pelaku dalam Pasar Modal
Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK)
Preventif
Penjelasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) Edukasi dan perlindungan konsumen dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan konsumen terhadap lembaga jasa keuangan (LJK) serta produk dan layanan yang ditawarkan oleh industri keuangan. Dalam undang-undang no. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK) kewenangan dan tugas OJK adalah melakukan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan (LJK) di sektor pasar modal, sektor IKNB, dan pengawasan terhadap sektor perbankan. Produk pendapatan tetap dimana produk tersebut menawarkan imbal hasil yang dijanjikan secara tetap dan tidak akan terpengaruh oleh risiko pergerakan harga pasar;
Berinvestasi merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan untuk mempersiapkan kesiapan finansial di masa depan. Pastikan perusahaan tersebut mempunyai izin sesuai peruntukannya dari salah satu instansi yang berwenang. Penjualan atau penawaran produk investasi dilakukan oleh para profesional pemasaran langsung atau bisnis dengan menggunakan sistem yang mirip dengan pemasaran berantai; (“Buku Saku OJK Edisi ke-2”, 2015, hal. 321).
Dana masyarakat tidak dicatat dalam rekening terpisah sehingga mudah digunakan secara tidak bertanggung jawab. Ciri utama penipuan berkedok investasi adalah tidak adanya dokumen izin sah dari regulator (pengawas). Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi (Edu-sos) yang terus digalakkan OJK, masyarakat diajak untuk semakin cerdas dalam menggunakan uang dan pendapatannya.
Mengelola perekonomian untuk masa depan bukanlah sesuatu yang rumit dan sulit untuk dilakukan. Biasanya perusahaan asuransi yang menerbitkan unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi kliennya 100% pada instrumen pasar uang. Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran, yang biasanya menempatkan portofolio saham dan obligasi dengan komposisi tertentu.
Investasi merupakan suatu usaha untuk mengeluarkan sejumlah atau uang tertentu pada suatu instrumen yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Dalam berinvestasi, ada dua hal yang perlu dipahami masyarakat, yaitu return yang ditawarkan dan tingkat risiko.
Pengertian
Kegiatan Usaha
Pengaturan, Pengawasan & Edukasi Perbankan Syariah
- Bidang Kerja
- Pelaksanaan Kerja
- Kendala Yang Dihadapi
- Saran
Untuk penjelasan lebih jelas mengenai pekerjaan pembuatan kartu nama untuk kantor, lihat Gambar 3.15.