LAPORAN PRAKTIKUM ENERGI DAN LISTRIK PERTANIAN
DISUSUN OLEH :
NAMA : DENDE NAJWA HANIZA
NIM : J1B020023
KELOMPOK : 3 (TIGA)
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MATARAM
2023
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini merupakan salah satu syarat kelulusan mata Kuliah Energi Dan Listrik Pertanian tahun Ajaran 2023/2024 Semester Genap, Fakultas Teknologi Pangan Dan Agroindustri, Universitas Mataram.
Mataram, 15 Maret 2023 Mengetahui,
Dosen Pengampu Praktikum Praktikan
Amuddin,S.TP.,M.Si NIP. 196512311989021001
Dende Najwa Haniza NIM:J1B020023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya laporan tetap Praktikum Energi Dan Listrik Pertanian ini dapat terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Mata Kuliah Energi Dan Listrik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.
Dalam kesempatan ini tidak lupa saya haturkan terima kasih kepada Dosen pengampuh praktikum yang telah membantu serta membimbing kami baik dalam praktikum maupun penyusunan laporan ini. Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya baik dari segi isi, penampilan, maupun pengetikannya. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini selanjutnya.
Akhirnya saya mengharap agar laporan ini dapat menjadi sumbangan ilmu pengetahuan bagi rekan-rekan yang lain dan juga dapat menambah pengetahuan kita khususnya di bidang teknik pertanian.
Mataram, 15 Maret 2023
Penulis
DAFTAR ISI
COVER...i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
ACARA I PANEL SURYA ... 1
BAB I PENDAHULUAN ...2
1.1 Latar Belakang ...2
1.2 Tujuan Praktikum ... 2
1.3 Manfaat Praktikum ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 3
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM...4
3.1 Waktu dan Tempat...4
3.2 Alat dan Bahan...4
3.3 Prosedur Kerja ... 4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...5
4.1 Hasil Pengamatan...5
4.2 Pembahasan...5
BAB V PENUTUP ... 8
5.1 Kesimpulan ...8
5.2 Saran...8
ACARA II HUBUNGAN PANEL SURYA DENGAN AKI ... 9
BAB I PENDAHULUAN ... 10
1.1 Latar Belakang...10
1.2 Tujuan Praktikum ... 10
1.3 Manfaat Praktikum ...10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM...13
3.1 Waktu dan Tempat...13
3.2 Alat dan Bahan...13
3.3 Prosedur Kerja ... 13
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...14
4.1 Hasil Pengamatan...14
4.2 Pembahasan...14
BAB V PENUTUP ... 14
5.1 Kesimpulan ... 17
5.2 Saran...17
ACARA III BIOREAKTOR ...18
BAB I PENDAHULUAN...19
1.1 Latar Belakang...19
1.2 Tujuan Praktikum...19
1.3 Manfaat Praktikum...19
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...20
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM...22
3.1 Waktu dan Tempat...22
3.2 Alat dan Bahan...22
3.3 Prosedur Kerja...22
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...23
4.1 Hasil Pengamatan...23
4.2 Pembahasan...23
BAB V PENUTUP...26
5.1 Kesimpulan...26
5.2 Saran...26
ACARA III LISTRIK PLN ... 27
BAB I PENDAHULUAN...28
1.1 Latar Belakang...28
1.2 Tujuan Praktikum...28
1.3 Manfaat Praktikum...28
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...29
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM...31
3.1 Waktu dan Tempat...31
3.2 Alat dan Bahan...31
3.3 Prosedur Kerja...31
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...32
4.1 Hasil Pengamatan...32
4.2 Pembahasan...32
BAB V PENUTUP...34
5.1 Kesimpulan...34
5.2 Saran...34
ACARA IV BIODIESEL ... 35
BAB I PENDAHULUAN...36
1.1 Latar Belakang...36
1.2 Tujuan Praktikum...36
1.3 Manfaat Praktikum...36
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...37
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM...38
3.1 Waktu dan Tempat...38
3.2 Alat dan Bahan...38
3.3 Prosedur Kerja...38
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...39
4.1 Hasil Pengamatan...39
4.2 Pembahasan...39
BAB V PENUTUP...40
5.1 Kesimpulan...40
5.2 Saran...40
DAFTAR PUSTAKA ...41
LAMPIRAN...43
ACARA I PANEL SURYA
1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara tropis yang hanya mengalami dua musim, panas dan hujan. Matahari akan bersinar sepanjang tahun, meskipun pada musim hujan intensitasnya berkurang. Kondisi iklim ini menyebabkan matahari dapat menjadi alternatif sumber energi masa depan di Indonesia. Selain, matahari, Indonesia juga mempunyai cadangan minyak dan gas bumi yang relatif banyak tetapi energi ini tidak terbarui. Tanpa pemakaian yang bijaksana suatu saat sumber tersebut akan habis.
Penggunaan energi surya di Indonesia masih sangat terbilang langkah kurang dari 5% total pemakaian energi nasional. Dengan kondisi yang sudah memprihatinkan gerakan hemat energi sudah merupakan suatu keharusan dengan cara menghemat bahan bakar dari fosil dan beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak terbatas. Sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti energi listrik.
Dalam pemanfaatan energi surya membutuhkan alat yang sering disebut dengan panel surya. Panel surya merupakan alat untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik, data parameter pada panel surya dapat diperoleh secara realtime dalam bentuk grafik. Oleh karena itu, pada praktikum ini dilakukan agar mengetahui lebih lanjut
tentang panel surya.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut : a. Mengetahui tentang panel surya.
b. Mengetahui prinsip kerja panel surya.
c. Mengetahui kelebihan dan kekurangan panel surya.
d. Mengetahui tentang pengaruh kemiringan pada panel surya.
1.3 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah sebagai berikut : a. Mahasiswa mampu mengetahui tentang panel surya.
b. Mahasiswa mampu mengetahui prinsip kerja panel surya.
c. Mahasiswa mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan panel surya.
d. Mahasiswa mampu mengetahui pengaruh kemiringan pada panel surya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Energi merupakan salah satu kebutuhan paling esensial bagi manusia. Pasalnya berbagai aktivitas manusia membutuhkan energi, penerangan, hingga penggerak transportasi. Tanpa energi aktivitas kehidupan manusia akan terganggu. Ketersediaan energi sangat terbatas dan tidak dapat diperbarui seiring bertambahnya jumlah penduduk energi global semakin tinggi. Salah satu inovasi dan pengembangan energi alternatif adalah energi surya(Astuti,dkk.2019).
Potensi energi terbarukan di Indonesia belum banyak dimanfaatkan untuk menjawab krisis minyak bumi (bahan bakar fosil). Salah satu potensi adalah surya atau solar cell dari tenaga matahari sebagai pembangkit listrik. Solar cell adalah alat yang dapat mengubah energi cahaya matahari langsung menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik. Terkadang istilah solar sel digunakan untuk alat yang akan menangkap energi dari cahaya matahari secara spesifik(Lubis.2007).
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan suatu proses, energi listriknya diperoleh dari suatu energi bentuk lain. Pembangkit listrik ini menggunakan fotovoltaik yang di mana sistem pembangkit listrik yang energinya bersumber dari radiasi matahari melewati konversi sel fotovoltaik. PLTS ini pencatu daya yang dapat dirancang untuk kebutuhan listrik maupun skala besar (Baddaruddin & Jonathan.2013).
Proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrik ini karena bahan material penyusun sel surya berupa semikonduktor. Dalam pembuatan dua jenis semikonduktor ini dimaksudkan untuk peningkatan konduktivitas atau kemampuan daya hantar listrik dan panas semikonduktor alami. Di dalam semikonduktor alami ini, elektron maupun hole memiliki jumlah yang sama. Gaya tolakan antara semikonduktor dapat menyebabkan aliran medan listrik yang dapat menyebabkan elektron di salurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari (Wulandari.2015).
Konstruksi sel surya dibuat dalam bentuk panel-panel yang dilapisi plastik atau kaca bening yang berukuran tertentu dan kedap air. Hal ini dikarenakan sel surya tersebut dari bahan yang mudah pecah dan berkarat. Penyerapan energi dari intensitas cahaya yang diterima oleh sel surya berbeda-beda tergantung dari posisi matahari dan cahaya yang akan mengani permukaan panel surya(As’ari.2012).
BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 Maret 2023, pukul 14.40 WITA – selesai, bertempat di Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan, dan di belakang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku, handphone, pulpen, dan panel surya.
3.3 Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja dari panel surya ini adalah sebagai berikut:
a. Siapkan alat dan bahan.
b. Disimpan panel surya dibawa sinar matahari.
c. Disambung kabel pada bagian-bagian panel surya d. Dicek panel surya berselang 5 menit.
e. Panel surya mengkonversi energi dsri matahari menjadi listrik.
f. Inverter mengubah listrik yang dihasilkan oleh panel surya dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC).
g. Energi digunakan untuk memberi daya pada peralatan listrik.
4.1 Hasil Pengamatan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Hasil pengamatan panel surya kecil/ Seri
NO WAKTU ENERGI
1. 0 7 volt
2. 10 8 volt
3. 20 9 volt
Tabel 2. Hasil pengamatan panel surya besar/ Palarel
NO WAKTU ENERGI
1. 0 1 volt
2. 10 17 volt
3. 20 21 volt
4.2 Pembahasan
Panel surya merupakan alat untuk pembangkit listrik yang dapat mengubah surya menjadi energi listrik. Alat ini disebut surya atau matahari atau sol karena matahari merupakan sumber cahaya yang terkuat yang dapat dimanfaatkan.
Pembangkit listrik menggunakan panel surya biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya.
Gambar 1.1 panel surya
Prinsip kerja panel surya adalah dimulai ketika pancaran sinar matahari yang tersusun dari foton menabrak atom semikonduktor silikon dari solar panel. Sehingga dapat menimbulkan energi besar yang mampu untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya. Elektron yang sudah terpisah serta memiliki muatan negatif akan bergerak ke
daerah konduktor dari material semikonduktor dan pada atom yang telah hilang elektronya maka strukturnya akan kosong yang disebut dengan hole bermuatan positif. Jika ada elektron bebas yang sifatnya negatif, maka pendonor elektron atau di sebut dengan semikonduktor. Antara daerah positif dan negatif dapat memunculkan energi yang kemudian akan mendorong elektron dan hole menjadi berlawanan. Di mana elektron akan jauh dari daerah negatif dan hole akan jauh dari daerah positif.
Gambar 1.2 prinsip kerja panel surya
Panel surya memiliki kelebihan seperti menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang diamana pemanfaatan panel surya yang paling terpenting adalah karena energi matahari merupakan sumber energi yang benar-benar terbarukan dan dapat dimanfaatkan di semua wilayah selain itu dapat tersedia setiap hari. Dengan adanya energi ini dapat mengurangi tagihan listrik karena dapat memenuhi sebagian energi listrik yang dihasilkan oleh tata surya. Selain itu panel surya ini juga memiliki kekurangan seperti biaya karena untuk membeli panel surya,inverter, batrai, kabel, dan untuk pemasangan harganya lumayan sangat membutuhkan biaya yang banyak.
Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh panel surya sangat mempengaruhi daya yang akan dihasilkan oleh sistem photovoltaic, semakin besar intensitas radiasi yang diterima maka daya yang dapat dihasilkan oleh sistem juga lebih besar karena energi matahari menjadi sumber utama dari pembangkitan menggunakan teknologi photovoltaic. Daya keluaran sistem photovoltaic dapat dilakukan dengan cara menggunakan peralatan kontrol tambahan. Sudut kemiringan paling tepat pada panel surya agar mendapatkan radiasi matahari lebih tinggi untuk setiap bulan dalam satu tahun besarnya bervariasi tergantung pada musim. Sudut pemasangan panel surya yang berpengaruh pada radiasi matahari yang dapat diterima panel merupakan sudut kemiringan (slope) dan sudut azimut modul fotovoltai.
Gambar 1.3 sudut kemiringan panel surya
5.1 Kesimpulan
BAB V PENUTUP
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
a. Panel surya merupakan alat untuk pembangkit listrik yang dapat mengubah surya menjadi energi listrik.
b. Prinsip kerja panel surya adalah dimulai ketika pancaran sinar matahari yang tersusun dari foton menabrak atom semikonduktor silikon dari solar panel dan elektron akan jauh dari daerah negatif dan hole akan jauh dari daerah positif.
c. Panel surya memiliki kelebihan yaitu menjadi salah satu sumber energi dan dapat menghemat tagihan listrik sedangkan kekurangan nya yaitu alat yang digunakan cukup terbilang mahal.
d. Sudut kemiringan paling tepat pada panel surya agar mendapatkan radiasi matahari lebih tinggi untuk setiap bulan dalam satu tahun besarnya bervariasi tergantung pada musim
5.2 Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu waktu yang digunakan untuk praktikum sebaiknya pada siang hari agar mendapatkan cahaya matahari yang sangat optimal.
ACARA II
HUBUNGAN PANEL SURYA DENGAN AKI
1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN
Listrik merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting, adanya listrik manusia mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam berbagai bidang yang menonjol seperti bidang teknologi elektronika. Hal ini dapat disebabkan penggunaan bahan bakar untuk pembangkit listrik konvensional dalam jangka waktu yang panjang akan menguras sumber minyak bumi, gas, dan batu bara yang semakin menipis dan juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Energi surya merupakan salah satu yang paling tepat untuk menggantikan energi fosil dikarenakan energi surya sangat mudah dan cepat dengan melalui radiasi matahari maka sudah bisa memenuhi kebutuhan energi.
Membuat suatu sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kebutuhan rumah tangga memerlukan perhitungan yang sangat tepat. Sehingga aki sangat dibutuhkan dalam sebuah sistem PLTS yang sangat berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya agar bisa digunakan pada malam hari. Agar aki mempunyai umur pakai yang panjang, hanya 50 % kapasitas aki yang diperbolehkan untuk dipergunakan. Oleh karena itu, pada praktikum ini dilakukan agar mengetahui lebih lanjut hubungan antara tenaga aki dan panel surya.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui percobaan pengecasan aki/batrai menggunakan panel surya.
b. Mengetahui prinsip kerja aki dengan panel surya.
c. Mengetahui hubungan antara aki dan panel surya.
1.3 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
a. Mahasiswa mampu mengetahui percobaan pengecasan aki menggunakan panel surya.
b. Mahasiswa mampu mengetahui kerja aki dengan panel surya.
c. Mahasiswa mampu mengetahui hubungan antara aki dan panel surya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Panel surya adalah sebuah piranti yang mampu mengubah secara langsung energi cahaya menjadi energi listrik. Proses energi ini terjadi melalui efek fotolistrik. Efek fotolistrik adalah peristiwa terpentalnya sejumlah elektron pada permukaan sebuah logam ketika disinari seberkas cahaya. Pada sel surya fotoan akan diserap oleh elektron akan terpental keluar menghasilkan arus dan tegangan listrik. Semakin besar intesitass cahaya matahari yang ditangkap oleh panel surya,maka semakin besar daya listrik yang dihasilkan (Yuwono,dkk.2021).
Sistem fotovoltaik atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mengubah energi elektromagnetik dari sinar matahari menjadi energi listrik. Pembangkit listrik berbasis energi terbarukan ini merupakan salah satu solusi yang direkomendasikan untuk listrik di daerah pedesaan terpencil di mana sinar mataharinya melimpah dan bahan bakar sulit didapat dan relatif mahal. Sistem tenaga surya terkonsentrasi memakai lensa atau cermin dan sistem pelacak surya (Ariyono.2019).
Komponen yang sangat penting adalah Solar Charge Controller (SCC). SCC adalah alat yang digunakan untuk mengontrol proses pengisian muatan listrik dari panel surya kedalam baterai (Aki) dan juga pengosongan muatan listrik dari baterai pada beban seperti inverter, lampu, TV dan lain-lain. Dengan adanya solar charge controller maka energi listrik yang telah dihasilkan oleh sel surya akan otomatis akan diisikan pada aki dan menjaga aki agar tetap dalam kondisi baik. Kemudian dari SCC juga energi dari sel surya dapat digunakan langsung.Baterai adalah alat untuk menyimpan muatan listrik. Jadi, pada saat sel surya mengkonversikan energi cahaya matahari menjadi energi listrik, maka energi listrik tersebut kemudian disimpan pada baterai yang kemudian akan digunakan. Secara garis besar, baterai atau aki dibedakan berdasarkan aplikasi dan kontruksi (Junaldy,dkk.2019).
Baterai atau aki salah satu komponen penyimpan energi listrik ini memiliki besaran arus listrik atau ampere yang berbeda-beda. Perbedaan ini yang kemudian memunculkan anggapan jika akumulator dengan ukuran ampere lebih besar akan menghasilkan listrik yang lebih bagus untuk menjaga arus listrik yang akan digunakan dalam kebnbutuhan sehari- hari.
Dalam pengisian aki memiliki beberapa komponen yang saling terkait dan memiliki fungsi masing -masing dalam proses pengisian arus listrik dan tegangan listrik yang akan digunakan (Musli.2021).
Tegangan atau sering kali orang menyebut dengan beda potensial (voltage) adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita menggerakkan muatan sebesar 1 C dari satu terminal ke terminal lainnya. Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi per satuan muatan. Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian (Rosman,dkk.2019).
BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 Maret 2023, pukul 14.40 WITA
– selesai, bertempat di Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan, dan di belakang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku, handphone, pulpen, dan Batrai aki.
3.3 Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja dari panel surya ini adalah sebagai berikut:
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Disimpan panel surya dibawah sinar matahari.
c. Disambung kabel pada bagian-bagian panel surya.
d. Dipasangkan kabel yang tersambung pada panel surya dengan aki.
e. Dicek berapa energi yang didapat.
f. Dicatat hasil yang didapat.
4.1 Pembahasan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Panel surya merupakan suatu perangkat yang terdiri dari kumpulan sel surya yang berfungsi untuk menyerap untuk menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Sel-sel surya umumnya tersusun dalam pola seperti kisi-kisi pada permukaan panel surya. Panel surya merupakan suatu perangkat yang digambarkan sebagai satu set modul photovoltaic yang merupakan rakitan sel surya yang saling berhubungan dan kemudian akan dipasang pada struktur pendukung seperti aki.
Aki (battery) merupakan alat penyimpan energi yang diisi oleh aliran DC dari panel surya Disamping menyimpan tenaga DC,aki juga berfungsi mengubah energi kimia menjadi aliran listrik. Supaya bisa bertahan lama dari pengisian dan pengeluaran arus listrik yang tidak terputus, umumnya aki deep-cycle yang dipakai pada system surya, aki pada mobil atau aki biasa tidak cocok untuk dipakai pada system tenaga surya.
Gambar 2.1 Arus Aki
Pada saat aki digunakan, elektrolit akan bereaksi dengan elektroda, sehingga menghasilkan arus listrik.Pada anoda, ion-ion hidrogen akan melepaskan elektron, sehingga anoda akan menjadi negatif. Pada katoda, ion-ion hidrogen akan mengambil elektron, sehingga katoda akan menjadi positif.Pada saat aki digunakan, elektron akan mengalir dari anoda ke katoda melalui kawat yang menghubungkan kedua elektroda tersebut.Elektron yang mengalir tersebut yang menghasilkan arus listrik. Pada saat aki digunakan, elektrolit akan bereaksi dengan elektroda, sehingga menghasilkan arus listrik.Sedangkan pada saat aki diisi ulang atau diisi daya, proses yang terjadi adalah proses yang sebaliknya dari proses pengisian aki, yaitu proses pengembalian elektron yang telah hilang dari anoda kembali ke anoda dan
pengembalian ion-ion hidrogen yang telah hilang dari katoda kembali ke katoda.Ada beberapa jenis aki yang digunakan, diantaranya:
a. Aki beku (lead-acid battery)
Gambar 2.2 Aki beku
Aki ini terdiri dari dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda yang terbuat dari plumbum (Pb) dan satu buah elektrolit yang terbuat dari asam sulfurat (H2SO4) yang mengandung ion-ion hidrogen. Aki ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan daya yang cukup tinggi, serta harga yang cukup murah.
b. Aki nickel-cadmium (NiCad)
Gambar 2.3 Aki nickel-cadmium
Aki ini terdiri dari dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda yang terbuat dari nickel (Ni) dan satu buah elektrolit yang terbuat dari kadmium (Cd) yang mengandung ion-ion hidrogen. Aki ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan daya yang cukup tinggi, serta harga yang cukup mahal.
c. Aki lithium-ion (Li-ion)
Gambar 2.4 Aki lithium-ion
Aki ini terdiri dari dua buah elektroda yaitu anoda dan katoda yang terbuat dari lithium (Li) dan satu buah elektrolit yang mengandung ion-ion lithium. Aki ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan daya yang cukup tinggi, serta harga yang cukup mahal.
d. Aki Nickel-metal-hydride (NiMH)
Gambar 2.5 Aki Nickel-metal-hydride
Aki ini memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan aki NiCad, serta lebih aman dan tidak memiliki efek memori.
e. Aki Lithium Iron Phosphate (LiFePO4)
Gambar 2.6 Aki Lithium Iron Phosphate
Aki ini stabil dalam pengoperasiannya.memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan aki Li-ion, serta lebih aman dan lebih
Arus listrik yang di hasilkan dari panel surya dengan aki merupakan arus listrik DC yang dimana arus listrik yang arahnya selalu tetap terhadap waktu. Arus listrik ini bergerak dari kutub yang selalu sama,yaitu dari kutub positif ke kutub negative. Aliran electron ini dapat menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang telihat mengalir dari kutub positif ke negative dan menghasilkan arus DC secara permanen. Sumber arus listrik ini paling banyak dikenal yaitu sumber listrik DC yang membangkitkan listrik secra kimia.arus DC memiliki kekurangan yaitu keterbatasan pemasukan listrik maka perlu melakukan isi ulang.
5.1 Kesimpulan
BAB V PENUTUP
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
a. Mengubah energi kimia menjadi aliran listrik. Supaya bisa bertahan lama dari pengisian dan pengeluaran arus listrik yang tidak terputus
b. Pada saat aki digunakan, elektrolit akan bereaksi dengan elektroda, sehingga menghasilkan arus listrik.Pada anoda, ion-ion 23lectron akan melepaskan 23lectron, sehingga anoda akan menjadi 23lectron. Pada katoda, ion-ion 23lectron akan mengambil 23lectron, sehingga katoda akan menjadi positif.
c. Arus listrik yang di hasilkan dari panel surya dengan aki merupakan arus listrik DC yang dimana arus listrik yang arahnya selalu tetap terhadap waktu pada aki.
5.2 Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu alat yang digunakan untuk praktikum lebih lengkap lagi.
ACARA III BIOREAKTOR
1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN
Bioreaktor atau dikenal juga dengan nama fermentor adalah sebuah peralatan atau sistem yang mampu menyediakan sebuah lingkungan biologis yang dapat menunjang terjadinya reaksi biokimia dari bahan mentah menjadi bahan yang dikehendaki. Reaksi biokimia yang terjadi di dalam bioreaktor melibatkan organisme atau komponen biokimia aktif (enzim) yang berasal dari organisme tertentu, baik secara aerobik maupun anaerobik. Sementara itu, agensia biologis yang digunakan dapat berada dalam keadaan tersuspensi atau terimobilisasi. Contoh reaktor yang menggunakan agensia termobilisasi adalah bioreaktor dengan unggun atau bioreaktor membrane.
Menurut John dan Tampion (1987) Dua komponen penting dalam bioreaktor adalah sel atau enzim (biokatalisator). Kondisi lingkungan bioreaktor memberikan lingkungan fisik sehingga sel/biokatalisator dapat melakukan interaksi dengan lingkungan dan nutrisi yang dimasukkan ke dalamnya. Optimasi bioproses dalam bioreaktor dapat dicapai dengan memasok yaitu dengan sumber energi, nutrisi, inokulum sel atau makhluk hidup yang unggul, dan kondisi fisikokimiawi yang optimal.
Reaksi biokimia yang terjadi di dalam bioreaktor melibatkan organisme atau komponen biokimia aktif (enzim) yang berasal dari organisme tertentu, baik secara aerobik maupun anaerobik (Ratledge 2001). Sementara itu, menurut Villadsen (2003) agensia biologis yang digunakan dapat berada dalam keadaan tersuspensi atau
terimobilisasi. Contoh reaktor yang menggunakan agensia terimobilisasi adalah bioreaktor membran. Keadaan yang mempengaruhi kinerja agensia biologis terutama temperatur dan pH. Sedangkan, untuk bioreaktor dengan menggunakan mikroorganisme, kebutuhan untuk hidup seperti oksigen, nitrogen, fosfat, dan mineral lainnya juga perlu diperhatikan . Pada bioreaktor yang agensia biologisnya berada dalam keadaan tersuspensi, sistem pengadukan perlu diperhatikan agar cairan di dalam bioreaktor tercampur merata (homogen). Seluruh parameter ini harus dimonitor dan dijaga agar kinerja agensia biologis tetap optimum.
Seperti yang sudah diketahui Praktikum bioproses kali ini yaitu akan membahas tentang bioreaktor. Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui alat dan komponen yang ada pada bioreaktor, kemudian untuk mengetahui prinsip kerja dan pengaplikasian pada bioreaktor atau fermentor. Adapun pengamatan yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu, gambar alat bioreaktor kemudian tulis keterangan atau fungsi dari setiap bagian yang ada pada alat bioreaktor.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pada praktikum ini yaitu untuk mengetahui energi dari bioreactor dan fungsi dari setiap komponen pada bioreactor.
1.3 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat pada praktikum ini yaitu mahasiswa mampu mengetahui energi dari bioreactor dan fungsi dari setiap komponen pada bioreactor.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Gas bio adalah campuran beberapa gas yang merupakan hasil fermentasi dari bahan organik dalam kondisi anaerob. Gas yang dominan adalah gas metan (CH4) dan karbondioksida (CO). Pembentukan gas bio dilakukan oleh mikroba pada situasi anaerob yang meliputi tiga tahap yaitu hidrolisis, pengasaman dan tahap metanogenik.
Pada tahap hidrolisis terjadi pelarutan bahan-bahan organik mudah larut dan pencernaan bahan organik yang komplek menjadi sederhana. Pada Tahap pengasaman komponen monomer (gula sederhana) yang terbentuk dalam proses hidrolisis akan menjadi bahan makanan bagi bakteri pembentuk asam. Produk akhir dari proses ini yaitu asam asetat, propionat, format, laktat, alkohol, butirat, gas karbon dioksida, hidrogen dan amoniak. Sedangkan dalam proses metanogenik terbentuklah gas metan.
(Asdhiyoga,dkk.2021) .
Bakteri anaerob yang berperan di dalam proses tersebut antara lain : bakteri pembentuk asam (Acidogenic bacteria) yang merombak senyawa organik menjadi senyawa yang lebih sederhana berupa CO2, H2S dan H2, dan bakteri pembentuk asam asetat (Acetogenic bacteria) yang merubah asam organik dan senyawa netral yang lebih besar dan metanol menjadi asetat dan hidrogen. (Jamaaluddin.2017).
Unit gas bio yang diperkenalkan kepada masyarakat ada tiga model yaitu model pertama dimana sebagian tangki pencerna berada di bawah permukaan tanah, model kedua seluruh tangki pencerna berada di bawah permukaan tanah dan model ketiga seluruh tangki pencerna berada dipermukaan tanah. Model pertama dan kedua memiliki kelemahan antara lain biaya pembuatan tinggi, memerlukan tempat yang luas dan apabila terjadi kebocoran pada dinding pencernaan sulit ditemukan.
Kelebihan dari kedua model ini adalah dapat menghasilkan gas bio dalam jumlah besar karena volume tangki pencernaan besar. Sedangkan model ketiga volume tangki pencernaan kecil, sehingga gas yang dihasilkan sedikit, tetapi unit peralatannya dapat dipindahkan ketempat yang diinginkan (Rapar,dkk.2016).
Penggunaan bioreaktor sebagai pilihan teknologi gas bio biasanya satu paket dalam suatu sistem pengolahan limbah terdesentralisasi (pengolahan limbah berbasis kawasan). Berbeda dengan pengolahan limbah berbasis individu dan berbasis terpusat yang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat atau tidak dengan pendekatan partisipasi. Pendekatan partisipasi adalah pelibatan fisik, mental, emosi, pikiran dan prilaku seseorang di dalam situasi kegiatan kelompok dan mengupayakan agar setiap orang berkontribusi sama dalam menentukan hasil kelompok dan dalam menyampaikan tanggapannya. (Gunawan.2020).
Pada penggunaan bahan dari kotoran hewan biasanya bahan tersebut berasal dari luar kota dan dalam jumlah terbatas serta hasil samping juga terbatas seperti pupuk saja. Dari segi sistem umumnya dari sistem berbasis individu dan berbasis terpusat yang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat. Dan dari segi disain, dimana disain yang dikembangkan kurang optimal, mudah bocor, sehingga tidak digunakan lagi oleh pemiliknya (Bahtiar.dkk.2015).
BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 Maret 2023, pukul 14.40 WITA
– selesai, bertempat di Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan, dan di belakang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku, handphone, pulpen, dan Bioreaktor yang telah disediakan.
3.3 Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja dari panel surya ini adalah sebagai berikut:
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Dipasangkan alat pada bioreactor.
c. Dicek berapa besar gas yang dihasilkan oleh bioreactor.
d. Catat hasil yang didapat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pembahasan
Fungsi dari setiap komponen bioreaktor menurut debra, et.,al (1997) yaitu tanki berfungsi untuk menampung campuran substrat, sel mikroorganisme, serta produk.
Volume tanki skala laboratorium berkisar antara 1 – 30 L, sedangkan untuk skala industri dapat mencapai lebih dari 1000 L. Sparger terletak di bagian bawah bioreaktor dan berperan untuk memompa udara, dan mencegah pembentukan gelembung oksigen.
Impeller berperan dalam agitasi dengan mengaduk campuran substrat dan sel. Impeller digerakkan oleh rotor. Baffle juga berperan untuk mencegah terjadinya efek pusaran air akibat agitasi. Sensor berperan untuk mengontrol lingkungan dalam bioreaktor. Kontrol fisika meliputi sensor suhu, tekanan, agitasi, foam, dan kecepatan aliran. Sedangkan, kontrol kimia meliputi sensor pH, kadar oksigen, dan perubahan komposisi medium.
Agitator berfungsi untuk mengaduk medium dan inokulum dalam tank hingga homogen, kondensor berfungsi untuk mendinginkan sistem tank agar tidak terlalu panas dimana sistem yang terlalu panas dapat membunuh inokulum dalam sistem. Probe atau bagian- bagian untuk memasukan kabel yang mengarah ke monitor untuk menyampaikan informasi dari tank kedalam monitor, kabel berfungsi sebagai salah satu indikator untuk menyampaikan informasi dari tank ke dalam monitor, probe khusus untuk menyambungkan pusat agitator yang disetting monitor ke dalam agitator dalam tank, port-port berfungsi untuk menyambungkan kabel dari tank ke monitor, monitor berfungsi untuk mengontrol kondisi tank seperti kecepatan agitasi, pH, temperatur dan DO (dissolved oxygen), alat setting serta pemberi informasi kondisi dalam tank, alat untuk mengontrol / memasukan larutan asam/ basa agar pH konstan, heating mantle atau jaket yang memberi panas agar kondisi temperatur tank tetap terjaga, stearer atau alat untuk memutar agitator, dudukan atau alas tempat berdirinya tank harus di perhatikan agar tidak terjadi hal yang di inginkan akibat dudukan tidak sejajar atau tidak sesuai, selang untuk masuk dan keluarnya air kondensor jika selang sobek maka air tidak akan sempurna bisa masuk pada kondensor dan suhu tidak akan dingin. Larutan asam dan basa berfungsi untuk mengatur pH sistem tank (debra, et.,al 1997), (Christael, et.,al.2007).
Menurut (Jetsuya et,.al.1992) Bioreaktor biasanya terbuat dari bahan stainless steel karena bahan tersebut tidak bereaksi dengan bahan-bahan yang berada dalam bioreaktor sehingga tidak menggangu proses biokimia yang terjadi. Selain itu, bahan tersebut juga anti karat dan tahan panas. Selain itu, bioreaktor juga harus dapat menciptakan lingkungan yang optimum bagi mikroorganisme ataupun reaksi yang
diinginkan maka diperlukan pengontrolan. Parameter yang biasa dikontrol pada bioreaktor adalah suhu (laju pertumbuhan dan pembentukan produk tergantung suhu, sehingga suhu dikendalikan misal dengan air pendingin atau sel tahan panas), pH (kecepatan reaksi enzimatis dan laju pertumbuhan terbaik pada pH optimal), substrat (sumber karbon dan nitrogen), aerasi, dan agitasi. Perancangan bioreaktor adalah suatu pekerjaan teknik yang cukup kompleks. Pada keadaan optimum, mikroorganisme atau enzim dapat melakukan aktivitasnya dengan sangat baik. Keadaan yang mempengaruhi kinerja agensia biologis terutama temperatur dan pH. Untuk bioreaktor dengan menggunakan mikroorganisme, kebutuhan untuk hidup seperti oksigen, nitrogen, fosfat, dan mineral lainnya perlu diperhatikan. Pada bioreaktor yang agensia biologisnya berada dalam keadaan tersuspensi, sistem pengadukan perlu diperhatikan agar cairan di dalam bioreaktor tercampur merata (homogen). Seluruh parameter ini harus dimonitor dan dijaga agar kinerja agensia biologis tetap optimum.
5.1 Kesimpulan
BAB V PENUTUP
Aplikasi bioreaktor pada awalnya hanya digunakan untuk memproduksi ragi,
ekstrak khamir, cuka, dan alkohol. Namun, alat
ini telah digunakan secara luas untuk
menghasilkan berbagai macam produk
dari makhluk hidup seperti antibiotik,
berbagai jenis enzim, protein sel tunggal, asam
amino, dan senyawa metabolit sekunder
lainnya. Selain itu, suatu senyawa juga dapat
dimodifikasi dengan bantuan mikroorganisme
sehingga menghasilkan senyawa
hasil transformasi yang berguna bagi manusia. Pengolahan limbah buangan industri
ataupun rumah tangga pun sudah dapat menggunakan bioreaktor untuk memperoleh hasil buangan yang lebih ramah lingkungan
5.2 Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu alat yang digunakan untuk praktikum lebih lengkap lagi.
ACARA IV BIODIESEL
1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN
Indonesia sebagai penghasil padi terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India. Produksi padi Indonesia pada tahun 2006 adalah 54 juta ton, kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (Organisasi Pangan dan Pertanian/FAO). Dengan suplai bahan baku yang melimpah maka produksi biodiesel dari minyak dedak amatlah menjanjikan. Bergantung pada varietas beras dan derajat penggilingannya, dedak padi mengandung 16%-32% berat minyak (Putrawan, 2006 dalam Hikmah dan Zuliyana, 2010). Sekitar 60%-70% minyak dedak padi tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan (non- edible oil) dikarenakan kestabilan dan perbedaan cara penyimpanan dedak padi (Goffman, dkk. 2003 dalam Hikmah dan Zuliyana, 2010). Minyak dedak padi merupakan salah satu jenis minyak berkandungan gizi tinggi karena adanya kandungan asam lemak, komponen-komponen aktif biologis, dan komponenkomponen antioksidan seperti: oryzanol, tocopherol, tocotrienol, phytosterol, polyphenol dan squalene (Goffman, dkk. 2003 dalam Hikmah dan Zuliyana, 2010). Tetapi dengan waktu penyimpanan yang cukup, kandungan asam lemak bebas dapat meningkat lebih dari 60%. Peningkatan asam lemak bebas secara cepat terjadi karena adanya enzim lipase yang aktif dalam dedak padi setelah proses penggilingan padi (Lakkakula, et al., 2004 dalam Hikmah dan Zuliyana, 2010). Asam lemak bebas tersebut dapat dikonversi menjadi biodiesel (metil ester) dengan esterifikasi 3 menggunakan alkohol. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa dedak merupakan bahan baku pembuatan biodiesel yang potensial.
Biodiesel dihasilkan dari minyak nabati dengan mengkonversi trigliserida menjadi metil ester melalui suatu proses yang disebut transesterifikasi. Proses ini berjalan lambat, sehingga membutuhkan katalis untuk mengurangi energi aktivasi, dan untuk selanjutnya mempercepat laju reaksi. Umumnya, katalis yang digunakan yaitu KOH dan NaOH (Renddy, 2011) Biodiesel perlu diuji sifat fisisnya untuk menghindari kerusakan pada mesin atau kerugian lain yang mungkin timbul selama penggunaan bahan bakar ini. Sifat biodiesel kemudian dibandingkan dengan standar kualitas bahan bakar diesel dengan menggunakan metode ASTM (American Standard Technology Methods). Uji tersebut meliputi kekentalan, titik lebur, titik nyala, conradson carbon residue, nilai kalor, serta warna.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui biodiesel sebagai energi.
1.3 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu mahassiswa mengetahui biodiesel sebagai energi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan yang diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewani. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam hayati, Indonesia memiliki banyak sekali sumber minyak nabati seperti biji karet yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan biodiesel. Selama ini hasil utama yang diambil dari tanaman karet adalah latex. Sementara biji karet masih belum banyak dimanfaatkan dan dibuang sebagai limbah. Minyak biji karet memiliki kandungan asam- asam lemak tidak jenuh mencapai 79,45% (Devita.2015).
Biodiesel bersifat biodegradable, hampir tidak mengandung sulfur, dan bahan bakar terbarukan, meskipun masih diproduksi dengan jalan yang tidak ramah lingkungan. Alternatif bahan bakar terdiri dari metil atau etil ester, hasil transesterifikasi baik dari trigliserida (TG) atau esterifikasi dari asam lemak bebas (Adhani,dkk.2016).
Bahan bakar biodisel menjadi lebih menarik karena manfaatnya terhadap lingkungan. Tanaman dan minyak nabati serta lemak hewani adalah sumber biomassa yang dapat diperbaharui. Saat ini, sebagian besar biodiesel muncul dari transesterifikasi sumber daya yang dapat dimakan, seperti lemak hewan, minyak sayur, dan bahkan limbah minyak goreng, dengan proses katalis kondisi basa. Namun, konsumsi tinggi katalis, pembentukan sabun, dan rendahnya hasil panen membuat biodisel saat ini lebih mahal daripada bahan bakar yang diturunkan dari minyak bumi (Kapuji,dkk.2021).
Dengan ketersediaan minyak bumi yang saat ini terbatas, menyebabkan perhatian terhadap penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar telah bangkit 1 2 kembali. Hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai minyak nabati memiliki potensi cukup besar sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel (Biodiesel), karena memiliki karakteristik yang serupa dengan bahan bakar mesin diesel yang berasal dari minyak bumi (Petroleum) (Hartoyo.2011).
BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 Maret 2023, pukul 14.40 WITA
– selesai, bertempat di Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan, dan di belakang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku, handphone, pulpen, dan Biodiesel.
3.3 Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja dari panel surya ini adalah sebagai berikut:
a. Disiapkan alat dan bahan b. Diperhatikan biodiesel
c. Dicatat apa yang berkaitan dengan biosiesel
4.1 Pembahasan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Biodiesel, umumnya dibuat melalui suatu proses kimia yang disebut reaksi transesterifikasiatau esterifikasi, yaitu suatu reaksi senyawa ester dan alkohol dengan menggunakan suatu katalisator.Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Bahan baku yang berpotensi sebagai bahan baku pembuat biodiesel antara lain: kelapa sawit, kedelai, bunga matahari, jarak pagar, tebu,alpukat dan beberapa jenis tumbuhan lainnya.Selain minyak nabati, bahan baku juga bisa dari lemak hewani, lemak bakas atau lemak daur ulang. Semua bahan baku ini mengandung trigliserida, asam lemak bebas (ALB), dan pencemar.
Secara kimia biodiesel termasuk dalam golongan mono alkil ester atau metil ester dengan panjang rantai karbon antara 12-20. Hal ini yang membedakannya dengan petroleum diesel (solar) yang komponen utamanya adalah minyak nabati merupakan bahan baku yang sangat potensial sebagai sumber biodiesel karena keberadaannya dapat diperbaharui.Minyak nabati yang digunakan harus dengan kadar asam lemak bebas (ALB) yang rendah (<1%). Bahan baku penunjangnya adalah alkohol. Alkohol yang digunakan sebagai pereaksi untuk minyak nabati adalah metanol, tetapi dapat juga etanol, isopropanol atau butil.Perlu diperhatikan kandungan air dalam alkohol tersebut, kandungan air yang tinggi akan menghasilkan biodiesel dengan kualitas rendah karena kandungan sabun, ALB dan trigliserida tinggi.
Dalam proses pembuatan biodiesel dibutuhkan katalis. Katalis diperlukan karena alkohol larut dalam minyak.Katalisator yang digunakan umumnya bersifat basa kuat, yaitu natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksisa (KOH), dan natrium metoksida.Katalisator yang dipilih tergantung pada minyak nabati yang digunakan.
Biodiesel memiliki beberapa kelebihan dibandingkan bahan bakar petroleum, diantaranya dapat diproduksi secara lokal dengan memanfaatkan sumber minyak/
lemak alami yang tersedia, proses produksi dan penggunaannya bersifat lebih ramah lingkungan dengan tingkat emisi CO, NO dan sulfur dan senyawa hasil pembakaran lainnya rendah, dan lebih mudah terurai di alam. Penggunaan biodiesel juga dapat mereduksi polusi tanah serta melindungi kelestarian perairan dan sumber air minum.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa biodiesel umumnya dihasilkan dari reaksi kimia transesterifikasi. Dengan menggunakan bahan baku minyak nabati, lemak hewani, lemak bakas atau lemak daur ulang.Bahan baku penunjangnya adalah alkohol. Dalam proses pembuatan biodiesel juga dibutuhkan katalis. Komposisi minyak nabati tergantung pada tanaman penghasil minyak tersebut. Kandungan ALB akan mempengaruhi akan mempengaruhi proses produksi biodiesel dan bahan bakar yang dihasilkan. Dilihat dari kebutuhan akan energi alternatif, prospek untuk pengembangan biodiesel sebagai bioenergi alternatif di Indonesia sangat prospektif. Biodiesel juga memiliki kelemahan.Minyak nabati mempunyai viskositas (kekentalan) 20 kali lebih tinggi dari bahan bakar diesel fosil sehingga mempengaruhi atomisasi bahan bakar dalam ruang bakar motor diesel.
Atomisasi yang kurang baik akan menurunkan daya (tenaga) mesin dan pembakaran mesin menjadi tidak sempurna.
5.4 Saran
Adapun saran pada praktikum kali ini adalah supaya peralatan lebih lengkap lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Jawoto,dkk.2019.Potensi Pengembangan Energi Baru Dan Energi Terbarukan Di Kota Semarang. Jurnal RIPTEK. Vol 13(2) : 177-186.
Lubis.,A. 2007. Energi Terbarukan Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol 8(2): 155-162.
Badaruddin., dan Jonathan. 2013. Studi Analisa Pembangkit Listrik. Jurnal Teknologi Elektro. Vol 4(3): 18-65.
Wulandari,dkk. 2015. Konversi Energi Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik Menggunakan Dioda Silikon 6a10 Mic. Jurnal FMIPA.Vol 2(1): 315-323.
As’ari. 2012.Desain Dan Kontruksi Sistem Kontrol Posisi Pada Panel Surya Dengan Menggunakan SPC. Jurnal Ilmiah Sains. Vol 12(1): 209-312.
Yuwono.S.,dkk.2021. Manfaat Pengadaan Panel Surya Dengan Menggunakan Metode On Grid. Jurnal Energi dan Kelistrikan. Vol 13(2) ; 161-171.
Ariyono.2019. Analisa Teknologi Fotovoltaaik Sebagai Distributed Generatorion (DG) Pada Sistem Distribusi Menggunakan Software Electric Transient And Analysis Program (ETAP). Jurnal Energy Elektrik. Vol 8(1) : 11-23.
Junaldy.M.,dkk. Rancang Bangun Alat Pemantau Arus Dan Tegangan Di Sistem Panel Surya Berbasis Arduino Uno. Jurnal Teknik Elektro. Vol 8(1) : 25-38.
Musli.N. 2021. Karateristik Batrai Sebagai Penyimpanan Energi Listrik Secara Spesifik.
Jurnal Teknologi Elektrik. Vol 6(1) : 135-146.
Rosman,dkk. 2019. Kaarateristik Arus Dan Tegangan Rangkaian Seri Dan Rangkaian Pararel Dengan Menggunakan Resistor. Jurnal Elktro .Vol 9(2): 40-67.
Asdhiyoga.,dkk. 2021. Kajian Pemanfaatan Potensi Energi Baru Terbarukan Setempat Untuk Meningkatkan Bauran Energi Baru Terbarukan Di Pulau Pusong,Nangroe Aceh Darussalam. Jurnal Ilmiah. Vol 13(2) : 231-242.
Jamaaluddin. 2017. Perencanaan Sistem Pentanahaan Tenaga Listrik Terintegrasi Pada Bangunan. Jurnal Elektrik. Vol 1(1) : 17-23.
Rapar., J,dkk. 2016. Perancanaan Sistem Transmisi Gokar Listrik. Jurnal Teknik Mesin.
Vol 5(1) : 275-283.
Gunawan.dkk.2020. Analisis Transien Pada Sistem Transmisi 150 Kv Riau Setelah Beroprasi PLTU Tenayan Raya Menggunakan Powerworld Simulator.
Jurnal Teknik. Vol 14(2): 231-235.
Bahtiar,dkk. 2015. Aplikasi Pembangkit Listrik Mikrohidro Untuk Penerangan
Lingkungan Masyarakat Di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.
Jurnal Aplikasi Ipteks. Vol 4(1) : 213-225.
Devita,L.2015. Biodiesel Sebagai Bioenergi Alternatif Dan Prospeftif. Jurnal Ekstensia.
Vol 9(2) : 261-314.
Adhani,dkk. 2016. Pembuatan Biodiesel Dengan Cara Adsorpsi Dan Transesterifikasi Dari Minyak Goreng Bekas. Jurnal Kimia. Vol 2(1) : 71-80.
Kapuji,dkk.2021. Proses Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah. Jurnal Chemtech.
Vol 3(2) : 21-45.
Hartoyo.2011. Dampak Kenaikan Harga Minyak Bumi Terhadap Ketersediaan Minyak Goreng Sawit Domestik. Jurnal Ketahanan Energi. Vol 4(2) : 245-591.
LAMPIRAN
Gambar panel surya Gambar aki
Gambar Generator Gambar multitester
Gambar Bioreaktor