Laporan Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Kacang Hijau
Disusun oleh:
Bilaady Imaniyah (9)
Bisma Zharfan Satryo Wibowo (10) Fikri Fathoni Sekozaki (14)
Jihan Salsabila (18) Muhammad Abdul Aziz (22)
SMAN 2 Depok
2023
DAFTAR ISI
Halaman Judul………..………i
Daftar Isi………...………. .ii
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………..…… 1
1.2 Tujuan Penelitian ………....…………..1
1.3 Rumusan Masalah..………..………..2
1.4 Manfaat Penelitian…..………..……….2
1.5 Hipotesis……….2
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Mengenai Pertumbuhan Kacang Hijau……….3
2.2 Teori Mengenai Media Tanam 2.2.1 Media Tanam Tanah………3
2.2.2 Media Tanam Kapas………4
2.3 Objek Penelitian……...4
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian 3.1.1 Variabel Kontrol………...5
3.1.2 Variabel Bebas………...………...5
3.1.3 Variabel Terikat..………..5
3.2 Alat dan Bahan…….……..………..………..……….5
3.3 Langkah Kerja…..………..………..………..……….5
3.4 Lokasi dan Waktu…...………..………...6
BAB 4 HASIL PENGAMATAN 4.1 Tabel Pengamatan………..………..7
4.2 Pembahasan dari Data Hasil Pengamatan………9
BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan……….10
5.2 Saran………...10
DAFTAR PUSTAKA….………..….11
LAMPIRAN………..12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan dua proses penting dalam kehidupan mereka. Pertumbuhan mencakup peningkatan jumlah sel dan volume sel yang tidak dapat mengurang kembali. Sementara itu, perkembangan adalah perjalanan tumbuhan menuju kedewasaan tanpa pengukuran langsung.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal mencakup nutrisi, suhu, cahaya, air, dan kelembaban, sementara faktor internal melibatkan gen dan hormon.
Selain itu, media tanam juga memiliki peran penting dalam perkecambahan biji. Media tanam seperti tanah, air, kompos, dan lainnya dapat mempengaruhi proses perkecambahan biji. Setiap media tanam memiliki unsur dan struktur yang berbeda, yang dapat memberikan pengaruh yang beragam terhadap pertumbuhan biji. Dalam penelitian, biji kacang hijau dipilih sebagai objek untuk memahami pengaruh berbagai jenis media tanam terhadap pertumbuhan biji tersebut.
Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, serta peran media tanam dalam perkecambahan biji, kita dapat meningkatkan pemahaman tentang proses pertumbuhan tumbuhan secara keseluruhan. Penelitian ini berpotensi memberikan informasi berharga bagi bidang pertanian, perkebunan, dan ilmu pengetahuan tentang tanaman, sehingga dapat membantu dalam mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen secara efisien dan berkelanjutan.
1.2
Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui pengaruh media tanam (tanah dan kapas) terhadap kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau
2. Untuk mengetahui media tanam mana yang lebih baik dalam segi pertumbuhan tanamannya
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan suatu permasalahan berikut:
1. Adakah pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kacang hijau?
2. Bagaimana pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan kacang hijau?
3. Media tanam manakah yang lebih baik dalam segi pertumbuhan tanamannnya?
1.4 Manfaat Penelitian
1. Mengetahui pengaruh media tanam terhadap laju pertumbuhan kacang hijau
2. Mengetahui faktor apa saja yang membedakan media tanam 3. Mampu memilih media tanam yang sesuai bagi tumbuhan
1.5 Hipotesis
1. Kecepatan pertumbuhan kacang hijau di setiap media tanam berbeda – beda
2. Kacang hijau akan lebih cepat tumbuh di media tanam tanah yang subur dibandingkan dengan media tanam kapas
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Mengenai Pertumbuhan Kacang Hijau
Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula).
Sedangkan perkembangan merupakan proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible.
Pertumbuhan pada tanaman melalui tiga tahap, yaitu perkecambahan, pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder. Perkecambahan dimulai dengan masuknya air ke dalam biji dan berakhir masa dormasi pada biji atau ditandai dengan munculnya akar dan batang pertama kali. Perkecambahan dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal dan epigeal.
Perkecambahan pada tanaman kacang hijau termasuk kedalam perkecambahan epigeal, yaitu pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebaban kotiledon dan plumula keluar ke atas tanah.
Kemudian, tahap pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan pada embrio, ujung batang, dan ujung akar. Selanjutnya, tahap pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan aktifitas kambium yang membentuk xylem sekunder dan floem sekunder.
2.2 Teori Mengenai Media Tanam 2.2.1 Media Tanam Tanah
Sebagian besar kegiatan pertanian dan pertamanan sampai saat ini masih bergantung kepada tanah. Mahluk-mahluk hidup di dalam tanah membantu memecah materi sisa tumbuhan dan bangkai hewan menjadi zat hara, yang kemudian diserap oleh akar tumbuhan.
Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu, dari penampung vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah
Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik.
Semakin gelap warna semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organik rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Di daerah yang mempunyai sistem darinase (serapan air) buruk, warna tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat didalam tanah berbentuk Fe 2+.
2.2.2 Media Tanam Kapas
Kandungan dominan kapas terdiri atas serat – serat tumbuhan (selulosa). Sedangkan zat – zat hara lainnnya sangat sedikit. Alasan utama pemakaian kapas sebagai media tanam adalah karena kapas dapat menjaga kelembapan yang lebih lama dan lebih baik daripada media tanah, sehingga kacang hijau yang ditanam di media kapas dapat tumbuh lebih cepat daripada di tanah. Selain itu terkstur kapas yang lembut sangat cocok untuk akar tanaman kacang hijau yang masih muda dan lemah sehingga akar muda tersebut dapat berkembang lebih baik untuk jangka waktu tertentu.
Kekurangannya adalah kapas tidak mengandung unsur – unsur hara yang dapat mendukung kehidupan tanaman dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, jika tanaman kacang hijau ingin bertahan hidup lebih lama, maka tanaman tersebut harus segera dipindahkan ke media lain, tanah misalnya, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
2.3 Objek Penelitian
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan) Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus radiatus L.
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm. Cabangnya menyamping pada bagian utama,
berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya.
Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Variabel Penelitian 3.1.1 Variabel Kontrol
Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah kotak plastik, kecambah atau tanaman kacang hijau, sinar matahari, jumlah tanaman, jumlah air yang disiramkan, suhu, dan kelembapan
3.1.2 Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media tanam untuk menanam kacang hijau, yaitu tanah dan kapas
3.1.3 Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecepatan tumbuh dan berkembang kecambah kacang hijau
3.2 Alat dan Bahan
Berikut beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian kali ini, a. 2 Tempat kotak plastik bening
b. Kapas c. Tanah d. Pupuk
e. 20 Biji kacang hijau f. Air
3.3 Langkah Kerja
Setelah alat dan bahan yang dibutuhkan siap, langkah selanjutnya adalah mengerjakan beberapa hal yang diperlukan dalam penelitian ini
1. Rendam biji – biji kacang hijau selama kurang lebih 3 jam untuk menetukan biji mana yang layak digunakan sebagai objek penelitian
2. Basahi kapas dengan air hangat (jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit) 3. Masukkan kapas yang sudah dibasahi ke dalam kotak plastik pertama dan masukkan tanah serta pupuk ke dalam kotak plastik kedua dengan jumlah yang sama
4. Taruh 10 biji kacang hijau yang sudah direndam di kotak plastik pertama dan taruh sisanya di kotak plastik kedua serta pastikan jarak antar biji tidak terlalu dekat
5. Simpan kedua kotak plastic yang berisi biji kacang hijau di lokasi yang sama dan sirami dengan volume air yang sama juga
6. Amati pertumbuhannya setiap hari dan catat tinggi masing – masing kacang hijau
3.4 Lokasi dan Waktu
Penelitian kami lakukan dari hari Minggu tanggal 13 Agustus 2023 sampai Minggu tanggal 27 Agustus 2023 di rumah Bisma
BAB 4
HASIL PENGAMATAN
4.1 Tabel Pengamatan
Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman Kacang Hijau dengan Tanah
Hari
Ke Tinggi Tanaman Nomor Tinggi
Rata- Rata
Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Belum ada
pertumbuhan
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Belum ada
pertumbuhan
3 1 5 4 5 0 5 4 3.5 3 2.5 3.2 Sudah muncul
bakal daun
4 6 9.5 8 9.5 0 10 8.5 8 8 4 7.15 Sudah terbentuk
daun
5 10 13 11 12 0 14.5 11.5 11.5 12 6 10.15 Perumbuhan
daun semakin lebar
6 13.5 16 14 14.5 0 17.5 15 15 14.5 8 12.8 Pertumbuhan
semakin tinggi
7 16.5 17.5 15.5 16 0 19.5 17.5 17.5 16 10 14.6 Pertumbuhan
semakin tinggi dan daun semakin lebar
8 18.5 19.5 18 18.5 0 22 20 20 19 13 16.85 Pertumbuhan
semakin tinggi dan daun semakin lebar
9 19 20 19 19 0 23 21 21 20 15 17.7 Pertumbuhan
semakin tinggi
dan daun semakin lebar
10 20 21 21 20 0 24.5 22 22 22.5 17 19 Muncul cabang
daun
Tabel Pengamatan Tinggi Tanaman Kacang Hijau dengan Kapas
Hari
Ke Tinggi Tanaman Nomor Tinggi
Rata- Rata
Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Belum ada
pertumbuhan
2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Belum ada
pertumbuhan
3 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0.4 Sudah tumbuh
bakal akar
4 0 0 0 0 5 6 4 5 0 0 2 Beberapa kacang
hijau sudah muncul daun
5 0 0 0 0 7.5 10 6.5 9 0 4.5 3.75 Pertumbuhan
semakin tinggi
6 0 0 0 0 9 12.5 8.5 10.5 0 7 4.78 Masih banyak
kacang hijau yang belum
tumbuh
7 0 0 0 0 10 14 10 13 5 8.5 6.05 Pertumbuhan
semakin tinggi
8 0 0 0 0 11 16.5 12 15.5 7 10 7.2 Pertumbuhan
semakin tinggi dan daun semakin lebar
9 4 0 0 0 11.5 18.5 13.5 16.5 9.5 11 8.45 Pertumbuhan
semakin tinggi dan daun semakin lebar
10 7 0 0 0 12 19 14 16.5 10 11 8.95 Tumbuh
pasangan daun baru di salah satu kacang hijau
4.2 Pembahasan dari Data Hasil Pengamatan
Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tanaman kacang hijau yang ditanam di media tanam tanah memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di media tanam kapas. Ini dapat dilihat dari berbagai parameter pertumbuhan yang diamati.
1. Tinggi Tanaman:
Tanaman kacang hijau yang ditanam menggunakan tanah menunjukkan peningkatan tinggi yang lebih signifikan selama periode penelitian.
Pertumbuhan yang lebih tinggi ini dapat diatribusikan kepada media tanam tanah memiliki lebih banyak unsur – unsur dan zat hara yang terkandung di dalamnya, ketimbang
dengan media tanam kapas 2. Jumlah dan Luas Daun:
Tanaman yang ditanam menggunakan tanah memiliki jumlah daun yang lebih banyak dan luas daun yang lebih besar dibandingkan dengan yang menggunakan kapas. Hal ini menunjukkan bahwa unsur – unsur zat hara memungkinkan tanaman untuk menghasilkan lebih banyak daun dan memperluas area permukaan daun.
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari data hasil pengamatan di atas, dapat disimpulkan bahwa dari 20 tanaman yang dilakukan penanaman menggunakan media tanam tanah dan kapas, memiliki pertumbuhan tinggi yang berbeda - beda. Namun perbedaan tinggi yang terjadi pada tanaman 1-10 tidak terlalu signifikan, yang mungkin dapat disebabkan oleh faktor faktor seperti: genetik biji kacang hijau/kualitas biji kacang hijau, perbedaan sedikit volume air dalam penyiraman, dan intensitas cahaya yang didapat.
Kemudian, yang dapat disimpulkan dari penggunaan media tanam yang berbeda, yaitu tanah dan kapas, bahwa terlihat adanya variasi dalam pertumbuhan tanaman. Dalam kasus pertumbuhan menggunakan media tanam menggunakan kapas, terdapat berbagai kendala yang menghambat proses penanaman.
Tumbuhan tidak mengalami peningkatan tinggi yang signifikan, bahkan ada banyak tanaman kacang hijau yang mengalami kegagalan. Berbeda halnya dengan penggunaan media tanam menggunakan tanah, di mana pertumbuhan tanaman kacang hijau menjadi lebih optimal. Meskipun terdapat satu kegagalan dalam kasus ini, mayoritas tanaman menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih baik daripada yang ditanam menggunakan media kapas.
Jadi dari hasil tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan dimana penggunaan media tanam tanah lebih baik dan lebih optimal dibandingkan media tanam kapas yang apabila dikaitkan dengan teori di atas, tanah memiliki unsur - unsur dan zat hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman mendapat nutrisi yang lebih maksimal dibandingkan dengan jika menggunakan media tanam kapas, dan pada media kapas pun apabila tanaman telah tumbuh lebih besar harus dipindahkan ke media tanam lain agar tanaman dapat mendapatkan suplai - suplai dan asupan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman,
5.2 Saran
Sebaiknya, penyiraman tanaman kacang hijau di kedua media tanam dijadwal dan ditakar, agar lebih terkontrol. Selain itu biji kacang hijau seharusnya dipilih agar lebih sedikit yang gagal tumbuh
DAFTAR PUSTAKA
https://dokumen.tips/documents/karya-ilmiah-tentang-pengaruh-media-tanam-pada- pertumbuhan-kacang-hijau.html?page=9
https://www.academia.edu/11365336/Pengaruh_Media_Tanam_Terhadap_Pertumbuhan_dan _Perkembangan_Tanaman_Kacang_Hijau
http://vao07.blogspot.com/2016/05/laporan-penelitian-biologi-pengaruh.html https://slideplayer.info/slide/3330885/
LAMPIRAN
Media Tanam Kapas Media Tanam Tanah
(Tidak ada foto)