BAB I PENDAHULUAN I.2 Latar Belakang
Kemajuan elektronika ini menjadi suatu tantangan bagi dunia industri atau pabrik.
Karena persaingan industri semakin meningkat maka efisiensi produksi umumnya dianggap sebagai kunci suskses perusahaan. Oleh karena itu untuk mengendalikan proses produksi yang berkesinambungan dengan kualitas produk yang terjamin serta memiliki daya saing yang tinggi dengan industry lainnya diperlukan mesin-mesin berteknologi tinggi dengan sistem pengendalian otomatis berbasis elektronika (Pandu, 2007).
Perkembangan zaman yang demikian memaksa dunia industri untuk terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi dengan cara menggantikan mesin konvensional dengan mesin yang lebih modern, lebih mudah dalam perawataannya, pengoperasiannya maupun dalam kemudahan untuk melakukan modifikasi sistem bila diperlukan dikemudian hari (Pandu, 2007).
PT. Indo-Rama Synthetics., Indorama Teknologies Complex yang merupakan salah satu perusahaan tekstil yang berskala internasional, menggunakan mesin Roving Stripper untuk meningkatkan efisiensi produksi. Mesin ini digunakan untuk melepas sisa benang roving yang masih menempel pada bobbin.
Dari latar belakang yang telah penulis paparkan diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil topik untuk pembuatan Laporan Kerja Praktik dengan
judul “MANAJEMENT PEMELIHARAAN MESIN ROVING STRIPPER DI PT. INDO- RAMA SYNTHETICS TBK., INDORAMA TEKNOLOGIES COMPLEX” agar memahami manajement pemeliharaan pada mesin roving stripper serta mengetahui prinsip kerjanya.
I.3 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dari dilakukannya PKL (Praktik Kerja Lapangan) yaitu, sebagai mahasiswa/i D4-Teknik Otomasi Industri, agar memiliki kemampuan secara profesional untuk mengenal suasana serta lingkungan dunia kerja dan mampu menyelesaikan masalah- masalah dalam dunia kerja terkait bidang otomasi industri denganbekal ilmu yang diperoleh selama masa kuliah.
Sedangkan tujuan dilaksanakannya Praktik Kerja Lapangan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dilaksanakannya PKL ini menghubungkan kebutuhan antara intansi pendidikan, tuntutan pekerjaan dan dunia kerja industri melalui :
a.Mengetahui gambaran umum mengenai lingkungan kerja di dpartement Instrument di PT. Indo-Rama Synthetics Tbk,. IndoRama Teknologies Complex.
b.Mengetahui dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama waktu berlangsung sebagai mahasiswa/i PKL di dpartement Instrument di PT. Indo- Rama Synthetics Tbk,. IndoRama Teknologies Complex.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari PKL yang dilaksanakan di dpartement Instrument di PT. Indo-Rama Synthetics Tbk,. IndoRama Teknologies Complex ialah sebagai berikut :
a.Mengetahui prinsip kerja dari mesin Roving Stripper.
b.Mengetahui komponen utama yang digunakan pada mesin Roving Stripper.
c.Menganalisis pemeliharaan pada mesin Roving Stripper.
I.4 Manfaat
I.4.1 Bagi Mahasiswa
Adapun manfaat dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan adalah sebagai berikut:
1.Memahami atau mengetahui kebutuhan pekerjaan ditempat kerja praktik.
2.Menyesuaikan (menyiapkan) diri dalam menghadapi lingkungan kerja setelah menyelesaikan studynya.
3.Mengetahui atau melihat secara langsung penggunaan atau peranan teknologi terapan ditempat kerja praktek.
4.Menyajikan hasil-hasil yang diperoleh selama kerja praktek dalam bentuk laporan praktek kerja lapangan.
5.Diharapkan dapat menggunakan hasil atau data-data yang diperoleh pada praktek kerja lapangan untuk dapat dikembangkan menjadi tugas akhir
I.4.2 Bagi Lembaga Pendidikan
1.Menjalin hubungan dan kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dan perusahaan dalam mengembangkan SDM dan teknologi.
2.Mendapat informasi terkait kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan manajemen dan teknologi industri.
I.4.3 Bagi Perusahaan
1. Wujud pengabdian kepada masyarakat.
2. Menjadi sarana pendidikan di luar lembaga pendidikan.
3. Dapat membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan.
4. Dapat menyaring tenaga kerja yang profesional dan berkualitas.
I.5 Waktu dan Tempat Kerja Praktek Industri
Kegiatan kerja praktek Industri ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan rincian sebagai berikut:
1.Waktu Pelaksanaan : 03 Juli 2017 s/d 05 Agustus 2017 2. Nama Industri : PT. Indo-Rama Synthetics Tbk,. Indo
Rama Teknologies Complex
3. Ala ma t : Jl. Raya Subang Ds. Cijaya km. 6, kec.
Cempaka Purwakarta 41181, Jawa Barat, Indonesia I.6 Rumusan Masalah
1. Bagaimana prinsip kerja mesin Roving Stripper
2. Komponen apa saja yang digunakan pada mesin Roving Stripper 3. Bagaimana perawatan pada mesin Roving Stripper
I.7 Batasan Masalah
Penulisan laporan ini, penulis membatasi masalah dari pembahasan yaitu hanya membahas fungsi dan prinsip kerja mesin Roving Stripper di PT. Indorama.
I.8 Metode Pengumpulan Data
Metode yang penulis gunakan dalam pengumpulan data untuk membuat laporan kerja praktik dilakukan dengan cara:
1.Studi Literatur; Pengumpulan data diperoleh dari melihat literatur dan tinjauan pustaka yang ada sehingga mendapatkan data yang faktual.
2.Studi Lapangan; Data diperoleh dengan cara wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan karyawan yang berwenang mengenai masalah yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan kerja praktek selain itu data juga dapat diperoleh secara observasi langsung dari lapangan.
I.9 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan ini disusun menjadi 4 bab, yaitu yang terdiri dari sebagai berikut :
1.Bab I Pendahuluan; Bab ini membahas tentang latar belakang, tujuan, rumusan masalah, batasan masalah, metode pengumpulan data, serta sistematika penulisan.
2.Bab II Tinjauan Perusahaan; Bab ini berisi tentang sejarah, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, divisi lingkungan, ruang lingkup,
deskripsi jabatan, landasan teori yang digunakan sebagai pendukung dalam membahas tentang prinsip kerja mesin Roving Stripper, serta prosedur
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan
Perusahaan ini mulai didirikan pada tahun 1974 atas prakarsa Mr. Mohanlal Lohia, seorang pengusaha yang berasal dari India, yang telah mempunyai pengalaman luas di Mancanegara (Jepang, Italy, Myanmar, Singapura, Hongkong dan Thailand) dalam bidang perdagangan tekstil sejak tahun 1947.
Pada tahun 1975, pabrik pemintalan benang (Spinning 1) mulai dibangun, yang berlokasi di Desa Ubrug Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta diatas tanah seluas 10,8 Ha dengan luas bangunan 9,918 M2 . Kemudian pada tahun 1976, pabrik pemintalan benang (Spinning 1) telah selesai dibangun, dan mulai berproduksi komersial pada bulan September 1976, dengan jumlah karyawan +600 orang.
Pada tanggal 01 Mei 1997, Mr. Prakash Lohia sebagai wakil Presiden Direktur PT.
Indo-Rama Synthetics Tbk. Menghadap Notaris Dr. H. E Gewang dengan maksud untuk membangun sebuah pabrik industry pemintalan, polyester staple fiber dan polyester filament yang berlokasi di Desa Cijaya Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta dengan nomor notaris 1.
Kemudian berdasarkan akta pendiriran dari notaris tersebut, PT. IndoRama Synthetics Tbk,. Indo-Rama Teknologies Complex mendapat persetujuan dari Menteri Negara Penggerak Dana Investasi / Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan nomor : 368/1/PMDN/1997 dan nomor proyek dengan
nomor : 3211/3513-02-013.629 pada tanggal 18 Juni 1998. Sehingga dapat dimulai pembangunan pabrik industry pemintalan, polyester staple fiber dan polyester filament yang luasnya +48Ha. Pabrik pertama yang dibangun adalah Sewing Thread, Unit yang memproses benang jahit dan mulai beroperasi pada bulan Desember 1998.
Sejalan dengan keberadaannya,PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk. Sekarang menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang memproduksi bahan baku tekstil.
Kantor Pusat PT. Indo-Rama Synthetics Tbk. Di Jakarta adalah di gedung Graha Irama lantai 16-17, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X, Kav.1-2 Jakarta 12950 Telp. 021-5261555.
II.2 Visi, Nilai-nilai dan Motto Perusahaan
PT. Indo-Rama Synthetics Tbk,. Indo-Rama Teknologies Complex memiliki visi, nilai-nilai dan motto perusahaan yaitu :
Gambar II.1 Visi, Nilai-nilai dan Motto Perusahaan Visi Indo-Rama. Kepemimpinan bisnis:
1. Industry Excellence (Keunggulan Industri) 2. Customer Delight (Kepuasan Pelanggan)
3.People First (Utamakan SDM)
4.Sustainability (Keberlanjutan) Nilai-nilai Indo-Rama:
1.Execution (Pelaksanaan)
2. Knowledge (Ilmu)
3. Leadership (Kepemimpinan)
4. Courage(Keberanian) 5. Respect(Rasa Hormat)
6. Openness (Keterbukaan)
7. Teamwork (Kerjasama)
8. Motivation (Motivasi)
9. Commitment (Komitmen)
10. Govenance (Tata Kelola)
11. Environment (Lingkungan)
12.Innovation (Inovasi)
Motto Indo-Rama:
1. People(SDM)
2. Technology (Teknologi)
3. Exellence (Keunggulan)
II.3 Pernyataan Kebijakan Indorama
1. Untuk mengikuti dan melaksanakan Visi, Nilai-nilai dan Motto Indorama di semua level di dalam organisasi.
2.Berkomitmen untuk mencegah kecelakaan, sakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan dan secara terus menerus meningkatkan pemenuhan Mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Sistem Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui penerapan Standard ISO, OHSAS dan pemenuhan terhadap peraturan dan persyaratan lainnya.
3.Untuk terus menerus mengkaji Sasaran Mutu, KPI, Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Pengendalian Pengelolaan Limbah, Emisi dan Penerapan 4-R
untuk meningkatkan Kinerja Perusahaan, Kesehatan & Keselamatan Kerja serta Lingkungan. Secara aktif mengedepankan nilainilai dengan meningkatkan training, pengetahuan dan kemampuan seluruh sumber daya manusia.
4.Menciptakan hubungan yang abadi dengan pelanggan melalui mutu produk, pelayanan yang efektif, aman dan ramah lingkungan dalam pengoperasian seluruh fasilitas kami.
II.4 Struktur Organisasi PT. Indo-Rama Synthetics Tbk - Indorama
Gambar II.2 Struktur Organisasi PT. Indo-Rama Synthetics Tbk - Indorama II.5 Ruang Lingkup
Ditinjau dari ruang lingkup saat ini yang dalam mencapai fungsi dan tujuannya secara garis besar dibagi atas 3 lingkungan kerja, dan setiap lngkungan kerja tersebut terdiri beberapa department.
Adapun 3 lingkungan kerja yang dimaksud adalah:
1. Lingkungan Produksi 2. Lingkungan Engineering 3. Lingkungan Service/Pelayanan
II.5.1 Lingkungan ProduksiDepartment-departement yang terdapat dalam LINGKUNGAN
PRODUKSI serta fungsinya masing-masing adalah sbb:
1. Department : BLOWROOM 2. Department : CARDING
Fungsinya : Sebagai pengurai serat polyester/kapas (pembentukan serat kapas menjadi sliver)
3. Department : DRAWING
Fungsinya : pelurusan serat polyester dan perangkapan sliver 4. Department : COMBER
Fungsinya : Pelurusan serat, memisahkan serat pendek dan panjang 5. Department : SIMP LEX
Fungsinya : Membuat sliver menjadi roving
6. Department : ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)
Fungsinya : Menerima data dari semua department untuk diolah kedalam computer.
7. Department : STORAGE (STG)
Fungsinya : Menerima, menyimpan dan menyalurkan barang atau spare part
8. Department : GENERAL AFFAIRS OFFICER (GAO)
Fungsinya : Menangani masalah yang bersifat umum (rumah tangga/
perusahaan)
9. Department : FIRE AND SAFETY (FST)
Fungsinya : Mengendalikan pekerjaan-pekerjaan yang mengandung
dan berakibat terjadinya kecelakaan kerja dengan tingkat resiko tertentu serta mencegah terjadinya kebakaran dan ledakan
10. Department : WASTE (WST)
Fungsinya : Mengambil, menjaga, mengolah dan menjual waste yang berasal dari department produksi
11. Department : SECURITY (GSC)
Fungsinya :Mengendalikan segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban dilingkungan perusahaan.
12. Department : P URCHASE (PUR)
Fungsinya : Merencanakan dan melaksanakan pengadaan / pembelian barang sesuai dengan indent dan inventory Management
13. Department : RAW MATERIAL (RML)
Fungsinya : Mengendalikan material/ bahan baku yang datang.
II.5.2 Lingkungan Engineering
Department-departement yang terdapat dalam LINGKUNGAN ENGINEERING serta fungsinya masing-masing adalah dsb:
1. Department : SPINNING MAINTENANCE
Fungsinya : Untuk memelihara, membongkar dan atau memasang seta memonitor kelancaran jalanya mesin produksi.
2. Department : INSTRUMENT
Fungsinya : Memelihara, memasang atau membongkar peralatan dan
instalasi mesin yang berhubungan dengan elektrik (arus lemah) termasuk Telpun.
3. Department : ELECTRICIAN
Fungsinya : Mengendalikan penyediaan listrik arus kuat melalui
generator set (genset) ta memasang dan memelihara instalasi penerangan dan tenaga.
4. Department : UTILITY
Fungsinya : Mengendalikan kelancaran Air Conditioning (AC) Chiller , Boiler, Compressor dan Water Treatment H2 Nitrogen. 5. Department : CIVIL
Fungsinya : Mengawasi proyek dan pengawasan bangunan II.5.3 Lingkungan Service/Pelayanan
Department-departement yang terdapat dalam LINGKUNGAN SERVICE/PELAYANAN serta fungsinya masing-masing adalah dsb:
1.Department : PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA &
PERSONALIA
Fungsinya :Merekrut, menyeleksi, menerima dan mengarahkan serta memberhentikan karyawan
2.Department : TRAINING (TRG)
Fungsinya :Sebagai wadah untuk membina/membimbing dalam
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dana sikap mental karyawan secara terarah, terencana.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN PRAKTIK LAPANGAN
3.1 Bidang / Jenis KegiatanDalam kegiatan Praktik Kerja lapangan siswa saat ini melaksanakannya di perushaaan yang bergerak di bidang furniture atau mebeul yang bernama PT.
Indorama Tecnologies Complex Disana siswa mempelajari cara kerja mesin – mesin produksi yang terdapat di pabrik PT. Indorama Tecnologies Complex.
Selain dari pada itu, siswa juga di ajarkan dan dilatih untuk mengoperasikan salah satu mesin produksi yang ada disana. Dimana siswa di bimbing oleh seorang pembimbing dari perushaaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
3.2 Kegiatan Operasional Praktik Kerja Lapangan
Dalam pelaksanaannya siswa mempelajari mesin – mesin produksi tekstil, yang ada di PT. Indorama Tecnologies Complex.diantaranya :
3.2 .1 Pengertian Ring Frame
Untuk menjadi benang, roving mengalami proses peregangan, pemberian antihan/ twist dan penggulungan. Benang yang dihasilkan ini digulung pada cop yang dibedakan warnanya. Hal ini dimaksudkan agar tiap jenis nomor benang dapat dibedakan pula, sehingga terhindar dari kekeliruan pada proses selanjutnya.
Mesin ring spinning memiliki kapasitas 1008 spindle, dilengkapi dengan automatic droffing yang sudah maksimal gulungannya. Kecepatan penggulungan mesin ini mencapai 15.000-17.000 rotation per minute. Mesin ring spinning dapat menghasilkan kualitas benang yang baik untuk proses knitting (rajut) maupun weaving (tenun). Untuk menghindari berhentinya mesin dalam waktu yang cukup lama, pada
mesin ini biasanya ada beberapa petugas yang khusus ditugaskan mengambil hasil proses atau droffing.
Dari Roving Frame material berupa roving diolah pada mesin Ring Frame untuk menjadi benang dengan ukuran atau nomor yang dikehendaki pemintal. Ring Frame adalah mesin yang terdiri dari sejumlah besar spindel – spindel yang merupakan pengukur kapasitas produksi sebuah pemintal.
Fungsi dari Ring Frame adalah : - Peregangan
Roving yang diolah diberi peregangan pada area drafting. Besarnya peregangan atau draft tergantung kepada besar/nomor roving yang masuk dan nomor benang yang diinginkan.
- Pemberian Antihan/Twist
Setelah material keluar dari bagian drafting atau peregangan, untaian serat diberi antihan atau twist sesuai dengan twist yang dikehendaki pemintal atau pesanan dari pembeli. Pemberian dilakukan dengan putaran traveler yang berada pada ring flange.
- Penggulungan
Setelah diberi antihan maka terbentuklah benang dan kemudian benang di gulungan pada bobin dengan ukuran sekitar 50 – 70 gram per bobin.
3.2.2 Jalur Material dalam Proses Ring Spinning
Gulungan roving digantungkan pada creel yang berada pada bagian atas ring Frame. Untaian roving diulur ke bawah melewati batang penghantar. Batang penghantar ini dipasang melintang sepanjang mesin. Untaian roving masuk ke bagian terompet. Setiap roving masuk ke masing – masing terompet maka jumlah terompet sama dengan jumlah spindel pada mesin.
Dari terompet material masuk ke area drafting zone. Bagian pertama area drafting zone yang dimasuki adalah pasangan rol belakang kemudian menuju pasangan apron dibagian tengah drafting zone dan selanjutnya menuju pasangan rol depan.
Keluar dari drafting zone atau area peregangan, roving masuk ke yarn guide yang berbentuk seperti ekor babi kemudian masuk ke traveler yang berada pada ring flange dan terbentuklah untaian benang. Benang yang terbentuk digulung ke bobin yang diputar oleh spindel.
Traveler jika tidak berputar dengan sendirinya namun karena dikaitkan dengan benang dan dengan berputarnya spindel maka travelerpun ikut terputarkan.
3.2.3 Bagian – bagian Mesin Ring Frame
Ring Frame digerakan oleh motor yang berada pada bagian kepala mesin. Shaft motor disambung ke roda gigi – roda gigi untuk menggerakan bagian – bagian mesin Ring Spinning. Bentuk dan jumlah roda gigi – roda gigi disesuaikan dengan kebutuhan gerakan – gerakan pada mesin Ring Frame.
Selain bagian kepala mesin tempat berada motor dan roda gigi. Mesin Rig Frame secara garis besar dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut a. Bagian Penyuapan
· Creel
· Penggantung
· Topi pelindung roving
· Batang pengantar
· Terompet
Material berupa gulungan roving diletakan pada creel – creel atau rak – rok roving yang berada di bagian atas mesin Ring Frame. Di creel ini dipasang panggantung gulungan roving dimana jumlahnya sama dengan jumlah spindel mesin Ring Frame. Penggantung gulungan roving dilengkapi dengan topi penutup bagian atas untuk melindungi roving dari fly atau serat yang berterbangan karena fly dapat menimbulkan ketidakrataan pada benang. Untaian roving melewati batang – batang penghantar yang melintang sepanjang mesin Ring Frame. Kemudian roving masuk ke dalam terompet yang berada dibelakang drating zone. Setelah itu material masuk ke area peregangan.
b. Bagian Peregangan
· Rol bawah
· Rol atas
· Cradle
· Top arm
· Apron bawah
· Spacer
· Cleaner rol
· Pipa penghisap
Rol bawah berupa pipa sepanjang mesin Ring Spinning yang terbuat dari baja yang memiliki alur pada area yang dilewati material. Ada rol bawah depan ada rol bawah belakang. Rol depan berputar lebih cepat dibandingkan rol belakang. Perputaran rol bawah diatur dengan putaran roda gigi yang berada di kepala mesin. Besarnya perbedaan kecepatan ini rol depan dan rol belakang tergantung kepada berapa besar regangan yang diberikan pada material.
Rol atas terbuat dari baja yang dilapisi dengan cot dari karet sintetis. Cot ini bisa diganti jika sudah sudah aus. Kekerasan cot tergantung kepada material yang diolah dan nomor benang.
Antara pasangan rol belakang dan pasangan rol depan dipasang creadle untuk memasang apron. Selain di cradle atas apron juga dipasang pada rol bawah yang dibantu batang berbentuk segitiga. Fungsi dari apron adalah untuk menghantar material dari pasangan rol belakang ke pasangan rol depan. Antara apron atas dan apron bawah dibagian depan dipasangkan spacer untuk memberi rongga untuk keluar material.
Rol atas belakang, cradel dan rol atas depan dipasangkan pada top arm yang berfungsi untuk memberikan tekanan bagian – bagian atas ini terhadap rol bawah dan apron bawah. Dibagian bawah area peregangan dipasang penghisap yang berfungsi menghisap material jika terjadi benang putus pada saat proses spinning berlangsung dan agar material tidak menggulung di rol bawah.
Serat atau fly yang bukan merupakan serat yang diproses kadang dapat menempel pada rol atas atas atau rol bawah dinamakan lapping yang dapat mengakibatkan ketidakrataan pada benang. Agar tidak terjadi lapping maka pada bagian atas rol atas depan dipasang rol pembersih (cleaner rol) yang berfungsi untuk membersihkan rol atas dari serat – serat yang menempel agar tidak terjadi lapping.
Posisi area peregangan dibuat miring terhadap bidang datar untuk menghidari banyaknya benang putus.
c. Bagian Pemberian Antihan/Twist
· Yarn guide berbentuk ekor babi
· Ring traveler
· Ring ABC untuk pengontrol Baloning.
· Ring Flange
Ketika serat (kapas) keluar dari bagian area perengangan masuk ke yarn guide atau ekor babi. Yarn guide ini terbuat dari keramik atau baja halus dan kuat. Yarn guide ini tidak
boleh cacat karena dapat menimbulkan hairiness (bulu) pada benang. Kemudian untaian serat (kapas) memasuki traveler yang berada pada bagian ring flange. Ring traveler memiliki nomor dimana besarnya ring traveler yang dipasang pada mesin disesuaikan dengan material yang diolah dan nomor benang yang diproses. Dengan perputaran traveler yang maka terbentuklah twist pada untaian material dan terbentuklah benang.
Perputaran traveler yang membawa benang membentuk balon. Untuk menghindari terjadi pembentukan balon yang terlalu besar, maka dipasang ring pengontrol baloning atau disebut juga dengan Ring ABC.
Banyaknya twist yang terjadi pada benang tergantung kecepatan permukaan rol perengan depan dengan kecepatan traveler. Traveler berputar secara pasif dimana traveler berputar karena terkait benang yang digulung oleh putaran spindel/bobin.
Twist per inch atau antihan per inci tergantung kepada nomor benang dan tujuan akhir benang, apakah itu untuk benang rajut, pakan atau lusi.
d. Bagian Penggulungan
· Bobin
· Spindel
· Ring Rail tempat dipasangnya Ring Flange
· Penyekat
· Spindel Tape
Benang yang terbentuk kemudian digulung pada bobin benang. Bobin dipasang agak melekat pada spindel. Ketika spindel berputar maka bobinpun berputar dan menggulung benang dengan bentuk yang sudah diatur sedemikian rupa. Kecepatan produksi dari Ring Frame dihitung dengan kecepatan putaran spindelnya. Bentuk gulungan benang pada bobin berbeda dengan bentuk gulungan roving. Mekanisme dari pembantukan
gulungan dengan menggerakan ring rail naik turun. Dengan bergerak turun atau naiknya Ring Rail akan membuat Ring Flange juga turun naik sesuai dengan pergerakan Ring Rail. Spindel diputar oleh motor melalui shaft berpully dan satu pully akan menggerakan spindle tape. Satu spindle tape akan menggerakan atau memutar bobin.
3.2.4 Traveler
Traveler merupakan bagian dari mesin Ring Frame yang berfungsi untuk membentuk twist atau antihana pada benang. Traveler berbentuk C, dibuat dari baja yang dipipihkan. Traveler dibuat dari beberapa ukuran agar dapat disesuikan
- Jenis serat tekstil yang dipintal - Nomor benang yang dibuat - Diameter Ring Flange
Permukaan Ring Traveler haruslah halus sehingga ketika tidak menimbulkan bulu pada benang dan goresan pada ring flange. Ketika traveler berputar maka terjadi gesekan
antara traveler, benang dan Ring Flange. Gesekan yang terus menerus akan menimbulkan aus pada traveler. Oleh sebab itu traveler harus diganti secara berkala.
Ukuran traveler ditandai dengan penomoran traveler. Semakin besar nomornya semakin ringan atau kecil travelernya.
3.2.5 Auto Doffing
Ketika benang sudah gulungan yang mencapai maksimal, bobin - bobin yang berisi gulungan benang diangkat dari spindel. Untuk mesin lama, pengambilan gulungan benang dilakukan secara manual. Operator Ring Frame mencabut bobin dari spindel dan mengumpulkannya ke keranjang.
Untuk teknologi terbaru, Ring Frame dilengkapi dengan Auto Doffer. Bobin dicabut secara bersamaan oleh mekanisme autodoffing dan mengantar bobin ke mesin Winding tanpa campur tangan operator Ring Frame.
BAB IV PENUTUP 1.1 KESIMPULAN
PT. Indorama Synthetics Tbk, IRT Complex merupakan salah satu perusahaan tekstil bagian dari PT. Indorama Syntehtics Tbk. Yang memproduksi benang . Kegiatan Praktek Kerj Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi, dan dapat mengenal lebih jauh bagaimana cara bekerja dilapangan sesuai keahlian masing-masing siswa. Sehingga siswa dapat melihat gambaran mengenai kegiatan bidang usaha dimasa yang akan datang, serta siswa-siswi mengetahui standar kompetensi yang akan dijadikan peluang kerja dan kesempatan kerja.
Dalam laporan ini penulis mencoba menuangkan semua buah pikiran yang ada serta pengalaman yang didapat mengenai apa dan bagaimana Praktek Kerj Lapangan itu sebenarnya.
Hal ini penulis ungkapan supaya laporan ini bisa atau dapat dijadikan sebagai gambaran atau bahan acuan oleh pembaca,. Tetapi penulis yakin bahwa masih ada kekurangan – kekurangan dalam penyusunan laporan ini.
1.2 SARAN-SARAN
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan beberapa saran dengan tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pihak industri dan pihak sekolah dan di dorong dengan harapan agar saran-saran ini dapat dijadikan perbaikan di masa yang akan datang.
a. Saran Untuk Pihak Industri
1. Tanggapan pihak industri terhadap Peserta Praktik Kerja begitu baik dan semoga di masa-masa yang akan datang dapat lebih ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya.
2. Suasana kekeluargaan, kerjasama, dan hubungan yang baik hendaknya dapat dipertahankan untuk lebih meningkatkan etos kerja demi peningkatan prestasi kerja.
Pengaturan jadwal pada saat para siswa PKL lebih tersusun atau sewaktu-waktu diberikan jadwal kerja terpisah seperti pemberian job
20