LAPORAN HASIL KEGIATAN SEMINAR NASIONAL
“Adapting To AI Revolution”
Disusun Oleh:
Ravi Aprillian Baskoro 123210126
PROGRAM STUDI INFORMATIKA JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2023
ii
DAFTAR ISI
LAPORAN HASIL KEGIATAN ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Maksud dan Tujuan ... 1
BAB II LAPORAN KEGIATAN ... 2
2.1 Bentuk Kegiatan ... 2
2.2 Pelaksanaan Kegiatan ... 2
2.3 Hasil Kegiatan ... 2
BAB III PENUTUP ... 4
3.1 Kesimpulan ... 4
LAMPIRAN ... 5
1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia telah menjadi saksi perubahan luar biasa dalam dunia teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Revolusi AI telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Fenomena ini telah mengubah lanskap ekonomi, sosial, dan politik secara mendasar, membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Revolusi AI dapat didefinisikan sebagai perkembangan teknologi yang memungkinkan mesin untuk melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.
Dengan algoritma yang semakin cerdas, pemrosesan data yang cepat, dan kemampuan mesin untuk belajar dari pengalaman, AI telah menyentuh hampir setiap aspek kehidupan kita. Ini mencakup aplikasi seperti mobil otonom, sistem keamanan berbasis AI, diagnosis medis yang lebih akurat, dan bahkan asisten virtual yang membantu kita sehari-hari.
Namun, dengan segala keuntungan yang ditawarkan oleh revolusi AI, juga ada tantangan yang signifikan. Salah satunya adalah adaptasi. Masyarakat, perusahaan, dan pemerintah di seluruh dunia harus belajar untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi ini. Perubahan dalam dunia kerja adalah salah satu area yang paling terpengaruh oleh AI, dengan mesin yang dapat menggantikan pekerjaan rutin dan mengubah dinamika pasar tenaga kerja.
Selain itu, ada juga isu-isu etis yang perlu diperhatikan dalam pengembangan dan penggunaan AI, seperti privasi data, bias algoritma, dan dampak sosial yang mungkin timbul.
Penting bagi kita untuk mengembangkan kerangka kerja regulasi yang memadai untuk mengatur penggunaan AI dalam cara yang adil dan bertanggung jawab.
Misi kita adalah menggali lebih dalam tentang peran AI dalam masyarakat kontemporer dan mengidentifikasi cara-cara di mana individu, perusahaan, dan pemerintah dapat bersama- sama beradaptasi dan memanfaatkan revolusi AI ini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan lebih cerdas bagi semua orang.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan Seminar Praktisi Mengajar #2 pada tanggal 4 September 2023 ialah untuk menyediakan platform yang berfokus pada pemahaman dan diskusi tentang dampak besar yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam masyarakat modern. Seminar ini bertujuan untuk menghadirkan wawasan mendalam tentang tantangan dan peluang yang muncul seiring dengan peningkatan AI serta bagaimana kita dapat secara efektif beradaptasi dengan perubahan ini.
2
2.1 Bentuk Kegiatan
BAB II
LAPORAN KEGIATAN
Kegiatan berbentuk seminar secara online dengan menggunakan media zoom dan offline di ruangan seminar informatika. Setiap pembicara menyampaikan pemaparan menggunakan power point, kemudian moderator memberikan sesi Tanya jawab kepada perserta webinar. Selama acara berlangsung dengan baik dan lancar.
2.2 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan seminar dilaksanakan pada :
Pembicara : Dr. Herlina Jayadianti, S.T., M.T.
Moderator : Wahyu Vance Velly Brian Margaretta, Alif Novika Sari Tanggal : 4 September 2023
Waktu : 09.30 – 11.20 WIB
Tempat : Ruangan Seminar Informatika (bagi offline) dan Ditempat masing- masing (bagi online)
Media : Zoom Meeting Join Zoom Meeting
:https://us06web.zoom.us/j/87850181798?pwd=MUE0WGl5U3F6MGh5b0FmeFQw dGNOQT09
2.3 Hasil Kegiatan
Pembicara pada seminar kali ini yaitu Dr. Herlina Jayadianti, S.T., M.T. sebagai Koordinator Prodi Sistem Informasi Upn "Veteran" Yogyakarta yang membahas tentang Adapting to AI Revolution. Adaptasi tentang morfologi, fisiologis, dan perilaku.
Dimulai dengan industri 5.0 atau juga dikenal sebagai Revolusi Industri Kelima, yaitu fase industrialisasi baru dan sedang berkembang di mana manusia bekerja bersama teknologi canggih dan robot bertenaga AI untuk meningkatkan proses di tempat kerja yang membersamai dengan fokus yang lebih berpusat pada manusia serta peningkatan fokus pada keberlanjutan.
Fase ini mencakup lebih dari sekedar manufaktur yang dibangun berdasarkan revolusi industri keempat (Industri 4.0) dan dimungkinkan oleh pengembangan TI yang mencakup aspek-aspek seperti kecerdasan buatan, otomatisasi, analisis data besar, Internet of Things (IOT), pembelajaran mesin, robot, sistem cerdas, dan visualisasi.
3 Dilanjutkan penjelasan tentang pengertian, keuntungan, kekurangan, serta 3 kecerdasan buatan yang dapat dilakukan oleh AI. AI adalah program yang berperilaku secara eksternal seperti manusia yang beroperasi secara internal seperti yang dilakukan manusia.
Keuntungan menggunakan AI yaitu, sistem AI yang sempit dapat melakukan suatu tugas dengan baik, bahkan lebih baik daripada manusia. AI pun memiliki kekurangan, yaitu sistem AI yang sempit hanya dapat melakukan apa yang dirancang untuk dilakukannya dan hanya dapat mengambil keputusan berdasarkan data pelatihannya.
Kecerdasan buatan yang dapat kita lihat dari hasil AI seperti di kesehatan, manufaktur, perbankan, pengecer, pemasaran, lembaga keuangan, pertanian, dunia game, eksplorasi luar angkasa, kendaraan otonom, chat-bots, media sosial. Pada saat Alan Turing bertanya
“Dapatkah mesin berpikir?”, dalam waktu hampir 70 tahun, kecerdasan buatan dapat mendeteksi penyakit, menerbangkan drone, menerjemahkan antar bahasa, mengenali emosi, memperdagangkan saham, dan bahkan mengalahkan manusia di “Jeopardy”.
AI Sempit (ANI) mengacu pada sistem AI yang dirancang untuk melakukan tugas tunggal atau terbatas . Ini adalah kebalikan dari AI Kuat multitugas karena algoritme yang 'dilemahkan' hanya menyelesaikan fungsi terprogram. Dengan kata lain, model AI sempit hanya dapat menyelesaikan tugas tanpa bantuan manusia jika dilatih dengan baik. Akibatnya, mereka harus belajar sendiri melalui serangkaian pelatihan (biasanya diawasi), yang memerlukan waktu dan biaya.
Kecerdasan umum buatan (AGI) juga disebut AI kuat atau AI dalam. Konsepnya mengacu pada mesin atau sistem yang dapat berpikir dan melaksanakan keputusan dan tugas tanpa berpikir keterlibatan supervisor 5 menjadi pengganti kecerdasan manusia. Pikirannya memungkinkannya untuk berpikir, memahami, dan belajar . Itu juga dapat mentransfer keterampilan itu ke mesin yang terhubung, mengajarkan mereka untuk mengenali kebutuhan, emosi, keyakinan, dan proses berpikir manusia daripada mereplikasi atau mensimulasikannya.
Dan Super AI tingkat Kecerdasan mesin dimana mesin dapat melampaui kecerdasan manusia dan mampu melakukan tugas apa pun jauh lebih baik daripada kecerdasan manusia dengan kecerdasan buatan di dalam mesin.
Tahapan AI yaitu, Super AI → Mesin Kesadaran, AI Umum → Kecerdasan Mesin (AGI), AI Sempit atau AI Lemah → Pembelajaran Mesin (ANI). Banyak ahli yang mempunyai prediksi berbeda mengenai kapan kita akan mencapai AGI. Lebih dari 350 pakar pembelajaran mesin dan ilmu saraf telah disurvei dan sekitar 50% percaya hal ini akan terjadi sebelum tahun 2060. Louis Rosenberg, CEO perusahaan teknologi Unanimous AI, memperkirakan bahwa hal ini akan terjadi lebih cepat—sekitar tahun 2030—dan Patrick Winston, profesor dan mantan direktur MIT dari Laboratorium Kecerdasan Buatan MIT, menyebutkan tanggalnya sekitar tahun 2040.
4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Seminar "Adaptasi Terhadap Revolusi Kecerdasan Buatan (AI)" telah membuka pintu menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak besar yang dibawa oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan kita. Seminar ini telah menyoroti berbagai aspek penting yang perlu dipahami dan dihadapi oleh masyarakat, perusahaan, dan pemerintah saat kita bergerak maju dalam era AI. Adaptasi terhadap revolusi kecerdasan buatan bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan pemahaman yang lebih baik, regulasi yang bijaksana, dan inovasi yang bertanggung jawab, kita dapat memanfaatkan potensi positif AI sambil mengatasi risiko dan dampak negatifnya. Seminar ini telah membuka jalan untuk diskusi yang lebih luas dan tindakan konkret dalam menghadapi masa depan yang semakin cerdas dan terhubung dengan teknologi AI. Semoga hasil seminar ini dapat memberikan panduan dan inspirasi bagi semua peserta untuk berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik dengan kecerdasan buatan. Lalu peserta diberikan presensi, lalu acara pun ditutup oleh MC.
LAMPIRAN
6