Nomor Urut: 057A/UN7.F3.6.8.TL/DL/IX/2022 060A/UN7.F3.6.8.TL/DL/IX/2022
Laporan Tugas Akhir
PERENCANAAN STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH PADAT PERTANIAN DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR
DAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG
Disusun Oleh:
Muhamad Nafizaldi Saputra 21080119130047 Shainadeffa Renata 21080119140129
DEPARTEMEN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2023
ABSTRAK
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk lahan pertanian yang luas. Pengembangan sektor pertanian di Indonesia harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah dengan mengelola limbah yang dihasilkan dalam prosesnya. Setelah melalui proses wawancara, observasi, dan analisis aliran massa (Material Flow Analysis/MFA) yang dilakukan di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat menggunakan aplikasi STAN, direncanakan pengelolaan limbah padat pertanian menggunakan dua solusi alternatif yang kemudian dibandingkan menggunakan metode Life Cycle Analysis (LCA) menggunakan aplikasi SimaPro dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang melibatkan dua pakar dalam bidang pertanian. Ditemukan bahwa pengolahan limbah padat pertanian sebagai pupuk bokashi dan pakan ternak silase merupakan metode yang paling cocok dan diminati para petani. Berdasarkan perhitungan, biaya operasional yang dibutuhkan adalah sebesar Rp34,890,266,041 untuk membangun 19 site pengolahan limbah yang mampu melayani 8 hingga 9 kelompok tani dan tersebar di wilayah Kecamatan Ungaran Timur dan Kecamatan Ungaran Barat.
Kata Kunci: Sistem Pengelolaan Limbah Pertanian, Life Cycle Assessment, LCA, Material Flow Analysis, MFA, Analytical Hierarchy Process, AHP
xi
ABSTRACT
Indonesia is endowed with abundant natural resources, including vast agricultural lands. The sustainable development of Indonesia's agricultural sector is crucial to provide long-term benefits to the Indonesian community, one of which is managing the waste generated in the process. After conducting interviews, observations, and material flow analysis (MFA) in the East and West Ungaran Districts using STAN application, two alternative solutions for managing agricultural solid waste were proposed and compared using the Life Cycle Analysis (LCA) method with the SimaPro application and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, which involved two experts in the agricultural field. It was found that processing agricultural solid waste into bokashi fertilizer and silage feed is the most suitable and desirable method for farmers. Based on the calculations, the operational costs required is estimated to cost Rp34,890,266,041 to construct 19 waste treatment sites capable of serving 8 to 9 farmer groups and spread across the East and West Ungaran Districts.
Keyword: Agricultural Solid Waste Management, Life Cycle Assessment, LCA, Material Flow Analysis, MFA, Analytical Hierarchy Process, AHP
I-1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Peningkatan jumlah populasi global diestimasikan akan mencapai 9.1 milyar jiwa pada tahun 2050. Untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia, diperlukan peningkatan produksi bahan pangan sebesar 70% (FAO, 2009). Hal ini tentu akan meningkatkan aktivitas pertanian yang kemungkinan besar akan terjadi di negara berkembang, di mana tiga perempat lahan pertanian dunia berada (Cossio et al., 2021). Peningkatan aktivitas pertanian secara pesat ini juga tentu akan mempengaruhi peningkatan limbah yang dihasilkan. Dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah pertanian tidak berdampak secara spontan pada lingkungan maupun makhluk hidup, namun secara berangsur-angsur dapat menjadi salah satu kontributor utama dalam perubahan iklim hingga pemanasan global apabila tidak ditangani dengan baik.
Pertanian menurut Undang-Undang nomor 19 Tahun 2013 didefinisikan sebagai kegiatan mengelola sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk menghasilkan Komoditas Pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan dalam suatu agroekosistem. Limbah pertanian dihasilkan dari berbagai sumber termasuk sisa tanaman, agroindustri, ternak, dan akuakultur. Komponen utama dari sisa tanaman dan limbah agroindustri adalah selulosa (biopolimer paling melimpah), diikuti oleh lignin dan hemiselulosa (biomassa lignoselulosa). Limbah pertanian dan pemrosesannya merupakan masalah global karena sebagian besar saat ini dibakar atau terkubur di dalam tanah, menyebabkan polusi udara, air, dan pemanasan global (Koul et al., 2022).
Pembuangan dan pengelolaan limbah pertanian yang tidak tepat berdampak negatif terhadap lingkungan dan mengganggu sanitasi lingkungan. Penegakan kebijakan dan undang-undang yang mendorong pengurangan limbah, pemanfaatan kembali, daur ulang, dan regenerasi yang pada akhirnya dapat mendorong sektor
I-2
I-2
produksi menuju nol limbah diperlukan (Guo et al., 2021; Pattanaik et al., 2019).
Diperlukan strategi pengelolaan limbah inovatif yang mendorong daur ulang limbah dan konversi menjadi sumber daya yang dapat digunakan. Limbah pertanian, bila dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, berpotensi menjadi sumber daya yang berkelanjutan untuk nilai tambah dan penyumbang utama ketahanan energi dan keberlanjutan ekologis. Konversi dan pemanfaatan limbah pertanian yang tepat dapat menghasilkan pembangunan ekonomi, konservasi sumber daya, berkontribusi pada ekonomi sirkular, dan penguatan kesehatan manusia (Awogbemi et al., 2021; Chilakamarry et al., 2022).
Kabupaten Semarang berbatasan dengan Kota Semarang di Utara;
Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan di Timur; Kabupaten Boyolali di Timur dan Selatan; serta Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kendal di Barat. Pada tahun 2021, kabupaten dengan slogan Bumi Serasi (Sehat, Rapi, Aman, Sejahtera, dan Indah) ini tercatat memiliki jumlah penduduk sebesar 1.053.094 jiwa dengan kepadatan 1.109 jiwa per km2 dan laju pertumbuhan penduduk 0,77% (Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang, 2022).
Meningkatnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun tentu berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan masyarakat khususnya pada sektor pangan, yaitu dalam pemanfaatan lahan pertanian. Wilayah Kabupaten Semarang seluas 101.927 ha terdiri dari 23.694,68 ha lahan pertanian sawah (23,25%), 44.409 ha lahan pertanian bukan sawah (43,57%), dan sisanya merupakan lahan bukan pertanian sebesar 33.823,32 ha (33,18%) (Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang, 2022).
Wilayah Kabupaten Semarang khusunya Kecamatan Ungaran Timur dan Kecamatan Ungaran Barat juga berkontribusi dalam sektor pertanian yang berada di Kabupaten Semarang. Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat masing- masing memiliki luas lahan pertanian sebesar 2.383,54 Ha dan 2.310,24 Ha yang jika dipresentasekan menyumbang 3,5% dan 3,4% dari luas lahan pertanian yang berada di Kabupaten Semarang
Kabupaten Semarang memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian dengan produk tanaman pangan berupa beras, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah (Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang, 2022). Berdasarkan
I-3
data dari BPS, produktivitas dari masing-masing tanaman pangan pada tahun 2021 di Kabupaten Semarang yaitu padi sawah memiliki luas panen sebesar 41.428 Ha, jagung memiliki luas panen sebesar 10.028 Ha, ubi kayu memiliki luas panen sebesar 870 Ha, ubi jalar memiliki luas panen sebesar 670 Ha, dan kacang tanah memiliki luas panen sebesar 664 Ha (Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang, 2022), dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa komoditas tanaman pangan tertinggi yaitu padi sawah dan jagung. Dapat dilihat juga pada Kecamatan Ungaran Timur dan Kecamatan Ungaran Barat, bahwa tanaman padi dan tanaman jagung merupakan produksi tertinggi di kecamatan tersebut, dengan jumlah produksi masing-masing sebesar 7.799,3 ton dan 7.862 ton untuk produksi padi, dan sebesar 3500 ton dan 199 ton untuk produksi jagung. Kabupaten Semarang memiliki jenis hewan ternak yang beragam yang dibagi menjadi ternak kecil dan ternak besar.
Ternak kecil berupa babi, kambing, kambing, kelinci, sedangkan ternak besar berupa kuda, sapi, dan kerbau. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, jumlah ternak masing-masing hewan pada tahun 2021 di Kabupaten Semarang untuk ternak kecil yaitu babi sebanyak 8.610 ekor, kambing sebanyak 167.967 ekor, kelinci sebanyak 10.574 ekor. Untuk ternak besar, kuda sebanyak 571 ekor, sapi sebanyak 74.835 ekor, dan kerbau sebanyak 2.636 ekor. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah hewan ternak kecil terbanyak adalah kambing dan jumlah hewan ternak besar terbanyak adalah sapi. Begitupun pada Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur, populasi hewan ternak besar terbanyak adalah sapi dan hewan ternak kecil terbanyak adalah kambing. Pada tahun 2021 Kecamatan Ungaran Barat memiliki populasi sapi sebanyak 3.094 ekor dan populasi kambing sebanyak 1.654 ekor, sedangkan Kecamatan Ungaran Timur memiliki populasi sapi sebanyak 914 ekor dan kambing sebanyak 18.675 ekor.
Luasnya wilayah yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian serta populasi hewan ternak tentu mempengaruhi jumlah timbulan sisa tanaman dan kotoran ternak yang dihasilkan per-produktivitas yang dihasilkan setiap harinya.
Limbah yang dihasilkan dari tingginya aktivitas pada sektor agrikultur pada wilayah Kecamatan Ungaran Timur dan Kecamatan Ungaran Barat mayoritas merupakan jerami dan sekam dari produksi beras, tongkol dan brangkasan dari
I-4
I-4
produksi biji jagung, serta kotoran ternak dari kegiatan peternakan sapi dan kambing. Pada tahun 2021, 11.141,45 ton limbah dari produksi beras dihasilkan dengan komposisi 8707,68 ton jerami dan 2433,77 ton sekam. Lalu, 2737,26 ton limbah dari produksi biji jagung juga dihasilkan dengan komposisi 1109,7 ton brangkasan dan 1627,56 ton tongkol. Tidak hanya itu, kotoran yang dihasilkan sapi dan kambing di wilayah Kecamatan Ungaran Timur dan Kecamatan Ungaran Barat mencapai 128,66 ton per harinya.
Hal ini tentu memerlukan perhatian khusus terutama dalam menentukan strategi pengelolaan limbah pertanian yang akan dihasilkan dalam jumlah besar sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia dapat diminimalisir. Tugas akhir ini dibuat sebagai upaya dalam perencanaan pengelolaan limbah padat pertanian sehingga dapat diimplementasikan demi mendukung kemajuan sektor pertanian dan kondisi lingkungan khususnya di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah pada tugas akhir ini yaitu:
1. Terdapat aktivitas pertanian yang menghasilkan timbulan limbah padat di Kabupaten Semarang.
2. Limbah padat pertanian yang belum dikelola dengan baik.
3. Diperlukannya strategi pengelolaan limbah pertanian untuk mendukung keberlanjutan lingkungan pada sektor pertanian di Kabupaten Semarang.
4. Diperlukannya teknis pengolahan limbah padat pertanian yang bertujuan untuk mendorong daur ulang limbah dan konversi menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
1.3 Pembatasan Masalah
Adapun pembatasan masalah pada tugas akhir ini yaitu:
1. Batasan studi yang diteliti pada tugas akhir yaitu pada sektor pertanian di Kabupaten Semarang, tepatnya di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat.
2. Proyeksi timbulan limbah pertanian dihitung sampai tahun 2031.
I-5
3. Limbah pertanian yang akan diidentifikasi hanya bersumber dari wilayah Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat.
4. Limbah pertanian dalam hal ini merupakan limbah padat berupa kotoran ternak dengan jumlah populasi hewan ternak terbesar (sapi dan kambing) dan sisa hasil panen tanaman palawija dengan komoditas tertinggi (padi dan jagung).
5. Seluruh pengambilan data baik data primer maupun sekunder hanya bersumber dari Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
1.4 Perumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Perumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi eksisting pengelolaan limbah padat pertanian di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang?
2. Bagaimana hasil analisis mengenai volume timbulan sesuai sumbernya, neraca massa, serta efek lingkungan yang diakibatkan oleh pengolahan limbah pertanian menggunakan metode Life Cycle Assessment di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang?
3. Bagaimana sistem pengelolaan limbah pertanian yang tepat diterapkan di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang?
Perumusan Tujuan
1. Menganalisis kondisi eksisting pengelolaan limbah padat pertanian di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
2. Menganalisis volume dan neraca massa limbah pertanian di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang serta dampak lingkungan pengolahan limbah menggunakan metode Life Cycle Assessment.
3. Menentukan strategi pengelolaan limbah padat pertanian yang tepat di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Perumusan Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari tugas akhir ini adalah:
I-6
I-6
1. Bagi IPTEK
Menjadi referensi gambaran terkait proses analisis volume dan neraca massa limbah pertanian serta pengolahan limbah yang tepat menggunakan LCA dan perencanaan teknis pengelolaan limbah padat pertanian.
2. Bagi Pemerintah
Sebagai masukan untuk pemerintah kabupaten dalam perencanaan serta menentukan kebijakan strategi penurunan timbulan limbah pada sektor pertanian.
3. Bagi Masyarakat
Menambah wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian dan mendorong partisipasi aktif dalam penurunan timbulan limbah pertanian berdasarkan strategi yang telah direncanakan.
4. Bagi Penulis
Menambah wawasan penulis terkait proses pengelolaan limbah padat pertanian serta analisis volume, neraca massa limbah, dan dampak lingkungan pengolahan limbah padat pertanian menggunakan LCA.
DAFTAR PUSTAKA
Adelabu, B. A., Kareem, S. O., Oluwafemi, F., & Abideen Adeogun, I. (2019).
Bioconversion of corn straw to ethanol by cellulolytic yeasts immobilized in Mucuna urens matrix. Journal of King Saud University - Science, 31(1), 136–
141. https://doi.org/10.1016/j.jksus.2017.07.005
Akhtar, N., Goyal, D., & Goyal, A. (2017). Characterization of microwave-alkali- acid pre-treated rice straw for optimization of ethanol production via simultaneous saccharification and fermentation (SSF). Energy Conversion and Management, 141, 133–144. https://doi.org/10.1016/j.enconman.2016.06.081 Albert, J. (2017). Selective oxidation of lignocellulosic biomass to formic acid and high-grade cellulose using tailor-made polyoxometalate catalysts. Faraday Discussions, 202(0), 99–109. https://doi.org/10.1039/C7FD00047B
Amaranti, R., & Rejeki, M. S. Y. S. (2012). Energi Alternatif Dan Pupuk Organik.
12(1), 99–104.
Anal, A. K., Perpetuini, G., Petchkongkaew, A., Tan, R., Avallone, S., Tofalo, R., Nguyen, H. Van, Chu-Ky, S., Ho, P. H., Phan, T. T., & Waché, Y. (2020).
Food safety risks in traditional fermented food from South-East Asia. Food Control, 109. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2019.106922
Awogbemi, O., Kallon, D. V. Von, & Aigbodion, V. S. (2021). Trends in the development and utilization of agricultural wastes as heterogeneous catalyst for biodiesel production. Journal of the Energy Institute, 98, 244–258.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.joei.2021.06.017
Ayilara, M. S., Olanrewaju, O. S., Babalola, O. O., & Odeyemi, O. (2020). Waste management through composting: Challenges and potentials. Sustainability (Switzerland), 12(11), 1–23. https://doi.org/10.3390/su12114456
Ayuningtyas, N. N., Busairi, A., & ... (2019). Pengaruh Inflasi Dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Ekonomi …. http://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/JIEM/article/view/3790 Balasuriya, B. T. G., Ghose, A., Gheewala, S. H., & Prapaspongsa, T. (2022).
Assessment of eutrophication potential from fertiliser application in
xxv
agricultural systems in Thailand. Science of the Total Environment, 833(March), 154993. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2022.154993
Balogh, Jeremias Mate. (2019). Agriculture-specific determinants of carbon footprint. Studies in Agricultural Economics, 121(3), 166–170.
https://doi.org/10.7896/j.1918
Balogh, Jeremiás Máté. (2020). The role of agriculture in climate change: A global perspective. International Journal of Energy Economics and Policy, 10(2), 401–408. https://doi.org/10.32479/ijeep.8859
Baysal, Z., Uyar, F., & Aytekin, Ç. (2003). Solid state fermentation for production of α-amylase by a thermotolerant Bacillus subtilis from hot-spring water.
Process Biochemistry, 38(12), 1665–1668.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0032-9592(02)00150-4
Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., & Moral, R. (2009). Composting of animal manures and chemical criteria for compost maturity assessment. A review.
Bioresource Technology, 100(22), 5444–5453.
https://doi.org/10.1016/j.biortech.2008.11.027
Bonatti, M., Karnopp, P., Soares, H. M., & Furlan, S. A. (2004). Evaluation of Pleurotus ostreatus and Pleurotus sajor-caju nutritional characteristics when cultivated in different lignocellulosic wastes. Food Chemistry, 88(3), 425–
428. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2004.01.050
Brunner, P. H., & Rechberger, H. (2016). Practical handbook of material flow analysis. In Practical Handbook of Material Flow Analysis.
https://doi.org/10.1007/bf02979426
Byung, S. K. (2004). Mushroom growers Handbook I. Part II, 9, 187–196.
Chilakamarry, C. R., Mimi Sakinah, A. M., Zularisam, A. W., Sirohi, R., Khilji, I.
A., Ahmad, N., & Pandey, A. (2022). Advances in solid-state fermentation for bioconversion of agricultural wastes to value-added products: Opportunities and challenges. Bioresource Technology, 343, 126065.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biortech.2021.126065
Chugh, P., Soni, R., & Soni, S. K. (2016). Deoiled Rice Bran: A Substrate for Co- Production of a Consortium of Hydrolytic Enzymes by Aspergillus niger P-
19. Waste and Biomass Valorization, 7(3), 513–525.
https://doi.org/10.1007/s12649-015-9477-x
Cossio, C., Perez-Mercado, L. F., Norrman, J., Dalahmeh, S., Vinnerås, B., Mercado, A., & McConville, J. (2021). Impact of treatment plant management on human health and ecological risks from wastewater irrigation in developing countries–case studies from Cochabamba, Bolivia. International Journal of Environmental Health Research, 31(4), 355–373.
https://doi.org/10.1080/09603123.2019.1657075
Das, P. K., Nag, D., Debnath, S., & Nayak, L. K. (2010). Machinery for extraction and traditional spinning of plant fibres. Indian Journal of Traditional Knowledge, 9(2), 386–393.
Demirbaş, A., & Arin, G. (2002). An overview of biomass pyrolysis. Energy Sources, 24(5), 471–482. https://doi.org/10.1080/00908310252889979 Facciponte, D. N., Bough, M. W., Seidler, D., Carroll, J. L., Ashare, A., Andrew,
A. S., Tsongalis, G. J., Vaickus, L. J., Henegan, P. L., Butt, T. H., & Stommel, E. W. (2018). Identifying aerosolized cyanobacteria in the human respiratory tract: A proposed mechanism for cyanotoxin-associated diseases. Science of
the Total Environment, 645, 1003–1013.
https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2018.07.226
Fahmy, Y., Fahmy, T. Y. A., Mobarak, F., El-Sakhawy, M., & Fadl, M. H. (2017).
Agricultural residues (wastes) for manufacture of paper, board, and miscellaneous products: Background overview and future prospects.
International Journal of ChemTech Research, 10(2), 424–448.
Girisuta, B., Dussan, K., Haverty, D., Leahy, J. J., & Hayes, M. H. B. (2013). A kinetic study of acid catalysed hydrolysis of sugar cane bagasse to levulinic acid. Chemical Engineering Journal, 217, 61–70.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cej.2012.11.094
Goswami, S. B., Mondal, R., & Mandi, S. K. (2020). Crop residue management options in rice–rice system: a review. Archives of Agronomy and Soil Science, 66(9), 1218–1234. https://doi.org/10.1080/03650340.2019.1661994
Guo, H., Wu, S., Tian, Y., Zhang, J., & Liu, H. (2021). Application of machine
xxvii
learning methods for the prediction of organic solid waste treatment and recycling processes: A review. Bioresource Technology, 319, 124114.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biortech.2020.124114
Holm-Nielsen, J. B., Al Seadi, T., & Oleskowicz-Popiel, P. (2009). The future of anaerobic digestion and biogas utilization. Bioresource Technology, 100(22), 5478–5484. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biortech.2008.12.046 Hongdou, L., Shiping, L., & Hao, L. (2018). Existing agricultural ecosystem in
China leads to environmental pollution: an econometric approach.
Environmental Science and Pollution Research, 25(24), 24488–24499.
https://doi.org/10.1007/s11356-018-2461-9
Hu, B. Bin, Li, M. Y., Wang, Y. T., & Zhu, M. J. (2018). High-yield biohydrogen production from non-detoxified sugarcane bagasse: Fermentation strategy and mechanism. Chemical Engineering Journal, 335(August 2017), 979–987.
https://doi.org/10.1016/j.cej.2017.10.157
Huang, D. D., Cao, G. J., Geng, Y. H., Wang, L. C., Chen, X. W., & Liang, A. Z.
(2019). Impact of agricultural waste return on soil greenhouse gas emissions.
Applied Ecology and Environmental Research, 17(1), 1321–1335.
https://doi.org/10.15666/aeer/1701_13211335
Huang, J., Xu, C. chun, Ridoutt, B. G., Wang, X. chun, & Ren, P. an. (2017).
Nitrogen and phosphorus losses and eutrophication potential associated with fertilizer application to cropland in China. Journal of Cleaner Production, 159, 171–179. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.05.008
Husain, S., Haryanti, N. H., & Manik, T. N. (2016). Keramik Berbahan Lempung Dan Abu Sekam Padi. Jurnal Fisika FLUX, 13(1), 1–10.
Ip, K., & Miller, A. (2012). Life cycle greenhouse gas emissions of hemp–lime wall constructions in the UK. Resources, Conservation and Recycling, 69, 1–9.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2012.09.001
Irianto, K. (2015). Pengelolaan Limbah Pertanian. Universitas Warmadewa, 24(2), 91.
Jaya, J. D. (2019). Peramalan Jumlah Populasi Sapi Potong di Kalimantan Selatan Menggunakan Metode Moving Average, Exponential Smoothing dan Trend
Analysis. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 6(1), 41–50.
https://doi.org/10.34128/jtai.v6i1.88
Karekar, S. C., Srinivas, K., & Ahring, B. K. (2019). Kinetic Study on Heterotrophic Growth of Acetobacterium woodii on Lignocellulosic Substrates for Acetic Acid Production. In Fermentation (Vol. 5, Issue 1).
https://doi.org/10.3390/fermentation5010017
Kaur, J., Chugh, P., Soni, R., & Soni, S. K. (2020). A low-cost approach for the generation of enhanced sugars and ethanol from rice straw using in-house produced cellulase-hemicellulase consortium from A. niger P-19. Bioresource
Technology Reports, 11, 100469.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biteb.2020.100469
Kim, S., & Kim, C. H. (2013). Bioethanol production using the sequential acid/alkali-pretreated empty palm fruit bunch fiber. Renewable Energy, 54, 150–155. https://doi.org/10.1016/j.renene.2012.08.032
Klass, D. L. (2004). rgyBiomass for renewable ene. Encyclopedia of Energy, I, 193–212.
Koul, B., & Taak, P. (2018). Biotechnological strategies for effective remediation of polluted soils. In Biotechnological Strategies for Effective Remediation of Polluted Soils (Issue January 2018). https://doi.org/10.1007/978-981-13- 2420-8
Koul, B., Yakoob, M., & Shah, M. P. (2022). Agricultural waste management strategies for environmental sustainability. Environmental Research, 206(September 2021), 112285. https://doi.org/10.1016/j.envres.2021.112285 Kulkarni, N. G., & Rao, A. B. (2016). Carbon footprint of solid clay bricks fired in
clamps of India. Journal of Cleaner Production, 135, 1396–1406.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.06.152
Kumar, G., Shobana, S., Nagarajan, D., Lee, D.-J., Lee, K.-S., Lin, C.-Y., Chen, C.-Y., & Chang, J.-S. (2018). Biomass based hydrogen production by dark fermentation—recent trends and opportunities for greener processes. Current
Opinion in Biotechnology, 50, 136–145.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.copbio.2017.12.024
xxix
Kumar, P., & Singh, R. K. (2021). Selection of sustainable solutions for crop residue burning: an environmental issue in northwestern states of India. In Environment, Development and Sustainability (Vol. 23, Issue 3). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/s10668-020-00741-x
Kurniawati, D., Diansyah Januardi, N., & Subekhi, N. (2018). Pengaruh Penambahan Serbuk Tongkol Jagung pada Pembuatan Biobriket dari Pelepah Pisang dengan Perekat Tetes Tebu. JMPM (Jurnal Material Dan Proses Manufaktur), 2(1), 1–7. https://doi.org/10.18196/jmpm.2115
Li, K., Liu, R., & Sun, C. (2016). A review of methane production from agricultural residues in China. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 54, 857–865.
https://doi.org/10.1016/j.rser.2015.10.103
Lo, E., Brabo-Catala, L., Dogaris, I., Ammar, E. M., & Philippidis, G. P. (2020).
Biochemical conversion of sweet sorghum bagasse to succinic acid. Journal of Bioscience and Bioengineering, 129(1), 104–109.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jbiosc.2019.07.003
Lu, X., Liu, X., Zhang, W., Wang, X., Wang, S., & Xia, T. (2020). The residue from the acidic concentrated lithium bromide treated crop residue as biochar to remove Cr (VI). Bioresource Technology, 296, 122348.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biortech.2019.122348
Luo, Y., Gonzalez Lopez, J. B., van Veelen, H. P. J., Sechi, V., ter Heijne, A., Bezemer, T. M., & Buisman, C. J. N. (2022). Bacterial and fungal co- occurrence patterns in agricultural soils amended with compost and bokashi.
Soil Biology and Biochemistry, 174(September), 108831.
https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2022.108831
Mahardhian Dwi Putra, G., Haji Abdullah, S., Priyati, A., Ajeng Setiawati, D., &
Abdul Muttalib, S. (2017). Rancang Bangun Reaktor Biogas Tipe Portable Dari Limbah Kotoran Ternak Sapi. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 5(1), 369–374. https://doi.org/10.29303/jrpb.v5i1.49
Mulimani, V. H., & Patil G.N., R. (2000). α-Amylase production by solid state fermentation: a new practical approach to biotechnology courses. Biochemical Education, 28(3), 161–163. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0307-
4412(99)00145-4
Nappu, M. B. (2013). Sebaran Potensi Limbah Tanaman Padi dan Jagung Serta Pemanfaatannya di Sulawesi Selatan. Proseding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian, 284–296.
Naseer, A., Jamshaid, A., Hamid, A., Muhammad, N., Ghauri, M., Iqbal, J., Rafiq, S., khuram, S., & Shah, N. S. (2019). Lignin and Lignin Based Materials for the Removal of Heavy Metals from Waste Water-An Overview. 233(3), 315–
345. https://doi.org/doi:10.1515/zpch-2018-1209
Pattanaik, L., Pattnaik, F., Saxena, D. K., & Naik, S. N. (2019). Chapter 5 - Biofuels from agricultural wastes (A. Basile & F. B. T.-S. and T. G. of F. Dalena (eds.);
pp. 103–142). Elsevier. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12- 815162-4.00005-7
Piranti, A. S. (2021). Pengendalian Eutrofikasi Danau Rawapening (Issue September). https://www.apwu.org/sites/apwu/files/resource-files/RE-05 Building and Site Security Requirements 09-09 %28522 KB%29.pdf
Prado, F. C., Vandenberghe, L. P. S., Woiciechowski, A. L., Rodrígues-Léon, J. A.,
& Soccol, C. R. (2005). Citric acid production by solid-state fermentation on a semi-pilot scale using different percentages of treated cassava bagasse.
Brazilian Journal of Chemical Engineering, 22(4), 547–555.
https://doi.org/10.1590/S0104-66322005000400007
Ramakrishna, A., Tam, H. M., Wani, S. P., & Long, T. D. (2006). Effect of mulch on soil temperature, moisture, weed infestation and yield of groundnut in northern Vietnam. Field Crops Research, 95(2–3), 115–125.
https://doi.org/10.1016/j.fcr.2005.01.030
Rautray, P., Roy, A., Mathew, D. J., & Eisenbart, B. (2021). Bio-bricks: Circular Economy and New Products BT - Design for Tomorrow—Volume 1 (A.
Chakrabarti, R. Poovaiah, P. Bokil, & V. Kant (eds.); pp. 845–857). Springer Singapore.
Sánchez, Ó. J., Ospina, D. A., & Montoya, S. (2017). Compost supplementation with nutrients and microorganisms in composting process. Waste
Management, 69(26), 136–153.
xxxi
https://doi.org/10.1016/j.wasman.2017.08.012
Sandhu, S. K., Oberoi, H. S., Babbar, N., Miglani, K., Chadha, B. S., & Nanda, D.
K. (2013). Two-Stage Statistical Medium Optimization for Augmented Cellulase Production via Solid-State Fermentation by Newly Isolated Aspergillus niger HN-1 and Application of Crude Cellulase Consortium in Hydrolysis of Rice Straw. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 61(51), 12653–12661. https://doi.org/10.1021/jf403083g
Saputro, D., Wijaya, B., & Wijayanti, Y. (2014). Pengelolaan Limbah Peternakan Sapi Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Pada Kelompok Ternak Patra Sutera. Rekayasa, 12(2), 91–98.
Sarkar, N., Ghosh, S. K., Bannerjee, S., & Aikat, K. (2012). Bioethanol production from agricultural wastes: An overview. Renewable Energy, 37(1), 19–27.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.renene.2011.06.045
Singh, G., & Arya, S. K. (2021). A review on management of rice straw by use of cleaner technologies: Abundant opportunities and expectations for Indian farming. Journal of Cleaner Production, 291, 125278.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2020.125278
Son, N. K., Toan, N. P. A., Dung, T. T. T., & Huynh, N. N. T. (2017). Investigation of Agro-concrete using by-products of Rice Husk in Mekong Delta of
Vietnam. Procedia Engineering, 171, 725–733.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.proeng.2017.01.421
Spinacé, M. A. S., Lambert, C. S., Fermoselli, K. K. G., & De Paoli, M.-A. (2009).
Characterization of lignocellulosic curaua fibres. Carbohydrate Polymers, 77(1), 47–53. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.carbpol.2008.12.005 Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan.
Tandon, M., Thakur, V., Tiwari, K. L., & Jadhav, S. K. (2018). Enterobacter ludwigii strain IF2SW-B4 isolated for bio-hydrogen production from rice bran and de-oiled rice bran. Environmental Technology and Innovation, 10, 345–
354. https://doi.org/10.1016/j.eti.2018.03.008
Tucker, M., Mcmillan, J. D., & Decker, S. R. (2006). Twenty-Seventh Symposium on Biotechnology for Fuels and Chemicals. Twenty-Seventh Symposium on
Biotechnology for Fuels and Chemicals, October 2015.
https://doi.org/10.1007/978-1-59745-268-7
Ward, A. J., Hobbs, P. J., Holliman, P. J., & Jones, D. L. (2008). Optimisation of the anaerobic digestion of agricultural resources. Bioresource Technology,
99(17), 7928–7940.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.biortech.2008.02.044
Widhianto, G. (2018). RANCANG BANGUN PROTOTYPE MESIN PENCETAK MULSA DENGAN BAHAN BAKU JERAMI PADI.
Wu, L., Jiang, Y., Zhao, F., He, X., Liu, H., & Yu, K. (2020). Increased organic fertilizer application and reduced chemical fertilizer application affect the soil properties and bacterial communities of grape rhizosphere soil. Scientific Reports, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.1038/s41598-020-66648-9
Wu, W., & Ma, B. (2015). Integrated nutrient management (INM) for sustaining crop productivity and reducing environmental impact: A review. Science of
the Total Environment, 512–513, 415–427.
https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2014.12.101
Yuan, W., Gong, Z., Wang, G., Zhou, W., Liu, Y., Wang, X., & Zhao, M. (2018).
Alkaline organosolv pretreatment of corn stover for enhancing the enzymatic digestibility. Bioresource Technology, 265(April), 464–470.
https://doi.org/10.1016/j.biortech.2018.06.038
Zabed, H., Sahu, J. N., Boyce, A. N., & Faruq, G. (2016). Fuel ethanol production from lignocellulosic biomass: An overview on feedstocks and technological approaches. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 66, 751–774.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.rser.2016.08.038
Zhang, A., Bian, R., Pan, G., Cui, L., Hussain, Q., Li, L., Zheng, J., Zheng, J., Zhang, X., Han, X., & Yu, X. (2012). Effects of biochar amendment on soil quality, crop yield and greenhouse gas emission in a Chinese rice paddy: A field study of 2 consecutive rice growing cycles. Field Crops Research, 127, 153–160. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2011.11.020
Zumaro, A. R., & Arbi, Y. (2017). Perancangan Reaktor Biogas Di Uptd Pasar Ternak Palangki. Jurnal Sains Dan Teknologi: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi
xxxiii
Teknologi Industri, 17(1), 43. https://doi.org/10.36275/stsp.v17i1.61