• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laprak Ilmu Usahatani

N/A
N/A
Aulia Rizki Utami

Academic year: 2024

Membagikan "Laprak Ilmu Usahatani"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRATIKUM ILMU USAHATANI ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI

DI DESA SIDOMULYO, KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, KOTA YOGYAKARTA

Oleh:

Kelompok 4

1. Aulia Rizki Utami (412022108)

2. Fera Yulanda (412022096)

3. Nila Herzaria (412022081) 4. M. Rendi Dwi Yedi (412022106) 5. M. Rega Setiawan (412022078) 6. Deny Septa Abimayu (412022079)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

TAHUN AJARAN 2022/2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat allah swt atas segala Rahmat dan hidayanya yang tiada henti diberikan kepda hamba-nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepda rasulullah SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “analisis pendapatan usahatani padi sawah di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman”.

Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan laporan ini, semoga laporan ini bermanfaat.

Palembang, … Januari 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan dan Kegunaan Praktikum...2

BAB II...3

HASIL DAN PEMBAHASAN...3

A. Identitas Responden...3

B. Keadaan Umum Usahatani...3

C. Analisis Usahatani...4

BAB III...7

KESIMPULAN...7

A. Keadaan Usahatani...7

B. Teknik Produksi...7

C. Pendapatan Usahatani...8

DAFTAR PUSTAKA...9

DOKUMENTASI DAN LAMPIRAN...10

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Padi merupakan salah satu komoditas penting dalam sektor tanaman bahan makanan di sektor pertanian, merupakan kebutuhan pokok bangsa Indonesia yang kemudian diproses menjadi beras peranannya tidak hanya sebatas penghasilan tambahan (value added) dan menyediakan lapangan kerja akan tetapi juga merupakan komoditas yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan perekonomian nasional khususnya mengganggu tingkat inflasi dan stabilitas politik. Kenaikan harga beras meskipun relatif sedikit, akan berdampak cukup besar pada naiknya angka inflasi, dikarenakan beras dikonsumsi oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia (Susenas, 1990).

Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman memiliki masyarakat berprofesi sebagai petani yang sebagian besar mata pencaharian mereka tergantung pada sektor pertanian karena di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kecamatan Sleman memiliki areal persawahan yang cukup luas yang ada di Kabupaten Sleman, sehingga salah satu sumber pendapatan desa tersebut dari usaha tani padi sawah titik Walaupun demikian penghasilan usaha tani padi sawah belum dapat mencukupi kebutuhan hidup petani dan keluarganya, sehingga sebagian petani melakukan usaha tani di sektor perkebunan yang diharapkan dapat memberikan tambahan.

Di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman mempunyai potensi di sektor pertanian khususnya tanaman padi sawah lagi di tunjang dengan pencairan yang baik. Walaupun demikian penghasilan usaha tani padi sawah belum dapat mencukupi kebutuhan hidup petani dan keluarganya, sehingga sebagian petani melakukan usaha tani di sektor perkebunan yang diharapkan dapat memberikan tambahan pemdapatan.

(5)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah berapa besar pendapatan petani dalam usahatani padi sawah di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.

C. Tujuan dan Kegunaan Praktikum

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui besaran pendapatan petani dalam usahatani padi sawah di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman.

(6)

BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Identitas Responden

1) Nama : Yudianto

2) Umur : 52 tahun

3) Pendidikan : SMA

4) Jumlah Tanggungan Keluarga : 3 orang

B. Keadaan Umum Usahatani

Bapak Yudianto adalah salah satu petani di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Beliau telah mengusahakan tanaman padi ini selama 20 tahun sebagai mata pencaharian nya dan juga untuk mencukupi kebutuhan makanan sehari-hari. Beliau memilih lokasi di Desa Sidomulyo karena lahan tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dengan luas lahan sebesar 2,3 Hektar dan status lahan tersebut adalah milik pribadi. Jarak antara rumah menuju lahan pertanian nya sejauh 0,6 km atau 600 m.

Dalam menggarap lahan tenaga kerja yang digunakan oleh Bapak Yudianto dari dalam keluarga sebanyak 2 orang dan dari luar keluarganya sebanyak 4 orang dengan sistem pengupahannya bersifat harian sebesar Rp 250.000 per hari.

Bapak Yudianto juga tidak pernah menggunakan modal dari luar atau pinjaman dari orang lain. beliau juga mencari atau mendapatkan ilmu dari penyuluhan dan sekolah lapang pertanian selama sekitar 6 bulan.

(7)

C. Analisis Usahatani

1) Produksi dan Harga

Produksi padi sawah di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean di dapat dari hasil wawancara dengan petani di dapatkan jumlah produksi beras sebesar 1.300 kg dengan harga jualnya Rp 12.000/kg.

2) Penerimaan

Penerimaan usahatani adalah nilai uang yang diterima dari penjualan produk usahatani yang bisa berwujud tiga hal, yaitu hasil penjualan produk yang akan dijual, hasil penjualan produk sampingan, dan produk yang dikonsumsi rumah tangga selama melakukan kegiatan usahatani.

Penerimaan / Revenue (R) = Y x P. Jika Y = 1.300 kg dan P

= 12.000/kg maka R = 1.300 x 12.000 jadi penerimaan yang diterima oleh Bapak Yudianto dalam sekali Garapan sebesar Rp 15.600.000

Jumlah Produksi (Y)

Harga / Kg (P)

Penerimaan (R) R = Y x P

1.300 kg 12.000 Rp 15.600.000

3) Biaya Tetap / Fixed Cost (FC)

Biaya tetap adalah elemen biaya yang tetap dan tidak berubah tergantung pada volume produksi atau tingkat aktivitas bisnis. Ini mencakup biaya seperti sewa, gaji karyawan tetap dan biaya overhead.

I Pajak Lahan Rp 300.000 II Alat yang Digunakan:

(8)

No Jenis Alat

Jumla h (buah)

Nilai Beli (Rp)

Nilai Sisa (Rp)

Lama Pakai (tahu

n)

Total Nilai (Rp)

1 Cangkul 2 600.000 300.000 3 100.000

2 Arit 3 270.000 150.000 7 17.000

3 Parang 3 Gratis

(240.000)

100.000 10 14.000

4 Garuk

Sawah

2 120.000 35.000 7 12.000

5 Garuk

Tanah

2 Buat

Sendiri (100.000)

37.000 7 9.000

6 Alat

Semprot Manual

1 Gratis

(350.000)

120.000 20 11.500

7 Sekop 2 80.000 30.000 10 5.000

Total Biaya 468.500

4) Biaya Variabel / Variable Cost (VC)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis. Biaya variabel adalah jumlah biaya marjinal terhadap semua unit yang diproduksi. Hal ini juga dapat dianggap biaya normal. Biaya tetap dan biaya variabel membentuk dua komponen dari total biaya. Sepertinya bibit, pupuk dan tenaga kerja harian / mingguan.

N o

Uraian Jumlah Harga /

Satuan

Total Nilai

1 SAPROTAN

(9)

1. Benih 2. Pupuk:

a. Urea b. NPK 3. Pestisida:

a. Pewangi Pakaian b. Sunlight

57.500 gr 50 kg 70 kg 0,5 liter 0,5 liter

Subsidi 9.000 / kg 7.500 / kg 15.000 / liter 15.000 / liter

Rp 0 Rp 450.000 Rp 490.000 Rp 7.500 Rp 7.500

2 Upah Tenaga

Kerja:

1. Pembajakan 2. Panen

2 orang 2 orang

250.000 / org 250.000 / org

Rp 500.000 Rp 500.000 Total Biaya Rp 1.955.000

5) Biaya Total / Total Cost (TC)

Biaya total adalah jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa pada tingkat output tertentu. Biaya total adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya variable. TC = FC + VC maka 468.500 + 1.955.000 = 2.423.000 jadi biaya totalnya sebesar Rp 2.423.000 6) Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan atau organisasi dari kegiatan aktivitasnya seperti penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Pd = R – TC maka 15.600.000 - 2.423.000 = 13.177.000 jadi pendapatan yang diterima sebesar Rp 13.177.000

(10)

BAB III KESIMPULAN A. Keadaan Usahatani

Bapak Yudianto adalah salah satu petani di di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Beliau telah mengusahakan tanaman padi ini selama 20 tahun sebagai mata pencaharian nya dan juga untuk mencukupi kebutuhan makanan sehari-hari.

B. Teknik Produksi

Petani mendapatkan benih dari bantuan pemerintah atau dibuat sendiri oleh petani tersebut. Sebelum melakukan penanaman benih tersebut harus melalui proses persemaian terlebih dahulu selama 21 hari.Total benih yang digunakan dalam satu siklus produksi sebanyak 15 – 20 kg.

Setelah itu petani mengolah tanah untuk tanaman yang diusahakan dengan persiapan lahan, pembajakan, garu / penghalusan gumpalan tanah, pembuatan bedengan dan ditanam dengan jajar legowo, dalam barisan diberi jarak 23 cm × 23 cm dan antar barisannya 8 cm × 8 cm.

Dalam satu lubang tanam bibit yang ditanam sebanyak 3 bibit dan dilakukan penyulaman pada umur 20 - 25 hari. Lalu penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali pada saat tanaman berumur 15 hari, 35 hari, dan 50 hari.

Kemudian tanaman diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang saat tanaman berumur 15 hari dan pemupukan selanjutnya berupa pupuk NPK dan urea diberikan pada saat tanaman berumur 50 hari.

Selama masa produksi juga dilakukan penanggulangan hama dan penyakit sebelum adanya serangan. Dan dilakukan secara manual misalnya

(11)

disemprot, digali dan pengasapan dilakukan satu kali selama masa produksi pada saat usia tanaman dipanen 30 hari.

Sistem panen yang dilakukan oleh petani semuanya dipanen sekaligus tidak dengan bertahap. Tindakan yang dilakukan dalam penanganan pasca panen oleh petani yaitu menyiangi rumput dan membersihkan campak daun di lahannya.

C. Pendapatan Usahatani

Berdasarkan dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa usahatani padi Bapak Yudianto di Desa Sidomulyo Kecamatan Godean Kabupaten Sleman ini layak untuk diusahakan dan menguntungkan apabila dilihat dari hasil penghitungan pendapatan yaitu sebesar Rp 13.177.000

(12)
(13)

DAFTAR PUSTAKA

Supartama, I. Made, Made Antara, and Rustam Abd Rauf. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Subak Baturiti Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Diss. Tadulako University, 2013.

Suprapto, E. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi organik di Kabupaten Sragen (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Pebriantari, N. L. A., Ustriyana, I. N. G., & Sudarma, I. M. (2016).

Analisis pendapatan usahatani padi sawah pada program gerbang pangan serasi Kabupaten Tabanan. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 5(1), 1-11.

Roidah, I. S. (2018). Analisis pendapatan usahatani padi musim hujan dan musim kemarau (studi kasus di Desa Sepatan Kecamatan Gondang

Kabupaten Tulungagung). Jurnal Agribis, 4(2), 45-55.

Rustam, W. (2014). Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Di Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara (Doctoral dissertation, Tadulako University).

Yasa, I. N. A., & Hadayani, H. (2017). Analisis produksi dan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Bonemarawa Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala. Agrotekbis: E-Jurnal Ilmu Pertanian, 5(1), 111-118.

Suprapto, E. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi organik di Kabupaten Sragen (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Shinta, A. (2001). Ilmu Usaha Tani. Universitas Brawijaya Press.

(14)

DOKUMENTASI DAN LAMPIRAN

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Pertanian merupakan basis perekonomian Indonesia, ia juga hingga kina masih menjadi sumber mata pencaharian utama sebahagian besar penduduk, nilai tambah

Pada awalnya, mata pencaharian warga Desa Lulut berasal dari sektor pertanian dan perkebunan, dengan komoditas utama kacang-kacangan serta buah- buahan. Namun setelah adanya PT

Tabel 9 menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Sarumbaya mempunyai mata pencaharian disektor pertanian yang didominasi pada budidaya lahan kering dengan

Upaya Pemerintah dalam peningkatan sektor pertanian di harapkan dapat pula meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat pedesaan yang sebagian besar mata pencaharian

Pelaksanaan PKM difokuskan di Desa Balesari yang merupakan desa binaan Universitas Tidar. Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Balesari adalah

Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan gambaran tentang sistem mata pencaharian petani yang ada di desa Hutajulu, dalam usaha tani pertanian campuran

Desa Tonala merupakan salah satu desa yang ada di Bolaang Mongondow selatan yang sebagian besar penduduk dari desa ini bermata pencaharian sebagai petani, dan

Pertanian merupakan sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani dan