• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lembar Kerja dan Rubrik Penilaian Pengembangan Perangkat (UMUM)

N/A
N/A
Weka Safori

Academic year: 2024

Membagikan "Lembar Kerja dan Rubrik Penilaian Pengembangan Perangkat (UMUM)"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Komponen Penilaian Pengembangan Perangkat (UMUM)

No Komponen Bobot

1 Lembar Kerja

a. LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi b. LK. 2.2 Menentukan Solusi

c. LK 2.3 Perangkat Pembelajaran d. LK 2.4 Instrumen Evaluasi

20%

20%

40%

10%

2 Kehadiran dan Keaktifan 10 %

(2)

Lembar Kerja dan Rubrik Penilaian Pengembangan Perangkat (UMUM)

Langkah 4 Eksplorasi Alternatif Solusi

LK 00a EKSPLORASI ALTERNATIF SOLUSI – kajian literatur (tidak disubmit)

No. Kategori Penyebab Masalah Judul Bahan/ Sumber bacaan Hal penting yang diperoleh dari bacaan

(1) (2) (3) (4)

1 Materi/Media/ Metode/ lainnya (tuliskan) *pilih salah satu

Tuliskan judul bab, artikel jurnal, artikel website, modul, buku, dll. dan (url web/ sumbernya jika ada)

Tuliskan poin-poin penting yang diperoleh dari bacaan. Mahasiswa dapat menggunakan panduan pertanyaan What, who, when, where, why, dan how

2 Materi/Media/ Metode/ lainnya (tuliskan) *pilih salah satu

(3)

LK 00b EKSPLORASI ALTERNATIF SOLUSI -wawancara pakar (tidak disubmit)

No. Kategori Penyebab Masalah Wawancara dengan sejawat/ pakar*) Simpulan wawancara

(1) (2) (3) (4)

1 Materi/Media/ Metode/ lainnya (tuliskan) *pilih salah satu

Tuliskan deskripsi wawancara. (Dengan siapa, waktu dan durasi, metode wawancara)

Tuliskan pertanyaan 3-5 kunci yang akan diajukan kepada narasumber dengan menyertakan konteks permasalahan yang dihadapi.

*) pilih salah satu

Tuliskan poin-poin penting berupa solusi yang diperoleh dari wawancara

Petunjuk Pengisian/ Penjelasan LK 00

LK 00a dn 00b merupakan log atau jurnal baca serta log wawancara yang membantu mahasiswa memetakan alternatif-alternatif solusi dari permasalahan yang telah diidentifikasi. LK ini tidak wajib untuk dikumpulkan/ disubmit namun merupakan langkah wajib untuk dilakukan sebelum mahasiswa dapat mengisi LK selanjutnya.

Berikut petunjuk pengisian kolom-kolom LK 00a dan 00b

Kolom (2) diisi kategori penyebab masalah yang sebelumnya telah diidentifikasi apakah lebih dekat ke materi, metode, atau media pembelajaran. Ketiganya merupakan aspek yang dapat guru intervensi secara langsung dalam mengatasi permasalahan kelas. Contoh, jika dalam tahap identifikasi masalah ditemukan bahwa (1) Sejumlah besar siswa di kelas tidak mampu memahami isi bacaan yang disajikan (yang terlihat dari ketidaktepatan menjawab pertanyaan terkait informasi umum dan rinci sebuah bacaan) dan (2) Sebagian siswa terlihat tidak bersemangat saat belajar membaca (minat membaca kurang) bisa jadi disebabkan pilihan materi ajar (bahan bacaan) yang kurang relevan dengan level atau minat peserta didik, bisa juga karena pilihan metode pembelajaran yang kurang sesuai untuk pembelajaran membaca.

Kolom (3) diisi dengan judul bahan/ sumber bacaan. Atau deskripsi wawancara dan pertanyaan kunci

(4)

Kolom (4) LK 00a diisi poin-poin utama bahan/ sumber bacaan. Poin-poin utama ini dapat diperoleh dengan cara menyiapkan pertanyaan-pertanyaan sebelum atau saat membaca (What, who, when, where, why, dan how). Apa tiga poin utama yang disampaikan penulis? Apa langkah utama metode ini? Apa saja yang diperlukan untuk membuat …? Mengapa metode ini sesuai?

dll. Untuk log wawancara LK 00b, tuliskan poin simpulan dari wawancara

(5)

LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

Masalah dalam

Pembelajaran Penyebab Masalah Kategorisasi Masalah Alternatif Solusi Kelebihan Kekurangan Mitigasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Tuliskan persoalan

yang telah

diidentifikasi / ditentukan di tahap sebelumnya.

Fokuskan pada persoalan terkait pembelajaran

Tuliskanlah

penajaman apa penyebab setiap

masalah yang

diidentifikasi.

Renungkan, apakah persoalan tersebut terkait dengan pemilihan/

penyajian materi ajar, media, metode pembelajaran, atau yang lain. Centang pada kolom yang sesuai.

Tuliskan 2-3 solusi yang sesuai dengan masalah dan penyebab

masalah yang telah

diidentifikasi. Solusi ini diperoleh dari hasil kajian literatur dan wawancara dengan sejawat / pakar

Apakah kelebiha n dari setiap alternati f solusi yang dipilih

Apakah kelemahan dari setiap alternatif solusi yang dipilih

Menurut Anda, apakah kelemaha ntersebut dapat diantisip asi? Jika bisa, bagaima na caranya?

materi media

meto de/

strate gi

lainny a

Petunjuk Pengisian/ Penjelasan LK 2.1

Kolom (1): Permasalahan yang telah diidentifikasi. Tuliskan permasalahan yang dirasa paling urgent terkait pembelajaran dari sejumlah masalah yang telah ditemukan dalam tahap identifikasi masalah dan ditentukan di tahap sebelumnya untuk diatasi.

Kolom (2) dan (3) Penyebab Masalah dan Kategori penyebab masalah. Kedua kolom ini merupakan penajaman dari tahap sebelumnya. Kategorikan penyebab masalah yang sebelumnya telah diidentifikasi apakah lebih dekat ke materi, metode, atau media pembelajaran. Ketiganya merupakan aspek yang paling memungkinkan untuk guru intervensi secara langsung dalam mengatasi permasalahan kelas/ lab/ bengkel.

Dua atau lebih permasalahan berbeda yang muncul ke permukaan saat observasi bisa jadi memiliki satu atau lebih sebab yang sama. Sebaliknya, satu permasalahan dapat memiliki dua atau lebih penyebab. Sebagai contoh, dalam observasi pembelajaran

(6)

Bahasa, mahasiswa PPG Dalam Jabatan mengidentifikasi permasalahan: (a) Sejumlah besar siswa di kelas tidak mampu memahami isi bacaan yang disajikan (yang terlihat dari ketidaktepatan menjawab pertanyaan LOTS terkait informasi umum dan rinci sebuah bacaan) dan (b) Sebagian siswa terlihat tidak bersemangat saat belajar membaca (minat membaca kurang). Dua persoalan ini bisa jadi memiliki satu atau lebih penyebab yang sama, misalnya, pilihan materi ajar (bahan bacaan) yang kurang relevan dengan level atau minat peserta didik. Kemungkinan lain, kedua persoalan tersebut muncul karena pilihan metode pengajaran yang kurang sesuai untuk pembelajaran membaca.

Pada beberapa kasus, pernah ditemui seorang guru dalam kegiatan inti pelajaran Bahasa hanya membagikan teks bacaan dan meminta siswa membacanya tanpa melakukan kegiatan pra membaca dan tidak pula memberikan panduan/ mengajarkan strategi pemahaman bacaan, sebelum mengajukan seperangkat soal terkait bacaan. Dalam hal ini, guru tersebut melewatkan tahapan mengajar membaca sehingga hanya terfokus melakukan asesmen membaca. Pada kasus demikian, maka pada penyebab masalah ada pada kategori materi dan/ atau metode pembelajaran.

Contoh lain, pada saat observasi kelas/ bengkel/ lab ditemukan persoalan: (a) siswa tidak dapat menyelesaikan tugas atau aktivitas sesuai alokasi waktu dan (b) guru tidak sempat melakukan kegiatan penutup dengan baik karena waktu pembelajaran telah habis. Dalam kasus demikian, ada kemungkinan jumlah materi atau aktivitas yang dirancang untuk disajikan dalam suatu sesi pembelajaran terlalu banyak atau kurang efisien. Terdapat juga kemungkinan guru menggunakan media pembelajaran yang memakan cukup banyak waktu untuk persiapan dan operasionalisasinya. Mahasiswa dapat merefleksi, manakah yang menjadi penyebab persoalan dan mencentang pada satu atau lebih kolom yang relevan, dalam hal ini, kolom materi dan/atau media. (bisa lebih dari satu kolom, tergantung kondisi riil hasil observasi/ hasil refleksi identifikasi masalah).

Ketajaman dalam melihat persoalan dan menganalisis penyebabnya menjadi kunci untuk langkah-langkah lanjutan dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Misalnya, persoalan-persoalan yang pada tataran permukaan tampak seperti persoalan terkait manajemen kelas dan motivasi belajar, seperti terdapatnya siswa yang pasif atau kurang inisiatif dalam pembelajaran, siswa yang mendominasi diskusi, kerja kelompok yang tidak berjalan baik, siswa yg duduk di baris belakang yang tidak fokus dan semacamnya boleh jadi berakar pada pilihan-pilihan materi, metode/ aktivitas, atau media pembelajaran yang sesuai untuk setiap tahapan pembelajaran yang dirancang atau kurang terstruktur dengan baik.

Jika dalam pembelajaran ditemui masalah yang menurut mahasiswa ikut dipengaruhi faktor di luar pembelajaran, misalnya terkait kecukupan fasilitas, pendanaan, atau dukungan lingkungan dan orang tua, persoalan tersebut harus disikapi secara profesional. Misalnya jika siswa Fase A-D tidak dapat memahami suatu konsep yang rumit dan guru melihat fasilitas pendukung berupa LCD proyektor dan laptop untuk menjelaskan konsep tersebut tidak tersedia, maka perlu diingat bahwa ketidakpahaman siswa bukanlah disebabkan oleh ketiadaan fasilitas namun karena mungkin kompleksitas konsep tersebut dan penyajiannya kurang sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Maka ketidakpahaman siswa, bisa jadi merupakan akibat penyajian materi

(7)

atau pilihan metode penyajian yang kurang sesuai. Jika saja materi tersebut dibuat berjenjang, disederhanakan, ditambah dengan gambar, realia, contoh, atau disajikan secara bertahap melalui aktivitas yang menarik, persoalan ketidakpahaman akan konsep tersebut akan lebih memiliki potensi untuk dihindari. Sedangkan, penyediaan LCD proyektor dan laptop saja belum tentu dapat mengatasi persoalan itu.

Kolom (4) Tuliskan 2-3 solusi yang sesuai dengan masalah dan penyebab masalah yang telah diidentifikasi. Misal, dari hasil refleksi diketahui penyebab persoalan siswa yang tidak memperhatikan dalam pembelajaran Bahasa disebabkan oleh pilihan materi dan metode yang kurang sesuai maka solusi yang mungkin dilakukan antara lain 1) mengganti teks bacaan sehingga sesuai dengan minat dan level siswa sehingga dapat memicu rasa ingin tahu siswa. 2) Menerapkan metode KWL untuk memandu siswa memahami bacaan 3) memasukkan unsur permainan dalam metode pembelajaran, atau 4) menyusun daftar pertanyaan pemahaman secara berjenjang serta teknik untuk bertanya yang memungkinkan semua peserta dengan keberagaman tingkat kemampuan memiliki sense of success yang relatif sama.

Kolom (6), (7) dan (8) Buatlah evaluasi dari alternatif solusi. Tuliskan apa kekuatan dan kelemahan dari solusi tersebut. Untuk kelemahan yang diidentifikasi, tuliskan mitigasi atau langkah apa yang dapat diambil untuk meminimalisir/ mengantisipasi kelemahan.

Rubrik Penilaian LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

(8)

Naras i Penil aian

Tidak meng erjak an LK

Tidak lengkap dalam pengisian kolom

Mengerjakan seluruh kolom namun

terdapat ketidaksesuai an antara masalah dan solusi

(meskipun evaluasi cukup baik)

Mengerjaka n seluruh kolom namun kurang tajam dalam evaluasi alternatif- alternatif solusi

Mengisi seluruh kolom LK 2.1 dengan CUKUP BAIK dilihat dari indikator:

● kesesuaian antara masalah/akar masalah, dan alternatif solusinya

● ketajaman evaluasi kekuatan,

kelemahan, dan mitigasi

Mengisi seluruh kolom LK 2.1 dengan SANGAT BAIK dilihat dari indikator:

● kesesuaian antara masalah/akar masalah, dan alternatif solusinya

● ketajaman evaluasi kekuatan, kelemahan, dan mitigasi

Renta ng Nilai

0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Langkah 5 Penentuan Alternatif Solusi

LK 2.

2 Menentukan Solusi

Masalah yang dipilih

untuk diatasi Penyebab Masalah Solusi yang

dipilih Deskripsi Kelebihan Kekuarangan Mitigasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Tuliskan 1 persoalan yang paling urgent yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Tuliskanlah apa penyebab setiap

masalah yang

diidentifikasi.

Tuliskan solusi yang dipilih dari beberapa alternatif yang sebelumnya telah didiskusikan

Jelaskan singkat solusi yang dipilih

Apakah kelebihan dari solusi yang dipilih

Apakah

kelemahan dari solusi yang dipilih

Rencana mitigasi kelemahan solusi

(9)

Rubrik Penilaian LK 2.2 Menentukan Solusi

Naras i Penil aian

Tidak meng erjak an LK

Tidak lengkap dalam pengisian kolom

Mengerjakan seluruh kolom namun terdapat kelemahan di dua indikator

Mengerjak an

seluruh kolom namun terdapat kelemaha n di satu indikator

Mengisi seluruh kolom LK 2.2 dengan CUKUP BAIK dilihat dari indikator:

● kesesuaian antara masalah/akar masalah, dan solusi yang dipilih

● kejelasan deskripsi solusi

● ketajaman evaluasi kekuatan, kelemahan, dan mitigasi

Mengisi seluruh kolom LK 2.2 dengan SANGAT BAIK dilihat dari indikator:

● kesesuaian antara masalah/akar masalah, dan solusi yang dipilih

● kejelasan deskripsi solusi

● ketajaman evaluasi

kekuatan, kelemahan, dan mitigasi

Renta ng Nilai

0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Langkah 6 Pembuatan Rencana Aksi

Perangkat Pembelajaran Inovatif

Tujuan Bukti penilaian Kegiatan belajar dan asesmen formative

(1) (2) (3)

Apa hasil yang diinginkan?

Tujuan ini diturunkan dari CP/ KD dokumen kurikulum dan dikaitkan dengan permasalahan yang diidentifikasi.

Apakah bukti penilaian yang harus ada untuk membuktikan bahwa siswa telah mencapai/

menuju tujuan pembelajaran?

Kegiatan atau aktivitas apa yang secara bertahap dapat membantu siswa memberikan bukti penilaian dan mencapai tujuan pembelajaran?

Kegiatan atau aktivitas apa yang dilakukan guru (dan siswa) untuk mengetahui hambatan siswa dan memantau ketercapaian tujuan?

(10)

Petunjuk Pengisian/ Penjelasan Perangkat Pembelajaran Inovatif

Perangkat Pembelajaran Inovatif berisi desain atau rancangan perangkat pembelajaran yang berfokus pada tiga komponen utama yaitu tujuan, bukti penilaian, dan kegiatan belajar termasuk di dalamnya asesmen formatif. Rancangan ini disusun berdasar backward design dalam konsep Understanding by Design (UbD) dalam bahan bacaan MK ini.

Kolom (1) Tujuan

Kolom (1) diisi dengan tujuan pembelajaran yang diturunkan dari CP atau KD (sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah untuk jenjang tertentu). Perumusan tujuan sebaiknya mencakup dua komponen yaitu kompetensi dan lingkup materi.

Perumusannya dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, merumuskan langsung berdasar CP. Kedua, merumuskan dengan menganalisis kompetensi dan lingkup materi. Ketiga, merumuskan lintas CP. Contoh alternatif perumusan dapat dilihat pada lampiran Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dapat diakses di tautan berikut https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/06/Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen.pdf . Untuk perumusan tujuan, mahasiswa dapat menggunakan: (1) taksonomi Bloom yang telah diperbaharui oleh Anderson dan Krathwohl (2001), (2) teori tentang 6 bentuk pemahaman/ understanding oleh McTighe dan Wiggins (2005), dan (3) taksonomi Marzano (2000). Mahasiswa juga dapat mengkombinasikan atau menggunakan taksonomi lain, selama sesuai dengan kondisi/

karakteristik mata pelajaran, materi ajar, siswa dan lingkungan belajar.

Taksonomi Bloom, Bentuk Pemahaman Wiggins and McTighe, dan Taksonomi Marzano

Bloom (Anderson and Krathwol, 2001) McTighe and Wiggins (2005) Marzano (2000)

Mengingat Mampu Menjelaskan Mengenali dan Mengingat Kembali

Memahami Mampu menafsirkan Pemahaman

(11)

Mengaplikasikan Mampu Menerapkan Analisis

Menganalisis Memiliki Perspektif Pemanfaatan Pengetahuan

Mengevaluasi Memiliki Empati Metakognisi

Menciptakan Memiliki Pengetahuan diri Sistem diri

catatan: 6 bentuk pemahaman Tighe dan Wiggins bukan taksonomi yang hirarkis

Dalam kerangka UbD, pemahaman atau Understanding (dalam enam bentuknya) merupakan capaian belajar yang diharapkan.

Namun perlu dicatat, bentuk pemahaman yang diharapkan tidaklah sama untuk setiap mata pelajaran atau jenjang. Pada pelajaran Matematika misalnya, kemampuan aplikasi, interpretasi, dan menjelaskan menjadi bentuk pemahaman materi yang paling alami, sesuai bidang. Sedangkan pada bidang keilmuan sosial, kemampuan menunjukkan empati, dan perspektif dapat juga dimasukkan/ ditambahkan sebagai bukti pemahaman jika perlu. Pada konteks SMK yang menitikberatkan pada praktik di bengkel atau laboratorium, tentunya bukti pemahaman yang ditargetkan akan berbeda. Contohnya ketrampilan untuk menghaluskan sebuah produk/ alat/ benda tentunya menekankan pada aspek penerapan. Sejumlah ketrampilan bahkan tidak hanya menekankan pada aspek kognitif tetapi juga aspek motorik dan aspek afektif secara proporsional, tergantung pada konteks pembelajaran. Untuk lebih mengetahui tentang keenam bentuk pemahaman dalam UbD, silakan membaca Bab 2 dari Bahan bacaan MK ini.

Saat penyusunan tujuan atau hasil yang diinginkan dan alur pencapaiannya untuk suatu sesi pembelajaran, mahasiswa juga perlu mempertimbangkan persoalan konkret yang telah ditemui selama menjadi guru dan yang terkini, ketika mahasiswa melakukan observasi pembelajaran pada tahap identifikasi masalah. Mahasiswa perlu menganalisis CP dengan melihat kondisi atau konteks pembelajaran yang khas dari setiap kelas seperti alokasi waktu/ JP, luasan cakupan materi, kemampuan siswa, serta keberagaman dalam kelas.

(12)

Misalnya cakupan materi dalam rumusan tujuan pembelajaran dapat disederhanakan atau dibagi ke dalam beberapa sesi pembelajaran jika pada observasi ditemukan persoalan ketidaktuntasan aktivitas yang berakar pada jumlah materi yang terlalu banyak. Atau, jika teridentifikasi bahwa siswa belum dapat mengaplikasikan sebuah konsep, teori, atau ketrampilan (misal menghitung volume, menjelaskan gaya, menulis, berenang) maka guru perlu merumuskan alur kegiatan pembelajaran dalam satu sesi dengan lebih bertahap dari yang mudah ke yang sulit atau dengan sedikit demi sedikit mengurangi bantuan. Di titik ini, kemampuan untuk menyusun alur pencapaian tujuan pembelajaran menjadi sangat penting. Bagaimana caranya agar siswa mencapai hasil/ tujuan akhir yang diharapkan, langkah apa sajakah yang diperlukan, bagaimana urutannya.

Kolom (2) Bukti pemahaman/ penilaian

Kolom (2) diisi dengan bukti penilaian yang dapat digunakan untuk menakar, mengevaluasi atau memvalidasi apakah siswa telah mencapai tujuan/ hasil yang diharapkan yaitu pemahaman. Kolom ini berisi bentuk penilaian kinerja dan bentuk penilaian lain.

Draft kisi-kisi dan rubrik penilaian dapat disertakan di lembar terpisah.

Terkait bukti penilaian, menurut McTighe dan Wiggins (2012), jika seorang siswa mencapai pemahaman, ia akan dapat menunjukkannya dalam satu atau beberapa jenis pemahaman. Dalam tahap ini, pertanyaan yang perlu dijawab adalah: Melalui tugas/ kinerja otentik dan bukti lain apa peserta didik akan mendemonstrasikan pemahaman/ pencapaian hasil (tujuan) yang diinginkan? dan Dengan kriteria apa kinerja dan bukti lain tersebut akan dinilai?

Yang dimaksud dengn kinerja di sini adalah kinerja otentik yang menunjukkan keterampilan atau kemampuan yang diharapkan.

Misalnya, membuat lemparan bernilai 3 angka pada permainan basket, menulis sebuah cerita/ naratif yang realistik dari sudut pandang seorang karakter. Bukti lain dapat berupa tes, kuis, portfolio dan semacamnya.

Kolom (3) Langkah/ Aktivitas Pembelajaran

(13)

Kolom (3) berisi kegiatan atau aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan/

pemahaman/ hasil yang diinginkan. Kegiatan dan aktivitas ini bisa juga sekaligus berfungsi digunakan guru untuk memantau proses belajar siswa, mengetahui hambatan, dan tingkat penguasaan materi oleh siswa.

Dengan kata lain, saat kolom ini tidak hanya berisi aktivitas untuk mencapai bukti penilaian dan tujuan tetapi juga aktivitas yang berfungsi sebagai formative assessment. Asesmen formatif dilakukan di dalam proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran. Asemen formatif merupakan satu kesatuan dengan kegiatan pembelajaran. Asesmen jenis lain, yaitu sumatif, tidak harus muncul pada modul ajar sebuah sesi pembelajaran, tergantung pada cakupan dan tujuan pembelajaran pada sesi tersebut.

Aktivitas atau langkah pembelajaran di kolom ini bisa jadi mengikuti sintaks metode yang dirasa perlu baik secara keseluruhan maupun sebagian. Bisa juga merupakan penggabungan atau modifikasi langkah satu atau beberapa metode. Ketika memilih dan mengorganisasikan metode/ aktivitas belajar, perlu diperhatikan kembali persoalan-persoalan yang telah diidentifikasi di tahap 1 sebelumnya serta .evaluasi dari alternatif solusi. Tidak ada pembatasan dan/atau keharusan untuk memilih sebuah metode atau aktivitas tertentu karena pilihan aktivitas tentunya sangat tergantung pada tujuan, karakteristik mata pelajaran, materi, dan karakteristik peserta didik yang beragam. Namun demikian, khusus untuk pembelajaran di SMK, penyusunan desain dan pengembangan perangkat ajar disarankan menggunakan antara lain PjBL, Teaching Factory (Tefa), Kelas Industri, dan Kelas Kewirausahaan. Materi terkait dapat diakses di materi PPA II SMK Topik 2 dan Topik 3.

Secara umum, dalam mengerjakan Perangkat Pembelajaran Inovatif mahasiswa merujuk pada bahan bacaan berikut:

● Bahan bacaan langkah 6 MK Pengembangan Perangkat

● Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

(14)

● Bahan bacaan pada pendalaman materi PAUD, UMUM, SMK, DAN PLB

Selain itu, dengan penyusunan rancangan kegiatan/ langkah pembelajaran juga perlu memperhatikan kesiapan dan keberagaman siswa. Oleh karena itu, mahasiswa PPG Daljab juga dapat mengimplementasikan konsep pembelajaran berdiferensiasi untuk merespon hal tersebut.

Setelah menyusun dan mendiskusikan/ mempresentasikan rancangan awal perangkat pembelajaran dengan tiga komponen utama tersebut, mahasiswa melengkapi komponen menjadi modul/ RPP lengkap yang siap digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Jika sekolah telah menggunakan kurikulum merdeka, komponen modul ajar lengkap yang diharapkan sebagai produk mata kuliah ini terdiri atas 3 komponen sebagai berikut.

Komponen Modul Ajar.

Informasi Umum Komponen Inti Lampiran

Identitas penulis modul

Kompetensi awal

Profil pelajar pancasila

sarana dan prasarana

target peserta didik

model pembelajaran yang digunakan

Tujuan pembelajaran

Asesmen

pemahaman bermakna

pertanyaan pemantik

kegiatan pembelajaran

refleksi peserta didik dan pendidik

Lembar kerja peserta didik

pengayaan dan remedial

bahan bacaan pendidik dan peserta didik

glossarium(opsional)

daftar pustaka

Dari komponen-komponen di tabel, pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik dapat dikembangkan dengan menggunakan konsep understanding dan triggering/ key question pada UbD. Keduanya merupakan bagian integral dalam penentuan hasil yang diinginkan (Topik 1, langkah 1 UbD-bahan bacaan MK).

Pemahaman bermakna berisi jawaban dari sebagian atau seluruh poin-poin berikut:

(15)

(1) apa ide besar materi yang siswa harus kuasai dari sebuah unit pembelajaran?

(2) apa detail penting dari materi yang siswa harus pahami dari sebuah unit pembelajaran?

(3) kebingungan/ miskonsepsi apa yang mungkin muncul dari sebuah unit pembelajaran?

(4) keterampilan/ pengetahuan apa yang siswa akan kuasai dari sebuah unit pembelajaran?

(5) apa yang akhirnya siswa bisa lakukan dari sebuah unit pembelajaran?

Sedangkan untuk membuat pertanyaan pemantik, mahasiswa sebagai guru harus berpikir pertanyaan-pertanyaan “provokatif’

apa yang akan menumbuhkan rasa ingin tahu atau pemahaman yang diharapkan.

Dinukilkan dari McTighe dan Wiggins (2012) berikut contoh formulasi pemahaman dan pertanyaan kunci/ pemantik Sample pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik.

Pemahaman (yang diharapkan) Pertanyaan kunci

Geografi, iklim, dan

sumber daya alam di suatu wilayah mempengaruhi budaya, ekonomi, ekonomi, dan gaya hidup penduduknya.

Bagaimana tempat tinggal kita mempengaruhi cara kita hidup?

Seni dan budaya saling bergantung satu dengan yang lain;

budaya mempengaruhi

kesenian, dan kesenian merefleksikan dan melestarikan budaya.

Dengan cara apa seni mencerminkan serta membentuk budaya?

Dua sampel “pemahaman” di atas menjawab pertanyaan terkait ide besar atau detil penting apa yang siswa harus kuasai dalam suatu unit pembelajaran dua mata pelajaran yang berbeda. Dalam sebuah unit, bisa dimungkinkan ada lebih dari satu formulasi

(16)

pemahaman bermakna. Formulasinya juga dapat disesuaikan dengan karakteristik materi masing-masing mata pelajaran.

Demikian juga dengan pertanyaan pemantik, formulasinya tentunya harus memperhatikan kemampuan dan jenjang peserta didik. Namun yang pasti, pertanyaan pemantik sifatnya benar-benar harus dapat memantik siswa untuk menuju pemahaman yang dituju. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apakah yang kalian ketahui tentang …” atau “sudahkan kalian mengetahui/

mendengar/ membaca….” rasanya tidak akan memantik pemahaman bermakna. Pada pembelajaran Bahasa dengan materi teks naratif, misalnya, alih-alih bertanya “Pernahkah kalian membaca cerita…..?” akan lebih baik jika guru menanyakan “Apa yang membuat sebuah cerita bisa menarik?”

Rubrik Penilaian Perangkat Pembelajaran Inovatif

Narasi Penilai an

Tidak menge rjakan LK

Tidak lengkap dalam pengisian kolom

Mengerjakan seluruh kolom namun terdapat kelemahan di dua aspek

Mengerjak an seluruh kolom namun terdapat kelemahan di satu aspek

Mengisi seluruh kolom Perangkat Pembelajaran Inovatif dengan cukup baik dilihat dari aspek:

● ketepatan dalam perumusan tujuan

● kesesuaian antara semua komponen

Mengisi seluruh kolom Perangkat Pembelajaran Inovatif dengan sangat baik dilihat dari aspek:

● ketepatan dalam perumusan tujuan

● kesesuaian antara semua komponen

(17)

(tujuan, bukti penilaian, dan kegiatan belajar/

asesmen formatif.

(tujuan, bukti penilaian, dan kegiatan belajar/

asesmen formatif.

Rentan

g Nilai 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Rubrik Penilaian Modul/RPP Perangkat Pembelajaran Inovatif

Kriteria < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Kelengkapan modul/ RPP

kelengkapan komponen modul ajar/ RPP beserta bagian-bagian di dalamnya mulai dari komponen identitas/ informasi umum, inti, hingga lampiran-lampiran yang relevan

Sebagian besar komponen tidak ditemukan

Komponen lengkap namun tidak terdapat lampiran yang sesuai

Komponen beserta bagian-

bagiannya dan lampiran lengkap namun secara umum kualitas pengisian kurang sesuai/

kurang baik

Komponen beserta bagian- baginnya serta lampiran lengkap dengan kualitas pengisian yang CUKUP BAIK.

Komponen beserta bagian- baginnya serta lampiran lengkap dengan kualitas pengisian yang SANGAT baik

Komponen utama

1. Kesesuaian Tujuan dan Indikator dengan KD/ CP

2. Kesesuaian Bukti penilaian dengan Tujuan

3. Kesesuaian Kegiatan dengan Bukti penilaian dan tujuan

Tidak lengkap atau lengkap namun tidak sesuai pada ketiga kriteria

Terdapat dua ketidaksesuaian pada salah satu kriteria

Terdapat ketidaksesuaia n pada salah satu kriteria

Lengkap dan memenuhi semua kriteria dengan

keseuaian yang CUKUP BAIK

Lengkap dan memenuhi semua kriteria dengan

keseuaian yang SANGAT BAIK

(18)

Kriteria < 55 56-65 66-75 76-85 86-100 Bahan Ajar dan Sumber Belajar

1. Kesesuaian Bahan Ajar dengan komponen utama Modul/ RPP Solusi 2. Kebenaran substansi

3. Sistematika/ organisasi/ keruntutan penyajian bahan ajar dari sederhana ke kompleks; dari LOTS ke HOTS 4. Kecukupan/ jumlah bahan ajar 5. Kecukupan, keberagaman,

keterpercayaan, kebaruan sumber belajar

Kurang lengkap ATAU lengkap namun tidak memenuhi lebih dari 3 kriteria

Lengkap dan memenuhi 2 atau 3

Lengkap dan memenuhi salah satu kriteria

Lengkap dan memenuhi semua kriteria dengan CUKUP BAIK

Lengkap dan memenuhi semua kriteria dengan SANGAT BAIK

1.LKPDKesesuaian LKPD dengan komponen utama modul/ RPP

2. Keruntutan kegiatan/ pertanyaan dalam LKPD; menampakkan scaffolding pemahaman/

keterampilan.

3. Kesesuaian LKPD dengan karakteristik siswa

4. Kesesuaian jumlah aktivitas dalam LKPD dengan alokasi waktu

pembelajaran

5. Disajikan dalam bahasa yang efisien, jelas/tidak ambigu, dan dengan tampilan yang menarik

Kurang

memenuhi lebih dari 3 kriteria

Kurang memenuhi

2-3 Kurang

memenuhi salah satu kriteria

Memenuhi semua kriteria dengan CUKUP BAIK

Memenuhi semua kriteria dengan SANGAT BAIK

Media Pembelajaran

1. Kesesuaian media dengan komponen utama modul/ RPP

2. Kesesuaian dan efektifitas media yang dipilih dengan karakteristik materi 3. Kesesuaian dan efektifitas media yang

dipilih dengan karakteristik peserta didik (termasuk kemenarikan media bagi siswa)

4. Kemudahan penggunaan media

Kurang

memenuhi lebih dari 3 kriteria

Kurang memenuhi

2-3 Kurang

memenuhi salah satu kriteria

Memenuhi semua kriteria dengan CUKUP BAIK

Memenuhi semua kriteria dengan SANGAT BAIK

Instrumen Penilaian

1. Kesesuaian bentuk penilaian formatif Kurang

memenuhi lebih Kurang memenuhi

2-3 Kurang

memenuhi Memenuhi semua

kriteria dengan Memenuhi semua kriteria dengan

(19)

Kriteria < 55 56-65 66-75 76-85 86-100 dengan apa yang akan dinilai/ tujuan

pembelajaran

2. Kesesuaian bentuk penilaian sumatif dengan apa yang akan dinilai/ tujuan pembelajaran

3. Terdapat kisi-kisi atau cetak biru 4. Terdapat rubrik penilaian

5. Menggunakan bahasa yang efisien, jelas, dan memiliki tingkat

keterbacaan yang baik/ tidak ambigu.

dari 3 kriteria salah satu

kriteria CUKUP BAIK SANGAT BAIK

(20)

Langkah 7 Pembuatan Rencana Evaluasi

Instrumen rencana evaluasi hasil penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan rencana aksi terpilih

Metode Kebutuhan

Instrumen Rencana pengembangan Hasil

(1) (2) (3) (4)

Observasi pembelajaran

Lembar checklist observasi

Pengembangan dari modul ajar/ RPP (bagian aktivitas dan asesmen) dengan penambahan kolom keterlaksanaan/ ketidakterlaksanaan serta kolom catatan

Link instrumen

Refleksi Lembar Refleksi berisi daftar pertanyaan reflektif

Menyusun 5 pertanyaan reflektif atas keterlaksanaan/

ketidakterlaksanaan rencana aksi

Link instrumen

Tambahkan metode lain jika ada

Tambahkan kebutuhan instrument sesuai dengan metode

Deskripsikan singkat rencana pengembangan Tautkan instrumen

Petunjuk Pengisian/ Penjelasan

Instrumen rencana evaluasi hasil penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan rencana aksi terpilih

Instrumen rencana evaluasi hasil penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan rencana aksi terpilih berisi desain atau rancangan instrumen yang akan digunakan mahasiwa untuk melakukan observasi dan evaluasi/ refleksi kritis terhadap keterlaksanaan rencana aksi (dalam bentuk modul ajar/ RPP) yang telah dikembangkan. Pada tagihan ini telah disediakan dua contoh desain, jika mahasiswa menggunakan rencana evaluasi yang sama, mahasiswa hanya tinggal melengkapi tautan instrumen yang siap pakai. Mahasiswa juga dapat menambahkan metode atau instrumen lain yang dirasa sesuai.

(21)

Rubrik Penilaian Instrumen rencana evaluasi hasil penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan rencana aksi terpilih

Tidak menger jakan LK

Tidak lengkap dalam pengisian kolom

Mengerjakan seluruh kolom namun terdapat kelemahan di dua aspek

Mengerjaka n seluruh kolom namun terdapat kelemahan di satu aspek

Mengisi seluruh kolom LK dengan CUKUP BAIK dilihat dari aspek:

(1) kesesuaian desain/ metode dan instrumen yang digunakan (2) kemudahan penggunaan instrumen

(3) kelengkapan aspek yang direfleksi

Mengisi seluruh kolom LK dengan SANGAT BAIK dilihat dari aspek:

(1) kesesuaian desain/ metode dan instrumen yang digunakan (2) kemudahan penggunaan instrumen

(3) kelengkapan aspek yang direfleksi

0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Lembar Kerja dan Rubrik Penilaian Pengembangan Perangkat (BK)

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif solusi (layanan dasar dan responsif)

Faktor utama penyebab masalah Solusi Yang Direncanakan Alasan Memilih Solusi Tersebut Layanan dasar Layanan

Responsif

RUBRIK PENILAIAN LK 2.1 Eksplorasi Alternatif solusi (layanan dasar dan responsif)

(22)

Kriteria 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100 Faktor Utama Penyebab

Masalah Tidak

mengerjakan/

Mengerjakan tidak sesuai

Uraian faktor penyebab masalah tidak jelas

Uraian faktor penyebab masalah kurang jelas

Uraian faktor penyebab masalah cukup jelas

Uraian faktor penyebab masalah jelas

Uraian faktor penyebab masalah sangat jelas Solusi Yang Direncanakan solusi yang direncanakan

tidak sesuai solusi yang direncanakan sesuai Alasan Memilih Solusi

Tersebut Uraian

alasan memilih solusi tidak jelas

Uraian alasan memilih solusi kurang jelas

Uraian alasan memilih solusi cukup jelas

Uraian alasan memilih solusi jelas

Uraian alasan memilih solusi jelas dan sesuai dengan faktor penyebab masalah

(23)

LK 2.2 Menentukan Solusi (layanan dasar dan responsif)

Solusi Yang Direncanakan Topik Tujuan Metode/Pendekatan Langkah Kegiata n

Layanan Dasar

Layanan Responsif

Rubrik Penilaian LK 2.2 Menentukan Solusi (layanan dasar dan responsif)

Kriteria 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Layanan Dasar (bimbingan

klasikal) Tidak

mengerjakan /

Mengerjakan tidak sesuai perintah

Memuat 4

indikato r tapi tidak jelas

Memuat 4

indikato r tapi kurang jelas

Memuat 4

indikato r

dengan cukup jelas

Memuat 4

indikato r

dengan jelas

Memuat 4

indikato r

sangat jelas Layanan Responsif

(konseling individual) Tidak

mengerjakan /

Mengerjakan tidak sesuai perintah

Memuat 4

indikato r tapi tidak jelas

Memuat 4

indikato r tapi kurang jelas

Memuat 4

indikato r

dengan cukup jelas

Memuat 4

indikato r

dengan jelas

Memuat 4

indikato r

sangat jelas

(24)

Perangkat Pembelajaran Inovatif (rancangan layanan bimbingan klasikal dan rancangan konseling individual)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) BIMBINGAN KLASIKAL

SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN …./…

Topik layanan Komponen layanan Layanan dasar

Sasaran Bidang layanan

Metode/teknik Fungsi layanan

Tanggal Pelaksanaan Waktu … Menit

1. Tujuan

SKKPD... Pengenalan Akomodasi Tindakan

Profil Pelajar Pancasila

2. KEGIATAN LAYANAN 1. Tahap Awal/Pendahuluan

(25)

2. Tahap Inti

3. Tahap Penutup

3. EVALUASI Evaluasi

proses Evaluasi hasil

Mengetahui

Dosen Pembimbing TTD

Tempat, tanggal TTD

Nama Mahasiswa PPG

Guru Pamong TTD

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Lampiran Materi, Media dan LKPD

(26)

2. Lampiran Evaluasi Proses dan Hasil

3. Lembar Refleksi Kegiatan Bimbingan Klasikal

Rubrik Penilaian RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL) Bimbingan Klasikal

Kriteria 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Kelengkapan Komponen RPL Bimbingan Klasikal

Tidak mengerjaka n/

Mengerjaka n tidak sesuai perintah

Kompon en RPL BK tersaji sekitar 20%

Kompon en RPL BK tersaji sekitar 40%

Kompon en RPL BK tersaji sekitar 60%

Kompon en RPL BK tersaji sekitar 80%

Kompon en RPL BK tersaji diatas 80%

Kejelasan Dalam Setiap Komponen RPL Bimbingan Klasikal

Tidak mengerjaka n/

Mengerjaka n tidak sesuai perintah

Semua kompon en RPLBK tersaji, tapi tidak jelas

Semua kompon en RPLBK tersaji, tapi kurang jelas

Semua kompon en RPLBK tersaji cukup jelas

Semua kompon en RPLBK tersaji dengan jelas

Semua kompon en RPLBK tersaji sangat jelas

RANCANGAN/RENCANA KONSELING

Pertemuan ke…

A. DESKRIPSI KASUS

(27)

Gambaran mengenai konseli secara menyeluruh, berkaitan dengan diri konseli, lingkungan dan isu yang dimiliki konseli.

Deskripsi kasus akan bertambah seiring perjalanan konseling dikarenakan informasi mengenai diri, lingkungan dan permasalahan konseli akan semakin bertambah lewat proses konseling yang dilakukan. Analisis masalah konseli mengacu konseptualisasi masalah pada pendekatan konseling tertentu.

B. TUJUAN KONSELING

Berisi tentang pernyataan yang didasarkan pada target yang akan dicapai dari proses konseling yang dilakukan pada sesi tersebut. Misalnya : tujuan konseling adalah melakukan penggalian secara lebih mendalam mengenai lingkungan keluarga konseli, yang kemudian indikator mengenai yang dimaksud dengan lingkungan keluarga konseli disesuaikan dengan indikator lingkungan keluarga secara teoritis.Perumusan pernyataan tujuan harus jelas dan fokus data apa yang ingin diperoleh.

C. PERENCANAAN PELAKSANAAN KONSELING

Berisikan rencana pelaksanaan konseling pada sesi tersebut yang akan dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan meliputi :

Waktu pelaksanaan konseling (kapan dan berapa lama), siapa saja yang akan dilibatkan dalam proses konseling pada sesi tersebut, alat asesmen yang digunakan, sumber data yang diperlukan untuk menggali data yang diperlukan, media atau alat konseling yang diperlukan.

Alat asesmen yang akan digunakan harus dipersiapkan atau dibuat sesuai tujuan konseling dan dilampirkan pada setiap ancangan yang dibuat/direncanakan.

D. PENDEKATAN DAN TEKNIK KONSELING

Berisi penjelasan pendekatan yang akan digunakan dan teknik konseling yang akan digunakan (jika telah diketahui setelah menggunakan asesmen pendekatan)

Dasar konseptual pemilihan pendekatan dan teknik konseling, didasari menggunakan minimal 2 buku dan 3 artikel ilmiah atau hasil penelitian

Penjelasan langkah-langkah teknik konseling yang digunakan Pada sesi-sesi awal konseling, belum masuk pada pendekatan dan teknik konseling. Pendekatan dan teknik konseling baru bisa ditetapkan setelah anda mampu melakukan asesmen dengan

(28)

menggunakan terminologi tertentu yang sesuai isu masalahnya. Pada sesi-sesi awal konseling, masih menggunakan teknik wawancara konseling untuk menggali informasi dan pendalaman masalah.

Bagian ini juga berisi diagnosa berdasarkan pendekatan teori yang digunakan serta rekomendasi treatment yang akan dilakukan Berisi kemungkinan keberhasilan pelaksanaan konseling serta kemungkinan yang akan terjadi bila masalah konseli tidak ditangani. Selain itu berisi rencana konselor antara lain: apa sumber bacaan (buku, artikel, hasil penelitian) yang perlu dibaca dan dianalisa sebagai persiapan? Bagaimana pelaksanaannya? Apakah konselor membutuhkan bantuan orang yang lebih ahli atau berpengalaman?

LAMPIRAN

Alat asesmen yang digunakan untuk menggali informasi konseli

(29)

LAPORAN KONSELING

Pertemuan ke…

Hari/tanggal : ...

Konselor : ...

Konseli : ...

PROSES KONSELING

Berisi deskripsi tentang pelaksanaan konseling: jumlah pertemuan, waktu pelaksanaan, dan proses konseling secara detail (apa yang dilakukan oleh konselor sejak awal hingga akhir sesi konseling bersama konseli).

Deskripsi konseli: cara berpakaian, penampilan fisik, tanda-tanda sakit fisik, cacat fisik, level energi, presentasi diri secara umum

Keluhan subjektif: presentasi masalah-masalah atau isu-isu dari sudut pandang konseli. Apa yang konseli katakan tentang penyebab, lama, dan tingkat keseriusan isu atau masalah. Apabila konseli memiliki lebih dari satu masalah, masalah tersebut diurut berdasarkan sudut pandang konseli.

Penemuan obyektif: observasi konselor tentang tingkah laku konseli selama sesi konseling. Hal ini meliputi: tingkah laku verbal dan non verbal antara lain: kontak mata, nada suara, volume suara dan gerak tubuh. Konselor perlu membuat catatan bila terjadi perubahan bila mendiskusikan topik tertentu atau terdapat tingkah laku yang kontradiktif.

(30)

DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS

Berisi diagnosa berdasarkan pendekatan teori yang digunakan serta rekomendasi treatment yang akan dilakukan, kemungkinan keberhasilan pelaksanaan konseling serta kemungkinan yang akan terjadi bila masalah konseli tidak ditangani

Selain itu berisi rencana konselor antara lain: apa sumber bacaan (buku, artikel, hasil penelitian) yang perlu dibaca dan dianalisis sebagai persiapan? Bagaimana pelaksanaannya? Apakah konselor membutuhkan bantuan orang yang lebih ahli atau berpengalaman?

HASIL KONSELING

Berisi tentang hasil apa yang dicapai pada penerapan pendekatan dan teknik konseling yang telah dilakukan. Hasil konseling akan menggambarkan sejauh apa pencapaian tujuan konseling yang telah ditetapkan pada ancangan konseling dapat diperoleh

Merupakan deskripsi hasil asesmen yang telah dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan konseling yang ditetapkan. Dilengkapi interpretasi atau kesimpulan dari semua data hasil asesmen yang diperoleh pada sesi ini. Berisi pula penjelasan mengenai langkah-langkah penerapan teknik yang akan dilakukan oleh konselor berdasarkan referensi teoritis yang membantu. Di dalamnya juga terdapat skenario pelaksanaan konseling, misalnya: Teknik Manajemen Diri.

Langkah Pertama yang akan dilakukan adalah self-monitoring, jelaskan hal apa yang akan dilakukan oleh konselor terhadap konseli pada langkah pertama tersebut, dst.

Selanjutnya penjelasan mengenai hasil dari setiap langkah penerapan teknik yang telah dilakukan. Hasil penerapan teknik juga akan memperlihatkan hasil menyeluruh dari proses konseling yang telah dijalankan oleh konseli, meliputi ada tidaknya perubahan dalam emosi, kognisi, dan tingkah laku konseli.

EVALUASI PERKEMBANGAN

Berisi pandangan konselor tentang konseli, apa yang ada dibalik perkataan dan perbuatan konseli. Evaluasi ini dilakukan secara berkelanjutan. Sejauh apa konseli mengalami perubahan dari sesi demi sesi, meliputi: emosi, kognisi, dan tingkah laku konseli.

Identifikasi tema dan pola perkataan dan perbuatan konseli dengan mengacu pada teori-teori perkembangan dan kepribadian.

Termasuk pula hipotesis, interpretasi dan konseptualisasi tentang konseli.

Berisikan penjelasan mengenai hasil dari setiap langkah penerapan teknik yang telah dilakukan. Hasil penerapan teknik juga akan memperlihatkan hasil menyeluruh dari proses konseling yang telah dijalankan oleh konseli, meliputi ada tidaknya perubahan dalam

(31)

emosi, kognisi, dan tingkah laku klien.

RENCANA SESI SELANJUTNYA

Berisi rencana yang akan dilakukan pada sesi konseling selanjutnya.

Rencana untuk sesi berikut:

Rencana untuk konseli, bukan untuk konselor. Rencana jangka pendek dan panjang. Bagaimana konselor ingin berinteraksi dengan konseli, apa yang direncanakan untuk merespons konseli pada sesi selanjutnya (kelanjutan diskusi masalah). Apakah konselor berencana untuk membantu perasaan, pemikiran atau tingkah laku? Apa strategi atau pendekatan tertentu yang mungkin digunakan?

Apa dasar berpikir rencana tersebut?

Berisikan penjelasan mengenai langkah-langkah penerapan teknik yang akan dilakukan oleh konselor berdasarkan referensi teoritis yang membantu. Di dalamnya juga terdapat skenario pelaksanaan konseling, misalnya : Teknik Manajemen Diri. Langkah Pertama yang akan dilakukan adalah self-monitoring, jelaskan hal apa yang akan dilakukan oleh konselor terhadap konseli pada langkah pertama tersebut, dst.

Rencana untuk konselor:

Apa sumber bacaan (buku, artikel, hasil penelitian) yang perlu dibaca dan dianalisis sebagai persiapan? Bagaimana pelaksanaannya?

Apakah konselor membutuhkan bantuan orang yang lebih ahli atau berpengalaman?

REFLEKSI KONSELOR

Berisi refleksi konselor dalam proses konseling

LAMPIRAN

1. Verbatim wawancara konseling

2. Kertas kerja atau homework yang digunakan (tergantung pada pendekatan dan teknik konseling yang digunakan)

(32)

3. Rekaman digital (audio visual)

RUBRIK PENILAIAN RANCANGAN DAN LAPORAN KONSELING INDIVIDUAL

Kriteria 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Kelengkapan

Komponen Ancangan dan Laporan

Konseling Individual

Tidak mengerjaka n/

Mengerjaka n tidak sesuai perintah

Kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji sekitar 20%

Kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji sekitar 40%

Kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji sekitar 60%

Kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji sekitar 80%

Kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji diatas 80%

Kejelasan Dalam Setiap Komponen Ancangan dan Laporan Konseling Individual

Tidak mengerjaka n/

Mengerjaka n tidak sesuai perintah

Sebagia n kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji, tapi tidak jelas

Semua kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji, tapi tidak jelas

Semua kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji, tapi kurang jelas

Semua kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji dengan jelas

Semua kompon en rancang an dan laporan konselin g

individu al tersaji sangat jelas

(33)

Instrumen rencana evaluasi hasil penyusunan perangkat proses pelaksanaan layanan

Instrumen rencana evaluasi proses dan hasil merujuk pada tujuan dan proses layanan, baik layanan dasar melalui bimbingan klasikal maupun layanan responsif melalui konseling individual. Mahasiswa mengembangkan evaluasi proses dan evaluasi hasil yang melekat pada perangkat layanan (di ambil dijadikan LK 2.4). Evaluasi proses mengarah pada proses evaluasi daya dukung dan kendala-kendala yang mungkin ditemui dalam penyelenggaraan layanan dasar dan responsif. Sementara evaluasi hasil mengarah pada sejauh mana layanan diberikan membawa dampak perubahan sesuai dengan tujuan layanan yang dirumuskan.

Berikut contoh Instrumen rencana evaluasi proses dan hasil pada bimbingan klasikal. Instrumen ini hanya sebagai gambaran, dalam pelaksanaannya akan sangat menyesuaikan dengan konteks dan konten layanan di tempat masing-masing.

(34)

Contoh Lembar Penilaian Evaluasi Proses Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (LK 2.4) A. Identitas :

1. Kelas : ………..

2. Topik Layanan : Sukses Merencanakan Karier 3. Tanggal Layanan : ………..

B. Petunjuk Pengisian :

1. Berilah tanda centang (√) pada kolom pilihan di bawah ini sesuai dengan apa yang terjadi selama proses layanan bimbingan klasikal, dengan pilihan jawaban YA dan TIDAK :

2. Pernyataan nomor 1-13 diisi sesuai dengan keadaan peserta didik selama mengikuti proses layanan.

KEGIATAN PESERTA DIDIK PILIHAN

YA TDK 1. Peserta didik berperan aktif dalam kegiatan layanan

2. Peserta didik mendengarkan guru BK ketika menyampaikan materi layanan 3. Peserta didik memperhatikan ketika guru BK menyampaikan materi layanan 4. Peserta didik memperhatikan arahan dari guru BK

5. Peserta didik menyampaikan gagasan (ide) terkait materi layanan

6. Peserta didik aktif bertanya/menjawab mengenai materi layanan yang sedang dibahas

7. Peserta didik berdiskusi untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan 8. Peserta didik melaksanakan kegiatan layanan sesuai aturan yang ditetapkan 9. Peserta didik berdiskusi untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan 10. Peserta didik menunjukkan kerjasama selama proses layanan

(35)

11. Peserta didik antusias/menyukai dengan media layanan yang digunakan 12. Peserta didik menyampaikan kesimpulan dari materi yang sudah dibahas 13. Peserta didik menyampaikan kesan dan pesan setelah melaksanakan

layanan

Observer,

RUBRIK PENILAIAN INSTRUMEN RENCANA EVALUASI HASIL PROSES LAYANAN

Kriteria 0 < 55 56-65 66-75 76-85 86-100

Menggambark an aktivitas/

proses layanan

Tidak mengerjaka n/

Mengerjaka n tidak sesuai perintah

Terdapat 20%

Item

pernyataan yang

menggambark an

aktivitas/prose s layanan

Terdapat 40% Item pernyataan yang menggamb arkan aktivitas/pr oses layanan

Terdapat 60%

Item

pernyataan yang

menggambark an

aktivitas/prose s layanan

Terdapat 80%

Item

pernyataan yang

menggambark an

aktivitas/prose s layanan

80 % lebih Item

pernyataan menggambark an

aktivitas/prose s layanan

Pernyataan disajikan secara spesifik dan tidak mengandung tafsir ganda

Tidak mengerjak an/

Mengerjak an tidak sesuai perintah

Semua item pernyataan dituliskan tidak jelas dan mengandung tafsir ganda

Semua item

pernyataan dituliskan kurang jelas dan mengandu ng tafsir

Semua item pertanyaan dituliskan cukup jelas namun masih ada yang mengandung tafsir ganda

Semua item pernyataan dituliskan dengan jelas dan tidak mengandung tafsir ganda

Semua item pernyataan dituliskan dengan sangat jelas dan tidak mengandung tafsir ganda

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap ini, LKS pada prototipe kedua diujicobakan pada small group yang terdiri dari 10 orang yang merupakan siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 2 Palembang dengan tujuan

Kata Kalimat Yang Digunakan Pada Lk 2 HASIL DAN PEMBAHASAN Produk yang dihasilkan dalam penlitian ini adalah sebuah Lembar Kerja Peserta Didik LKPD berbasis Soal Higher Order

π Phi Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023 DOI 10.33087/phi.v7i2.313 172 Yulya Eka Putri, Mulia Suryani, Alfi Yunita Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik

Kriteria nilai praktikalita Persentase % Kepala Kolom 2 81% - 100% Sangat Valid 61% - 80% Valid 41% - 60% Cukup Valid 21% - 40% Tidak Valid 21% Sangat Tidak Valid