Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang organ pencernaan manusia siswa tunanetra di kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan menggunakan media gambar timbul organ pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penggunaan media gambar timbul dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang organ pencernaan manusia pada siswa tunanetra kelas V SLB A Yaketunis. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai pretest yang dilakukan dari 46 menjadi 66. dengan mendemonstrasikan gambar yang dicetak.
- Latar Belakang Masalah
- Diagnosis Permasalahan Kelas
- Fokus Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Hasil Penelitian
“Bagaimana cara meningkatkan proses dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang organ pencernaan manusia pada siswa tunanetra kelas V di SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan menggunakan media gambar cetak?” Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia pada siswa tunanetra kelas V di SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan menggunakan media gambar cetak.
KajianPustaka
- Kajian Mengenai Anak Tunanetra
- Kajian Mengenai Pembelajaran IPA
- Kajian Mengenai Prestasi Belajar
- Kajian Mengenai Media Gambar Timbul
Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa penyandang tunanetra ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri terhadap keadaan tidak mampu melihat. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa keunggulan media visual cetak bagi siswa tunanetra adalah sifatnya yang konkrit, bukan sekedar verbal.
Kerangka Pikir
Di SLB A Yaketunis Yogyakarta pembelajaran IPA tidak menggunakan media gambar relief sehingga siswa lebih mudah memahami sistem pencernaan manusia. Penggunaan media gambar relief dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia.
Hipotesis
Pendekatan dan Jenis Penelitian
DesainPenelitian Tindakan
Menyampaikan materi tentang nama, urutan, dan fungsi alat pencernaan manusia dengan menampilkan media gambar relief alat pencernaan manusia. Prestasi belajar IPA organ pencernaan manusia pada siswa tunanetra kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta meningkat dengan adanya lukisan relief.
Deskripsi Tempat Penelitian
SLB A Yaketunis Yogyakarta mempunyai sarana prasarana untuk menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran, sarana prasarana tersebut terdiri dari 15 ruang kelas, 1 lab komputer, 1 perpustakaan, 1 ruang pijat, 1 ruang seni/studio musik dan 1 ruang keterampilan, 1 ruang kepala sekolah, 2 ruang guru. kamar, 2 ruang TU dan 1 ruang tamu, 1 musala, 1 UKS, 7 kamar mandi dan toilet, 1 kantin, 1 kamar, serta asrama putra dan putri.
WaktuPenelitian
Subjek dan Karakteristiknya
Objek penelitian ini adalah penggunaan media gambar cetak dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan materi organ pencernaan manusia. Keterbatasan penglihatan FR menyebabkan ia mengalami kebutaan berupa badannya bergoyang. Kebutaan tidak mempengaruhi partisipasi FR dalam pembelajaran. Saat mengikuti kelas, FR terkadang terlihat antusias, namun terkadang FR tampak seperti pemimpi.
PT tidak mempunyai hambatan dari segi intelektual, PT aktif menjawab pertanyaan dan dapat berkonsentrasi selama pembelajaran berlangsung. Hasil belajar NC pada pembelajaran IPA masih cukup rendah, terbukti dengan NC hanya menjawab 2 soal dengan jawaban benar. Hasil belajar IH pada pelajaran IPA yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia masih cukup rendah, hal ini terlihat dari IH yang masih sering bertanya tentang fungsi organ dan fungsi enzim.
Saat belajar di kelas, saya terkadang melamun, namun saya mampu mengikuti pembelajaran dengan cukup baik. Hasil belajar IS pada pembelajaran IPA tentang organ pencernaan manusia masih cukup rendah, hal ini dibuktikan dengan masih seringnya IS bertanya tentang materi organ pencernaan yang dipelajari.
Skenario Tindakan
Membuat RPP dan LKS b.Membuat Media Gambar Timbul... langkah-langkah membuat media gambar timbul adalah sebagai berikut 1) Siapkan gambar intisari, siapkan styrofoam, potong, spidol, . gunting, double tape, glitter, penggaris dan stylus. Mengembangkan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran serta hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik tes dan observasi. Implementasinya adalah penerapan media gambar timbul organ pencernaan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi organ pencernaan siswa tunanetra kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta.
Observasi atau observasi dilakukan pada saat proses pemberian tindakan yaitu pada saat proses pembelajaran IPA tentang organ pencernaan makanan manusia pada siswa tunanetra kelas V di SLB A Yaketuni Yogyakarta. Yang diamati adalah partisipasi siswa selama proses pembelajaran dan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia.
Teknikdan InstrumenPengumpulan Data
54. b) Guru memberikan saran agar siswa selalu bersemangat dalam belajar dan mengingatkan untuk mempelajari seluruh materi tentang nama organ, urutan dan fungsi organ pencernaan manusia karena setelah ujian I. Tujuan dari ujian tertulis ini Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan prestasi belajar siswa mengenai organ pencernaan, dilakukan pre-test dan post-test dalam tes pengetahuan tertulis. Pre-test dilakukan untuk mengetahui prestasi belajar IPA terkait sistem pencernaan sebelum pelaksanaan kampanye, sedangkan post-test dilakukan untuk mengetahui prestasi belajar IPA terkait sistem pencernaan setelah pelaksanaan kampanye. sebagai evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Dalam penelitian ini teknik tes tertulis dilakukan dengan guru mendiktekan soal dan siswa menjawab soal secara tertulis. Hasil analisis skor ketuntasan pembelajaran IPA mengenai organ pencernaan menggunakan gambar relief dikategorikan sebagai berikut. Kriteria penilaian hasil observasi partisipasi siswa selama pembelajaran IPA terkait organ pencernaan dengan menggunakan media gambar relief dikategorikan sebagai berikut.
Dalam penelitian ini penulis menganalisis dokumen berupa laporan tertulis nilai siswa pada mata pelajaran IPA (IPA), yaitu setelah pretest, posttest I dan posttest II. Selain itu, dokumen lain dalam penelitian ini adalah foto-foto kegiatan pembelajaran IPA yang berkaitan dengan sistem pencernaan manusia yang dilakukan oleh peneliti dibantu oleh guru.
Teknik Analisis Data
- Validitas dan Reliabilitas
Validasi isi dilakukan dengan uji ahli dan praktisi dengan meminta pendapat dari guru pembimbing dan guru IPA kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta. Validasi dilakukan melalui saran dan diskusi mengenai bentuk tes dan isi tes.Validasi panduan observasi dilakukan dengan meminta saran dari guru dan pengawas sebagai validator instrumen. Selain validasi instrumen, peneliti juga melakukan validasi terhadap media gambar tercetak yang digunakan dalam penelitian ini.
Penelitian ini tidak menguji reliabilitas soal karena sudah sesuai dengan kurikulum yang ada, sehingga instrumen tes otomatis reliabel.
IndikatorKeberhasilan
Hasil Penelitian
- Pengaturan Jadwal Tindakan
- Deskripsi Data Kemampuan Awal Pestasi Belajar IPA tentang Organ
- Deskripsi Hasil Tindakan Siklus I
- Deskripsi Data Hasil Tindakan Pembelajaran IPA mengenai Organ
- Refleksi Tindakan Siklus I
- Analisis Data Tindakan Siklus I
- Deskripsi Tindakan Siklus II
- Deskripsi Data Hasil Tindakan Pembelajaran IPA mengenai Organ
- Analisis Data Tindakan Siklus II
- Hasil Refleksi Siklus II
- Uji Hipotesis Tindakan
Rekapitulasi Hasil Posttest I Kinerja Pembelajaran IPA Mengenai Organ Pencernaan Pada Siswa Tunanetra Kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta. Peningkatan prestasi belajar saintifik terkait organ pencernaan pada siswa tunanetra di kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Data peningkatan tindakan pada siklus I kinerja pembelajaran sains yang berkaitan dengan organ pencernaan makanan manusia pada siswa tunanetra kelas V SLB A.
NC salah menjawab dua pertanyaan tentang nama organ dan dua pertanyaan salah tentang fungsi organ pencernaan manusia. Pengulangan Hasil Posttest II Prestasi Belajar IPA Mengenai Makanan Manusia Organ Pencernaan Pada Siswa Tunanetra Kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta. Rekapitulasi data partisipasi siswa pada materi pembelajaran IPA organ sistem pencernaan manusia dengan gambar relief siklus I dan.
Hasil post-test prestasi belajar sains organ pencernaan manusia pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan. Rekapitulasi data peningkatan hasil Posttest I dan Posttest II kinerja pembelajaran IPA pada organ pencernaan manusia pada mahasiswa. NC salah menjawab satu pertanyaan tentang nama organ dan tiga pertanyaan salah tentang fungsi organ pencernaan manusia.
Satu pertanyaan dijawab salah tentang nama organ dan satu pertanyaan tentang fungsi organ pencernaan dijawab salah.
Pembahasan
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diterima hipotesis bahwa terdapat tindakan peningkatan prestasi belajar IPA organ pencernaan manusia pada siswa tunanetra kelas V di SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan menggunakan gambar cetakan. Materi yang disampaikan dalam penelitian ini adalah Nama Alat Pencernaan, Urutan Alat Pencernaan dan Fungsi Alat Pencernaan Manusia. Untuk menyampaikan materi tentang organ pencernaan manusia, peneliti menggunakan gambar cetakan organ pencernaan manusia sebagai saluran pesan yang dapat memotivasi dan menarik minat belajar siswa.
Prestasi belajar IPA pencernaan manusia mengalami peningkatan seiring dengan mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan media gambar cetak. Rerata peningkatan prestasi belajar IPA yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia dari pretest ke posttest II adalah sebesar 42 (90,3%). Seluruh subjek penelitian mencapai nilai KKM yang ditentukan, sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan media cetak gambar organ pencernaan dapat meningkatkan prestasi belajar IPA organ pencernaan siswa tunanetra kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta.
Hasil belajar IPA tentang organ pencernaan mengalami peningkatan dan memenuhi KKM setelah melakukan tindakan pada siklus I dan siklus II dengan menggunakan media cetak gambar organ pencernaan manusia. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan gambar timbul organ pencernaan makanan manusia dalam pembelajaran IPA tentang organ pencernaan merupakan media yang dapat menarik perhatian siswa sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga materi yang disampaikan menjadi mudah untuk dipahami. Ingat.
Temuan Penelitian
Keterbatasan Penelitian
Kesimpulan
Dengan demikian, hasil belajar IPA Organ Pencernaan Manusia pada siswa tunanetra kelas V SLB A Yaketunis Yogyakarta mengalami peningkatan dengan bantuan media gambar timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran IPA materi organ pencernaan dengan menggunakan media gambar timbul menunjukkan adanya peningkatan. Terjadi peningkatan rata-rata skor partisipasi siswa pada saat proses pembelajaran IPA pencernaan.
Berdasarkan hasil observasi pada tindakan I, rata-rata skor yang dicapai partisipasi siswa pertemuan pertama dengan kriteria kurang baik, rata-rata skor yang dicapai partisipasi siswa pertemuan pertama dengan kriteria cukup, sehingga rata-rata skor yang dicapai pada siklus Saya memiliki kriteria yang bagus. Pada siklus II rata-rata skor partisipasi siswa pada pertemuan pertama berkriteria baik, rata-rata skor partisipasi siswa pada pertemuan kedua berkriteria sangat baik, sehingga rata-rata skor pada siklus II berkriteria baik.
Implikasi
Saran
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa menyebutkan alat-alat pencernaan, menyebutkan alat-alat pencernaan dan menunjukkan fungsi masing-masing alat pencernaan yaitu mulut, kerongkongan dan lambung. Guru menjelaskan materi tentang nama-nama alat pencernaan pada manusia, urutan alat pencernaan pada manusia dan fungsi alat pencernaan pada manusia yaitu mulut, kerongkongan dan lambung. Siswa secara berkelompok mendiskusikan hasil observasi media dan menarik kesimpulan tentang urutan sistem pencernaan manusia.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa dapat menyebutkan alat-alat pencernaan, mengorganisasikan alat-alat pencernaan dan menyebutkan fungsi masing-masing alat pencernaan yaitu usus halus, usus besar dan anus. Guru menjelaskan materi tentang nama-nama alat pencernaan manusia, urutan alat pencernaan manusia, dan fungsi alat pencernaan manusia, yaitu usus halus, usus besar dan anus. Apersepsi pengetahuan awal siswa terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan organ pencernaan manusia.
Siswa secara berkelompok mendiskusikan hasil observasi media dan menarik kesimpulan tentang urutan organ pencernaan manusia. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui pendapat anda mengenai “Media Gambar Cetak Alat Pencernaan Manusia”.