• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lirik Lagu "Gugur Bunga"

N/A
N/A
Sari Lana

Academic year: 2025

Membagikan "Lirik Lagu "Gugur Bunga""

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Betapa hatiku takkan pilu Telah gugur pahlawanku Betapa hatiku takkan sedih Hamba ditinggal sendiri Siapakah kini plipur lara Nan setia dan perwira Siapakah kini pahlawan hati Pembela bangsa sejati Telah gugur pahlawanku Tunai sudah janji bakti Gugur satu tumbuh seribu Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti Di haribaan pertiwi

Harum semerbak Menambahkan sari Tanah air jaya sakti

Referensi

Dokumen terkait

melakukan penelitian ini dengan judul “Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Pada Album Untukmu Komunitas Karya Band Bunga Hitam: Tinjauan. Sosiologi Sastra dan

Penelitian ini bersifat kualitatif yaitu penelitian yasng bertujuan untuk melakukan analisis wacana atas lirik lagu-lagu dengan menggambarkan secara konteks atau

Secara teoritis, diharapkan manfaat dari penelitian tentang analisis kontrastif gaya bahasa pada lirik lagu Andy Lau dan lirik lagu Tulus adalah dapat menjadi sumber

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik lagu anak (LA) secara musikal dengan memperhatikan kata-kata atau lirik yang ada dalam lagu anak

Lagu ciptaan Buy Akur yang berjudul “Keong Racun”, membuat peneliti tertarik untuk melakukan suatu studi pemaknaan terhadap lirik lagu “Keong Racun” karena beberapa hal,

kita harus mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjasa untuk negeri kita ini yakni dengan menjadikan 17 agustus sebagai hari kemerdekaan negara republik Indonesia.. oleh karena itu,

Maju tak gentar Membela yang benar Maju tak gentar Hak kita diserang Maju serentak Mengusir penyerang Maju serentak Tentu kita kita menang Bergerak bergerak Serentak serentak Menerkam

Selain pola kalimat dalam puisi “Bunga Gugur”, aspek sintaksis lain terlihat dari adanya penggunaan reduplikasi lebih dari satu, yaitu pada kata kekasihku pada bait ke-2 dan ke-8; di