• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKPD Pertemuan II Teks Diskusi ( Struktur Teks Diskusi )

N/A
N/A
WAYAN SOMODANA

Academic year: 2024

Membagikan "LKPD Pertemuan II Teks Diskusi ( Struktur Teks Diskusi )"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

LKPD Pertemuan II Teks Diskusi ( Struktur Teks Diskusi )

Penggunaan Handphone di Kalangan Siswa

Akhir-akhir ini kembali wacana pelarangan siswa untuk membawa hanphone ke sekolah kembali mengemuka. Hal ini disebabkan karena baru-baru ini adanya tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh beberapa siswa SMP di Jakarta. Hal ini tentu saja mencoreng nama baik dunia pendidikan kita.

Pelarangan membawa handphone ke sekolah sebenarnya bukan hal yang baru. Di beberapa sekolah pelarangan itu sudah berlaku sejak lama. Seperti halnya pada kebijakan-kebijakan lainnya, yang selalu saja akan melahirkan sebuah pro dan kontra di masyarakat. Bagi yang kontra kebijakan ini, beranggapan bahwa membawa hanphone ke sekolah menyebabkan para siswa mudah dalam mengkases konten-konten porno dan sejenisnya. Mereka malah mengguakan hanphone-nya itu pada kegiatan-kegiatan yang justru mengganggu sekolah mereka. Apalagi sekarang, rata-rata hanphone yang dimiliki oleh siswa merupakan hanphone berteknologi tinggi.

Hanphone mereka tidak sekadar dipakai untuk bertelepon dan mengirim SMS saja, tetapi lebih dari pada itu. Mereka pun bisa mengakses gambar, video, dan informasi-informasi yang berefek negatif.

Sementara itu, pihak yang pro dengan kebijakan ini, mereka beralasan bahwa jika siswa tidak boleh membawa hanphone ke sekolah khawatirnya mereka akan kesulitan untuk menghubungi orang tua atau keluarga lainnya. Orang tua juga lebih mudah dalam memantau anak-anak mereka.

Namun, terlepas dari persoalan pro dan kontra atas kebijakan tersebut, yang jelas hanphone memiliki manfaat bagi siswa juga orang tua mereka di samping memiliki dampak-dampak negatifnya. Sebagai solusinya saya kita harusnya siswa tetap mempunyai kebebasan untuk membawa hanphone ke sekolah sehingga mereka tetap menjalin komunikasi dengan orang tua, kerabat, mungkin juga dengan guru dan teman-temannya. Akan tetapi, fitur- fiturnya harus terbatas sehingga mereka tidak bias leluasa mengakses konten-konten yang tidak mendidik. Hanphone mereka cukup untuk kepentingan bertelepon ataupun ber-SMS-an.

Di samping itu guru harus berperan untuk mengarahkan dan memberikan pengertian kepada mereka dalam pemanfaatan hanphone yang benar. Demikian pula peran orang tua, tidak sampai memberi hanphone sebagai suatu gaya hidup. Berilah mereka hanphone hanya untuk keperluan berkomunikasi sehingga penyelanggunananya bisa diminimalkan.

Tulislah informasi-informasi pro dan kontra tersebut secara lengkap dalam tabel berikut!

Informasi Pro Informasi Kontra

Tulislah kesimpulan teks tersebut dalam tabel berikut!

(2)

LKPD Pertemuan II Teks Diskusi ( Struktur Teks Diskusi )

Pendahuluan

Isi

Simpulan

Nama Kelompok : Anggota Kelompok 1.

2.

3.

4.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mendukung pemberdayaan siswa, pihak manajemen di sekolah memperbaiki tempat belajar, penyediaan fasilitas asrama yang akan membawa siswa terbebas dari kekecewaan

mewakili hasil perilaku siswa. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah, untuk dapat mendorong munculnya aspek mengelola emosi diri, dan mengenal emosi orang lain,

Begitu banyak tindakan vandalisme yang terjadi di MTs Negeri 5 Sleman hal ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi pihak sekolah dan orang tua, karena seorang siswa yang

Pemanfaatan internet dapat membantu pihak sekolah untuk mengembangkan system informasi berbasiskan website (online) tentang pengolahan nilai dan data siswa, sehingga para

Dalam rangka rekreasi dan meningkatan keakraban antar orang tua murid, siswa/i dan para guru/staff Lazuardi, kami pihak sekolah mengundang Bapak/Ibu beserta siswa/i

Kunjungan rumah ke orang tua siswa diadakan untuk mempererat hubungan masyarakat dengan pihak sekolah. Melalui kunjungan rumah ini, peneliti akan mengetahui

Agar orang tua/wali murid atau siswa yang masih kesulitan memakai bahasa Jepang, agar dapat berbicara dengan guru wali kelas dan pihak sekolah, dapat memanggil penerjemah untuk

pertimbangan, dukungan dan mengontrol terhadap segala kebijakan yang dilaksanakan satuan pendidikan agar dapat menjadi mediator antara masyarakat dan orang tua siswa dengan pihak