LOGIC MODEL
EVALUASI PERENCANAAN
INDUSTRI
KABUPATEN NGAWI
Tsania Syahda Yusria Mustofa 205060601111050
Evaluasi Perencanaan (D)
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Isu Penentu
INPUT
Arahan Kebijakan
Kelembagaan
Kondisi Ekonomi
Kondisi Fisik Industri
Kondisi Fisik Dasar Kondisi Fisik Binaan
Sub Sistem Input Industri
Terwujudnya industri Kabupaten Ngawi
yang Kreatif dan Berkelanjutan
OUTPUT OUTCOME
Analisis PESTEL Analisis
Perubahan Paradigma Analisis Konten
Analisis LQ Analisis Shift Share
Analisis Growth Share
Analisis Karakteristik Industri
Analisis Klaster Industri
Analisis Struktur Ruang Industri
Analisis Subsistem Industri
Analisis Value Proposition
Analisis Force Field
Analisis CSF
Sub Sistem Proses Industri Sub Sistem Output
Industri
Program
Pendampingan dan pelatihan kepada pelaku industri Promosi produk melalui event skala regional dan nasional Penyusunan SOP industri hijau
Program Teknologi Ramah Lingkungan
Pembangunan Artshop dan gallery untuk industri Penyediaan dan peningkatan unit pengelola air limbah
Peningkatan aksesibilitas dan perkerasan jaringan jalan pada kawasan pedesaan
Pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku industri
Pelatihan penggunaan teknologi dalam proses produksi dan pemasaran kepada pelaku industri
Pembangunan kantor pengelolaan dan pengawasan industri Menyediakan media konsultasi bagi pelaku industri dan konsumen berupa website
Penguatan kerjasama antar industri
Pembentukan kawasan peruntukan industry dan kawasan industri
Pengembangan sentra industri 1.2.
3.
4.5.
6.7.
8.9.
10.11.
12.13.
14.
MisiMengembangkan Sumber Daya Industri kreatif yang ramah lingkungan
Meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang industri kreatif
Meningkatkan kemampuan IKM dan LKM dalam mengelola modal usaha
Mengembangkan perwilayahan indsutri Kabupaten Ngawi yang berkelanjutan
1.
2.
3.
4.
PROSES
Analisis Kelembagaan
Analisis SWOT
INDIKATOR INPUT
Pergeseran paradigma Faktor eksternal
Isu Penentu
INDIKATOR OUTPUT INDIKATOR OUTCOME
RTRW Jawa Timur RIPIN
RTRW, RPJMD, RPJPD, RIPIDA Kabupaten Ngawi
Arahan Kebijakan
PDRB Jawa Timur PRB Kabupaten Ngawi Kondisi Ekonomi
Jenis kelembagaan Peran dan fungsi Struktur kelembagaan Hubungan antar lembaga Kelembagaan
Jumlah industri Jenis industri
Lokasi persebaran industri Kondisi Fisik Industri
Kondisi Fisik Dasar
Topografi, Hidrologi, Geologi Kondisi Fisik Binaan
Tata guna lahan, Jenis guna lahan Sub Sistem Input Industri
Modal dan Bahan Baku Sub Sistem Proses Industri Tenaga Kerja, SarPras, Teknologi Sub Sistem Output Industri Produk, Limbah, Pemasaran
Peningkatan potensi sumber daya lokal Peningkatan
penyerapan sumber daya manusia
Peningkatan
pemasaran produk industri
Terciptanya produk industri yang
memiliki keunggulan Terciptanya produksi bersih pada kegiatan industri
1.
2.
3.
4.
5.
>50% pelaku industri mengikuti pendampingan dan pelatihan
>50% pelaku industri mampu memiliki keterampilan produksi, administrasi, manajemen usaha
Meningkatnya penjualan produk hasil olahan lokal di ranah nasional maupun internasional serta
50% unit usaha sudah memiliki SOP yang jelas terkait industri hijau, sehingga smart environment dapat terwujud
20% Teknologi yang digunakan tiap unit usaha pada proses produksi sudah efisien dan efektif serta ramah terhadap lingkungan
>20% Terjalinnya kerja sama antara pelaku usaha local dan peminat kayu furniture/pihak swasta/investor
50% industri sudah dapat mengelola limbah dengan baik
>50% industri khususnya IKM terlayani oleh jaringan jalan yang dapat dilalui oleh moda truk/pick up
>50% pelaku industri mengikuti pelatihan manajemen keuangan
>50% pelaku industri dapat memanajemen keuangan sendiri Pendampingan dan pelatihan kepada pelaku industri
Promosi produk melalui event skala regional dan nasional
Penyusunan SOP industri hijau
Program Teknologi Ramah Lingkungan
Pembangunan Artshop dan gallery untuk industri
Penyediaan dan peningkatan unit pengelola air limbah
Peningkatan aksesibilitas dan perkerasan jaringan jalan pada kawasan pedesaan
Pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku industri
>20% Pelaku industri menggunakan mesin dalam proses produksi
>50% Pelaku industri dapat memasarkan hasil produksinya secara online
>50% Pelaku industri dapat memahami terkait pengelolaan keuangan
>50% industri terlayani oleh kantor pengelolaan dan pengawasan industri
Tersedianya media konsultasi berupa website
Terjalinnya komunikasi antara pelaku industri dengan konsumen
>50% terjalinnya kerjasama antar industri
Tersusunnya master plan pengembangan kawasan peruntukan industry dan kawasan industri
Terdapat rencana
pengembangan sentra industri Terbentuknya kelembagaan sentra industri
Pelatihan penggunaan teknologi dalam proses produksi dan pemasaran kepada pelaku industri
Pembangunan kantor pengelolaan dan pengawasan industri
Menyediakan media konsultasi bagi pelaku industri dan konsumen berupa website
Penguatan kerjasama antar industri
Pembentukan kawasan peruntukan industri dan kawasan industri
Pengembangan sentra industri
PENJELASAN
Penerapan logic model pada kegiatan industri di Kabupaten Ngawi difokuskan pada isu-isu strategis yang ada yaitu pertumbuhan industri yang tergolong rendah, potensi penerapan teknologi untuk menghemat tenaga kerja, dampak pandemi terhadap sektor industri, terbentuknya lembaga Bekraf yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif daerah, pemulihan ekonomi nasional, dan penerapan industri 4.0 di Kabupaten Ngawi.
Pengembangan produk industri di Kabupaten Ngawi diarahkan menjadi produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini didasarkan pada kondisi industrI Kabupaten Ngawi yang banyak industri berbasis pada kesenian atau kreatifitas.
Visi yang ingin dicapai oleh industri Kabupaten Ngawi adalah "Mewujudkan Industri Kabupaten Ngawi yang Kreatif dan Berkelanjutan". Artinya, industri di Kabupaten Ngawi menggunakan sumberdaya yang berada di lokasi setempat dan mudah untuk didapatkan, diakses, atau dikelola. Kegiatan industri memanfaatkan apa yang ada di Kabupaten Ngawi itu sendiri mulai dari sumber daya manusia yang berasal dari daerah-daerah yang ada. Pengembangan Industri Kabupaten Ngawi juga harus mampu memunculkan ide dan gagasan yang inovatif terhadap produk dan pemasaran produk industri serta memiliki keunggulan terhadap wilayah lain. Selain itu, industri di Kabupaten Ngawi harus ramah lingkungan yakni menerapkan produksi bersih dimana kegiatan industri meminimalisir adanya limbah yang dapat mencemari lingkungan sekitar.
Dalam penerapan pengembangan sektor industri di Kabupaten Ngawi melalui logic model, diperlukan adanua indikator yang digunakan dalam mencapai tujuan. Salah satunya yaitu pendampingan dan pelatihan bagi pelaku industri dapat dikatakan berhasil apabila sudah terindikasi >50% pelaku industri mengikuti pendampingan dan pelatihan serta >50% pelaku industri mampu memiliki keterampilan produksi, administrasi, manajemen usaha.
SUMBER
Hakim, Iqbal. (2021). Strategi Pengembangan Sektor Industri Kabupaten Ngawi. Studio Perencanaan WIlayah PWK Universitas Brawijaya