• Tidak ada hasil yang ditemukan

M Fathurrohman R 1187020046 Laprak Drosophila

N/A
N/A
M Fathurrohman Riswara

Academic year: 2025

Membagikan "M Fathurrohman R 1187020046 Laprak Drosophila"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM DETERMINASI DROSOPHILA

Disusun Oleh :

Muhamad Fathurrohman R (1187020046) Anggota Kelompok :

Ihsan Nur Ilman (1207020027)

Intan Dewi (1207020029)

Lisya Pratiwi (1207020032)

Maulani Diva Nurpratiwi (1207020034) Melati Putri Juliyanti (1207020035) Muhammad Fajar Sodiq (1207020040)

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2021/2022

(2)

I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang

Drosophila melanogaster (lalat buah) sebagai salah satu serangga yang memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu genetika serta dijadikan model organisasi diploid di laboratorium ukuran kecil, mempunyai siklus hidup pendek, jumlah keturunan yang dihasilkan sengat banyak, murah biaya serta perawatannya.

(Stine,1991). Drosophilia selama ini telah mengalami mutasi genetic sehingga dengan berbagai macam strain, dan berhasil ditemukan 85 macam strain. Salah satu contohnya dalag strain sepia dan plum, yang merupakan mutan D.Melanogaster. mutan tersebut memiliki kelainan genetic pada kromosom tertentu sehingga meyebabkan perbedaan fenotip jika dibandingan dengan Drosophila tipe normal. (Hotimah et al., 2017)

Drosophila atau umumnya dikenal pula dengan lalat buah merupakan salah satu contoh genus dari serangga lalat. Drosophila tersebar luas didunia terdiri dari berbagai jenis. Di Indonesia sendiri, tercatata terdapat sekitar 600 jenis Drosophila (Kundariati et al., 2021).

Drosophilla sp. umumnya memiliki eksoskeleton dan integument yang kuat, serta bertubuh ringan dan relatif berukuran kecil. Selain itu, umumnya memiliki anggota tubuh meliputi kepala, toraks, abdomen, dan sayap. Drosophilla umumnya memiliki siklus hidup yang pendek yaitu berkisar 12 hari pada suhu kamar, serta memiliki empat tahap dalam siklus hidupnya yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa (Amelia, 2016).

Salah satu hal penting mempelajari determinan Drosophila yaitu berkaitan dengan bagaimana siklus hidup Drosophila mulai dari stadium telur yang memiliki keunikan yaitu memiliki satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan sautu selaput tipis tapi kuat (Khrion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat tangkai, setelah telur menetas kemudian larva secara periodic berganti kulit untuk mencapai ukuran dewas, selama periode pergantian kulit. Untuk kemudian berkembang menjadi pupa dana pada tahap akhir menjadi imago. (Ramadani et al., 2016)

I.2 Tujuan

(3)

Adapun tujuan dari praktikum Determinasi Drosophila yaitu, Mahasiswa dapat membedakan lalat jantan dan lalat betina tipe liar berdasarkan struktur tubuh dan ciri- ciri morfologis lainnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi Drosophila

Kingdom : Animalia

Phyllum : Arthropoda

Kelas : Insecta

Ordo : Diptera

Family : Drosophilidae

Genus : Drosphila

Drosophila juga diklasifikasikan ke dalam sub ordo Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks) dan termasuk ke dalam seri Acaliptrata yaitu imago dengan keluar dari bagain anterior pupa. (Nainu, 2018)

Drosophila melanogaster memiliki klasifikasi phylum Arthropoda, kelas Insecta, ordo Diptera, Sub Ordo Cyclorrhapha, series Acalyptrata, Familia Drosophilidae dan Genus Drosophila (Strickberger, 1962). Drosophila melanogaster (lalat buah) adalah suatu serangga kecil dengan panjang dua sampai lima milimeter dan komunitasnya sering kita temukan di sekitar buah yang rusak/busuk (Iskandar, 1987). Drosophila melanogaster seringkali digunakan dalam penelitian biologi terutama dalam perkembangan ilmu genetika (Manning, 2006).

Salah satu jenis lalat genus drosophila yang umumnya digunakan dalam penelitian- penelitian yaitu Drosophila melanogaster. Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang termasuk dalam ordo Diptera, famili Drosophilidae, dan genus Drosophila. Drosophila melanogaster umumnya memiliki kepala berbentuk elips dengan antena yang berbentuk tidak runcing dan bercabang. Pada Drosophila melanogaster dewasa memiliki panjang tubuh 2-3 mm. Thoraxnya berwarna cream dan ditumbuhi banyak rambut dengan warna dasar putih, dan pada abdomennya terdapat garis hitam atau segmen-segmen. Telah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat

(4)

beberapa Drosophila yang mengalami mutasi. Adapun pada D. melanogaster normal umumnya memiliki ciri-ciri mata berwarna merah dan memiliki tipe mata oceli, dan tubuh berwarna cokelat kekuningan (Arivantiy, 2015).

III. METODOLOGI

Praktikum ini dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 4-5 orang mahasiswa laki-laki dan perempuan. Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan ekperimen pengamatan langsung serta study literature. Untuk melakukan ekperimen yaitu dengan menggunakan alat dan bahan seperi buah pisang, 2 wadah botol kaca, karet gelang dan plastik.

Adapun langkah pertama yaitu dengan memsukkan pisang yang telah di potong kedalam masing-masing wadah, lalu tempatkan wadah pada tempat yang berbeda (tempat yang biasa lalat buah dan tempat yang tidak ada lalat buah). Kemudian simpang selama 1-2 jam ataupun selama 24 jam. Setelah itu tutp wadah dengan menggunakan plastik dan karet gelang. Kemudian tahap pembiusan dengan memasukkan kedalam freezer selama 5 menit, dan amati morfologinya.

Pada study literature yaitu dengan mencari referensi pada website online, setelah itu menyamakan morfologi dengan lalat yang sudah di tangkap. Dan hasilnya dicantumkan dalam tabel pembahasan.

(5)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Hasil pengamatan lalat buah (Drosophila sp) jantan:

Morfologi kepala dan dada Morfologi abdomen Morfologi sayap b. Hasil pengamatan lalat buah (Drosophila sp) betina:

Morfologi kepala dan dada Morfologi abdomen Morfologi sayap

(6)

Sumber gambar: Dokumen kelompok

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, didapatkan hasil pada bagian kepala, bentuk mulut dan antena pada strain pm, se memiliki banyak persaman dengan Drosophilla. Pada bentuk mulut Drosophilla memiliki tipe mulut penghisap dan penjilat dan bentuk antena memiliki jenis aristat/rambut yang memiliki 7-12 ruas dan pada ruas terakhir membesar.

Pengamatan morfologi thorak meliputi bagian latelar toraks, bristle, sayap depan dan sayap belakang (halter). Pengamatan bagian lateral thoraks, yaitu bagian punggung (dorsal) mempunyai ciri berupa garis di tengah, atau garis pinggir (lateral) berwarna kuning di masing-masing sisi lateral dorsal skutum. Dari arah dorsal tampak warna dasar skutelum. Skutelum berwarna kuning, walaupun pada berbagai spesies terdapat tambahan warna lain, misalnya warna hitam dengan pola bercak.

Sayap belakang mengecil dan berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter, memiliki dua sayap. Sayap yang berkembang adalah sayap bagian depan.

Bagian ujung abdomen menunjukkan jantan memiliki warna kehitaman pada ruas no 5 dan 6 sedangkan pada betina hanya bercak hitam pada tiap ruasnya. Perbedaan seksual jantan dan betina dapat dilihat pada bentuk ujung abdomen dan kaki. Bentuk ujung posterior abdomen betina melengkung kebawah menuju titik lancip dibagian tengah belakang dan pada ruas no 5 dan 6 tidak berwarna hitam. Sedangkan abdomen jantan bulat dan memendek, pada ruas no 5 dan 6 memiliki warna hitam, pada bagian kaki jantan tarsus memiliki sex comb, bagian luar dari alat genital jantan memiliki warna hitam.

Dari hasil dokumentasi pengamatan tersebut, terlihat bahwa terdapat beberapa perbedaan antara lalat buah jantan dan betina. Pada jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin. Sedangkan pada betina ukuran relatif lebih besar, memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin.

(7)

V. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan morfologi drosophila diketahui bahwa bentuk ukuran tubuh drosophila jantan lebih kecil dibandingkan dengan drosophila betina. Serta droshopila yang kelompok kami dapatkan merupakn drosophila normal pada umumnya yang tidak mengalami mutasi.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Amelia, R. (2016). Pengaruh Persilangan Strain Wild Type (N) Dengan White (W) Terhadap Jumlah Turunan F2 Lalat Buah (Drosophila Sp.). Skripsi.

Palangkaraya : Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya.

Arivantiy, M. (2015). Perbedaan Suhu Lingkungan Terhadap Jumlah Anakan dan Siklus Hidup pada Biakan Lalat Buah (Drosophila melanogaster Meigen) Strain Normal (n). Skripsi. Jember : Universitas Jember.

Hotimah, H., Purwatiningsih, & Senjarini, K. (2017). Deskripsi morfologi Drosophilla melanogaster normal (Diptera:Drosophilidae), strain sepia dan plum. Jurnal Iilmu Dasar, 18(1), 55–60.

Iskandar, D.T. (1987). Petunjuk Praktikum Genetika. Pusat Antar Unversitas Bidang Ilmu Hayati, ITB Bandung.

Kundariati, M., Gani, A. R. F., & Pratiwi, J. S. (2021). Analisis Hubungan Kekerabatan Drosophila Sp. (Lalat Buah) Dari Tuban, Kediri, Dan Tulungagung Berdasarkan Indeks Similaritas Dan Dendogram. Jurnal Biosains, 7(1) : 10–

17.

Manning, G. (2006). A quick and simple introduction to Drosophila melanogaster.

Nainu, F. (2018). Review : Penggunaan Drosophila melanogaster Sebagai Organisme Model Dalam Penemuan Obat. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal

of Pharmacy) (e-Journal), 4(1), 50–67.

https://doi.org/10.22487/j24428744.2018.v4.i1.9969

Ramadani, S. D., Corebima, A. D., Zubaidah, S., Biologi, P., & Malang, P. N. (2016).

Pemanfaatan Drosophila Melanogaster Sebagai Organisme Model Untuk Pada Perkuliahan Genetika. Jurnal Pendidikan, 1(5), 806–813.

Strickberger, M.W. (1962). Experiments in Genetic with Drosophila. John Wiley and Sons Inc, New York.

Stine, G. (1991). Laboratory exercise in genetics. New York: Department Of Natural Sciences, Universitas of North Florida

Referensi

Dokumen terkait

Bab I merupakan bab pendahuluan. Bab ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, keaslian penulisan, tinjauan kepustakaan,

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang.. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam

1 BAB 1 BAB I PENDAHULUAN Pada Bab I Pendahuluan akan dijelaskan mengenai latar belakang penelitian yang melingkupi masalah di industri dan alasan pemilihan batang tumbuhan buah

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan pendidikan saat ini mengharuskan menyelesaikan kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah, hal tersebut yang memungkinkan peran

1 Institut Teknologi Nasional BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Transportasi pada hakikatnya telah dikenal secara alamiah semenjak manusia ada di bumi, dan memiliki peranan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan

1 Institut Teknologi Nasional BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Metode penyambungan dua buah material dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan cara

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu bangunan yang memiliki peranan penting dalam memberikan pasokan listrik yang kita kenal selama ini adalah tower transmisi baik