• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magnetisasi dalam Materi

N/A
N/A
devita handriyana

Academic year: 2023

Membagikan "Magnetisasi dalam Materi"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAGNETISASI DALAM

MATERI

(2)

PENDAHULUAN

Oersted:

“efek magnetik dapat dihasilkan oleh muatan listrik yang

bergerak”

S U

S U

S U

Hasil percobaan Oersted

(3)

Medan magnetik yang dihasilkan oleh lilitan kawat berarus memberikan

gambaran mengenai sifat magnetik material.

Faraday dan Henry:

“Arus listrik dapat dihasilkan dengan mengerakkan magnet”

Source: www.societyofrobots.com

. . . (1)

(4)

Medan magnetik Bm di dalam dan di tempat yang jauh dari ujung-ujung silinder dengan pemagnetan M seragam:

M

Bm 0 . . . (2)

dimana : M nI pemagnetan seragam

Contoh:

Magnet batang kecil berbentuk silinder yang berjari-jari 0,5 cm dan panjangnya 12 cm memiliki momen dipol magnetik m = 1,5 Am2 . Tentukan:

(a). Pemagnetan M, dengan menganggap pemagnetannya seragam dalam magnet tersebut.

(b). Medan magnetik di pusat magnet dan di sebelah luar salah satu ujung magnetnya.

(c). Kekuatan kutub magnet qm magnet tersebut!

(5)

Solusi:

(a). Pemagnetan merupakan momen magnetik per satuan volume, maka diperoleh:

2 r m V

M m

) m 12 , 0 ( ) m 005 ,

0 (

m A 5 , M 1

2 2

m / A 10 59

, m 1

10 42

, 9

m A 5 ,

M 1 5

3 6

2

(6)

(b). Medan magnetik di pusat magnet:

M B 0

) m / A 10 59

, 1 )(

A / m T 10

4 (

B 7 5 T

200 ,

0 B

Medan magnetik di dekat ujung silinder magnet:

M

B 0

2 1

T 100 ,

0 B

(c). Kekuatan kutub magnetik magnet batang tersebut:

qm m

m A 5 , m 12

12 , 0

m A 5 , q 1

2

m

(7)

SUSEPTIBILITAS MAGNETIK

M B

B app 0 . . . (3)

Untuk bahan paramagnetik dan ferromagnetik, M mempunyai arah yang sama dengan Bapp

Medan magetik total adalah medan magnetik dari solenoida + Medan akibat magnetisasi bahan





0 app m

M B . . . (4)

m  Suseptibilitas magnetik

) 1

( B

M B

B app 0 app m . . . (5)

Substitusi persamaan (4) ke persamaan (3), diperoleh:

(8)

Suseptibilitas magnetik beberapa material

(9)

MOMEN MAGNETIK ATOM

 Magnetisasi bahan paramagnetik atau feromagnetik terkait dengan momen magnetik dari atom-atom tunggal bahan tersebut.

 Momen magnetik atom terkait dengan momentum sudut. Deskripsi:

q mq v

r

dengan,

T f q

q I

v r T 2

;

2 r qvr

r 2

m qv 2

. . . (7)

r v m

L q . . . (6)

Momentum sudut partikel:

r2

I A I

m

Momen magnetik:

(10)

Substitusi pers. (6) ke (7), diperoleh:

m L 2 m q

q

. . . (8)

Momentum sudut dan momen magnetik memiliki arah yang sama bila muatan q positif.

Pers. (8) juga berlaku untuk momentum sudut orbital, tetapi tidak berlaku untuk momentum sudut spin intrinsik elektron.

s J 10

05 , 2 1

h 34

Jika: maka:

L m

2 m q

q

. . . (9)

(11)

Untuk elektron: mq = me dan q = e, maka momen magnetik elektronnya:

L

L m m

2

m e B

e





. . . (10)

Magneton Bohr

Dari pers. (11), diperoleh:

 Momen magnetik elektron sebanding dengan momentum sudut orbitalnya.

 Momen magnetik dan momentum sudut orbital elektron saling berlawanan arah.

T / J 10

27 , 9 m

A 10

27 , m 9

2

m e 24 2 24

e B

(12)

Magnetisasi jenuh, MS :

m )

m / kg ) (

mol /

kg (

) mol /

atom (

m N n

MS A 3

. . . (11)

Contoh:

Carilah magnetisasi jenuh dan medan magnetik yang

dihasilkannya untuk besi, dengan menganggap setiap atom besi memiliki momen magnetik sebesar 1 magneton Borh!

Solusi:

 Kerapatan besi,  = 7,9  103 kg/m3

 Massa molekul besi,  = 55,8  103 kg/mol

 Bilangan Avogadro, NA = 6,02 1023 atom/mol

 Magneton Bohr, mB = 9,27  1024 A.m3

(13)

Jumlah molekul (atom) besi per volume satuan:

NA n

3 3

3 23

m / atom 10

9 , 10 7

8 , 55

10 02

,

n 6

3 28 atom/m 10

52 , 8

n

Magnetisasi jenuh logam tersebut:

m / A 10 9

, 7

) m / A 10

27 , 9 )(

m / atom 10

52 , 8 ( M

5

2 24

3 28

S

Medan magnetik maksimum yang dihasilkan besi:

S 0M B

T 1 T

993 ,

0

) m / A 10 90

, 7 )(

A / m . T 10

4 (

B 7 5

(14)

PARAMAGNETIK

 Memiliki suseptibilitas magnetik m  0 dan   1.

 Atom-atom dalam bahan paramagnetik memiliki memiliki momen dipol magnetik permanen, namun arahnya acak jika tak ada medan magnet luar.

Contoh:

Jika m = mB, berapakah temperatur magnetisasi bahan akan meghasilkan 1 % dari magnetisasi jenuh dalam medan magnet yang dikerahkan sebesar 1T?

(15)

Solusi:

S app M kT

3 M mB

S S

app M 0,01M kT

3

mB

k 03 , 0

T mBapp

) K / J 10

38 , 1 )(

03 , 0 (

) T 1 )(

T / J 10

27 , 9 T (

23 24

K 4 , 22 T

Dari hukum Curie, diperoleh:

(16)

Contoh:

Solenoida panjang dengan 12 lilitan per centimeter memiliki inti besi yang dilunakkan. Jika arus 0,50 A, medan magnetik di

dalam inti besi 1,36 T. Tentukan (a) medan yang dikerahkan Bapp, (b) permeabilitas relatif Km, dan (c) magnetisasi, M

Solusi:

(a) Medan yang dikerahkan Bapp :

nI Bapp 0

) A 50 , 0 ( tan) lili

200 .

1 )(

A / m T 10

4

( 7

T 10

54 ,

7 4

(b) Permeabilitas relatif:

800 .

1 10

8 , T 1

10 54

, 7

T 36 , 1 B

K B 3

app 4

m

(17)

(c) Magnetisasi:

app 0M B B

T 10

54 , 7 T

36 , 1

M 4

0

T 36 , 1

0M

maka:

0

M B

A / m T 10

4

36 , 1

7

m / A 10 08

,

1 6

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Intensitas medan magnetik H dapat dinyatakan dalam hubungannya dengan kerapatan fluks magnetik B dan magnetisasi atau momen dwikutub magnetik per satuan volume M

Volume sebuah kerucut jika jari-jarinya 3 cm dan garis pelukisnya 5 cm adalah .... Jika jari-jari tabung 7 cm, maka kenaikan tinggi air adalah

Jika dalam kondisi awal (sebelum mengalir uap air), tongkat penghubung piston-roda engkol yang panjangnya 10 cm dan penghubung ke pusat roda engkol yang panjangnya 5 cm

Tentukan persamaan garis singgung lingkaran yang melalui titik (0,−5) dengan pusat P (0,0) dan berjari −

Jika partikel itu bergerak dalam suatu medan magnetik (lemah maupun kuat) B, interaksinya dengan medan mangetik tersebut (interaksi antara momen magnetik µ partikel dan medan

Percobaan dengan pesawat Atwood seperti pada gambar 1.2, bila massa silinder dan beban tambahan M1 + m lebih besar dari pada massa silinder M2, maka silinder M1 dan beban tambahan m

Nomenklatur d Diameter mm Fb Tegangan lentur kg/cm² Fs Tegangan geser kg/cm² I Momen inersia cm⁴ J Momen polar inersia cm⁴ M Momen cm⁴ N Putaran Rpm p Daya Hp r Radius cm

Sebuah limas segitiga memiliki luas alas 20 cm2 dan volume 60 cm3 Perbandingan volume tabung dan kerucut yang berjari-jari sama 7 cm, dan tingginya juga sama 10 cm Indah membuat kotak