Mahasiswa dan Gerakan Reformasi 98
Dosen Pengampu Mata Kuliah
Rahayu Hardita Dwi Widyanti, S.Pd.,M.Hum
Dede Salim (202015500183)
Muhammad Rifqi Pratama (202015500155)
Zidan Ramadhan (202015500276)
Pendahuluan
Pada tahun 1998 negara Indonesia mengalami satu peristiwa yang merupakan salah satu peristiwa penting yang memiliki dampak besar bagi negara, peristiwa yang mungkin sangat sulit dilupakan oleh banyak orang khususnya orang keturunan etnis Tionghoa, yang bisa dikatakan sebagai korban
dalam peristiwa besar ini.
Peristiwa reformasi tahun 1998 merupakan persitiwa tersebut, reformasi merupakan suatu gerakan yang menghendaki adanya suatu perubahan ke arah yang lebih baik secara konstitusional. Artinya,
ada perubahan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, hukum ,dan budaya
REFORMASI
Reformasi adalah suatu proses ke arah tatanan kehidupan bernegara yang baik, yang meliputi aspek politik, aspek ekonomi, dan hukum. Reformasi di Indonesia ini
adalah suatu arah untuk menata kembali kehidupan bernegara yang lebih baik, karena pada masa orba yang telah berkuasa selama 32 tahun mulai rapuh dan
sudah tidak cocok lagi untuk Indonesia
Serangkaian kerusuhan massal bernuansa SARA, yang pecah pada .
tahun 1995, 1996, dan 1997 memang telah menjadi lembaran kelabu bagi rakyat Indonesia. Hubungan antar umat beragama sempat terganggu dan warga keturunan Cina harus semakin berhati-hati.
Sebab, merekalah yang biasanya paling dirugikan tiap kali terjadi kerusuhan, walaupun boleh jadi pemicu kerusuhan itu sebenarnya bukan mereka. Terdengar dari sudut pandang kerusuhan yang terjadi disebabkan oleh adanya kesenjangan ekonomi sebagai biang keladi kerusuhan
KONDISI MENJELANG
REFORMASI ‘98
02
Faktor Terjadinya Reformasi
01 FAKTOR POLITIK DAN HUKUM
03
FAKTOR EKONOMI
FAKTOR SOSIAL
.
• Adanya korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN di dalam kehidupan pemerintahan.
• Kekuasaan orde baru di bawah kepemimpinan presiden Soeharto bersifat otiriter dan tertutup.
• Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
• Adanya Dwifungsi ABRI
• Belum adanya keadilan dalam perlakukan hukum yang sama di antara warga negara Indonesia.
FAKTOR POLITIK DAN HUKUM
.
• Adanya krisis mata uang rupiah (Nilai tukar rupiah menurun)
• Naiknya harga barang-barang kebutuhan masyarakat.
• Adanya kesulitan bagi masyarakat untuk mendapatkan barang- barang kebutuhan pokok.
FAKTOR EKONOMI
TERJADINYA KERUSUHAN 1998
.FAKTOR SOSIAL
.
• 1. Mengadili Soeharto dan Para Kroninya
• 2. Melakukan Amandemen UUD 1945
• 3. Menghapus Dwifungsi ABRI
• 4. Penegakan Supremasi Hukum
• 5. Mewujudkan Pemerintahan yang bersih dari unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
6 AGENDA REFORMASI
Muncul
Tragedi 98
01 TUNTUTAN REFORMASI &
PEMBUNUHAN MAHASISWA TRISAKTI
02 PENJARAHAN & PEMBAKARAN SERTA KERUSUHAN
03 Presiden suharto
mengundurkan diri
13 MEI 1998: PENEMBAKAN TRISAKTI.
REFORMASI 1998 H-8
14 MEI 1998: PEMAKAMAN DAN KERUSUHAN. REFORMASI 1998, H-7
15 - 16 MEI 1998: PENJARAHAN. REFORMASI 1998, H-6
17 MEI 1998: PEMBAKARAN DAN PENJARAHAN. REFORMASI 1998, H-4
18 MEI 1998: MAHASISWA BERGERAK KE DPR/MPR. REFORMASI H-3
19 - 20 MEI 1998: TUNTUTAN MAHASISWA:
SOEHARTO TURUN. REFORMASI 1998, H-2
21 Mei 1998: Tumbangnya Orde Baru.
Reformasi 1998 (Hari H)
Pada 21 Mei 1998 di hadapan para wartawan media seluruh dunia, Soeharto
mengumumkan mundur sebagai presiden. Wakilnya, B.J Habbibie, langsung dilantik menjadi presiden RI yang ketiga.
Akhir sebuah kediktatoran yang kejam dan congkak berakhir secara dramatis. Di jalan-jalan dan di gedung DPR, rakyat meluapkan kegembiraan dengan berbagai
ekspresi. Sebuah fase baru dimulai, perjalanan transisi sebuah bangsa menuju demokrasi.
Kesimpulan
Gerakan reformasi yaitu sebuah gerakan yang ingin ada perubahan dalam kehidupan sosial, bangsa dan negara ke arah yang lebih baik secara konstitusional.
Penampilan Berbagai permasalahan seperti krisis ekonomi, krisis SARA, dan krisis politik telah mendorong terjadinya reformasi merupakan kebutuhan mendesak dilakukan oleh pemerintah. Gerakan reformasi lahir sebagai jawaban atas krisis yang melanda berbagai aspek kehidupan.
Selain itu tuntutan yang datang dari berbagai elemen masyarakat, membuat pemerintah serta wakil rakyat juga mendukung untuk presiden Soeharto segera turun dari jabatannya, karena pemerintah menilai dengan turunnya presiden Soeharto dari kursi presiden, hal ini akan sedikit mengatasi kerusuhan, penjarahan, pembakaran, pemerkosaan yang sedang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Selain bidang politik tentu saja dampak tersebut dirasakan dalam bidang masyarakat. Hal ini tidak lain karena kerusuhan yang terjadi dan etnis Tionghoa yang banyak menjadi korban akibat adanya gerakan reformasi ini. Selain itu dalam bidang ekonomi saya kira dengan gerakan reformasi yang terjadi, hanya sedikit memberikan dampak terhadap bidang ekonomi.
• Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200 – 2008 . Serambi
• https://www.bbc.com/indonesia/indonesia- 44192970
• Sirot, I., & Atmaja, H. T. (2020). REFORMASI TAHUN 1998: PERANAN DAN DAMPAKNYA BAGI KOTA SOLO.
Journal of Indonesian History, 9(2).