K E L AT H I Klaten Kilas Informasi
Majalah Media Informasi Kabupaten Klaten
Edisi III
PEREMPUAN PENGGERAK S P E S I A L H A R I K A R T I N I
Foto Cover : DISKOMINFO KABUPATEN KLATEN
COVER STORY :
Sentuhan Perempuan Dibalik Batik Bayat
02
Daftar Isi
Penanggung Jawab I : Drs. Amin Mustofa, M.Si Penanggung Jawab II : Totok Gantoro, SE, MM Pemimpin Redaksi : Pindandita Bima M, S.T Fotographer : Hendra Kurniawan, Muhammad Tomi Tri A Videographer : Alfin Maulana, A d a m F a j a r i , J o u r n a l i s t : P r i m u s Supriyono, Titi Rochman, Angga Purnama, Desain: Warih Nugroho, Administrasi : Nur Fadilah Zahriayti, A.md, Art Dwica, Alamat Redaksi : Jalan Pemuda nomor 294 Klaten, Jawa Tengah, email : kominfo.klaten
@gmail.com, instagram : @kominfo.klaten, twiiter : @kominfo_klt, youtube : DISKOMINFO KABUPATEN KLATEN
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah,
Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga majalah Kelathi ini dapat terselesaikan. Majalah Kelathi ini bertujuan untuk mengulas informasi-informasi yang ada di Kabupaten Klaten dan setiap bulannya ada tema besar yang dibahas. Selain itu dengan harapan majalah ini bisa menjadi buah bibir yang positif bagi Kabupaten Klaten.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang sudah berkenan untuk membagikan informasi, dan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan majalah Kelathi ini.
Kami mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan bagi pembaca yang kurang berkenan. Semoga majalah Kelathi ini ke depan bisa lebih baik.
Teras Klaten
DWP : Peran Perempuan Dibalik Kesuksesan Karir Suami
05
Potret Perempuan Penggerak yang berhasil memberikan dampak positif di setiap bidang yang dikerjakan baik bagi lingkungan atau orang sekitar
17 13 11
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Drs. Amin Mustofa, M.Si
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupatean Klaten Penanggung Jawab Kelathi
15
Teras Klaten
Klaten Dalam Lensa
Pemkab Klaten Resmi Kantongi Hak PVT Rojolele Srinar-Srinuk
Klaten Bisa
Jenang Ayu Niten, Wedi
Jelajah Klaten Makan Enak
Jadikan Hati Perempuan Tergerak Untuk Cinta Lingkungan
07
Srikandi Sungai
09
Klaten Dalam Lensa
Masuk Dalam KSBN-BYP,
DAMRI Lirik Potensi Wisata Klaten
11
Tip N Trik
Rumahku Sekolahku, Ibuku Guruku
25
Lima Tips Menjaga Kesehatan Mental Perempuan
27
T E R A S K L A T E N
LAHIRNYA pahlawan nasional R.A. Kartini pada 21 April kerap dianggap sebagai tonggak lahirnya gerakan pemberdayaan perempuan. R.A. Kartini telah meninggalkan legasinya, yakni para perempuan tangguh yang berperan sebagai penggerak perubahan. Semangat Kartini telah menginspirasi jutaan perempuan di Indonesia, tak terkecuali perempuan di Kabupaten Klaten.
Peran Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan dinilai mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (Agent of change). Banyak perempuan di Klaten yang mengambil peran besar di berbagai bidang dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Saat ini, perempuan memiliki andil untuk memajukan lingkungan sekitarnya. Bahkan, perempuan dianggap mengedepankan nilai-nilai progresif, modern, kesopanan, dan berani saat melakukan sesuatu untuk orang banyak.
Dengan fenomena kemajuan yang begitu cepat untuk saat sekarang, sudah waktunya perempuan sekaligus para ibu tidak berpangku tangan menunggu uluran tangan pihak lain.
Sebaiknya perubahan dinamika yang terjadi perlu pendekatan dari tangan halus seorang perempuan.
Tak mengherankan jika lantas disebut-sebut di balik keberhasilan seorang lelaki, pasti terdapat campur tangan makhluk yang bernama perempuan. Apabila perempuan dengan campur tangannya mampu membawa keberhasilan, sebaliknya terjadinya keterpurukan dimungkinkan karena kurangnya perhatian perempuan terhadap segala apa yang terjadi. Perlu kiranya dalam pembangunan di era modern sekarang ini, peran perempuan yang samar-samar perlu dikembalikan, atau perlu adanya revitalisasi peran perempuan di lingkungannya.
Majalah KELATHI edisi ketiga tahun 2022 pun menyoroti besarnya peran perempuan terhadap perubahan. Bahkan seringkali perubahan yang dilakukan kaum perempuan kurang terasa karena berada terlalu dekat dengan kita. Perlu 'keluar' dari zona untuk melihat perubahan signifikan yang dilakukan oleh perempuan.
PEREMPUAN PENGGERAK
SENTUHAN PEREMPUAN DIBALIK BATIK BAYAT
Penulis: Angga Purnama
T E R A S K L A T E N
Batik Bayat
Seni dan keterampilan membatik di Bayat sudah tumbuh dan berkembang sejak dahulu.
Sejarah keberadaan batik di Bayat diperkirakan pada masa pra Hindu, dan mulai tumbuh dan berkembang sejak kedatangan Ki Ageng Pandanaran di daerah itu sejak abad ke-17. Ki Ageng Pandanaran menetap di daerah Bayat karena menjalankan perintah dari Sunan Kalijaga untuk bertapa dan menyebarkan agama Islam. Karena ketokohan dan keteladanannya, Ki Ageng Pandanaran pun lebih dikenal sebagai Sunan Bayat. Konon, sembari menyebarkan agama Islam, istri Ki Ageng Pandanaran mengajari para perempuan Bayat dengan seni dan keterampilan membatik.
Sejak Perjanjian Giyanti, yang memisahkan antara Kasunanan Surakarta dengan Kasultanan Yogyakarta, Batik Bayat banyak dikirim dan dikenakan sebagai busana keluarga Keraton Surakarta. Busana batik untuk memenuhi kebutuhan keluarga Keraton Surakarta sebagian juga dikerjakan di Bayat. Oleh karena itu, sebenarnya hubungan antara Batik Bayat dengan Batik Solo sudah terjalin sejak lama.
Selain bertani dan beternak, masyarakat Bayat cukup banyak yang bermata pencaharian sebagai pembatik. Masyarakat Bayat yang cukup dinamis dan terbuka terhadap unsur-unsur budaya dari luar, sedikit banyak mempengaruhi filosofi Batik Bayat. Baik halus maupun batik sederhana yang diproduksi di Bayat banyak menyerap pengaruh corak Batik Solo dan Yogyakarta.
Seperti diungkapkan Semi (61), perajin batik Desa Jarum, Kecamatan Bayat. Keterampilan membatik ia pelajari dari moyangnya secara turun-temurun. Ia memang berasal dari keluarga pembatik. Ia menuturkan, hampir semua perempuan di Desa Jarum bisa membatik. Para perempuan membatik terutama pada waktu senggang, yaitu ketika tidak menggarap sawah atau ladang.
“Kami bersyukur masih bisa membatik hingga sekarang. Penghasilan membatik memang tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Namun, membatik merupakan warisan orang tua yang harus kami pertahankan. Untuk menghasilkan satu lembar kain batik ini, kami memerlukan waktu sekitar satu bulan,” katanya.
Sumiyati (57), perajin batik lain di Desa Jarum menuturkan, para perempuan di desanya diajarkan bagaimana membatik menggunakan warna alam. Akibatnya, Batik Bayat mempunyai ciri khas warna coklat atau soga dan biru tua. Agar batik sebagai warisan budaya dapat bertahan, memang diperlukan adaptasi dan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
“Dengan warna alam yang ramah lingkungan, kami mengembangkan berbagai motif Batik Bayat modern. Kami telah mencoba membuat motif Batik Bayat yang disebut Keongan, Jahe, dan Sindu Melati,” kata Sumiyati menambahkan.
Terima Kasih Kaum Perempuan
Dunia mengakui batik Indonesia, termasuk Batik Bayat sarat dengan teknik, simbol, budaya, dan makna yang begitu mendalam. Membatik membutuhkan konsentrasi, kesabaran dan ketekunan, serta kebersihan jiwa pembuatnya. Motif dan goresan ragam hias yang dihasilkan mengandung makna harapan atau permohonan kepada Sang Pencipta. Itulah sebabnya, motif- motif batik yang tercipta senantiasa merefleksikan keindahan abadi yang sarat dengan makna filosofis. Dengan demikian, batik mempunyai dua makna keindahan, yakni keindahan secara visual dan keindahan karena kedalaman makna filosofisnya. Di tangan kaum perempuanlah kebanggaan kita akan batik telah digoreskan dan mendapatkan pengakuan dunia.
Melalui batik, kaum perempuan mengajari kita tentang ketekunan, keuletan, dan kesabaran menjalani kehidupan. Nilai-nilai keteladanan itulah yang saat ini mulai menghilang. Oleh karena itu, mari bangga dan mengenakan keindahan Batik Bayat, sekaligus belajar tentang keagungan makna filosofis di dalamnya.
(Primus Supriono/Kominfo Klaten – Penulis Buku Ensiklopedia The Heritage of Batik:
Identitas Pemersatu Kebanggaan Bangsa)
03 04
T E R A S K L A T E N
Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan organisasi yang beranggotakan Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dan istri ASN yang bergerak dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu kontribusi DWP adalah sebagai peran yang membantu atau dibalik kesuksesan karir suami. Sehingga anggota DWP berkewajiban untuk selalu mendukung para suami untuk bekerja secara profesional dan berprestasi, serta selalu dijalan yang benar.
DWP Penunjang Karir Suami
Peran tersebut diutarakan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Klaten, Efi Jajang Prihono yang tak lain adalah istri dari Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jajang Prihono.
Ia menyebutkan peran DWP lebih ke domestik, yakni membantu para suami agar bekerjanya lebih nyaman, lebih menikmati dan titik pointnya istri ASN tidak boleh interfensi pekerjaan suami yang perlu ditekankan.
Mengembangkan Potensi Diri
Lebih lanjut, menurut Efi sebagai perempuan yang ada di Dharma Wanita Persatuan sebagai penunjang karir suami tidak cukup jika hanya sekedar mengurusi rumah tangga saja, tapi juga ikut mengembangkan ilmu baik secara teknologi ataupun berita.
“Kita harus berperan serta dalam kontribusi nyata kepada masyarakat meskipun hanya sedikit.
Untuk ASN putri tetap memberikan kontribusinya sesuai dengan potensi masing masing sesuai dengan unit kerja dimana ASN putri bekerja, tetap hormati suami karena ridho istri ada di tangan suami,”ungkapnya.
Dalam rangka mengembangkan potensi diri, DWP Kabupaten Klaten selalu mengadakan beberapa kegiatan yang membuat anggota selalu aktif untuk berpartisipasi. Kegiatan tersebut diantaranya webinar edukasi pengenalan dan penggunaan media sosial yang baik dan bijak dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika. Kemudian dalam menyambut bulan Ramadhan mengadakan pengajian dengan tema “Raih Kesuksesan dan Keberkahan di Bulan Suci”, kegiatan lomba untuk menyambut Hari Kartini, dan kegiatan positif lainnya.
Apalagi ketika bapak-bapak sudah memiliki jabatan tinggi di OPD kita berharap dan memang harus dilaksanakan istri-istri ini tidak interfensi secara jauh ataupun lebih ke pekerjaan suami, jadi kita harus mensupport apapun kegiatan suami, kita memberikan
pelayanan servis ke suami yang nanti endingnya suami merasa nyaman, lebih bisa berkreasi, berinovasi dalam dia memberikan kontribusinya
di instansi tersebut
DWP : Peran Perempuan Dibalik Kesuksesan Karir Suami
Efi Jajang Prihono
Ketua DWP Klaten
Penulis: Titi Rochman
“ “
T E R A S K L A T E N
“ “
HATINYA PKK,
Jadikan Hati Perempuan Tergerak Untuk Cinta Lingkungan
HATINYA PKK atau Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman merupakan gerakan masyarakat yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) khususnya Pokja III (bidang pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga) untuk memanfaatkan halaman atau pekarangan di sekitar. Gerakan tersebut membuat hati para perempuan tergerak memanfaatkan pekarangan untuk ditanami tanaman produktif, tanaman hias, tanaman toga maupun sayuran sehingga dapat memperindah halaman dan menambah kenyamanan rumah.
TP PKK Kabupaten Klaten gencar menggerakkan kaum perempuan hingga ke lini bawah untuk mensukseskan program HATINYA PKK. Ketua TP PKK Klaten, Endang Yoga Hardaya saat ditemui oleh Tim Diskominfo Klaten beberapa waktu lalu, menyampaikan TP PKK Klaten berupaya terus menggerakkan hati perempuan-perempuan di 401 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Klaten untuk cinta lingkungan.
Pemenang juara satu Lomba HATINYA PKK Kabupaten Klaten tahun 2021 adalah TP PKK Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan. Di sana tanaman sangat lengkap, namun tanaman Bayam Brasil yang ditanam di pekarangan setiap rumah menjadi perhatian. Tanaman dengan nama latin Altehernanthera sissoo merupakan spesies sayuran yang berasal dari Brasil dan Amerika Selatan, mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan terutama untuk menjaga sistem pencernaan. TP PKK Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan juga mengolah bayam tersebut untuk dijadikan kripik untuk dijual dan ditumis untuk dikonsumsi pribadi.
Penulis: Titi Rochman
Tak lepas begitu saja, Endang Yoga Hardaya bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Klaten usai lomba berlangsung selalu memantau bagaimana perkembangan program HATINYA PKK. Dengan cara turun langsung ke desa dan kecamatan serta memberikan masukkan dan saran agar gerakan tersebut bisa berlangsung terus membaik dan bermanfaat.
“Setiap pertemuan kader kader PKK yang binaan desa, itu selalu dihimbau untuk selalu menanam tanaman di sekitar rumah,” kata Endang.
Ia mengungkapkan dengan adanya peran aktif perempuan dan HATINYA PKK mampu membantu menurunkan stunting yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Program HATINYA PKK juga membawa dampak positif bagi masyarakat selama masa pandemi Covid-19.
“Seperti kemarin masa pandemi sangat bermanfaat sekali, karena hasil dari HATINYA PKK menjadi bahan pangan setiap harinya, menambah gizi, dan juga selebihnya bisa kita jual untuk menambah pendapatan,” pungkasnya.
Perkembangan HATINYA PKK
HATINYA PKK
Jadikan Hati Perempuan Tergerak Untuk Cinta Lingkungan
Endang Yoga Hardaya Ketua PKK Kabupaten Klaten
Masyarakat memang agak susah kalau kita begitu saja (kegiatan sosialisasi), tetapi ada caranya agar masyarakat itu mau, dengan cara lomba. Lomba HATINYA PKK digelar dari ngkat RT, RW, desa, maupun ngkat kecamatan. Lomba HATINYA PKK ngkat RT nan diharapkan menumbuhkan kebiasaan menanam, baik itu tanaman toga, sayur, buah, tanaman yang produk f yang mana tanaman ini bisa berguna untuk meningkatkan pendapatan warga, memperbaiki gizi keluarga dan ketahanan pangan.
T E R A S K L A T E N
07 08
SUNGAI merupakan bagian vital dari lingkungan. Seringkali kelestarian lingkungan banyak dipengaruhi bagaimana kondisi lingkungan sungainya. Manusia memerlukan sungai untuk mendukung keperluan dan aktivitasnya, sebaliknya keberadaan sungai juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas manusia.
Pengelolaan lingkungan akan mempengaruhi terwujudnya pembangunan manusia, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan. Hal inilah yang sedang diangkat oleh Srikandi Sungai Klaten, sebuah komunitas perempuan yang berkonsentrasi pada pelestarian lingkungan khususnya sungai.
Sekretaris Srikandi Sungai Klaten, Endah Sulistyowati mengatakan dalam pelestarian lingkungan, Srikandi Sungai mengacu pada tiga aspek; pengelolaan sampah terpadu, edukasi, dan konservasi. Ketiga aspek ini dinilai penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan.
Pengelolaan sampah terpadu; Srikandi Sungai memiliki program pengelolaan sampah rumah tangga mulai dari belanja, dapur, hingga pengelolaan limbah akhir. Program yang disebut PADAMU; pasar, dapur, sumur ini bertujuan untuk mengurangi limbah khususnya sampah plastik sejak dari rumah. Endah menjelaskan gerakan ini berbasis pada pemilahan sampah rumah tangga dan memberikan dampak pada pengurangan sampah dalam skala besar.
Aspek kedua, edukasi. Pada aspek ini, Srikandi Sungai berfokus pada perubahan perilaku masyarakat dengan memberikan edukasi terkait perilaku yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Meski di era modern, saat ini masih ditemui wilayah sungai yang dijadikan lokasi untuk buang air besar sembarangan. Sementara gerakan konservasi bukan hanya berfokus pada pelestarian lingkungan sungai namun dalam skala yang lebih luas lagi.
paparnya.
Keberadaan Srikandi Sungai yang luar biasa peduli lingkungan dapat menjadi percontohan daerah atau kabupaten lainnya di Tanah Air. Selain peduli lingkungan, para Srikandi ini juga ramah perempuan dan anak. Karena itu, inisiasi Srikandi Sungai ini adalah salah satu contoh nyata inisiatif warga untuk mendorong partisipasi aktif perempuan dalam restorasi daerah aliran sungai dan pemberdayaan masyarakat sekitar sungai untuk meningkatkan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan, kualitas hidup penduduknya, dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagian besar anggota Srikandi Sungai merupakan ibu rumah tangga. Sehingga gerakan yang dilakukan oleh Srikandi Sungai pun lebih banyak mengambil peran lewat keluarga.
(ang/Kominfo-klt)
T E R A S K L A T E N
Srikandi Sungai,
Dari Perempuan Untuk Lingkungan Yang Lebih Baik
“Dalam melestarikan lingkungan, langkah awal yang paling penting adalah pemahaman masyarakat apa dan bagaimana pelestarian itu. Akan jadi percuma jika gerakan pelestarian lingkungan tanpa dilandasi pemahaman yang benar, kalau gerakan ini dilakukan di setiap rumah, tentu dampaknya sangat besar. Lingkungan menjadi lebih bersih karena jumlah yang sangat berkurang. Konservasi tidak harus dilakukan secara masif, bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diajak untuk mau menanam dulu, misal dengan menanam sayur dan toga di halaman rumah, berlanjut dengan gerakan menanam untuk lingkungan”
“Peran perempuan dalam pelestarian lingkungan bisa sangat besar. Bermula dari gerakan kecil di lingkungan rumah seperti dengan memberikan edukasi kepada anggota keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus memilahnya. Optimalisasi perempuan dalam gerakan peduli lingkungan menjadi sentral dengan adanya edukasi ini,” kata Endah yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Jogonalan ini.
KLATEN DALAM LENSA
PERUM DAMRI secara resmi mengoperasikan armada yang khusus melayani rute wisata di Kabupaten Klaten. Armada khusus yang diinisiasi oleh DAMRI ini melayani rute wisata ke Rowo Jombor dan Girpasang.
Sebelum Klaten, DAMRI sudah terlebih dahulu mengoperasikan armada di kota wisata lainnya seperti Dieng Pleteau di Wonosobo dan Candi Borobudur di Magelang. Terlibatnya DAMRI sebagai penyedia jasa transportasi wisata ini tidak terlepas dari peningkatan pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. General Manager DAMRI Cabang Yogyakarta, Boy Aryadi menyebut Klaten memiliki potensi wisata yang bisa lebih dikembangkan.
“Karena kaitannya peningkatan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kami ingin masuk disana, menstimulasi di sana, baik Rowo Jombor maupun Girpasang. Roda ekonomi masyarakat ikut tergerak. Salah satu penggerak yang harus ada adalah transportasi, kami menyediakan itu,” ungkapnya saat ditemui dalam launching armada DAMRI di Kampung Wisata Girpasang, Selasa (29/3/2022).
Kepala Dishub Klaten, Supriyono mengatakan hadirnya bus wisata tersebut merupakan kerja sama DAMRI dan Pemkab Klaten dalam rangka meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata unggulan di Klaten. Dengan beroperasinya moda transportasi khusus itu, diharapkan akses wisatawan ke Klaten semakin mudah dan semakin banyak yang berwisata ke Klaten.
“Uji coba dilakukan di dua destinasi unggulan, Rowo Jombor dan Girpasang. Ke depan, jumlah destinasi wisata yang dijangkau bus wisata akan ditambah secara bertahap,” paparnya.
Ia mengatakan latar belakang kerja sama tersebut adalah dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Klaten. Ia juga melihat diperlukan adanya transportasi demi memperlancar kemudahan masyarakat untuk menuju ke lokasi wisata. Menurutnya hal ini bertujuan agar terwujudnya pelayanan transportasi di sektor pariwisata di Kabupaten Klaten, serta meningkatkan kunjungan wisata ke lokasi wisata yang ada di Klaten. Ia berharap agar kerjasama dengan DAMRI ini selalu berlanjut dan berkembang. Total ada tiga rute yang dilayani armada khusus tersebut, yakni Terminal Ir.Soekarno—Bandara YIA dan Solo, Terminarl Ir.Soekarno—Rowo Jombor, dan Terminal Ir.Soekarno—Kampung Girpasang.
“Kami sangat bersyukur terjadi match dan kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Klaten dengan Perum DAMRI, ini dibuktikan dengan adanya beberapa jalur atau rute yang telah kita buat,” ujarnya.
Masuk Dalam KSBN-BYP,
DAMRI Lirik Potensi Wisata Klaten
Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten terus mengintensifkan penataan kawasan pariwisata di Kota Bersinar. Hal ini sehubungan pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Klaten menjadi single destination tourism.
Kepala Disbudporapar Klaten, Sri Nugroho mengatakan penataan pariwisata di Klaten sejatinya telah mengarah pada single destination tourism. Terlebih kebijakan Pemerintah Pusat mengarah pada pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Borobudur-Yogyakarta- Prambanan (KSPN-BYP) di mana Kabupaten Klaten masuk di dalamnya.
Terkait single destination tourism, Pemkab Klaten tidak hanya menata spot pariwisata, tetapi juga kawasan penunjang. Seperti ketersediaan akomodasi ke obyek wisata, kuliner lokal, hingga fasilitas penunjang lainnya agar tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat.
“Tujuannya Klaten menjadi destinasi utama bagi wisatawan, bukan lagi tujuan lanjutan dari kunjungan wisata sebelumnya. Jadi menarik wisatawan untuk berkunjung dan menyediakan fasilitas penunjang yang memadahi. Misal rombongan wisatawan ke Girpasang, tidak mungkin bus ukuran besar naik ke lokasi, harus ada lokasi parkir di desa di bawahnya, naiknya bisa dengan jeep yang dikelola masyarakat sekitar. Sehingga memunculkan potensi lokal, demikian juga dengan destinasi wisata lainnya,” katanya menjelaskan.
Hadirnya armada khusus wisata dari DAMRI tersebut sesuai dengan rencana penataan destinasi wisata di Klaten. Single destination tourism tidak bisa hanya dicapai melalui kebijakan satu arah dari pemerintah saja namun juga perlu dukungan dari semua pihak terutama masyarakat di kawasan pariwisata serta pelaku pariwisata yang terintegrasi.
Klaten Single Destination Tourism
Penulis: Tim Liputan Diskominfo Klaten
11 12
KLATEN DALAM LENSA
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) menerbitkan hak perlindungan varietas tanaman (PVT) untuk dua varietas khas Klaten, yaitu varietas Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk. Kedua varietas itu disebut telah lulus uji BUSS, yaitu uji untuk menilai kelayakan varietas dalam mendapatkan hak PVT dengan memenuhi unsur baru, unik, seragam, dan stabil.
Kementan telah menerima permohonan hak PVT Pemerintah Kabupaten Klaten untuk varietas tanaman Padi Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk. Setelah melalui sidang Komisi PVT, kedua varietas itu dinyatakan lulus uji dan Pemkab Klaten mendapatkan hak PVT atas dua varietas tersebut. Berdasarkan hasil sidang Komisi PVT yang sudah digelar pada 24 Februari 2022 , Pemkab Klaten menjadi pemerintah daerah pertama yang berhasil mendapatkan hak PVT.
“Inisiasi yang dilakukan oleh Pemkab Klaten ini luar biasa dan patut dicontoh Pemda lainnya. Menteri Pertanian telah memberikan apresiasi khusus terhadap Pemkab Klaten yang telah melakukan riset dengan memanfaatkan varietas lokal Rojolele sehingga bisa menghasilkan varietas yang spesial dari segi rasa dan bisa bermanfaat secara ekonomi,” ungkap Kepala Pusat PVTPP Kementan, Erizal Jamal, saat panen padi rojolele Srinuk di Desa Ngebong, Kecamatan Delanggu pada Kamis (31/3/2022).
Dengan hak PVT tersebut, Pemkab Klaten memiliki kendali secara eksklusif mengembangkan Srinar dan Srinuk. Hak eksklusif ini diharapkan bisa bermanfaat secara ekonomi bagi petani lokal Klaten.
Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini PPVTPP Kementan yang memberi perlindungan terhadap varietas Rojolele Srinar dan Srinuk.
“Kami bangga dapat mengawal riset dan memberdayakan varietas lokal menjadi varietas baru yang mendapatkan hak PVT. Srinar dan Srinuk kami harapkan menjadi tumpuan pendapatan petani serta menjadi ikon kebanggaan padi Klaten,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan PVT, baik Srinar dan Srinuk memiliki berbagai keunggulan genetika.
Srinar memiliki bulu permukaan dan daun kuat yang cukup baik untuk ketahanan terhadap serangan hama, umur panen 104 hari setelah tanam (hst) dan dapat ditanam sebanyak 3 kali dalam setahun.
Sedangkan, Srinuk memiliki umur panen 104 hst, panjang batang 93,09 cm, kadar amilosa agak rendah 13,64 persen dan baik untuk kesehatan karena memiliki aroma wangi beras yang kuat.
Penulis: Tim Diskominfo Klaten
Rojolele Srinar dan Srinuk
Pemkab Klaten Resmi Kantongi Hak PVT Rojolele Srinar-Srinuk
Proses Panjang Yang
Diraihnya hak PVT atas padi rojolele Srinar dan Srinuk ini merupakan perjalanan panjang.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk melestarikan varietas unggul dari Klaten ini. Diawali dengan riset yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk pemulian benih padi rojolele pada 2013 silam, dimulailah kerja sama antara BATAN dengan Pemkab Klaten. Melalui program Agro Techno Park (ATP) Klaten yang dimulai pada tahun 2015, BATAN berhasil mengembangkan dua varietas unggul yang bernama rojolele Srinar dan Srinuk dari padi lokal rojolele.
Sebagai varietas unggulan, hasil panennya banyak dicari masyarakat karena rasanya yang enak, nasinya pulen dan baunya wangi. Sayangnya, jarang sekali petani menanamnya meski harganya tinggi, di antaranya disebabkan karena usia panen yang panjang dan tinggi batangnya hingga 155 cm sehingga mudah roboh.
Pemkab Klaten berupaya mengembalikan beras ikon Klaten itu kembali menjadi produk unggulan yang dikembangkan banyak petani. Sejak 2013, Pemkab Klaten menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mengembangkan varietas rojolele baru. Di masa kepemimpinan Bupati Klaten, Sri Mulyani, kerja sama dengan BATAN terus berlanjut dengan penelitian di laboratorium dan berkali-kali dilakukan uji coba benih. Setelah melalui proses panjang, akhirnya benih rojolele unggul berhasil didapat.
Batan melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) telah berhasil memperbaiki varietas padi rojolele yang terkenal dan disukai masyarakat ini. Keberhasilan ini diwujudkan dengan panen perdana varietas rojolele Srinuk dan rojolele Srinar di Kawasan ATP Klaten pada Oktober 2019 silam.
Varietas ini memiliki umur panen lebih pendek yakni dari awalnya 165 hari menjadi 110 hari.
Pengembangan varietas unggul padi dengan teknologi nuklir itu memiliki rasa pulen dan wangi seperti varietas indukan.
Lahirnya varietas baru itu kemudian ditindaklanuti dengan perbanyakan benih, penanaman serentak dan pembentukan kelembagaan manajemen produksi, pengelolaan serta dan pemasaran dari hulu hingga hilir. Bahkan, demi mengenalkan ikon baru ini, Sri Mulyani akan mewajibkan kepada setiap PNS Klaten untuk mengonsumsi Rojolele dalam kesehariannya.
“Padi Rojolele merupakan padi yang menjadi ikon dan melegenda di Kabupaten Klaten yang memiliki ciri khas pulen dan wangi. Adanya varietas baru ini diharapkan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali bergairah menanam padi karena masa tanamnya lebih pendek setara dengan jenis padi di pasaran umum,” kata Bupati Sri.
Ia berharap agar para petani di Kabupaten Klaten ke depannya semakin sejahtera dan Klaten memiliki unggulan yang patut dibanggakan. Bupati juga berencana membuat pasar khusus beras yang akan memasarkan bukan hanya beras rojolele Srinar dan Srinuk, namun juga beras yang dihasilkan oleh petani lokal Klaten.
“Alhamdulillah sudah diberikan SK atau hak PVT dari Kementerian Pertanian, ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh jajaran Pemkab Klaten, kelompok tani, dan masyarakat Kabupaten Klaten. Varietas Rojolele Srinar dan Srinuk adalah potensi unggulan yang harus selalu kita selalu kembangkan, kita promosikan agar membumi,” kata Sri Mulyani.
#KLATENBISA
KENYAL dan menguar aroma gula aren, jadi kesan pertama saat mencicipi jenang ayu Niten, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi. Minyak yang berasal dari santan dan gula aren alami, menambah sensasi menikmati jenang yang kenyal namun tidak lengket saat digigit ini.
Namun siapa sangka, jenang ayu Niten ini sudah ada sejak era Hindia-Belanda dan sudah diwariskan turun temurun hingga saat ini, merek dagang Jenang Ayu Niten pun bahkan sudah dida arkan sejak 1928. Meski berusia hampir se-abad, resep jenang ini tak berubah sejak pertama dipasarkan.
Jenang Ayu Niten, Wedi
Resep Lima Generasi,
Jadi Jajanan Favorit Keraton Solo
Menurutnya, proses yang masih tradisional dan bahan baku alami yang digunakan, menjadi keunggulan produk Jenang Ayu Niten. Proses pembuatan Jenang Ayu Niten dimulai dengan memasak santan hasil perasan pertama dari kepala yang sudah matang dan mengandung santan kental. Sembari memasak santan, gula aren yang menjadi cita rasa utama jenang pun dimasukkan sembari terus diaduk di atas api sedang agar tidak gosong.
“Adonan jenang awalnya berupa cairan dan terus dimasak hingga mengental. Selama memasak, proses mengaduk adonan terus dilakukan sampai 8 jam sejak adonan dimasak dan tidak boleh terputus,”terangnya.
Proses mengaduk adonannya pun dilakukan secara manual oleh tenaga manusia dan hanya menggunakan alat bantu berupa sendok kayu besar dan panjang semacam entong.
Tidak boleh ada jeda mengaduk adonan, pun jika ingin berisitirahat, api dalam tungku yang masih menggunakan kayu bakar harus dikecilkan dan maksimal didiamkan kurang dari 10 menit saja.
Lamanya proses pematangan adonan, membuat santan yang dimasak mengeluarkan minyak kepala alami yang justru menjadi cita rasa khas dari jajanan tradisional ini. Pada zaman dahulu, jenang ayu sering ditemui sebagai hantaran pernikahan atau suguhan bagi tamu istimewa. “Saat pengaruh Keraton Solo masih kuat seperti sebelum era kemerdekaan, jenang ayu sering dipesan sebagai hantaran untuk dikirim ke keraton. Saat ini paling sering dipesan untuk hantaran pernikahan,” lanjut Brigita.
Istimewanya, meski dimasak dengan bahan alami, Jenang Ayu Niten bisa tahan hingga tiga bulan dan tidak tengik. Jajanan ini terawetkan secara alami dengan minyak kelapa yang keluar saat santan dimasak dengan durasi yang panjang. Sehingga jajanan ini sangat cocok sebagai buah tangan saat berkunjung ke Klaten dan aman dibawa hingga ke luar kota bahkan luar negeri.
Selain jenang sebagai produk utama, Jenang Ayu Niten juga menjual produk jajanan lainnya, yaitu krasikan dan permen tape. Tentu dibuat dengan bahan alami dan tanpa pengawet.
Walaupun saat ini telah banyak macam jajanan modern yang dipasarkan dan membuat jajanan tradisional seperti Jenang Ayu Niten hanya dikenal di kalangan tertentu, namun Brigita bertekad untuk tetap mempertahankan Jenang Ayu Niten meski produksi tak sebanyak dulu.
Selain itu, ia berharap resep yang sudah turun temurun ini tetap lestari dan diteruskan generasi selanjutnya. “Saya sendiri menantu dari pewaris sebelumnya, namun tergerak untuk melestarikannya. Tak lain karena Jenang Ayu Niten bukan hanya warisan keluarga besar namun juga bagian dari budaya Nusantara,” ungkapnya
Bahan Alami dan Tanpa Pengawet
“Saat ini sudah generasi kelima Jenang Ayu Niten dipasarkan. Untuk merek dida arkan sejak 1928, tapi jenang ini dibuat sejak jauh sebelumnya. Tidak ada yang berubah dari resep dan proses pembuatannya, kecuali generasi penerusnya, beberapa alat produksi yang masih bisa dipakai pun masih digunakan hingga saat ini,” papar Brigita, generasi kelima penerus Jenang Ayu Niten.
Penulis: Angga Purnama
15 16
J E L A J A H
Sementara ini Umbul Kroman dikelola oleh warga Dukuh Kroman RW 13 dan kedepan akan di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Saat ini tiket masuk ke Umbul Kroman masih gratis dan dalam pengelolaannya warga RW 13 dengan cara gotong royong.
Namun, tidak usah khawatir jika wisatawan ingin berenang, sudah tersedia toilet atau kamar mandi untuk wisatawan yang ingin berganti pakaian usai berenang di Umbul Kroman. Saat ini Pemerintah Desa baru mengusahakan menambah fasilitas seperti Gapura dan Gazebo.
Pengelolaan dan Fasilitas Umbul Kroman
Rute Perjalanan dan Transportasi
Perjalanan menuju Umbul Kroman memang harus ekstra hati-hati karena sepanjang perjalanan harus melewati jalan yang sempit, curam dan terjal. Wisatawan bisa mencari lokasi Umbul Kroman di laman pencarian, nantinya akan diarahkan menuju lokasi wisata.
Jangan panik apabila petunjuk arah berhenti di Embung Mranggen, karena lokasi Umbul Kroman berada di balik Embung tersebut. Sehingga disarankan wisatawan yang akan mengunjungi Umbul Kroman menggunakan kendaraan roda dua (motor) dan sepeda, karena jalan menuju tempat parkir curam dan hanya sampai depan Embung Mranggen (berada disekitar Umbul Kroman). Apabila ingin menggunakan mobil, wisatawan harus menitipkan ke rumah-rumah warga.
Kemudian tak berhenti begitu saja, dari parkiran wisatawan harus berjalan kaki sepanjang 50 meter dengan mengelilingi Embung Mranggen dan menyebrangi sungai. Barulah wisatawan disajikan dengan indahnya jernihnya air Umbul Kroman, pemandangan pohon bibis dan beringin yang asri disekitar Umbul Kroman. Ditambah suara nyaring hewan Garingpung yang membuat terasa alamiah desa semakin terasa.
Mandi Di Umbul Kroman,
Diyakini Menambah Aura Kecantikan
Umbul Kroman, konon dari zaman dahulu hingga sekarang dipercaya bisa menambah aura kecantikan bagi perempuan yang mandi ditempat tersebut. Umbul Kroman terletak di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom dan tersembunyi dibalik pemukiman warga.
Letaknya yang dikatakan sulit terjangkau dan masih alamiah, Sehingga membuat Umbul Kroman masih terjaga dan masyarakat setempat masih meyakini kepercayaan dibalik jernihnya Umbul Kroman dengan lebar 15 x 15 meter yang menambah aura kecantikan perempuan.
“Umbul itu sejak dulu hingga kini diyakini apabila ada pendatang, penduduk baru atau warga baru yang datang di RW 13 dan 14 khususnya. Orang-orang pendatang mungkin laki-laki RW 14 atau dukuh kropaan kemudian mendapatkan istri jauh dari Jogja atau Solo atau Semarang darimanapun yang datang kesitu tadinya agak kusut auranya atau bagaimana. Setelah mandi disitu (Umbul Kroman) beberapa hari akan terlihat ceria itu bisa dibuktikan sampai sekarang,”
Kepala Desa Mranggen, Miseran.
Miseran saat ditemui di Kantor Desa Mranggen, Jum'at (01/04/2022) menjelaskan bahwa tak heran masyarakat setempat khususnya perempuan mendatangi Umbul tersebut, karena meyakini kepercayaan itu. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa adanya sumber air murni yang ada di Umbul Kroman, yang kedepan akan dipisahkan dengan pemandian.
“Jadi umbul itu sementara untuk pemandian. Tetapi kedepan saya punya program yaitu akan kotak untuk airnya yang murni itu untuk dikonsumsi. Karena sudah terbukti dari UGM dan UNS juga datang meneliti adanya kandungan air yang ada di Umbul Kroman maupun di Sumber Karang Gotan (berada di sekitar Umbul Kroman). Ternyata memang kadar mineral sangat tingi, sehingga langsung diminum pun tidak ada efek apapun,” ujarnya.
Suasana di umbul yang memiliki kedalaman sekitar 30- 75 centimeter tersebut masih asri, karena dikelilingi oleh pohon bibis yang rindang. Air yang murni jernih terlihat jelas keluarnya sumber air yang keluar dari tanah dan banyak ikan-ikan yang ada di Umbul tersebut.
“Pesan saya justru silahkan datang setiap saat sama teman tidak apa-apa. Cuma saya minta jangan buang sampah sembarangan.” Tambah Miseran.
Penulis: Titi Rochman
M A K A N E N A K
Kuliner Legendaris di Klaten, Wajib Dicoba
DIAPIT dua kota budaya, menjadikan Klaten memiliki kekayaan kuliner karena pengaruh budaya dari Surakarta maupun Yogyakarta. Ragam kuliner di Klaten pun telah melegenda
hingga digemari bukan hanya pecinta kuliner di Klaten, namun juga luar Klaten.
Begitu banyak kuliner Klaten yang layak dicicip.
Berikut beberapa destinasi kuliner yang sudah melegenda di Klaten :
BUKA sejak 1965, legit gurihnya tongseng ayam Hj Parto telah melekat di lidah pecinta kuliner di Klaten. Jika menu tongseng lebih jamak dengan menggunakan daging kambing, tongseng ayam Hj Parto bisa menjadi alternatif untuk yang kurang menyukai olahan daging kambing.Kekayaan rasa dari bumbu rempah begitu meresap dalam setiap potongan daging ayam. Selain itu, seperti masakan tongsen yang sudah mashur dikenal oleh pecinta kuliner, rasa gurih didapat dari santan yang digunakan untuk mengolah daging ayam kampung sebelum dijadikan tongseng.
“Sebelum dimasak sebagai tongseng, daging ayam kampung dimasak gulai lebih dulu sampai empuk dan meresap bumbunya,” kata Joko Supono, anak bungsu Ibu Samirah Partoharjo yang merupakan pencetus menu tongseng ayam rumah makan yang berlokasi di Jl. Wedi-Bayat No. 1, Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten ini.
Jika beruntung, pengunjung bisa merasakan langsung masakan sang maestro yang terkadang masih turun langsung di dapur untuk meramu pesanan pelanggan. Cita rasa dari tongseng Hj Parto ini cenderung manis dari kecap yang digunakan, namun rasa dari rempah tetap terasa walaupun tidak dominan seperti pada tongseng kambing.
Pemberian bumbu rempah yang tidak terlalu menyengat ini beralasan karena daging ayam kampung lebih mudah menyerap bumbu dibandingkan daging kambing. Selain itu, tidak butuh banyak rempah untuk menutupi bau amis dari daging seperti jika membuat tongseng dari daging kambing.
Tongseng Ayam Hj Parto, Wedi
19 20
Jika suka pedas, dapat menambahkan sambal yang tersedia di meja. Sambal yang disediakan dijamin tidak akan mengubah rasa asli dari bumbu tongseng karena hanya berupa cabai rawit yang diulek tanpa bahan tambahan lain.
Jika di warung tongseng kebanyaknya hanya ada satu cara masak, di Ruma Makan Tongseng Ayam Hj Parto ada dua cara masak yang bisa dipilih pengunjung. Tongseng ayam goreng, yakni tongseng dengan cita rasa manis seperti yang sudah disebutkan, dan tongseng ayam godog, yakni tongseng ayam dengan tambahan kuah gulai sehingga menghasilkan cita rasa gurih.
Untuk menikmati satu porsi tongseng ayam tanpa nasi, pelanggan cukup membayar Rp 15.000, jika ingin menambah nasi, cukup tambah Rp 4.000. Harga ini berlaku untuk semua menu.
Selain tongseng yang menjadi favorit, terdapat beberapa menu lain yang bisa dipilih. Mulai dari sop ayam kampung, nasi goreng, hingga capcay. Namun untuk menikmati kuliner yang melenda ini, pengunjung harus bersabar karena banyaknya antrean, terutama saat jam makan siang.
Buka setiap hari, Rumah Makan Tongseng Ayam Hj Parto melayani pembeli dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Libur setiap Idul Fitri selama dua hari (hari H dan H+1), tempat kuliner ini paling ramai pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Selain itu, pengunjung yang membawa rombongan tak perlu khawatir, tersedia ruang rapat di lantai 2 dengan kapasitas 30 orang.
M A K A N E N A K
Penulis : Belinda Melyn Musliha
Editor : Angga Purnama/Kominfo Klaten
Tongseng Ayam Hj Parto, Wedi
BICARA kuliner Klaten, tidak bisa terlepas dari soto. Ada begitu banyak warung soto yang tersebar di penjuru Klaten dengan segala ciri khas dan keunikan rasanya.
Warung soto kali ini bisa disebut istimewa dan ekslusif. Selain lokasinya yang jauh dari pusat kota Klaten, dibutuhkan niat yang besar untuk menikmati soto sapi Mbah Gito Birun. Buka saat Legi mulai dari subuh, warung itu sudah dibanjiri pelanggan. Menjelang tengah hari, soto di warung itu sudah habis.
Berlokasi di Jatinom, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Jatinom, samping taman yang dulunya sebagai pasar ternak Jatinom di belakang kompleks Kantor Camat Jatinom, soto sapi Mbah Gito Birun hanya buka setiap hari pasaran legi dalam penanggalan Jawa. Namun untuk dapat menikmati kuliner ini, harus datang sejak pagi, karena selain buka sejak pukul 05.00 WIB, menu yang disajikan biasanya sudah habis sebelum masuk jam makan siang.
Berdiri sejak 1950, tak ada papan nama atau spanduk yang menunjukkan tempat itu sebagai warung Soto Mbah Gito Birun. Namun, warung ini sudah kadung dikenal oleh pelanggannya yang berasal dari berbagai daerah. Suasana warung Soto Mbah Gito Birun sederhana. Para pelayannya pun ramah dan kerap kali terdengar sendau gurau mereka yang kian meriuhkan suasana warung yang tak pernah sepi itu ketika Legi tiba.
Selain hanya buka di hari tertentu, sajian soto ini sangat unik. Jika biasanya sajian soto dihidangkan dengan mangkok untuk menampung kuahnya, warung soto Mbah Gito Birun justru menyajikannya dengan menggunakan piring.
Soal harga, warung soto Mbah Gito Birun mengikuti harga daging sapi di pasaran. Warung ini menyajikan soto dengan isian daging dan babat sebagai menu utamanya. Untuk menikmatinya, pengunjung cukup membayar Rp 15.000 untuk satu piring soto daging atau babat sapi.
Cita rasa gurih begitu terasa saat mencicip kuah kental, pun aroma kaldu sapi menyeruak saat soto disajikan dan menambah selera makan.
Selain soto daging dan babat, pecinta soto bisa memilih soto lidah sapi (Rp 17.000) yang menjadi menu favorit pelanggan. Jika ingin sajian berbeda, ada juga nasi tumpang koyor (Rp 15.000) yang bisa dipilih sebagai menu sarapan.
Soto Sapi Legen Mbah Gito Birun,
Jatinom
Penulis : Zhabellalita PutriEditor : Angga Purnama/Kominfo Klaten
Sate Kambing Pak Bejo, Kwaren
M A K A N E N A K
SEMERBAK wangi daging kambing bakar menggugah siapa saja yang melintas di Jalan Jatinom saat melewati warung sate kambing Pak Bejo. Aroma dari bumbu khas yang dipadu dengan daging yang dibakar kian menambah selera makan.
Buka sejak 1987, olahan daging kambing di warung sate Pak Bejo terkenal dengan daging kambing yang empuk. Ini karena daging yang dipilih berasal dari kambing yang masih berumur 1 tahun.
Selain empuk, daging kambing muda lebih menyerap bumbu.
Dipadukan dengan bumbu rempah dan empon-empon, menjadikan sate kambing Pak Bejo kaya rasa dan gurih. Gula jawa yang digunakan sebagai pemanis, menambah cita rasa legit pada daging kambing setelah dibakar.
Dipadu dengan nasi putih yang masih panas, tiap suapannya terasa bumbu yang merasuk ke dalam daging nan empuk. Untuk menikmati satu porsinya, cukup dengan Rp 25.000, pengunjung sudah mendapatkan paket lengkap; sate kambing dan nasi putih ditambah minum.
Warung Sate Kambing Pak Bejo tak hanya menjual sate kambing sebagai hidangan utama. Ada juga menu lain yang menjadi favorit pelanggan. Di antaranya gulai, tongseng, kikil, dan tengkleng kambing.
Seperti halnya satenya, semua menu terasa bumbunya karena daging kambing muda yang digunakan menyerap bumbu dengan baik saat proses pemasakan. Gulai dan tengkleng lebih sering habis sebelum jam tutup karena banyak diburu pelanggan.
Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00, warung ini terletak di Jl Jatinom KM 3, Kwaren, Kecamatan Ngawen. Warung ini hanya tutup saat libur nasional dan 10 hari setelah lebaran.
Penulis : Moch. Syaiful Rohman
Editor : Angga Purnama/Kominfo Klaten
23
T I P S N T R I K
RUMAHKU SEKOLAHKU, IBUKU GURUKU
Pembelajaran di Masa Pandemi
Menjadi orang tua pada era globalisasi saat ini, sangatlah tidak mudah. Terlebih bagi orang tua yang mengharapkan anaknya tidak hanya sekedar pandai, tetapi juga memiliki budi pekerti dan karakter yang baik. Menyerahkan sepenuhnya proses belajar anak hanya kepada sekolah, tentulah tidak cukup. Orang tua harus menjadi guru yang utama dan pertama bagi anaknya. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, di mana anak harus belajar dari rumah dengan sistem daring, orang tua haruslah menjadi aktor utama dalam proses belajar mengajar.
Sejak dikeluarkannya Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, peran orang tua dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sangatlah vital. Bagaimana tidak, orang tua, terutama para ibu, menjadi tumpuan utama keberhasilan program pendidikan nasional. Rumah dan lingkungan sekitar menjadi sekolah atau tempat belajar. Sedangkan ibu menjadi guru utama sekaligus pendamping proses belajar anak di rumah.
Siti Romrakit, seorang guru SD untuk mata pelajaran PJOK mengatakan, selama PJJ sebagian besar peran guru di sekolah diambil alih oleh para ibu di rumah. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama pendidikan anak. Para ibu harus mampu membagi waktu dengan baik antara mencari nafkah, mengurus rumah tangga, dan mendampingi anak belajar. Biasanya hanya terima beres dari sekolah, namun kini para ibu harus mengajar, mendampingi anak dalam zoom meeting, serta membantu mengerjakan dan mengirimkan tugas dengan IT.
Situasi darurat ini merupakan sesuatu yang tak terduga baik oleh pemerintah, guru, orang tua, maupun siswa sendiri. Guru, orang tua, dan siswa serta merta dihadapkan pada cara belajar yang berbeda. Para ibu dipaksa mengetahui standar isi kurikulum, indikator belajar, dan instrumen penilaian. Belum lagi ditambah dengan keharusan menggunakan teknologi informasi seperti handpone, laptop, internet, serta sejumlah aplikasi penunjang laninnya.
Para ibu yang biasanya bekerja mencari nafkah, memasak, serta mengurus rumah tangga, tiba-tiba harus menjadi guru bagi anaknya di rumah. Sungguh pengorbanan dan peran para ibu yang sangat berat. Saat ini para ibu harus mendidik anak-anaknya sendiri di rumah.
“Sungguh berat beban menjadi guru atas anak-anak kami di rumah. Beban dan tuntutan dari sekolah, sebenarnya di luar kemampuan kami sebagai orang tua yang awam tentang pendidikan. Kami para ibu tidak pernah diajari bagaimana mengajarkan matematika, IPA, dan mata pelajaran lain kepada anak. Tapi, tiba-tiba kami harus mengajarkan itu semua kepada anak. Akibatnya, hampir setiap hari kami harus bertengkar dengan anak selama PJJ ini,” keluh Ibu Nining sembari mendampingi anaknya yang duduk di kelas 2 SD.
Pengalaman serupa juga diungkapkan Sri Lestari, orang tua siswa yang duduk di kelas 7 SMP. “Semua mata pelajaran di jenjang SMP semakin sulit. Tugas-tugasnya juga banyak sekali.
Sementara untuk ikut bimbingan belajar di luar, kami tidak mampu. Jadi, ya saya bimbing sendiri sebisa-bisanya di rumah,” katanya.
Sungguh besar pengorbanan dan peran para ibu selama PJJ. Para guru pun menyadari beban dan tanggung jawab besar itu di pundak para ibu. “Kami sungguh berterima kasih kepada para ibu sebagai orang tua siswa. Kami sangat terbantu dengan peran para ibu dalam mendampingi anak-anak. Awalnya memang berat, namun lambat laun para ibu mampu bekerja sama dengan baik. Para ibu mampu menjalankan peran meneruskan dan menerjemahkan tugas-tugas dari sekolah kepada para siswa di rumah,” kata Mei Fina, Kepala PG/TK Maria Assumpta.
Para ibu memang memegang peran penting dan tak tergantikan selama PJJ. Selain mengajarkan hal-hal yang bersifat kognitif, para ibu juga harus mengajarkan tentang kedisiplinan, membentuk moral, nilai agama, dan budi pekerti kepada anaknya. Selama Pandemi Covid-19 ini, para ibu turut serta menentukan wajah dan nilai rapor pendidikan nasional kita. Terima kasih dan hormat untuk para ibu. (prs/kominfo-klt)
(Primus Supriono/Kominfo Klaten)
“ “
T I P S N T R I K
LIMA TIPS MENJAGA KESEHATAN MENTAL PEREMPUAN
Ala RSUD Bagas Waras
Kesehatan Mental sebagai kemampuan diri sendiri untuk mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan sehari-hari. Terbilih sebagai seorang perempuan juga perlu untuk meningkatkan kesejahteraan tidak bisa hanya berfokus pada kesehatan fisik, karena kesehatan mental juga memainkan peran yang besar dalam kehidupan.
Beberapa hal atau langkah sederhana untuk menjaga Kesehatan Mental untuk perempuan ala Yosi Trihana, Supervisor Kebidanan RSUD Bagas Waras.“Jadi seorang wanita agar mentalnya selalu terjaga,” kata Yosi.
Nah, berikut ini langkah yang dapat dilakukan :
1. Bersyukur
Bagi perempuan untuk menjaga kesehatan mental dengan cara bersyukur. Sehingga apapun yang terjadi pada diri kita itu adalah rencana Tuhan yang terbaik bagi kita.
2. Menerima Diri Apa Adanya
Perempuan itu diciptakan unik dan diciptakan spesial, sehingga diri kita sangat dibutuhkan orang di sekitar dan tandanya dibutuhkan orang yakni saat bertemu dengan orang yaitu mereka tersenyum. Sehingga kita setiap hari harus menebar senyum dan menebarkan aura yang positif bagi orang.
3. Aktivitas fisik
Melakukan aktivitas fisik juga penting seperti bangun pagi, olahraga, memasak dan kegiatan apapun membuat kesehatan mental kita secara jasmani. Sehingga hal ini perlu dilakukan oleh perempuan-perempuan dalam menjaga kesehatan mental.
4. Memiliki Relasi (Teman Dekat)
Perempuan agar terjaga kesehatan mentalnya juga penting untuk memiliki relasi, agar bisa terjaga kesehatan mentalnya. Bisa berkomunikasi dengan teman dekat atau sahabat, karena membuat hati terasa nyaman.
5. Selalu Berpikir Positif
Perempuan tentunya memiliki cara bermacam-cam, maka mengatur pola pikir dapat memiliki efek yang kuat pada kejiwaan. Jadi harus membiasakan diri menggunakan kata-kata yang membuat lebih positif, maka hal ini membuat lebih optimis.
Jadi mulai sekarang, bagi perempuan-perempuan memiliki berbagai cara langkah- langkah untuk menjaga kesehatan mental . Cara menjaga kesehatan mental seperti
yang disebutkan diatas bisa diterapkan, supaya mendapatkan manfaat jangka panjang.
27 28
Penulis: Titi Rochman
Yosi Trihana
Supervisor Kebidanan RSUD Bagas Waras