TIPOLOGI-TIPOLOGI YANG BERDASAR KONSTITUSI
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Teori-Teori Kepribadian
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Abdullah Sinring, M. Pd Zulfikri, S. Pd, M. Pd
Disusun oleh:
KELOMPOK 1
Fadhil Muhammad Rusli 220404502012 Nur Azizah 220404502024 Nur Madani Fitri 220404501006 Salmawati 220404501042
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2023
2 KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb. Puji syukur atas rahmat Allah SWT serta karunia-Nya sehingga makalah dengan judul “Tipologi-Tipologi yang Berdasar Konstitusi” dapat penulis selesaikan dengan baik.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah teori-teori kepribadian. Selain itu, penyusunan makalah ini bertujuan menambah wawasan kepada pembaca seputar banyaknya mazhab dalam menjelaskan tipologi kepribadian yang berdasarkan konstitusi.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen mata kuliah teori-teori kepribadian, bapak Prof. Dr. Abdullah Sinring, M. Pd dan bapak Zulfikri, S. Pd, M. Pd.
Berkat tugas yang diberikan ini, dapat menambah wawasan penulis berkaitan dengan topik yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah masih melakukan banyak kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan ketaksempurnaan yang pembaca temukan dalam makalah ini. Penulis juga mengharap adanya kritik serta saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam makalah ini.
Makassar, 4 September 2023
Penulis
3 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB 1 ... 4
PENDAHULUAN ... 4
1.1. Latar Belakang ... 4
1.2. Rumusan Masalah ... 5
1.3. Tujuan ... 5
BAB 2 ... 6
PEMBAHASAN ... 6
2.1. Tipologi Mazhab Italia ... 6
2.2. Tipologi Mazhab Perancis ... 7
2.3. Tipologi Mazhab Jerman/Tipologi Kretschmer ... 9
2.4. Tipologi Mazhab Amerika Serikat ... 11
BAB 3 ... 14
PENUTUP ... 14
3.1. Kesimpulan ... 14
3.2. Saran ... 14
DAFTAR PUSTAKA ... 15
4 BAB 1
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Kepribadian adalah bagaimana cara individu berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian seseorang dapat tercermin melalui tingkah lakunya yang dominan atau sering terlihat (Agus, 2014). Tingkah laku yang ditunjukkan oleh individu berasal dari pengaruh dasar (keturunan) dan sekitar (lingkungan).
Dalam konsep yang stabil, kepribadian selalu berkembang dan mengalami perubahan. Namun perubahan tersebut tetap pada pola-pola yang sama.
Semakin dewasa maka akan semakin tampak pula pola-pola tersebut.
Setiap individu itu unik, tidak ada individu yang memiliki kepribadian yang sama meskipun itu adalah anak kembar. Urgensi mempelajari dan memahami terkait kepribadian individu yaitu untuk memberikan sumbangan secara signifikan terhadap pemahaman manusia dari kerangka sains psikologi.
Alasan lainnya yaitu untuk membantu individu untuk hidup sebagai sosok individu yang utuh dan memuaskan. Bagi guru BK mempelajari kepribadian individu merupakan suatu hal yang penting karena akan selalu digunakan dalam proses pelayanan BK. Memiliki pemahaman terkait kepribadian akan memberi manfaat kepada guru BK untuk mampu memahami latar belakang perilaku yang ditambilkan peserta didik. Selain itu, guru Bk mampu untuk memprediksi sebab akibat dari kondisi tertentu yang sedang dialami oleh peserta didik (konseli).
Beberapa pandangan terkait kepribadian dikaji oleh para ahli dan dirumuskan menjadi beberapa tipologi-tipologi dengan karakteristik teori yang khas. Tipologi yang berdasar pada konstitusi memandang bahwa dasar (keturunan) merupakan sumber dari kepribadian individu.
5 Untuk pengetahuan yang lebih banyak terkait materi, maka penulis menyusun makalah dengan judul “Tipologi-Tipologi yang Berdasar Konstitusi”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:
1) Jelaskan pokok teori dalam mazhab Italia?
2) Jelaskan pokok teori dalam mazhab Perancis?
3) Jelaskan pokok teori dalam mazhab Jerman?
4) Jelaskan pokok teori dalam mazhab Amerika Serikat?
1.3. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1) Menjelaskan tentang pandangan mazhab Italia terhadap kepribadian manusia.
2) Menjelaskan tentang pandangan mazhab Perancis terhadap kepribadian manusia.
3) Menjelaskan tentang pandangan mazhab Jerman terhadap kepribadian manusia.
4) Menjelaskan tentang pandangan mazhab Amerika Serikat terhadap kepribadian manusia.
6 BAB 2
PEMBAHASAN 2.1. Tipologi Mazhab Italia
Pada akhir abad 19 sejumlah ahli-ahli di Italia yang bekerja dalam bidang penyelidikan mengenai variasi tubuh manusia mendirikan suatu mazhab yang kemudian terkenal dengan nama mazhab Italia atau mazhab morfologi. Tokoh utama mazhab ini ialah De-Giovania dan Viola.
1. Teori De-Giovania: hukum Deformasi
Pada tahun 1880 De-Giovania menerbitkan karyanya yang berjudul Morfologia del Corpo Umano. Dalam buku tersebut dia merumuskan hukum deformasi, yang berisikan penggolongan variasi tubuh manusia. Secara singkat pendapat De-Giovania tersebut adalah bahwa ada tiga macam variasi tubuh manusia :
1) Orang dengan togok ( Jawa : gembung, Inggris : trunk ) kecil cenderung untuk mempunyai bentuk tubuh yang panjang (habitus phothisis).
2) Orang dengan togok besar cenderung untuk mempunyai bentuk tubuh pendek (habitus apoplectis).
3) Orang-orang dengan togok normal cenderung untuk mempunyai proporsi badan yang normal.
Pendapat De-Giovania ini dkembangkan lebih lanjut oleh kretschamer.
2. Tipologi Viola
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh De-Giovani beserta hukum deformasinya, Viola mencapai suatu kesimpulan bahwa ada tiga macam tipe manusia berdasarkan atas keadaan tubuhnya (dalam Siregar, 2013), yaitu:
7 1) Microsplanchnis: ukuran-ukuran menegak relatif dominant, sehingga
orangnya kelihatan tinggi jangkung.
2) Macrosplanchnis: ukuran-ukuran mendatarnya relatif dominant, sehingga orangnya kelihatan pendek gemuk.
3) Normosplanchnis: ukuran-ukuran menegak dan mendatar seimbang, sehingga orang kelihatan seimbang.
Rava, seorang pendukung mazhab Italia yang lebih kemudian menemukan, bahwa:
1) Penderita penderita neurasthenia dan psychasthenia kebanyakan terdapat pada golongan microsplanchnis;
2) Penderita penderita manis-depresif kebanyakan terdapat pada golongan macrosplanchnis.
Mazhab Italia berpendapat bahwa variasi atau bermacam ragamnya keadaan jasmani manusia itu berakar pada keturunan jadi tergantung kepada dasar(konstitusi) yang dibawa sejak lahir, dan dengan demikian tak dapat dibawa oleh pengaruh dari luar.
2.2. Tipologi Mazhab Perancis
Mazhab ini dikembangkan oleh sekelompok ahli dibawah pimpinan Sigaud. Proses penyelidikan yang mereka lakukan kemudian dikenal dengan mazhab morfologi konstitusional.
Dasar yang digunakan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Sigaud adalah dominasi fungsi fisiologi dalam pertumbuhan orgasme. Sigaud mengadaptasi teori Psikologi Gestalt, bahwa dalam menyelidiki konfigurasi total individu harus memperhatikan gambaran dan latar belakangnya.
Kemudian Sigaud berpendapat bahwa organisme manusia beserta anomalie- anomalienya harus dimengerti sebagai fungsi perpaduan antara dasar dan lingkungan sekitar.
8 Sigaud berpendapat (dalam Siregar, 2013), bahwa keadaan serta bentuk tubuh manusia beserta anomalie-anomalienya itu pada pokoknya ditentukan oleh lingkungan. lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut:
1) Ada lingkungan yang berwujud udara yang menjadi sumber reaksi respiratoris. Keadaan fisik yang menjadi ciri khasnya yaitu thorax dan leher lebih besar daripada yang lain serta memiliki muka yang lebar.
2) Ada lingkungan yang berwujud makan-makanan yang menjadi sumber reaksi-reaksi digestif. Keadaan fisik yang menjadi ciri khasnya yaitu thorax pendek dan besar, memiliki rahang dan pinggang yang besar, mata kecil dan leher pendek.
3) Ada lingkungan yang berwujud keadaan-keadaan alam yang menjadi sumber reaksi-reaksi muskuler. Keadaan fisik yang menjadi ciri khasnya yaitu muka penuh, anggota badan kokoh, otot dan organ berkembang secara baik dan selaras.
4) Ada lingkungan yang berwujud keadaan sosial yang menimbulkan reaksi- reaksi cerebra. Keadaan fisik yang menjadi ciri khasnya yaitu dahi menonjol kedepan dengan rambut ditengah, mata bersinar, daun telinga lebar serta tangan dan kaki yang kecil.
Mac Auliffe melanjutkan penemuan-penemuan Sigaud dan mendapatkan hasil yang ditulis dalam bentuk monograf dengan judul La Vie Humaine. Mac Auliffe menyimpulkan bahwa dasar dari kepribadian individu dipengaruhi oleh keempat tipe kontusional tersebut. Isi La Vie Humaine (Suryabrata, 2020), yaitu:
1) Tipe digestif banyak ditemui dalam daerah yang mewah.
2) Tipe Respiratoris banyak terdapat di daerah pegunungan dan daerah pertanian.
9 3) Tipe muskuler banyak terdapat di daerah-daerah yang menghendaki
kekuatan jasmani.
4) Tipe cerebral banyak terdapat di kota-kota.
2.3. Tipologi Mazhab Jerman/Tipologi Kretschmer
Dari pengalaman-pengalaman Kretschmer selama bekerja sebagai dokter, beliau berpendapat bahwa bentuk tubuh individu berkaitan erat dengan sifat temperamennya (Jyesta, 2021). Kretschmer telah menciptakan karya (Korperbau und Character 1921) yang membahas masalah konstitusi dan temperamen yang pada dasarnya orientasinya tetap menggunakan dasar konstitusional (Sitinjak dkk, 2019).
Istilah-istilah dalam teori Kretschmer yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut (Suryabrata, 2020):
1) Konstitusi (Constitution), adalah segala sifat-sifat individual yang berasal pada keturunan atau disebut factor endogen dan tidak dapat diubah oleh pengaruh dari luar.
2) Temperamen, adalah konstitusi kejiwaan. Temperamen ini turun-temurun dan tak dapat diubah oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Dan temperamen ini mempengaruhi dua macam kualitas kejiwaan, yaitu suasana hati (stimmung) dan tempo psikis.
3) Watak/Kepribadian (Character), adalah keseluruhan kemungkinan- kemungkinan bereaksi secara emosional dan volisional seseorang yang dipengaruhi oleh factor-faktor endogen dan faktor-faktor eksogen.
Kretschmer mengklasifikasikan tipologinya sebagai berikut:
a. Tipologi konstitusi jasmani. Kretschmer (dalam Jyesta, 2021), menggolongkan manusia atas dasar tubuh jasmaninya menjadi empat macam, yaitu:
10 1) Tipe piknis, dengan ciri bentuk badan bulat, pendek, perut gendut, wajah bundar, badan berlemak, dan dada berisi. Menurut Sitinjak (2019), dalam tipe ini bisa memperoleh bentuknya yang jelas setelah orang berumur sekitar 40 tahun.
2) Tipe asthenis atau leptosome, dengan ciri bentuk badan langsing, anggota badan serba panjang, dada rata, kepala kecil, dan wajah sempit.
3) Tipe atletis, dengan ciri bentuk badan merupakan campuran antara piknis dan asthenis.
4) Tipe displastis, dengan ciri bentuk badan tinggi besar sekali atau kecil dan pendek.
b. Tipologi konstitusi rohani-kejiwaan (temperamen). Pendapat Kretschmer dalam lapangan ini sangat dipengaruhi oleh pendapat Kraepelin dalam lapangan psikiatri. Kraepelin (dalam Suryabrata, 2020) menggolong- golongkan penderita psikosis menjadi dua golongan yaitu:
1) Dementia praecox yang kemudian disebut schizophrenia. Golongan ini masih hidup di antara orang-orang lain, tetapi seperti telah mengubur dirinya sendiri, mereka tidak lagi suka menghiraukan apa-apa yang ada di sekitarnya. Mereka kehilangan kontak dengan dunia luar dan seolah- olah hidup untuk dan dengan dirinya sendiri (autisme).
2) Manis-depresif (circulair). Golongan ini sifat jiwanya selalu berubah- ubah, merupakan siklus atau lingkaran yaitu dari sifat manis (giat, lincah) ke sifat depresif (lemah, tak berdaya), kembali ke sifat manis lagi lalu gampang berubah menjadi depresif dan seterusnya.
Kretschmer juga merumuskan bahwa penyakit psikosis diatas dialami oleh setiap individu. Yang menjadi pembeda antara orang normal.
Kretschmer berpendapat (dalam Suryabrata, 2020), bahwa individu dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
11 1) Tipe schizothym. Orang yang bertemperamen schizothym sifat-sifat jiwanya bersesuaian dengan penderita schizophrenia, hanya sangat tidak jelas. Golongan ini mempunyai sifat sukar mengadakan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, ada kecenderungan ke arah authisme dan menutup diri sendiri.
2) Tipe cyclthym. Orang yang bertemperamen cyclthym sifat-sifat jiwanya bersesuaian dengan penderita manis-depresif, hanya sangat tidak jelas.
Golongan ini mudah mengadakan kontak dengan dunia sekitar, mudah bergaul, mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, mudah turut merasa akan suka dan duka, jiwanya terbuka.
c. Korelasi Antara Konstitusi Jasmani dan Tempramen
Penyelidikan yang dilakukan oleh Kretschmer (dalam Jyesta, 2021) menerangkan bahwa:
1) Orang yang konstitusinya piknis kebanyakan bertemperament cyklothym.
2) Orang-orang yang berkonstitusi leptosom, atletis, dan displastis kebanyakan bertemperament schizothyum.
2.4. Tipologi Mazhab Amerika Serikat
Salah satu teori kepribadian yang telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang manusia adalah Teori Kepribadian Sheldon.
William H. Sheldon, seorang psikolog terkemuka, memperkenalkan teori ini pada pertengahan abad ke-20 dengan fokus pada hubungan antara struktur fisik dan karakteristik kepribadian. Konsep dasar Sheldon tentang korelasi antara struktur tubuh dan ciri kepribadian ini menjadi landasan bagi pemahaman modern tentang kompleksitas manusia. Melalui integrasi konsep Sheldon dengan temuan terbaru dalam bidang neurologi, genetika, dan lingkungan, kita dapat mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang kepribadian manusia di era modern (Smith, J., dan Johnson dalam Harahap et al. 2023).
12 Sheldon percaya bahwa struktur fisik menentukan perilaku seseorang (Fa’anna and Indarti, 2022). Ia mengklasifikasikan orang menurut tiga tipe tubuh (somatotip). Somatotip merupakan pernyataan kepemilikian tiga komponen fisik primer. Setiap manusia memiliki tiga komponen tersebut, hanya saja ada satu yang paling menonjol, sehingga dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang. Tiga komponen yang dimaksud yaitu :
1) Endomorfi berasal dari endoderm, lapisan terdalam dari embrio yang sesudah berkembang menjadi bagian penting sistem pencernaan. Tubuh yang cenderung memiliki komponen ini memiliki tubuh yang gemuk dan secara umum fisiknya tidak dapat digunakan untuk kegiatan fisik yang berat.
2) Mesomorfi yang berasal dari mesoderm, lapisan tengah dari embrio yang kemudian berkembang menjadi otot, persendian, dan sistem sirkulasi.
Sehingga relatif didominasi oleh tulang otot, dan jaringan penghubung.
Tubuh yang mesomorfik ditandai dengan wujud yang segi-segi dan keras, kokoh, dan tahan sakit. Fisik semacam itu cocok untuk kegiatan yang menuntut fisik.
3) Ectomorfi yang berasal dari ectoderm, lapisan terluar dari embrio yang berkembang menjadi kulit dan sistem syaraf. Relatif di dominasi oleh kulit dan sistem syaraf. Memiliki ciri bentuk tubuh yang tipis, tinggi, dan otot yang lemah. Tubuh ini memiliki permukaan yang paling luas dibanding dua tipe lainnya, dalam hal proporsi ektomorp mempunyai otak dan sistem syaraf paling besar serta peka terhadap stimulasi.
Selanjutnya Sheldon (dalam Fa’anna and Indarti, 2022) membagi sifat ke dalam tiga kelompok yaitu Viskerotonia, Somatotonia, dan Serebrotonia.
1) Orang dengan tingkat viskerotonia yang tertinggi menunjukkan rasa cintanya kepada kenyamanan dan cita rasa makanan, senang bergaul, dan
13 penuh perasaan. Sikap tubuhnya rileks, reakisnya lamban, tidak mudah marah. Mereka mudah bergaul, dan toleran dengan orang lain, umumnya mudah berinteraksi dengan siapa saja.
2) Skor tinggi pada komponen Somatotonia dimiliki orang yang mencintai petualangan fisik, berani mengambil resiko, dan mempunyai keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan otot yang berat. Agresif, kurang peka dengan perasaan orang lain., suka ribut. Mereka juga pemberani, bagi mereka yang terpenting adalah gerakan/aksi, kekuatan dan dominasi.
3) Skor tinggi pada serebrotonia ada pada orang yang tidak suka menonjolkan diri. Orang yang suka menahan diri, mengendalikan diri, cenderung menyembunyikan dirinya sendiri dan menyembunyikan dari hal-hal yang dapat melibatkannya dengan orang lain. Terutup, pemalu, sering takut kepada orang lain,meilih sendirian khususnya apabila menghadapi masalah. Bereaksi dengan sangat cepat, sukar tidur, dan senang berada di tempat yang sempit dan tertutup.
14 BAB 3
PENUTUP 3.1. Kesimpulan
Tipologi-tipologi yang berdasar konstitusi menitikberatkan pada pemahaman kepribadian individu dilihat dari dasar (keturunan) dan sekitar (lingkungan) konseli. Banyak mazhab yang menjelaskan tipologi-tipologi kepribadian berdasarkan konstitusi. Yang pertama adalah mazhab Italia yang hadir dengan hukum deformasi. Selanjutnya adalah mazhab Perancis yang disusun oleh Sigaud. Dasar yang digunakan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Sigaud adalah dominasi fungsi fisiologi dalam pertumbuhan orgasme.
Lanjut pada mazhab Jerman yang dikembangkan oleh Kretschmer, beliau berpendapat bahwa bentuk tubuh individu berkaitan erat dengan sifat temperamennya. Dan yang terakhir adalah mazhab Amerika Serikat yang dikembangkan oleh Sheldon. Sheldon percaya bahwa struktur fisik menentukan perilaku seseorang.
3.2.Saran
Guru BK diharapkan mampu untuk memahami teori kerpibadian untuk mendukung proses pelayanan Bk yang optimal. Guru Bk sebaiknya memahami tipologi-tipologi yang berdasar konstitusi ini untuk dapat memprediksi latar belakang konseli melalui konstitusinya.
15 DAFTAR PUSTAKA
Agus, S. (2014). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Bumi Aksara
Fa’anna, I., & Indarti, T. (2022). Somatotip Dalam Novel Isabel, the Jewel From Constantinople Karya Deasylawati (Kajian Psikologi Konstitusi William H.
Sheldon). Bapala, 9, 112–123.
Harahap, N. H., Pebrianto, A., Rahayu, D. R., & Asmawati, A. (2023). Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern. Journal on Education, 6(1), 1822–1825.
https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3161
Jyesta, N. (2021). RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS), MODUL PEMBELAJARAN, BUKU AJAR PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung)..
Siregar, L. Y. S. (2013). Mengenal Pribadi Melalui Teori Kepribadian. Jurnal Darul Ilmi, 01.
Sitinjak, E. L. M., Kristiana, H., Kurniasari, W., & Wisnu, D. (2019). Manajemen Keuangan Terapan: Keperilakuan Keuangan, Personaliti, Valuasi Bisnis, &
Strategi Investasi Investor Individu.
Suryabrata, S. (2020). Psikologi Kepribadian. Yogyakarta: Rajawali Pers.