• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Teori Elaborasi-1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Teori Elaborasi-1"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MAKALAH TEORI ELABORASI TEORI ELABORASI OLEH : OLEH : ASTRI LESTARI ASTRI LESTARI

DESI EKA NUR FITRIANA DESI EKA NUR FITRIANA ELSA RAHMAYANI SARI ELSA RAHMAYANI SARI

LENNY PRASTIWI LENNY PRASTIWI

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2016 2016

(2)

KAT

KATA PENGA PENGANTAR ANTAR 

Seg

Segala ala PuPuji ji syusyukur kur kamkami i ucaucapkapkan n kepkepada ada AlAllah lah SWTSWT, , karkarena ena berberkatkat Hidayah-Nya saya dapat meny

Hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Aelesaikan tugas makalah ini. Adapun dapun makalah yangmakalah yang  berjudul

 berjudul “Mak“Makaa! "#$%& aa! "#$%& #a'#a'$%a($%a(&)&) ini bertujuan untuk memenuhi tugas mataini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kul

kuliah iah disdisain ain sissistem tem pempembelabelajarajaran. n. MakMakalah alah ini ini berberisi isi tententantang g pegpegertiertian an teteriri elabr

elabrasi, teknik asi, teknik teri elabrasi, kmpneteri elabrasi, kmpnen n teri elabrasi ,prinsip teri teri elabrasi ,prinsip teri elabelabrasi,rasi, langk

langkah ah pembpembelajaran berdasarkelajaran berdasarkan an teri elabrasi dan teri elabrasi dan hasil penelitian yang telahhasil penelitian yang telah menggunakan teri elabrasi.

menggunakan teri elabrasi.

Terimakasih pula kami sampaiakan kepada rekan-rekan seperjuangan dan Terimakasih pula kami sampaiakan kepada rekan-rekan seperjuangan dan ds

dsen mata kuliah en mata kuliah yanyang g teateah h memmemberiberikan bantkan bantuan beruuan berupa pengapa pengarahrahan danan dan  bimbingan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

 bimbingan sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penulis makalah menyadari bah!a dalam penulisan re"ie! jurnal ini Penulis makalah menyadari bah!a dalam penulisan re"ie! jurnal ini masih banyak kekurangan. #leh sebab itu, penulis sangat terbuka untuk menerima masih banyak kekurangan. #leh sebab itu, penulis sangat terbuka untuk menerima kritikan dan saran dari pembaca.

kritikan dan saran dari pembaca.

$akarta, % #ktber &'() $akarta, % #ktber &'()

Penulis Penulis

(3)

DAFTAR ISI

*ata pengantar ...i

+atar isi ...ii

A  P/N+AH010AN ...( (.( 1atar elakang ...( (.& 2umusan Masalah ...& (.3 Tujuan ...& A  P/MAHASAN ...3

&.( Pengertian elabrasi ...3

&.& Teknik elabrasi ...3

&.3 *mpnen elabrasi ...% &.% Prinsip elabrasi ...4

&.5 Pembelajaran elabrasi ...6

&.) 1angkah-langkah pembelajaran elabrasi ...6

&.7 kelebihan dan kelemahan terielabrasi ...(( &.4 hasil penelitian elabrasi ...(( A  P/N0T0P ...(3

3.( *esimpulan ...(3

3.& Saran ...(3

+A8TA2 P0STA*A ...(5 1ampiran 2encana Pelaksanaan Pembelajaran 92PP: ...()

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1 La"a% B#aka*+

+unia pendidikan tentunya berakitan dengan belajar. elajar adalah suatu prses yang diarahkan kepada tujuan, prses berbuat melalui berbagai  pengalaman 9Sudjana, &''5:. +alam belajar sis!a berinteraksi dengan guru

sebagai salah satu sumber belajar. Selain itu sis!a juga berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang mungkin dipakai untuk mencapai tujuan  pembelajaran. Setelah melaui prses pembelajaran, sis!a akan memperleh

hasi belajar yang dapa dijadikan sebagai e"aluasi diri. Hasil belajar yang baik   bergantung pada prses belajar yang dilalui atau dijalani leh sis!a. Prses  belajar yang baik tentunya dibutuhkan suatu perencanaan yang baik pula.

Perencanaan pembelajaran merupakan prses penyusunan materi  pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaa pendekatan dan metde  pengajaran dan penilaian dalam suatu alkasi !aku yang akan dilaksanakan  pada masa tertentu untuk mencapai tujuan ang telah ditentukan 9Majid, &''6:. Hal ini berarti sebelum melakukan suatu embelajaran serang guru harus menata, mengranisasikan isi atau materi yang akan dipelajari bersama sis!a. Salah satu cara untuk mengrganisasikan materi dapat dilakukan dengan mengunakan teri elabrasi.

Teri elabrasi akan membantu guru mengrgansasikan materi menjadi urut dari yang bersiat ke khusus sehingga lebih memudahkan sis!a dalam prses pembelajaran. Menurut 0n 9&''7: iri pembelajaran mdel elabrasi adalah memulai pembelajaran dari peyajian isi pada tingkat umum ke tingkat rinci 9urutan elabrati:. erdasarkan penelitian yang dilakukan leh $. Priyant Widd 9&'(5: menunjukan bah!a pengrganisasian  pembelajaran berdasarkan mdel elabrasi merupakan mdel pembelajaran

yang baru dan menarik untuk dikembangkan sebagai mdel pembelajaran di seklah. Hal terebut dapat terlihat dari kmentar atau saran yang diberikannya terkait dengan struktur rientasi, epitme atau kerangka isi pembelajaran, tahapan elabrasi, sintesis, gambar-gambar dan butir sal yang disertai dengan gambar-gambar. Sehingga penerapan mdel elabrasi dalam mata pelajaran

(5)

Ssilgi di SMA dapat diterima dengan baik dan menyatakan dukungannya untuk dapat diuji cbakan di kelas. Ahli isi dalam penelitian tersebut melihat adanya kemudahan pembelajaran berdasarkan mdel elabrasi yang dimdiikasi dengan kurikulum SMA, sehingga pembelajaran dengan mdel elabrasi merupakan salah satu slusi untuk mengimplementasikan  pembelajaran.

2 R,-,(a* Ma(aa!

Adapun rumusan masalah adamakalah ini adalah sebagai berikut; ( Apa yang dimaksud dengan teri elabrasi<

& agaimana teknik elabrasi<

3 *mnen apa sajakah yang terdapat pada teri elabrasi< % Apa sajakah prinsip-prinsip pada teri elabrasi<

5 agaimana pembelajaran dengan teri elabrasi<

) 1angkah apa sajakah yang dilakukan saat pembelajaran dengan teri elabrasi<

7 Apa kelebihan dan kelemahan teri elabrasi<

4 agaimana hasil pembelajaran dengan menggunakann teri elabrasi< . T,/,a*

Adapun tujuan makalah ini dibuat yaitu;

( 0ntuk mengetahui pengertian teri elabrasi & 0ntuk mengetahui teknik elabrasi

3 0ntuk mengetahui kmnen yang terdapat pada teri elabrasi % 0ntuk mengetahui prinsip-prinsip pada teri elabrasi

5 0ntuk mengetahui pembelajaran dengan teri elabrasi

) 0ntuk mengetahui langkah yang dilakukan saat pembelajaran dengan teri elabrasi<

7 0ntuk mengetahui kelebihan dan kelemahan teri elabrsi

4 0ntuk mengetahui hasil pembelajaran dengan menggunakann teri elabrasi

BAB II PEMBAHASAN

21 P#*+#%"&a* Ea'$%a(&

Teri elabrasi mendeskripsikan cara-cara pengrganisasian isi  pembelajaran dengan mengikuti urutan umum ke rinci 9Wena, &'(3:. Pengurutan isi pembelajaran dari yang bersiat umum ke rinci dilakukan dengan dimulai menampilkan epitome 9struktur isi bidang studi yang

(6)

dipelajari: dan dilanjutkan dengan mengelabrasi bagian-bagian yang ada dalam epitome secara lebih rinci.  Epitome sendiri merupakan unit knseptual yang serupa dengan skemata 90n, &''7:.

22 T#k*&k Ea'$%a(&

Serang guru harus akti memilih sendiri teknik elabrasi yang tepat untuk dirinya. Pemilihan teknik elabrasi harus disesuaikan dengan jenis materi yang dipelajari serta ketepatan dan keeektiitasan penggunaannya. Teknik-teknik elabrasi tersebut digunakan untuk mempermudah peserta didik  dalam prses pembelajaran. Secara garis besar, terdapat dua teknik elabrasi yang dapat dilakukan dalam prses pembelajaran. Teknik tersebut antara lain teknik verbal rehearsal  dan teknik mnemonic.

1 Teknikverbal rehearsal 

Teknik ini dilakukan dengan cara membaca kembali inrmasi yang baru diterima dengan keras dan berulang-ulang. Pengulangan yang dilakukan dengan membaca keras bertujuan untuk menghasilkan articulatory loop. *ekuatan dan tingkat kemudahan penggunaan teknik ini dipengaruhi leh dua hal, yaitu intensitas articularly loop dan panjang serta kmpleksitas inrmasi baru yang diterima. Semakin sering inrmasi baru diulang, maka semakin kuat tersimpan di dalam memri. Semakin pendek suatu kata atau kalimat yang dipelajari atau diterima, maka akan semakin mudah diingat.

& Teknik Mnemonic

Teknik mnemonic merupakan teknik elabrasi yang dilakukan dengan mengelmpkkan inrmasi ke dalam bentuk lain yang lebih sederhana tetapi bermakna. Terdapat beberapa jenis teknik mnemnic yang sering digunakan diantaranya yaitu chunking, rhyming, key !rd, in"enting stry, acrnym.

a. Teknikchunking 

Teknik ini dapat dilakukan dengan menyederhanakan inrmasi yang  berbentuk urutan kata atau nmr-nmr ke dalam unit kelmpk atau chunk. Misalnya pengelmpkan angka '&')&34455%( menjadi '4&&)'43%(55

(7)

Teknik ini berarti teknik menyusun inrmasi baru ke dalam bentuk  rima atau nyanyian.

c. Teknikkeyword 

Teknik keyword  atau kata kunci digunakan untuk memudahkan menghaal.

d. Teknik inventing story

Teknik ini dilakukan dengan menyusun sebuah inrmasi secara  berangkai seperti urutan sebuah cerita.

e. Teknikacronym

Teknik ini dilakukan dengan menyusun inrmasi baru ke dalam  bentuk singkatan yang berupa kata.

2. K$-$*#*k$-$*#* #a'$%a(&

Teri elabrasi dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa kmpnen. Terdapat tujuh kmpnen pada teri elabrasi, antara lain urutan elabrasi, urutan prasyarat belajar, rangkuman, sintesis, analgi, pengakti strategi kgniti, dan kntrl belajar.

(. 0rutan elabrasi

0rutan elabrasi ini merupakan urutan isi pembelajaran dari yang  bersiat sederhana ke kmpleks atau dari yang bersiat umum ke yang lebih khusus atau rinci. Selanjutnya mengepitmisasi isi pembelajaranya itu memulai pembelajaran dengan ide yang paling sederhana dan paling undamental yang biasa disebut dengan epitome atau epitmisasi isi mata  pelajaran. Mengepitmisasi berarti menyajikan beberapa ide yang paling undamental dan representati"e pada tingkat yang kngkrit serta aplikati  atau ketrampilan tertentu. Tingkat aplikasi artinya menggunakan  generality untuk menjelaskan peristi!a-peristi!a baru atau menggunakan

knsep-knsep untuk mengidentiikasi cnth-cnth baru.

Menurut +egeng 9dalam Wena, &'(3: epitome dapat disepadankan dengan=kerangka isi>. Sebagai kerangka isi epitme mencakup sebagian kecil isi mata pelajaran yang amat penting yang lebih rinci. Terdapat dua hal pkk yang harus diperhatikan ketika melakukan urutan elabrasi, hal tersebut adalah penyajian isi bidang studi pada tingkat umum mengptimasi 9bukan merangkum: bagian yang lebih rinci dan ptimasi dibuat atas dasar satu tipe truktur isi bidang studi.

(8)

0rutan prasyarat belajar adalah struktur yang menunjukan knsep,  prsedur, atau prinsip mana yang harus dipelajari sebelum knsep,  prsedur atau prinsip yang bisa dipelajari. +engan artian, urutan prsayarat  belajar menampilkan hubungan prasyarat belajar untuk suatu knsep,prsedur atau prinsip. 0rutan prasyarat belajara ini sesuai dengan  pendapat ?agne yang menyebutkan urutan prasyarat belajar dalam knteks

teri elabrasi sepadan dengan struktur belajar atau hirarki belajar. Struktur belajar atau hirarki belajar menunjukkan knsep-knsep,  prsedur-prsedur atau prinsip-prinsip lain yang dapat menampilkan

hubungan sebagai prasyarat belajar.

3. 2angkuman

2angkuman merupakan suatu kmpnen strategi elabrasi yang digunakan untuk meninjau kembali (review)secara sistematis terhadap apa yang telah dipelajari. 2angkuman bersiat sangat penting untuk mempertahankan retensi atau daya ingat peserta didik terhadap materi yang dipelajari. +emikian pula rangkuman berungsi untuk memberikan pernyataan singkat mengenai isi bidang studi yang telah dipelajari sis!a. erdasarkan teri elabrasi rangkuman diklasiikasikan menjadi dua yaitu rangkuman internal dan eksternal. 2angkuman internal 9internal summarizer : diberikan pada setiap akhir suatu pelajaran dan hanya merangkum isi  bidang studi yang baru diajarkan. 2angkuman eksternal 9within-set   summarize: diberikan setelah beberapa kali pelajaran, yang merangkum

semua isi yang telah dipelajarindalam beberapa kali pelajaran itu.

%. Presintesis

Presintesis berungsi untuk menunjukan kaitan-kaitan diantara knsep,  prsedur, atau prinsip yang dijarkan. Presintesis sangat penting karena akan menunjukan sejumlah keterkaitan atau hubungan diantara knsep,  prsedur, dan prinsip sehingga dapat memudahkan pemahaman tentang suatu knsep kebermaknaan dengan jalan menunjukan knteks suatu knsep, prsedur atau prinsip pada bagian isi yang lebih luas 9Ausubel dalam Wena, &'(3: sekaligus juga dapat memberikan pengaruh mti"asinal pada sis!a 9*eller dalam Wena, &'(3:. +engan cara

(9)

membuat kaitan-kaitan diantara pengetahuan yang baru dengan yang lama, yang telah dimiliki leh sis!a, pesintesis juga berpeluang untuk  meingkatkan retensi.

5. Analgi

Analgi bertujuan untuk memudahkan pemahaman terhadap pengetahuan yang baru dengan cara membandigkannya dengan pengetahuan yang sudah dikenal sis!a. Analgi menggambarkan persamaan antara  pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yanglain yang berada diluar 

cakupan pengetahuan yag sudah dipelajari. +isaming itu, analgi dapat dipakai untuk enjelaskan suatu knsep, prsedur, prinsip atau teri sehingga mudah dipahami sis!a. Hal ini dapat membantu pemahaman terhadap pengetahuan yang sukar dimengerti leh pembelajar. Semakin dekat persamaan antara pengetahuan baru dengan pengetahuan yang dijadikan analgi semakin eekti analgi tersebut.

). Pengaktian strategi kgniti 

Strateg kgniti adalah ketramapilan yang diperlukan sis!a untuk  mengatur prses internalnya ketika belajar, mengingat, dan berikir. ?agne 9dalam +ahar, (644;()4-()6: menyebutkan strategi kgniti sebagai  prses kntrl, yaitu suatu prses internal yang digunakan sis!a 9rang yang belajar: untuk memilih dan mengubah cara-cara memberikan  perhatian, belajar, mengingat, dan berpikir. Strategi kgniti hendaknya diaktikan selama pembelajaran berlangsung. Pembelajara akan lebih eekti apabila guru mampu mendrng sis!a baik secara sadar ataupun tidak, untuk mengguakan strategikgniti yang sesuai. Menurut 2igney, terdapat dua cara untuk mengaktikan strategi kgniti, yaitu ;

1. Embedded strategy

 Embedded strategy adalah strategi yang dilakukan dengan cara mernacang pembelajaran yag memaksa sis!a untuk menggunakan cara tersebut. strategi ini dapat erupa penampilan gambar, diagram, mnemnic, analgi, dan praase. Selain itu, dapat berupa pertanyaan  penuntun 9adjunct!uestion: juga dapat dipakai dalam startegi ini. ". detached strategy

(10)

 #etached strategy adalah sttategi yang memberikan imbauan kepada sis!a untuk menggunakan strateg yang pernah ia gunakan. misalnya menghimbau sis!a untuk membuat diagram yang baru saja ditunjuan leh guru atau pikirkan sebuah analgi untuk memperjelas ide yang  baru saja dibahas.

7. *ntrl belajar 

Menurut Merill 9 dalam Wena, &'(3: knterl belajar in erkaitan dengan kebebasan sis!a dalammelakukan pilihan dan pengurutan terhadap isi yang dipelajari 9content control :, kecepatan belajar 9 pace control)$ kmpnen strategi pembelajaran yang ingin digunakan (display control :, dan strategi kgniti yang ingin digunakan 9conscious cognition control). 23 P%&*(& Daa- S"%a"#+& P#-'#a/a%a* Ea'$%a(&

Menurut +egeng 9dalam Wena, &'(3:, ada enam prinsip yang menjadi dasar dalam melakukan pengrganisasian isi pembelajaran, yaitu ;

(.  %rinsip pertama adalah penyajian kerangka isi 9epitome:. +alam teri elabrasi, penyajian kerangka isi ditempatkan pada ase yang paling a!al dari keseluruhan prses pembelajaran.

&.  %rinsip kedua adalah berkaitan dengan tahapan dalam melakukan elabrasi isi pembelajaran. /labrasi tahap pertama akan mengelabrasi  bagian-bagian yang tercakup dalam kerangka isi, elabrasi tahap kedua akan mengelabrasi bagian-bagian yang tercakup dalam elabrasi tahap  pertama, dan begitu seterusnya.

3.  %rinsip ketiga adalah berkaitan dengan penekanan bah!a bagian yang terpentinglah yang harus disajikan pertama kali. ?una menentukan  penting atau tidaknya suatu bagian ditentukan leh sumbangannya untuk 

memahami keseluruhan isi bidang studi.

%.  %rinsip keempat  berkaitan dengan tingkat kedalaman dan keluasan elabrasi. Setiap elabrasi hendaknya dilakukan cukup singkat agar  knstruk 9akta, knsep, prinsip atau prsedur: dapat diterima dengan baik  leh sis!a. Namun demikian, elabrasi juga perlu dilakukan dengan cukup  panjang agar tingkat kedalaman dan keluasan elabrasi memadai.

5.  %rinsip kelima berhubungan dengan penyajian pensintesis. Penyajian  pensintesis dilakukan secara bertahap, yaitu setelah setiap kali melakukan

(11)

elabrasi, secara khusus dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan di antara knstruk-knstruk yang lebih rinci yang baru diajarkan, dan untuk  menunjukkan knteks elabrasi dalam epitme.

&. %rinsip keenam  berhubungan dengan penyajian jenis pesintesis. Pesintesisnyang ungsinya sebagai pengait satuan-satuan knsep, prsedur, atau prinsip hendaknya disesuaikan dengan tipe isi bidang studi.

7.  %rinsip ketujuh pemberian rangkuman. 2angkuman yang dimaksud untuk  mengadakan tinjauan ulang mengenai isi bidang studi yang sudah dipelajari, dan hendaknya diberikan sebelum penyajian pensintesis.

24 P#-'#a/a%a* Ea'$%a(&

erdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasinal 2epublik  ndnesia N %( tahun tentang standar prses untuk satuan pendidikan dasar  dan menengah, terdapat beberapa kegiatan dalam kegiatan elabrasi, *egiatan tersebut mengarahkan guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih mengaktikan sis!a. *egiatan tersebut antara lain;

1  Membiasakan sis!a membaca dan menulis yang beragam melalui

tugas-tugas tertentu yang bermakna

2 Memasilitasi sis!a melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis

. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan

masalah, dan bertindak tanpa rasa takut

3 Memasilitasi sis!a dalam pembelajaran kperati dan klabrati 

4 Memasilitasi sis!a berkmpetisi secara sehat untuk meningkatkan

 prestasi belajar 

6 Memasilitasi sis!a membuat lapran eksplrasi yang dilakukan

 baik lisan maupun tertulis, secara indi"idual maupun kelmpk 

5 Memasilitasi sis!a untuk menyajikan hasil kerja indi"idual maupun kelmpk.

 Memasilitasi sis!a melakukan pameran, turnamen, esti"al, serta  prduk yang dihasilkan

7 Memasilitasi sis!a melakukan kegiatan yang menumbuhkan

kebanggaan dan rasa percaya diri sis!a.

26 La*+ka!a*+ka! S"%a"#+& P#-'#a/a%a* Ea'$%a(&

Strategi pembelajaran elabrasi dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis. 1angkah-langkah pengrganisasian pembelajaran dengan menggunakan mdel elabrasia dalah sebagai berikut ;

(12)

( Penyajian kerangka isi.

Pembelajaran dimulai dengan menyajikan kerangka isi, struktur yang memuat bagian-bagian yang paling penting dari bidang studi.

& /labrasi tahap pertama.

/labrasi tahap pertama adalah mengelabrasi tiap-tiap bagian yang ada dalam kerangka isi, mulai dari bagian yang terpenting. /labrasi tiap-tiap  bagian diakhiri dengan rangkuman dan pensintesis yang hanya mencakup

knstruk-knstruk yang baru saja diajarkan 9pensintesis internal:. 3 Pemberian rangkuman dan sintesis eksternal.

Pada akhir elabrasi tahap pertama, diberikan rangkuman dan diikuti dengan pensintesis eksternal. 2angkuman berisi pengertian-pengertian singkat mengenai knstruk-knstruk yang diajarkan dalam elabrasi, dan  pensintesis eksternal menunjukkan hubungan penting yang ada antar bagian yang telah dielabrasi, dan hubungan antara bagian-bagian yang telah dielabrasi dengan kerangka isi.

% /labrasi tahap kedua.

Setelah elabrasi tahap pertama berakhir dan diintegrasikan dengan kerangka isi, pembelajaran diteruskan ke elabrasi dengan maksud memba!a sis!a pada tingkat ke dalaman sebagaimana ditetapkan dalam tujuan pembelajaran.

5 Pemberian rangkuman.

Pada akhir elabrasi tahap kedua, diberikan rangkuman seperti pada elabrasi tahap pertama.

25 K##'&!a* 8a* K##-a!a* S"%a"#+& P#-'#a/a%a* Ea'$%a(& *elebihan strategi pembelajaran elabrasi antara lain;

(. /labrasi menempatkan sis!a sebagai subyek belajar, artinya sis!a  berperan akti dalam setiap prses pembelajaran dengan cara menggali  pengalamannya sendiri.

&. Strategi ini menggali kemampuan mengingat, berpikir dan pengalaman setiap sis!a.

(13)

3. Pengetahuan yang dimiliki setiap indi"idu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya, leh sebab itu setiap sis!a bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Perbedaan ini bersiat psiti untuk bertukar pendapat.

%. Merubah merubah pengetahuan memri jangka pendek menjadi memri  jangka panjang.

Sementara kelemahan strategi pembelajaran elabrasi antara lain;

(. Tidak semua sis!a bisa menerima strategi ini dengan baik dan tepat, karena gaya belajar setiap sis!a berbeda-beda.

&. +alam mengimplementasikan strategi ini memerlukan banyak !aktu untuk menggali, menghubungkan, menganalisis, mengembangkan  pengetahuan dan memerlukan berpikir kreati untuk menemukan sesuatu yang in"ati dengan menggabungkan, mengknstruksi, mengumpulkan catatan yang baik dan benar.

3. +alam e"aluasi pembelajaran, tingkatan sintesis diterapkan pada tingkatan SMA. Sehingga apabila diterapkan pada tingkatan SMP maka membutuhkan penalaran dan !aktu yang lama.

2 Ha(& #*#&"&a* 9a*+ -#*++,*aka* -$8# #a'$%a(&

Penelitian tentang elabrasi sudah banyak diakukan untuk penelitian  pendidikan. Salah satu cnthnya adalah penelitian yang dilakukan leh Siti Sundari Mis!adi $ Murbangun Nus!!ati, Wasi>ah. Penelitiannya berjudul  pengaruh pengaruh pembelajaran elabrasi Penelitian ini di ujikan pada mata  pelajaran kimia di SMA dengan judul jurnal 9Pengaruh Pembelajaran /labrasi Terhadap Hasil elajar *imia Sis!a SMA: yang di ujikan. Adapun hasil penelitian yang dilakukannya adalah sebagai berikut;

( kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kntrl.

& Hasil analisis nilai aekti, sis!a k#a( #k(#%&-#* dinyatakan empat sis!a tidak tuntas dan tiga puluh sembilan sis!a tuntas dengan batas kriteria ketuntasan )5. Nilai terendah 57,(% dan nilai tertinggi ('','' dengan rata-rata 7&,&6, sedangkan sis!a k#a( k$*"%$ dinyatakan sepuluh sis!a tidak tuntas dan dua puluh sembilan sis!a tuntas. Nilai terendah %4,57 dan nilai tertinggi 45,7( dengan rata-rata )7,)6.

3 Hasil analisis nilai psikmtrik, sis!a k#a( #k(#%&-#*  secara keseluruhan dinyatakan tuntas dengan nilai terendah )4,57 dan nilai

(14)

tertinggi 45,7(, sedangkan rata-rata kelas 74,6%. U*",k k#a(  kntrl dinyatakan dua sis!a tidak tuntas dan tiga puluh tujuh sis!a dinyatakan tuntas Nilai terendah )&,4) dan nilai tertinggi 44,57 dengan rata-rata kelas 75,)'.

% erdasarkan hasil angket tanggapan sis!a terhadap pembelajaran elabrasi dapat disimpulkan bah!a kebanyakan sis!a merasa senang dengan  pembelajaran elabrasi. ni ditunjukkan %,)5@ sis!a menja!ab selalu menyenangkan, 5(,() @ sis!a menja!ab kebanyakan menyenangkan, &7,6(@ sis!a menja!ab seimbang antara menyenangkan dan membsankan, (3,65@ sis!a menja!ab kebanyakan membsankan dan hanya &,33@ sis!a menja!ab selalu membsankan.

BAB III PENUTUP .1 K#(&-,a*

Teri elabrasi merupakan teri pembelajaran yang mengrganisasikan materi pembelajaran dari yang bersiat umum ke yang bersiat khusus dengan menampilkan epitome atau kerangka isi. +alam teri elabrasi terdapat teknik  elabrasi yang digunakan untuk mempermudah peserta didik dalam prses  pembelajaran. Terdapat dua teknik elabrasi yang dapat dilakukan dalam  prses pembelajaran, yaitu teknik verbal rehearsal   dan teknik mnemonic. Terdapat tujuh kmpnen pada teri elabrasi, antara lain urutan elabrasi, urutan prasyarat belajar, rangkuman, sintesis, analgi, pengakti strategi kgniti, dan kntrl belajar. Selain itu terdapatprinsip dalam melakukan teri elarasi. prinsip tersebut yaitu; penyajian kerangka isi 9epitome:, tahapan dalam melakukan elabrasi isi pembelajaran, penekanan bah!a bagian yang terpentinglah yang harus disajikan pertama kali, tingkat kedalaman dan keluasan elabrasi, penyajian pensintesis, dan berhubungan dengan penyajian

(15)

 jenis pesintesis. Adapaun langkah-langkah pembelajaran dengan teri elabrasi dia!ali dengan penyajian kerangka isi, elabrasi taap pertama,  pemberia rangkuman atau ssintesis eksternal, elabrasi tahap kedua,  pemberian rangkuman dan sintesis eksternal, sintesis elabrasi tahap kedua ke dalam kerangka isi dan diakhiri dengan penyajian kerangka isi untuk  mensintesis keseluruhan isi bidang studi yang telah diajarkan. Hasil belajar  yang menggunakan teri elabrasi menunjukan hasilbelajar yang lebih tinggi dibandingkan degan yang tidak menggunakan teri elabrasi. Selain itu sis!a  juga merasa lebih senang mengggunakan teri elabrasi dalam pembelajaran. .2 Sa%a*

Saran yang dapat diberikan yaitu; makalah ini terbatas membahas tentang pengertian elabrasi, teknik elabrasi, kmpnen elabrasi, prinsip elabrasi, langkah pembelajaran elabrasi, kelebihan serta kelemahan elabrasi, dan hasil penelitian yang menggunakan teri elabrasi dalam  pembelajaran sehingga mungkin perlu perluasan kajian yang dibahas yang terkait dengan teri elabrasi. Selain itu, artikel terkait hasil penelitian yang menggunakan teri elabrasi dalam pembelajaran juga lebih baik ditambahkan agar lebih banyakpengetahuan dan inrmasi yang didapatkan.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

+ahar, 2atna Willis. (644. 'eori-'eorielajar . Pryek Pengembangan 1embaga Pendidikan Tenaga *ependidikan. $akarta; +epdikbud, +irjen +ikti.

Majid, A. &''4.  %erencanaan %embelajaran Mengembangkan tandar   *ompetensi +uru. andung; 2emaja 2sdakarya,

Mis!adi $ S.S $ Nus!!ati, M  Wasi>ah. &''6. Pengaruh Pembelajaran /labrasi Terhadap Hasil elajar *imia Sis!a SMA. ,urnal novasi %endidikan  *imia. Bl . 3 N.(, &''6, hlm 373-374.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasinal 2epublik ndnesia N %( tahun tentang standar prses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

Sudjana, N &'('. %enilaian asil %roses elajar Mengajar . 9Cet. DB:. andung; PT. 2amaja 2sdakarya.

0n, HamEah ., Abdul *arim 2au, dan Najamuddin Petta Slng. &''4. %engantar 'eori elajar dan %embelajaran. 9Cet. :. ?rntal; Nurul $annah.

Weni, M. &'(3. Strategi %embelajaran novati/ *ontemporer uatu 'injauan *onseptual 0perasional. $akarta; umi Aksara.

(17)

Widd, $. Priyant. &'(5. Mengrganisasi si Pembelajaran Mdel /labrasi pada Materi Pelajaran Ssilgi SMA. ,urnal Edukasi1 9(:; (F(5.

(18)

 ampiran

RENANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ;RPP<

0ni"ersitas ; 0ni"ersitas Negeri $akarta Mata *uliah ; +esain Sistem Pembelajaran

*elasGSemester ; Magister Pendidikan ilgi &'()G(

Materi Pkk ; Teri dalam +esain Pembelajaran(Elaboration 'heory) Alkasi Waktu ; 7'Menit

A I*8&ka"$%

(. Mampu menjelaskan pengertian teri elabrasi. &. Mampu menjelaskan teknik teri elabrasi.

3. mampu menjelaskan kmpnen dalam teri elabrasi. %. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip dalam teri elabrasi.

5. Mampu menjelaskan langkah-langkah dalam pembelajaran mdel elabrasi.

B T,/,a* P#-'#a/a%a*

+engan prses mengamati, menanya, mengumpulkan inrmasi, mengassiasi dan mengmunikasikan melalui kegiatan di dalam kelas;

(. Mahasis!a dapat menjelaskan pengertian elabrasi dengan benar. &. Mahasis!a dapat menjelaskan teknik elabrasi dengan benar.

3. Mahasis!a dapat dan kmpnen dalam teri elabrasi dengn benar.

%. Mahasis!a dapat menjelaskan prinsip-prinsip dalam teri elabrasi dengan benar.

5. Mahasis!a dapat menjelaskan langkah-langkah dalam pembelajaran mdel elabrasi dengan benar.

 M#"$8# P#-'#a/a%a*

Pengamatan, diskusi, tanya ja!ab.

D M#8&a= Aa"= 8a* S,-'#% '#a/a% • Media ; 1*S

• Alat ; Spidl,2hite oard , laptp dan 1C+ • Sumber elajar ; uku dan nternet

E La*+ka! > La*+ka! P#-'#a/a%a*

(19)

Wak", A K#+&a"a* A?a

(. Presenter memberi salam dan menyampaikan tpik yang akan dibahas.

&. Presenter menyampaikan tujuan pembelajaran.

3. Presentermenyampaikan bagian-bagian pada materi yang akan disampaikan.

5 menit

B K#+&a"a* I*"&

Ea'$%a(& Ta!a P#%"a-a

(. Mahasis!a dibagi menjadi beberapa kelmpk 9( kelmpk % rang:. &. Presenter membagi 1*S pada tiap-tiap kelmpk.

3. Masing-masing kelmpk berdiskusi.

%. Per!akilan kelmpk mempresentasikan hasil diskusinya. P#-'#%&a* Ra*+k,-a* 8a* S&*"#(&( Ek("#%*a

(. Presentermempersilahkan kelmpk lain untuk menanggapi kelmpk  yang presentasi.

&. Setiap kelmpk diakhir presentasi memberikan kesimpulan.

3. Membimbing sis!a untuk membuat sintesis dari hasil kelmpk yang  presentasi.

Ea'$%a(& Ta!a K#8,a (. *elmpk lain presentasi.

&. *elmpk yang tidak presentasi memberikan tanggapan. 3. *elmpk yang presentasi membuat kesimpulan dan sintesis P#-'#%&a* Ra*+k,-a* 8a* S&*"#(&( Ek("#%*a

(. Membimbing sis!a untuk membuat rangkuman.

&. Membimbing sis!a untuk mengaitkan knsep yang dielabrasi tahap  pertama dan kedua dengan kerangka isi materi.

P#*9a/&a* K#%a*+ka I(& (#@a%a K#(#,%,!a*

(. Presenter bersama mahasis!a mere"ie! materi yang telah dipelajari.

(5 menit

(5 menit

(20)

(' menit

5 menit

 K#+&a"a* Ak!&%

(. Presenter memberikan reward  kepada yang akti berdiskusi pada  prses pembelajaran.

&. Presenter menutup prses pembelajaran dengan memberikan salam

5 menit

LEMBAR KERJA A*++$"a K#$-$k :

N$ P#%"a*9aa* Ha(& D&(k,(&

(. a. $elaskan Apa yang anda ketahui tentang teri elabrasi<

(21)

N$ P#%"a*9aa* Ha(& D&(k,(&  b. $elaskan *mpnen yang

terdapat pada teri elabrasi<

&. $elaskan teknik teri elabrasi

3. $elaskan prinsip-prinsip pada teri elabrasi

(22)

N$ P#%"a*9aa* Ha(& D&(k,(&

% agaimana langkah  pembelajaran pada teri

Referensi

Dokumen terkait

Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara

Selain syarat bebas nilai, ada beberapa kriteria penting untuk menguji validitas pernyataan- pernyataan sebagai seperangkat pengetahuan agar pengetahuan dapat disebut

Prinsip ini sangat penting bukan hanya untuk menjaga agar tidak terjadi pengulangan-pengulangan materi pelajaran yang memungkinkan program pengajaran tidak efektif dan efisien,

Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan

Teori permintaan adalah teori yang menjelaskan tentang ciri hubungan antara permintaan dan harga.[3] Dari definisi ini dapat diketahui, bahwa permintaan terjadi

Media penyiaran memegang peran penting: (1) sebagai organisasi, media memiliki lembaga PR yang membutuhkan prinsip multikultural sebagai landasan fungsionalnya; (2)

Prinsip dasar teori kognitif adalah bahwa proses kognitif individu seperti persepsi, interpretasi, dan penilaian suatu peristiwa memainkan peran yang menentukan dalam emanasi dan

Dengan demikian, pemahaman yang holistik terhadap perspektif kajian geografi, yang meliputi konsep esensial, abstrak, dan konkret, sangat penting untuk menghadapi tantangan global saat