• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TEORI PERILAKU KONSUMEN (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH TEORI PERILAKU KONSUMEN (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

TEORI PERILAKU KONSUMEN

OLEH :

NO. NAMA

1 THERESIA DIDOEK 2 SONIA V MANAFE 3 MESIAS JUAKIM HIBU 4 HAMUD ALKATIRI

ADMINISTRASI BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG, 2014

(2)

Puji Syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan peryertaan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Menyusun Makalah ini dengan baik. Tanpa pertolongan-Nya mungkin tim penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun TEORI PERILAKU KONSUMEN yang disajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh tim penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “pemahaman teori perilaku konsumen dan keterkaitannya dengan berbagai teori” .Semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah, memperdalam dan memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Kupang, 23 oktober 2014 Tim Penyusun,

(3)

PENDAHULUAN

a. LATAR BELAKANG

Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.

Dalam Bab 2 akan lebih dijelaskan tentang isi dari teori perilaku konsumen.

b. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu teori perilaku konsumen? 2. Bagaimana teori subjektif? 3. Bagimana teori objektif? 4. Apa itu teori Kardinal? 5. Apa itu teori Ordinal?

(4)

1. Menjelaskan Teori Perilaku Konsumen 2. Menjelaskan pengertian Teori Kardinal 3. Menjelaskan teori objektif

4. Menjelaskan teori subjektif

5. Menjelaskan pengertian Teori Ordinal

(5)

PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN TEORI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi. mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu.

Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.

(6)

(1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain;

(2) Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;

(3) Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.

PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

Pendekatan untuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sesuatu barang: 1.Pendekatan Kardinal

2.Pendekatan Ordinal

2. Teori nilai objektif

a. Teori nilai pasar (Hummed an Locke): nilai barang tergantung pada permintaan dan penawaran barang dipasar

b. Teori nilai biaya produksi (Adam smith): nilai barang ditentukan oleh biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barng tersebut

c. Teori nilai tenaga kerja (David Ricardo): nilai barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang diperlukan untk menghasilkan barang tersebut

d. Teori nilai biaya reproduksi (Carey): nilai barang ditentukan oleh jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (biaya reproduksi)

(7)

3. Teori nilai subjektif

a. Hukum Gossen I dan hukum Gossen II (Herman Henrich Gossen (1854))

Hukum Gossen I: hukum kepuasa yang semakin berkurang(Law of diminishingUtility), berbunyi”Jika suatu kebutuhan dipenuhi terus menerus, maka kenikmatannya makin lama makin berkurang, sehingga akhirnya tidak dicapai rasa kepuasan”

Hukum Gossen II: hukum nilai batas (Law of Marginal Utility), berbunyi ”Manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas yang sama”

b. Teori nilai Austria (Karl Manger): berdasarkan hukum Gossen dengan membuat daftar kebutuhan konsumen,sehingga konsumen akan membagi pendapatannya untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mencapai tingkat intansitas yang selaras

c. Teori nilai batas (Von Bohm Bawerk): nilai batas adalah nilai yang diberikan kepada barang yang dimilikinya paling akhir atau nilai pemuasan yang paling akhir.

4. TEORI KARDINAL

Adalah nilai guna atau kegunaan dari suatu barang yang dapat di ukur dengan satuan tertentu seperti uang yang tinggi rendahnya tergantung pada pada subjek yang menilai. Semakin besar jumlah barang yang di komsumsi maka semakin besar pula tinggkat kepuasan komsumen

Dalam pendekatan ini banyak di dasari oleh suatu hukum dari tokoh terkenal gossen yaitu hukum gossen

Hukum gossen 1 jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai nakhirnya mencapai batas jenuh

(8)

Dalam pendekatan ini konsumen dianggap mengomsumsi kombinasi barang untuk mendapatkan kepuasanyang maximal dan tambahan kepuasan yang di peroleh dari tambahan komsumsi suatu barang terus menerus akan semakin berkurang.

Pendekatan ini biasa di sebut daya guna marginal yg terdapat beberapa asumsi dasar bahwa 5. Kepuasan komsumsi dapat di ukur dengan satuan ukur

6. Semakin byk barang yg di komsumsi makan semakin besar kepuasan

7. Terjadi hukum the law of deminishing marginal utility pada tambahan kepuasan setiap setiap 1 satuan

8. Tambahan kepuasan untuk komsumsi 1 uniot barang bisa dihargai dengan uang, sehingga semakin besar kepuasan komsumen maka semakin mahal ia membayar dan sebaliknya jika semakin rendah kepuasan konsumen maka semakin murah ia membayar

5 TEORI ORDINAL

Adalah nilai guna atau kegunaan dari suatu barang tidak perlu diukur. Cukup diketahui dan konsumen mampu untuk membuat urutan tertinggi sampai yg terendahnya nilai guna barang yg di komsumsi

Asumsi dasar

 Konsumen mempunyai pola preferensi dan dapat dinyakan dalam bentuk peta indiferensi

 Kepuasan dapat di urutkan

 Konsumen mempunyai pendapatan tertentu

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, lingkungan berbelanja merupakan faktor yang sangat penting yang dapat mempengaruhi perilaku berbelanja konsumen dalam menentukan pilihan untuk membeli produk

2. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa

• Keputusan konsumen untuk membeli atau tdaik membeli suatu produk atau jasa merupakan saat yang sangat. penting

Comprehension adalah pemahaman konsumen terhadap suatu produk, contoh: konsumen ingin membeli sebuah laptop dan karena konsumen sangat paham tentang produk apple, maka

Konsep pemasaran mengenal bahwa tidak adanya alasan mengapa konsumen harus membeli yang ditawarkan oleh suatu perusahaan sekalipun produk pesaing, melainkan mereka akan

Teori kepemimpinan berdasarkan ciri-ciri ternyata tidak bebas dari kelemahan tertentu, yang terpenting di antaranya ialah adanya asumsi bahwa jika seseorang

Buatlah model matematis syarat seseorang dapat memperoleh kepuasan maksimum dalam mengkonsumsi barang X dan barang Y dengan anggaran yang tersedia untuk membeli

Bila kita menganggap suatu kasus yang lebih realistis di mana konsumen hanya mempunyai sejumlah uang yang tertentu yang tidak cukup untuk membeli barang sampai