“TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN”
Disusun Oleh :
Fani Anggraini (1701120544)
UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kami, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Teori Tingkah Laku Konsumen” ini dengan sebaik mungkin. Makalah ini merupakan salah satu bagian dari tugas Mata kuliah Pengantar Ekonomi Micro
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang masalah Pengantar Ekonomi Mikro yang sangat diperlukan dengan harapan bisa mendapat penjelasan tentang masalah tersebut dan melakukan apa yang menjadi tugas kami sebagai mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pengantar Ekonomi Micro .
Makalah ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya kemampuan pengetahuan baik secara teori maupun praktek. Dengan demikian Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan menyempurnakan penulisan makalah ini, sehingga dapat tercapai sebuah makalah yang baik.
i DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……….…… i
DAFTAR ISI ……… ii
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ……… 1
1.2 Perumusan Masalah ……… 2
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ……….. 2
BAB II. PEMBAHASAN TEORI 2.1 Pengertian Perilaku Konsumen ……….… 3
2.2 Macam-macam Teori Perilaku Konsumen ……… 3
2.3 Faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen ……….. 6
2.4 Manfaat adanya Perilaku Konsumen ………. 9
BAB III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan ………... 10
3.2 Saran ………. 10
ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat, ditandai dengan semakin tinggi dan ketatnya tingkat persaingan yang terjadi antar perusahaan. Oleh karena itu pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar selalu mencoba memahami perilaku konsumen agar mereka dapat menawarkan tingkat kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Meskipun begitu ketidakpuasan konsumen pada tingkat tertentu masih akan ada. Sebagian besar para pemasar belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Selain itu karena tidak adanya alat pengukur kepuasan yang pasti, sehingga para pemasar kesulitan untuk menetapkan secara akurat apa yang sebenarnya dapat memuaskan konsumen. sekalipun mereka tahu apa yang dapat memuaskan konsumen, mereka belum tentu mampu memenuhi faktor tersebut.
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Seperti yang telah dijelaskan dalam latar belakang, maka dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian perilaku konsumen dalam ilmu ekonomi mikro? 2. Apa saja macam-macam teori perilaku konsumen?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen? 4. Apa saja manfaat dengan adanya perilaku konsumen?
1.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. Mengetahui dan mendeskripsikan pengertian perilaku konsumen
BAB II PEMBAHASAN 2.1 PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Ilmu Ekonomi Mikro (sering juga di tulis Mikro Ekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan, harga-harga pasar dan kualitas faktor input, barang atau jasa yang diperjual belikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagi keputusan dan perilaku tersebut sangat mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa sehingga menentukan juga harga yang akan digunakan.
Konsumen dan konsumsi memiliki pengertian yang merujuk pada suatu pernyataan yang ada. Konsumen adalah seseorang atau sekelompok yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Sedangkan yang dimaksud dengan konsumsi yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mengkonsumsi barang dan jasa. Konsumsi seseorang tergantung pada tingkat pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan.
Perilaku konsumen adalah suatu proses dari aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Dimana barang berharga jual rendah (low involvement) proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (High involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan penuh pertimbangan yang matang.
2.2 MACAM-MACAM TEORI PERILAKU KONSUMEN
dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain;
2. Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;
3. Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
Adapun Teori Perilaku Konsumen dibedakan dalam dua macam pendekatan yaitu :
1. Pendekatan nilai Guna Cardinal (Cardinal Approach)
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan misalnya uang. Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.
Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang di konsumsi. Asumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:
2. Berlaku Law Of Diminishing Marginal Utility, artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
3. Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.
4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..
5. Total utility adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.
2. Pendekatan Nilai Guna Ordinal (Ordinal Approach)
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
1. Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya. 3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang
untuk memenuhi kebutuhannya.
5. Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya
6. Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C
3.3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, diantaranya yaitu : 1. Faktor Sosial
Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti :
1. Grup atau kelompok acuan. Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
2. Pengaruh Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
3. Peran dan Status. Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).
Keputusan seseorang untuk membeli suatu produk dapat dipengaruhi oleh faktor pribadi, antara lain :
1. Situasi Ekonomi. Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
2. Gaya Hidup. Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
3. Kepribadian dan Konsep Diri. Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
4. Umur dan Siklus Hidup. Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
5. Pekerjaan. Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).
Pilihan barang yang akan dibeli seorang konsumen lebih lanjut dipengaruhi oleh 4 faktor psikologi yang sangat penting, yaitu :
1. Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
2. Persepsi. Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
3. Pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
4. Beliefs and Attitude. Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
4. Faktor Kebudayaan
1. Budaya (Culture). Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk yang paling mendasar. Dimana budaya merupakan sekumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan tingkah laku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Setiap masyarakat memiliki budaya dan pengaruh budaya itu membuat perilaku konsumen untuk membeli sangat bervariasi. Oleh karena itu para pemasar selalu mencoba menemukan pergeseran budaya agar dapat mengetahui produk baru yang mungkin diinginkan.
2. Sub-budaya (Sub-Culture). Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
3. Kelas Sosial. Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).
3.4 MANFAAT PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen sangatlah beragam tergantung pada pemanfaat atau penggunanya. Dimana terdapat dua kelompok pemanfaat yaitu kelompok peneliti (riset) dan kelompok yang berorientasi implementasi (Peter dan Olson, 1999). Berikut ini ada beberapa peran perilaku konsumen bagi beberapa pihak, yaitu :
1. Peran perilaku konsumen bagi pemasar atau produsen adalah mampu: 2. Membujuk konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan.
3. Memahami konsumen dalam berperilaku, bertindak dan berpikir, agar pemasar atau produsen mampu memasarkan produknya dengan baik.
4. Memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan, sehingga pemasar atau produsen dapat merancang strategi pemasaran dengan baik.
Untuk mengetahui dan mempengaruhi konsumen; yakni untuk membantu konsumen dalam memilih komoditas dengan benar, terhindar dan penipuan serta menjadi konsumen yang bijaksana.
1. Peran perilaku konsumen bagi organisasi pemerintah dan politik:
2. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk mempengaruhi pilihan konsumen melalui pelarangan terhadap produk bisnis yang merugikan konsumen.
BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN
1. Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
2. Teori perilaku konsumen terdiri dari beberapa teori seperti Teori Ekonomi Mikro, Teori Psikologis, dan Teori Antropologis. Teori perilaku konsumen juga dibedakan menjadi 2 macam pendekatan yaitu Pendekatan Nilai Guna Cardinal dan Pendekatan Nilai Guna Ordinal.
3. Teori perilaku konsumen dibagi menjadi beberapa segi faktor yang mempengaruhinya yaitu Faktor Sosial, Faktor Pribadi/Personal, Faktor Psikologi, dan Faktor Kebudayaan. 4. Perilaku konsumen sangat beragam tergantung pada pemanfaat atau pengguna. terdapat
dua kelompok pemanfaat: kelompok peneliti (riset) dan kelompok yang berorientasi implementasi (Peter dan Olson, 1999).
3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
https://www.wattpad.com/4247831-pengertian-perilaku-konsumen
http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-perilaku-konsumen-dan-menurut-para-ahli-lengkap.html
https://taniosutrisno.wordpress.com/2014/09/25/perilaku-konsumen-teori-ciri-ciri-dan-manfaat-perilaku-konsumen/
https://iwakbakar.wordpress.com/2012/03/29/pendekatan-perilaku-konsumen/
http://www.teguhhadisantoso.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen-menurut-kotler/
http://ratni_itp.staff.ipb.ac.id/2012/06/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen/