• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI PERILAKU KONSUMEN INDIVIDUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TEORI PERILAKU KONSUMEN INDIVIDUAL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 1

TEORI PERILAKU KONSUMEN INDIVIDUAL

A. Definisi Konsumen

Menurut Sumarwan dalam Ayu (2013:1), istilah konsumen sering diartikan sebagai dua jenis konsumen, yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri atau untuk kebutuhan anggota keluarga. Misalnya membeli pakaian, sepatu, furnitur, TV, rumah, mobil, dan lain sebagainya. Sedangkan konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial,kantor pemerintahan dan lembaga lainnya (sekolah perguruan tinggi dan rumah sakit). Semua jenis organisasi itu harus membeli produk peralatan dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya.Konsumen individu dan konsumen organisasi adalah sama pentingnya,karena kedua konsumen tersebut memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.

B. Teori Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang tindakan seseorang terhadap sebuah produk, jasa, brand atau perusahaan. Proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian dari studi tersebut. Teori perilaku konsumen sangat berperan penting bagi keefektifan strategi pemasaran sebuah perusahan karena dapat mengganalisis bagaimana pendapat pelanggan terhadap sebuah brand atau perusahaan.

Berikut beberapa pengertian mengenai perilaku konsumen menurut beberapa ahli :

1. Schiffman dan Kanuk (2000), mengatakan bahwa teori ini adalah studi tentang bagaimana seseorang membuat sebuah keputusan untuk membelanjakan sumber daya yang mereka punya misalnya uang, waktu, dan tenaga mereka untuk mendapatkan produk yang akan dikonsumsi.

2. Kotler dan Keller (2008), keduanya sepakat bahwa teori perilaku konsumen adalah sebuah studi yang mempelajari individu, kelompok, maupun organisasi dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

3. John C. Mowen dan Michael Minor menyampaikan tentang perilaku seorang konsumen sebagai studi unit dan proses pembuatan keputusan seseorang dalam menerima, menggunakan, membeli, dan menentukan produk.

4. Engel, Blackwell dan Miniard (1993), Perilaku Konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan itu

(2)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 2 C. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku

Pembelian Konsumen Perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Faktor Budaya

Budaya adalah penentu yang mendasari dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya adalah sekelompok nilai-nilai social yang diterima masyarakat secara menyeluruh dan tersebar kepada aanggota-anggotanya melalui bahasa dan simbol-simbol.

Di Negara maju seperti Amerika Serikat, misalnya, kemajuan teknologi merupakan refleksi masyarakat berteknologi sehingga hamper setiap orang memerlukan computer sebagai cirri budaya. Dilingkungan masyarakat lain, misalkan, kelompok masyarakat terpencil Afrika Tengah, computer tidak mempunyai arti. Komputer mungkin dipandang sebagai suatu benda aneh yang tidak diminati.

Setiap budaya terdiri dari sub-sub budayanya yang lebih kecil yang menyediakan identifikasi dan sosisalisasi yang lebih spesifik bagi anggota-anggotanya. Sub budaya meliputi kebangsaan, agama, ras, dan daerah geografis. Kelas Sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat. yang tersusun dalam hierarki memiliki nilai, minat dan perilaku yang relatif sama.

2) Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok referensi,keluarga, peran dan status sosial.

a. Kelompok Referensi

Kelompok yang secara langsung maupun tidak langsun mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.

Kelompok referensi terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung ataupun tidak langsung terhadap sikap ataupun perilaku manusia. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung disebut kelompok keanggotaan. Kelompok yang berbentuk organisasi tempat para anggota saling berinteraksi dikenal sebagai kelompok primer. Kelompok ini dapat berupa keluarga, teman, tetangga, dan teman sejawat. Didalam kelompok ini orang berinteraksi dengan bebas secara berkesinambungan. orang juga dapat tergabung dalam kelompok sekunder, seperti organisasi, profesi, dan kelompok penghimpun dagang. Interaksi dalam kelompok ini cendrung lebih formal dan interaksinya tidak sesering dalam kelompok primer.

Kelompok referensi berpengaruh terhadap cara konsumen dalam memilih. Pertama, kelompok referensi berpengaruh internasional. Pengalaman seorang kawan merupakan komunikasi informative. Lebih dari itu, penggunaan produk tertentu yang tampak (mobil, mabel, pakaian, dan sebagainya) memberikan informasi kepada konsumen tentang merek dan produk, yang paling populer dikalangan kelompok tersebut. Kedua, kelompok referensi berpengaruh komparatif bagi terbukanya kemungkinan perbandingan kepercayaan, sikap, dan perilaku individu dengan kepercayaan, sikap, dan perilaku kelompok referensi. Ketiga, kelompok referensi berpengaruh normatif yang secara langsung mempengaruhi sikap dan perilaku berdasarkan norma dan kelompok tersebut.

b. Keluarga

Anggota keluarga juga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. Ada dua macam keluarga dalam kehidupan pembeli, yaitu keluarga sebagai kehidupan orientasi yang terdiri dari orang tua, dan keluarga sebagai sumber keturunan, yaitu pasangan suami istri dan anak-anaknya.

(3)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 3 3) Faktor Pribadi

Keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, disamping dipengaruhi oleh beberapa factor tersebut diatas, juga dipengaruhi oleh cirri dan sifat-sifat pribadi,seperti pekerjaan,kondisi ekonomi,gaya hidup,kepribadian,serta konsep diri.

a. Pekerjaan

Pekerjaan seseorang berpengaruh pada kebutuhannya terhadap barang dan jasa. Pekerja kasar cenderung membeli lebih banyak pakaian kerja. Sedangkan karyawan berdasi cenderung lebih banyak belanja pakaian setelan dan dasi.

Perusahaan berupaya untuk mengidentifikasi kelompok pekerja yang berselera tinggi terhadap produk dan jasa yang mereka tawarkan.

b. Gaya Hidup

Pola kehidupan yang diungkapkan dengan aktivitas, minat, dan opini merupakan gaya hidup seseorang. Gaya hidup berpengaruh lebih kuat terhadap kebutuhan dan sikap dalam membeli suatu produk daripada tingkat sosial dan kepribadian. Oleh karena itu gaya hidup merupakan penentu utama dalam proses konsumsi.

Gaya hidup sering kali dimanfaatkan oleh produsen berkenaan dengan bidang kehidupan konsumen tertentu, seperti rekreasi ditempat terbuka. Beberapa perusahaan yang telah melakukan kajian tentang gaya hidup akan lebih fokus terhadap aspek gaya hidup pribadi atau keluarga yang paling relavan dengan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Pendekatan yang lebih luas ditunjukan pada pola gaya hidup kelompok masyarakat tertentu.

4) Faktor Psikologis

Ketika seseorang membeli suatu produk, didalam melakukan pemilihan ia di pengaruhi oleh factor-faktor psikologis yang meliputi motivasi, presepsi, pembelajaran, kepercayaan serta sikap.

(4)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 4 a. Motivasi

Seseorang membeli suatu produk Karen untuk memenuhi kebutuhan. Motivasi ialah alasan untuk berprilaku. Motif merupakan kerangka yang mencerminkan pengaruh dari dalam diri yang mendorong perilaku dan memberi arah tertentu kepada respon yang timbul.

b. Persepsi

Dua orang karyawan yang mendapat perintah yang sama dari atasan mereka , pelaksanaannya dapat berbeda.Hal ini disebabkan oleh persepsi mereka yang berbeda. Persepsi adalah proses pemilihan, penyusunan, dan penafsiran informasi untuk mendapatkan arti. Seseorang menerima informasi melalui salah satu organ panca indera. Masukan informasi merupakan rasa yang diterima melalui salah satu organ panca indera. Ketika seseorang mendengar iklan, melihat orang lain, mencium bau sedap, atau sebaliknya, atau menyentuh sesuatu, ia mendapat masukan informasi.

Sebagaimana disebutkan dalam definisi, persepsi berupa proses yang terdiri dari tiga tahapan. Meskipun seseorang mendapat sejumlah informasi secara bersamaan, hanya beberapa yang dapat disadari. Ia memilih beberapa masukan dan mengabaikan sebagian yang lain karena sadar bahwa tidak mampu menerima informasi sekaligus.

c. Pembelajaran

Menunjukan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber pada pengalaman.

d. Keyakinan

Merupakan suatu gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu . e. Sikap

Menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan emosional, dan kecendrungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa objek atau gagasan.

D. Pendekatan dalam menganalisis perilaku konsumen

Dalam ilmu ekonomi, terdapat dua pendekatan dalam menganalisis perilaku konsumen yaitu:

1. Pendekatan Marginal Utility ( Marginal Utility Approach)

Dalam pendekatan ini terdapat anggapan bahwa utilitas atau kepuasan konsumen dapat diukur dengan unit moneter (uang) atau satuan terukur satuan terukur lainnya. karena menggunakan satuan yang terukur, maka saruan ini juga dinamakan dengan pendekatan kardinal. Pendekatan ini diukur dengan satuan ukur menggunakan alat analisis marginal. berikut contoh nya :

(5)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 5 keterangan:

● jika harga barang adalah Px, maka tingkat kepuasan maksimal konsumen tercapai ketika konsumsi sebesar x1 (titik A)

● dengan harga sama, bila konsumsi dilakukan sebesar x3, maka kepuasan konsumen tidak akan maksimal (titik B) karena konsumen masih bisa menkonsumsi lebih banyak (sebesar garis yang menghubungkan B dan A)

● demikian juga saat konsumsi sebesar x2, kepuaasan maksimal tidak akan tercapai (titik D) karena konsumen mengeluarkan pengorbanan lebih (titik E) daripada yang ia dapatkan (selisihnya sebesar garis yang menghubungkan D dengan E)

● jika harga barang naik dari Px menjadi Px’ maka untuk mencapai tingkat kepuasan maksimal, konsumen harus mengurangi konsumsi dari x1 menjadi x4 (titik F)

Dalam pendekatan ini akan banyak didasari oleh suatu hukum dari tokoh terkenal, Gossen, yaitu hukum Gossen.

a. Hukum Gossen I menyatakan bahwa jika kebutuhan seseorang dipenuhi terusmenerus maka kepuasanya akan semakin menurun.

b. Hukum Gossen II menyatakan bahwa orang akan memenuhi berbagai kebutuhanya sampai mencapai intensitas yang sama. Intensitas yang samaitu ditunjukkan oleh rasio antara marginal utility dengan harga dari barang yang satu dengan rasio marginal utility dengan harga barang yang lain.

Hipotesis utama teori nilai guna atau lebih dikenal sebagai hukum nilai guna marginal yang semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsikan satu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus-menerus menambah konsumsinya pada barang tersebut. Dalam pendekatan ini, konsumen dianggap mengonsumsi kombinasi barang untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal dan tambahan kepuasan yang diperoleh dari tambahan konsumsi suatu barang secara terus menerusakan semakin berkurang. Asumsi dasar:

a. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.

b. Semakin banyak barang dikonsumsi maka semakin besar kepuasan.

c. Terjadi hukum The Law Of Deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. (Mula-mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasanakan semakin turun). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward Sloping MU kurva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.

(6)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 6 Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi satu unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

2. Pendekatan Ordinal (Indifference-Curve Approach)

Pendekatan konsumen ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal. Asumsi dasar seorang konsumen adalah:

a. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.

b. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering.

c. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

Pendekatan Marginal Utility, dinilai mempunyai kelemahan, karena menganggap nilai utility atau kepuasan dapat diukur dengan angka-angka. Kepuasan adalah sesuatu yang tidak mudah diukur sehingga tidak mungkin diukur dengan angka. Untuk menghindari kelemahan itu Sir John R. Hicks mengembangkan pendekatan baru, yang dikenal dengan pendekatan kurve kepuasan sama (Indifference Curve). Dalam pendekatan ini digunakan anggapan:

a. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang-barang konsumsi (misalnya barang X dan Y) yang bisa dinyatakan dalam bentuk peta kurva kepuasan sama (Indifference Curve Map) atau kumpulan dari kurve kepuasan sama.

b. Konsumen mempunyai jumlah uang tertentu (pendapatan tertentu).

c. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum.

E. Kurva Indiffrence

Kurva indiferensi (Indifference Curve) adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. Suatu kurva indiferensi atau sekumpulan kurva indiferensi (yang disebut peta indiferensi atau Indifference Map), dihadapi oleh hanya seorang konsumen.

Ciri-ciri kurva indiferen adalah sebagai berikut:

1. Kurva indifferen mempunyai nilai kemiringan negatif (Negatively Slope), atau paling tidak tak pernah mempunyai nilai kemiringan positif. Hal ini berarti bahwa bila konsumsi suatu jenis barang ditambah maka konsumsi barang lain harus dikurangi. Bentuk ekstrim dari kurva indifferen adalah sejajar sumbu vertikal dan sejajar sumbu horizontal.

2. Bentuk kurva indiferen cembung ke titik origin (titik O), hal ini menunjukkan derajat pengantian barang yang semakin menurun. Derajat penggantian ini digunakan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang harus dikurangi untuk menambah barang lain agar kepuasan yang diterima tetap sama.

3. Kurva indiferen tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda

(7)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 7 Seperti halnya pendekatan tingkah laku konsumen melalui pendekatan kardinal, pendekatan teori tingkah laku konsumen melalui pendekatan ordinal juga memiliki sejumlah asumsi yang mesti berlaku. Beberapa asumsi yang harus ada pada pendekatan ordinal ini dalam pembentukan kurva indifferen yang harus dipatuhi, yaitu :

1. Rationality, konsumen diasumsikan rasional artinya konsumen memaksimalkan utilitas dengan pendapatan pada harha pasar tertentu dan konsumen dianggap mempunyai pengetahuan sempurna mengenai informasi pasar.

2. Utility adalah bersifat ordinal artinya konsumen cukup memberikan rangking atau peringkat kombinasi mana saja yang ia sukai dengan demikian konsumen tidak perlu memberikan satuan kepuasan terhadap barang yang dikonsumsi.

3. Menganut hukum diminishing marginal rate of subtitution artinya bila konsumen menaikan konsumsi barang yang satu akan menyebabkan penurunan konsumsi barang yang lain dan dapat digambarkan dengan kurva indeferen 4. Total Utility yang diperoleh konsumen tergantung dari jumlah barang yang dikonsumsikan

5. Bersifat konsisten dan transivity of choice artinya bila A>B>C maka barang A lebih disukai dari B dan barang B lebih disukai dari C kesimpulannya bahwa A>B>C maka A>C

Sifat – Sifat Kurva Indiferen

1. Kurva indeferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang lebih rendah

● Setiap konsumen biasanya lebih suka jika dapat mengkonsumsi barang dalam jumlah lebih banyak

● Kurva indeferen yang lebih tinggi melambangkan ketersediaan barang lebih banyak daripada kurva di bawahnya

2. Kurva indeferen melengkung ke bawah

● Konsumen bersedia menukarkan suatu barang jika ia memperoleh lebih banyak barang lain untuk mendapatkan kepuasan yang sama

● Jika jumlah suatu barang berkurang maka jumlah barang lain harus meningkat.

(8)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 8 3. Kurva indeferen tidak saling berpotongan (prinsip transivitas)

● Titik A dan B memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen

● Titik B dan C memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen

● Hal ini berarti titik A dan C akan memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen

● Padahal titik C mengandung lebih banyak barang daripada titik A.Prinsip transitivity adalah jika dikatakan kombinasi A lebih disukai dari B dan B lebih disukai dari C, maka A mestilah lebih disukai dari C. Dengan dalil ini maka kurva indifferen tidak ada yang berpotongan. Untuk gambar dibawah terlihat kurva IC1 dan IC2 berpotongan di titik B, berarti IC1 -= IC2 sehingga melanggar konsistensi preferensi (transitivitas). Sedangkan pada gambar 2.8b asumsi transitivitas terpenuhi.

F. Kurva Garis Anggaran

Kurva Garis Anggaran (Budget Line Curve) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar. Konsumen di dalam mengkonsumsi barang-barang untuk mencapai tingkat kepuasan yang maksimum dibatasi oleh jumlah penghasilan konsumen yang bersangkutan. Dengan demikian persoalan yang dihadapi konsumen adalah menentukan berapa banyak masing-masing barang harus dikonsumsi atau dibeli dengan penghasilannya, sehingga diperoleh tingkat kepuasan yang maksimum. Untuk analisis ini tidak cukup hanya dengan kurva indifference. Namun, perlu diketahui garis anggaran pengeluaran konsumen. Seperti halnya ketika membuat kurva indifference, membuat garis anggaran juga dengan menganggap bahwa konsumen hanya mengkonsumsi dua jenis barang.

Misalnya, total penghasilan konsumen sebesar M. Dengan uang sebesar M tersebut konsumen dapat membelanjakan semuanya untuk barang Y sehingga memperoleh barang sebanyak M/PY, atau membelanjakannya semua untuk barang X sehingga

(9)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 9 memperoleh barang sebanyak M/PX, atau bisa juga membelanjakannya untuk berbagai kemungkinan kombinasi Y dan X seperti yang ditunjukkan oleh garis lurus yang menghubungkan M/PY dan M/PX. Garis anggaran tersebut akan berubah apabila terjadi perubahan penghasilan dan atau harga barang. Apabila terjadi perubahan harga salah satu barang, maka garis anggaran akan berayun ke atas atau ke bawah. Misal, harga barang X naik sedangkan harga barang Y dan penghasilan (M) tidak berubah maka garis anggaran akan berayun ke bawah. Jika harga barang X turun sedangkan harga Y dan penghasilan (M) tidak berubah maka garis anggaran berayun ke atas. Apabila harga barang Y dan X berubah secara proporsional maka garis anggaran akan bergeser sejajar. Apabila terjadi perubahan penghasilan sedangkan harga barang tidak berubah, maka perubahan garis anggaran akan digambarkan oleh pergeseran sejajar ke bawah atau ke atas. Bergeser ke atas jika terjadi kenaikan penghasilan. Harga X naik atau turun, M tetap. M naik atau turun, Harga X dan Y tetap. Dan sebaliknya akan bergeser ke bawah jika terjadi penurunan penghasilan. Kurva batas anggaran menggambarkan berbagai kombinasi barang yang mampu di beli konsumen dengan penghasilan yang mereka miliki.

G. Batas anggaran Sebagai Keseimbangan Konsumen

Batas anggaran adalah batasan pengeluaran untuk setiap agen ekonomi, baik individu, perusahaan, atau pemerintah, pengeluaran harus tetap dalam batasan yang ditentukan oleh kemampuan untuk membiayainya. Pembiayaan mungkin berasal dari pendapatan, dari aset yang sudah dimiliki, atau dari pinjaman. Batasan anggaran dengan demikian mengatakan bahwa nilai potongan saat ini dari total pengeluaran sekarang dan masa depan tidak dapat melebihi nilai potongan saat ini dari kekayaan sekarang ditambah pendapatan masa depan. Singkatnya, kurva anggaran dapat menggambarkan berbagai kombinasi barang yang mampu dibeli pelanggan dengan penghasilan yang ia miliki.

keterangan:

● garis anggaran (yang menghubungkan titik A dan D ) merupakanm kombinasi barang yang mampu dibeli konsumen

● titik E dan titik lain dalam area segitiga A0D merupakan kombinasi barang yang yang mampu dibeli konsumen dengan sebagian income yang dimiliki

● titik F dan titik lain diluar area segitiga A0D merupakan kombinasi barang yang tidak mampu dibeli konsumen dengan penghasilan yang dimiliki

Apabila dinyatakan dalam persamaaan, maka akan terlihat sebagai berikut:

● Pada Area segitiga A0D : (P1 x Q1) + (P2 x Q2) ≤ N

● Pada Garis Anggaran (A - D) : (P1 x Q1) + (P2 x Q2) = N

Dengan menggunakan kedua kurva, yaitu kurva indiferens dan budget line maka dapat ditunjukkan dimana konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum. Kepuasan maksimum apabila garis anggaran pengeluaran disinggung oleh kurva

(10)

Ekonomi Manajerial – Universitas Gunadarma | 10 kepuasan yang paling tinggi. Persinggungan antara Budget Line dan Indefferent Curve ini menggambarkan kombinasi barang yang diinginkan konsumen, yang menunjukkan konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum. Keadaan ini dikenal dengan sebutan garis keseimbangan konsumen. Dengan demikian, keseimbangan konsumen adalah pemaksimuman kepuasan yang digambarkan adalah tingkat kepuasan maksimum dari mengkonsumsi dua barang dengan menggunakan sejumlah pendapatan tertentu.

Referensi :

1] Manurung, P. R. (2010). Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

2] Syafaatul Hidayati, S. M. (2019). Teori Ekonomi Mikro. Unpam Press

Referensi

Dokumen terkait

memahami dan menerima memahami dan menerima keadaan diri jika ibubapa keadaan diri jika ibubapa menerima keadaan anak menerima keadaan anak

Peneliti menggunakan metode tanya jawab semi terstruktur secara langsung dengan pihak- pihak yang terlibat (pemilik dan karyawan UMKM Cipta Aji Hardika) untuk

Kelemahan dari sisi struktur hukumnya terkait dengan ketidakcermatan penuntut umum dalam menentukan dakwaan karena tidak mencantumkan delik penyertaan ( vide : Pasal 55

Hasil pemeriksaan kadar nifedipin dalam campuran fisis dan dispersi solida dengan pembawa PVP K-30 dan PVP K-90 dari berbagai komposisi.... Kadar nifedipin

Sampel ini dipilih karena perusahaan manufaktur merupakan salah satu dari industri besar yang menggunakan modal kerja atau aktiva operasional yang besar

.Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kecamatan dan Subsektor di Kabupaten Flores Timur (Ton), 2014 dan 2015.. Berbagai macam ikan kering yang didagangkan oleh pedagang yaitu

Secara khusus, jaminan hak asasi perempuan dapat ditemui dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap

Hal ini disebabkan oleh konsonan bilabial dan alveolar lebih mudah diucapkan karena posisi artikulasinya yang terlihat secara visual (bilabial dengan mengatupkan kedua