MAKALAH
KASUS KETENAGAKERJAAN
DOSEN PENGAMPU: PUTRI KEMALA DEWI LUBIS, SE., M.,AK
Kelompok 10
Agustin Tampubolon 7211240012
Mentari Syahputri Purba 7213540023
Dodi Siburian 7212540014
PRODI ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah kelompok yang berjudul "KASUS KETENAGAKERJAAN".
Tidak lupa kelompok kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu PUTRI KEMALA DEWI LUBIS, SE., M.,AK, selaku dosen Mata kuliah EKONOMI SUMBER DAYA MANUSIA yang telah menambah wawasan dan pengetahuan kami sehingga mampu dan mengerti dengan
mata kuliah EKONOMI SUMBER DAYA MANUSIA.
Kami menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, diharapkan saran dan kritik yang membangun agar kelompok kami menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.Semoga tulisan dari makalah ini menambah wawasan dan memberi manfaat bagi pembaca.
Medan, 15 Mei 2023
Kelompok 10
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
BAB I PENDAHULUAN...
Latar Belakang...
Rumusan Masalah ...
Tujuan...
BAB II PEMBAHASAN...
BAB III PENUTUP...
Kesimpulan...
Saran...
DAFTAR PUSTAKA...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kehidupan kerja adalah bagian yang sangat mendasar dari kehidupan karena mencakup dimensi sosial dan ekonomi. Bekerja sebagai satu kesatuan Faktor produksi merupakan faktor yang paling penting dan berpengaruh Administrasi dan kontrol sistem ekonomi, seperti produksi, distribusi konsumsi dan investasi. Partisipasi dalam proses produksi menyebabkan mereka Mereka juga menginginkan penghasilan yang cukup, tingkat keamanan dan kenyamanan kerja tertentu manfaat potensial lainnya. Awal bekerja adalah jumlah atau jumlah orang yang bekerja di daerah yang berbeda. Jumlah dan komposisi angkatan kerja terus berubah dengan demografi. Persentase karyawan berdasarkan pekerjaan merupakan salah satu cara untuk melihat potensi sektor usaha menyerap pekerjaan Ini juga dapat mencerminkan struktur ekonomi di dalam distrik-distrik di.
Kerja adalah modal pergerakan roda pembangunan. tidak ada angkatan kerja menunjukkan jumlah pekerja yang terlibat dalam perekonomian, tetapi juga termasuk pekerjaan Mereka memiliki keahlian dan keterampilan Menurut Pasal 27 Undang-Undang Dasar (1945) Republik Indonesia Ayat 2 mengatakan bahwa setiap warga negara berhak untuk bekerja dan bekerja kehidupan yang layak Artinya setiap warga negara memiliki hak untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan upah hidup Layak masuk (KHL) tanpa memandang jenis kelamin, suku, ras, agama atau keyakinan politik sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing tenaga kerja. Seiring dengan perubahan lingkungan ekonomi makro di sebagian besar negara berkembang, tingkat pengangguran meningkat pesat, terutama disebabkan oleh permintaan tenaga kerja yang terbatas, faktor eksternal seperti kondisi yang memburuk neraca pembayaran, peningkatan utang luar negeri dan kebijakan lain yang pada gilirannya menyebabkan pertumbuhan industri, tingkat upah dll.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian ketenagakerjaan dan mengapa penting untuk mempelajarinya?
2. Apa saja jenis-jenis permasalahan atau kasus yang sering terjadi dalam ketenagakerjaan?
3. Apa faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya permasalahan atau kasus dalam ketenagakerjaan?
4. Bagaimana cara mengatasi atau mencegah terjadinya permasalahan atau kasus dalam ketenagakerjaan?
5. Apa peran pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki situasi ketenagakerjaan?
1.3 TUJUAN
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi sumber daya manusia.
2. Untuk mengetahui materi pembahasan mengenai kasus ketenagakerjaan.
3. Dapat dijadikan referensi pembelajaran.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ketenagakerjaan Dan Mengapa Penting Untuk Mempelajarinya Pengertian Ketenagakerjaan
Menurut KBBI V, Ketenagakerjaan merupakan hal tenaga kerja. Dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, disebutkan bahwa : “Ketenagakerjaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tenaga kerja baik pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja.”
Ketenagakerjaan tidak selalu berhubungan dengan subjek, melainkan dengan berbagai faktor seperti sebelum masa kerja ada masalah kesempatan kerja yang sempit, lalu selama masa kerja ada masalah penggajian atau kualitas tenaga kerja yang rendah, dan sesudah masa kerja ada masalah pemenuhan hak pensiunan atau yang lainnya. Semua itu adalah bukti bahwa ketenagakerjaan menyangkut hal yang kompleks. Kesimpulannya, Manajemen Ketenagakerjaan merupakan suatu seni atau strategi untuk mengatur, mengelola sesuatu yang berkaitan dengan tenaga kerja.
Manajemen Ketenagakerjaan merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya manusia atau tenaga kerja dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
Pentingnya Mempelajari Kasus Ketenagakerjaan
Hingga saat ini Indonesia masih mengalami masalah ketenagakerjaan seperti masih rendahnya kualitas tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja,dan masalah klasik yaitu tingkat pengangguran di Indonesia. Tepat februari 2019 angka tenaga kerja menurut badan pusat statistik sebanyak 136,18 Jiwa. Angka tersebut mengalami penaikan sebesar 2,24 juta orang dibanding tahun 2018 di bulan yang sama. Kabar baiknya angka pengangguran di bulan februari 2019 menurun menjadi 5,01 persen dari periode sebelumnya, oleh karena itu Masih banyak hal yang perlu dibenahi agar dapat mengatasi masalah-masalah diatas. Pembangunan sumber daya manusia, pengembangan industri kreatif dan program yang mendukung usaha kecil menengah bisa menjadi salah pilihan dalam mengatasi permasalahan diatas. Salah satu poin penting dari pengertian ketenagakerjaan adalah penggunaan tenaga kerja untuk mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah; memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan; dan. meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya.
2.2 Jenis-Jenis Permasalahan Atau Kasus Yang Sering Terjadi Dalam Ketenagakerjaan
Jumlah Angkatan Kerja yang Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Jumlah penduduk yang besar akan menghasilkan angkatan kerja yang besar pula. Angkatan kerja yang besar jika dapat dimanfaatkan dengan baik akan mampu meningkatkan kegiatan perekonomian yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, hal itu baru dapat dicapai apabila angkatan kerja seluruhnya terserap oleh kesempatan kerja.
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan lapangan pekerjaan di masyarakat. Pernyataan itu dapat dilihat dari kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar ditambah dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang seharusnya menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi justru menjadi beban bagi pembangunan ekonomi. Akan tetapi tingkat pertumbuhan penduduk tinggi itu tidak diiringi oleh pertumbuhan kesempatan kerja. Ini adalah penyebab utama terjadinya pengangguran.
Mutu Tenaga Kerja yang Relatif Rendah
Rendahnya tingkat pendidikan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi mutu tenaga kerja Indonesia. Karena rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan tenaga kerja Indonesia minim dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi. Akibatnya, jumlah hasil produksi yang dihasilkan rendah sedangkan biaya produksi tinggi. Tingginya biaya produksi mengakibatkan hasil produksi Indonesia sulit bersaing dengan produk negara lain. Selain itu, mutu tenaga kerja berpengaruh pula pada tinggi rendahnya upah tenaga kerja. Upah buruh di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Serbia, Cina, Rusia, Singapura, dan Malaysia.
Persebaran Tenaga Kerja yang Tidak Merata
Di samping sumber daya manusia yang relatif masih rendah, sektor ketenagakerjaan di Indonesia juga dihadapkan kepada masalah penyebaran tenaga kerja yang tidak merata.
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara, di daerah lain yang wilayahnya lebih luas masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Akibatnya, di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran.
Sementara, di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal.
Pengangguran
Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja mengakibatkan tidak semua angkatan kerja dapat diserap oleh lapangan kerja (pengangguran). Hal ini lebih diperparah dengan banyaknya tenaga kerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pesangon karyawan PHK seringkali tidak sesuai nominalnya, lama prosesnya, bahkan tidak dibayarkan. PHK karyawan bisa terjadi karena banyak hal diantaranya perusahaan pailit, peleburan, pemisahan, pengusaha tidak bersedia menerima tenaga kerja di perusahaan. Selain itu, kondisi pandemi corona juga membuat ekonomi lesu yang mengakibatkan banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membuat pekerja kehilangan pekerjaan.
2.3 Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Permasalahan Atau Kasus Dalam Ketenagakerjaan
Ketidaksesuaian antara kualifikasi dan keahlian tenaga kerja dengan pekerjaan yang dilakukan.
Kurangnya komunikasi dan transparansi antara pekerja dan pengusaha.
Upah yang tidak sesuai dengan standar minimum dan tidak ada jaminan keselamatan kerja yang memadai.
Diskriminasi dalam hal gender, etnis, atau agama.
Kurangnya pengawasan dan penerapan hukum untuk melindungi hak-hak tenaga kerja.
Perubahan teknologi atau kebijakan yang dapat merugikan tenaga kerja.
Kurangnya keterampilan dan pengetahuan tentang hak-hak kerja.
Persaingan global yang membuat perusahaan mengurangi karyawan atau mengurangi upah.
Kebijakan pemerintah yang tidak jelas atau tidak efektif dalam melindungi hak-hak tenaga kerja.
Faktor ekonomi global atau lokal yang mempengaruhi kondisi pasar kerja.
2.4 Cara Mengatasi Atau Mencegah Terjadinya Permasalahan Atau Kasus Dalam Ketenagakerjaan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam ketenagakerjaan, di antaranya:
Dialog dan Komunikasi
Dialog dan komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan karyawan sangat penting untuk mencegah atau mengatasi permasalahan yang timbul dalam ketenagakerjaan. Dengan cara ini, perusahaan dapat mendengarkan keluhan atau saran karyawan dan menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah.
Keterlibatan
Melibatkan para karyawan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan produktivitas. Karyawan yang merasa dihargai dan diberikan tempat dan peran yang tepat di dalam perusahaan, akan lebih termotivasi untuk bekerja dan menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Penyediaan Kondisi Kerja Yang Aman Dan Sehat
Kondisi kerja yang aman dan sehat tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri. Sebuah perusahaan yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan sehat, dan akan mengurangi tingkat absensi atau keterlambatan yang berhubungan dengan kesehatan para karyawan.
Menyediakan Pelatihan Dan Pengembangan Kompetensi Karyawan
Pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan akan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pekerjaan, dan juga meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan pelatihan dan pengembangan ini, karyawan akan merasa diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Memperbarui Kebijakan Dan Prosedur
Perusahaan harus selalu memperbarui kebijakan dan prosedurnya secara berkala sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi di dalam dan di luar perusahaan. Hal ini akan memastikan bahwa perusahaan selalu mengikuti standar yang terbaru dan termutakhir yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, perusahaan dapat mengatasi permasalahan dalam ketenagakerjaan dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan sehat bagi karyawan dan perusahaan itu sendiri.
2.5 Peran Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Memperbaiki Situasi Ketenagakerjaan Peran Pemerintah dalam Memperbaiki Situasi Ketenagakerjaan:
Membuka lapangan kerja dengan cara meningkatkan investasi dan pembangunan infrastruktur.
Meningkatkan kompetensi tenaga kerja dengan memberikan pelatihan dan pendidikan.
Menetapkan peraturan yang mengatur kesejahteraan tenaga kerja, seperti jaminan kesehatan, jaminan sosial, dan upah minimum.
Memfasilitasi pembentukan serikat buruh untuk mengemukakan aspirasi tenaga kerja.
Memperketat pelaksanaan peraturan tenaga kerja, seperti aturan jam kerja dan perlindungan tenaga kerja dari pelecehan seksual dan diskriminasi.
Peran Masyarakat dalam Memperbaiki Situasi Ketenagakerjaan:
Mendukung pembangunan lapangan kerja dengan cara meningkatkan konsumsi barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
Menjalin hubungan dengan perusahaan dan pemerintah untuk membawa masalah ketenagakerjaan pada permukaan.
Mengikuti pelatihan dan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan kompetensi kerja.
Membentuk serikat buruh untuk menyampaikan aspirasi tenaga kerja.
Memberikan informasi dan bantuan kepada tenaga kerja mengenai hak-hak mereka sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
STUDI KASUS
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN SARAN