• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH EKONOMO TRANSPORTASI 1

Wirda

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH EKONOMO TRANSPORTASI 1"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

i

MAKALAH EKONOMI TRANSPORTASI

BIAYA TRANSPORTASI SEBAGAI FAKTOR PEMILIHAN LOKASI

Oleh

KELOMPOK 4:

ABDULRAHMAN HAKIM (5201250008) ANNIDA AULIA ADE (5211250005) EFFRAT TAMARISH P (5213250016) WIRDA MAULIDA (5212250001) SRIWI BANDARI HARAHAP (5203550019) HERY RAMADHAN (5203550006) HANNI FLORENT OCTAVIA (5233050002) MIRA VITA LOCA LINGGA (5213250007)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKIK – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN

2023

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT serta junjungan nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan nikmat sehat kepada kita semua. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada pemilik jagad raya yang tak terbatas ini, yang juga kita jadikan sebagai penuntun hidup di dunia ini agar kita dapat menjadi orang-orang yang beriman kepada-Nya. Amin.

Alhamdulillah, dengan terselesaikannya makalah Mata Kuliah Ekonomi Transportasi yang diberikan oleh bapak Syahreza Alvan M.Si tujuan penulis makalah mengenai Ekonomi Transortasi untuk menambah wawasan pengetahuan. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan Ekonomi Transportasi yang telah penulis buat, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Demikian yang bisa penulis sampaikan, mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini.

Medan, 23 November 2023

Penulis

(3)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Manfaat ... 3

BAB II ... 4

PEMBAHASAN ... 4

A. Dampak Biaya Transportasi Terhadap Keputusan Pemilihan Lokasi Bisnis ... 4

B. Faktor Biaya Transportasi dalam Penentuan Lokasi Bisnis ... 4

C. Perbandingan Biaya Transportasi ... 6

D. Strategi Terbaik Meminimalkan Biaya Transportasi ... 7

BAB III ... 9

PENUTUP ... 9

A. Kesimpulan ... 9

B. Saran ... 9

DAFTAR PUSTAKA ... 10

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Transportasi adalah usaha untuk memindahkan manusia,barang dan atau jasa dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan atau tanpa moda dengan tujuan tertentu.

Proses perpindahan tersebut dapat melalui jalur darat, udara maupun air, begitu pula untuk angkutan barang. Barang merupakan salah satu komoditas ekonomi yang memerlukan alat angkut dalam proses perpindahannya.

Biaya transportasi merujuk pada semua pengeluaran yang terkait dengan pemindahan barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain. Biaya-biaya ini dapat terdiri dari berbagai komponen, termasuk biaya operasional kendaraan (seperti bahan bakar, perawatan, dan perbaikan), biaya infrastruktur (misalnya, tol atau biaya parkir), biaya administratif, biaya pengemudi atau awak (jika diperlukan), biaya asuransi, dan biaya modal (seperti pembelian kendaraan atau investasi dalam infrastruktur transportasi).Biaya transportasi juga dapat dibagi menjadi biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang secara langsung terkait dengan pengiriman barang atau orang, seperti biaya bahan bakar, biaya awak, atau biaya tol. Sementara biaya tidak langsung mencakup biaya yang terkait secara tidak langsung dengan transportasi, seperti biaya administratif atau biaya modal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya transportasi termasuk jarak perjalanan, jenis transportasi yang digunakan (darat, udara, laut, atau rel), jenis barang yang dikirim (barang-barang berat atau berharga cenderung memiliki biaya yang berbeda), tingkat teknologi yang digunakan dalam transportasi, serta faktor- faktor eksternal seperti kondisi jalan atau cuaca.Bagi perusahaan dan individu,

(5)

2

memahami dan mengelola biaya transportasi sangat penting karena dapat memengaruhi harga jual, keuntungan, atau anggaran pribadi.

Faktor-faktor lokasi menurut Soepono (1999), dapat dikelompokkan menjadi dua orientasi yaitu, pertama, orientasi transportasi, yang dimaksud dengan orientasi transportasi adalah bahwa trasportasi merupakan porsi terbesar dari biaya total dari organisasi suatu aktivitas ekonomi, sehingga menjadi penentu keputusan lokasi.

Faktor-faktor lokasi yang berorientasi transportasi antara lain; faktor transportasi, faktor sumber daya, faktor pasar, dan faktor tenaga kerja. Kedua, orientasi masukan lokal, yang dimaksud dengan orientasi masukan lokal adalah bahwa masukan lokal itulah yang merupakan persentase terbesar dari biaya total dan disebut ke lokasi lain.

B. Rumusan Masalah

Pemilihan lokasi bisnis atau kegiatan tertentu seringkali dipengaruhi oleh pertimbangan biaya transportasi. Rumusan masalah terkait biaya transportasi dalam pemilihan lokasi bisa terdiri dari beberapa pertanyaan, seperti:

1. Bagaimana dampak biaya transportasi terhadap keputusan pemilihan lokasi bisnis atau pabrik?

2. Apa saja faktor-faktor biaya transportasi yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi baru?

3. Bagaimana pengaruh jarak, infrastruktur transportasi, dan jenis transportasi terhadap biaya yang dikeluarkan?

4. Bagaimana perbandingan biaya transportasi antara lokasi yang berbeda, seperti antara lokasi perkotaan dan pedesaan?

(6)

3

5. Apa strategi terbaik untuk meminimalkan biaya transportasi dalam konteks pemilihan lokasi?

C. Manfaat

Adapun manfaat dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut : 1. Efisiensi Operasional

2. Peningkatan keuntungan bersih 3. Aksesibilits Pasar

4. Penghematan waktu dan sumber daya 5. Dampak Lingkungan

(7)

4 BAB II

PEMBAHASAN

A. Dampak Biaya Transportasi Terhadap Keputusan Pemilihan Lokasi Bisnis Pemilihan lokasi suatu organisasi (perusahaan) akan mempengaruhi risiko dan keuntungan perusahaan tersebut secara keseluruhan, mengingat lokasi sangat mempengaruhi biaya tetap maupun biaya variabel, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Sebagai contoh, biaya transportasi saja bisa mencapai 25%

harga jual produk (tergantung kepada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti bahwa seperempat total pendapatan perusahaan mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jasa yang keluar dari perusahaan.” (Heizer & Render, 2006). Pemilihan lokasi usaha secara efektif berarti menghindari risiko negatif seminimal mungkin atau dengan kata lain mendapatkan lokasi yang memiliki risiko positif paling maksimal.

Pemilihan lokasi juga akan berdampak pada biaya-biaya yang muncul dikemudian hari akibat telah dipilihnya suatu daerah/ lokasi sebagai tempat usaha. Menurut Weber untuk menentukan lokasi industri ada tiga faktor penentu, yaitu material (bahan baku), konsumsi (pasar), dan tenaga kerja. Ketiga faktor tersebut oleh Weber diukur dengan ekuivalensi ongkos transportasi. Konsep penentuan lokasi fasilitas produksi ini sangat tepat berlandaskan teori apa yang dikemukan oleh Weber yaitu penekanan pentingnya biaya transportasisebagai pertimbangan lokasi dan orientasi tenaga kerja.

B. Faktor Biaya Transportasi dalam Penentuan Lokasi Bisnis

Tarif transportasi ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor utama yang mempengaruhi tarif transportasi adalah jarak (distance), berat (weight), dan densitas

(8)

5

(density). Jarak merupakan faktor utama yang menentukan biaya transportasi.

Umumnya biaya-biaya transportasi dipicu oleh jarak. Jarak transportasi akan berkontribusi secara langsung terhadap biaya variabel seperti tenaga sopir, biaya bahan bakar dan minyak (fuel), dan biaya pemeliharaan kendaraan. Semakin jauh jarak transportasi, maka biaya transportasi semakin besar.Faktor kedua dalam pemicu biaya transportasi adalah berat. Semakin berat barang yang diangkut, maka semakin besar biaya transportasi. Namun demikian, pada titik berat tertentu, skala ekonomis akan terjadi. Hal ini karena, struktur biaya transportasi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Skala ekonomis terjadi manakala dicapai efisiensi atas penggunaan sumber daya pada pencapaian utilisasi kapasitas tertentu. Dalam terminologi logistik dikenal dengan load factor. Semakin besar load factor maka biaya tetap per satuan berat semakin kecil. Implikasi manajerialnya adalah load factor yang kecil harus dikonsolidasi dengan load factor yang besar. Faktor ketiga yang menentukan biaya transportasi adalah densitas. Densitas merupakan gabungan antara berat dan volume.

Faktor densitas ini penting, karena umumnya satuan penetapan tarif transportasi dinyatakan dalam satuan Rupiah per berat (kilogram atau ton). Sementara, kapasitas kendaraan umumnya dibatasi oleh volume atau kubik, sehingga satuan berat saja menjadi kurang relevan dalam perhitungan tarif transportasi. Densitas menggabungkan berat dan volume. Barang yang memiliki densitas tinggi akan dapat diperoleh biaya tetap transportasi per unit densitas lebih kecil. Hal ini terjadi karena pada barang dengan densitas tinggi, biaya tetap akan tersebar sesuai utilisasi kapasitas kubik kendaraan. Umumnya, manajer transportasi akan lebih memilih barang dengan densitas tinggi, agar kapasitas kubik kendaraan dapat diutilisasi secara maksimal.

Salah satu prasarana dasar yang sangat vital terkait dengan aksesibilitas suatu wilayah yaitu jaringan jalan. Keterkaitan fungsional dan ekonomi antarkawasan dalam satu wilayah atau antarwilayah dihubungkan oleh jaringan jalan. Dalam sistem transportasi darat, jaringan jalan berfungsi untuk mobilitas orang dan angkutan

(9)

6

barang. Untuk kegiatan perdagangan, hal ini akan berkaitan dengan biaya atau ongkos aktivitas ekonomi (produksi, distribusi, penjualan) bagi calon pembeli ruko.

C. Perbandingan Biaya Transportasi

Penentuan lokasi industri tidak terlepas dari proses maupun lokasi pasar yang akan dilayani perusahaan. Proses produksi mencakup penentuan jenis bahan baku dan faktor produksi lainnya. Jumlah bahan baku ditentukan oleh skala produksi yangada. Penentuan lokasi industri berorientasi pada biaya angkutan yaitu sumber bahan baku ditambah biaya optimum ke pasar (Djaldjoeni,1997). Hal tersebut setiap industri cenderung menempati lokasi yang mendatangkan untung sebanyak- banyaknya dengan mencari lokasi sebagai berikut:

1. Lokasi industri dekat dengan bahan baku Lokasi industri dekatdengan bahan baku bila industritersebut menggunakan bahan baku yang mudah rusak atau tidak tahan lama atau yang volumenya besar dan bobotnya berat. Suatu industri yang penempatannya memilih lokasi yang dekat dengan bahan baku perlu dipertimbangkan juga sifat dan bentuk bahan baku.

2. Lokasi industri berdasarkan pasar Dalam mendirikan industri, pasar perlu dipertimbangkan dengan seksama. Pasar yang dimaksudkan adalah konsumen atau orang yang akan menggunakan produksi dari suatu indusri. Kadang-kadang industri tentu daya tarik pasar lebih penting daripada daya tarik lokasi bahan baku.

3. Lokasi industri berorientasi pada biaya transportasi Transportasi sangat diperlukan dalam industri yang lokasinya berorientasi pada biaya angkut, berarti sedapat mungkin lokasi industri berada di daerah yang lancar transportasinya.

Kelancaran transportasi sangat penting dengan tujuan untuk mendatangkan bahan baku dan memasarkan hasil produksinya dengan cepat dan tepat waktu.

(10)

7

Menurut Weber dalam bukunya yang dikutip oleh (Tarigan,2005) mendasarkan teorinya bahwa pemilihan lokasi industri didasarkan pada prinsip minimal biaya.

Artinya pemilihan lokasi-lokasi industriberdasarkan tempat-tempat yang mempunyai biaya yang paling minimum dari bahan mentah yang dibutuhkan, tenaga kerja, serta komsumen (pasar), yang semuanyaditimbang dengan biaya transportasi. Weber menyatakan lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja di manapenjumlahan keduanya harusminimum. Tempat di manatotal biaya transportasi dan tenaga kerja yang minimum adalah identik dengan tingkat keuntungan yang maksimum. Lokasi industri-industri dipilihkan di tempat-tempat yang biayanya paling minimal, inilah prinsip dari leastcost location. Biaya transpotasi yang tergantung dari bobot bahan mentah yang diangkut atau dipindahkan, serta jarak antara terdapatnya sumberdaya dan lokasi pabrik.

Terdapatnya kompetisi antarindustri. Manusia itu berfikir rasional (Djaldjoeni, 1997).

Lokasi optimal bagi pabrik adalah di sentral,karena biayatransportasi dari manapun sama-sama kecilnya. Biaya tadi menyangkut sumber bahan mentah dan pasaran.

D. Strategi Terbaik Meminimalkan Biaya Transportasi

Pertimbangan pemilihan lokasi usaha akan berbeda ketika tipe bisnis yang akan dijalankan juga berbeda. Perusahaan industri biasanya menggunakan cost minimizing strategy (strategi minimalisasi biaya). Dilain pihak, usaha jasa biasanya menggunakan revenue maximizing strategy (strategi maksimalisasi pendapatan).

Sedangkan untuk pemilihan lokasi gudang, biasanya ditentukan dengan mengkombinasikan faktor biaya dan kecepatan pengiriman. Dari berbagai strategi pemilihan lokasi, semua bertujuan memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu strategi meminimalkan biaya transportasi adalah pemilihan lokasi usaha dimana dalam pelaksanaannya pemilik usaha harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Strategi pemilihan lokasi usaha yang berdekatan dengan sasaran/ target pasar

(11)

8

bertujuan memudahkan konsumen dalam mengkonsumsi produk yang ditawarkan.

Disamping dekat dengan target pasar, pemilihan lokasi usaha juga perlu mempertimbangkan keberadaan infrastruktur yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha.

(12)

9 BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Biaya transportasi merujuk pada semua pengeluaran yang terkait dengan pemindahan barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain.Faktor utama yang mempengaruhi tarif transportasi adalah jarak (distance), berat (weight), dan densitas (density). .Salah satu strategi meminimalkan biaya transportasi adalah pemilihan lokasi usaha dimana dalam pelaksanaannya pemilik usaha harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Strategi pemilihan lokasi usaha yang berdekatan dengan sasaran/ target pasar bertujuan memudahkan konsumen dalam mengkonsumsi produk yang ditawarkan.

Disamping dekat dengan target pasar, pemilihan lokasi usaha juga perlu mempertimbangkan keberadaan infrastruktur yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha

B. Saran

Kami menyadari bahwa dalam penyelesaian tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kami mengharapkan rekomendasi, saran ataupun kritik yang sifatnya membangun guna menyempurnakan tugas kami ini, agar dalam pembuatan tugas yang sama kedepannya jauh lebih baik.

(13)

10

DAFTAR PUSTAKA

Chelviana, K., Made, A., & Iyus, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Toko Modern Di Kecamatan Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 9(2), 257–266.

Fu’ad, N. E. (2015). Pengaruh Pemilihan Lokasi Terhadap Kesuksesan Usaha Berskala Mikro/Kecil Di Komplek Shopping Centre Jepara. Media Ekonomi dan Manajemen, 30(1), 56–67.

Hiola, F. (2018). Analisa Kebutuhan Biayan Transportasi Material Semen “Studi Kasus : Transportasi Material Semen pada CV. Sumber Sentosa.” RADIAL – juRnal perADaban saIns, rekayAsa dan teknoLogi, 5(1), 10–21.

Muzayanah. (2015). TERAPAN TEORI LOKASI INDUSTRI (CONTOH KASUS PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI KRAGILAN KABUPATEN SERANG). Jurnal Geografi, 13(2), 116–135.

Purnama, A. W. (2021). PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI BERDASARKAN BIAYA TRANSPORTASI (STUDI KASUS: PT. XYZ). 7(Juli), 76–86.

Referensi

Dokumen terkait

arus lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik jalan persatuan.. waktu, dinyatakan dalam

Kapasitas jalan adalah kemampuan ruas jalan untuk menampung arus atau volume lalu lintas yang ideal dalam satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati

Menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) arus lalu lintas yaitu jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan per satuan waktu,

Arus lalu-lintas merupakan jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan persatuan waktu, dinyatakan dalam kend/jam (Qkend), smp/jam (Qsmp) atau

Arus lalu-lintas (Q) adalah jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan per satuan waktu, dinyatakan dalam kend/jam (Q kend), smp/jam (Q smp), ataupun

Menghitung langsung jumlah kendaraan yang melewati titik pengamatan. Survei volume atau arus lalu lintas dilakukan dengan beberapa surveyor pada setiap titik

MKJI Arus lalin : Jumlah kendaraan bermotor yang melewati suatu titik pada jalan per satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam: – kend/jam Qkend – Smp/jam Qsmp – Lalu lintas

Data volume lalu lintas ini didapat dari perhitungan jumlah kendaraan yang melewati suatu ruas jalan pada waktu tertentu, selama waktu tertentu dan dengan interval waktu tertentu yang