MAKALAH INDIVIDU
DASAR-DASAR LOGIKA DALAM ADMINISTRASI BISNIS
NAMA ELISABET TEMONGMERE NIM 2020 020 019
SEMESTER/RUANG III/II
MATAKULIAH DASAR DASAR LOGIKA
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI STIA ASY-SYAFI’IYAH FAKFAK
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum’syalom
Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas matakuliah Dasar Dasar Logika pada semester 3 tahun ajaran 2023/2024.Makalah ini berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan logika,objek logika,fungsi logika dan kaitan materi-materi dasar logika.Penunis menyadari jika dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna.Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan dari semua pihak yang bersifat m embangun untuk kesempurnaan makalah ini.Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca.
Demikian makalah ini penulis susun, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga tuhan senantiasa memberkati segala usaha kita.
Salam sejahtra untuk kita semua.
Fakfak 28 Januari 2024
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul ……….I Kata pengantar……….II Daftar isi……… III BAB 1 Pendahuluan:
………...IV
BAB 2 Pembahasan:………
1. Pengertian Logika……….
2. Objek Objek Logika……….
3. Fungsi Logika………..
4. Kaitan Materi Dasar Logika………
BAB 3 Penutup:………
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk hidup yang sempurna,itulah ungkapan yang sering kita denger dalam kehidupan sehari hari.Manusia sebagai ciptaan tuhan yang paling
sempurna memang memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan makhluk lain.
Sebagai ciptaan tuhan yang paling sempurna,manusia diberi akal pikiran untuk bisa di kembangkan, berbeda dengan hewan yang juga memiliki akal dan pengatahuan akan tetapi hanya sebatas untuk mempertahankan dirinya.
Suhatrtono (2005:1) mengatakan bahwa manusia mempunyai kemampuan menalar,artinya berpikir secara logis dan analitis. Kelebihan manusia dalam kemampuannya menalar dan karena manusia mempunyai Bahasa untuk
mengkomunikasikan hasil berpikirnya yang abstrak,maka manusia bukan sja mempunyai pengetahuan,melainkan juga mampu mengembangkannya.
Dalam menentukan kebenaran,pengetahuan dapat di bedakan menjadi dua jenis,yaitu pengetahuan yang di dapatkan dari hasil usaha yang aktif dari manusia untuk menemukan kebenaran, melalui penalaran ataupun melalui kegiatan lainnya. Kemudian pengentahuan yang bukan merupakan kebenaran yang di dapatkan sebagai hasil usaha aktif manusia.Dari sini dapat di katakana, bahwa pengetahuan yang didapat itu bukan berupa kesimpulan dari produk usaha aktif manusia dalam menemukan kebenaran, akan tetapi berupa pengentahuan yang ditawarkan.Dalam menemukan kebenaran ini,manusia bersifat pasif sebagai penerima pemberitaan tersebut yang nantinya di percaya atau tidak percaya berdasarkan keyakinannya masing-masing.
1.2 Rumusan Masalah
2. Apa yang di maksud dengan logika?
3. Apa saja objek-objek logika?
4. Apa fungsi logika?
5. Apa kaitan materi dasar logika?
1.3 Tujuan
2. Mengetahui pengertian logika 3. Mengerti objek-objek dalam logika 4. Mengetahui fungsi-fungsi logika 5. Mengetahui kaitan materi dasar logika
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Logika
Secara etimologis, logika adalah istilah yang di bentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos (Yunani kuno) yang berarti sesuatu yang di utarakan, sesuatu pertimbangan akal (pikiran), percakapan, yang di utarakan lewat kata dan di nyatakan dalam Bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika tersebut dengan logika episteme (Latin:logica seientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur namun sekarang ini lazim di sebut logika saja (Rapar, Jon Hendrik.1978:9). Dalam hal ini, ilmu mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan yang mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mengwujudkan pengetahuan ke dalam sebuah Tindakan.
Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa logika membahas tentang pemikiran dan persoalan berpikir. Logika mempelajari masalah penalaran (reasoning). Penalaran merupankan cara berpikir, namun tidak semua pemikiran merupankan penalaran.
Irving M (Dalam Gie et al.1978:10) mengemukakan bahwa yang sesungguhnya dipelajari oleh logika bukanlah proses bagemana manusia sehinggah mendapatkan kesimpulan benar atau salah, melainkan pada aspek-aspek penalaran yang digunakan.
Logika membahas tentang
Ketetapan jalan pikiran dalam suatu proses penalaran yang komplit. Logika tidak di lihat selaku ilmu, tetapi merupankan metode. Logika dapat didefinisikan sebagai metode-metode dan prinsip-prinsip yang di pake untuk membedahkan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Kata kuncinya adalah penalaran yang tepat atau penalaran yang valid. Logika membahas antara konklusi (kesimpulan) dan
premispremis yang ada.
Pada dasarnya, logika tidak terlepas dari penalaran logis(logical reasoning). Maka logika dan kelahirannya tidak bisa lepas dari filsafat ataupun pemikiran ilmiah pada umumnya.
Beberapa definisi logika yang tepat menurut beberapa ahli:
a. Drs. Hansbullah Bakry dalam bukunya systematic filsafat (1964) merumuskan defenisi dari ilmu (Pengetahuan) logika sebagai berikut:
a.) Logika ialah ilmu pengetahun yang mengatur penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikirannya dapat mecapai kebenaran.
b.) Logika ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari aturan-aturan dan cara berpikir yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran.
c.) Logika ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari pekerjaan akal di pandang dari jurusan benar atau salah.
b. Dalam buku pembingbing ke filsafat dan logika formal (tanpa tahun)
Prof.Dr.N.Drijarkara telah membatasi pengertian logika yaitu,”logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum-hukum susunan atau bentuk pikiran manusia,juga menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran.”
c. Drs. Nuril Huda dalam prakata buku logika praktis jilid I (1974/stensil) yang merupankan saduran dari buku applied logic karya litte,Wilson dan moore, menguraikan definisi logika sebagai berikut,” diperlukan hukum-hukum dan kaidah-kaidah berpikir untuk mengontrol proses berpikir yang Panjang dan berlibat-libat. Hukum-hukum dan kaidah-kaidah berpikir itu terdapat dalam satu cabang ilmu yang disebut logika. Dengan kata lain, logika adalah ilmu yang mempelajari dan merumuskan kaidah-kaidah dan hukum-hukum sebagai
pegangan untuk berpikir tepat dan pratis bagi mencapai kesimpulan-kesimpulan yang valid dan pemecahan persoalan yang bijaksana.”
d. Dalam buku logika : filsafat berpikir (1969), I. R. Poedjawijatna menjelaskan bahwa,” logika adalah filsafat budi (Manusia) yang mempelajari Teknik berpikir untuk mengetahui bagemana manusia berpikir dengan semestinya (seharusnya)”
e. Manurut alston.1964, “ logika adalah penelaah tentang penyimpulan (inferensi), seraca lebih cermat usaha untuk menetapkan ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan-penyimpulan yang sah dan yang tak sah.”
f. Menurut Muhammad Nur Ibrahimi (2012:5), proses berpikir tidak selamanya akan menghasilkan kesimpulan yang sahih (benar). Tidak jarang, dalam berpikir tersebut, tanpa di sadari manusia sampai pada kesimpulan yang keliru (fals) sehingga mengaburkan batas antara benar dan slah. Agar manusia terbebaskan dari sesat pikiran, sehingga pengetahuannya benar-benar dapat terjamin dari kekeliruan, maka disusunlah kaidah-kaidah berpikir yang baku, yang selanjutnya di kenal dengan logika.
g. Menurut Brennan.1953,” di ambil dalam suatu arti yang sangat luas, logika adalah penelaran tengtang penyimpulan pada umumnya. Sesuatu
penjelasan sistematis mengenai bagemana kesimpulan-kesimpulan di turunkan dari berbagai raham pembuktian dapat disebut logika. Secara lebih cermat logika mengacu pada studi tentang inferensi”.
Dari semua pengertian yang telah di jabarkan dapat disimpulkan, bahwa logika merupakan ilmu yang mengajarkan aktivitas akal atau berpikir sebagai objek material, sedangkan bentuk dan hukum berpikir merupakan objek formal dari logika.
2. Objek-Objek Logika
Ruang lingkup logika adalah manusia itu sendiri karena hanya manusialah yang mampu melakukan aktifitas berpikir. Manusia tersebut hanya di pelajari menurut aspek tertentu, yaitu budi atau berpikirnya, terutama berkaitan dengan aturan berpikir. Aspek berpikir dari
manusia itulah yang kemudian di sebut dengan istilah objek material logika. Logika
merupakan sebuah ilmu pengetahuan di mana objek materialnya adalah berpikir ( khususnya penalaran/ proses penalaran) dan objek formal logika adalah n dan objek formal logika adalah berpikir atau penalaran yang di tinjau dari segala segi ketepatannya. Logika bersifat a prori.
Kebenaran logika tidak dapat di temukan dan di uji secara empiris, tetapi kebenaran diuji secara akal.Menurut Muhammad Zinuddin,objek logika terdiri dari:
a. Objek materia: Penalaran atau cara berpikir b. Ojek formal : Hukum, prinsip, asas
c. Produk: produk berfikir( konsep, proposisi yang diekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan atau tulisan).
Objek material logika adalah penalaran menurut Alex lanur, yang dimaksudkan dengan berpikir disini adalah kegiatan pikiran, akal budi manusia. Dengan berfikir manusia mengolah,mengerjakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Dengan mengelolah dan mengerjakannya ini terjadi dengan mempertimbangkan,
meguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainnya.
Objek formal logika adalah hukum, prinsip, asas menurut Poedyawijatna, objek formal logika adalah mencari jawaban: bagaimana manusia dapat berfikir dengan semestinnya. Mencari jawaban atas sesuatu pada dasarnya merupakan suatu proses. Berfikir pada dasarnnya merupakan suatu proses dari adanya suatu input melalui proses akan melahirkan ounput. Kemudian Alex Lanur dikatakan bahwa dalam logika berfikir di pandang dari sudut kelurusan, ketepatannya. Karena itu berfikir lurus, tetap, merupakan objek formal logika. Pada intinya asas logika itu ada tiga, yaitu asas identitas, asas pengingkaran, dan asas menolak kemungkinan.
Ketiga asas tersebut mengalami perkembangan yang selanjutnya produk berfikir
dapat berupa konsep, proposisi yang diekspresikan dalam bentuk tulisan maupun lisan.
3. Fungsi- fungsi logika
Logika atau ilmu logika yang memiliki tujuan membimbing manusia menuju arah berpikir yang benar, logis, dan sistematis. Memiliki banyak fungsi, diantaranya : a. Membuat daya berpikir lebih tajam dan berkembang melalui Latihan-latihan berpikir. Oleh karenanya akan mampu menganalisis serta mengungkapkan permasalahan secara runtut dan ilmia.
b. Membuat seorang berpikir tepat sehingga mampu meletakan suatu pada tempatnya dan mengajarkan sesuatu tepat pada waktunya ( berfikir efektif dan efesien).
c. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
d. Meningkatkan kemampuan berfikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
e. Membuat seseorang mampu membedakan alur pikir yang benar dan alur pikir yang Keliru, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang benar dan terhindar dari menarik kesimpulan yang keliru.
f. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berfikir, kekeliruan serta kesesatan.
g. Menambahkan kercerdasan dan meningkatkan kemampuan berfikir secara tajam dan mandiri.
h. Memaksa dan mendorong orang untuk berfikir sendiri dengan menggunakan asas- asas sistematis.
i. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
j. Terhindar dari klenik, tahayul, atau kepercayaan turun temurun ( Bahasa jawa : Gugon-Tuhon).
4. Kaitan materi dasar logika
Berpikir logis adalah suatu proses menalar tentang suatu objek dengan cara menghubungkan serangkaian pendapat untuk sampai pada sebuah kesimpulan munurut aturan-aturan
logika.Maka hasil dari berpikir logis adalah di perolehnya pemikiran yang logis . Aturan- aturan logika yang di pakai untuk mendapatkan pemikiran yang logis adalah tata cara yang harus di penuhi oleh seseorang dalam berpikir logis dan benar.Untuk mewujudkan sebuah
pemikiran yang logis seseorang yang harus memenuhi prasyarat dalam berpikir lurus dan benar salah satunya dengan memenuhi materi dasar logika.
Dalam Pendidikan berarti bagian dari pembentuk terwujudnya suatu kegiatan Pendidikan yaitu pendidik ,anak didik materi atau Pendidikan tujuan Pendidikan, alat dan metode dan lingkungan Pendidikan.
Logika atau pemikiran manusia terdiri atas tiga unsur yang mana ketiganya harus ada dalam proses berpikir lurus dan benar, karena ketiganya memiliki keterkaitan struktual satu sama lain dalam membentuk dan proses sahnya suatu penyimpulan pemikiran, diantaranya:
a. Pengertian
Pengertian adalah hasil penangkapan inti suatu objek. Istilah mengerti berarti menangkapan inti sesuatu, sedangkan memimiliki suatu pengertian berarti memiliki tangkapan terhadap inti sesuatu (obyek). Oleh karenanya, seseoarang telah di katakana telah mengerti, apabila ia telah menangkap inti obyek (sesuatu yang dimengerti). Inti sesuatu disini disebut”hakckat” istilah lain dalam penyebutan pengertian adalah ide. Kata “ide “ berasal dari kata “idea’ yang artinya sebenarnya adalah gambar. Hal-hal yang tergambar secara abstrak mengenai sesuatu benda atau bukan benda adalah “idea” orang yang telah memiliki ide sama dengan telah mimiliki gambaran tentang sesuatu,sehingga dalam menjelaskan secara Panjang lebar bila diminta menjelaskannya. Plot mengartikan ide atau idea dengsn pertain atau maksud.
Penggunaan istilah ide pada abad pertengahan dipakai istilah universal, dan jamaknya adalah universalia yang artinya “umum”.
Dikarenakan pengertian ini sifatnya berlaku umum. Sebagaimana dikatakan di atas bahwa mengerti adalah menangkap inti atau hakekat sesuatu, sedangkan hak hakekat sesuatu ini dapat di bntuk oleh akal budi manusia dalam wujud ide yng memiliki kebenaran bersifat umum, maka istilah pengertian juga dapat disamakan dengan istilah ide atau idea dan universal.
Kata lain dari pengertian adalah konsep atau conceptus yang artinya menangkap.
Orang yang memiliki konsep berarti telah memiliki tangkapan tentang idetitas objek.
Tangkapan atas identitas objek yang merupakan hasil abstraksi dari suatu obyek tersebut. Sehingga perngertian atau ide atau konsep adalah dari hasil penangkapan terhadap suatu obyek. Contoh ide atau konsep adalah : Gedung sekolah, buku, bolpen, pensil, penggaris, penghapus, tas, lapangan sepakbola, rakit, guru, wali kelas, dan lain-lain adalah contoh ide atau konsep tentang hal-hal yang kasat mata dilingkungan sekolah.
Sedangkan kurikulum, cerdas, pretasi akademik, kevahaman, keteladaan, kerajinan, ketekunan, sekolah unggul, evaluasi, dan lain-lain adalah contoh ide atau konsep tentang hal-hal yang abstrak. Ide atau konsep tersebut dapat dibuat rumusan
pengertianya. Rumusan dari pengertian atau ide atau konsep di sebut “devinis”. Ide bukanlah realita yang konkrit, melainkan abstrak. Cara manusia menakap ide adalah denga apa yang di sebut “abstraktraksi’. Yaitu, mencari aspek-aspek yang sama dan mengabaikan aspek yang berbeda.
b. Keputusan
Keputusan dalam logika diartikan sebagai aksi manusia dalam dan dengan manusia mengakui atau memungkiri suatu hal tentang hal lain. Keputusan merupakan kegiatan Rohani yang menyebabkan akal budi manusia menyatakan sesuatu tentang sesuatu yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa Keputusan adalah Tindakan budi manusia yang mengakui atau mengingkari sesuatu terhadap sesuatu yang lain. Keputusan yang merupakan hasil Tindakan akal budi manusia dalam mengakui atau mengikari sesuatu terhadap sesuatu dapat dirumuskan dalam sebuah pernyataan kalimat terdiri dari unsur atau subjek dan predikat. Misalnya : semua manusia akan mati, gunung itu tinggi, pohon kelapa lebih tinggi dari pada pohon mangga, sebagai mahasiswa adalah laki- laki, beberapa mahasiswa UNY memperoleh beasiswa TOYOTA, semua mahasiwa FIP rajin dan pandai.
Pada contoh-contoh Keputusan tersebut, akal budi manusia mengakui sesuatu terhadap sesuatu yang lain: manusia terhadap mati, gunung terhadap tinggi, pohon kelapa terhadap pohon mangga, dan lain-lain. Pengakuan akal budi terhadap manusia tentang kematian tersebut sesungguhnya menggambarkan adanya pengakuan yang dapat dinyatakan dengan Bahasa akan berbunyi “semua manusia akan mati”.
Pengakuan akal budi tentang gunung terhadap tinggi yang di gambarkan bahwa pengakuan tersebut bila dinyatakan dengan Bahasa akan berbunyi “gunung itu tinggi”. Adapun akal budi manusia tentang pohon kelapa terhadap pohon mangga, yang di gambarkan bahwa pengakuan tersebut bila di nyatakan dalam Bahasa berbunyi”pohon kelapa lebih tinggi dari pohon mangga”.
c. Penalaran
Yang dapat dimaksud dengan penalaran adalah suatu proses rangkain kegiatan budi manusia untuk sampai pada suatu kesimpulan (pendapat baru) dari satu atau lebih pendapat yang telah di ketahui. Hal-hal yang merupakan pendapat yang telah diketahui itu disebut: data sedangkan hal-hal yang belum diketahui merupakan pendapat baru sebagai kesimpulan. Dalam dunia ilmu pengetahuan, proses penalaran yang berpijak pada beberapa data untuk selanjutnya ditarik suatu kesimpulan untuk kesimpulan umum tersebut “ metode ilmia”. Data merupakan informasi empiric yang diketahui manusia. Sedangakan data ini bisa menjadi fakta kalua data tersebut
diyakini kebenaranya
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Secara etimologis, logika adalah istilah yng dibentuk dari kata logikos yang berarsal dari kata benda logos (Yunani kuno) yang berarti sesuatu yang di utarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), percakapan, yang di utarakan lewat kata dan banyak dinyatakan dalam Bahasa. Logaka adalah salah satu cabang filsafat. Pada dasarnya, logika tidak terlepas dari penalaran logis (logical reanoning). Maka logika dan kelahirannya tidak terlepas dari filsafat ataupun pemikiran ilmiah pada umumnya.
Logika merupakan ilmu yang mengajarkan aktivitas akal atau berpikir sebagai objek material, sedangkan bentuk dan hukum berpikir merupakn objek formal dari logika.
Ruang lingkup logika adalah manusia itu sendiri karena manusialah yang mampu melakukan aktivitas berpikir. Manusia tersebut hanya dipelajari menurut aspek tertentu, yaitu budi atau berpikirnya, terutama berkaitan dengan aturan berpikir.
Logika bersifat a priori.kebenaran logika tidakl dapat ditemukan dan di uji secara empiris, tetapi kebenaran di uji secara akal. Menurut Muhammad Zinuddin, objek logika terdiri dari : obejek materil : penalaran atau cara berpikir, objek formal:
hukum, prinsip, asas, produk: produk berpikir (konsep,proporsi yang di ekspresikan dalam bentuk ungkapan lisan atau tulisan). Logika atau manusia terdiri atas tiga unsur yang mana ketiganya harus ada dalam proses berpikir lurus dan benar, karena ketiganya memiliki keterkaitan struktual satu sama lain dalam membentuk proses sahnya suatu penyimpulan pemikiran, diantaranya: pengertian, Keputusan, penalaran.
DAFTAR PUSTAKA
Poespoprodjo, W, Gilarso, T. EK, Logika Ilmu Menalar, Dasar-Dasar Berpikir Tertip, Logis, Kritis, Analitis, Dialektis, Jakarta: Pustaka Grafika,2006
Murdiri, Logika, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,2002
Poedjawijatna, Logika Filsafat Berpikir, Jakarta: PT Rineka Cipta,2002
Hadiat, Ainur Rahman, Filsafat Berpikir, Teknik-Teknik Berpikir Logis, Kontra Kesehatan Berpikir, Pamekasan: Duta Media Publishing,2018