Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika 1 Ahmad Fakhrur Rofiqy Ayu Prihastuti
Kelompok 5 LMH
34 35
33
Alim Fathony W
Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika
Sejarah Penemuan Logika Matematika
KONSEP TENTANG L
OGIKA
KONSEP TENTANG LOGIKA
SLIDE 4
• Kata logika berasal dari kata "LOGIKE" (bahasa Yunani), yang berhubungan den gan kata benda "LOGOS" yang artinya PIKIRAN atau KATA.
• Dalam KBBI Logika adalah: (1) pengetahuan tentang kaidah berpikir (2) jalan pi kiran yang masuk akal.
• Logika didefinisikan sebagai ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar sehi ngga didapatkan kesimpulan yang absah/valid.
• Manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena mempunyai bahasa da n kemampuan menalar. Untuk dapat menarik kesimpulan yang tepat, diperluka n kemampuan menalar. Kemampuan menalar adalah kemampuan untuk menar ik kesimpulan yang tepat dari bukti-bukti yang ada, dan menurut aturan-aturan tertentu.
SEJARAH LOGIKA dan
PERKEMBANGANNYA
SEJARAH LOGIKA dan PERKEMBANGANNYA
SL ID E 6
Manusia belajar logika sejak jaman Yunani Kuno. Aristot eles (284 - 322 SM) adalah seorang filsuf yang mengem bangkan logika pada jaman itu, yang pada waktu itu dik
enal dengan sebutan logika tradisional.
Terdapat 5 aliran besar dalam logika,
yaitu:
• Aliran Logika Tradisional
• Aliran Logika Metafisis
• Aliran Logika Epistemologis
• Aliran Logika Instrumentalis (Aliran Logika Pragmatis)
• Aliran Logika Simbolik
1. Aliran Logika Trad isional
Dalam aliran ini. Aristoteles memakai i
stilah analitika dan dialektika. Dengan
analitika dimaksudkan penyelidikan ter
hadap argumen-argumen yang bertola
k dari putusan-putusan yang benar, sed
angkan dialektika adalah penyelidikan
terhadap argumen-argumen yang bert
olak dari putusan-putusan yang masih
diragukan kebenarannya. Logika tradisi
onal menganggap bahwa logika ditafsi
rkan sebagai suatu kumpulan aturan pr
aktis yang menjadi petunjuk pemikiran.
2. Aliran Logika Met afisis
Susunan pikiran itu dianggap ke
nyataan, sehingga logika diangg
ap seperti metafisika. Tugas pok
ok logika adalah menafsirkan pik
iran sebagai suatu tahap dari str
uktur kenyataan. Sebab itu untu
k mengetahui kenyataan, orang
harus belajar logika lebih dahulu
.
3. Aliran Logika Epis temologis
Aliran Logika Epistemologis Dipe
lopori oleh Francis Herbert Bradl
ey (1846-1924) dan Bernard Bos
anquet (1848-1923). Untuk dap
at mencapai pengetahuan yang
memadai, pikiran logis dan pera
saan harus digabung. Demikian j
uga untuk mencapai kebenaran,
Logika harus dihubungkan deng
an seluruh pengetahuan lainnya.
4. Aliran Logika Inst rumentalis
Aliran Logika Instrumentalis (Alir an Logika Pragmatis) Dipelopori oleh John Dewey (1859-1952).
Logika dianggap sebagai alat (in
strumen) untuk memecahkan m
asalah.
5. Aliran Logika Sim bolik
Aliran Logika Simbolik Dipelopori oleh Leibniz, Boole dan De Morgan. Aliran i ni sangat menekankan penggunaan ba hasa simbol untuk mempelajari secara terinci, bagaimana akal harus bekerja.
Metode-metode dalam mengembangk
an matematika banyak digunakan oleh
aliran ini, sehingga aliran ini berkemba
ng sangat teknis dan ilmiah serta berc
orak matematika, yang kemudian dise
but Logika Matematika (Mathematical
Logic). G.W. Leibniz (1646 - 1716) dia
nggap sebagai matematikawan perta
ma yang mempelajari Logika Simbolik.
13
George Boole
(1815 - 1864)
Pada abad kesembilan belas, George Boole (1815 - 1864) berhasil mengembangkan Logika S imbolik. Bukunya yang berjudul Low of Though mengembangkan logika sebagai sistem mate matika yang abstrak. Logika Simbolik ini merupakan logika formal yang semata-mata menela ah bentuk dan bukan isi dari apa yang dibicarakan.Karena akan dibahas banyak mengenai Lo gika Simbolik maka berikut ini disampaikan dua pendapat tentang Logika Simbolik yang mera
ngkum keseluruhan maknanya.
14
Logika simbolik adalah ilmu tentang penyi mpulan yang sah (absah), khususnya yang dikembangkan dengan penggunaan meto de-metode matematika dan dengan bantu an simbol-simbol khusus sehingga memun gkinkan seseorang menghindarkan makna ganda dari bahasa sehari-hari (Frederick B.
Fitch dalam bukunya "Symbolic Logic").
Logika Simbolik
Apa itu logika simbolik?
George Boole
LOGIKA MATEMATIKA
Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika 15
Logika matematika adalah cabang logika dan matematika yang mengand
ung kajian matematis logika dan aplikasi pada bidang-bidang lain di luar
matematika. Logika matematika berhubungan erat dengan ilmu kompute
r dan logika filusuf.
Logika Matematika Sebagai Ilmu Pengetahuan
Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika 16
Logika merupakan sebuah iilmu pengetahuan dimana objek materialnya adalah berpikir khususnya pada penalaran dan objek formal logika adalah berpikir yang ditinjau dari segi ketepatannya.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional unruk mengetahui dan kecakapa n mengacu pada kesanggupan akal untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan.
Logika Sebagai Matematika Murni
Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika 17
Logika masuk kedalam kategori matematika murni karena matematika adalah lo gika yang teristematisasi. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau symbol-simbol matematik (logik a simbolik)
Logika sebagai cabang filsafat
Kelompok 1 | Sejarah Logika Matematika 18
Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logikada pat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untu kmemasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunan i kunotidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatanpenalarannya.Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentukinferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradision al, logika dipelajari sebagaicabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cab ang matematika.
Penalaran dalam logika terdiri dari 2 yaitu :
SLIDE 19
1. Penalaran deduktif
2. Penalaran induktif
Penalaran Deduktif
SL ID E 20
Penalaran deduktif adalah penalaran yang didasarkan pa da premis- premis yang diandaikan benar untuk menarik suatu kesimpulan dengan mengikuti pola penalaran terte
ntu.
Contoh:
Premis 1: Semua mahasiswa baru mengikuti OSPEK.
Premis 2: Rofiqy adalah mahasiswa baru.
Kesimpulan: Rofiqy mengikuti OSPEK.
Penalaran Induktif
SL ID E 21
Penalaran induktif adalah penalaran yang didasarkan pada premis-premis yang bersifat faktual untuk menarik kesimpul
an yang berlaku umum.
Contoh:
Premis 1: Ayam-1 berkembang biak dengan telur.
Premis 2: Ayam-2 berkembang biak dengan telur.
Premis 3: Ayam-3 berkembang biak dengan telur.
Premis 4: Ayam-4 berkembang biak dengan telur.
Kesimpulan : Semua ayam berkembang biak dengan telur.