• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah kecerdasan logika matematika - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "makalah kecerdasan logika matematika - Spada UNS"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

MAKALAH

KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA

Mata Kuliah: Pengembangan Kecerdasaan Majemuk Dosen Pengampu: Vera Sholeha, S.Pd., M.Pd.

Disusun Oleh : KELOMPOK 2

Novi Ari Santi (K8119050 / 5B) Risma Khoirun Nisak (K8119066 / 5B) Safira Diani (K8119068 / 5B) Ulfa Ade Nurjanah (K8119074 / 5B)

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2021

(2)

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur, Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pengerjaan makalah ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Sholawat dan salam beriring salam semoga senantiasa terlimpah curah kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW atas perkenan-Nya.

Selanjutnya tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Kecerdasan Majemuk mengenai Kecerdasan Logis- Matematik pada Anak Usia Dini.

Pada kesempatan ini kami sangatlah menyadari dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kami harapkan demi kesempatan laporan di masa yang akan datang.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.

Surakarta, 8 September 2021

Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... 1

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penulisan ... 5

BAB II PEMBAHASAN A. Kecerdasan Logis dan Matematik ... 6

B. Faktor Penyebab Anak Memiliki Kecerdasan Logis Matematis ... 7

C. Indikator dan Karakteristik Anak Memiliki Kecerdasan Logis Matematik ... 7

D. Strategi Mengembangkan Kecerdasan Logis Matematik ... 8

E. Permainan Untuk Mengasah Kecerdasan Logis Matematik Anak ... 9

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 11

B. Saran ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

LAMPIRAN... 13

(4)

4 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan ketrampilan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), intelektual, kecerdasan (Suryati, Dahlia,2013).

Menurut teori kecerdasan majemuk, setiap anak unik, setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing dalam dirinya. Dalam hal ini menunjukkan bahwa semua anak pada hakikatnya cerdas, perbedaan kecerdasan tersebut terletak pada tingkatan kecerdasan masing-masing anak, banyak faktor yang menentukan perbedaan tersebut salah satunya yaitu rangsangan yang di berikan pada anak saat masih berusia dini.

Salah satu kecerdasan yang penting untuk dikembangkan adalah kecerdasan logika matematika. Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan mengenal warna dan bentuk secara efektif guna meningkatkan keterampilan mengolah angka secara kemahiran menggunkan logika atau akal sehat. Kecerdasan logika matematika berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir sistematis, menggunakan angka, menghitung, menemukan hubungan sebab akibat, dan membuat klasifikasi (Mufarizuddin, 2017).

Berkembangnya kecerdasan logika matematika pada anak usia dini dapat membantu mempersiapkan anak untuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Kecerdasan logika matematika anak usia dini berhubungan dengan kemampuan anak mengenal angka, mengenal warna, mengenal bentuk geometri dan penjumlahan sederhana. Dengan mengembangkan kecerdasan logika matematik anak juga dapat mengembangkan sebagian perkembangan kognitifnya.

Proses pengembangan kecerdasan logika matematika sangat di pengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal anak, baik lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan lembaga PAUD itu sendiri, PAUD yang merupakan salah satu lembaga tempat anak di bimbing di harapkan dapat memberikan peran yang baik terhadap peningkatan kecerdasan logika matematika bagi anak usia dini.

(5)

5 B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari disusunnya makalah ini, yaitu

1. Apa yang dimaksud dengan kecerdasan logis dan matematik?

2. Apa saja faktor penyebab anak memiliki kecerdasan logis matematis?

3. Apa saja indikator dan karakteristik anak memiliki kecerdasan logis matematik?

4. Apa saja strategi yang dapat mengembangankan kecerdasan logis matematik?

5. Bagaimanakah aktivitas/permainan yang dapat mengasah kecerdasan logis matematik anak?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini ,adalah

1. Untuk mengetahui definisi kecerdasan logis dan matematik

2. Untuk mengetahui apa saja faktor penyebab anak memiliki kecerdasan logis matematis 3. Untuk mengetahui apa saja indikator dan karakteristik anak memiliki kecerdasan logis

matematik

4. Untuk mengetahui apa saja strategi yang dapat mengembangankan kecerdasan logis matematik

5. Untuk mengetahui aktivitas/permainan yang dapat mengembangkan kecerdasan logis matematik anak

(6)

6 BAB II PEMBAHASAN

A. Kecerdasan Logis dan Matematik

Secara umum setiap manusia mempunyai kecerdasan di dalam dirinya, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Terdapat beberapa jenis kecerdasan atau istilah lainnya adalah kecerdasan majemuk yang merupakan kecerdasan manusia yang dikembangkan oleh Gardner (1983) seorang profesor psikologi di Havard University dalam teorinya tentang kecerdasan ganda. Salah satu diantara kecerdasan ganda tersebut adalah kecerdasan logis matematis.

Kecerdasan logika matematika (math-logical intellegence) dapat diartikan sebagai kemampuan mengenal warna dan bentuk secara efektif untuk meningkatkan keterampilan mengelola angka serta menggunakan logika atau akal sehat. Kecerdasan ini dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berpikir sistematis, menggunakan angka, melakukan penghitungan, menemukan hubungan sebab akibat, dan membuat klasifikasi.

Pernyataan di atas sejalan dengan pendapat Amstrong yang menyatakan bahwa kecerdasan logika matematika berkaitan dengan kemampuan mengolah angka atau kemahiran menggunakan logika. Dengan demikian, anak yang cerdas dalam logika matematika menyukai kegiatan bermain yang berkaitan dengan berpikir logis, menghitung benda-benda serta mudah menerima dan memahami penjelasan sebab akibat. Anak yang mempunyai kelebihan dalam kecerdasan logika matematika juga tertarik memanipulasi lingkungan dan cenderung menerapkan strategi coba ralat. Selain itu, mereka suka menduga-duga dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Selain itu, Winataputra et al. (2011) menyebutkan bahwa kecerdasan logis matematis adalah kemampuan berpikir dalam penalaran atau menghitung, seperti kemampuan menelaah secara logis, ilmiah, dan matematis. Sehingga kecerdasan ini membuat orang memiliki kemampuan mengenali pola dan susunannya dan senang bekerja dengan angka. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan logis matematis merupakan kemampuan untuk menggunakan angka-angka secara efektif, melakukan penalaran, mengenali pola dan keteraturan, berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut logika, menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan kemampuan berpikir dalam menghitung.

(7)

7

B. Faktor Penyebab Anak Memiliki Kecerdasan Logis Matematis

Terdapat empat faktor penyebab seorang anak memiliki kecerdasan logis matematis, yaitu:

Faktor herediter/ bawaan dari keturunan.

Pada dasarnya, setiap anak membawa gen kecerdasan termasuk kecerdasan logika matematika ini. Namun, setiap anak tentunya memiliki kadar yang berbeda-beda.

Faktor lingkungan.

Lingkungan tempat tumbuh kembang anak juga memberi pengaruh. Hal tersebut terjadi terutama saat panca indera anak sudah mulai berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, kita perlu menyiapkan lingkungan yang dapat membantu mengembangkan kecerdasan logika matematika anak.

Faktor nutrisi.

Nutrisi juga memberi pengaruh pada tingkat kecerdasan anak. Tentu saja jumlah nutrisi tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh untuk menyerapnya.

Faktor kejiwaan

Emosi juga berperan dalam menumbuhkan minat bakat dan kecerdasan anak termasuk dalam kecerdasan logika matematika ini.

C. Indikator dan Karakteristik Anak Memiliki Kecerdasan Logis Matematik - Mampu mengelompokkan benda-benda yang sama sejenis

- Mampu mengelompokkan dua bentuk yang sama - Mampu menyebutkan warna dasar

- Mampu mengelompokkan menurut warna dasar - Mengenal dan menyebut angka 1-10

- Mampu mengenal konsep bilangan 1-5 dengan benda-benda - Mampu mengenal ukuran

- Mampu membedakan panjang dan pendek (2 dimensi) - Mampu membedakan besar kecil (2 dimensi)

- Mampu mengenal konsep makna berlawanan kosong – penuh, berat – ringan.

(8)

8

Menurut Hoerr (2000) orang dengan kecerdasan logis matematis mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :

(1) senang bekerja menggunakan angka, (2) senang mencari tahu sesuatu,

(3) menganalisis situasi,

(4) mencari tahu cara kerja suatu benda,

(5) menunjukkan presisi dalam penyelesaian masalah, serta (6) bekerja dalam situasi dengan jawaban yang jelas

Sedangkan karakteristik individu yang mempunyai kecerdasan logis matematis menurut Winataputra et al. (2011) adalah senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai teka-teki, senang dan pandai berhitung, senang mengorganisasikan sesuatu, mampu berpikir logis, baik deduktif maupun induktif, senang silogisme, senang berpikir abstraksi dan simbolis, serta mengoleksi benda-benda dan mencatat koleksinya.

D. Strategi Mengembangkan Kecerdasan Logis Matematik

Adapun strategi untuk mengembangkan kecerdasan logika matematika pada anak, antara lain:

a. Memperkaya pengalaman anak dalam berinteraksi dengan konsep matematika b. Ekplorasi pikiran anak melalui diskusi dan olah pikir ringan

c. Mengenalkan bilangan kepada anak melalui sajak berirama dan lagu d. Mengenalkan bentuk geometri

e. Bermain puzzle, bermain ular tangga, bermain Maze, bermain kartu/flashcard, dan lain-lain.

Seorang anak yang berkecerdasan logika matematika ini umumnya mengenal dan cepat mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat, mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut, serta pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis.

Perkembangan kecerdasan logika matematika dapat distimulasi melalui beberapa cara yaitu memberikan anak pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika, ekplorasi pikiran dengan diskusi bersama teman-temannya, olah pikir ringan melalui kegiatan bermain, mengenalkan bilangan melalui lagu, mengenalkan macam-macam bentuk geometri, dan bermain strategi.

(9)

9

Bidang pekerjaan atau profesi yang dapat diraih oleh mereka yang memiliki kecerdasan logis matematis antara lain:

Ilmuwan, Akuntan, Pengatur lalu lintas udara, Air Traffic Controller (ATC), Juru taksir atau pialang, Astronot, Auditor atau Ahli Statistik, Bankir, Peneliti, Analis investasi, Analis keuangan, Teknisi atau engineer, Ahli iklim, Ahli sandi, Programmer, Ahli komputer, Meteorolog, Ahli sains, Guru atau dosen ilmu pasti, Penulis di bidang teknik.

E. Aktivitas/Permainan untuk Mengasah Kecerdasan Logis Matematik Anak Setelah mengetahui pengertian, faktor, dan indikator/karakteristik kecerdasan logika matematika, kita bisa memilih permainan yang dapat menstimulasi kecerdasan tersebut. Kita bisa mengajak anak untuk bermain kartu angka (flashcard). Permainan ini menggunakan kartu yang bergambar dan memiliki angka. Anak diajak untuk mengidentifikasi angka. Pada tingkat lanjut, anak dapat diperkenalkan dengan konsep matematika yang lain seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Permainan kartu angka ini memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan tersebut yaitu;

1) merangsang anak untuk lebih cepat mengenal angka 2) menguatkan minat anak dalam konsep bilangan 3) merangsang kecerdasan dan ingatan anak 4) mengembangkan kemampuan kognitif

5) meningkatkan kemampuan terkait konsep berhitung dengan baik

6) mengenalkan urutan bilangan dan pemahaman konsep angka dengan baik kepada anak 7) membantu anak memahami konsep penambahan dan pengurangan dengan baik dengan menggunakan gambar dan benda.

Stimulasi lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengajak anak menyelesaikan puzzle. Puzzle merupakan potongan dari bentuk utuh. Usahakan bentuk utuh itu merupakan bentuk favorit atau bergambar sesuatu yang disukai anak. Dengan mencari potongan puzzle dan mencocokkannya dengan bentuk lain, anak dapat mengasah kemampuan logika dan pemecahan masalah. Terutama kalau anak kesulitan melengkapi puzzle, orang tua dapat membantu menemukan solusinya.

(10)

10

Pada Bayi, kita juga dapat mengenalkan bentuk geometri pada anak sejak dini. Cara paling sederhana adalah dengan menggantung berbagai bentuk geometri diatas tempat tidurnya. Usahakan warna yang digunakan pada bentuk geometri tersebut adalah warna cerah dan menarik. Selain meletakkan bentuk geometri, kita dapat menstimulasi anak dengan mengajaknya bernyanyi. Kita dapat mengenalkan bilangan melalui sajak berirama dan lagu.

Dengan diiringi musik dan gerakan yang menarik, anak akan tertarik mempelajari bilangan.

Aktivitas lainnya adalah dengan mengajak anak berdiskusi. Misalnya menanyakan sesuatu yang terkait pola hubungan sebab dan akibat atau perbandingan. Dengan melakukan diskusi terkait hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kita mengajak anak untuk berpikir logis. Pada saat yang sama, kedekatan antara orang tua dan anak juga akan terjalin.

Mengajak anak untuk mengenali pola juga bisa kita lakukan. Misalnya mengajak anak meletakkan buku di rak dengan aturan tertentu. Aturan itu bisa terkait dengan urutan seri buku, warna cover buku, atau besar dan bentuk buku. Tidak hanya buku, anak juga bisa diberi tanggung jawab membereskan mainan. Misalnya, anak diminta untuk memasukkan mainan dalam box tertentu sesuai dengan pengelompokan yang telah ditentukan. Selain melatih kecerdasan logika matematika, kegiatan ini juga membantu anak untuk lebih disiplin.

Mengajak anak berbelanja juga menjadi salah satu stimulasi kecerdasan logika matematika. Ketika anak melihat interaksi antara orang tuanya dengan penjual, secara tidak langsung anak akan belajar konsep matematika. Bahkan jika terjadi tawar menawar harga, anak akan belajar konsep matematika berupa pengurangan.

Selain itu, kegiatan memasak bersama juga bisa dilakukan. Anak dapat mempelajari cara memasak sesuatu dengan memperhatikan takaran setiap bumbu dan bahan yang akan di masak. Anak juga dapat belajar mencermati waktu yang digunakan untuk memasak.

Permainan di luar rumah juga bisa dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan logika matematika ini. Ajak anak untuk bermain engklek, misalnya. Buatlah pola tertentu di halaman rumah. Ajak anak untuk melompat dan mengangkat satu kaki secara bergantian sesuai dengan angka yang tertera. Permainan ini tidak hanya melatih kecerdasan logika matematika, tetapi juga melatih kemampuan motorik kasar anak.

(11)

11 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kecerdasan majemuk yang merupakan kecerdasan manusia yang dikembangkan oleh Gardner (1983) seorang profesor psikologi di Havard University dalam teorinya tentang kecerdasan ganda. Salah satu diantara kecerdasan ganda tersebut adalah kecerdasan logis matematis.

Kecerdasan logika matematika (math-logical intellegence) dapat diartikan sebagai kemampuan mengenal warna dan bentuk secara efektif untuk meningkatkan keterampilan mengelola angka serta menggunakan logika atau akal sehat.

Faktor penyebab anak memiliki kecerdasan logis matematis yaitu : faktor herediter atau bawaan dari keturunan, lingkungan, nutrisi, dan kejiwaan. Untuk mengembangkan kecerdasan logis matematis pada anak usia dini dapat dilakukan dengan Bermain puzzle, bermain ular tangga, bermain Maze, dan bermain kartu/flashcard.

B. Saran

Sebaiknya orang tua dan semua pihak yang berada di lingkungan sekitar anak berkerja sama dalam memberikan menstimulasi kepada anak, agar kecerdasan logis matematisnya dapat berkembang secara optimal. Orang tua dalam memberikan mainan kepada anaknya lebih selektif dan sesuai dengan usia perkembangannya. Selain itu permainan yang dapat menstimulasi kecerdasan logis harus lebih dikembangkan lagi agar anak tidak merasa bosan dengan permainan yang diberikan.

(12)

12

Daftar Pustaka

Armstrong, T. (2009). Multiple Intelligences in the Classroom, 4th Edition. Ascd.

Dharin, Abu. 2018. Pembelajaran Berbasis Multiple Intellegence. Yogyakarta: Pustaka Senja.

Fadhli, Muhibuddin. 2016. “Pemikiran Howard Gardner dalam Pendidikan Anak Usia Dini”, Jurnal Ilmiah Pendidikan PraSekolah dan Sekolah Awal, Vol. 1, No. 1.

Gardner, Howard. 1983. Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York:

Basic Books.

Hoerr, T. R. (2000). Becoming a multiple intelligences school. ASCD.

Lilis Madyawati. 2016. Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak, (Jakarta: Prenadamedia Group), hlm. 22-23.

Mufarizzuddin. 2017. “Peningkatan Kecerdasan Logika Matematika Anak Melalui Bermain Kartu Angka Kelompok B di TK Pembina Bangkinang Kota”. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 1, No. 1, p. 62—71.

Prima, Ellen. 2017. “Penerapan Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Kecerdasan Majemuk (Multiple intelligence)”. Jurnal Yin Yang, Vol. 12 No. 2.

Rahlini. 2018. “Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Mengurutkan Benda Dari Ukuran Terkecil Ke Terbesar Dengan Media Gambar di Kelompok A Tk Dewi Sartika Kecamatan Pandawan”. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial, Vol. 4, No. 2.

Rozi, Nova. 2012. “Peningkatan Kecerdasan Logika Matematika Anak Melalui Permainan Berhitung Menggunakan Papan Telur di TK Aisyiyah 7 Duri”. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD. Vol. 1, No. 1, p. 1—10.

Suarca, Kadek, dkk. 2005. Kecerdasan Majemuk pada Anak. Jurnal Sari Pediatri,Vol. 7 No. 2.

Suryadi, & Dahlia. Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2013) h. 28.

(13)

13 LAMPIRAN

DAFTAR PENANYA

1. Sania Fadliya Nur Azizah (K8119069)

Bagaimana contoh kegiatan untuk meningkatkan berpikir sistematis pada anak usia dini?

2. Kusumawardhani Prabandari (K8119041)

Dalam Karakteristik disebutkan Anak mampu menunjukkan presisi dalam menyelesaikan masalah, itu contohnya yg bagaimana?

3. Nurul Novianti (K8119052)

Anak yang memiliki kecerdasan logis matematis apakah ada pengaruhnya yaa terhadap hasil belajar si anak ?

4. Safa Tasya Kamila (K8119067)

Beberapa hari yg lalu saya pernah melihat anak umur 2 tahun, nah anak ini menurut saya udah pinter banget, kalau disuruh berhitung misal saya tunjukkan gambar, anak ini berhitung sendiri gitu dan tau jumlahnya ada berapa. Kira-kira menurut Kelompok kalian apa ya penyebab anak jadi bisa memilki kelebihan di kecerdasan logis matematis ini?

5. Rida Fauziah (K8119060)

Ketika seorang anak memiliki kecerdasan logis matematis yang tinggi, apakah hal tersebut akan memiliki pengaruh pada kecerdasan atau potensi anak yang lainnya ataukah tidak?

6. Prestiyana Kusuma Wardani (K8119054)

Saya pernah melihat film gifted, yang bercerita bahwa anak 7 tahun tersebut pintar dalam bidang logika matematika dan sangat menyukai logika matematika, tetapi karna dia cerdas jadi tidak mau bergaul dengan teman sebayanya karna merasa tdk match, di satu sisi hal tersebut menggaggu psikologisnya sehingga itu membuatnya depresi dan setelah ditelusuri anak tersebut butuh bergaul dengan anak-anak sebayanya juga, bagaimana lingkungan berperan dlm hal ini agar anak bisa survive dan psikologisnya berkembang dengan baik?

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini membuktikan bahwa hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat membuktikan hipotesis yaitu melalui bermain kartu bilangan dapat meningkatkan kecerdasan logika

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa perkembangan kecerdasan logika matematika anak dalam kegiatan permainan acak geometri sebelum adanya perlakuan diperoleh

Dampak positif media Kartu gambar angka terhadap peningkatan kemampuan operasi hitung penjumlahan, karena media kartu ini dapat merangsang anak lebih cepat mengenal

Berdasarkan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bahwa kemampuan kecerdasan logika mate- matika anak masih rendah, guru tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan

Dalam permainan ular tangga anak dapat mengembangakan kecerdasan logika matematika, karena pada permainan ular tangga anak dapat mencapai indikator yang ada dalam

Peneliti melakukan kegiatan untuk menstimulus anak dalam meningkatkan kecerdasan logika matemati- ka dengan permainan ular tangga, dengan ini dapat membantu anak dalam

mungkin mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa. Dengan kecerdasan logika matematika, siswa mampu menggunakan bilangan dan logika secara efektif. Selain

Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui media celemek hitung dapat mengembangkan kecerdasan logika matematika pada anak kelompok B di TK Pertiwi Sidowarno