• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Kelompok 5 Pendekatan Astagatra dalam Perumusan Politik dan Strategi Nasional FIX

N/A
N/A
onyour @na

Academic year: 2024

Membagikan "Makalah Kelompok 5 Pendekatan Astagatra dalam Perumusan Politik dan Strategi Nasional FIX"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENDEKATAN ASTAGATRA DALAM PERUMUSAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Di Susun Oleh :

Agustin Hidayah (3211422054) Rafa Elysia Leandra (3211422067) Jaka Putra Rahmajati (3211422075) Arif Fadhillah Nur Ekaputra (3211422076) Ana Ristiani Maulia (3211422078) Ade Yulia Rahma (3211422081) Agustina Dwi Andhini (3211422083) Liya Sukma Anjani (3211422086)

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas karunia, rahmat dan nikmat-Nya maka makalah “Pendekatan Astagatra dalam Perumusan Politik dan Strategi Nasional” dapat terselesaikan. Laporan ini dimaksud untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Dalam menyelesaikan makalah ini, banyak bantuan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun material. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih.

Semoga atas segala arahan, bimbingan dan bantuan yang telah diberikan kepada kelompok kami mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Namun kami menyadari bahwa dalam membuat laporan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Hal ini semata-mata karena keterbatasan dan kemampuan kelompok kami sendiri. Oleh karena itu sangatlah kami harapkan saran dan kritikan dari semua pihak khususnya dari Ibu Eni Rahmawati S.Pd., M.Pd.

selaku pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Harapannya semoga makalah ini bermanfaat bagi kami sendiri dan orang lain, serta untuk evalusi bagi Ibu Eni Rahmawati S.Pd., M.Pd. supaya dapat memenuhi nilai mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Semarang, 28 September 2023

Penyusun, Kelompok 5

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 4

1. Latar Belakang ... 4

2. Rumusan Masalah ... 4

3. Tujuan ... 5

BAB II PEMBAHASAN ... 6

1. Astagatra & Ketahanan Nasional... 6

a) Pendekatan Astagatra ... 6

b) Ketahanan Nasional... 7

2. Politik & Strategi Nasional ... 10

a) Pengertian Politik ... 10

b) Pengertian Strategi Nasional ... 11

c) Perkiraan strategi nasional ... 11

d) Tingkat Perencanaan ... 12

3. Wujud Pendekatan Astagatra dalam Perumusan Politik dan Strategi Nasional ... 14

BAB III KESIMPULAN... 17

DAFTAR PUSTAKA………... 18

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Perumusan politik dan strategi nasional adalah proses penting yang dilakukan oleh pemerintah suatu negara untuk mengidentifikasi tujuan, kebijakan, dan langkah- langkah yang akan diambil untuk mencapai kepentingan nasional dalam jangka panjang. Ini melibatkan berbagai elemen, termasuk analisis situasi domestik dan internasional, serta pertimbangan terhadap berbagai faktor politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan. Dalam hal ini perlu dilakukan pendekatan asta gatra ke dalam perumusan politik dan strategi nasional. Pendekatan asta gatra sendiri merupakan suatu pendekatan yang mempertimbangkan sudut pandang kehidupan nasional sebagai sebuah sistem yang terdiri dari 8 gatra yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Delapan gatra itu meliputi aspek alamiah (tri-gatra) dan aspek sosial (panca-gatra) yang terdiri dari kondisi geografis negara, kekayaan alam, keadaan dan kemampuan penduduk, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan Hankam. Ke-delapan aspek tersebut secara utuh membentuk perilaku masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanaannya, ketahanan nasional menitikberatkan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan yang serasi, selaras dan seimbang, hal tersebut mencerminkan adanya keterkaitan yang erat antara kondisi Ketahanan Nasional dengan Pertahanan Negara secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengembangan seluruh aspek astagatra dalam pembangunan pertahanan negara akan menentukan kualitas pertahanan negara, baik dimasa damai maupuan masa perang. Kualitas Pertahanan Negara akan berbanding lurus dengan keadaan Ketahanan Nasional, artinya setiap perubahan ketahanan nasional bangsa secara otomatis akan mempengaruhi kualitas pertahanan negara.

2. Rumusan Masalah

1. Apa itu asta gatra dan ketahanan nasional?

2. Apa itu politik dan strategi nasional?

3. Bagaimana wujud pendekatan astagatra dalam perumusan politik dan strategi nasional untuk mendukung ketahanan nasional?

(5)

3. Tujuan

1. Mendorong pemahaman yang lebih holistik tentang kompleksitas permasalahan dan tantangan yang dihadapi suatu negara.

2. Untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara berbagai elemen kebijakan. Hal ini mencakup mencari keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, antara keamanan nasional dan hak asasi manusia, dan antara kebijakan jangka pendek dan jangka panjang.

3. Untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan saat ini, pendekatan asta gatra dapat membantu menghindari konsekuensi yang merugikan bagi generasi mendatang.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Astagatra & Ketahanan Nasional

a) Pendekatan Astagatra

Pendekatan asta gatra merupakan sebuah pendekatan yang melihat kehidupan nasional sebagai sistem yang terdiri dari 8 (delapan) gatra yang saling mempengaruhi satu sama lain. Gatra tersebut meliputi Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial). Trigatra sendiri meliputi posisi dan lokasi geografis negara, keadaan dan kekayaan alam, dan keadaan dan kemampuan penduduk. Sedangkan Pancagatra merupakan aspek sosial kemasyarakatan yang terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (ipoleksosbudhankam). Antara gatra satu dengan gatra yang lain terdapat hubungan yang bersifat timbal balik dengan hubungan yang erat yang saling interdependensi, demikian juga antara trigatra dan pancagatra.

Manusia dengan segala potensi yang dimilikinya untuk kelangsungan hidupnya mendapat tantangan dan berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan

“kebudayaan”. Sebagai manusia budaya, ia melakukan hubungan dengan lingkungannya. Contoh:

1. Hubungan manusia dengan Tuhan, mewujudkan kehidupan beragama.

2. Hubungan manusia dengan manusia secara individu dan kelompok, mewujudkan kehidupan sosial dan masyarakat.

3. Hubungan manusia dengan kebutuhan dalam hidup sehari-hari terwujud dalam ekonomi

4. Hubungan manusia dengan rasa aman terwujud dalam bentuk pertahanan dan keamanan.

5. Hubungan manusia dengan kekuasaan, mewujudkan kehidupan politik.

6. Hubungan manusia dengan cita-cita bersama, mewujudkan kehidupan ideologi Contoh tersebut, merupakan pemetaan atau pengelompokan aspek kehidupan yang sangat luas dan saling terikat satu sama lain.

(7)

b) Ketahanan Nasional

Penggabungan aspek alamiah (Trigatra) dan aspek sosial (Pancagatra) menghasilkan delapan gatra atau dikenal dengan istilah Astagatra. Pembidangan atau pengelompokan ataupun pemetaan kehidupan nasional tidak selalu sama. Hal tersebut dapat dibandingkan menggunakan pendapat dari Hans J. Morgenthau di dalam bukunya yaitu Politics Among Nation Elements of National Power. Adapun pendapatnya sebagai berikut:

1. Geografi.

2. Sumber alam yang mencakup makanan dan bahan baku.

3. Kapasitas industri.

4. Kesiapsiagaan militer: teknologi kepemimpinan, kualitas dan kuantitas angkatan perang.

5. Penduduk.

6. Karakter nasional.

7. Semangat nasional.

8. Kualitas diplomasi.

9. Kualitas pemerintahan.

Alfred Thayer Mahan dalam bukunya yang berjudul Sea Power of Nations mengemukakan pembidangan sebagai berikut:

1. Letak geografis.

2. Bentuk/wujud bumi.

3. Luas wilayah.

4. Jumlah penduduk.

5. Watak nasional/bangsa.

6. Sifat pemerintahan.

Tidak hanya diutarakan oleh Morgenthau dan Mahan, unsur-unsur kekuatan nasional juga banyak diutarakan oleh para pakar lain, seperti Perkins dan Palmer, Prakash Chandra. Pada umumnya negara-negara maju menerapkan prinsip diferensiasi, diversifikasi, dan spesialisasi. Bangsa indonesia masih menitikberatkan pada generalisasi (pembidangan yang bersifat umum atau luas) seperti yang dapat dilihat pada Astagatra.

Pada hakekatnya, Tannas tergantung pada “kemampuan” bangsa dan negara dalam meningkatkan kondisi astagatra tersebut. Trigatra memiliki sifat relatif statistik sedangkan Pancagatra memiliki sifat dinamik. Tannas merupakan resultante (hasil)

(8)

dari ketahanan masing-masing aspek kehidupan. Unsur-unsur yang telah diutarakan adalah unsur yang dominan yang masih perlu dijabarkan ke dalam parameter yang lebih rinci lagi. Unsur dominan dari Parameter Astagatra yaitu:

1. Geografi dengan unsur dominan a. Letak geografi.

b. Luas

Bentuk wilayah dan parameternya 1) Posisi silang dan terbuka.

2) Luas.

3) Bentuk.

4) Iklim.

5) Daerah inti, daerah khusus.

2. Demografi dengan unsur dominan a. Struktur atau jumlah penduduk.

b. Kualitas penduduk dan parameternya 1) Struktur, jumlah dan pertumbuhan.

2) Kepadatan dan persebaran.

3) Kualitas, keterampilan, keuletan, dan kemandirian.

3. Sumber kekayaan alam dengan unsur dominan a. Potensi.

b. Jenis kekayaan alam dan parameternya 1) Bahan makanan.

2) Bahan mineral, flora, dan fauna.

3) Energi.

4) Tingkat eksploitasi.

4. Ideologi dengan unsur dominan, seperti kemantapan penghayatan dan pengamalan Pancasila dan parameternya

a. Penghayatan agama dan kepercayaan menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab secara rukun dan saling menghormati antar- agama.

b. Sikap tenggang rasa dan berani membela kebenaran dan keadilan.

c. Kesadaran berbangsa dan bernegara, serta rela berkorban demi kepentingan persatuan, kesatuan serta mengutamakan keselamatan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan.

(9)

d. Demokrasi yang berkesatuan dan persatuan serta mengutamakan kepentingan nusa dan bangsa dengan tetap menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

e. Bersikap adil, tidak boros, sederhana, bekerja keras, dan menghargai hasil kerja orang lain.

5. Politik dengan unsur dominan

a. Kebijaksanaan pemerintah sesuai dengan keinginan dan tuntutan rakyat.

b. Sistem pemerintahan.

c. Politik luar negeri atau kualitas diplomasi dan parameternya 1) Sistem manajemen nasional.

2) Sistem kehidupan politik.

3) Penegakan hukum, ABRI.

4) Kualitas aparatur negara.

6. Ekonomi dengan unsur dominan

a. Kekuatan pertumbuhan ekonomi nasional.

b. Pemerataan pendapatan.

c. Stabilitas dan parameternya 1) Tenaga dan lapangan kerja 2) Modal.

3) IPTEK.

4) Manajemen.

5) Pertanian atau pangan.

6) Perindustrian.

7) Prasarana dan sarana komunikasi, transportasi.

8) Perdagangan.

9) Moneter.

10) Neraca pembayaran.

7. Sosial budaya dengan unsur dominan

a. Kematangan watak atau identitas nasional bangsa.

b. Moral, kebudayaan nasional, bangsa, dan parameternya

1) Kehidupan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila di segenap bidang kehidupan bangsa, jiwa, semangat dan nilai Pancasila berdasarkan tradisi dan pewarisan sejarah.

(10)

3) Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, kepribadian Indonesia, rasa harga diri dan kebanggaan nasional, kemampuan akulturatif terhadap budaya asing secara positif.

4) Disiplin nasional dan tanggung jawab serta kesetiakawanan sosial.

5) Kesejahteraan sosial, kependudukan dan pembauran nasional.

6) Kesehatan, keluarga berencana, perumahan dan pemukiman.

7) Ilmu pengetahuan, teknologi, penelitian dan produktivitas nasional.

8) Generasi muda dan peranan wanita dalam pembangunan.

8. Hankam dengan unsur dominan

a. Kualitas dan kuantitas Angkatan Bersenjata.

b. Kesiagaan penyelenggaraan Hankamrata dan parameternya 1) Kesadaran bela negara.

2) Kepemimpinan.

3) Sishankamrata.

4) Pembinaan Hankamneg.

5) Industri dan prasarana.

2. Politik & Strategi Nasional

a)

Pengertian Politik

Kata “politik” secara etimologi berasal dari bahasa yunani politeia, yang asal katanya adalah polis yang berarti kesatuan masyarakat yang kesatuan yang berdiri sendiri, dan teia yang berarti urusan. Menurut kamus umum bahasa indonesia arti politik adalah segala urusan dan tindakan kebijakan,siasat, dan lain sebagainya.

mengenai pemerintahan suatu negara atau terhadap negara lain,tipu muslihat, dan kelicikan, dan juga dipergunakan sebagai nama dalam disiplin ilmu pengetahuan, yaitu ilmu politik. politik dapat dipahami dalam proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud proses pembuatan keputusan khususnya didalam negara, di samping itu politik juga dapat dijadikan sebagai proses interaksi antar pihak pihak penguasa dengan pihak yang dikuasai. dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa politik merupakan suatu rangkaian, asas,prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendak di aspek astagatra khususnya di bidang politik yang bisa diartikan sebagai asas,haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan.

(11)

b) Pengertian Strategi Nasional

Kata strategi berasal dari bahasa yunani yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang atau seni seorang yang biasanya digunakan dalam strategi perang, namun definisi secara umum strategi nasional adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mencapai tujuan. Strategi nasional pada dasarnya merupakan seni dan ilmu untuk digunakan dan dikembangkan sebagai kekuatan ideologi,politik,ekonomi,sosial ekonomi dan hankam untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. strategi nasional atau perjuangan nasional memerlukan tidak hanya diplomasi dan perang , Melainkan juga kekuatan ideologi dan psikologi, kekuatan politik, kekuatan ekonomi, kekuatan sosial-budaya, dan kekuatan militer.

seluruh gerakan yang telah tertera bahwasanya perlu adanya integrasi,pengaturan,dan penyusunan serta penggunaan yang terarah, maka strategi nasional mempunyai ruang lingkup yang lebih luas. strategi nasional juga salah satu pelaksanaan dari politik nasional. pelaksanan politik ini tersusun dalam program nasional yang bersifat lebih konkret, baik dari segi tempat,waktu,bidang,biaya maupun pelaksanaannya. strategi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan-kekuatan nasional.

Tahap-tahap dalam pemikiran strategi nasional antara lain:

1. telaah strategi yang merupakan suatu kajian terhadap lingkungan yang akan berpengaruh terhadap strategi yang akan ditempuh

2. pembidangan politik nasional mencangkup sektor ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan hankam.

3. sasaran masing-masing bidang yang ditentukan sehingga tujuan politik nasional dapat dicapai

4. pedoman pelaksanaan yang mencakup

5. sikap dan pendirian menggariskan sikap pendirian dalam masalah-masalah nasional maupun internasional

c) Perkiraan strategi nasional

perkiraan strategi nasional adalah suatu analisis yang akan menghasilkan sasaran-sasaran yang dipilih, dan cara yang bertindak yang ditunjuk atau dipilih.

(12)

strategi nasional merupakan suatu analisis yang menghasilkan hasil alternatif yang ditetapkan serta beberapa alternatif cara bertindak yang akan digunakan untuk mencapai sasaran. perkiraan strategi nasional terdiri dari; mempelajari lingkungan, pengembangan sasaran alternatif dan cara bertindak, analisis kekuatan, batas waktu penilaian strategis.politik nasional adalah asas, haluan, usaha, kebijaksanaan dari negara dalam mencapai tujuan nasionalnya sumber daya nasional, dan sarana prasarana nasional.

d) Tingkat Perencanaan

suatu perencanaan yang sifatnya nasional baru mengikat semua aparatur pemerintah, swasta maupun lembaga-lembaga masyarakat lainnya, untuk menjamin terjadinya usaha di bidang rencana maupun pada pelaksanaanya, untuk penyusun strategi yang akan ditempuh dalam pencapaian sasaran-sasaran tersebut perlu disusun rencana dalam program-program yang diantaranya adalah

1. perencanaan jangka panjang 2. perencanaan jangka menengah 3. perencanaan jangka pendek

Istilah ketahanan nasional merupakan ciri khas indonesia yang muncul pada tahun 1960. yang dalam termonologi ketahanan nasional dikenal dengan istilah national power (kekuatan nasional). ketahanan nasional ketahanan berasal dari kata “tahan”yang berarti tahan penderitaan,tabah,kuat,dapat menguasai diri,gigi,dan tidak akan mengenal menyerah.

ketahanan nasional memiliki makna mampu,tahan dan kuat menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman guna untuk menjamin kelangsungan hidupnya. adapun rumusan konsep ketahanan nasional dalam GBHN tahun 1988 adalah sebagai berikut:

1. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan dari hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan yang timbul baik dari luar maupun dari dalam, maka pembangunan nasional diselenggarakan melalui pendekatan Ketahanan Nasional yang mencerminkan keterpaduan antara segala aspek kehidupan nasional bangsa secara utuh dan menyeluruh.

2. Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pada hakekatnya Ketahanan Nasional adalah

(13)

kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara. Berhasilnya pembangunan nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional. Selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan mendorong pembangunan nasional.

3. Ketahanan Nasional meliputi ketahanan ideologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan pertahanan keamanan.

a. Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa

b. Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem politik yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas dan aktif

c. Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing yang tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata

d. Ketahanan sosial budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional

e. Ketahanan pertahanan keamanan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis,

(14)

mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.

3. Wujud Pendekatan Astagatra dalam Perumusan Politik dan Strategi Nasional Dewasa ini, dalam rangka melakukan mewujudkan cita - cita nasional, pemerintah mesti melakukan pembangunan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan politik yang sekiranya dapat menyelesaikan masalah yang terjadi. Sayangnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak semuanya dapat menyelesaikan masalah, malah menambah masalah baru. Masalah baru ini muncul dari kebijakan pemerintah yang tidak berkeadilan dan tidak mempertimbangkan setiap aspek atau gatra yang ada. Konsekuensi yang bisa saja diterima dari penerapan kebijakan yang tidak berkeadilan adalah bertambahnya disparitas ekonomi, munculnya gerakan separatis dan perpecahan dikalangan rakyat.

Berkaca pada kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen, tersebar di ribuan pulau dengan kebudayaan yang berbeda, dengan kekayaan alam yang berbeda serta letak geografis dan geologis yang strategis memberikan sebuah tantangan khusus bagi pemerintah untuk mengembangkan setiap wilayah demi mewujudkan cita - cita nasional. Konsentrasi sebagian besar penduduk yang berada di Pulau Jawa, membawa konsekuensi kepada pembangunan yang hanya tersentral di satu pulau dan pulau lainnya hanya dieksploitasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan penduduk di Pulau Jawa. Sehingga terdapat gap atau jarak yang cukup besar dari seluruh aspek antara penduduk di Jawa dan di luar Jawa. Khusus pada wilayah 3T, selain belum terlalu diperhatikan pemerintah, wilayah ini juga rentan dipengaruhi dan direbut oleh negara di sekitar wilayah tersebut. Bila berlanjut, gap ini akan membawa lebih banyak disparitas dan gerakan separatis, seperti yang telah terjadi akhir - akhir ini yang kemudian akan membahayakan ketahanan nasional. Sedikit contoh mengenai apa yang telah terjadi saat ini adalah wujud dari belum diterapkannya dengan maksimal pengambilan keputusan dalam perumusan politik dan strategi nasional yang berbasis pada pendekatan Astagatra.

Seperti yang telah dijelaskan di bagian awal, Astagatra adalah ialah delapan aspek atau gatra yang mencakup trigatra berupa aspek alamiah yang terdiri dari letak geografis, kekayaan alam dan kemampuan masyarakat. Sementara pancagatra meliputi aspek sosial yang terdiri dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan serta keamanan. Delapan aspek atau gatra ini sangat esensial, sebab menyangkut

(15)

seluruh hayat bangsa. Dalam rangka perumusan politik, dimana perumusan ini ialah wujud dari perumusan dan implementasi kebijakan publik yang dijalankan oleh yang berwenang atau penguasa. Sehingga dalam perumusan politik wajib menggunakan pendekatan astagatra agar rumusan yang dihasilkan benar - benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, satu akibat rumusan politik yang tidak menerapkan pendekatan astagatra sehingga terus menciptakan konflik adalah kebijakan terkait agraria, tentang bagaimana pemerintah memberikan izin penggunaan hutan dan hutan adat yang berlebihan di Papua dan Kalimantan kepada sektor privat tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, tanpa mempertimbangkan gatra keadaan penduduk, dalam hal ini masyarakat adat dan lokal serta tanpa memikirkan sustainibility dari gatra kekayaan alam. Sehingga dampak yang ditimbulkan adalah munculnya disparitas, diskriminasi, berkurangnya biodiversitas dan konflik yang berkepanjangan, sehingga akan memunculkan keretakan dalam ketahanan nasional dan merugikan bagi generasi mendatang. Seharusnya, dalam perumusan politik seperti contoh diatas pemerintah mesti mempertimbangkan keberlanjutan masyarakat adat dan biodiversitas, hal ini dapat dilakukan pemerintah dengan berdialog kepada masyarakat adat dan ahli, sehingga izin penggunaan hutan yang diberikan tidak akan merugikan salah satu pihak.

Selanjutnya, dalam hal perumusan dan pelaksanaan strategi nasional, juga diperlukan adanya pendekatan astagatra. Strategi nasional diperlukan untuk dapat membantu merealisasikan tujuan - tujuan dengan hal - hal yang konkrit. Hal konkrit ini berupa program - program, di Indonesia kita mengenal program pemerataan ekonomi, pembangunan IKN, pembangunan smelter dan pembangunan Food Estate. Sejauh ini, dari program - program diatas terdapat program setidaknya terdapat satu program yang memang jika diamati, belum menerapkan konsep pendekatan astagatra dengan maksimal, yaitu program food estate. Berdasarkan realisasinya saat ini, program ini dianggap sebagai sebuah kegagalan. Hal ini terbukti dari 600 ha perkebunan singkong yang mangkrak dan 17.000 ha sawah yang belum panen sejak pertama kali bergulir pada Agustus 2022. Wujud dari tidak maksimalnya pendekatan astagatra dapat dilihat dari gatra kekayaan alam, dimana pemerintah gagal menentukan lahan yang pemanfaatannya sesuai untuk kebutuhan food estate, sehingga mesti mengorbankan ribuan ha hutan produksi. Yang kemudian efeknya setelah terlantar berdampak secara ekologis dan ekonomis kepada masyarakat sekitar lahan tersebut. Ketidakdewasaan

(16)

strategi nasional ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah politik kepentingan para elit dan oligarki.

Pentingnya pendekatan Astagatra dapat dilihat melalui berbagai kebijakan dan program yang gagal terlaksana. Sudah selayaknya pemerintah bukan hanya mementingkan kepentingan 1% orang yang menguasai perekonomian bangsa, namun juga mesti memperhatikan masyarakat yang berada di kalangan menengah ke bawah.

Pendekatan Astagatra adalah solusi dalam menghadirkan sebuah program dan kebijakan yang dapat berdampak dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

(17)

BAB III

KESIMPULAN

Astagatra adalah bidang kehidupan bangsa Indonesia yang dikelompokkan dalam delapan kelompok gatra atau model, bidang kehidupan. Astagatra terdiri dari dua kategori:

Trigatra (geografi, sumber kekayaan alam, dan demografi) dan Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan hankam). Meskipun gatra-gatra tersebut secara teoritis berbeda, mereka tidak dapat dipisahkan, karena mereka sangat terkait satu sama lain. Oleh karena itu, astagatra ini harus dilihat secara keseluruhan dan integral.

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk beradaptasi terhadap perubahan atau ancaman baik dalam bidang politik, sosial, budaya, ekonomi. Selain itu, ketahanan nasional juga merupakan kemampuan negara dalam memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi rakyat negaranya.

Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan- tujuan yang telah dipilih itu. Dan strategi nasional adalah pelaksanaan dari politik nasional.

Bentuk pelaksanaan ini tersusun dalam program nasional yang bersifat lebih konkret baik dari segi tempat, waktu, bidang, biaya maupun pelaksanaannya. Strategi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan-kekuatan nasional (IPOLEKSOSBUDHANKAM).

Dalam rangka perumusan politik, dimana perumusan ini adalah wujud dari perumusan dan implementasi kebijakan publik yang dijalankan oleh yang berwenang atau penguasa.

Sehingga dalam perumusan politik wajib menggunakan pendekatan astagatra agar rumusan yang dihasilkan benar - benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, dalam hal perumusan dan pelaksanaan strategi nasional, juga diperlukan adanya pendekatan astagatra. Strategi nasional diperlukan untuk dapat membantu merealisasikan tujuan-tujuan dengan hal-hal yang konkrit. Hal konkrit ini berupa program- program pemerintah.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Deksino, G. R. (2018). Membangun Ketahanan Nasional Yang Berkelanjutan Dalam Konteks Kemajemukan Bangsa Indonesia.

Morgenthau, B. M., & Mahan, C. M. A. A. Model Astagatra. MODUL MATA KULIAH LOGIKA DASAR DAN KONSEP PENDIDIKAN MORAL, 117.

Kusrahmadi, S. D. (2006). Ketahanan Nasional. Materi MKU UPT.

Referensi

Dokumen terkait

- Mempertahankan integritas bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menghargai kesetaraan dan keragaman kehidupan sosial budaya masyarakat

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung

Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan

 Ketahanan Nasioanal (TANNAS) Ketahanan Nasioanal (TANNAS) : : merupakan kondisi merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yg meliputi segenap aspek kehidupan nasional..

Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang

Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung