• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penulisan Makalah Kimia Tentang Perak (Ag)

N/A
N/A
Ni Pt Nadiendha Nirzanova Dewi 31

Academic year: 2024

Membagikan "Penulisan Makalah Kimia Tentang Perak (Ag)"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KIMIA PERAK (Ag)

Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Kimia yang diampu oleh:

Kd Manik Suriti, S.Pd. M.Pd

Disusun oleh:

Ni Putu Nadiendha Nirzanova Dewi (34)

KELAS XII MIPA 9

DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KOTA DENPASAR

SMAN 7 DENPASAR TAHUN AJARAN 2023/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perak (Ag)”. Penulisan makalah ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas kimia di kelas XII, SMAN 7 Denpasar. Makalah ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu dan pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Cokorda Gede Anom Wiratmaja, S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar;

2. Ibu Kadek Manik Suriti, S.Pd., M.Pd, Guru mata pelajaran Kimia SMAN 7 Denpasar;

3. Kedua orangtua saya;

4. Guru-guru dan pegawai SMAN 7 Denpasar;

5. Teman-teman yang kami cintai; dan

6. Pihak-pihak lain yang tidak bisa kami ucapkan satu-persatu.

Akhir kata, saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga makalah ini membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.

Denpasar, 18 Oktober 2023

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...1

Daftar Isi...2

Bab I: Pendahuluan...3

1.1... Latar Belakang...3

1.2... Rumusan Masalah...4

1.3... Tujuan...4

1.4... Manfaat...4

Bab II: Tinjauan Pustaka...5

2.1. Informasi Umum...6

2.2. Sejarah Radium...7

2.3. Sifat Radium...12

2.4.Persenyawaan Unsur Radium...13

2.5. Keberadaan di Alam...13

2.6. Manfaat Radium...16

2.8. Sumber Pencemaran dan Dampak Radium...19

2.9. Strategi Penanganan Masalah Radium...21

Bab III: Penutup...23

3.1. Kesimpulan...23

3.2. Saran...23

Daftar Pustaka...25

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Logam transisi, unsur yang paling umum digunakan dalam berbagai industri maupun kehidupan sehari-hari, memiliki peran penting dalam perkembangan manusia. Keberhasilannya dalam dunia industri disebabkan oleh kemampuannya untuk membentuk senyawa kompleks dengan beragam ligan, sementara di rumah tangga, kemanfaatannya didasari oleh kelimpahannya dan sifat yang mudah diolah. Alat-alat produksi dan perkakas rumah tangga, yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, umumnya memiliki unsur logam transisi. Sebagai contoh, sendok yang kita gunakan setiap hari sebagai alat makan terbuat dari besi (Fe) yang telah dilapisi stainless steel, sementara komponen elektronik seperti kabel sebagian besar mengandung tembaga (Cu).

Salah satu unsur logam transisi yang mencuri perhatian adalah perak, atau dalam bahasa Inggris disebut Silver (Ag). Perak telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia, digunakan dalam berbagai bentuk, seperti trofi kejuaraan, uang logam, koin, dan perhiasan. Keunggulan perak terletak pada warna kilauannya yang menawan, ketahanan terhadap korosi, dan kelimpahannya di seluruh dunia. Perak juga dikenal sebagai logam mulia dengan harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan logam mulia lainnya seperti platina (Pt) dan emas (Au).

Makalah ini disusun untuk mendalami unsur perak sebagai salah satu logam transisi yang berperan signifikan dalam kehidupan manusia. Namun, perlu diingat walaupun unsur perak itu sendiri tidak beracun, banyak senyawa garamnya dapat menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, paparan terhadap perak, baik dalam bentuk logam maupun senyawa yang larut, harus diatur dan tidak boleh melebihi 0.01 g/m3 selama periode 8 jam kerja, selama 40 jam per minggu. Penanganan lebih lanjut akan dibahas dalam makalah berikut.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dari makalah ini adalah:

1. Bagaimana genesa Perak (Ag)?

2. Bagaimana sejarah penemuan unsur Perak (Ag)?

3. Apa saja sifat-sifat dari unsur Perak (Ag)?

4. Apa saja reaksi kimia dari unsur Perak (Ag)?

5. Bagaimana persenyawaan dari unsur Perak (Ag)?

6. Bagaimana proses pembuatan dan pengolahan unsur Perak (Ag)?

7. Bagaimana keberadaan dan ekstraksi dari unsur Perak (Ag)?

8. Apa saja kegunaan dan aplikasi dari Perak (Ag)?

9. Apa saja bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan Perak (Ag)?

10. Bagaimana penanganan masalah Perak (Ag)?

11. Bagaimana harga Perak (Ag) dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini:

1. Untuk mengkaji genesa Perak (Ag).

2. Untuk mengetahui sejarah penemuan unsur Perak (Ag).

3. Untuk mencari tahu apa saja sifat-sifat unsur Perak (Ag).

4. Untuk mencari tahu apa saja reaksi kimia Perak (Ag).

5. Untuk mengetahui persenyawaan dari Perak (Ag).

6. Untuk mengkaji proses pembuatan dan pengolahan Perak (Ag).

7. Untuk mengkaji keberadaan dan ekstraksi dari unsur Perak (Ag).

8. Untuk mencari tahu apa saja kegunaan dan aplikasi dari Perak (Ag).

9. Untuk mencari tahu apa saja bahaya yang ditimbulkan oleh unsur Perak (Ag).

10. Untuk mengetahui penanganan masalah Perak (Ag).

(6)

11. Untuk memaparkan informasi mengenai harga Perak (Ag).

1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini:

1. Bagi Siswa

Pembuatan makalah mengenai unsur Perak (Ag) dapat memberikan manfaat yang beragam bagi siswa. Pertama, siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang unsur kimia ini, termasuk sifat-sifatnya, sejarahnya, serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, proses penelitian dan penyusunan makalah dapat meningkatkan keterampilan penelitian, analisis data, dan kemampuan komunikasi siswa. Dengan demikian, pembuatan makalah tentang unsur Perak dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam ilmu kimia dan keterampilan akademik.

2. Bagi Masyarakat

Makalah tentang unsur Perak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Pengetahuan tentang sifat dan kegunaan perak dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahan berharga ini. Di samping itu, ini dapat membantu masyarakat yang bekerja sebagai penjual perak untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada pelanggan, menjelaskan perbedaan antara perak murni dan perak berlapis, serta menjaga praktik bisnis yang etis dalam perdagangan perak.

3. Bagi Peneliti

Bagi peneliti, pembuatan makalah unsur Perak dapat memberikan kesempatan untuk mendalami pengetahuan mereka tentang unsur ini dan menjelajahi bidang penelitian yang lebih spesifik. Penelitian ini dapat membuka pintu bagi penemuan baru tentang sifat-sifat Perak, aplikasinya dalam teknologi, serta potensi dampaknya pada kesehatan dan lingkungan. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan

(7)

teknologi secara keseluruhan, yang dapat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan industri di masa depan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Genesa Perak (Ag)

Perak adalah unsur logam dengan nomor atom 47. Simbolnya adalah Ag, dari bahasa Latin argentum, dari akar PIE yang direkonstruksi sebagai *h erǵ₂ -,

"abu-abu" atau "bersinar". Sebuah logam transisi lunak, putih, dan berkilau, ia memiliki konduktivitas listrik, konduktivitas termal, dan reflektivitas tertinggi di antara semua logam. Logam ini terjadi secara alamiah dalam bentuk murni, bentuk bebas (perak asli), sebagai paduan dengan emas dan logam lainnya, dan dalam mineral seperti argentit dan klorargirit. Kebanyakan perak diproduksi sebagai produk samping penambangan tembaga, emas, timah, dan seng.

Perak merupakan salah satu logam tambang yang sering ditemukan bersama dengan logam emas pada saat penggalian bahan baku, pada umumnya perak berwarna putih. Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16Sb2S11), Proustite (Ag2AsS3) dan Pyrargyrite (Ag3SbS3)

Perak murni memiliki warna putih yang terang. Unsur ini sedikit lebih keras dibanding emas dan sangat lunak dan mudah dibentuk. Perak murni memiliki konduktivitas kalor dan listrik yang sangat tinggi diantara semua logam dan memiliki resistansi kontak yang sangat kecil. Elemen ini sangat stabil di udara murni dan air, tetapi langsung ternoda ketika diekspos pada 3 3 ozon, hidrogen sulfida atau udara yang mengandung belerang. Perak memiliki beberapa isotop, namun isotop paling stabil diantaranya 105Ag, 106Ag, 107Ag, 108Ag, 109Ag, dan 111Ag. Perak sendiri tersebar di Amerika Serikat, Peru, Cina, Australia, Rusia, Chile, Polandia, Argentina. Di Indonesia, perak bisa ditemukan di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan papua.

(8)

2.2 Sejarah Penemuan Perak (Ag)

Sejarah penemuan perak (Ag) memiliki akar yang melintasi zaman purba kala hingga zaman modern. Perak, unsur kimia dengan simbol Ag, telah dikenal manusia sejak zaman kuno. Penemuan dan penggunaannya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peradaban manusia.

Pada masa purba kala, beberapa tempat penambangan mineral di Asia Minor dan pulau-pulau di Laut Aegean menunjukkan bahwa manusia telah memahami cara memisahkan perak dari timah sejak sekitar tahun 3000 SM. Perak adalah logam yang memiliki kilauan yang sangat menyerupai emas, sehingga tidak heran jika pada zaman Mesir kuno, perak dianggap sebagai logam yang mendekati kesempurnaan, meskipun tidak sebagus emas. Emas diberi simbol lingkaran, sedangkan perak diberi simbol setengah lingkaran, sering kali dikaitkan dengan bentuk bulan.

Berbagai peradaban di seluruh dunia mengaitkan perak dengan berbagai makna dan kegunaan. Di Eropa, perak dianggap sebagai penolak bala, sementara di Yunani dan Roma kuno, perak digunakan sebagai penyembuh penyakit. Perak juga dikenal sebagai pembasmi kuman, dan bahkan pada masa modern ini, kita masih sering menggunakan perak untuk keperluan medis.

Salah satu tradisi yang paling umum terkait dengan perak adalah pernikahan perak, yang merupakan perayaan pernikahan yang telah berlangsung selama 25 tahun. Dalam perayaan ini, hadiah-hadiah perak seringkali diberikan kepada pasangan yang merayakan jubileum pernikahan mereka. Keberadaan perak yang relatif mudah ditemukan membuatnya lebih terjangkau daripada emas yang lebih langka. Kini, dengan teknologi modern, perak digunakan untuk membuat berbagai perhiasan yang berkualitas, dan tidak hanya sebagai elemen fashion, tetapi juga sebagai alternatif investasi.

(9)

Asal kata "perak" sendiri berasal dari bahasa Latin "argentum," yang mengacu pada perak. Selain itu, dalam bahasa Anglo-Saxon, perak disebut sebagai "seolfor" atau "siolfur." Ini adalah indikasi lain dari sejarah panjang perak dalam budaya dan bahasa manusia.

Perak juga memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya untuk tujuan medis. Di zaman Yunani kuno dan Roma, perak digunakan untuk mencegah infeksi. Praktik ini ditemukan kembali pada Abad Pertengahan, di mana perak digunakan untuk membasmi kuman dalam air dan makanan selama penyimpanan.

Perak juga digunakan untuk perawatan luka bakar dan luka sebagai luka berpakaian. Bahkan para pelaut pada zaman dahulu akan meletakkan uang perak dalam tong air dan anggur untuk menjaga kebersihan cairan tersebut.

Penggunaan perak dalam sistem moneter juga memiliki sejarah panjang.

Kestabilan mata uang Romawi sangat bergantung pada pasokan perak bulion yang dihasilkan oleh penambang Romawi. Pada masa puncak produksi, stok perak beredar sekitar 10.000 ton, lima hingga sepuluh kali lebih besar daripada total perak yang tersedia di Eropa pada Abad Pertengahan dan Kekhalifahan sekitar tahun 800 M. Penggunaan perak dalam perdagangan juga menjadi penting, terutama dalam hubungannya dengan China.

Pada abad ke-19, China menuntut pembayaran dalam bentuk perak untuk produk seperti teh, sutera, dan porselen yang sangat diminati oleh Inggris. Ini menyebabkan Perang Opium, di mana Inggris menjual opium dari koloni mereka di India kepada China sebagai cara untuk mengatasi ketidakseimbangan pembayaran. Sejarah perdagangan perak ini mencerminkan pentingnya perak dalam ekonomi global pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu, perak juga kembali muncul sebagai bahan medis yang memiliki potensi besar. Dalam pengobatan kuno, seperti di Yunani, Roma, Phoenicia, dan Macedonia, perak digunakan untuk mengendalikan infeksi dan mempromosikan penyembuhan. Bahkan "Bapak ahli pengobatan,"

Hippocrates, mengajarkan bahwa perak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka dan berbagai penyakit.

(10)

Pada abad ke-19, perak digunakan secara luas oleh dokter dan pelaut untuk melawan infeksi. Ada lebih dari 96 jenis perak yang berbeda yang digunakan dalam obat-obatan pada masa itu. Namun, dengan munculnya antibiotik pada tahun 1942, penggunaan perak sebagai agen antibakteri mulai mengalami penurunan. Antibiotik dianggap sebagai terobosan besar dalam pengobatan, tetapi dengan waktu, efek samping dan tantangan baru muncul.

Antibiotik memiliki keterbatasan. Mereka tidak dapat mengendalikan virus seperti HIV, dan penggunaan berlebihan antibiotik dapat memicu pertumbuhan jamur usus yang berlebihan dan menciptakan "super kuman" yang resisten terhadap antibiotik. Hal ini menyebabkan peningkatan masalah infeksi yang semakin sulit diobati.

Pada tahun 1992, dilaporkan bahwa 13.000 pasien di rumah sakit Amerika meninggal akibat infeksi yang resisten terhadap antibiotik. Angka ini meningkat menjadi 70.000 pada tahun berikutnya. Masalah ini menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan. Inilah saatnya perak kembali muncul sebagai solusi potensial.

Peneliti mulai mengembangkan generasi perak nutraceuticals yang efektif melawan berbagai jenis patogen, termasuk bakteri, virus, jamur, dan beberapa parasit. Studi menunjukkan bahwa tidak ada kuman yang resisten terhadap perak.

Perak menjadi obat yang sangat kuat dalam mengendalikan infeksi.

Selain itu, perak juga memiliki potensi dalam pemeriksaan kanker.

Formulasi perak dalam jumlah tertentu telah terbukti mampu mengurai dan memeriksa sel kanker dalam uji laboratorium. Ini membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut dalam penggunaan perak sebagai agen pemeriksaan kanker yang potensial.

Dalam berbagai budaya dan periode sejarah, perak telah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah infeksi. Praktik seperti menyimpan air dan cairan lain dalam wadah perak, menggunakannya dalam perlengkapan makan, atau bahkan memasukkan perak ke dalam susu sebagai pengawet, semuanya mencerminkan pengakuan akan sifat antimikroba perak.

(11)

Selain itu, dalam pengobatan Ayurveda, perak digunakan sebagai tonik atau eliksir pembaharuan bagi pasien yang lemah akibat usia atau penyakit.

Sejarah panjang perak sebagai logam mulia, obat medis, dan alat tukar perdagangan telah membentuk citra yang kaya akan keberhargaannya dalam peradaban manusia. Dari zaman kuno hingga modern, perak terus menjadi bagian penting dari kehidupan manusia dan penelitian terus dilakukan untuk mengungkap potensinya yang lebih dalam dalam bidang medis dan ilmiah.

2.3 Sifat-Sifat Perak (Ag)

Sifat Kimia

Nama, Lambang, Nomor atom Perak, Ag, 47

Dibaca /ˈsɪlvər/

Jenis unsur Logam transisi

Golongan, Periode, blok 11, 5, d

Massa atom standar 107,8682

Konfigurasi elektron [Kr] 4d105s1 2,8,18,18,1

Elektronegativitas 1,93

Jari-jari atom 144 pm

Jari-jari kovalen 145 ± 5 pm

Jari-jari Van der Waals 172 pm

Potensial ionisasi 7,576 Volt

Konduktivitas listrik 62,9 x 106 ohm-1 cm-1 Konduktivitas kalor 429 W m-1 K-1

Entalpi pembentukkan 11,30 kJ mol-1

Entalpi penguapan 250,63 kJ mol-1

Kapasitas kalor 0,235 J g-1 K-1

Energi ionisasi: Ke-1 731,0 kJ mol-1 Ke-2 2070 kJ mol-1 Ke-3 3361 kJ mol-1

Selain itu sifat kimia dari perak yaitu sebagai berikut:

(12)

1. Sangat stabil di udara murni dan air sehingga tidak bereaksi dengan udara dan air pada suhu normal

2. Kurang reaktif daripada tembaga, kecuali terhadap ozon, sulfur dan hydrogen sulfide, yang secara cepat menghitamkan permukaan perak

3. Tidak dapat larut dalam larutan asam encer, tetapi dapat larut dalam asam nitrat dan asam sulfat pekat

4. Perak dan semua senyawa perak dapat larut dalam sianida logam alkali sebagai ion Ag(CN)2- dalam udara bebas, yang kemudian perak dibebaskan dengan menambahkan seng atau aluminium sebagai reduktor

5. Dapat mengendapkan anion karena kebanyakan anion membentuk garam perak yang tidak larut. Contohnya penambahan OH- terhadap Ag+ akan mengendapkan perak (I) oksida Ag+ (aq) + 2 OH-(aq)

Ag2O (s) + H2O(l)

Sifat Fisika

Fase padat

Massa jenis (mendekati suhu kamar) 10.49 g·cm−3 Massa jenis cairan pada t.l. 9.320 g·cm−3

Titik lebur 1234,93 K, 961,78 °C, 1763,2 °F

Titik didih 2435 K, 2162 °C, 3924 °F

Kalor peleburan 11,28 kJ·mol−1

Kalor penguapan 250,58 kJ·mol−1

Kapasitas kalor 25,350 J·mol−1·K−1

Fase padat

Tekanan Uap

P (Pa) 1 10 100 1k 10k 100k

at T (K) 1283 1413 1575 1782 2055 2433

Sifat Atom

Bilangan oksidasi 1, 2, 3 (oksida amfoter) Elektronegativitas 1,93 (skala Pauling) Energi ionisasi pertama 731,0 kJ·mol−1

Energi ionisasi kedua 2070 kJ·mol−1

Energi ionisasi ketiga 3361 kJ·mol−1

Jari-jari atom 144 pm

Jari-jari kovalen 145±5 pm

(13)

Jari-jari van der Waals 172 pm

Lain-lain

Struktur kristal face-centered cubic

Pembenahan magnetik diamagnetik[1]

Keterhambatan elektris (20 °C) 15,87 nΩ·m Konduktivitas termal 429 W·m−1·K−1

Difusivitas termal (300 K) 174 mm²/s

Ekspansi termal (25 °C) 18,9 µm·m−1·K−1

Kecepatan suara (batang ringan) (suhu kamar) 2680 m·s−1

Modulus Young 83 GPa

Modulus Shear 30 GPa

Bulk modulus 100 GPa

Rasio Poisson 0,37

Kekerasan Mohs 2,5

Kekerasan Viker 251 MPa

Kekerasan Brinell 206 MPa

Nomor CAS 7440-22-4

Sifat Umum:

1. Perak murni berwarna putih dan sangat mengilap.

2. Penghantar listrik yang sangat baik (Daya hantar listrik perak jauh lebih baik dibandingkan tembaga karena hambatan jenis perak jauh lebih kecil dibandingkan tembaga. Akan tetapi, tembaga lebih banyak digunakan sebab perak lebih mahal daripada tembaga).

3. Tahan korosi, dan mudah ditempa.

4. Logam yang tidak reaktif dan tidak teroksidasi oleh oksigen di udara.

Konduktivitas listrik perak adalah yang tertinggi di antara seluruh logam, bahkan lebih tinggi daripada tembaga, tetapi tidak banyak digunakan untuk keperluan listrik karena biayanya yang tinggi. Perkecualian terhadap hal ini adalah dalam rekayasa frekuensi radio, terutama VHF dan frekuensi yang lebih tinggi, di mana pelapisan perak dilakukan untuk meningkatkan konduktivitas listrik pada bagian-bagian dan kabel-kabel tertentu (pada frekuensi tinggi arus cenderung

(14)

mengalir pada permukaan konduktor, bukan di dalam, oleh karenanya pelapisan emas meningkatkan konduktivitas secara keseluruhan). Perak juga mempunyai resistensi kontak paling rendah di antara seluruh logam. Selama Perang Dunia II di AS, 13.540 ton digunakan dalam elektromagnet yang digunakan untuk pengayaan uranium, terutama karena pada masa perang terjadi kekurangan tembaga.

Perak murni memiliki konduktivitas termal tertinggi di antara seluruh logam, meskipun karbon nonlogam dalam bentuk intan dan helium-4 superfluida lebih tinggi.

Perak halida bersifat fotosensitif dan memiliki kemampuan yang menakjubkan dalam hal merekam citra laten yang kemudian dapat dikembangkan secara kimiawi. Perak bersifat stabil di udara murni dan air, tetapi menjadi kusam (tarnish) ketika terpapar udara atau air yang mengandung ozon atau hidrogen sulfida, yang disebut terakhir membentuk lapisan hitam perak sulfida, yang dapat dihilangkan dengan asam klorida encer. Tingkat oksidasi perak yang paling umum adalah +1 (misalnya, perak nitrat, AgNO3); yang kurang umum adalah senyawa +2 (misalnya, perak (II) 6 fluorida, AgF2), lebih tidak umum lagi adalah +3 (misalnya, kalium tetrafluoroargentat (III), KAgF4), dan bahkan ada senyawa +4 (misalnya, kalium heksafluoroargentat (IV), K2AgF6).

2.4 Reaksi Kimia Perak (Ag)

Perak dapat larut dalam asam klorida, asam sulfat encer 1M atau asam nitrat encer 2 M. Perak bereaksi dengan asam nitrat pejat 8 M seperti reaksi (a) dan perak juga dapat bereaksi denganasam pekat panas seperti reaksi (b) berikut:

6Ag(s) + 8HNO3(aq) → 6Ag+ (aq) + 2NO(g) +6NO3- (aq) +4H2O(l) 2Ag(s) + 8H2SO4(aq) → 2Ag+ (aq) + SO2(g) +SO42- (aq) + 2H2O(l)

Perak memiliki sifat membentuk ion monovalen dalam larutan yang bersifat tidak berwarna. Senyawa-senyawa perak (II), walaupun tidak stabil, memiliki peran penting dalam mengkatalisis proses-proses oksidasi-reduksi. Perak nitrat dapat larut secara lengkap dalam air, sementara perak asetat, perak nitrit, dan perak sulfat kurang larut. Selain itu, hampir semua senyawa perak lainnya

(15)

hampir tidak dapat larut. Namun, kompleks-kompleks perak tetap dapat larut dalam larutan. Halida-halida perak, di sisi lain, memiliki sifat peka terhadap cahaya, dan karakteristik ini sering dimanfaatkan dalam dunia fotografi.

1. Asam klorida encer (atau klorida-klorida yang larut) bereaksi dengan ion perak menghasilkan endapan putih perak klorida.

Ag+(ag) + Cl- (aq) → AgCl(s)

2. Ion perak dapat bereaksi dengan hidrogen sulfida (gas atau larutan airjenuh) dalam suasana netral atau asam membentuk endapan hitam perak sulfida.

Ag+ (ag) + H2S(g) → Ag2S(s) + 2H+(aq)

3. Ion perak dapat bereaksi dengan ammonia menghasilkan endapan coklat perak oksida.

2Ag+ (ag) + 2NH3(aq) → Ag2O(s) + 2NH4+ (aq)

4. Ion perak dapat bereaksi dengan kalium iodida menghasilkan endapan kuning perak iodida.

Ag+(ag) + I -(aq) → AgI(s)

5. Ion perak dapat bereaksi dengan natrium hidroksida menghasilkan endapan coklat perak oksida.

2Ag+ (ag) + 2OH-(aq) → Ag2O(s) + 2H2O(l)

6. Ion perak dapat bereaksi dengan kalium kromat dalam suasana menghasilkan endapan merah perak kromat.

2Ag+(ag) + CrO4 -

(aq) → Ag2CrO4(s)

7. Kalium sianida jika ditambahkan tetes demi tetes terhadap larutan netral perak nitrat menghasil endapan putih perak sianida.

Ag+ (ag) + CN-(aq) → AgCN(s)

8. Perak karbonat dihasilkan dari reaksi ion perak dengan natrium karbonat.

Endapan perak karbonat berwarna putih kekuningan.

2Ag+ (ag) + CO3 2-

(aq) → Ag2CO3(s)

9. Ion perak dapat bereaksi dengan dinatrium hidrogen fosfat menghasilkan endapan kuning perak fosfat.

3Ag+(ag) + HPO42-

(aq) → Ag3PO4(s) + H+(aq)

(16)

2.5 Persenyawaan Perak (Ag)

Persenyawaan perak, atau lebih dikenal dengan simbol kimianya Ag, adalah sebagian besar senyawa yang melibatkan unsur perak. Perak adalah logam transisi yang memiliki sifat-sifat unik dan beragam reaktivitas dengan berbagai senyawa kimia. Perak adalah elemen kimia yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dalam bentuk unsur murni atau senyawa perak. Mari kita jelaskan persenyawaan perak secara lebih mendalam, serta bagaimana mereka berperan dalam berbagai aplikasi dan reaksi kimia.

Salah satu senyawa perak yang umumnya ditemui adalah perak oksida (Ag2O). Perak oksida merupakan senyawa tak stabil yang terurai menjadi perak (Ag) dan oksigen (O2) saat dipanaskan secara perlahan. Persenyawaan kimia yang menggambarkan reaksi ini adalah 2 Ag2O → 4 Ag + O2. Proses ini sangat penting dalam kimia dan industri, terutama dalam pengolahan perak.

Selain perak oksida, perak juga membentuk senyawa dengan halogen- halogen lainnya, seperti fluorida (F), klorida (Cl), bromida (Br), dan iodida (I), yang dikenal sebagai perak halida. Dari semua perak halida, hanya AgF yang larut dalam air. AgCl tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam larutan NH4OH, Na2S2O3, dan KCN. AgBr sebagian larut dalam air, sedangkan AgI sangat larut dalam NH4OH. Selain AgF, semua halida perak ini peka terhadap cahaya. Reaksi kimia yang mewakili larutnya AgCl dalam NH4OH adalah sebagai berikut:

AgCl + 2 NH4OH → [Ag(NH3)2]Cl + 2 H2O.

Ini adalah reaksi yang menghasilkan senyawa diamina perak(I) klorida.

Selain itu, AgCl juga dapat larut dalam KCN dan Na2S2O3, menghasilkan senyawa potasium diciano argentate(I) dan natrium ditiokarbamat argentate(I) secara berurutan. Reaksi-reaksi ini mencerminkan sifat-sifat senyawa perak halida yang beragam.

Perak juga membentuk senyawa dengan nitrogen, seperti perak nitrat (AgNO3). Perak nitrat sering disebut sebagai lunar caustic dan memiliki sifat-sifat khusus. Pada pemanasan di atas 485 K, AgNO3 terurai menjadi perak nitrit, tetapi

(17)

pada pemanasan dengan api merah, ia memberikan perak. Reaksi kimia yang menggambarkan pembentukan perak dari AgNO3 adalah

2AgNO3 + 2NaOH → Ag2O + 2NaNO3 + H2O.

AgNO3 juga berinteraksi dengan alkali, membentuk oksida perak yang dapat larut dalam NH4OH, membentuk ion kompleks. Reaksi ini dapat ditunjukkan dengan persamaan kimia berikut:

2 AgNO3 + 2 NH4OH → Ag2O + 2 NH4NO3 + H2O, dan Ag2O + 4 NH4OH → 2 [Ag(NH3)2]OH + 3 H2O.

Selain itu, AgNO3 dapat bereaksi dengan iodin (I2) dalam dua cara yang berbeda, menghasilkan AgIO3, AgI, dan HIO3. Ini adalah reaksi kimia yang melibatkan perak nitrat dan iodin. Selanjutnya, AgNO3 memiliki sifat reduksi terhadap bahan organik, yang menghasilkan logam perak berwarna hitam.

Reaksinya adalah 2 AgNO3 + H2O → 2 Ag + 2 HNO3 + [O], yang mengoksidasi bahan organik yang berkontak dengan AgNO3. Itulah mengapa AgNO3 digunakan dalam penyusunan tinta dan pewarna rambut.

Selanjutnya, perak fulminat (AgONC) adalah senyawa yang sangat peka terhadap sentuhan dan merupakan bahan peledak kuat. Biasanya digunakan dalam topi perkusi dan dibuat dengan mereaksikan asam nitrat dengan etanol (C2H5OH).

Perak azida (AgN3) diperoleh melalui reaksi perak nitrat dengan natrium azida (NaN3). Selain itu, perak juga membentuk senyawa asetilida saat bereaksi dengan gas asetilena.

Terakhir, perak karbonat (Ag2CO3) adalah senyawa yang mengendap ketika perak nitrat diberi perlakuan dengan asam karbonat (Na2CO3). Ini adalah reaksi kimia yang menghasilkan endapan Ag2CO3 yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi kimia.

Secara keseluruhan, senyawa-senyawa perak memiliki berbagai sifat dan aplikasi yang berbeda dalam kimia dan industri. Mereka terlibat dalam reaksi kimia yang menghasilkan logam perak dalam berbagai bentuk dan digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari seni hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keberagaman sifat-sifat senyawa perak ini menjadikannya salah satu unsur yang paling menarik dalam dunia kimia.

(18)

2.6 Proses Pembuatan dan Pengolahan Perak (Ag)

Proses pembuatan dan pengolahan perak (Ag) adalah suatu rangkaian langkah yang rumit untuk mengambil logam mulia ini dari bijih perak. Sejarah pengolahan perak telah berkembang dari metode primitif pada abad keenam belas di Meksiko hingga proses modern yang canggih. Salah satu metode awal yang digunakan adalah proses teras, yang melibatkan pencampuran bijih perak dengan garam, tembaga sulfida, dan air. Kemudian, klorida perak yang dihasilkan dicampur dengan merkuri. Namun, metode ini terbukti tidak efisien dan digantikan oleh proses Patera von.

Proses Patera von melibatkan pemanasan bijih perak dengan garam batu, menghasilkan klorida perak, yang kemudian tercuci dengan hyposulfite natrium.

Saat ini, ada berbagai proses yang digunakan untuk mengekstrak perak dari bijih, salah satunya adalah metode sianida atau proses resapan tumpukan, yang telah menjadi metode populer dalam industri pertambangan karena biaya yang relatif murah.

Namun, metode sianida ini memiliki persyaratan khusus, seperti ukuran partikel perak yang kecil, reaktivitas perak terhadap larutan sianida, bijih perak yang bebas dari kontaminasi mineral lain, dan perak harus bebas dari mineral sulfida. Ide untuk sianidasi sebenarnya sudah ada sejak abad kedelapan belas, ketika penambang Spanyol menggunakan larutan asam pada tumpukan bijih tembaga oksida. Proses ini terus berkembang hingga mencapai bentuknya yang sekarang pada abad kesembilan belas.

Sebuah langkah kunci dalam proses sianida adalah persiapan bijih perak.

Pertama-tama, bijih perak harus dihancurkan menjadi potongan-potongan dengan diameter sekitar 1-1,5 inci dan diperlukan penambahan kapur per ton bijih perak untuk menciptakan lingkungan basa yang diperlukan. Bijih perak harus benar- benar teroksidasi sehingga logam mulia tidak terperangkap dalam mineral sulfida.

Jika ada tanah liat dalam bijih, bijih tersebut perlu diaglomerasi untuk menciptakan tumpukan resapan yang seragam. Proses ini melibatkan

(19)

menghancurkan bijih, menambahkan semen, pencampuran, penambahan air atau larutan sianida, dan pengeringan selama 24-48 jam.

Langkah berikutnya adalah penghancuran bijih perak. Bijih dihancurkan dan ditumpuk di bantalan kedap untuk menghilangkan kotoran-kotoran dari larutan sianida perak. Bantalan ini biasanya terbuat dari bahan seperti aspal, plastik, lembaran karet, atau tanah liat. Bantalan tersebut biasanya dibentuk miring dalam dua arah untuk memfasilitasi drainase dan pengumpulan larutan.

Setelah bijih dihancurkan dan ditempatkan di bantalan, suatu larutan air dan sodium sianida ditambahkan ke bijih. Larutan ini dapat dikirimkan ke timbunan dengan menggunakan sistem sprinkler atau melalui metode penggenangan, termasuk selokan, injeksi, atau rembesan dari kapiler.

Setelah larutan sianida berinteraksi dengan bijih perak, langkah selanjutnya adalah pemurnian perak. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pemurnian perak, antara lain:

1. Metode Merrill-Crowe: Metode ini menggunakan debu seng untuk mengendapkan logam mulia dari larutan. Endapan perak kemudian disaring, dilelehkan, dan dibuat menjadi batangan-batangan perak.

2. Metode Penyerapan Karbon: Pemurnian dapat juga dilakukan melalui metode penyerapan karbon, di mana larutan yang dipompa melalui tangki atau menara yang mengandung karbon aktif. Dalam metode ini, penambahan larutan sulfida natrium membentuk endapan perak.

Alternatifnya, larutan dapat dilewatkan melalui bahan resin yang menarik logam perak.

3. Proses Parkes: Proses Parkes digunakan untuk memulihkan perak dari bijih seng bantalan yang juga mengandung timbal, tembaga, emas, dan logam lain yang bernilai komersial. Dalam proses ini, bijih dipanaskan hingga cair, dan kerak yang terbentuk pada permukaan berisi seng dan perak. Kerak ini kemudian dihapus, dan logam-logam tersebut mengalami proses distilasi untuk menghilangkan seng dari perak.

4. Proses Pemurnian Elektrolit: Proses pemurnian elektrolit digunakan untuk mengekstrak perak dari bijih yang mengandung tembaga. Bijih

(20)

ditempatkan dalam sel elektrolitik yang berisi elektroda positif (anoda) dan elektroda negatif (katoda) dalam larutan elektrolit. Ketika listrik dilewatkan melalui larutan, perak dan logam lain mengalami akumulasi sebagai lendir pada anoda, sedangkan tembaga diendapkan pada katoda.

Lendir-lendir ini dikumpulkan, kemudian dipanggang, dicuci, dan dilebur untuk menghilangkan kotoran. Logam yang dihasilkan kemudian dibentuk menjadi blok yang digunakan sebagai anoda dalam siklus elektrolisis berikutnya. Melalui proses ini, perak murni dapat disetorkan ke katoda.

Selain metode di atas, terdapat beberapa metode lain yang digunakan dalam pemurnian perak. Salah satunya adalah metode cupellation, yang pada zaman kuno digunakan untuk mengambil perak dari logam timbal. Dalam metode ini, lead dilelehkan dalam "cupel," dan udara ditiupkan di seluruh permukaan.

Logam paduan tersebut teroksidasi, sehingga logam-logam dasar meninggalkan bijih perak. Proses ini didasarkan pada prinsip bahwa logam mulia tidak teroksidasi atau bereaksi secara kimia, sehingga ketika mereka dipanaskan pada suhu tinggi, logam-logam mulia tetap terpisah dan yang lainnya bereaksi membentuk terak atau senyawa lainnya.

2.7 Keberadaan dan Ekstraksi Perak (Ag)

Perak, elemen kimia dengan lambang Ag dan nomor atom 47, memiliki keberadaan yang menarik dalam alam dan merupakan salah satu logam berharga yang memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perak ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk murni, paduan dengan emas yang dikenal sebagai elektrum, dan dalam berbagai jenis bijih yang mengandung unsur-unsur lain seperti belerang, arsen, antimon, atau klorin.

Beberapa contoh bijih perak yang ditemukan termasuk argentit (Ag2S), klorargirit (AgCl), yang juga dikenal sebagai perak tanduk, serta pirargirit (Ag3SbS3).

Sumber utama perak berasal dari berbagai jenis bijih logam lain, seperti bijih tembaga, tembaga-nikel, timah, dan timbal-seng. Negara-negara yang memiliki sumber daya bijih perak yang signifikan termasuk Peru, Bolivia, Meksiko, China, Australia, Chile, Polandia, dan Serbia. Peru, Bolivia, dan Meksiko telah menjadi produsen perak sejak tahun 1546 dan masih menjadi

(21)

produsen utama di dunia hingga saat ini. Beberapa tambang perak teratas di dunia termasuk Cannington di Australia, Fresnillo di Meksiko, San Cristobal di Bolivia, Antamina di Peru, Rudna di Polandia, dan tambang polimetal Peñasquito di Meksiko. Selain itu, proyek pengembangan tambang perak juga terus berkembang, seperti Pascua Lama di Chile, Navidad di Argentina, Jaunicipio di Meksiko, Malku Khota di Bolivia, dan Hackett River di Kanada. Di Asia Tengah, Tajikistan juga dikenal memiliki beberapa deposit perak terbesar di dunia.

Produksi perak pada umumnya terjadi sebagai produk sampingan dari proses pemurnian logam lain seperti tembaga, emas, nikel, dan seng. Proses ekstraksi perak dari bijihnya melibatkan penggunaan ion kompleks Ag(CN)2, yang merupakan metode yang sangat efisien. Bijih perak, seperti Ag2S, sangat tidak larut dalam air, sehingga untuk mengatasi ini, udara dihembuskan ke dalam campuran untuk mengoksidasi senyawa sulfur menjadi sulfat. Selanjutnya, perak dapat diendapkan sebagai unsur bebas dengan bantuan suatu reduktor seperti seng atau aluminium.

Perak komersial yang baik memiliki kemurnian setidaknya 99,9%, dan tersedia juga perak dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi dari 99,999%.

Pada tahun 2014, Meksiko merupakan produsen utama perak dengan 5.000 ton, yang menyumbang 18,7% dari total produksi perak dunia sebesar 26.800 ton.

Meksiko diikuti oleh China dengan 4.060 ton dan Peru dengan 3.780 ton.

Produksi perak di Indonesia juga signifikan dengan cadangan yang cukup besar, dan diperkirakan dapat dieksploitasi selama lebih dari 50 tahun ke depan.

Indonesia, sebagai salah satu produsen perak terbesar di dunia, memberikan kontribusi sebesar 0,93% dari total produksi perak dunia. Beberapa daerah di Indonesia yang dikenal sebagai produsen perak antara lain Bengkalis di Sumatra, Bolaang Mangondow di Sulawesi Utara, Cikotok di Jawa Barat, Logas di Riau, Meulaboh di Aceh, dan Rejang Lebong di Bengkulu. Perak dalam kondisi alaminya ditemukan bersama-sama dengan berbagai logam lain dalam lapisan- lapisan batuan. Selain itu, perak juga ditemukan dalam bentuk persenyawaan dengan mineral dan bijih logam lain seperti light ruby silver (Ag3AsS3), dark ruby

(22)

silver (Ag3SbS3), horn silver (AgCl), dan argentit (Ag2S). Beberapa mineral perak yang penting meliputi cerargyrite, pyrargyrite, sylvanite, dan argentite.

Ekstraksi perak biasanya dilakukan dengan melarutkan bijih perak dalam CN- , diikuti dengan pemindahan perak.

Ag2S (s) + 4 CN-(aq) →2 [Ag(CN)2] -(aq) + S2-(aq)

Ag2S sangat tidak larut dan untuk menekan kebalikan dari reaksi di atas, maka udara dihembuskan ke dalam campuran untuk mengoksidasi S2- menjadi SO42- .

Dalam proses industri, ekstraksi perak seringkali dilakukan bersamaan dengan ekstraksi emas, yang membuatnya menjadi aspek penting dalam industri pertambangan logam berharga. Perak umumnya ditemukan dalam lumpur anode yang dihasilkan selama proses pengolahan elektrolit tembaga. Selama proses ini, perak dapat diambil melalui proses Parkes. Pengolahan perak dari bijihnya umumnya melibatkan metode hidrometallurgi, yang melibatkan pemisahan logam dari campurannya dengan melarutkannya dalam air sebagai senyawa kompleks, dan kemudian mengendapkan logam tersebut sebagai unsur bebas dengan bantuan suatu reduktor.

Dalam industri, ekstraksi perak sering melibatkan penggunaan sianida untuk membentuk senyawa kompleks Ag(CN)2-. Misalnya, perak dapat diekstraksi dari AgCl dengan menambahkan ion sianida:

AgCl (s) + 2 CN-(aq) → Ag(CN)2-

(aq)+ Cl- (aq)

4 Ag (s) + 8 CN- (aq) + O2(g)+ 2 H2O (l) → 4 Ag(CN)2-

(aq)+ 4 OH-(aq)

Agar reaksi ini berjalan dengan baik, udara juga sering dihembuskan ke dalam campuran untuk mengoksidasi senyawa sulfur menjadi sulfat. Setelah itu, perak dapat dibebaskan dengan menambahkan zeng atau aluminium sebagai reduktor:

2 Ag(CN)2-

(aq) + Zn (s) →2 Ag (s) + Zn(CN)4- (aq)

Proses ini memungkinkan pemisahan perak dari berbagai logam lainnya yang ada dalam bijih tersebut.

Secara keseluruhan, perak merupakan logam berharga yang memiliki keberadaan yang kompleks dalam alam dan memiliki peran penting dalam

(23)

berbagai industri, terutama dalam pembuatan perhiasan, koin, dan aplikasi teknologi tinggi. Ekstraksi perak dari bijihnya melibatkan berbagai metode kompleks yang memanfaatkan sifat kimia khusus dari perak, seperti kemampuannya untuk membentuk senyawa kompleks dengan sianida. Meskipun perak telah dieksplorasi dan ditambang selama berabad-abad, perannya dalam ekonomi dan industri masih sangat relevan hingga saat ini.

2.8 Kegunaan dan Aplikasi Perak (Ag)

Perak biasanya digunakan untuk perhiasan, perabotan perak, dsb. Dimana penampilan sangat penting. Campuran logam ini biasanya mengandung 92.5%

perak, dengan sisanya tembaga atau logam lainnya. Perak juga merupakan unsur penting dalam fotografi, dimana sekitar 30% konsumsi industri perak digunakan untuk bidang ini. Perak juga digunakan sebagai campuran logam pengganti gigi, solder, kotak listrik, dan baterai perak-timah danperak-cadmium. Cat perak digunakan untuk membuat sirkuit cetak. Perak juga digunakan untuk produksi kaca dan dapat didepositkan sebagai lapisan pada gelas atau logam lainnya dengan metoda chemical deposition, electrode position atau dengan cara penguapan.

1. Mata Uang

Perak, dalam bentuk electrum (emas-perak paduan), diciptakan untuk menghasilkan uang di sekitar 700 SM oleh Lydians. Kemudian, perak diperhalus dan diciptakan dalam bentuk murni. Banyak negara yang digunakan perak sebagai unit dasar nilai moneter. Dalam dunia modern, perak bullion memiliki kode mata uang ISO XAG. Nama satuan moneter Inggris Raya "pound" (£) mencerminkan fakta bahwa awalnya mewakili nilai satu troy pound dari perak. Pada 1800-an, banyak negara, seperti Amerika Serikat dan Britania Raya, beralih dari perak ke standar emas nilai moneter, maka dalam abad ke-20 untuk unjuk currency jewellery dan perak Dewi Minerva pada sebuah piring perak Romawi, Abad ke-1 SM. Perak digunakan sebagai mata uang oleh beberapa individu, dan merupakan alat 13 pembayaran yang sah di negara bagian Utah, Amerika Serikat. Koin perak juga digunakan sebagai investasi untuk menjaga terhadap inflasi dan devaluasi.

(24)

2. Perhiasan dan Piranti Perak

Perhiasan dan perak secara tradisional terbuat dari sterling silver (standar silver), sebuah paduan dari 92,5% perak dengan 7,5% tembaga. Di AS, hanya sebuah paduan yang terdiri dari setidaknya 92,5% denda perak dapat dipasarkan sebagai "perak". Sterling silver lebih sulit dari pada perak murni, dan memiliki titik lebur yang lebih rendah (893°C) dari perak murni baik atau murni tembaga.

Britannia perak adalah sebuah alternatif standar mutu ciri mengandung 95,8%

perak, sering digunakan untuk membuat peralatan makan perak dan tempa piring.

Dengan penambahan germanium, yang dipatenkan diubah paduan Argentium Sterling Silver terbentuk, dengan sifat ditingkatkan termasuk ketahanan terhadap firescale.

Sterling silver jewelry sering dilapisi dengan lapisan tipis perak 0,999 baik untuk memberikan item mengilat selesai. Proses ini disebut "berkedip". Perhiasan perak juga dapat dilapisi dengan rhodium (untuk yang cerah, mengkilat tampak) dan emas(untuk membuat emas perak (silver gilt).

Perak adalah konstituen dari hampir semua karat berwarna emas dan karat emas paduan solder, memberikan paduan warna pucat dan kekerasan yang lebih besar. 9 karat emas putih mengandung 62,5% perak dan emas 37,5%, sementara emas 22 karat berisi hingga 8,4% perak atau 8,4% tembaga.

Historis pelatihan dan organisasi serikat termasuk pandai emas perak juga, dan kedua kerajinan tetap sebagian besar tumpang tindih. Tidak seperti pandai besi, perak tidak membentuk logam ketika sedang merah panas tetapi sebaliknya, bekerja pada suhu ruangan itu dengan lembut dan hati-hati hammerblows. Inti dari silversmithing adalah untuk mengambil sepotong logam datar dan dengan cara yang berbeda palu, pancang dan alat-alat sederhana lainnya, untuk mengubahnya menjadi benda yang berguna.

Sementara perak spesialisasi dalam, dan terutama bekerja, perak, mereka juga bekerja dengan logam lain seperti emas, tembaga, baja, dan kuningan.

Mereka membuat perhiasan, peralatan makan, baju zirah, vas, dan barang-barang seni lainnya. Karena perak adalah seperti logam malleable, perak memiliki

(25)

berbagai macam pilihan dengan bagaimana mereka lebih suka bekerja logam.

Secara historis, perak sebagian besar disebut sebagai pandai emas, yang biasanya serikat yang sama. Dalam tradisi perak barat Kanada, serikat tidak ada, namun, pendampingan melalui rekan menjadi metode pembelajaran profesional dalam komunitas pengrajin.

Perak lebih murah daripada emas, meskipun masih berharga, dan begitu juga sangat populer dengan perhiasan yang baru mulai keluar dan tidak mampu untuk membuat keping emas, atau sebagai bahan berlatih murid pandai emas.

Perak juga menjadi sangat modis, dan sering digunakan dalam perhiasan lebih artistik.

Perak tradisional kebanyakan dibuat "perak" (peralatan makan, meja sendok garpu, mangkuk, tempat lilin dan semacamnya). Hanya di lebih akhirakhir ini telah silversmithing menjadi terutama bekerja dalam perhiasan, seperti padat apalagi sekarang peralatan makan perak buatan tangan. Perak digunakan untuk penghargaan medali, yang menunjukkan tempat kedua. Beberapa high-end alat musik terbuat dari perak, seperti suling. Di Indonesia terdapat banyak sentra industri perak, dari Sabang sampai Merauke, antara lain Koto Gadang-Sumatera Barat, Kotagede di D.I Yogyakarta, Bangil di Jawa Timur dan Celuk di Bali. Tiap daerah memiliki keunikan tersendiri.

3. Energi Surya

Perak digunakan pada pabrikasi kristal panel surya. Perak juga digunakan dalam sel surya plasmonik. Sebanyak 100 juta ounces perak diproyeksikan untuk digunakan dalam energi surya pada tahun 2015. Perak merupakan pilihan lapisan reflektor untuk konsentrasi tenaga surya. Pada tahun 2009, para ilmuwan dari National Renewable Energy Laboratory (NREL) dan SkyFuel membentuk team untuk mengembangkan lembaran logam besar melengkung yang berpotensi 30%

lebih murah 14 daripada pengumpul konsentrasi tenaga surya terbaik saat ini dengan cara mengganti model berbasis kaca dengan lembaran polimer perak yang memiliki kinerja yang sama seperti cermin kaca yang berat, tetapi jauh lebih ringan dari segi biaya maupun bobot. Selain itu, ini juga jauh lebih mudah

(26)

dipasang dan diinstal. Lapisan mengkilap menggunakan beberapa lapis polimer, dengan lapisan dalam adalah perak murni.

4. Bidang Kedokteran

Perak dalam bidang kedokteran mencakup penggunaannya sebagai asuhan luka (wound dressing), dan fungsinya sebagai penyalut antibiotika untuk peralatan medis. Asuhan luka mengandung perak sulfadiazin atau perak nanomaterial yang dapat digunakan dalam penanganan infeksi. Perak juga digunakan dalam beberapa aplikasi medis, seperti kateter uriner dan pipa pernapasan endotrakea, yang beberapa bukti menunjukkan bahwa ini efektif dalam mengurangi infeksi saluran kencing yang berhubungan dengan kateter dan pneumonia akibat ventilator. Ion perak (Ag+ ) adalah bioaktif dan dalam konsentrasi yang memadai dapat membunuh bakteri in vitro. Perak dan perak nanopartikel digunakan sebagai antimikroba dalam berbagai industri, aplikasi kesehatan dan domestik.

Dalam kedokteran gigi, perak dapat dipadukan dengan merkuri, timah dan logam lain pada suhu ruang untuk membuat peleburan yang secara luas digunakan untuk tambalan gigi. Untuk membuat gigi campuran, bubuk campuran perak dan logam lain dicampur dengan merkuri untuk membuat pasta kaku yang dapat disesuaikan dengan bentuk rongga. Amalgam gigi mencapai kekerasan dalam beberapa menit awal namun set keras dalam beberapa jam.

5. Penyejuk Udara

Pada tahun 2014 para ilmuwan menemukan sebuah panel seperti cermin yang, jika dipasang pada gedung, bertindak layaknya sebuah penyejuk udara. Cermin itu terbuat dari beberapa lapisan logam berbentuk wafer tipis. Lapisan pertama adalah perak, bahan paling memantul di muka Bumi. Pada bagian puncak dari lapisan berseling ini adalah silikon dioksida dan hafnium oksida. Lapisan ini meningkatkan reflektivitas, tetapi juga mengubah cermin menjadi radiator termal.

6. Pemurnian Air

(27)

Perak digunakan dalam pemurni air. Ia mencegah bakteri dan alga tumbuh di dalam filter. Aksi katalitik perak, bekerja sama dengan oksigen, mensanitasi air dan menghilangkan kebutuhan klorin. Ion perak juga ditambahkan ke dalam sistem pemurnian air di rumah sakit, sistem air komunitas, kolam renang dan spa, menggantikan klorin.

7. Fotografi dan Elektronika

Fotografi digunakan 30,98% dari perak yang dikonsumsi pada tahun 1998 dalam bentuk perak nitrat dan perak halida. Pada tahun 2001, 23,47% digunakan untuk fotografi, sementara 20,03% digunakan dalam perhiasan, 38,51% untuk industri menggunakan, dan hanya 3,5% untuk koin dan medali. Penggunaan perak di fotografi telah dengan cepat menurun, karena permintaan lebih rendah untuk warna konsumen film dari munculnya teknologi digital, sejak tahun 2007 dari 894.5 juta ons perak di suplai, hanya 128.3 juta ons (14,3%) yang dikonsumsi oleh sektor fotografi, dan jumlah total yang dikonsumsi perak pada tahun 2007 oleh sektor fotografi dibandingkan dengan tahun 1998 adalah hanya 50%.

Beberapa produk listrik dan elektronik menggunakan perak untuk konduktivitas unggul, bahkan ketika ternoda. Sebagai contoh, sirkuit cetak dapat dibuat dengan menggunakan cat perak, dan keyboard komputer menggunakan listrik perak kontak. Beberapa high-end audio hardware (DAC, preamplifiers, dll) sepenuhnya perak-kawat, yang diyakini menyebabkan sedikit penurunan kualitas pada sinyal. Cadmium oksida perak digunakan dalam kontak tegangan tinggi karena dapat menahan lengkung.

Selama Perang Dunia II pasokan pendek tembaga membawa pemerintah menggunakan perak dari kubah Keuangan untuk konduktor di Oak Ridge National Laboratory. (Setelah perang berakhir, perak itu kembali ke kubah.) Perangkat kecil seperti alat bantu dengar dan jam biasanya menggunakan baterai oksida Silver karena kehidupan mereka yang panjang dan energi tinggi / weight ratio.

Penggunaan lain adalah kapasitas tinggi perak-seng dan perak-kadmium baterai.

8. Cermin Teleksopik

(28)

Cermin dalam hampir semua teleskop refleksi menggunakan salut aluminium vakum. Namun teleskop inframerah atau termal menggunakan cermin bersalut perak karena kemampuan perak merefleksikan beberapa jenis radiasi inframerah lebih efektif daripada aluminium, sama baiknya dengan kemampuan perak mereduksi jumlah radiasi aktual yang diemisikan dari cermin (emisivitas termalnya). Perak, sebagai lapisan pelindung atau peningkat kinerja, dianggap sebagai penyalut logam generasi selanjutnya untuk cermin teleskop reflektif.

9. Jendela

Dengan menggunakan suatu proses yang disebut pembersitan (bahasa Inggris: sputtering), perak, bersama dengan lapisan transparan optik lainnya, diaplikasikan pada gelas, menciptakan salut beremisivitas rendah yang digunakan dalam glazur isolasi berkinerja tinggi. Jumlah perak yang digunakan per jendela relatif kecil karena tebal lapisan perak hanya 10–15 nanometer. Namun, jumlah kaca bersalut perak yang diproduksi di seluruh dunia sekitar seratus juta meter persegi per tahun, memicu konsumsi perak menjadi 10 meter kubik atau 100 metrik ton per tahun. Warna perak yang terlihat pada kaca arsitektur dan jendela berwarna pada kendaraan diproduksi menggunakan pembersitan krom, baja nirkarat atau logam paduan lainnya. Lembaran poliester bersalut perak, yang digunakan untuk jendela retrofit, merupakan metode populer lainnya untuk mengurangi transmisi cahaya.

10. Pengobatan

Perak senyawa ion dan perak menunjukkan efek toksik pada beberapa bakteri, virus, ganggang dan jamur, khas untuk logam berat seperti timah atau merkuri, tetapi tanpa toksisitas tinggi dengan manusia yang biasanya berhubungan dengan logam lain tersebut. Efek yg menghapus kuman penyakit yang membunuh banyak mikroba organisme in vitro, tetapi pengujian dan standardisasi produk perak sulit.

Hippocrates, "bapak kedokteran", menulis bahwa perak telah menguntungkan penyembuhan penyakit dan anti-properti, dan Fenisia digunakan

(29)

untuk menyimpan air, anggur, dan cuka dalam botol perak untuk mencegah memanjakan. Pada awal 1900-an orang akan menaruh dolar perak dalam susu botol untuk memperpanjang kesegaran susu itu. Itu efek yg menghapus kuman penyakit dalam meningkatkan nilai peralatan dan sebagai perhiasan. Proses yang tepat perak itu efek yg menghapus kuman penyakit masih belum sepenuhnya dipahami, meskipun teori-teori yang ada. Salah satunya adalah efek oligodynamic, yang menjelaskan efek mikroorganisme tetapi tidak akan menjelaskan efek antivirus.

Perak secara luas digunakan dalam topical gel dan diresapi ke perban karena lebar spektrum aktivitas antimikroba. Anti-mikroba sifat perak berasal dari sifat-sifat kimia dari bentuk terionisasi, Ag +. Ion ini membentuk ikatan molekul yang kuat dengan zat lain yang digunakan oleh bakteri untuk bernafas, seperti molekul yang mengandung belerang, nitrogen, dan oksigen. Ketika Ag + membentuk ion kompleks dengan molekul-molekul ini, mereka dianggap tidak dapat digunakan oleh bakteri, menghilangkan mereka senyawa yang diperlukan dan akhirnya menimbulkan kematian bakteri.

Senyawa perak digunakan untuk mencegah infeksi dalam Perang Dunia I sebelum munculnya antibiotik. Solusi perak nitrat menggunakan lanjutnya, kemudian digantikan dengan perak sulfadiazin krim (SSD Cream), yang umumnya menjadi "standar perawatan" bagi perawatan antibiotik antibakteri dan luka bakar serius hingga akhir 1990-an. Sekarang, pilihan lain, seperti pembalut berlapis perak (perak diaktifkan dressing), digunakan sebagai tambahan krim SSD. Namun, bukti untuk efektivitas perakdiperlakukan seperti saus dicampur dan meskipun bukti-bukti yang cukup menjanjikan itu dirusak oleh kualitas masyarakat miskin pencobaan digunakan untuk menilai produk tersebut. Oleh karena itu review sistematis utama oleh Cochrane Kolaborasi ditemukan cukup bukti untuk merekomendasikan penggunaan saus diperlakukan perak untuk mengobati luka yang terinfeksi.

Ada minat baru perak sebagai antimikroba spektrum luas agen. Satu aplikasi telah perak yang digunakan dengan alginate, sebuah biopolymer alami yang berasal dari rumput laut, dalam berbagai produk yang dirancang untuk

(30)

mencegah infeksi luka sebagai bagian dari prosedur manajemen, terutama berlaku untuk membakar korban. Pada tahun 2007, melihat pertama antibakteri kaca diperkenalkan untuk memerangi infeksi rumah sakittertangkap: ini ditutup dengan lapisan tipis dari perak. Di samping itu, US Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini menyetujui bernapas endotracheal tabung dengan lapisan perak bagus untuk digunakan dalam mekanik ventilasi, setelah studi menemukan itu mengurangi risiko ventilatorassociated pneumonia.

11. Pakaian

Perak menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Itu membuat bau ke minimum dan mengurangi risiko infeksi bakteri dan jamur. Pakaian, kombinasi perak dan kelembaban gerakan (wicking) dapat membantu mengurangi efek berbahaya dari penggunaan jangka panjang dalam kondisi aktif dan lembab. Perak digunakan dalam pakaian dalam dua bentuk utama: 1) Suatu bentuk yang ion perak diintegrasikan ke dalam polimer dari benang yang dibuat (suatu bentuk nanoteknologi) 2) Suatu bentuk yang dilapisi perak ke benang. Dalam kedua kasus, perak mencegah pertumbuhan spektrum yang luas bakteri dan jamur.

12. Aplikasi industri dan komersial lainnya

Perak dan alloy perak digunakan dalam konstruksi banyak jenis alat musik tiup bermutu tinggi. Flute, umumnya terbuat dari alloy perak atau berlapis perak, baik untuk penampilan maupun memanfaatkan sifat friksi permukaan perak. Alat musik tiup kuningan, seperti terompet dan bariton, juga umum dilapisi perak.

Oleh karena perak mudah menyerap neutron bebas, ia banyak digunakan untuk membuat batang pengendali untuk mengatur reaksi fisi nuklir dalam reaktor nuklir air bertekanan, umumnya dalam bentuk alloy yang mengandung 80%

perak, 15% indium, dan 5% kadmium.

Perak digunakan untuk membuat solder dan aloy kuningan dan sebagai lapisan tipis pada permukaan dapra (bearing) yang dapat memberikan kenaikan signifikan pada ketahanan gesekan dan mengurangi beban pada pekerjaan berat, terutama terhadap baja.

(31)

13. Biologi

Pewarna perak digunakan dalam biologi untuk meningkatkan kontras dan penampakan sel dan organel dalam mikroskopi. Camillo Golgi menggunakan pewarna perak untuk mempelajari sel sistem syaraf dan badan Golgi. Pewarna perak digunakan untuk mewarnai protein dalam elektroforesis gel dan gel poliakrilamida, baik sebagai pewarna utama atau untuk meningkatkan visibilitas dan kontras warna koloid emas.

2.9 Bahaya Perak (Ag)

Bahaya dari unsur perak (Ag) adalah topik yang sangat penting untuk dipahami, terutama karena perak adalah logam yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Untuk memberikan penjelasan yang rinci dan akurat tentang bahaya unsur perak, mari kita tinjau beberapa aspek penting yang terkait dengannya.

Salah satu bahaya utama yang terkait dengan perak adalah toksisitasnya terhadap manusia. Perak dapat menyebabkan berbagai efek toksik jika terpapar dalam jumlah yang signifikan. Meskipun perak adalah elemen yang terdapat dalam jumlah kecil dalam tubuh manusia dan diperlukan dalam jumlah sangat kecil untuk fungsi normal tubuh, paparan berlebihan dapat berdampak negatif.

Toksisitas akut perak termasuk gejala seperti muntah, diare, kebingungan, dan bahkan kerusakan organ yang serius. Paparan jangka panjang terhadap perak dalam jumlah yang signifikan dapat menyebabkan akumulasi perak dalam tubuh, yang disebut argyria, yang mengakibatkan perubahan warna kulit dan mata menjadi biru-hijau. Oleh karena itu, perlu berhati-hati dalam penggunaan produk yang mengandung perak, terutama jika digunakan secara berlebihan.

Selain bahaya bagi manusia, perak juga dapat berdampak negatif pada lingkungan. Penggunaan perak dalam industri seperti fotografi, elektronik, dan kimia memiliki potensi untuk mencemari air, udara, dan tanah. Perak dapat mencemari lingkungan melalui pelepasan limbah industri atau pembuangan barang-barang yang mengandung perak ke dalam alam. Ini dapat mengganggu

(32)

ekosistem perairan, merusak organisme akuatik, dan mengakibatkan bioakumulasi perak dalam rantai makanan. Oleh karena itu, perlu tindakan yang hati-hati untuk mengendalikan pelepasan perak ke lingkungan dan mempromosikan penggunaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Perak memiliki sifat antimikroba yang kuat, yang membuatnya digunakan dalam berbagai produk kesehatan seperti perban, kasa, dan peralatan medis.

Namun, penggunaan berlebihan dan tidak terkendali perak dalam produk-produk ini dapat berkontribusi pada resistensi antibiotik. Ketika bakteri terpapar perak dalam jumlah yang berlebihan secara berulang, mereka dapat mengembangkan resistensi terhadap efek antimikroba perak. Ini menjadi masalah serius karena resistensi antibiotik membuat pengobatan infeksi bakteri menjadi lebih sulit dan mengancam kesehatan manusia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatur penggunaan perak dalam produk-produk medis dan memastikan bahwa ini dilakukan dengan hati-hati.

Para pekerja di industri yang terlibat dalam pengolahan perak dan produk- produk yang mengandung perak berisiko tinggi terpapar perak dalam jumlah yang signifikan. Paparan perak dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja, terutama jika tidak ada tindakan perlindungan yang memadai. Inhalasi debu perak, kontak kulit langsung dengan perak, atau paparan melalui proses produksi perak dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi kulit, dan bahkan kerusakan organ dalam jangka panjang. Oleh karena itu, industri yang menggunakan perak harus mematuhi standar keselamatan kerja yang ketat dan memberikan pelatihan kepada pekerja agar mereka dapat melindungi diri mereka dari paparan berbahaya.

Perak dapat bereaksi dengan zat lain yang ada di lingkungan atau dalam tubuh manusia, dan ini dapat menghasilkan senyawa yang berbahaya. Salah satu contohnya adalah reaksi perak dengan senyawa sulfur yang dapat ditemukan dalam beberapa jenis obat. Reaksi ini dapat menghasilkan senyawa yang kurang efektif atau bahkan lebih toksik daripada senyawa aslinya. Oleh karena itu, penting untuk memahami interaksi kimia yang terlibarat dengan perak dan menggunakannya dengan hati-hati dalam pengembangan obat-obatan dan produk- produk kesehatan.

(33)

Perak juga digunakan dalam beberapa aplikasi militer, terutama dalam pembuatan amunisi dan peralatan militer. Bahaya terkait dengan ini adalah penggunaan perak dalam konteks konflik dan perang. Amunisi yang mengandung perak dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan dampak jangka panjang pada lingkungan dan populasi yang terlibat dalam konflik bersenjata. Selain itu, penggunaan peralatan militer yang mengandung perak juga dapat menyebabkan paparan yang tidak diinginkan kepada personel militer yang berurusan dengan peralatan tersebut. Oleh karena itu, penggunaan perak dalam konteks militer harus dikelola dengan hati-hati dan mempertimbangkan dampak lingkungan serta kesehatan personel militer.

2.10 Penanganan Masalah Perak (Ag)

Penanganan masalah unsur perak (Ag) melibatkan berbagai aspek, terutama dalam konteks perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia. Unsur perak, meskipun tidak beracun dalam bentuk murninya, dapat menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan ketika terpapar dalam jumlah berlebihan.

Fokus utama dalam penanganan masalah ini adalah mengendalikan paparan perak agar tetap dalam tingkat yang aman.

Satu langkah penting dalam penanganan unsur perak adalah mengatur ambang batas paparan di udara. Dalam hal ini, batas paparan perak di udara harus dijaga agar tidak melebihi 0.01 gram per meter kubik (g/m3) selama periode kerja yang umumnya adalah 8 jam per hari dan 40 jam per minggu. Hal ini penting untuk melindungi pekerja yang berpotensi terpapar perak dalam lingkungan kerja.

Selain itu, penting juga untuk memahami bahwa senyawa-senyawa perak dapat diserap oleh tubuh manusia dan menghasilkan efek negatif jika tidak dikelola dengan baik. Kondisi yang dikenal sebagai argyria dapat terjadi ketika jumlah perak yang terlalu banyak terakumulasi dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan pigmen abu-abu muncul pada kulit dan selaput lendir manusia.

Oleh karena itu, penanganan yang tepat harus mencakup pencegahan terhadap penyerapan berlebihan senyawa perak dalam tubuh manusia.

(34)

Salah satu pendekatan untuk penanganan masalah ini adalah melalui penggunaan peralatan pelindung diri (PPE) dalam lingkungan kerja di mana paparan perak mungkin terjadi. PPE seperti masker pernafasan, sarung tangan, dan pelindung mata dapat membantu mengurangi risiko terpapar senyawa perak.

Selain itu, area kerja yang potensial terpapar perak juga harus dilengkapi dengan sistem ventilasi yang baik untuk menghilangkan partikel perak dari udara.

Selain perlindungan pekerja, perawatan yang tepat juga diperlukan untuk menghindari penggunaan perak yang berlebihan dalam produk-produk konsumen dan industri. Penggunaan garam perak dan senyawa perak harus diatur dengan ketat agar tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Ini mungkin melibatkan regulasi pemerintah dan pedoman industri.

Penting juga untuk mempromosikan alternatif yang lebih aman dalam industri dan aplikasi di mana perak digunakan secara ekstensif. Misalnya, dalam aplikasi medis, penelitian tentang penggantian perak dengan bahan-bahan yang kurang berbahaya harus diintensifkan. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan perak dalam situasi yang berisiko tinggi.

Akhirnya, penting untuk mendidik masyarakat tentang bahaya paparan perak dan bagaimana melindungi diri dari paparan yang berlebihan. Sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan perak yang bijak dan aman adalah langkah penting dalam penanganan masalah unsur perak.

Dalam penanganan masalah unsur perak, perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia merupakan prioritas utama. Dengan mengatur ambang batas paparan, menggunakan PPE, mengatur penggunaan perak, mencari alternatif yang lebih aman, dan mendidik masyarakat, kita dapat meminimalkan dampak negatif yang dapat diakibatkan oleh unsur perak, sambil tetap memanfaatkan sifat antimikroba perak yang bermanfaat.

2.11 Harga Perak (Ag)

Harga perak (Ag) merupakan parameter penting dalam dunia ekonomi global dan telah mengalami fluktuasi sepanjang sejarahnya. Pada tanggal 12 Maret 2016, harga perak mencapai sekitar US$483,91 per kilogram atau

(35)

US$15,61 per troy ounce. Hal ini setara dengan sekitar 1/80 dari harga emas, yang menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara dua logam mulia tersebut.

Namun, perlu dicatat bahwa harga perak bisa bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk permintaan dan penawaran pasar.

Selama beberapa tahun terakhir, harga perak telah mengalami kenaikan yang tajam. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya minat investor dalam logam mulia ini dan peningkatan permintaan untuk keperluan manufaktur. Pada akhir April 2011, harga perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar

$49,76 per troy ounce. Namun, jika melihat ke masa lalu, harga perak pernah mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi. Pada awal abad ke-15, harga perak diperkirakan telah mencapai lebih dari $1.200 per ounce, jika dihitung berdasarkan nilai dolar pada tahun 2011.

Sejarah perak juga memiliki keterkaitan dengan hukum Yahudi. Dalam hukum Yahudi, nilai terendah yang dapat dijadikan dasar pengadilan oleh pengadilan Yahudi, atau Beth Din, adalah shova pruta, yang memiliki nilai koin Babilonia pruta. Nilai ini tetap setara dengan 0,025 gram perak murni atau dalam kondisi yang telah dimurnikan, sesuai dengan harga pasar saat itu.

Tradisi Yahudi terkait perak juga masih berlanjut hingga saat ini. Pada ulang tahun pertama anak pertama, orang tua membayar lima koin perak murni kepada seorang Kohen atau imam sebagai bagian dari tradisi. Saat ini, hukum di Israel menetapkan bahwa koin perak yang digunakan dalam konteks ini memiliki berat sekitar 117 gram.

Perak juga memiliki peran penting dalam warisan dan pemberian dalam tradisi Yahudi, di mana para Kohen sering memberikan kembali perak tersebut sebagai hadiah kepada anak yang mewarisinya. Dengan demikian, selain menjadi aset ekonomi, perak juga memiliki nilai simbolis dan budaya yang mendalam dalam masyarakat Yahudi.

(36)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perak, dengan nomor atom 47 dan simbol Ag, merupakan unsur logam yang berasal dari bahasa Latin "argentum," yang berarti abu-abu atau bersinar.

Sebagai logam transisi, perak memiliki karakteristik yang unik: teksturnya lembut, berwarna putih, dan berkilau. Ini adalah logam yang memiliki konduktivitas listrik, konduktivitas termal, dan reflektivitas tertinggi di antara semua unsur logam. Terdapat dalam bentuk murni, seperti perak asli, dalam

Referensi

Dokumen terkait

Kimia Anorganik II mempelajari konsep-konsep orbital molekul dan geometri kemas rapat dalam padatan, ikatan ionik, metalurgi, sifat, reaksi dan kegunaan logam, oksida dan senyawa

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi volum NaBH 4 0,1.. M dengan AgNO 3 0,11 mM terhadap sifat optik larutan nanopartikel

Hasil validasi metode analisis kimia bijih sulfida Cu, Pb, Zn, Ag, dan Au menunjukkan recovery, akurasi, dan presisi yang baik, maka standar operasional prosedur

Untuk berbagai aplikasi tersebut diperlukan kendali yang kuat dalam hal bentuk dan ukuran dari nanomaterial karena sifat fisika dan kimia dari material nano

an$ak sen$awa kimia denan st#kt# be#beda tetai memn$ai sifat fisik  sama see#ti este# k!o#ofo#m dan nit#oen oksida daat menimb!kan efek

Prosedur yang disusun adalah prosedur analisis kimia bijih sulfida untuk parameter uji unsur-unsur Cu, Pb, Zn, Ag, dan Au dengan menggunakan instrumen analisis

Perak adalah suatu unsur kimia dalam table periodik yang memiliki lambang Ag dan nomor atom 47.Lambangnya berasal dari bahasa Latin, yaitu Argentum.Perak merupakan logam

Meskipun magnesium memiliki banyak kegunaan yang penting dalam berbagai aplikasi industri dan biologis, seperti dalam pembuatan logam paduan, produksi energi, dan kesehatan tubuh