• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KINERJA INDUSTRI KELOMPOK 4

N/A
N/A
Egi Ispreidi Maha

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH KINERJA INDUSTRI KELOMPOK 4 "

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KINERJA INDUSTRI

Dosen Pengampu : Yudi Pungan, SE., MS Mata Kuliah : Seminar Ekonomi Industri

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4

1. EGI ISPREIDI MAHA (203010301033)

2. DITYA SRIWAHYUNI SINURAT (203020301087) 3. JETTI LAOLI (203030301122)

4. RISDA OKTAVIA SIAHAAN (203020301069 5. YELIN TRIANI (203010301009)

UNIVERSITAS PALANGKARAYA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN

TAHUN AJARAN 2022/2023

(2)

DAFTRA ISI

(3)

PEMBAHASAN A. PERKEMBANGAN KONSEP PENGUKURAN

Pengukuran kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil pengukuran tersebut kemudian digunakan sebagai umpan balik dalam bentuk tindakan yang efektif dan efisien dan akan memberikan informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana perusahaan memerlukan penyesuaian-penyesuaian atas aktivitas perencanaan dan pengendalian.

Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja bertujuan untuk memotivasi karyawan agar dapat mencapai sasaran organisasi dan mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar menghasilkan tindakan yang diinginkan oleh organisasi.

Pengukuran kinerja digunakan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya diinginkan melalui umpan balik hasil kerja, serta sebagai landasan untuk memberikan penghargaan kepada orang yang telah mencapai atau melebihi tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Mahmudi (2005), tujuan pengukuran kinerja adalah sebagai berikut:

Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi. Penilaian kinerja berfungsi sebagai tonggak yang menunjukkan tingkat ketercapaian tujuan dan menunjukkan apakah organisasi berjalan sesuai arah atau menyimpang dari tujuan yang ditetapkan.

Menyediakan sarana pembelajaran pegawai. Penilaian kinerja merupakan sarana untuk pembelajaran pegawai tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dan memberikan dasar dalam perubahan perilaku, sikap, ketrampilan atau pengetahuan kerja yang harus dimiliki pegawai untuk mencapai hasil kerja terbaik.

Memperbaiki kinerja periode-periode berikutnya. Penerapan penilaian kinerja dalam jangka panjang bertujuan untuk membentuk budaya berprestasi di dalam organisasi dengan menciptakan keadaan dimana setiap orang dalam organisasi dituntut untuk berprestasi.

Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan, pemberian penghargaan dan hukuman. Organisasi yang berkinerja tinggi berusaha menciptakan sistem penghargaan seperti kenaikan gaji/tunjangan, promosi atau hukuman seperti penundaan promosi atau teguran, yang memiliki

(4)

hubungan yang jelas dengan pengetahuan, ketrampilan dan kontribusi terhadap kinerja organisasi.

Memotivasi pegawai. Dengan adanya penilaian kinerja yang dihubungkan dengan manajemen kompensasi, maka pegawai yang berkinerja tinggi atau baik akan memperoleh penghargaan.

Menciptakan akuntabilitas publik. Penilaian kinerja menunjukkan seberapa besar kinerja manajerial dicapai yang menjadi dasar penilaian akuntabilitas. Kinerja tersebut harus diukur dan dilaporkan dalam bentuk laporan kinerja sebagai bahan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan berguna bagi pihak internal maupun eksternal organisasi.

B. PENDEKATAN OPERASIONAL

Proses transformasi manajerial merupakan tugas manajer untuk mengubah input dengan cara yang efisien dan seefektif mungkin menjadi output. Pendekatan yang paling komprehensif dan bermanfaat adalah dengan menggunakan fungsi- fungsi manajerial sebagai kerangka kerja/ framework untuk mengorganisasikan pengetahuan manajerial.

Sistem komunikasi. Komunikasi sangat penting bagi proses manajerial karena dua alasan: (1) menggabungkan fungsi-fungsi manajerial: (a) penting untuk pemilihan, penilaian dan training manajer dalam berperan di struktur organisasi. (b) Kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk motivasi tergantung pada komunikasi.(c) Untuk menentukan/melihat apakah pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. (2) Untuk menghubungkan perusahaan dengan lingkungan eksternalnya. Output. Tugas manajer untuk menjamin/menjaga dan menggunakan input perusahaan dan mengubahnya melalui fungsi manajerial ke dalam output.

Sistem penguatan kembali (reenegizing) penting untuk diperhatikan bahwa dalam model sistem manajemen operasional beberapa output akan menjadi input kembali. Begitu pula profit, kelebihan pendapatan terhadap biaya akan diinvestasikan kembali dalam bentuk kas dan barang-barang capital (mesin, peralatan, bangunan-bangunan dan persediaan). Pendekatan sistem operasional ini digambarkan oleh H. Weihrich dan H. Koontz.

C. PENDEKATAN PRODUKTIVITAS

Pendekatan Produktivitas adalah pengukuran seberapa baik sumber daya digunakan bersama di dalam organisasi untuk menyelesaikan kumpulan hasil-hasil. Unsur-unsur produktivitas terdiri dari tiga unsur penting, antara lain efisiensi, efektivitas dan kualitas, yang dapat dijelaskan lebih lanjut.

Efisiensi adalah Jika mencari arti kata efisiensi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisiensi diartikan sebagai ketepatan cara dalam melaksanakan suatu usaha atau kerja, dalam menjalankan sesuatunya dengan tidak membuang tenaga, waktu, dan biaya yang besar

(5)

Efektivitas adalah ada dasarnya efektivitas merupakan tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan. Efektivitas adalahpengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuanyang telah ditentukan sebelumnya.

Kualitas adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu. Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis, rekayasa, dan manufaktur dalam kaitannya dengan teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, seperti Six Sigma, TQM, Kaizen, dan lain-lain.

Contoh produktivitas berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

1.Produktivitas Parsial. Produktivitas parsial merupakan rasio keluaran terhadap salah faktor yang ada pada rasio masukan

2.Produktivitas Total Faktor 3.produktivitas Multi Faktor

Tujuan dari produktivitas menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi dengan mungkin adalah memanfaatkan sumber daya secara efisien.

D. RESPONSIVITAS PASAR

Responsivitas pasar adalah Orientasi Pasar yaitu:

a. Generation of market intelligence

Market intelligence merupakan suatu rangkaian prosedur dan sumber yang digunakan oleh manajer dalam memperoleh informasi mengenai perubahan dari lingkungan pasar (Kotler, 2000). Market intelligence tidak hanya berfokus pada kebutuhan dan preferensi konsumen namun juga melibatkan analisis terhadap lingkungan luar yang berpengaruh terhadap kebutuhan dan preferensi tersebut.

b. Intelligence dissemination

Intelligence dissemination menekankan pada kesamaan perolehan nformasi bagi seluruh fungsi dalam organisasi. Informasi yang telah dikumpulkan melalui proses generation of market intelligence lalu akan

E. EFEKTIVITAS PENJUALAN

Efektivitas selalu berkaitan dengan tujuan perusahaan. Aktivitas suatu pusat pertanggungjawaban ataupun unit organisasi bisa dikatakan efektif dengan adanya kontribusi yang diberikan selama pencapaian tujuan perusahaan. Artinya semakin besar kontribusi keluaran suatu unit organisasi terhadap pencapaian tujuan perusahaan, semakin efektif kegiatan unit organisasi tersebut.

Menurut Mardiasmo (2005:123), efektivitas adalah hubungan di dalam pencapaian tujuan atau target kebijakan (hasil guna) yang menjadi hubungan antara keluaran dengan sasaran yang perlu dicapai. Aktivitas operasional bisa dikatakan efektif jika proses aktivitas telah mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan.

(6)

Menurut Iskandar (2017:168), penjualan merupakan pembelian suatu (barangatau jasa) dari suatu pihak kepada pihak lainnya dengan mendapatkan ganti uang dari pihak tersebut, penjualan juga merupakan suatu sumber pendapatan perusahaan, jika penjualan semakin besar maka pendapatan semakin besa pula yang diperoleh perusahaan.

Aktivitas penjualan perusahaan dikatakan telah efektif apabila penjualan dalam suatu perusahaan telah mencapai hasil yang diharapkan perusahaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Menurut Sugian (2006:77), efektivitas penjualan adalah tingkat realisasi aktivitas-aktivitas penjualan yang direncanakan dan hasil-hasil yang diraih.

Fungsi efektivitas penjualan menurut Swasta (2010:404), ialah dimana fungsi penjualan yang dapat meliputi aktivitas-aktivitas yang dilakukan penjual untuk dapat merealisasikan penjualan seperti :

1) Menciptakan permintaan.

2) Mencari pembeli.

3) Membicarakan syarat-syarat penjualan.

4) Memindahkan hak milik.

F. EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN PASAR

Pengembangan pasar merupakan sebuah usaha yang dilakukan dalam meningkatkan penjualan dari hasil produk yang dihasilkannya. Kegiatan ini merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas perusahaan.

Strategi Pengembangan Pasar

Memperkenalkan produk yang ada saat ini pada pasar baru. Strategi pengembangan pasar ke pasar baru ini dijalankan dengan cara memperluas area wilayah yang baru, menambah segmen yang baru, merubah dari bukan pemakai menjadi pemakai dan menarik pelanggan dari pesaing. Berikut ada beberapa pedoman terkait strategi pengembangan pasar secara efektif:

1. Saluran distribusi baru yang lebih handal, murah berkualitas dan tentunya bagus 2. Perusahaan berhasil meraih kesuksesan pada apa yang dilakukan

3. Ada kelebihan kapasitas produksi

4. Ada pasar baru yang belum dimanfaatkan atau belum jenuh 5. Industri pasar menjadi global secara cepat

6. Perusahaan mempunyai modal dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola operasi yang sudah diperluas.

G. RESPONSIVITAS TERHADAP PELANGGAN

Menurut Mawarni, dkk (2014), responsivitas adalah kemampuan lembaga publik dalam merespon kebutuhan masyarakat terutama yang berkaitan dengan basic needs

(7)

(kebutuhan dasar) dan HAM (hak sipil, hak politik, hak ekonomi, hak sosial, dan hak budaya).

Responsivitas adalah kemampuan lembaga atau organisasi termasuk aparatur di dalamnya untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dan prioritas pelayanan serta mengembangkan berbagai program pelayanan baru sesuai pengetahuan dan tuntutan baru terkait waktu, akses dan komunikasi.

Responsivitas merupakan bentuk tanggapan dan kerelaan penyedia layanan dalam membantu memberikan pertolongan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan.

Responsivitas juga menunjuk pada keselarasan antara program dan kegiatan pelayanan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Responsivitas sangat diperlukan di dalam pelayanan publik karena hal tersebut merupakan bukti kemampuan organisasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat.

Responsivitas juga menjadi salah satu indikator pelayanan berkaitan dengan daya tanggap aparatur terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pelayanan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Responsivitas menunjukkan keselarasan antara program dan kegiatan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat. Responsivitas dimasukkan dalam salah satu indikator kinerja, karena responsivitas secara langsung menggambarkan kemampuan organisasi publik dalam menjalankan misi dan tujuannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Adapun prinsip dari responsibilitas adalah sebagai berikut : 1) Prinsip Aksestabilitas

2) Prinsip Kontinuitas 3) Prinsip Teknikalitas 4) Prinsip Profitabilitas 5) Prinsip Akuntabilitas H. EFEKTIVITAS PEMASOK

Pemasok adalah salah satu mitra (orang ataupun badang usaha) yang menyalurkan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dalam produksi barang ataupun jasa. Selain itu, pemasok adalah orang atau perusahaan yang menyediakan produk atau layanan kepada entitas atau perusahaan lain. Peranan atau fungsi pemasok dalam bisnis perusahaan adalah menyediakan produk-produk berkualitas tinggi dari produsen dengan harga yang baik kepada distributor atau pengecer untuk kemudian dijual kembali.

Pemasok memiliki fungsi yang sangat penting di dalam setiap tahap siklus peredaran produk barang maupun jasa. Dalam hal ini peranan penting pemasok adalah mulai dari penyediaan sumber bahan baku untuk membantu meningkatkan produksi, dan untuk menemukan pilihan yang lebih baik untuk bahan baku di saat pasar mulai jenuh. Sebuah perusahaan perlu bekerja sama dengan pemasok mereka untuk mendapatkan bahan baku yang terbaik untuk produk mereka.

Bisnis harus mencapai keseimbangan yang tepat karena pemasok perlu mengetahui nilai bisnis perusahaan sebelum mereka memberikan produk atau layanan yang baik dan

(8)

berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika efektivitas pemasok dimanfaatkan dengan baik maka banyak manfaat yang akan diperoleh oleh perusahaan diantaranya:

1. Pengurangan Biaya

Bekerja dengan satu atau dua pemasok yang dapat menyediakan banyak bahan berbeda lebih baik daripada memiliki banyak pemasok berbeda. Ini berarti perusahaan dapat bekerja untuk meningkatkan layanan pemasok dan mengurangi biaya.

2. Mendorong Inovasi

Ketika sebuah perusahaan bekerja sama dengan pemasok, mereka dapat bekerja sama untuk melakukan inovasi. Melalui hal ini, kedua belah pihak dapat meningkatkan penawaran mereka secara eksponensial.

3. Kolaborasi

Ketika perusahaan membangun hubungan yang kuat dengan pemasok mereka, umpan balik dan komunikasi menjadi lebih terbuka dan mudah. Kolaborasi menjadi lebih mudah dilakukan dengan cara ini dan perusahaan dapat memberikan pengawasan kepada pemasok mereka sehubungan dengan cara meningkatkan layanan kepada perusahaan dan sebaliknya.

4. Peningkatan proses kerjasama di kedua belah pihak

Ketika umpan balik menjadi hal yang biasa, perusahaan dan pemasok akan mulai memahami cara kerja dalam mempertahankan hubungan baik mereka. Pemasok akan mulai memahami produk apa yang mungkin diminati perusahaan, dan perusahaan akan tahu waktu yang tepat untuk memesan produk atau bahan baku dari pemasok mereka sehingga mereka bisa menerima pesanan yang benar di waktu yang tepat.

I. EFISIENSI OPERASIONAL

Efisiensi operasional merupakan upaya untuk mengukur seberapa baik profit yang didapat sebagai fungsi dari biaya operasional. Semakin besar efisiensi operasional, maka perusahaan atau investasi juga akan semakin untung. Hal ini dapat terjadi, karena entitas mampu memanfaatkan \biaya yang sama atau bahkan lebih rendah daripada alternatif, dan tetap menghasilkan pengembalian atau pendapatan yang lebih besar. Dalam pasar keuangan, efisiensi operasional dikatakan terjadi jika biaya dan biaya transaksi dikurangi.

J. RESPONSOBILITAS SDM

Sumber daya manusia (SDM) didefinisikan sebagai potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengolah dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di

(9)

alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Kalangan perusahaan menyadari bahwa membangun sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting. Hal ini terbukti dengan adanya trend program Corporate Social Responsibility (CSR) di Asia yang menempatkan isu-isu tentang pendidikan dan pelatihan, serta kesehatan merupakan kelompok isu yang paling sering diangkat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, disamping permasalahan lingkungan dan konservasi. Di Indonesia, perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan pilihan strategis mengingat kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Indonesia yang tengah terpuruk dewasa ini dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain (Nursahid, 2008:3-5).

Pengembangan suatu pendidikan berkaitan dengan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang merupakan suatu keharusan dan kebutuhan yang semakin terasa.

Bidang pendidikan turut memberikan andil dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan hal yang pokok atau inti dalam sebuah pembangunan (Hamalik, 2005).

K. RESPONSIBILITAS TEKNOLOGI

Perkembangan teknologi memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga beberapa perusahaan berusaha mengembangkan potensinya untuk dapat memanfaatkan media teknologi sebagai inovasi bisnis. Kemajuan teknologi berbanding lurus dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Berbagai perusahaan baru muncul di bidang teknologi, salah satunya yaitu startup. Startup adalah sebuah perusahaan rintisan, atau perusahaan yang belum lama beroprasi.

Laju inovasi teknologi memiliki dorongan dari dua sisi yaitu permintaan dan pasokan.

Sisi permintaan disebabkan oleh persaingan global yang semakin tinggi, sedangkan sisi pasokan disebabkan oleh terobosan-terobosan ilmiah. Namun kemajuan teknologi merupakan salah satu faktor yang menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi penting.

Hal tersebut dikarenakan keberadaan sebuah perusahaan yang tidak selalu memberikan dampak positif pada publik dan sekitarnya, maka pengungkapan tanggung jawab kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) diperlukan. CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang bersifat internal maupun eksternal.

Corporate Social Responsibility (CSR)

Carroll (1999) menyebutkan bahwa perusahaan CSR harus berusaha untuk mendapat keuntungan, mematuhi hukum, bertindak etis, dan menjadi warga perusahaan yang baik.

World Business Council for Sustainable Development (WBCSD: 2000) mendefinisikan bahwa CSR adalah suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi bersamaan dengan meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja beserta seluruh keluarganya serta komunitas setempat ataupun masyarakat luas. Dapat disimpulkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu komitmen sosial perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab untuk peduli atas kesejahteraan

(10)

pihak internal maupun eksternal perusahaan seperti kesejahteraan masyarakat, kelestasian lingkungan, serta tenaga kerja perusahaan di dalam praktik bisnis perusahaan.

Di dalam implementasinya, menurut Wahyudi dan Azheri (2011, h.62), bentuk- bentuk CSR dapat digolongkan ke dalam empat kategori.

1. pengelolaan lingkungan kerja secara baik

Kategori ini mencakup penyediaan lingkungan yang aman dan nyaman, sistem kompensasi yang layak, serta perhatian terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.

2. kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat (khususnya masyarakat lokal)

Secara umum, kemitraan tersebut diwujudkan dalam program community development untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat jangka panjang. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat menerima manfaat keberadaan perusahaan guna menopang kemandiriannya, bahkan ketika perusahaan sudah berhenti beroperasi sekalipun.

3. penanganan kelestarian lingkungan

Kegiatan ini dimulai dari lingkungan perusahaan sendiri, termasuk melakukan penghematan penggunaan listrik, air, kertas, hingga penanganan limbah akibat kegiatan perusahaan agar tidak mencemari lingkungan sekitar kantor, pabrik dan lahan sekitar.

4. investasi sosial

Kategori ini sering diartikan secara sempit sebagai ”kegiatan amal perusahaan”.

Sesungguhnya, istilah tersebut merujuk pada tindakan perusahaan yang memberi dukungan finansial dan nonfinansial terhadap kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi lain.

Perusahaan yang menjalankan program CSR yaitu Gojek. Berawal dari visi untuk membawa dmapak sosial dan membantu kehidupan sehari-hari menjadi jauh lebih mudah, Gojek mencoba menemukan bakat terbaik dalam pemrograman. Implementasi CSR yang dilakukan oleh PT Gojek Indonesia bergantung kepada visi, misi, budaya, lingkungan dan profil resiko, serta kondisi operasional perusahaan. Pelaksanaan CSR dapat dilaksanakan menurut prioritas yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang dimiliki ole perusahaan.meskipun tidka terdapat standar atau praktik-praktik tertentu yang dianggap terbaik dalam pelaksanaan CSR, namun kerangka kerja atau framework yang luas dalam pengimplementasian CSR masih dapat dirumuskan, yang didasarkan pada pengalaman dan juga pengetahuan dalam bidang seperti manajemen dan lingkungan.

PT Gojek Indonesia dalam tahap implementas melakukan langkah

a) Melakukan sosialisasi kegiatan atau program yang telah direncakan oleh perusahaan.

b) Menentukan penangngjawab program dari perusahaan.

c) Menentukan lokasi dari kegiatan yang ingin dilaksanakan.

d) Melakukan pelaksanaan sesuai dengan prosedur pelaksanaan sebagai patokan.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Aini, D. N. (2007). Peran Corporate Social Responsibilty (CSR) dalam Penyelesaian Konflik di Indonesia. Fisip UPN , 1-14.

Hopkins, Michael. 2004. “Corporate Social Responsibility: an Issues Paper”. Diakses dari alamat tanggal 6 Maret 2013 pukul 14:39.

Islamy, M. Irfan. 1997. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Sinar Grafika

Siagian, Sondang. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta: Bumi Aksara.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pengembangan_pasar

Referensi

Dokumen terkait