MAKALAH
PENDIDIKAN PANCASILA
“KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila Dosen Pengampu : Zulkifli Adnan, S.IP., M.Si
Di Susun oleh : kelompok 2 Kelas : 1/C
1. Hanif musonif : (24071123086) 2. Rif’at ahmad : (24071123111) 3. Fikri akbar R : (24071123102) 4. Gya Navita : (24071123122) 5. Zakiah ayu : (24071123085) 6. Amelia silva : (24071123107)
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI PRODI ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS GARUT
SEMESTER 1 TA. 2023/2024
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul “PANCASILA (Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab)”. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan pancasila.
Dalam makalah ini membahas tentang sila ke-2, yakni pengertian dari Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kami sampaikan terimakasih atas perhatiannya terhadap makalah ini, dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kelompok kami sendiri dan khususnya pembaca pada umumnya.
Mari kita satukan tekad dan tindakan untuk mewujudkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Terima kasih atas perhatian dan dedikasi Anda dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila.Semoga kita semua dapat menjadi pelaku yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi luhur bangsa Indonesia. Selamat membaca dan merenungi makna Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik sangat kami harapkan dari para pembaca guna untuk meningkatkan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...4
A. Latar Belakang... 4
B. Rumusan Masalah... 5
C. Tujuan...5
BAB II HASIL STUDI KASUS...6
A. Gambaran Singkat Permasalahan di Lokasi...6
B. Hasil Analisis...6
C. Hambatan Permasalahan...7
D. Solusi Permasalahan...7
BAB III...8
PENUTUP... 8
A. KESIMPULAN...8
DAFTAR PUSTAKA...9
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pancasila bagi masyarakat Indonesia merupakan pandangan hidup yang dapat dijadikan pedoman dalam kepribadian bangsa, maka dari itu ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegeraan. pancasila berperan sebagai alat yang sebagai pengatur sikap dan tingkah laku orang Indonesia masingmasing dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (Sila-I), dengan sesama manusia (sila II) dengan tanah air dan nusa bangsa Indonesia (Sila-III) dengan kekuasaan dan pemerintahan negara (kerakyatan) dan dengan negara sebagai kesatuan dalam rangka realisasi kesejahteraan (sila-V). Hal ini tampak dalam mukadimah konstitusi RIS dan dalam mukadimah UUDS RI (1950). Pancasila tetap tercantum di dalamnya. Pancasila yang selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu dan menjadi pegangan bersama pada saatsaat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap ekosistem bangsa kita, merupakan bukti sejarah bahwa pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar kehormatan Indonesia, yaitu sebagai dasar negara, hal ini karena telah tertanam dalam kalbunya rakyat dan dapat mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. (Notosoetarjo, 1962:34).
Sila kedua pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. “Kemanusiaan berasal dari gkata manusia, yaitu makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, rasa, karsa, dan cipta” (Notosoetarjo1962: 35). Kemanusiaan terutama berarti sifat manusia yang merupakan esensi dan identitas manusia karena martabat kemanusiaannya (human dignity). Adil terutama mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif; jadi, tidak subjektif apalagi sewenangwenang. Beradab berasal dari kata adab yang berarti budaya. Jadi, beradab berarti berbudaya. Adab terutama mengandung pengertian tata kesopanan, kesusilaan atau moral. Dengan demikian, bearadab dapat ditafsirkan sebagai berdasar nilai-nilai kesusilaan atau moralitas khususnya dan kebudayaan umumnya. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik
terhadap diri pribadi, sesama manusia, maupun terhadap alam dan hewan. Kemanusiaan yang adil dan beradab telah tersimpul cita-cita kemanusiaan yang lengkap, yang memenuhi seluruh haakikat mahkluk manusia. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah suatu rumusan sifat keluhuran budi manusia(Indonesia). Dengan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, maka setiap warga Negara mempunyai kedudukan yang sederajat dan sama-sama terhadap Undang-Undang Negara, mempunyai hak dan kewajiban yang sama; setiap warga Negara dijamin haknya serta kebebasannya yang menyangkut hubungan dengan Tuhan, dengan orang-orang seorang, dengan Negara, dengan masyarakat, dan menyangkut pula kemerdekaan menyatakan pendapat dan mencapai kehidupan yang layak sesuai dengan hak asasi manusia. (Notosoetarjo1962:36)
Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas, maka kelompok kami terdorong untuk mengidentifikasi mengenai kasus ketidakadilan seseorang di lingkungan keluarganya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang melatar belakangi kasus keadilan terhadap samsul?
2. Bagaimana kaitan kasus tersebut dengan sila ke-2 Pancasila?
3. Bagaimana cara mengimplementasikan sila ke-2 Pancasila dalam kasus tersebut?
C. Tujuan
1. Untuk mendiskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab
2. Untuk mendiskripsikan hambatan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab
BAB II
HASIL STUDI KASUS A. Gambaran Singkat Permasalahan di Lokasi
Ketidakadilan merujuk pada perlakuan atau situasi yang tidak adil atau tidak adil secara moral atau hukum. Ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti sosial, ekonomi, atau politik. ketidakadilan bisa muncul dari diskriminasi, ketidaksetaraan, atau ketidakseimbangan kekuasaan. Ini merupakan isu kompleks yang memerlukan perhatian dan tindakan untuk mencapai keadilan yang lebih baik dalam keluarga. Kisah atau hal pahit harus dialami oleh samsul, remaja berumur 17 tahun yang ternyata selama ini dia sendiri tidak mendapatkan sebuah keadilan di keluarganya.
B. Hasil Analisis
Samsul menyadari bahwa ada pengecualian terhadap dirinya dari keluarganya semenjak dia memasuki umur 6 tahun. Saat mulai bersekolah semua orang menatap berbeda kepada dirinya sehingga dia merasa terintimidasi. Bahkan orang tuanya sendiri selalu membedakan dirinya. Hal-hal itu yang membuat dia sadar bahwa dia memiliki kekurangan yang menjadikan sosial mengasingkan dan tidak mengakui dirinya.
Berawal dari umur dia yang sudah 17 tahun dan berniat untung membuat kartu tanda penduduk (KTP). Seperti yang kita ketahui syarat membuat KTP salah satunya ialah no kartu keluarga (KK).
Ketika bertanya kepada ibu kandungnya sendiri mengenai surat KK tersebut dia melihat bahwa tidak ada nama dirinya pada selembaran itu. Untung saja dia memiliki teman teman yang selalu ada dengan latar belakang yang sama dan memiliki solidaritas tinggi terhadap satu sama lain. Sumber kebahagiaan dirinya ada pada teman-temannya.
C. Hambatan Permasalahan 1. Hilangnya rasa kemanusiaan 2. Adanya perbedaan dalam fisik 3. Hilangnya rasa percaya diri
4. Timbulnya ketidakadilan dalam keluarga
D. Solusi Permasalahan
1. Memberikan arahan supaya sadar akan rasa kemanusiaan 2. Menghargai dan menerima segala bentuk kekurangan
3. Tingkatkan kualitas diri di bidang lain. Misalnya, mempunyai skill 4. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan saling peduli dalam keluarga
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Jadi kesimpulan dari penjelasan di atas yang dapat kita ambil bahwa sampai sekarang rasa kemanusiaan dan keadilan masih belum terlaksana atau teramalkan dengan baik dan benar, sehingga masih banyak yang mengalami perbandingan antara yang satu dengan yang lainnya, seperti kasus di atas yang kami telusuri Samsul tidak mendapatkan keadilan dari keluarganya itu merupakan salah satu tindakan yang tidak mencerminkan kemanusiaan yang adil dan beradab, karena sila kedua pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab pada dasarnya manusia adalah makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, rasa, karsa, oleh sebab itu semua manusia harus berlaku seadil dilnya, sebagaimana Pancasila bagi masyarakat Indonesia merupakan pandangan hidup yang dapat dijadikan pedoman dalam kepribadian bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
https://mpikelasa.files.wordpress.com/2018/05/pancasila-kelompok-04.pdf https://eprints.ums.ac.id/31600/4/4._BAB_1.PDF
https://id.scribd.com/document/409985652/makalah-pancasila-sila-kedua-docx